Anda di halaman 1dari 75
!
!
!
REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU PENDIDIKAN DASAR MEKANISME PERHITUNGAN KEBUTUHAN GURU PENDIDIKAN DASAR
REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU PENDIDIKAN DASAR MEKANISME PERHITUNGAN KEBUTUHAN GURU PENDIDIKAN DASAR
REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN
DAN PENATAAN GURU PENDIDIKAN DASAR
MEKANISME PERHITUNGAN
KEBUTUHAN GURU PENDIDIKAN DASAR
PENATAAN GURU PENDIDIKAN DASAR
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS § Permendiknas 16 2007 § Permendiknas 27

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

§ Permendiknas 16 2007

§ Permendiknas 27 2008

§ Permendiknas 32 2008

§ Permennegpan & RB 16

2009

§ Permendiknas 35 2010

§ Peremendiknas 68 2014 jo Permendikbud 45 2015

§ Permendikbud 35 2018

§ Permendikbud 6 2018

§ Permendikbud 15 2018

§ Perka BKN 19 2011

§ Perka BKN 11 2017

§ Permendikbud 09 2019

§ Permendikbud 16 2019

§ PerBKN 5 2019

UU 20 2003: SISDIKNAS UU 14 2005: GURU & DOSESN UU 5 2014: ASN UU
UU 20 2003: SISDIKNAS
UU 14 2005: GURU & DOSESN
UU 5 2014: ASN
UU 23 2014: PEMERINTAHAN
DAERAH
1
§ PP 19 2005 jo PP 32 2013
jo PP 13 2015
§ PP 17 2010; PP 66 2010
2
3
§ PP 74 2008 jo PP 19 2017
§ PP 11 2017
§ PP 49 2018
*) PPK: Perencanaan dan Pengendalian
Kebutuhan Guru Pendidikan Dasar
§ PERPRES 14 2015
§ PP 30 2019
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS UU 20/2003: Sisdiknas Pasal 41 (1) Pendidik

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

UU 20/2003: Sisdiknas

Pasal 41

DAN PENATAAN GURU DIKDAS UU 20/2003: Sisdiknas Pasal 41 (1) Pendidik dan tenaga kependidikan dapat bekerja

(1) Pendidik dan tenaga kependidikan dapat

bekerja secara lintas daerah. (2) Pengangkatan, penempatan, dan penyebaran pendidik dan tenaga

(3)

kependidikan diatur oleh lembaga yang mengangkatnya berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan formal.

Pemerintah dan pemerintah daerah

satuan pendidikan dengan

wajib

memfasilitasi

pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu. (4) Ketentuan mengenai pendidik dan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

PP 17/ 2010: Pengelolaan dan Penylenggaraan Pendidikan

PP 17/ 2010: Pengelolaan dan Penylenggaraan Pendidikan Pasal 174 (1) Pemerintah merencanakan kebutuhan
PP 17/ 2010: Pengelolaan dan Penylenggaraan Pendidikan Pasal 174 (1) Pemerintah merencanakan kebutuhan

Pasal 174 (1) Pemerintah merencanakan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan pada satuan pendidikan secara nasional. (2) Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya merencanakan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan berdasarkan perencanaan kebutuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan berdasarkan perencanaan kebutuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
PENERAPAN BEBERAPA PPDB 1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS UU 14 2005: Guru

PENERAPAN BEBERAPA PPDB

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

UU 14 2005: Guru dan Dosen

PP 19 2017 Jo PP 74 2008: Guru

Pasal 58
Pasal 58

Pasal 24

(1) Pemerintah, (2) Pemerintah ProvInsi, (3) Pemerintah Kabupaten/Kota wajib memenuhi kebutuhan guru, baik dalam jumlah, kualifikasi akademik, maupun dalam kompetensi secara merata untuk menjamin keberlangsungan satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal serta untuk menjamin keberlangsungan pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh Pemerintah. (2) Penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan Pendidikan menengah yang diselenggarakan oleh masyarakat wajib memenuhi kebutuhan guru-tetap, baik dalam jumlah, kualifikasi akademik, maupun kompetensinya untuk menjamin keberlangsungan pendidikan.

