Anda di halaman 1dari 102

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI INDONESIA

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN DALAM MEMPEROLEH GELAR SARJANA EKONOMI PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI DIAJUKAN OLEH : AHMAD DILAL FURQONI NIM : 041511133198

DIAJUKAN OLEH :

AHMAD DILAL FURQONI NIM : 041511133198

ANHalaman Judul

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

2019

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SKRIPSI ANALISIS DETERMINAN TINGKAT AHMAD DILAL FURQONI

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SKRIPSI ANALISIS DETERMINAN TINGKAT AHMAD DILAL FURQONI

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SKRIPSI ANALISIS DETERMINAN TINGKAT AHMAD DILAL FURQONI

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SKRIPSI ANALISIS DETERMINAN TINGKAT AHMAD DILAL FURQONI

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Alhamdulillah, Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat serta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Determinan Pengangguran di Indonesia” untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Program Studi Ekonomi Pembangunan, Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam proses penulisan skripsi dan selama menempuh studi, penulis mendapat bimbingan, bantuan, dukungan, serta doa dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

SKRIPSI

1. Dr. Lilik Sugiharti, S.E., M.Si., selaku dosen pembimbing penulis yang telah bersedia menyisihkan waktu, tenaga dan pemikiran beliau untuk dapat membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi ini.

2. Dr. Muryani, S.E., M.Si., MEMD, selaku Ketua Departemen Ilmu

selaku

Sekretaris Departemen Ilmu Ekonomi, dan Bapak Drs.Ec. Tri haryanto, M.P., Ph.D., selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Ekonomi

3. Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

4. Drs.Ec. Tri haryanto, M.P., Ph.D., sebagai dosen wali penulis selama beberapa tahun menempuh studi. Terima kasih bimbingan, masukan, dan saran yang ibu berikan

5. Orang tua penulis yang tercinta, Ayahanda tercinta bapak Nurul Yakin dan ibu tercinta Mariana Afifah, terima kasih telah memberikan pelajaran hidup, kasih sayang, dan doa yang tidak akan bisa penulis balas.

Ekonomi, Bapak Rossanto Dwi Handoyo,SE.,M.Si

Ph.D.,

vi

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

6. Katlea Fitriani dan Muhammad Fikri J. sebagai kakak penulis. Serta Sofia Lailia sebagai adik penulis. Terima kasih telah mengajari kesabaran, ketabahan, dan keberanian dalam menjalani kehidupan.

7. Dosen pengajar, serta jajaran pegawai di lingkungan Universitas Airlangga khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

8. Devi Maharani F.P. yang selalu memberikan semangat kepada penulis.

9. Sahabat penulis, Lambe Konco, Vico, Yusuf, Aldi, Ajik, Ojan, Bos Hanip, dan Andre yang telah menemani penulis dari zaman mahasiswa baru sampai sekarang.

10. Keluarga besar Ekonomi Pembangunan 2015. Kalian terbaik.

11. Teman-teman penulis, para pejuang pencari gelar sarjana.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kondisi sempurna. Oleh karena itu, penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan skripsi ini. Semoga bermanfaat.

SKRIPSI

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

vii

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

Surabaya,

Penulis,

Ahmad Dilal Furqoni

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIOANAL

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AIRLANGGA

PROGRAM STUDI : EKONOMI PEMBANGUNAN

DAFTAR No.

:

ABSTRACK

SKRIPSI SARJANA EKONOMI

NAMA

: AHMAD DILAL F.

NIM

: 041511133198

TAHUN PENYUSUNAN

: 2019

JUDUL :

ANALISIS DETERMINAN PENGANGGURAN DI INDONESIA

ISI :

Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia dalam satu dekade terakhir selalu mengalami penurunan. Namun jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang di ASEAN, nilai Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia yang paling besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM). Data yang digunakan berdasarkan data time series tahunan mulai 2006-2016, dan data cross section 33 Provinsi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan investasi (PMTB) memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia, sedangkan belanja modal tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia.

Kata Kunci : tingkat pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi, investasi, upah minimum, Fixed Effect Model (FEM).

SKRIPSI

viii

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

MINISTRY OF NATIONAL EDUCATION

FACULTY

AIRLANGGA

OF

ECONOMY

AND

BUSINESS

OF

UNIVERSITAS

STUDY PROGRAM: ECONOMIC DEVELOPMENT

LIST No.

:

ABSTRACT

GRADUATE ECONOMICS THESIS

NAMA

NIM

TAHUN PENYUSUNAN

: AHMAD DILAL F.

: 041511133198

: 2019

THEME :

ANALYSIS DETERMINANT OF UNEMPLOYMENT IN INDONESIA

CONTENT :

The Unemployment Rate in Indonesia in the past decade has always decreased. But when compared to developing countries in ASEAN, the value of the Indonesian Open Unemployment Rate is the greatest. The purpose of this study is to analyze the factors that affect the Unemployment Rate in Indonesia. The method in this study is panel data regression analysis with the Fixed Effect Model (FEM) method. Data used is based on annual time series data from 2006- 2016, and cross section data of 33 Provinces in Indonesia. The results of this study indicate that economic growth, minimum wages and investment (PMTB) have a significant influence on the level of open unemployment in Indonesia, while capital expenditure does not significantly influence the level of open unemployment in Indonesia.

Keywords : Unemployment Rate, Economic Growth, Investment, FEM

SKRIPSI

Declaration of Originality

ix

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR ISI

Halaman Judul

i

Halaman Persetujuan

ii

Halaman

Pernyataan Orisinalitas Skripsi

iv

KATA PENGANTAR

vi

Declaration of Originality

ix

DAFTAR ISI

x

DAFTAR TABEL

xii

DAFTAR GAMBAR

xiii

BAB 1 : PENDAHULUAN

1

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Rumusan Masalah

3

1.3 Tujuan Penelitian

3

1.4 Manfaat Penelitian

3

1.5 Sistematika Penulisan Skripsi

3

BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA

4

2.1

Landasan Teori

4

The Quantity Theory of Money4

4

Pertumbuhan Ekonomi4

4

2.2 Penelitian Terdahulu

5

2.3 Hipotesis dan Model Analisis

6

Hipotesis6

6

Model Analisis6

6

2.4

Kerangka Berpikir

7

BAB 3 : METODOLOGI PENELITIAN

8

3.1 Pendekatan penelitian

8

3.2 Identifikasi Variabel

8

3.3 Definisi Operasional

8

3.4 Jenis dan Sumber Data

8

3.5 Prosedur Pengumpulan Data

9

3.6 Metode Pengelolaan Data

9

3.7 Teknik Analisis

9

SKRIPSI

x

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Vector Error Correction Model (VECM)9

9

Uji Stationeritas Data9

9

Penentuan Lag Optimal10

10

Uji Kointegrasi

Uji Kointegrasi

10

BAB 4 : PEMBAHASAN

11

4.1

Gambaran Umum Obyek Penelitian

11

Perkembangan Transaksi Uang Elektronik di Indonesia11

11

Perkembangan Transaksi Kartu Debit di Indonesia12

12

4.2

Hasil Analisis

13

UjiStasioneritas 13

Stasioneritas

13

Uji Lag Optimal15

15

UjiKointegrasi 15

Kointegrasi

15

Hasil Impulse Response Function Impulse Response Function

16

Hasil Variance Decomposition18

18

4.3 Pembuktian Hipotesis

19

4.4 Pembahasan

20

4.5 Keunggulan Penelitian

20

4.6 Keterbatasan Penelitian

20

BAB 5 : SIMPULAN DAN SARAN

21

5.1 Simpulan

21

5.2 Saran

21

DAFTAR PUSTAKA

23

LAMPIRAN

25

SKRIPSI

xi

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Hasil Uji ADF : Tingkat Level

13

Tabel 4.2 Hasil Uji ADF : Tingkat First-Difference

14

Tabel 4.3 Hasil Pengujian Lag Length Optimum

15

Tabel 4.4 Hasil Johansen’s Cointegration Test – Trace Statistic

16

Tabel 4.9 Hasil Variance Decomposition

19

SKRIPSI

xii

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Jumlah APMK Beredar

1

Gambar 1.2 Perkembangan Transaksi Uang Elektronik

2

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

7

Gambar 4.1 Nilai Transaksi Uang Elektronik Periode 2010-2018

11

Gambar 4.2 Nilai Transaksi Kartu Debit Periode 2010-2018

12

Gambar 4.5 Respons PDB terhadap Shock Uang Elektronik

17

Gambar 4.6 Respons PDB terhadap Shock Kartu Kredit

18

SKRIPSI

xiii

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

1.1 Latar Belakang

BAB 1

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat

didunia.

Jumlah

penduduk

yang

besar

merupakan

modal

dasar

dalam

pembangunan nasional. Pengelolaan jumlah penduduk yang tidak tepat akan

menimbulkan

masalah

kependudukan

terutama

di

bidang

ketenagakerjaan.

