Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH BAHASA INDONESIA

Tentang

KARYA ILMIAH
Dosen Pengampu :
Ust. ANDI SRIWIJAYA, M.Pd

DISUSUN:
ELI NUR ALIFAH
NIM : 2019 11 0009
Jurusan : Tarbiyah
Prodi : Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ( STAI )


AS-SHIDDIQIYAH
TAHUN AKADEMIK 2019
JL. Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya
Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sum-Sel
30657
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.


Ucapan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah dan inayah
Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktu nya, tidak
lupan kami ucapkan terimakasih kepada Andi Sriwijaya, M.Pd selaku dosen mata
kuliah Bahasa Indonesia, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk
menyusun makalah ini yang berjudul “Karya Ilmiah”. Dan juga kami ucapkan
terimakasih kepada teman-teman yang telah membantu memberikan materi dan
masukannya sehingga terselesainya makalah ini.
Dengan keseriusan dan ketekunan dalam pembuatan makalah karya ilmiah
ini, harapan kami dapat memberikan manfaat bagi teman-teman dan para
pembaca, khususnya memotivasi untuk memulai menulis karya ilmiah. Serta
dapat menjadi pembelajaran bagi kami dalam pembuatan sebuah makalah,
terkhusus dalam materi karya ilmiah.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari masih banyak kekurangan dan
kesalahan dalam penyusunan makalah ini, baik dari segi materi maupun dari tata
bahasa. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima kritik dan saran
dari teman-teman demi perbaikan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah karya ilmiah ini, dapat menjadi inspirasi bagi
teman-teman dan pembaca, unuk memuali berkarya khususnya dalam hal tulis
menulis.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Lempuing Jaya, Oktober 2019


Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i


KATA PENGANTAR ............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 2
C. Tujuan .............................................................................................. 2
D. Manfaat ................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Karya Ilmiah .................................................................. 4
B. Ciri-Ciri Karya Ilmiah ..................................................................... 5
C. Syarat Karya Ilmiah ......................................................................... 7
D. Jenis-Jenis Karya Ilmiah ................................................................. 11
E. Sitematika Atau Kerangka Penyusunan Karya Ilmiah .................... 14

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ..................................................................................... 20
B. Saran ................................................................................................ 21

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 22

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Menulis karya ilmiah adalah hal yang pasti akan di lakukan oleh
setiap mahasiswa, karena menulis karya ilmiah merupakan syarat wajib
yang harus di lakukan untuk mendapatkan gelar study nya, seperti contoh
study S1 harus membuat skripsi, S2 membuat tesis dan S3 membuat
disertasi. Oleh karena itu wajib hukumnya bagi setiap mahasiswa untuk
mengetahui apa itu karya ilmiah dan syarat-syarat serta metode-metode
dalam pembuatan karya ilmiah.
Dan tidak sedikit pula mahasiswa yang ingin mengembangkan skill
nya dalam bidang tulis menulis, terkhusus dalam karya ilmiah, namun skill
tulis menulis layak nya anak kecil yang sedang belajar mengendarai
sepedah, ia hanya butuh waktu satu bulan bahkan kurang dari itu, untuk
dapat mengendarainya, namun ia butuh waktu berbulan-bulan agar ia dapat
menjadi seorang pembalap sepedah. Sama halnya kita belajar menulis,
hanya butuh waktu singkat untuk dapat menulis, namun untuk menjadi
penulis yang ditunggu-tunggu bacaan nya oleh pembacanya butuh waktu
yang cukup lama, dan ketekunan yang ulet.
Namun banyak juga mahasiswa yang ragu bahkan tidak ada niatan
sama sekali untuk mumbuat sebuah karya tulis ilmiah, dan apabila di
hadapkan dengan sebuah tugas karya ilmiah mereka bingung, menunda-
nunda dan pada akhirnya tengok kanan tengok kiri ambil sana ambil sini
bahkan juga ada pula yang tidak mengerjakan, semua ini tidak lain dan
tidak bukan karena mereka belum faham dan mengerti apa itu sebuah karya
ilmiah, bagaimana cara dan prosedur pembuatannya.
Oleh karena itu kami menyusun makalah ini dengan tema pengenalan
terlebih dahulu tentang karya ilmiah, agar teman-teman mahasiswa tau dan
kenal terlebih dahulu tentang karya ilmiah, serta selanjutnya akan tumbuh
sebuah nitan dan keinginan untuk menulis sebuah karya ilmiah.