(1) Pengangkatan dan/atau penempatan Guru yang diangkat oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kementerian melakukan koordinasi perencanaan kebutuhan Guru secara nasional dalam rangka pengangkatan dan penempatan Guru. (3) Perencanaan kebutuhan Guru secara nasional dilakukan dengan mempertimbangkan pemerataan Guru antar satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah dan/atau Masyarakat, antarkabupaten atau antarkota, dan antarprovinsi, termasuk kebutuhan Guru di Daerah Khusus. (4) Ketentuan mengenai perencanaan kebutuhan, pengangkatan, dan/atau penempatan Guru dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau Masyarakat penyelenggara pendidikan diatur dengan Peraturan Menteri.

oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau Masyarakat penyelenggara pendidikan diatur dengan Peraturan Menteri.
PENERAPAN BEBERAPA PPDB 1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS PASAL 29 UU 14

PENERAPAN BEBERAPA PPDB

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

PASAL 29 UU 14 2005

(1) Guru yang bertugas di daerah khusus memperoleh hak yang meliputi kenaikan pangkat rutin secara otomatis, kenaikan pangkat istimewa sebanyak 1 (satu) kali, dan perlindungan dalam pelaksanaan tugas. (2) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah wajib menandatangani pernyataan kesanggupan untuk ditugaskan di daerah khusus paling sedikit selama 2 (dua) tahun. (3) Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah yang telah bertugas selama 2 (dua) tahun atau lebih di daerah khusus berhak pindah tugas setelah tersedia guru pengganti. (4) Dalam hal terjadi kekosongan guru, Pemerintah atau pemerintah daerah wajib menyediakan guru pengganti untuk menjamin keberlanjutan proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang bersangkutan.

menyediakan guru pengganti untuk menjamin keberlanjutan proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
PENERAPAN BEBERAPA PPDB 1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS Pasal 58 PP 19

PENERAPAN BEBERAPA PPDB

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

Pasal 58 PP 19 2017 jo PP 74 2008 :GURU)

Pengangkatan dan/atau penempatan Amanat Perencanaan kebutuhan Guru Pemerataan Permendikbud Guru
Pengangkatan dan/atau
penempatan
Amanat
Perencanaan
kebutuhan Guru
Pemerataan
Permendikbud
Guru

Kemendikbud melakukan koordinasi perencanaan kebutuhan Guru secara nasional dalam rangka pengangkatan dan penempatan Guru

Perencanaan kebutuhan Guru secara nasional mempertimbangkan pemerataan Guru antar satuan pendidikan, antarkabupaten atau antarkota, dan antarprovinsi, termasuk kebutuhan Guru di Daerah Khusus.

Ketentuan mengenai perencanaan kebutuhan, pengangkatan, dan/atau penempatan Guru diatur dengan Peraturan Menteri.

dan/atau penempatan Guru diatur dengan Peraturan Menteri . Pengangkatan dan/atau penempatan Guru yang diangkat oleh

Pengangkatan dan/atau penempatan Guru yang diangkat oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau Yayasan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS Pasal 59 PP 19 2017: PENUGASAN GURU

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

Pasal 59 PP 19 2017: PENUGASAN GURU DI DAERAH KHUSUS

1. Guru yang diangkat oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah wajib menandatangani pernyataan

kesanggupan untuk ditugaskan di Daerah Khusus paling singkat selama 10 (sepuluh) tahun.

Guru berhak pindah tugas setelah tersedia Guru pengganti.

berhak pindah tugas setelah tersedia Guru pengganti . 2. Dalam hal terjadi kekosongan Guru , Pemerintah

2. Dalam hal terjadi kekosongan Guru, Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah wajib menyediakan Guru pengganti untuk menjamin keberlanjutan proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang bersangkutan.

menyediakan Guru pengganti untuk menjamin keberlanjutan proses pembelajaran pada satuan pendidikan yang bersangkutan .
1 REGULASI PERENCANAAN KENBUTUHAN DAN PENATAA GURU DIKDAS Pasal 61 PP 19 2017: Penempatan Guru

1 REGULASI PERENCANAAN KENBUTUHAN DAN PENATAA GURU DIKDAS

Pasal 61 PP 19 2017: Penempatan Guru pada JPT, Administrator, Pengawas, atau Jabatan Fungsional Lain

1.