Indonesia akan mengalami ledakan angkatan kerja baru yang membutuhkan

lapangan kerja baru. Jumlah penduduk yang besar dengan proporsi angkatan kerja

yang tinggimembutuhkan lapangan pekerjaan yang besar. Lapangan pekerjaan

yang ada belum mampu mencukupi kebutuhan pekerjaan sehingga timbul masalah

pengangguran.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pengangguran merupakan penduduk

yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan

suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah

diterima bekerja namun belum mulai bekerja. Pengangguran yang dimaksud BPS

disebabkan oleh waktu. Hal ini karena seseorang membutuhkan waktu yang

cukup lama untuk mencari pekerjaan terbaik dan cocok.

Salah

satu

negara

yang

menyusun

kebijakan

untuk

mengurangi

pengangguran yaitu Indonesia. Kondisi pengangguran Indonesia terjadi akibat

dari tingginya tingkat perubahan angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan

adanya lapangan pekerjaan yang cukup luas serta penyerapan tenaga kerja yang

cenderung kecil persentasenya (Pitartono dan Hayati, 2012). Hal ini disebabkan

SKRIPSI

1

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2

rendahnya tingkat pertumbuhan penciptaan lapangan kerja untuk menampung

tenaga kerja yang siap bekerja

Indonesia sebelum krisis 1997 sudah tergolong

sebagai negara bermasalah dengan ketenagakerjaan karena tingginya pertumbuhan

penduduk (Sucitrawati dan Arka, 2011). Jumlah penduduk yang tinggi akan

menyebabkan

tingginya

jumlah

angkatan

kerja

tingginya jumlah pengangguran.

sehingga

berdampak

pada

kerja tingginya jumlah pengangguran. sehingga berdampak pada Sumber: BPS, 2017 Gambar 1.1 Perkembangan Tingkat

Sumber: BPS, 2017

Gambar 1.1 Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Tahun 2006-2017

Gambar 1.1. juga menunjukkan tahun 2006-2010 tingkat pengangguran

terbuka terus mengalami penurunan. Penurunan tingkat pengangguran terbuka

disebabkan oleh perbaikan ekonomi di Indonesia yang menimbulkan dampak

positif bagi pertumbuhan industri di Indonesia. Hal ini juga dampak dari insentif

fiskal untuk industri pada modal sebagai upaya membuka lapangan kerja telah

membuahkan

hasil.

Menurut

BPS,

mayoritas

lapangan

kerja

masih

dikontribusikan dari sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan, dan

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

3

sektor industri yang menjadi kontributor terbesar penyerapan tenaga kerja di

Indonesia. Selain itu, sekarang telah banyak masyarakat Indonesia yang lebih

memilih menjadi wirausaha dibandingkan bekerja di perusahaan atau instansi

pemerintahan.

Penurunan

tingkat

pengangguran

terbuka

sepanjang

2006-2010

tidak

berlangsung lama. Pada tahun 2011 tingkat pengangguran terbuka di Indonesia

mengalami

peningkatan.

Hal

ini

karena

adanya

perlambatan

ekonomi

pada

periode tersebut. Peningkatan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia tahun

2011 tidak berlangsung lama, karena tahun 2012 tingkat pengangguran terbuka di

Indonesia kembali mengalami penurunan. Periode 2015-2017 juga meunjukkan

bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mengalami penurunan. Tingkat

pengangguran terbuka mengalami penurunan karena banyaknya pemabangunan

infrastruktur

yang

dilakukan

pada

periode

tersebut.

Pembangunan

tersebut

menciptakan lapangan pekerjaan baru, sehingga mampu menyerap tenaga kerja

lebih

banyak.

Kondisi

ini

jika

berlangsung

secara

terus

menerus

akan

memperbaiki

pasar

tenaga

kerja

Indonesia,

sehingga

pasar

tenaga

kerja

di

Indonesia akan lebih stabil.

Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia memang menunjukkan tren

penurunan dalam sepuluh tahun terakhir. Akan tetapi tingkat pengangguran

terbuka di Indonesia masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara

berkembang lainnya yang ada di ASEAN. Berdasarkan data yang didapatkan dari

WorldBank (2017), tingkat pengangguran terbuka di Indonesia masih tertinggi

SKRIPSI

jika

dibandingkan

dengan

negara-negara

Malaysia,

Filipina,

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

Thailand,

dan

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

4

Vietnam. Tingkat pengangguran terbuka negara Thailand paling rendah jika

dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya (Gambar 1.2).

jika dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya (Gambar 1.2). Sumber: World Bank, 2017 Gambar 1.2 Tingkat Pengangguran

Sumber: World Bank, 2017

Gambar 1.2 Tingkat Pengangguran Terbuka di Negara ASEAN

Menurut

Badan

Pusat

Statistika

(2017)

penyebab

peningkatan

tingkat

pengangguran terbuka di Indonesia adalah karena meningkatnya jumlah angkatan

kerja di Indonesia setiap tahunnya. Peningkatan jumlah angkatan kerja tersebut

tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang cukup. Adanya

kecenderungan

peningkatan

pada

jumlah

tingkat

pengangguran

terbuka

ini

merupakan sesuatu yang harus dievaluasi agar tidak terjadi peningkatan pada

tahun-tahun selanjutnya.

Akan ada banyak masalah yang timbul akibat pengangguran, pengangguran

yang berlebih akan menyebabkan total produksi berkurang sehingga pertumbuhan

ekonomi mengalami penurunan dan kesejahteraan masyarakat akan tidak sesuai

dengan target. Pengangguran yang berlebihan juga dapat meningkatkan masalah

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

5

kejahatan, penurunan modal manusia, ketidakstabilan social, serta dampak negatif

lainnya.

Ada

berbagai

dampak

buruk

yang

ditimbulkan

karena

adanya

pengangguran, oleh karena itu Pemerintah harus melakukan berbagai usaha untuk

dapat

menekan

angka

pengangguran.

Masalah

pengangguran

dapat

ditekan

dengan berbagai cara, misalnya Pemerintah harus fokus menciptakan lapangan

pekerjaan melalui berbagai kegiatan produktif dengan memanfaatkan segala

faktor produksi yang tersedia (Maqbool dkk, 2013).

Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi

tingkat pengangguran terbuka. Keberhasilan pembangunan perekonomian suatu

Negara dapat dilihat dari output, tingkat pengangguran terbuka, dan inflasi. Tiga

variabel makro tersebut saling berkaitan, jika output riil yang dihasilkan suatu

negara melebihi output potensial akan menimbulkan inflasi. Berarti telah terjadi

(dalam proses) pemakaian tenaga kerja lebih dari seperti biasanya yang digunakan

untuk mendorong output melebihi output potensialnya. Hubungan negatif antara

kesenjangan

output

riil

dengan

output

potensial

terhadap

pengangguran

digambarkan oleh hukum Okun. Hukum Okun menyatakan bahwa setiap adanya

kenaikan pertumbuhan ekonomi maka akan menyebabkan penurunan tingkat

pengangguran

terbuka

(Samuelson

dan

Nordhaus,

2004:365).

Adanya

pertumbuhan pada Gross Domestic Product (GDP) sebesar 2 persen maka akan

mengurangi pengangguran sebesar 1 persen (Mankiw, 2007:98).

Masih banyak factor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat pengangguran

terbuka selain pertumbuhan ekonomi berikutnya adalah tingkat upah minimum

SKRIPSI

yang

diberikan

oleh

perusahaan.

Menurut

Pitartono

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

dan

Hayati

(2012)

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

peningkatan

upah

minimum

akan

menyebabkan

peningkatan

pada

6

tingkat

pengangguran terbuka. Dalam teori permintaan tenaga kerja, kuantitas tenaga

kerja yang diminta akan menurun sebagai akibat dari kenaikan upah. Apabila

tingkat upah naik, sedangkan harga input yang lain tetap (ceteris paribus), berarti

harga tenaga kerja relatif lebih mahal dari input lain. Hal ini akan mendorong

pengusaha untuk mengurangi jumlah tenaga kerja agar bisa mempertahankan

keuntungan

yang

maksimum.

Pengurangan

tenaga kerja

akan

menyebabkan

tingakt pengangguran terbuka semakin tinggi.

Berikutnya belanja modal. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui

peningkatan alokasi belanja modal dalam bentuk APBD setiap tahunnya. Melalui

alokasi

tersebut,

pemerintah

daerah

berusaha

secara

langsung

menciptakan

lapangan

pekerjaan

untuk

masyarakat

melalui

program

dan

kegiatan

pembangunan

yang

diimplementasikan

setiap

tahunnya.

Pembangunan

infrastruktur ekonomi akan mendorong aktivitas ekonomi secara luas sehingga

diharapkan

dapat

mendatangkan

investasi

swasta,

sehingga

mendorong

pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja, serta pada akhirnya mengurangi

tingkat pengangguran terbuka. Hal ini sesuai dengan penelitian Miar (2012) yang

menyatakan

bahwa

belanja

modal

berpengaruh

negatif

terhadap

tingkat

pengangguran terbuka.