1
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa Yang Dimaksud Dengan Karya Ilmiah?
2. Bagaimana Ciri-Ciri Karya Ilmiah?
3. Apa Syarat Karya Ilmiah ?
4. Apa Saja Jesnis-Jenis Karya Ilmiah?
5. Bagaimana Sistematika Atau Kerangka Penulisan Karya Ilmiah?

C. TUJUAN
1. Untuk Mengetahui Pengertian Karya Ilmiah
2. Untuk Mengetahui Ciri-Ciri Karya Ilmiah
3. Untuk Mengetahui Syarat Karya Ilmiah
4. Untuk Mengetahui Jenis-Jenis Karya Ilmiah
5. Untuk Mengetahui Sitematika Atau Kerangka Penyusunan Karya
Ilmiah

D. MAFAAT
a. Ada banyak manfaat yang baik dari pembuatan karya ilmiah. Jika
tidak ada manfaatnya maka tentu sekolah atau instansi atau sejenisnya
tidak akan menuntutnya. Beberapa manfaat antara lain: melatih
kreativitas mahasiswa dalam menuangkan gagasan pemikirnnya
tentang suatu kajian atau topik-topik yang sudah dialaminya. Disini
secara tidak langsung penulis juga dilatih untuk menerapkan
kemampuan berfikir secara logis dan sestematis, kemampuan
membahasakan , kemampuna menganalisis kritik dll.
b. Karya tulis ini tidak hanya berguna bagi penulis saja namun juga
sebagai bahan referensi ilmiah dan sumbangan pengetahuan bagi
sekolah, bagi para pembaca tentang apa yang anda sumbangkan lewat
ide penulis melalui karya ilmiah tersebut.
c. Sebagai tuntutan akademik bagi para akademisi yang ingin
berpetualang terus dalam dunia pengetahuan dan pendidikan. Dengan
hasil karya tulis , penulis di latih secara khusus untuk terbiasa menulis
atau mengelola sesuatu yang menjadi objek tulisan ilmiah, sehingga

2
dapat mempermudah manakala melanjutkan studi ilmiahnya dan
untuk mencapai gelar-gelar ilmiah lainnya.
d. Melatih befikir tertip dan sistematis karena menulis ilmiah harus
mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur nya,
metode dan teknik, aturan atau kaidah, standar, disajikan runtun dan
tertib.
e. Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak
hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu
menjadi penghasil dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan
terutama setelah penyelesaian studinya.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KARYA ILMIAH


Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis
dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang
telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah
dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.1
Karya ilmiah adalah tulisan yang berisikan ilmu pengetahuan dan
kebenaran ilmiah yang disusun secara sistematis menurut metode penulisan
ilmiah dengan menggunakan ragam bahasa resmi. Karya ilmiah merupakan
laporan ilmiah yang dapat berupa laporan kajian dan penelitian. Karya
ilmiah dibuat untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan
bentuknya dapat berupa makalah, skripsi, dan laporan penelitian.2
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha
memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang
penulis atau peneliti. Tujuannya untuk memberitahukan suatu hal secara
logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis
untuk mencari jawaban mengenai suatu hal dan untuk membuktikan
kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Dengan
demikian sudah selayaknya jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema
seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain.
Mengklasifikasikan karangan menurut bobot isinya atas tiga jenis,
yaitu:
1. Karangan Ilmiah : Makalah, Laporan, Skripsi, tesis, disertasi.
2. Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer : Artikel, editorial,
opini, reportase.
3. Karangan nonilmiah : anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel,
roman, dan naskah drama.