Guru yang diangkat oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dapat ditempatkan pada jabatan pimpinan tinggi, administrator, pengawas, atau jabatan fungsional lainnya yang membidangi pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2.

Penempatan dapat dilakukan setelah:

a)

Guru yang bersangkutan bertugas sebagai Guru paling singkat 8 (delapan) tahun; dan

b)

kebutuhan guru telah terpenuhi.

3.

Guru sebagaimana dimaksud pada angka 1:

a) kehilangan haknya untuk memperoleh Tunjangan Profesi dan tunjangan khusus

b) dapat ditugaskan kembali sebagai Guru dan mendapatkan hak Guru sesuai dengan ketentuan

 

peraturan perundang-undangan

4.

Hak berupa Tunjangan Profesi diberikan sebesar tunjangan profesi berdasarkan jenjang jabatan sebelum Guru yang bersangkutan ditempatkan pada JPT, administrator, pengawas, atau Jabfung lainnya.

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS 1. Pemindahan Guru yang diangkat oleh Pemerintah

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS 1. Pemindahan Guru yang diangkat oleh Pemerintah Pusat

1. Pemindahan Guru yang diangkat oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan .

yang bersangkutan bertugas pada satuan pendidikan paling singkat selama

Dilakukan

setelah

Guru

Pasal 62 PP 19 2017: Pemindahan Guru

2. Pemindahan Guru yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang didirikan Masyarakat

dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Kerja atau Kesepakatan Kerja Bersama

3. Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dapat memberikan penugasan khusus kepada Guru untuk melaksanakan tugas pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat berdasarkan ketentuan peraturan

4 (empat) tahun, kecuali Guru

yang bertugas di Daerah Khusus .

perundang- undangan .

berdasarkan ketentuan peraturan 4 (empat) tahun , kecuali Guru yang bertugas di Daerah Khusus . perundang-
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS Ketersediaan Guru dan tenaga kependidikan yang merata

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS Ketersediaan Guru dan tenaga kependidikan yang merata ,

Ketersediaan Guru dan tenaga kependidikan yang merata, dengan cara:

o

meningkatkan perencanaan kebutuhan, penyediaan , pengangkatan , distribusi, dan pemerataan pendidik dan tenaga kependidikan;

o

meningkatkan kapasitas daerah dalam mengelola perekrutan , penempatan , dan peningkatan mutu Guru secara efektif dan elisien ;

o

mengawasi proses pengangkatan Guru di daerah berdasarkan kriteria mutu dan kebutuhan wilayah ; serta

o

meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pendidikan oleh LPIK dengan rencana penyediaan Guru di daerah .

o meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pendidikan oleh LPIK dengan rencana penyediaan Guru di daerah .
PENERAPAN BEBERAPA PPDB 1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS UU 23/2014: PEMERINTAHAN DAERAH

PENERAPAN BEBERAPA PPDB

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

UU 23/2014: PEMERINTAHAN DAERAH

Ruang lingkup perubahan pembagian urusan pemerintah sesuai UU 23 tahun 2014 PP turunan dari UU
Ruang lingkup perubahan pembagian
urusan pemerintah sesuai UU 23 tahun
2014
PP turunan dari UU No: 23/2014:
Pemerintahan Daerah
Kebijakan
Kurikulum
Akreditasi
PTK
Perizinan
Pendidikan Pendidikan
Pendidikan
Pendidikan

PP 11 Tahun 2017 PP 49 Tahun 2018 PP 30 2019

Kebijakan Kurikulum Akreditasi PTK Perizinan Pendidikan Pendidikan PP 11 Tahun 2017 PP 49 Tahun 2018 PP
PENERAPAN BEBERAPA PPDB 1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS LAMPIRAN UU23/2014: PERUBAHAN PEMBAGIAN

PENERAPAN BEBERAPA PPDB

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

LAMPIRAN UU23/2014: PERUBAHAN PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAH

No

Sub-Urusan

Kemdikbud

Provinsi

Kab./Kota

 

1

Manajemen Pendidikan

a. Penetapan standar nasional pendidikan.

a. Pengelolaan pendidikan menengah.

a. Pengelolaan pendidikan dasar.

b. Pengelolaan pendidikan tinggi.

b. Pengelolaan pendidikan khusus.

b. Pengelolaan pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal.