 

Upah

minimum

juga

menjadi

variabel

yang

mempengaruhi

tingkat

pengangguran terbuka. Hal ini karena upah sangat berkaitan erat dengan tenaga

kerja. Upah merupakan insentif dari perusahaan untuk pekerja, namun upah yang

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

tinggi

justru

mendorong

tingkat

pengangguran

terbuka.

didasarkan pada teori pasar tenaga kerja.

Hubungan

7

tersebut

Investasi tidak ketinggalan untuk diteliti pengaruhnya terhadap tingkat

pengangguran

terbuka.

Menurut

Todaro

(2011:176)

investasi

mampu

memperbaiki

kualitas

modal

atau

sumber

daya

manusia

dan

fisik,

yang

selanjutnya berhasil meningkatkan kualitas sumber daya produktif, dan yang bisa

menaikkan

produktivitas

seluruh

sumber

daya

melalui

inovasi,

kemajuan

teknologi, dan penemuan-penemuan baru. Investasi yang tingga akan berdampak

pada pertumbuhan ekonomi, dan selanjutnya meningkatan penyerapan tenaga

kerja sehingga akan berdampak pada pengurangan tingkat pengangguran terbuka.

Investasi juga memungkinkan terjadinya transfer teknologi dan pengetahuan dari

negara maju ke negara berkembang.

Berdasarkan uraian diatas, maka terdapat beberapa alasan

yang dapat

diambil untuk dijadikan dasar pada penelitian ini. Pertama, pengangguran adalah

masalah makro ekonomi yang paling kompleks dan sulit

untuk diselesaikan.

Kedua, Negara Indonesia masih menajdi salah satu negara yang memiliki tingkat

pengangguran terbuka yang tinggi di kawasan ASEAN. Ketiga, pentingnya studi

tentang

tingkat

pengangguran

terbuka

di

Indonesia

adalah

agar

dapat

memudahkan

dalam

menganalisis

penyebab-penyebab

tingginya

tingkat

pengangguran terbuka di 33 Provinsi yang ada di Indonesia selama tahun 2006-

2016, sehingga dapat dirumuskan kebijakan apa saja yang tepat untuk mengatasi

masalah tersebut. Berdasarkan alasan-alasan yang telah disebutkan, maka dapat

ditulis judul skripsi lebih spesifik yaitu “Analisis Determinan Pengangguran di

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

8

Indonesia” menggunakan metode regresi data panel dengan menggunakan metode

FEM. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertumbuhan

ekonomi,

upah

minimum,

investasi,

dan

belanja

modal

sebagai

variabel

independen dan tingkat pengangguran terbuka sebagai variabel dependen dengan

tahun penelitian 2006-2016.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusuan masalah studi ini, yaitu:

1. Apakah pertumbu han ekonomi, upah minimum, investasi, dan belanja

modal

secara

simultan

berpengaruh

terhadap

terbuka di 33 Provinsi di Indonesia?

tingkat

pengangguran

2. Apakah pertumbuhan ekonomi, upah minimum, invastasi, dan belanja

modal secara parsial berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka

di 33 Provinsi di Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Membuktikan dan menganalisisi pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah

minimum, investasi, dan belanja modal berpengaruh terhadap tingkat

pengangguran terbuka di 33 Provinsi di Indonesia secara simultan.

2. Membuktikan dan menganalisisi pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah

minimum, investasi, dan belanja modal berpengaruh terhadap tingkat

pengangguran terbuka di 33 Provinsi di Indonesia secara parsial.

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

1.4 Manfaat Penelitian

1. Diharapkan

dapat

menambah wawasan

terhadap

pengembangan

9

ilmu

ekonomi perencanaan, khususnya masalah tingkat pengangguran terbuka,

serta memberikan pengetahuan mengenai konsep ilmu ekonomi yang

berkaitan dengan ketenagakerjaan.

2. Memberikan pengetahuan, pemahaman, dan sebagai bahan referensi bagi

peneliti

selanjutnya

mengenai

pengangguran terbuka.

factor

yang

mempengaruhi

tingkat

1.5 Sistematika Skripsi Sistematika penulisan dalam skripsi ini diuraikan sebagai berikut:

BAB 1:PENDAHULUAN

Memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,

manfaat penelitian, serta sistematika penulis.

BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA

Bab 2 ini menjelaskan tentang landasan teori yang terkait dengan variabel-

variabel

yang

akan

diteliti

menggunakan

teori

apa

saja

serta

menjelaskan

hubungan antar variabelnya. Kemudian menjelaskan apa saja penelitian terdahulu

yang berkaitan dengan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian serta

menjelaskan hipotesis apasaja yang ada dalam penelitian, menjelaskan model

analisis yang digunakan dalam penelitian dan menjelaskan maksud kerangka

berfikir penelitian.

BAB 3: METODE PENELITIAN

Dalam metode penelitian akan dijelaskan metode apa yang akan dipakai.

Adapun bagian-bagian dari metode penelitian tersebut terdiri dari pendekatan

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

10

penelitian, identifikasi variable, definisi operasional, jenis dan sumber data,

prosedur pengumpulan data dan teknik analisis.

BAB 4: HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini berisi inti dari penulisan skripsi dimana menganalisis hasil

penelitian yang dilakukan dari data yang diperoleh maupun dari hasil pengolahan

data. Adapun bagian dari bab ini terdiri dari gambaran umum subjek dan objek

penelitian, hasil pengujian, pengujian hipotesis, dan pembahsan.

BAB 5: SIMPULAN DAN SARAN

Bab ini bagian terakhir dari penulisan skripsi dan berisi kesimpulan yang

didapat dari hasil analisis dan pembahsan penelitian. Dalam bab ini juga terdapat

saran dari penulis yang dianggap perlu yang berkenaan dengan pembahsan

SKRIPSI

skripsi.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2.1 Landasan Teori

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1 Keseimbangan Pasar Tenaga Kerja

Penyebab terjadinya ketidakseimbangan penawaran dan permintaan di

pasar tenaga kerja adalah adanya excess demand of labor dan excess supply of

labor. Excess demand of labor adalah permintaan tenaga kerja yang lebih besar

dibandingkan dengan penawaran tenaga kerja, sedangkan excess supply of labor

adalah penawaran tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan permintaan

tenaga kerja. Dampak yang ditimbulkan karena adanya excess supply of labor

adalah munculnya masalah pengangguran, sedangkan excess demand of labor

berdampak pada kelangkaan tenaga kerja.

Upah Excess Supply S W2 W W1 D Tenaga SB DA L* SA Kerja Sumber:
Upah
Excess Supply
S
W2
W
W1
D
Tenaga
SB
DA
L*
SA
Kerja
Sumber: Mankiw, 2006:38

Gambar 2.1 Keseimbangan Pasar Tenaga kerja

Gambar 2.1 menunjukkan keseimbangan antara penawaran tenaga kerja

(S) dan permintaan tenaga kerja (D). Garis horizontal pada gambar tersebut

menunjukkan variabel tenaga kerja dan garis vertikal menunjukkan variabel upah.

SKRIPSI

11

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

12

Titik E menunjukkan keseimbangan antara penawaran tenaga kerja (S) dan

permintaan tenaga kerja (D) dimana tenaga kerja sebesar L* dan upah sebesar w*.

Kondisi keseimbangan ini disebut dengan full employment dimana tidak ada

kelebihan penawaran maupun permintaan tenaga kerja atau kondisi dimana tidak

terdapat pengangguran ketika upah sebesar w*. Ketika upah berada pada titik

keseimbangan W2 maka terjadi excess supply of labor. Excess supply of labor

terjadi ketika terdapat permintaan tenaga kerja sebesar

terjadi ketika terdapat permintaan tenaga kerja sebesar sedangkan penawaran tenaga kerja hanya sebesar sehingga

sedangkan penawaran

tenaga kerja hanya sebesar

kerja sebesar sedangkan penawaran tenaga kerja hanya sebesar sehingga menimbulkan pengangguran sebesar + . Sedangkan

sehingga menimbulkan pengangguran sebesar

hanya sebesar sehingga menimbulkan pengangguran sebesar + . Sedangkan ketika terdapat permintaan tenaga kerja

+

hanya sebesar sehingga menimbulkan pengangguran sebesar + . Sedangkan ketika terdapat permintaan tenaga kerja sebesar

. Sedangkan ketika terdapat permintaan tenaga kerja sebesar

. Sedangkan ketika terdapat permintaan tenaga kerja sebesar dan penawaran tenaga kerja sebesar maka akan menimbulkan

dan

penawaran tenaga kerja sebesar

tenaga kerja sebesar dan penawaran tenaga kerja sebesar maka akan menimbulkan shortage tenaga kerja sebesar +

maka akan menimbulkan shortage tenaga kerja

sebesar

sebesar maka akan menimbulkan shortage tenaga kerja sebesar + . Hal ini terjadi ketika upah berada

+

maka akan menimbulkan shortage tenaga kerja sebesar + . Hal ini terjadi ketika upah berada di

. Hal ini terjadi ketika upah berada di bawah upah keseimbangan,

disebut dengan excess demand of labor.

