Anda di halaman 1dari 2

8 Terpidana Mati Narkoba

Dieksekusi Serentak
Delapan terpidana mati kasus narkoba akhirnya diekseksi serentak oleh regu
tembak di penjara Nusakambangan Rabu (29/4) dinihari. Gelombang
eksekusi berikutnya 50 terpidana mati ditegaskan akan dilakukan tahun ini
juga.

Delapan terpidana mati kasus narkoba akhirnya diekseksi serentak oleh regu tembak di
penjara Nusakambangan, Cilacap Rabu dinihari. Mereka didor regu tembak setelah
kontroversi panjang, upaya banding, grasi hingga tekanan internasional terhadap presiden
Joko Widodo.
Mereka yang ditembak mati adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran warga Australia
anggota Bali Nine,tiga warga Nigeria, masing-masing Raheem Agbaje Salami, Sylvester
Obiekwe Nwolise dan Okwudili Oyatanze, seorang warga Ghana, Martin Anderson seorang
warga Brazil Rodrigo Galarte dan seorang warga Indonesia, Zainal Abidin.
Sementara seorang perempuan warga Filipina, Mary Jane Veloso, dilaporkan batal
dieksekusi. Seorang terpidana mati warga Perancis, Serge Atlaoui untuk sementara juga lolos
dari regu tembak, karena mesih mengajukan peninjauan kembali.
Eksekusi oleh regu tembak Brimob Polri itu dilakukan pada pukul 00:18 WIB, segera setelah
batas waktu 72 jam berakhir, terhitung sejak surat pemberitahuan resmi eksekusi disampaikan
kepada terpidana mati.
Sesuai permintaan keluarga lima jenazah yang dieksekusi akan dikirim dan disemayamkan di
Jakarta. Yakni jasad Chan dan Sukumaran dua gembong Bali Nine, kemudian jasad Nwolise
warga Nigeria, jasadAnderson asal Ghana dan jasad Gularte asal Brasil.

Mary Jane batal dieksekusi


Terpidana perempuan asal Filipina, Mary Jane Veloso batal dieksekusi terkait adanya bukti
hukum baru yang diajukan tim pengacara. Disebutkan, Mary Jane bukan pelaku utama,
melainkan hanya korban bandit perdagangan manusia.
Sebelumnya, sampai saat-saat terakhir, Presiden Filipina Benigno Aquino memohon kepada
pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi agar tidak melaksanakan eksekusi terhadap
warganya, Mary Jane Veloso, satu-satunya perempuan dari sembilan orang yang akan
dieksekusi. Inilah untuk ketiga kalinya, Benigno Aquino meminta Jokowi membatalkan
eksekusi mati Mary Jane.
Salah satu alasan yang dikemukakan Presiden Filipina adalah, Mary Jane justru bisa menjadi
saksi kunci dalam penyelidikan sindikat narkoba di Filipina. Seorang perempuan yang
disebut-sebut sebagai perekrut Mary Jane untuk membawa koper berisi heroin ke Indonesia,
diberitakan telah menyerahkan diri kepada aparat keamanan Filipina.