1 https://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah diakses pada tanggal 16 Oktober 2019 Pukul 15.30 WIB


2 Ida Sundari Husen, dkk, “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah”, (Jakarta: Sekolah Tinggi Bahasa Asing
STBA LIA, 2012) hal : 1

4
Ketiga jenis karangan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.
Karangan ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus
yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa, sedangkan karangan
nonilmiah adalah adalah karangan yang tidak terikat pada persyaratan
khusus. Sedangkan semiilmiah berada di antara keduanya.
Dalam menulis karya ilmiah, isinya harus mengandung kajian
pengetahuan ilmiah dengan menggunakan metode berfikir keilmuan dan
membentuk tulisan keilmuan pula seperti logis dan empiris (berdasarkan
fakta), sistematis, lugas, jelas, dan objektif.
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa karya
ilmiah adalah laporan tertulis dan dipublikasikan yang memaparkan hasil
penelitian atau pengkajian yang telah di lakukan oleh seorang atau sebuah
tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang di kukuhkan dan di
taati oleh masyrakat keilmuan. Pada dasarnya tulisan ilmiah dapat berwujud
artikel, makalah, naskah siaran radio.

B. CIRI-CIRI KARYA ILMIAH


Tidak semua karya ilmiah yang di tulis secara sistematik dan
berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya
ilmiah mempunyai ciri -ciri tertentu.
1. Objektif
Keobjektifan ini menampakkan pada setiap fakta dan data yang
di ungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak di
manipulasi juga setiap pernyataan atua kesimpulan yang di sampaikan
berdasarkan bukti-bukti yang bisa di pertanggungjawabkan. Dengan
demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan
ke absahannya.

5
2. Netral
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian
bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu, baik kepentingan pribadi
maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan pernyataan yang
bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu
dihindarkan.

3. Sistematis
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis
apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan
klasifikasi, kausalitas,dan sebagainya. Dengan demikian, pembaca
akan bisa mengikuti dengan mudah alur uraiannya.

4. Logis
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya,
pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyempilkan
suatu fakta atau data, pola yang digunakan pola induktif. Sebaliknya
kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis, pola yang di
gunakan pola deduktif.

5. Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan)


Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah
harus aktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, penyataan atau
ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampaye,
perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperi orang
mendapat hadiah, dan perasaan marah seperti orang yang bertengkar)
hendaknya dihindarkan.

6. Tidak Pleonastik
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias
hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju
sasaran).

6
7. Bahasa Yang digunakan Adalah Bahasa Ragam Formal
Dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunkan bahasa
ragam resmi santai, oleh sebab itu bahasa yang digunakan adalah
bahasa indonesia ragam formal, yaitu bahasa indonesia yang baik dan
benar.

C. SYARAT KARYA ILMIAH


Secara umum, penulisan karya tulis ilmiah harus memenuhi beberapa
syarat tertentu, hasil penulisan karya ilmiah harus bisa
dipertanggungjawabkan kebenarannya karena karya ilmiah bukanlah suatu
karangan bebas yang dapat di buat berdasarkan imajinasi ataupun khayalan
penulis.
Suatu karya ilmiah harus apa adanya sesuai dengan kenyataan adapun
syarat – syarat penulisan karya ilmiah adalah prinsip ilmiah dan sesuai
dengan tatatulis baku (EYD). Syarat penulisan karya ilmiah mencakup
bebarapa hal sebagai berikut :
1. Objektivitas
Objektivitas berhubungan dengan sikap penulis. Dalam hal ini,
penulis harus bersikap objektif dalam mengemukan pendapatannya,
apa adanya, tidak dibuat–buat. Sehingga hasil tulisannya dapat
dipertanggung jawabkan berdasarkan data yang ada.
2. Pola berfikir deduktif – induktif
Dalam mengemukakan atau menarik kesimpulan, penulis harus
menggunakan pola berfikir yang logis (runtut dan sesuai dengan nalar)
ada dua pola berfikir logis yaitu : dedukatif dan indukatif. Pola
berfikir deduktif bertolak dari teori atau hal yang umum untuk
menarik kesimpulan yang khusus. Contoh : Secara umum dikatakan
semua dokter tulisannya jelek, lalu fakta khusus ayahku seorang
dokter, maka dapat ditarik kesimpulan ayahku tulisannya jelek.
Sedangkan pola berfikir induktif yaitu cara berfikir atau menarik
kesimpulan dari fakta – fakta khusus kepada fakta umum atau kalimat