2.1.2 Konsep Pengangguran

Menurut Sukirno (2016:70) pengangguran adalah angkatan kerja yang

tidak

bekerja atau

ingin

mendapatkan

pekerjaan

tetapi

belum

mendapatkan

pekerjaan. Definisi berbeda pun diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik. Orang

yang menganggur dapat didefinisikan angkatan kerja yang tidak berkerja atau

sedang mencari pekerjaan (BPS, 2017).

tidak berkerja atau sedang mencari pekerjaan (BPS, 2017). Berikut adalah besar kecilnya tingkat pengangguran terbuka

Berikut adalah besar kecilnya tingkat pengangguran terbuka yang dihitung

berdasarkan presentase dan perbandingan jumlah antara orang yang menganggur

SKRIPSI

dan jumlah angkatan kerja secara matematis.

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Menurut

Sukirno

(2008:75),

pengangguran

berdasarkan

jam

13

kerja

digolongkan menjadi empat, yaitu pengangguran tersembunyi, pengangguran

musiman, setengah pengangguran dan pengangguran terbuka.

1. Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang disebabkan karena

adannya kondisi dimana suatu jenis kegiatan ekonomi dijalankan oleh

tenaga kerja yang jumlahnya melebihi dari yang diperlukan. Contohnya,

suatu kegiatan produksi dapat berjalan efektif dan efisien dengan 6

pekerjaan saja, namun dalam kenyataanya kegiatan produksi tersebut

dikerjakan oleh 8 orang pekerja. Dari contoh tersebut terlihat bahwa ada

kelebihan pekerja sebanyak 2 orang. Kelebihan inilah yang dinamakan

pengangguran tersembunyi.

2. Pengangguran musiman adalah keadaan dimana pengangguran terjadi pada

masa-masa

tertentu

dalam

suatu

tahunan.

Contohnya

adalah

masa

menunggu petani dalam musim panen, pada saat ini petani yang tidak

memiliki pekerjaan sampingan akan menjadi pengangguran.

3. Setengah menganggur (under unemployment): keadaan dimana seorang

pekerja bekerja jauh lebih rendah dari jam kerja yang normal. Seorang

dapat digolongkan setengah menganggur jika dalam bekerja tidak lebih

dari 20 jam dalam seminggu atau 3 hari dalam seminggu.

Menurut

definisi

yang

dikemukakan

oleh

BPS,

Tingkat

Pengangguran

Terbuka (TPT) adalah adalah persentase jumlah ankatan kerja yang pengangguran

terhadap jumlah seluruh angkatan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka terdiri

dari (BPS, 2017):

a. Mereka yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

14

b. Mereka yang tidak punya pekerjaan dan mempersiapkan usaha.

c. Mereka yang tidak punya pekerjaan dan tidak sedang mencari pekerjaan,

karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

d. Mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum memulai bekerja

2.1.3 Hukum Okun

Arthur Okun (1962 - 1979) adalah seorang pembuat kebijakan yang

dikenal memiliki ide paling kreatif pada era pasca perang Amerika Serikat. Okun

meneliti faktor-faktor pembangunan apa saja secara makro yang dapat membantu

Amerika Serikat mengatur dan mengembangkan pertumbuhan ekonominya. Okun

menciptakan konsep output potensial dengan menunjukkan hubungan antara

output

yang

dihasilkan

dan

pengangguran.

Pengangguran

sering

bergerak

bersamaan dengan output pada siklus bisnis. Pengangguran sering bergerak

bersamaan dengan output pada siklus bisnis. Pergerakan bersama antara output

dan pengangguran yang luar biasa ini berbarengan dengan hubungan numerikal

dikenal dengan Okun's Law.

Pada

tahun

1962,

Okun,

secara

khusus

meneliti

sebuah

penelitian

hubungan dua dari tiga variabel makroekonomi yaitu pertumbuhan ekonomi yang

dilihat dari sisi output dengan tingkat pengangguran terbuka. Hasil dari penelitian

tersebut kemudian dikenal dengan Hukum Okun (Okun’s Law). Hukum Okun

menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka memiliki nilai negatif dengan

tingkat pertumbuhan ekonomi disuatu negara. Adanya pertumbuhan dalam Gross

Domestic

Product

(GDP)

yang

mendekati

2

persen

akan

mengurangi

pengangguran se besar 1 persen (Mankiw, 2007:98). Secara matematis hubungan

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

15

antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran dapat ditulis sebagai berikut

(Mankiw, 2007:206):

Ut Ut-1 = –β(gyt – gy)

Dimana

,
,

, β,

,
,

(2.1)

adalah tingkat pengangguran terbuka tahun t,

tingkat pengangguran terbuka tahun t-1 (tahun sebelumnya), koefisien efek

normal pertumbuhan ekonomi terhadap perubahan tingkat pengangguran terbuka,

tingkat pertumbuhan output dan tingkat pertumbuhan output normal.

Persamaan 2.1 menunjukkan ketika pertumbuhan ekonomi di atas normal

dapat menyebabkan penuruan pada tingkat pengangguran terbuka. Jika tingkat

pertumbuhan output lebih besar dibandingkan tingkat pertumbuhan output normal

maka tingkat pengangguran terbuka tahun t lebih kecil dari tingkat pengangguran

terbuka tahu t-1 dan sebaliknya. Jika tingkat pertumbuhan output sama dengan

tingkat pertumbuhan output normal maka tingkat pengangguran terbuka tahun t

sama dengan tingkat penganguran tahun t-1. Persamaan hukum Okun dalam

jangka panjang menjadi gyt =gy. Artinya pertumbuhan output ke t dalam jangka

panjang harus berada dalam tingkat pertumbuhan alamiahnya.

Koefisien Okun dalam persamaan 2.1 merupakan salah satu komponen

penting yang perlu dianalisis sehingga sering dikaji oleh para ekonom. Terdapat

tiga alasan utama yang mendasari para ekonom dalam menganalisis hukum Okun

(Sinclair, 2005). Pertama, koefisien Okun sangat berguna dalam membantu

mengetahui kapan output berada di bawah atau di atas nilai potensialnya. Kedua,

jika tingkat pengangguran terbuka merupakan variabel kebijakan, koefisien Okun

dapat diinterpretasikan sebagai besaran target perekonomian untuk mengurangi

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

tingkat

pengangguran

terbuka.

Ketiga,

peramalan

nilai

output

dibuat

16

untuk

menyatakan peramalan dari tingkat pengangguran terbuka.

Tingkat Pengangguran Terbuka

Un1

Un0

Pertumbuhan Ekonomi Y1 Y0 Sumber: Mankiw, 2007:206 Gambar 2.2 Kurva Okun’s Law
Pertumbuhan
Ekonomi
Y1
Y0
Sumber: Mankiw, 2007:206
Gambar 2.2
Kurva Okun’s Law

Kurva Okun’s Law ditunjukkan pada gambar 2.2. Kurva Okun’s Law ini

menjelaskan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran. Sumbu

vertikal pada kurva Okun’s Law menunjukkan variabel pertumbuhan ekonomi,

sedangkan sumbu horizontal pada kurva Okun’s Law menunjukkan variabel

pengangguran. Kondisi awal perekonomian ditunjukkan pada titik A dimana

tingkat

pengangguran

terbuka

berada

pada

titik

Pertumbuhan

dan

tingkat

pertumbuhan

ekonomi

berada

pada

titik

.
.

Ketika

terjadi

penurunan

pertumbuhan

ekonomi

dari

titik

pertumbuhan ekonomi dari titik ke titik maka akan berakibat pada

ke

titik

pertumbuhan ekonomi dari titik ke titik maka akan berakibat pada

maka

akan

berakibat

pada

peningkatan pada pengangguran sebesar

bergeser ke titik B.

2.1.4 Teori Upah

pengangguran sebesar bergeser ke titik B. 2.1.4 Teori Upah sehingga pertumbuhan ekonomi Upah merupakan sumber utama

sehingga pertumbuhan ekonomi

Upah merupakan sumber utama penghasilan seseorang, oleh karena itu

upah harus cukup untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dengan

wajar. Devanto (2011) upah adalah imbalan dari pengusaha kepada karyawan

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

17

untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan dan dinyatakan atau dinilai

dalam bentuk uang yang ditetapkan atas dasar suatu persetujuan atau peraturan

perundang-undangan serta dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara

pengusaha dengan karyawan termasuk tunjangan, baik untuk karyawan itu sendiri

maupun untuk keluarganya. Jadi upah berfungsi sebagai imbalan atas usaha kerja

yang

diberikan

seseorang

tersebut

kepada

pengusaha.

