Anda di halaman 1dari 2

PUSKESMAS SUI DURIAN No.

Dokumen
SOP No. Revisi. 00
PELAKSANAAN DIET BALITA GIZI
BURUK Halaman 1 / 2
UNIT KERJA : UNIT PELAYANAN GIZI PETUGAS : PETUGAS GIZI TERAMPIL

1. Peralatan
Timbangan bayi
Timbangan injak
Meteran / alat ukur tinggi badan atau panjang badan
Leaflet makanan seimbang untuk baduta
Leaflet rehabilitasi gizi buruk pada anak balita
Food model
KMS ( Kartu Menuju Sehat )
Pedoman tatalaksana KEP pada anak di Puskesmas dan Rumah tangga
Penuntun diit anak
Formulir anamnesa diet
Kartu status unit pelayanan gizi
Tabel Z.Score ( BB / U, TB / U, TB / BB )
2. Instruksi Kerja
Baca hasil penimbangan berat badan dan membaca KMS ( jika ada )
Timbang ulang berat badan balita .... ( Kg )
Ukur tinggi / panjang badan balita ..... ( cm )
Menentukan status gizi balita
Indikator BB / U → Hasil : Gizi bail / kurang / buruk / lebih
Indikator TB / BB → Hasil: Normal, kurus, kurus sekali
Indikator TB / U → Hasil : Normal, pendek, tinggi
Jelaskan hasil status gizi balita berdasarkan indikator BB / U, TB / BB dan TB / U
Lakukan anamnesa diet meliputi :
- Recal makan 1 x 24 jam ( Hari kemarin mulai pagi sampai malam )
- Pola kebiasaan makan
- Menghitung jumlah intake makanan dari hasil recal
Jelaskan hasil anamnesa diet berdasarkan
- Hasil perhitungan intake makanan recall ( Cukup, kurang, lebih )
- Pola kebiasaan makan pasien ( Baik, kurang, Tidak baik )
Jelaskan isi leaflet rehabilitasi gizi buruk pada anamnesa balita
- Pengertian status gizi buruk pada balita
- Penyebab timbulnya gizi buruk
- Akibat gizi buruk pada balita
Menghitung kebutuhan zat gizi balita dalam sehari berdasarkan keadaan balita
Kalori : 100 kkal/kgbb/hr : masa stabilisasi
Protein : 1 – 1,5 gr/kgbb/hr : masa stabilisasi
PUSKESMAS SUI DURIAN No.Dokumen
SOP No. Revisi. 00
PELAKSANAAN DIET BALITA GIZI
BURUK Halaman 2 / 2
UNIT KERJA : UNIT PELAYANAN GIZI PETUGAS : PETUGAS GIZI TERAMPIL

Masa ini dilaksanakan di rumah sakit saat anak dirawat


Kalori : 150 kkal/kgbb/hr : masa transisi
Protein : 2 - 3 gr/kgbb/hr : masa transisi
Masa ini biasanya anak dengan nafsu makan kurang, bentuk makanan lunak / makanan
keluarga
Kalori : 150 – 200 kkal/kgbb/hr : masa rehabilitasi
Protein : 4 - 6 gr/kgbb/hr : masa rehabilitasi
Masa rehabilitasi anak dapat diberikan makanan bentuk padat
Kalori : 110 - 1200 kkal/kgbb/hr
Protein : 1 - 2 gr/kgbb/hr
Jika anak sudah berubah menjadi status gizi kurang
Konversikan kebutuhan zat gizi dalammenu sehari ( Pagi, selingan, siang, selingan, sore / malam )
dan jelaskan dengan menggunakan :
Alat peraga food model
Mengisi dengan jelas URT ( Ukuran Rumah Tangga ) atau gram
Tanyakan kembali apakah orang tua balita sudah memahami penjelasan – penjelasan diet balita
gizi buruk
Merujuk balita gizi buruk ke dokter umum / dokter spesialis anak dengan kriteria sebagai berikut :
Status balita gizi burukmenurut indikator :
BB / U : Buruk
TB / BB : Kurus
Dengan disertai penyakit penyerta dilihat secara subyektif
Berat badan tidak naik dalam 2 bulan terakhir
Out Put :
Orang tua balita / pengasuh memahami cara pemberian makanan pada anak gizi buruk
Orang tua balita / pengasuh memahami jumlah dan jenis makanan sehari yang harus diberikan
kepada balita gizi buru

Disahkan Oleh Dibuat Oleh

Kepala Puskesmas Pengendali Unit