7
utamanya berupa kalimat yang bersifat umum. Contoh : Fakta – fakta
khusus menyatakan manusia membutuhkan oksigen. Hewan
membutuhkan oksigen. Tumbuhan membutuhkan oksigen, maka dapat
disimpulkan bahwa “semua mahluk hidup membutuhkan oksigen”
3. Sistematika
Karya tulis ilmiah harus disusun secara sistematika, artinya
menuruti alur pemahaman yang runtut dari masalah sampai pada
kesimpulan. Tata tulis baku berhubungan dengan sistematika
penulisan karya tulis ilmiah, biasanya masing – masing lembaga
mempunyai peraturan tata tulis yang berbeda. Akan tetapi, pada
dasarnya peraturan tersebut mempunyai patokan yang sama. Tata tulis
baku ini diperlukan karena :
a. Dapat memperlancar komunikasi hasil penelitian.
b. Memudahkan penilaian atau pertanggungjawabannya.
c. Mempercepat penyebarluasan tanpa membutuhkan
penyusunan kembali.3
Tata Cara Penulisan Ilmiah terdiri dari: penulisan kutipan,
catatan kaki, dan daftar pustaka.
1. Kutipan
Kutipan merupakan penulisan kembali pendapat atau hasil
karya tulis orang lain,baik langsung maupun tidak langsung.
Pada umumnya kutipan dibedakan menjadi dua,yaitu: Kutipan
langsung dan kutipan tidak langsung.
a. Kutipan Langsung
Kutipan langsung ditulis persis dengan aslinya (baik
kata, ejaan, maupun tanda bacanya). Kutipan seperti
ini biasanya digunakan untuk mengutip: rumus,
peraturan hukum, surat keputusan, peribahasa,
difinisi, dan lain-lain. Secara umum kutipan
langsung dibedakan menjadi dua:kutipan langsung
panjang dan kutipan langsung pendek. Kutipan

3 http://czifa24.blogspot.co.id/2012/03/makalah-b-indonesia-tentang-penulisan.html Diakses Pada Tanggal


17 Oktober 2019 Pukul 16.45 WIB

8
langsung panjang, ditulis lebih darti tiga baris,
ditulis sendiri dalam alinea baru dengan perubahan
spasi. Baris pertama kutipan dituluskan pada
ketukan kedelapan dari margin kiri, baris berikutnya
dimulai pada ketukan ke-lima.
Kutipan langsung pendek tidak lebih dari tiga baris,
dituliskan langsung dalam kalimat penulis diantara
tanda petik (“…”) dan tanpa perubahan spasi.
b. Kutipan Tak Langsung
Kutipan tak langsung ini merupakan uraian penulis
dengan kata-kata sendiri berdasarkan pendapat atau
hasil karya penulis lain. Tetapi pendapat pribadi
tidak boleh dikemukakan didalamnya.penulisanya
tanpa tanda petik dan spasi.Sumber asal kutipan
dapat dituliskan langsung dengan mencantumkan
nama penulis,tahun terbit,dan halaman buku.

2. Catatan Kaki
Catatan kaki yaitu keterangan-keterangan atas teks
karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang
bersangkutan. Apabila ditempatkan pada akhir bab atau akhir
karangan maka catatan semacam itu disebut keterangan. Jenis
catatan kaki terdiri dari penunjukkan sumber, catatan penjelas,
dan gabungan sumber dan penjelas. Tujuan penulisan catatan
kaki adalah:
a. Menyusun pembuktian;
b. Menyatakan utang budi;
c. Menyampaikan keterangan tambahan;
d. Merujuk bagian teks lain.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penuisan catatan
kaki meliputi sebagai berikut:

9
a. Hubungan catatan kaki dan teks menggunakan
nomor urut dan penunjukkan.;
b. Untuk memudahkan catatan kaki, hal yang perlu
dihindari ialah memulai nomor urut baru pada setiap
bab;
c. Dalam penulisan catatan kaki yang menggunakan
mesin tik atau komputer perlu diperhatikan teknik
penempatannya (spasi).
Untuk menghindari pencatatan sumber yang diulang –
ulang, digunakan singkatan-singkatan dari bahasa Latin sebagai
pengganti sumber. Pemakaian sumber tersebut sebagai berikut:
a. Ibid dari kata Ibidem, artinya sama. Maksudnya
menyatakan bahwa kutipan itu diambil dari sumber
dan halaman yang sama yang datanya telah
dicantumkan dengan lengkap sebelum kutipan
tersebut. Jadi, di antara kutipan itu dengan kutipan
sebelumnya tidak ada sumber lain. Bila halamannya
saja yang berbeda dipakai Ibid halaman.
b. Loz. Cit. dari kata loco cotato, artinya pada tempat
yang sama dengan sumber yang telah
mendahuluinya. Begitu pula halamannya sama,
hanya telah diselingi sumber lain. Contoh: Jauhari,
Loz. Cit.
c. Op. Cit. dari opera citato, maksudnya karya yang
telah dikutip terlebih dahulu. Contoh: Muttaqin, Op.
Cit. hlm.207.