Upah

dibayar

oleh

pengusaha sesuai atau sama dengan usaha kerja (produktivitas) yang diberikan

oleh pengusaha.

Upah dari setiap tenaga kerja selalu berbeda-beda. Suatu kunci terhadap

perbedaan tingkat upah terletak pada kualitas yang sangat berbeda diantara tenaga

kerja (Samuelson, 2010:280). Perbedaan kualitas ini disebabkan oleh pembawaan

mental,

kemampuan

fisik,

jumlah

tamatan

pendidikan

dan

pelatihan

serta

pengalaman. Penyebab yang paling berpengaruh yaitu tamatan pendidikan dan

pelatihan serta pengalaman. Penyebab yang paling berpengaruh yaitu tamatan

pendidikan dan pelatihan serta pengalaman seseorang. Setiap orang berbeda

dalam

kemampuan

dan

kontribusinya

bagi

pendapatan

yang

diterima

oleh

perusahaan.

Semakin

tinggi

kualitas

seseorang

maka

akan

semakin

besar

kontribusinya bagi perusahaan, sehingga upah yang diterima juga semakin besar.

2.1.4.1 Upah Minimum

Upah tenaga kerja dibedakan atas dua jenis, yaitu upah uang dan upah rill.

Upah uang adalah jumlah uang yang diterima oleh pekerja dari para pengusaha

sebagai pembayaran atas tenaga fisik/mental pekeja yang digunakan dalam proses

produksi.

Upah

rill

adalah

tingkat

upah

pekerja

yang

diukur

dari

sudut

kemampuan upah tersebut membeli barang/jasa yang diperlukan untuk memenuhi

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

18

kebutuhan pekerja (Sukirno, 2016:93). Untuk itu upah yang digunakan dalam

penelitian ini adalah upah rill yang diterima oleh tenaga kerja perbulan. Dalam

pencapaian kesejahteraan tenaga kerja, upah memegang peranan yang sangat

penting. Pada prinsipnya sistim pengupahan harus mampu menjamin kehidupan

yang layak bagi pekerja dan keluarganya dan mencerminkan pemberian imbalan

terhadap hasil kerja keras seseorang.

Melalui

suatu

kebijakan

pengupahan,

pemerintah

Indonesia

berusaha

untuk menetapkan upah minimum yang sesuai dengan standar kelayakan hidup.

Upah minimum yang ditetapkan pada masa lalu didasarkan pada Kebutuhan Fisik

Minimum, dan selanjutnya didasarkan pada Kebutuhan Hidup Minimum (KHM).

KHM ini adalah 20 persen lebih tinggi dalam hitungan rupiah jika dibandingkan

dengan Kebutuhan Fisik Minimum. Peraturan perundangan terbaru, UU No.

13/2003, menyatakan bahwa upah minimum harus didasarkan pada Kebutuhan

Hidup Layak, akan tetapi perundangan ini belum sepenuhnya diterapkan, sehingga

penetapan upah minimum tetap didasarkan pada KHM.

Pada masa sekarang,

kelayakan suatu standar upah minimum didasarkan pada kebutuhan para pekerja

sesuai dengan kriteria di bawah ini:

1. Kebutuhan hidup minimum (KHM);

2. Index Harga Konsumen (IHK);

3. Kemampuan perusahaan, pertumbuhannya dan kelangsungannya;

SKRIPSI

4. Standar upah minimum di daerah sekitar;

5. Kondisi pasar kerja; dan

6. Pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita.

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

19

Menurut

Sulistiawati

(2012),

masalah

dalam

penetapan

upah

minimum

regional

adalah

pada

metode

perhitungannya.

produktivitas

antar

sektor.

Sektor-sektor

yang

Ada

perbedaan

nyata

dari

menggunakan

buruh

terdidik

umumnya telah membayar upah jauh di atas upah minimum karena hal ini

mencerminkan produktivitas, tetapi banyak sektor lain yang produktivitasnya ada

di bawah upah minimum sehingga kebijakan upah minimum akan memukul

sektor ini yang umumnya sektor padat karya.

2.1.4.2 Kekakuan Upah (Wage Rigidity)

Menurut

Mankiw

(2007:160),

kekakuan

upah

merupakan

terjadinya

kegagalan upah dalam menyesuaikan penawaran tenaga kerja hingga sama dengan

permintaannya.

Kekakuan

upah

merupakan

salah

satu

penyebab

terjadinya

pengangguran. Secara teoretis, untuk mempertahankan tingkat pengangguran

terbuka alamiah (natural rate of unemployment) sama dengan tingkat aktualnya

(actual rate of unemployment), maka harus dijaga agar tingkat upah riil sama

dengan Marginal Productivity to Labor (MPL). Upah riil menyesuaikan MPL

sehingga ketika MPL turun maka upah riil seharusnya juga turun. Tapi jika tidak

terjadi penurunan, maka upah riil tersebut kaku. Pada saat pertumbuhan upah riil

lebihtinggi dari pertumbuhan produktivitas perusahaan maka akan menyebabkan

pertambahan pengangguran. Di sisi lain, kekakuan upah nominal merupakan

kemampuan

upah

nominal

dalam

melakukan

penyesuaian

terhadap

harga.

Semakin lambat mekanisme penyesuaian maka akan semakin besar penurunan

upah riil sebagai respon dari

inflasi

yang tidak diantisipasi. Dalam model

keseimbangan pasar tenaga kerja, upah riil berubah untuk menyeimbangkan

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

20

penawaran dan permintaan. Tetapi upah tidak selalu fleksibel, sehingga upah riil

tertahan di atas tingkat ekuilibrium yang menyebabkan terjadinya pengangguran.

Upah riil Penawaran Pengangguran W1 W0 Permintaan Tenaga Kerja L1 L0
Upah riil
Penawaran
Pengangguran
W1
W0
Permintaan
Tenaga Kerja
L1
L0

Sumber: Mankiw, 2007:160 Gambar 2.3 Kekakuan Upah Riil

Untuk memahami kekakuan upah dan pengangguran struktural, maka

penting untuk memahami mengapa pasar tenaga kerja tidak berada pada tingkat

keseimbangan penawaran dan permintaan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan

Gambar 2.3 (halaman

21), saat upah riil melebihi tingkat ekuilibrium dan

penawaran pekerja melebihi permintaannya, maka perusahaan diharapkan akan

menurunkan

upah

yang

akan

dibayar

kepada

para

pekerja.

Namun

pada

kenyataannya, hal ini tidak terjadi. Pengangguran struktural kemudian muncul

sebagai implikasi karena perusahaan gagal menurunkan upah akibat kelebihan

penawaran tenaga kerja (Mankiw 2003: 160).

Kekakuan upah ini terjadi sebagai akibat dari Undang-undang No. 13

tahun 2003 tentang upah minimum regional (UMR), kekuatan monopoli serikat

pekerja dan teori upah efisiensi. Ketiga faktor tersebut berpotensi menjadikan

upah tertahan di atas tingkat upah keseimbangan sehingga akan mengakibatkan

pengangguran. Undang-undang ini menetapkan tingkat upah minimal yang harus

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

21

dibayar perusahaan kepada para karyawan. Upah pekerja yang tergabung dalam

serikat pekerja ditentukan oleh tawar menawar kolektif antara pimpinan serikat

pekerja dan manajemen perusahaan. Kemudian teori upah efisiensi juga menjadi

penyebab terjadinya kekakuan upah. Teori ini menyatakan bahwa upah yang

tinggi membuat para pekerja lebih produktif. Menurut para ekonom ada beberapa

teori

upah

efisiensi

yang

menjelaskan

bagaimana

upah

mempengaruhi

produktivitas pekerja (Mankiw, 2007: 164), yaitu sebagai berikut :

1. Teori upah efisiensi yang banyak diterapkan di negara miskin, dimana upah

mempengaruhi nutrisi. Suatu perusahaan mungkin akan membayar upah di atas

tingkat ekuilibirium untuk menjaga agar tenaga kerjanya tetap sehat. Pekerja yang

lebih sehat akan lebih produktif.

2. Teori yang kedua lebih relevan bagi negara maju, dimana upah yang tinggi

menurunkan

perputaran

tenaga

kerja.

Dengan

membayar

upah

yang

tinggi,

perusahaan mengurangi frekuensi pekerja yang keluar dari pekerjaan, sekaligus

mengurangi waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menarik dan melatih

pekerja baru.

3. Teori yang ketiga menyatakan bahwa jika perusahaan mengurangi upahnya,

maka pekerja terbaik bisa mengambil pekerjaan di tempat lain, meninggalkan

perusahaan dengan para pekerja tidak

terdidik

yang memiliki lebih

sedikit

alternatif. Dengan membayar upah di atas tingkat ekuilibirium, perusahaan bisa

menurunkan

seleksi

negatif

dan

meningkatkan

produktivitas.

Peningkatan

produktivitas akan meningkatkan output dari perusahaan tersebut.

4. Teori ini menyatakan bahwa perusahaan dapat mengurangi masalah kejahatan

moral dengan upah yang tinggi. Semakin tinggi upah, semakin besar kerugian

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

22

bagi pekerja bila mereka sampai dipecat. Dengan membayar upah yang lebih

tinggi, perusahaan memotivasi lebih banyak pekerja agar tidak bermalas-malasan

dan dengan demikian meningkatkan produktivitas. Walaupun secara rinci keempat

teori upah efisiensi tersebut berbeda, namun dari keempat teori tersebut dapat

diambil satu kesimpulan, yaitu perusahaan akan lebih efisien jika membayar

pekerjanya dengan upah yang tinggi atau mempertahankan upah di atas tingkat

keseimbangan karena menguntungkan.

Kenaikan Upah Minimum yang tidak diikuti dengan peningkatan produksi

ataupun produktivitas tenaga kerja justru akan menambah beban perusahaan,

terutama beban pembayaran upah dan gaji. Sesuai dengan teori permintaan dan

penawaran, apabila penawaran naik dan permintaan tetap maka harga akan turun

demikianlah upah. Apabila upah tetap tenaga kerja naik dan lapangan kerja tetap,

sedangkan penawaran bertambah maka akan mengurangi kesempatan orang atau

tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan (Merdekawaty, 2016).

2.1.5 Konsep Investasi

Investasi

atau

penanaman

modal

merupakan

faktor

strategis

dalam

menunjang

suatu

perekonomian.

Investasi

merupakan

pengeluaran

untuk

penambahan barang modal dan alat produksi

yang tujuannya adalah untuk

mengganti dan menambah barang produksi

yang digunakan untuk

kegiatan

produksi

dimasa

depan

(Samuelson

dan

Nordhaus,

2010:

394).

Investasi

merupakan

salah

satu

komponen

yang

berpengaruh

terhadap

tingkat

pengangguran terbuka. Suatu daerah yang memiliki potensi keuntungan akan

menarik investor untuk menanamkan modalnya di daerah tersebut. Investasi pada

hakekatnya merupakan awal kegiatan pembangunan ekonomi. Investasi dapat

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

23

dilakukan oleh swasta, pemerintah atau kerjasama antara pemerintah dan swasta.

Investasi merupakan suatu cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk

meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan untuk

jangka panjang dapat menaikan

standar hidup masyarkatnya (Mankiw, 2007: 62).

Investasi yang berkaitan dengan penelitian ini adalah Pembentukan Modal

Tetap Bruto (PMTB). Menurut BPS, PMTB

adalah seluruh

investasi

yang

dilakukan oleh sektor pemerintah maupun non pemerintah. PMTB

mencakup

penambahan aset baik barang tetap maupun barang bekas, biaya alih kepemilikan

aset non finansial yang tidak diproduksi, dan perbaikan besar aset. PMTB sendiri

merupakan salah satu komponen yang menentukan nilai PDRB.

Berdasarkan

Teori

Harrod-Domar

terdapat

hubungan

positif

antara

investasi dan laju pertumbuhan ekonomi. Harrod-Domar menjelaskan bahwa

pembentukan modal atau investasi merupakan faktor penting yang menentukan

pertumbuhan

ekonomi

(Arsyad,

2010).

Dalam

teorinya,

Harrod-Domar

berpendapat investasi berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dalam perspektif

jangka waktu yang lebih panjang. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dapat

terjadi jika ada investasi baru sebagai stok tambahan modal baik itu capital

maupun labour. Dapat kita simpulkan, investasi akan berpengaruh secara langsung

ataupun tidak langsung pada pertumbuhan ekonomi, kemudian dengan adanya

peningkatan investasi maka pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat, seiring

dengan peningkatan pertumbuhan tersebut maka akan berpengaruh pada tingkat

pengangguran terbuka. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi menunjukkan output

yang dihasilkan juga mengalami peningkatan. Sehingga penyerapan pekerja yang

dibutuhkan untuk memproduksi output semakin besar. Semakin besar investasi

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

24

yang diterima oleh suatu daerah akan mengurangi tingkat pengangguran terbuka

secara signifikan.

2.1.6 Kebijakan Fiskal dan Pengangguran

Pandangan Keynesian terhadap kebijakan fiskal diyakini paling efektif

dalam mengatasi pengangguran dan meningkatkan output. Keyakinan tersebut

didasarkan pada besarnya efek multiplier kebijakan fiskal terhadap perubahan

output dan sensitivitas permintaan uang terhadap perubahan suku bunga, dimana

perubahan suku bunga akan menimbulkan perubahan yang besar pada permintaan

uang untuk spekulasi hal ini akan berdampak pada besarnya penyerapan tenaga

kerja. Hal ini merupakan implikasi dari posisi kurva LM yang cenderung landai.

Dari

sisi

suplai,

Keynesian

juga

horizontal atau cenderung landai.

mengasumsikan

bahwa

kurva

AS

adalah

Tahap permulaan dari perkembangan teori makro ekonomi Keynesian,

kebijakan fiskal mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam mengatasi

masalah pengangguran (Sukirno, 2014:518). Ketika Keynes mengembangkan

teorinya,

negara-negara

maju

pada

umumnya

sedang

menghadapi

masalah

pengangguran. Oleh sebab itu, penekanan analisis Keynes mengenai kebijakan

fiskal yang ditumpuhkan pada mengatasi masalah pengangguran dan mencapai

kesempatakan kerja penuh.

Keynes berpendapat fluktuasi kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja

penuh tidak dapat diwujudkan melalui sistem pasar bebas. Diperlukan intervensi

pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Sukirno (2014:522) menyebutkan

bahwa mengatasi masalah pengangguran tidak bisa menggunakan kebijakan fiskal

yang bersifat penstabil otomatik, melainkan bersifat fiskal diskresioner. Fiscal

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

25

policy diskresioner bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang

sedang di hadapi oleh pemerintah dan masyarakat, sehingga tetap tercapai tingkat

pertumbuhan ekonomi pada keadaan tingkat full employment dengan tanpa

inflasi.

Kebijakan pemerintah yang bersifat diskresioner dapat di bedakan menjadi

dua bentuk yaitu:

a. Expansionary Fiscal Policy

Kebijakan fiskal ini dilakukan pemerintah dengan cara meningkatkan belanja

pemerintah

b. Contractionary Fiscal Policy

Kebijakan

ini

dilakukan

pemerintah

dengan

cara

meningkatkan

pajak

Menurut

pandangan

Keynes,

proses

kebijakan

fiskal

mengatasi

masalah

pengangguran, yaitu pemerintah menambah pengeluarannya dan pertambahan

ini

meningkatkan

pengeluaran

agregat.

Peningkatan

pengeluaran

agregat

dengan cara menaikkan pengeluaran pemerintah melalui pembelian barang

dan jasa maupun untuk menambah investasi. Perubahan tersebut berarti akan

menyebabkan

nasional

akan

pendapatan

nasional

meningkat.

Peningkatan

pendapatan

meningkatkan

pertumbuhan

ekonomi.

Peningkatan

pada

pertumbuhan ekonomi akan

perubahan ini akan meningkatkan kapasitas

produksi. Penambahan kapastitas produksi akan diimbangi dengan penambah

kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran (Sukirno, 2014:525).

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2.1.7 Hubungan Antar Variabel

26

2.1.7.1 Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran

Masalah

pengangguran

sangat

penting

untuk

diperhatikan

karena

pengangguran sangat berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai criminal dan

gejolak social, politik dan kemiskinan (Sirait dan Marhaeni, 2013). Teori ekonomi

menunjukkan

bahwa

pengangguran

terjadi

permintaan

tenaga

kerja

dengan

penawaran

karena

tenaga

ketidakseimbangan

antara

kerja.pengangguran

juga

terjadi karena sebab yang lain, misalnya perubahan struktur ekonomi, system

pendidikan dengan pasar tenaga kerja terjadi asimetris, dan kebijakan moneter

kontraktif yang dapat menekan investasi sector riil (Iacovoiu, 2012).

Menurut Soylu (2018), hubungan antara pengangguran dan output bersifat

negatif. Pengangguran menghasilkan hilang nya kesejahteraan dalam hal output

yang lebih rendah sehingga menyebabkan pendapatan dan kesejahteraan warga

negara lebih rendah. Pernyataan Soylu (2018) sejalan dengan Okun (1962) bahwa

ada hubungan terbalik antara output dan pengangguran, yang kemudian dikenal

sebagai hukum Okun. Adanya pertumbuhan ekonomi yang mendekati 2 persen

akan mengurangi pengangguran sebesar 1 persen (Mankiw, 2007:186). Hal ini

menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi dipandang sebagai instrumen yang

paling

menonjol

untuk

mengurangi

pengangguran,

sehingga

membantu

meningkatkan standar hidup orang. Ketika standar hidup seseorang makan tingkat

kesejahteraan orang tersebut juga ikut meningkat.