10
3. Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi semua sumber bacaan yang digunakan
dalam penulisan.Komponen yang harus ada dalam daftar pustaka
adalah,nama pengarang,tahun terbit,judul buku,kota penerbit,nama
penerbit.4

D. JENIS-JENIS KARYA ILMIAH


Pada prinsipnya semua karya ilmiah adalah hasil dari suatu kegiatan
ilmiah. Dalam hal ini yang membedakan hanyalah materi, susunan, tujuan
serta panjang pendeknya karya ilmiah tesebut. Secara garis besar, karya
ilmiah diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: karya ilmiah pendidikan dan
karya ilmiah penelitian.
1. Karya Ilmiah Pendidikan
Adalah digunakan sebagai tugas untuk meresum pelajaran serta
sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan.
Jenis-jenis karya ilmiah pendidikan sebagai berikut:
a. Paper
Atau lebih populer dengan sebutan karya tulis adalah
karya ilmiah berisi ringkasan resum suatu mata kuliah tertentu
atau ringkasan dari suatu ceramah yang diberikan oleh dosen
kepada mahasiswanya. Tujuan pembuatan paper adalah melatih
mahasiswa untuk mengambil inti sari dari mata kuliah atau
ceramah yang diajarkan oleh dosen. Penulisan paper agak di
perdalam dengan beberapa bab antara lain, bab 1: pendahuluan
bab 2 :pemaparan data, bab 3: pembahasan atau analisis, dan
bab 4: penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

b. Praskripsi
Adalah karya ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai
persyaratan mendapatkan gelar sarjana muda. Karya ilmiah ini

4 Heri Jauhari, “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah”, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2010) hal : 24

11
disyaratkan bagi mahasiswa pada jenjang akademik atau
setingkat diploma 3 atau D3. Format tulisannya terdiri atas:
Bab 1 pendahuluan (latar belakag pemikiran,
pemasalahan, tujuan penelitian atau manfaat penelitian
dan metode penelitian)
Bab 2 gambaran umum (menceritakan keadaan
lokasi penelitian yang dikaitkan dengan permaslahan
penelitian)
Bab 3 deskripsi data ( memaparkan data yang
diperoleh dari lokasi penelitian)
Bab 4 analisis ( pembahasan data untuk menjawab
masalah penelitian dan
Bab 5 penutup ( kesimpulan penelitian dan saran).

c. Sekripsi
adalah karya ilmiah yang mengemukakan pendapat
penulis berdasarkan pendapat orang lain, pendapat yang
diajukan harus didukung oleh data dan fata-fakta empiris yang
objektif, baik yang berdasarkna penelitian langsung (observasi
lapangan) maupun penelitian tidak langsung (study
perpustakaan). Sekripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar
sarjana atau S1. Pembahasan dalam sekripsi harus di lakukan
menikuti alur pemikiran ilmiah, yaitu logis dan empiris.

d. Tesis
Adalah suatu karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam
dari pada sekripsi. Tesis merupakan syarat untuk mendapatkan
gelas magister atau S2. Penulisan tesis bertujuan mensintesiskan
ilmu yang di peroleh dari perguruan tinggi guna memperluas
kazanah ilmu yang telah didapatkan dari bangku kuliah master.
Kazanah ini terutama berupa temuan-temuan baru dari hasil

12
suatu penelitian secara mendalam tentang suatu hal yang
menjadi tema tesis tersebut.

e. Disertasi
Yaitu suatu karya ilmiah yang mengemukakan suatu dalil
yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta
akurat dengan analisis terinci. Dalil yang dikemukakan biasanya
dipertahankan oleh penulisanya dari sanggahan-sanggahan senat
guru besar atau penguji pada suatu perguruan tinggi. Disertasi
berisi hasil penemuan-penemuan penulis dengan menggunakan
penelitian yang lebih mendalam terhadap suatu hal yang
dijadikan tema dari disertasi tersebut. Penemuan tersebut
bersifat orisinil dari penulis sendiri. Penulis disertasi berhak
menyandang gelar doctor.