2.1.7.2 Upah dan Pengangguran

Dalam

(Alghofari,

2010:56)

tingkat

upah

minimum

tenaga

kerja

ditetapkan

pada

tingkat

upah

tertentu.

Jika

perusahaan

menawarkan

upah

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

27

minimum dibawah tingkat upah minimum tersebut, seorang pekerja akan menolak

mendapatkan upah tersebut dan hal ini akan meningkatkan pengangguran. Ketika

upah minimum yang ditetapkan terlalu rendah, maka akan mengakibatkan jumlah

pengangguran yang tinggi. Jika ditinjau dari sisi pengusaha, peningkatan upah

minimum akan meningkatkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan,

maka akan mengurangi efisiensi pengeluaran, sehingga untuk mengurangi biaya

produksi maka pengusaha akan

melakukan

tindakan kebijakan pengurangan

tenaga kerja. Hal tersebut akan berdampak pada pengangguran yang semakin

tinggi. Penelitian tersebut sejalan dengan Pitartono dan Hayati (2012) bahwa upah

minimum yang tinggi akan berpengaruh terhadap naiknya tingkat kepadatan

pekerja dan dapat diasumsikan bahwa pekerja tidak dirugikan dengan adanya

kenaikan pada upah minimum sehingga pengangguran akan turun.

Mankiw

(2007:150)

menyatakan

bahwa

keputusan

pemerintah

untuk

menetapkan

upah

minimum

yang

tinggi

maka

cenderung

diikuti

dengan

peningkatan pertumbuhan pengangguran pada kalangan angkatan kerja yang

kurang terdidik

dan kurang pengalaman.

Upah

minimum

yang tinggi

akan

menyebabkan kenaikan tingkat pengangguran terbuka karena ketika upah semakin

tinggi maka perusahaan akan mengurangi tenaga kerja yang memiliki skill rendah

dan lebih memilih tenaga kerja yang berpengalaman. Kebijakan tersebut bertujuan

untuk mengurangi biayabiaya sehingga tenaga kerja yang memiliki skill rendah

akan menambah tingkat pengangguran terbuka.

2.1.7.3 Investasi dan Pengangguran

Investasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan

ekonomi suatu negara maupun suatu daerah. Penanaman modal atau investasi juga

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

28

memberikan konstribusi yang besar dalam perluasan tenaga kerja. Alasan itulah

yang menjadikan suatu daerah berusaha meningkatkan potensi daerah yang ada

untuk menarik investor masuk untuk menanamkan modalnya.

Todaro dan Smith (2011:170) menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang

mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara antara lain: akumulasi modal

yang meliputi segala bentuk investasi didalamnya, pertumbuhan penduduk yang

diikuti dengan pertumbuhan tenaga kerja dan keahlian, serta kemajuan teknologi.

Diperkuat lagi dari pendapat Sukirno (2014) bahwa kegiatan investasi dapat

memungkinkan suatu masyarakat secara terus menerus meningkatkan kegiatan

ekonomi dan membuka kesempatan kerja, meningkatkan pedapatan nasional dan

meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kegiatan investasi memiliki tiga fungsi penting dalam perekonomian.

Pertama, investasi merupakan komponen dari pengeluaran agregat, sehingga

kenaikan

investasi

dapat

meningkatkan

permintaan

agregat

dan

pendapatan

nasional. Kedua, pertambahan barang modal sebagai akibat dari investasi akan

menambahkan kapasitas memproduksi dimasa depan yaitu akan menstimulasi

pertambahan produksi nasional serta kesempatan kerja. Ketiga, investasi selalu

diikuti

dengan

kemajuan

teknologi,

perkembangan

teknologi

ini

dapat

memberikan

pengaruh

yang

besar

terhadap

peningkatan

produktivitas

dan

pendapatan perkapita masyarakat.

Pendapatan nasional sering dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi suatu

negara. Faktanya, pertumbuhan ekonomi dilihat dari besar kecilnya pendapatan

SKRIPSI

nasional

yang

diterima

oleh

negara.

Adanya

investasi

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

mampu

meberikan

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

konstribusi

besar

terhadap

ketersediaan

lapangan

pekerjaan

baru.

29

Sehingga

melalui investasi dapat mengurangi tingkat pengangguran terbuka.

2.1.7.4 Belanja Modal dan Pengangguran

Menurut

(Suryanto,

2011) investasi

yang

dilakukan

oleh pemerintah

maupun swasta, memiliki pengaruh yang cukup besar pada penyerapatan tenaga

kerja. Investasi pemerintah dan investasi swasta memiliki hubungan yang positif

terhadap penyerapan tenaga kerja. Semakin tinggi tenaga kerja yang terserap

maka akan menguragi pengangguran.

Peningkatan pengeluaran pemerintah dalam bentuk belanaja modal berupa

penambahan aset tetap yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat dapat

memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Menurut Alrayes (2013) belanja

modal dapat berupa tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan

irigasi dan jaringan, serta belanja modal fisik lainnya. Dengan adanya belanja

modal

tersebut

maka

akan

diikuti

oleh

peningkatan

pelayanan

public

dan

peningkatan

infrastruktur.

Peningkatan

terhadap

barang-barang

public

akan

menunjang investasi yang akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja baru.

Penyerapan tenaga kerja baru yang tinggi akan diikuti dengan pengurangan

pengangguran.

Pengeluaran pemerintah dalam bentuk alokasi belanja modal didasarkan

pada kebutuhan sarana dan prasarana baik untuk kelancaran pelaksanaan tugas

pemerintah maupun fasilitasi public berupa tanah, peralatan dan mesin, gedung

dan

bangunan,

jalan,

peningkatan

belanja

irigasi

modal

dan

jaringan,

dan

tersebut

diharapkan

aset

tetap

menjadi

lainnya.

Melalui

factor

pendorong

timbulnya berbagai investasi baru di daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

30

berbagai sumberdaya untuk kegiatan produksi sehingga pada akhirnya dapat

menciptakan lapangan pekerjaan baru (Kurniawan, dkk, 2011)

2.2 Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Hajji pada tahun 2013 tentang tingkat

pengangguran terbuka terbuka di daerah Jawa Tengah dengan tahun penelitian

1990-2011. Penelitian Hajji (2013) bertujuan untuk menganalisis dan menemukan

bukti

empiris

pengaruh

PDRB,

Inflasi,

UMP

dan

AMH

terhadap

Tingkat

Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi jawa Tengah. Metode yang digunakan

dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

UMP dan AMH berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT.

Penelitian yang dilakukan oleh Pitartono dan Hayati pada tahun 2012

tentang tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah dengan tahun penelitian

1997-2010. Penelitian Pitartono dan Hayati (2012) bertujuan untuk menganalisis

hubungan antara jumlah penduduk, inflasi, upah minimum, dan pertumbuhan

ekonomi terhadap tingkat pengangguran terbuka. Metode yang digunakan dalam

penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

jumlah penduduk dan upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap

tingkat

pengangguran

terbuka

di

Jawa

Tengah.

Sedangkan

untuk

koefisien

korelasi tingkat inflasi dan tingkat pertumbuhan PDB memiliki nilai negative

menunjukkan bahwa laju pertumbuhan inflasi dan PDB tidak memiliki hubungan

yang signifikan dengan tingkat pengangguran terbuka.

Penelitian yang dilakukan oleh Trimurti dan Komalasari pada tahun 2014

bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan upah minimum

terhadap tingkat pengangguran terbuka di 7 provinsi Indonesia (DKI Jakarta, Jawa

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

31

Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali) dengan tahub

penelitian

2004-2012.

Variabel

dependen

penelitian

tersebut

adalah

tingkat

pengangguran terbuka sedangkan variabel independen pertumbuhan ekonomi,

inflasi, dan upah minimum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah

regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi

dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran

terbuka sedangkan inflasi berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran

terbuka.

Penelitian yang dilakukan oleh Maqbool, et.al. pada tahun 2013 tentang

pengaruh inflasi, Gross Domestic Product (GDP), populasi, dan Foreign Direct

Investment, terhadap tingkat pengangguran terbuka di Pakistan tahun 1976-2012.

Metode yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil

penelitian

ini,

yaitu

inflasi,

GDP,

dan

FDI berpengaruh negatif

signifikan,

sementara populasi berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pengangguran

terbuka di Pakistan. Seluruh variabel bebas juga berpengaruh secara simultan

terhadap variabel terikat.

Penelitian yang dilakukan oleh Mahdavi pada tahun 2012 tentang pengaruh

belanja pemerintah terhadap tingkat pengangguran terbuka di 50 Pemerintah

Negara Bagian dan Lokal di Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk

menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah yang diproyeksikan dalam belanja

modal terhadap tingkat pengangguran terbuka di 50 Pemerintah Negara Bagian

dan Lokal dengan tahun penelitian 1977-2006.