2. Karya Ilmiah Penelitian


Terdiri dari beberapa jenis karya ilmiah. Jenis karya ilmiah
penelitian sebagai berikut:
a. Makalah Seminar
Meliputi naskah seminar dan naskah bersambung.
1) Naskah seminar adalah karya ilmiah yang berisi
uraian dari topik yang membahas dari suatu
permasalahan yang akan di sampaikan kedalam
forum seminar.
2) Naskah bersambung, bentuk tulisan bersambung ini
mempunyai judul dengan pokok bahasan atau topik
yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan
secara bersambung atau bisa juga saat pengumpulan
data penelitian dalam waktu yang berbeda.

13
b. Laporan Hasil Penelitian
Adalah bagian dari bentuk karya ilmiah yang cara
penulisanya dilakukan relatif singkat. Laporan ini bisa di
kelompokan sebagai karya tulis ilmiah karena berisikan hasil
dari suatu kegiatan penelitian meskipun dari tahap awal.

c. Jurnal penelitian
Adalah buku yang terdiri atas karya ilmiah yang isinya
berupa hasil penelitian dan resensi buku. Jurnal penelitian ini
harus ditulis secara teratur dan sebaiknya mendapatkan nomer
dari suatu perpustkaan nasional berupa ISSN ( internasional
standart serial number).

E. SITEMATIKA ATAU KERANGKA PENYUSUNAN KARYA


ILMIAH
Hasil penelitian yang dilaporkan dalam bentuk tulisan merupakan
karya ilmiah. Oleh karena itu, penulisnya harus menuruti suatu aturan
kerangka penulisan tertentu. Aturan penulisan tersebut dapat berbeda-beda
tergantung pada lembaga yang bersangkutan. Secara umum, kerangka
penulisan karya ilmiah dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu: pendahuluan,
isi, dan penutup.
1. Bagian Pendahuluan
Bagian ini biasanya berisi : halaman judul, halaman pengesahan,
kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan grafik.
a. Halaman Judul
Judul ditulis untuk mengetahui garis besar isi laporannya. Judul
ditulis dengan huruf kapital, biasanya di tengah halaman agak ke
atas. Tetapi ada juga variasi lain.
Karya ilmiah baik artikel jurnal, makalah bahan seminar,
maupun laporan hasil penelitian di tulis dengan judul tertentu.
Judul karya ilmiah di tulis dengan:

14
a. merumuskan secara singkat
b. Mencerminkan area permasalahan,variabel penelitian dan
target populasi
c. Membuat kata kunci yang diacu dalam penelitian
d. Memisahkan antara judul utama dan judul pelengkap

b. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan ini digunakan terutama untuk karya-karya
ilmiah yang biasa diujikan atau dipertahankan di depan penguji
seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Halaman pengesahan
bermaksud menginformasikan kepada panitian ujian akhir
bahwa karya ilmiah yang akan diujikan itu telah memenuhi
syarat dan disetujui oleh pembimbing untuk dipertahankan di
depan para penguji.
c. Kata Pengantar
Dalam kata pengantar di cantumkan terimakasih untuk orang-
orang,lembaga,organisasi dan pihak-pihak lain yang telah
membantu. Dalam mempersiapkan, melaksanakan dan
menyelesaikan karya ilmiah tersebut. Tulisan kata pengantar
digabung dengan huruf kapital, simetris dibatas atas bidang
pengetikan dan tanpa tanda titik.
d. Halaman Abstrak
Abstrak adalah ikhtisar atau inti dari sebuah karangan. Selain
itu, abstrak juga bia dikatakan ringkasan sebuah karangan. Hal-
hal yang perlu dimuat di dalamnya adalah sebagai berikut:
1) Paragraf pertama latar belakang masalah;
2) Paragraf kedua rumusan masalah, metode yang dipakai
dalam penelitian, dan sumber data atau tempat data itu
diperoleh;
3) Paragraf ketiga cara/teknik menganalisis data;
4) Paragraf keempat hasil analisis data.
Keempat hal tersebut harus disusun sesingkat mungkin.

15
f. Daftar Isi
Daftar isi merupakan petunjuk untuk para pembaca. Daftar isi
harus ditempatkan di bagian depan karya ilmiah dan bukan di
bagian penutup atau di bagian belakang. Daftar isi hampir sama
dengan kerangka karangan. Perbedaannya ialah daftar isi
memakai nomor halaman, sedangkan kerangka karangan tidak.
Keduanya terdiri atas bab-bab dan subbab serta rinciannya
g. Daftar Tabel, Gambar, dan Grafik
Jika menggunakan lampiran tabel, gambar, dan grafik untuk
menunjang isi laporan, maka harus mencantumkan nomor urut
dan halaman dengan jelas.

2. Bagian Isi
Secara umum, bagian isi terdiri dari:
a. Pendahuluan
Memaparkan: latar belakang dan perumusan masalah, tujuan
dan kegunaan penelitian, hipotesis, penjelasan, dan metode
penelitian.5
1) Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah adalah hal tertentu yang
mendorong mahasiswa untuk melakukan penelitian.
Pengungkapan latar belakang masalah harus berurutan dari
hal-hal yang bersifat umum sampai hal-hal yang bersifat
khusus.
2) Rumusan Masalah
Rumusan masalah ditulis untuk menspesifikasikan
masalah yang akan dibahas dalam karya tulis. Masalah
yang dirumuskan harus merupakan hasi penspesifikasian
atau pengkhususan masalah utama yang harus dijawab
pada bab kesimpulan.
3) Tujuan dan Manfaat Penelitian

5 Ibid, Hal : 24

16
Tujuan dan manfaat selalu ada dalam penelitian. Tujuan
penelitian biasanya untuk mengetahui sebuah atau
sejumlah fenomena tertentu. Manfaat penelitian yakni
sesuatu yang bisa irasakan dan dilaksanakan. Manfaat
terdiri dari manfaat yang bersifat teoritis dan manfaat yng
bersifat praktis.
4) Metodologi Penelitian
Metodologi merupakan alat, prosedur,dan teknik yang
dipilih dalam melaksanakan penelitian. Metodologi
menyangkut berbagai hal yang diperlukan dan digunakan
selam penelitian berlangsung. Hal-hal tersebut mencakup:
a) Metode yang digunakan dalam penelitian;
b) Sumber data;
c) Cara mengambil data;
d) Cara menganalisis data;
e) Cara menyimpulkan/membuat simpulan;

b. Landasan Teori / Tinjauan Pustaka


Landasan teori diletakkan pada bab dua dan berisi uraian teoritis
yang berhubungan dengan masalah penelitian dan konsep yang
mendasari perumusan hipotesis. Hal-hal yang perlu ditulis dalam
landasan teori harus sesuai dengan bidang kajian atau fenomena yang
sedang diteliti. Agar tidak salah dalam memasukkan teori kita harus
berpedoman pada judul, topic, masalah, kerangka berpikir, dan atau
pada variabel-variabel penelitian (bagi yang penelitiannya terdiri atas
beberapa variabel).
Dalam penelitian diperlukan dua landasan, yakni: Teoritis dan
Metodologis.
1. Kerangka teoritis adalah teori yang digunakan untuk
membangun kerangka kerja penelitian.

17
2. Metodologis ialah hal ikhwal yang berkaitan dengan
desain penelitian, termasuk langkah-langkah pengumpulan
dan pengolahan data dengan berbagai alasannya.

c. Hasil penelitian
Menguraikan: pengolahan dan analisis data, serta penafsiran
hasil analisis data.
Karya ilmiah artikel dan makalah bahan seminar maupun
laporan hasil penelitian memuat hasil dan pembahasan. Dalam artikel
dan makalah hasil dan pembahasan dapat berbentuk bab maupun tidak
dalam bentuk bab, tapi biasanya dalam bentuk bab. Dalam bagian
dalam hasil penelitian diuraikan apa saja hasil penelitian yang
mencakup semua aspek yang terkait dalam penelitian. Hasil
eksperimen atau survei atau rancangan bangun beserta analisisnya
dan pembahasannya dapat disajikan secara bersama-sama atau secara
terpisah berupa uraian,tabel dan gambar. Data yang dilaporkan sudah
harus berupa data terolah dan bukan mentah.

d. Kesimpulan dan Saran


Menguraikan keseluruhan hasil penelitian. Mengulas hasil
penafsiran yang dirujukkan kepada landasan teori yang digunakan
kemudian dikemukakan beberapa saran.