Penelitian tersebut menggunakan

panel data dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah panel

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

cointegrations

test.

Hasil

estimasi

menunjukkan

bahwa

belanja

32

modal

berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka.

Penelitian yang dilakukan oleh Miar pada tahun 2011 tentang pengaruh

belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja

di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi

oleh peningkatan alokasi belanja modal ditahun 2003-2010 namun belum secara

optimal memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesempatan

kerja yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh

pengeluaran

pemerintah

yang

diproyeksikan

dalam

belanja

modal

terhadap

pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja Kabupaten/kota di Provinsi

Kalimantan Tengah dengan tahun 2003-2010.

Penelitian tersebut menggunakan

panel data dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi jalur

(path analysis). Hasil estimasi menunjukkan bahwa belanja modal berpengaruh

signifikan

terhadap

pertumbuhan

ekonomi

regional

dan

belanja

modal

berpengaruh

positif

tidak

signifikan

terhadap

penyerapan

tenaga

kerja

kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah.

Penelitian yang dilakukan oleh Alrayes pada tahun 2013 tentang pengaruh

pertumbuhan ekonomi, inflasi, belanja modal, dan capital formation (investasi)

terhadap tingkat pengangguran terbuka di Bahrain. Penelitian ini bertujuan untuk

menganalisis hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi, belanja modal, dan

investasi

terhadap

tingkat

pengangguran

terbuka

di

Bahrain

dengan

tahun

penelitian 1980-2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADF.

SKRIPSI

Hasil

estimasi

menunjukkan

bahwa

pertumbuhan

ekonomi

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

dan

investasi

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

33

berpengaruh negative dan signidikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di

Bahrain.

Penelitian yang dilakukan oleh Genius Murwirapachena pada tahun 2013

tentang pengaruh balnaja modal dan capital formation (investasi) terhadap tingkat

pengangguran terbuka di South Africa. Penelitian Genius (20 13) bertujuan untuk

menguji pengaruh belanja modal dan investasi terhadap tingkat pengangguran

terbuka di negara South Africa dengan tahun penelitian 1980-2010. Metode yang

digunakan dalam penelitian ini adalah VAR. Hasil estimasi menunjukkan bahwa

belanja modal dan investasi berpengaruh negative dan signidikan terhadap tingkat

pengangguran terbuka di South Africa.

Penelitian yang dilakukan oleh Polat pada tahun 2016 tentang tingkat

pengangguran terbuka di negara-negara Organization for Economic Co-operation

and Development (OECD). Penelitian Polat (2016) bertujuan untuk menganalisis

hubungan

kausalitas

antara

Investasi,

GDP,

dan

Inflasi

terhadap

tingkat

pengangguran terbuka di negara-negara OECD dengan tahun penelitian 2006-

2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi panel dinamis

GMM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Investasi secara positif signifikan

terhadap tingkat pengangguran terbuka, sedangkan GDP berpengaruh negative

signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di negara-negara OECD.

Penelitian ini merujuk pada kesembilan penelitian terdahulu yang telah

disebutkan diatas. Penelitian tersebut dijadikan sebagai acuan dalam penulisan

skirpsi ini. Selain itu, pembaharuan yang dilakukan dalam skripsi ini dan berbeda

dari

jurnal

acuan

yang

digunakan

adalah

dengan

memperbanyak

observasi

penelitian. Jurnal acuan sebelumnya hanya menggunakan 7 provinsi. Dalam

SKRIPSI

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

34

penelitian ini menggunakan 33 Provinsi di Indonesia. Penelitian sebelumnya

menggunakan data tahun 2004-2012. Dalam penelitian ini data yang digunakan

lebih panjang dan lebih lama yaitu tahun 2006-2016.

2.3 Hipotesis Penelitian dan Model Analisis

2.3.1. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka hipotesis penelitian dalam studi ini

dapat ditulis sebagai berikut:

1.

Pertumbuhan

ekonomi,

upah

minimum,

investasi,

dan

belanja

modal

berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di 33 Provinsi

di

Indonesia secara simultan.

 

2.

Pertumbuhan

ekonomi,

upah

minimum,

investasi,

dan

belanja

modal

berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di 33 Provinsi

di Indonesia secara parsial.

2.3.2 Model Analisis

Penelitian ini menggunakan metode ekonometrika regresi data panel.

Berikut ini persamaan regresi data panel.

data panel. Berikut ini persamaan regresi data panel. SKRIPSI Keterangan : UN : Tingkat pengangguran terbuka

SKRIPSI

Keterangan :

UN

: Tingkat pengangguran terbuka

PE

: Pertumbuhan Ekonomi

UM

: Upah Minimum

PMTB

: Pembetukan Modal Tetap Bruto

BM

: Belanja Modal

Ln

: Logaritma Natural

T

: 2006-2016

i

: Unit Cross section

t

: Unit time series

ɛ

: error term

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

2.4. Kerangka Berpikir

35

Latar Belakang

Tren pengangguran Indonesia dalam 11 tahun terakhir mengalami penurunan. Namun pengangguran di Indonesia masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN. Tingginya tingkat pengangguran terbuka ini berdampak negatif bagi negara Indonesia

  Landasan Teori   • Teori Pasar Tenaga Kerja (Mankiw, 2006:38) • Teori Okun’s (Mankiw,
 

Landasan Teori

 

Teori Pasar Tenaga Kerja (Mankiw, 2006:38)

Teori Okun’s (Mankiw,

 

2007:206

 

Teori Upah (Wage Rigidity)

Teori Investasi (Harrod, 1937: Domar 1947)

Data

 

1.

Statistik Indonesia 2018

2.

Statistik Indonesia 2018

3.

Statistik Indonesia 2018

4.

Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-provinsi di Indonesia Menurut Pengeluaran 2013-2017, 2008- 2012, dan 2004-2008

Menurut Pengeluaran 2013-2017, 2008- 2012, dan 2004-2008 Penelitian Terdahulu 1. Belanja modal berpengaruh

Penelitian Terdahulu

1. Belanja modal berpengaruh signifikan negatif terhadap tingkat pengangguran di 50 Negara Bagian dan Lokal di Amerika Serikat (Mahdavi, 2012).

2. Pertumbuhan ekonomi dan Investasi (capital formation) berpengaruh signifikan dan negatif terhadap tingkat pengangguran di Bahrain ( Aprayes, 2013).

3. Investasi dalam bentuk capital formation berpengaruh signifikan dan negatif terhadap tingkat pengangguran di Bahrain (Murwipachena, 2013)

4. Investasi berpengaruh signifikan positif terhadap tingkat pengangguran sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan negatif terhadap tingkat pengangguran di negara-negara OECD (Polat, 2016)

5. Pertumbuhan ekonomi dan upah minimm tidak berpengaruh signifikan terhadap tingakat pengangguran sedangkan inflasi berpengaruh signifikan positif terhadap tingkat pengangguran di 7 Provinsi di Indonesia (Trimurti, 2014)

sedangkan inflasi berpengaruh signifikan positif terhadap tingkat pengangguran di 7 Provinsi di Indonesia (Trimurti, 2014)

SKRIPSI

Model Regresi Data Panel
Model Regresi Data Panel

Hasil dan Pembahasan

Gambar 2.4 Kerangka Berpikir

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Berdasarkan Gambar 2.4, kerangka berfikir dalam skripsi ini adalah untuk

mengetahui

pengaruh

pertumbuhan

ekonomi,

upah

minimum,

investasi

dan

belanja modal secara simultan dan parsial terhadap pengangguran di 33 Provinsi

di

Indonesia.

Hubungan

antara

pertumbuhan

ekonomi

dengan

tingkat

pengangguran terbuka didasarkan pada teori hukum Okun. Menurut hukum Okun,

pertumbuhan

ekonomi

berhubungan

negative

dengan

tingkat

pengangguran

terbuka. Peningkatan dalam pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi tingkat

pengangguran terbuka (Mankiw, 2006:98). Inveastasi dibutuhkan oleh suatu

negara karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan

transfer teknologi bagi host countries sehingga dapat menyerap tenaga kerja lebih

banyak dan mengurangi pengangguran (Zeb dkk, 2012). Alokasi belanja modal

melalui

APBD

akan

mendorong

peningkatan

investasi,

sehingga

akan

meningkatkan kapasitas produksi, dengan penngkatan kapasitas produksi akan

mendorong terbukanya lapangan pekerjaan baru yang dapat mengurangi tingkat

pengangguran terbuka. Peningkatan upah minimum yang diberikan perusahaan

bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pekerja agar produktivitas yang

dihasilkan meningkat dan efek dari peningkatan upah minimum dapat mendorong

SKRIPSI

pengangguran.

36

ANALISIS DETERMINAN TINGKAT

AHMAD DILAL FURQONI

IR- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan regresi

data panel. Regresi data panel adalah metode regresi yang menggunakan dua tipe