3. Bagian Penutup
Pada umumnya terdiri dari:
a. Daftar Kepustakaan
Daftar ini harus secara lengkap dan sistematis mencantumkan
seluruh buku sumber yang digunakan dalam penulisan laporan.
Karya ilmiah harus dilengkapi dengan daftar pustaka, yang
memaparkan karya ilmiah lain yang digunakan sebagai rujukan.
Agar dapat ditelusuri orang lain penulisan karya ilmiah perlu

18
memuat nama pengarang, judul karya ilmiah, tahun penerbitan
serta penerbitnya. Tata cara penulisannya perlu juga
memberikan isyarat apakah karya ilmiah yang dirujuk itu berupa
buku, jurnal, makalah seminar, laporan penelitian yang tidak
dipublikasi, dokumen web dan lain-lain. Oleh karenanya ada
tata cara yang ditetapkan untuk menuliskan daftar pustaka.
Penulisan pustaka disusun menurut abjad dari nama
penulisannya dan nama keluarga harus ditulis terlebih dahulu
tanpa menyertakan gelar.
b. Lampiran
Berisi seluruh materi yang disertai daftar pertanyaan,
perhitungan statistik, tabel, dan lain-lain.
c. Indeks
Berisi daftar kata, istilah, atau nama yang ada dalam laporan dan
disusun menurut abjad.6

6 http://niummukulsum30.blogspot.com/2016/12/makalah-bahasa-indonesia-tentang-karya.html?m=1 Diakses
Pada Tanggal 18 oktober 2019 Pukul 19.45 WIB

19
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa karya ilmiah
adalah laporan tertulis dan dipublikasikan yang memaparkan hasil penelitian
atau pengkajian yang telah di lakukan oleh seorang atau sebuah tim dengan
memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang di kukuhkan dan di taati oleh
masyrakat keilmuan.
Secara keseluruhan cara penulisan karya ilmiah yang baik sudah
ditentukan, yaitu sesuai dengan tata bahasa (EYD) dan tata tulis yang
disepakati oleh masyarakat akademik. Adapun yang masuk kedalam
penelitian meliputi masalah penelitian, tujuan, metode, kajian teori, objek
data variabel dan hasil penelitian. Kemudian cara – cara penulisan karya
ilmiah yang baik adalah:
1. Objektif
2. Pola berfikir deduktif – induktif
3. Sistematika
Tata cara penulisan karya ilmiah mencakup : penulisan kutipan,
catatan kaki, dan daftar pustaka. Adapun bentuk – bentuk karya ilmiah
meliputi :
1. Karya tulis
2. Makalah
3. Skripsi
4. Thesis
5. Disertasi
6. Laporan hasil penelitian

20
B. SARAN
Dalam menulis karya ilmiah diharapkan memperhatikan sistematika
penulisan sesuai jenisnya sehingga karya ilmiah dapat diterima oleh
berbagai kalangan.
Dalam menulis karya ilmiah penulis diharapkan dapat menyajikan
berbagai fenomena dan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat saat ini
sehingga karya ilmiah dapat menjadi menarik dan bermanfaat bagi para
pembaca.
Kami mengharapkan para pembaca dapat memulai dan meningkatkan
kekreativitasannya dan kekritisannya dalam berfikir saat membuat karya
ilmiah .

21
DAFTAR PUSTAKA

Jauhari , Heri.2010.“Pedoman Penulisan Karya Ilmiah”. Bandung: CV Pustaka


Setia
Sundari, Ida, dkk. 2012. “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah”. Jakarta: Sekolah
Tinggi Bahasa Asing (STBA LIA)
https://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah diakses pada Tanggal 16 Oktober
2019 Pukul 15.30 WIB
http://czifa24.blogspot.co.id/2012/03/makalah-b-indonesia-tentang-penulisan.html
Diakses Pada Tanggal 17 Oktober 2019 Pukul 16.45 WIB
http://niummukulsum30.blogspot.com/2016/12/makalah-bahasa-indonesia-
tentang-karya.html?m=1 Diakses Pada Tanggal 18 oktober 2019 Pukul
19.45 WIB

22