2

Kurikulum

Penetapan kurikulum nasional pendidikan

Penetapan kurikulum muatan lokal pendidikan menengah

Penetapan kurikulum muatan lokal pendidikan

menengah, pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, dan pendidikan

dan muatan lokal pendidikan

dasar, pendidikan anak usia dini, dan pendidikan

khusus.

nonformal.

nonformal.

3

Akreditasi

Akreditasi perguruan tinggi, pendidikan menengah, pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, dan pendidikan nonformal.

   
 
 
PENERAPAN BEBERAPA PPDB 1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS LAMPIRAN UU23/2014: PERUBAHAN PEMBAGIAN

PENERAPAN BEBERAPA PPDB

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

LAMPIRAN UU23/2014: PERUBAHAN PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAH

No

Sub-Urusan

Kemdikbud

Provinsi

Kab./Kota

4

Pedidik dan Tenaga Kependidikan

a. Pengendalian formasi pendidik, pemindahan pendidik, dan pengembangan karier pendidik.

Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan lintas Daerah kabupaten/kota dalam 1 (satu) Daerah

Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan dalam Daerah kabupaten/kota.

provinsi.

b. Pemindahan pendidik dan tenaga kependidikan lintas Daerah provinsi.

5

Perizinan Pendidikan

a. Penerbitan izin perguruan tinggi swasta yang diselenggarakan oleh masyarakat.

a. Penerbitan izin pendidikan menengah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

a. Penerbitan izin pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh masyarakat.

b. Penerbitan izin pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal yang diselenggarakan oleh masyarakat.

b. Penerbitan izin penyelenggaraan satuan pendidikan asing.

b. Penerbitan izin pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh masyarakat.

penyelenggaraan satuan pendidikan asing. b. Penerbitan izin pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh masyarakat.
PENERAPAN BEBERAPA PPDB 1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS LAMPIRAN UU23/2014: PERUBAHAN PEMBAGIAN

PENERAPAN BEBERAPA PPDB

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

LAMPIRAN UU23/2014: PERUBAHAN PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAH

Lampiran I PP 38 Tahun 2007

Pusat: 1. Pengelolaan Dikti
Pusat:
1. Pengelolaan Dikti

Lampiran I UU 23 Tahun 2014

Pusat: 1. Pengelolaan Dikti
Pusat:
1. Pengelolaan Dikti
Provinsi: Provinsi: 1. Koordinasi Pengelolaan Dikdas dan Dikmen 1. Koordinasi Pengelolaan Dikdas 2. Pengelolaan
Provinsi:
Provinsi:
1. Koordinasi Pengelolaan Dikdas dan Dikmen
1. Koordinasi Pengelolaan Dikdas
2. Pengelolaan Pendidikan Khusus
2. Pengelolaan Pendidikan Khusus
3. Pengelolaan Dikmen
Kab./Kota:
Kab./Kota:
1.
Pengelolaan PAUDN
1. Pengelolaan PAUDN
2.
Pengelolaan Dikdas
2. Pengelolaan Dikdas
3.
Pengelolaan Dikmen
PENERAPAN BEBERAPA PPDB 1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS LAMPIRAN UU23/2014: PERUBAHAN PEMBAGIAN

PENERAPAN BEBERAPA PPDB

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

LAMPIRAN UU23/2014: PERUBAHAN PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAH

Lampiran I PP 38 Tahun 2007 Lampiran I UU 23 Tahun 2014 Pusat: 1. Pengembangan
Lampiran I PP 38 Tahun 2007
Lampiran I UU 23 Tahun 2014
Pusat:
1. Pengembangan PTK
Pusat:
2. Pemindahan PTK lintas provinsi
1. Pengendalian Formasi Pendidik
2. Pengembangan karier PTK
3. Pemindahan PTK lintas provinsi
Provinsi:
1. Pemindahan PTK lintas Kab./Kota dalam Provinsi
Provinsi:
1. Pemindahan PTK lintas Kab./Kota
Kab./Kota:
dalam Provinsi
1. Pemindahan PTK dalam Kab./Kota
2. Pengembangan Karier PTK Dikdas, Dikmen, dan PAUDNI
Kab./Kota:
1. Pemindahan PTK dalam Kab./Kota
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS PASAL 56 UU 5 TAHUN 2014 (1)

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

PASAL 56 UU 5 TAHUN 2014

(1) Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja . (2) Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan . (3) Berdasarkan penyusunan kebutuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Menteri menetapkan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS secara nasional . Pasal 57: Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyusunan dan penetapan kebutuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 diatur dengan Peraturan Pemerintah.

tata cara penyusunan dan penetapan kebutuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 diatur dengan Peraturan Pemerintah.
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS JABATAN GURU ( merujuk UU 5 2014)

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

JABATAN GURU (merujuk UU 5 2014)

Jabatan Administrasi Jabatan Fungsional Jabatan Pimpinan Tinggi
Jabatan Administrasi
Jabatan Fungsional
Jabatan Pimpinan Tinggi

Fungsional keahlian

4 Guru Ahli Utama 3 Guru Ahli Madya 2 Guru Ahli Muda 1 Guru Ahli
4 Guru Ahli Utama
3
Guru Ahli Madya
2
Guru Ahli Muda
1 Guru Ahli Pertama
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS MANAJEMEN ASN Manajemen PNS   1. Penyusunan

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

MANAJEMEN ASN

Manajemen PNS

 

1.

Penyusunan Dan Penetapan Kebutuhan;

2.

Pengadaan;

3.

Pangkat dan Jabatan;

4.

Pengembangan Karier;

5.

Pola Karier;

6.

Promosi;

7.

Mutasi;

8.

Penilaian Kinerja;

9.

Penggajian Dan Tunjangan;

10.Penghargaan;

 

11.Disiplin;

12.Pemberhentian;

13.Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua; dan

14.Perlindungan.

 
 

Manajemen PPPK

1. penetapan kebutuhan;

2. pengadaan;

3. penilaian kinerja;

4. penggajian dan tunjangan;

5. pengembangan kompetensi;

6. pemberian penghargaan;

7. disiplin;

8. pemutusan hubungan perjanjian kerja; dan

9. perlindungan.

6. pemberian penghargaan; 7. disiplin; 8. pemutusan hubungan perjanjian kerja; dan 9. perlindungan.
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS JENIS KEPEGAWAIAN GURU GURU PENGGANTI?? UU 5

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

JENIS KEPEGAWAIAN GURU

GURU PENGGANTI??

UU 5 2014 -->

? JENIS KEPEGAWAIAN GURU PNS PPPK
?
JENIS KEPEGAWAIAN
GURU
PNS
PPPK

PP 11 2017

&

PP 49 2018

Ø HONORER

Ø KKI

Ø KONTRAK

Ø PENGGANTI

Ø DLL

GURU PNS PPPK PP 11 2017 & PP 49 2018 Ø HONORER Ø KKI Ø KONTRAK

REGULASI

???

GURU PNS PPPK PP 11 2017 & PP 49 2018 Ø HONORER Ø KKI Ø KONTRAK
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS PASAL 5 PP 11 TAHUN 2017 (1)

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

PASAL 5 PP 11 TAHUN 2017

(1) Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis Jabatan PNS berdasarkan analisis Jabatan dan analisis beban kerja . (2) Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis Jabatan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per 1 (satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan. (3) Penyusunan kebutuhan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendukung pencapaian tujuan Instansi Pemerintah . (4) Penyusunan kebutuhan PNS untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur berdasarkan rencana strategis Instansi Pemerintah. (5) Dalam rangka penyusunan kebutuhan PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mempertimbangkan dinamika / perkembangan organisasi Kementerian/Lembaga .

PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mempertimbangkan dinamika / perkembangan organisasi Kementerian/Lembaga .
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS PASAL 6 PP 11 TAHUN 2017 (1)

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

PASAL 6 PP 11 TAHUN 2017

(1) Analisis Jabatan dan analisis beban kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dilakukan oleh Instansi Pemerintah mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Menteri. (MenPAN&RB) (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman pelaksanaan analisis Jabatan dan analisis beban kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.

PASAL 10 PP 11 TAHUN 2017

(1) Penyusunan kebutuhan PNS dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi yang bersifat elektronik. (2) Ketentuan mengenai tata cara pelaksanaan penyusunan kebutuhan yang bersifat elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.

penyusunan kebutuhan yang bersifat elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS PERATURAN BKN NOMOR 5 TAHUN 2019 (1)

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

PERATURAN BKN NOMOR 5 TAHUN 2019

(1)

(2) Perencanaan mutasi PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) perlu memperhatikan aspek sebagai berikut: kompetensi, pola karier, pemetaan pegawai , kelompok rencana suksesi (talent pool), perpindahan , dan pengembangan karier, penilaian prestasi kerja dan perilaku kerja , kebuthan organisasi , dan pekerjaan teknis atau kebijakan tergantung pada klasifikasi jabatan . (3) c. mutasi PNS antar kabupaten/kota dalam satu provinsi d . mutasi PNS antar kabupaten/kota antarprovinsi, dan antar provinsi;

Instansi Pemerintah menyusun perencanaan mutasi PNS di lingkungannya .

antarprovinsi , dan antar provinsi; Instansi Pemerintah menyusun perencanaan mutasi PNS di lingkungannya .
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS PERATURAN BKN NOMOR 5 TAHUN 2019 (4)

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

PERATURAN BKN NOMOR 5 TAHUN 2019

(4) Mutasi dilakukan paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun. (5) Mutasi dilakukan atas dasar kesesuaian antara kompetensi PNS dengan persyaratan jabatan, klasifikasi jabatan dan pola karier, dengan memperhatikan kebutuhan organisasi. (6) Mutasi PNS dilakukan dengan memperhatikan prinsip larangan konflik kepentingan. (7) Selain mutasi karena tugas darrlatau lokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3), PNS dapat mengajukan mutase tugas dan/atau lokasi atas permintaan sendiri.

lokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3), PNS dapat mengajukan mutase tugas dan/atau lokasi atas permintaan sendiri.
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS PASAL 1 PERATURAN BKN NOMOR 5 TAHUN

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

PASAL 1 PERATURAN BKN NOMOR 5 TAHUN 2019

Mutasi adalah perpindahan tugas dan/atau lokasi:

Ø dalam 1 ( satu ) Instansi pusat , antar-Instansi pusat , Ø Dalam 1 ( satu ) Instansi Daerah, Ø Dalam antar-Instansi Daerah, Ø antar-Instansi Pusat dan Instansi Daerah, dan Ø ke perwakilan Negara Indonesia di luar negeri ; serta Ø atas permintaan sendiri .

dan Instansi Daerah, dan Ø ke perwakilan Negara Indonesia di luar negeri ; serta Ø atas
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS KEWAJIBAN 5 MENTERI DALAM PEMERATAAN DAN PENATAAN

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

KEWAJIBAN 5 MENTERI DALAM PEMERATAAN DAN PENATAAN GURU (PERATURAN BERSAMA 5 MENTERI TAHUN 2011

MENDIKBUD menetapkan kebijakan standardisasi teknis

2011 MENDIKBUD menetapkan kebijakan standardisasi teknis MENAG membuat perencanaan, penataan dan pemerataan guru PNS
MENAG membuat perencanaan, penataan dan pemerataan guru PNS
MENAG membuat perencanaan, penataan
dan pemerataan guru PNS

MENKEU menduking melalui aspek pendanaan di bidang pendidikan sesuai dengan kemampuan keuangan negara

MENEGPAN DAN RB mendukung melalui melalui penetapan formasi guru PNS.

PENATAAN DAN PEMERATAAN GURU PNS antarsatuan pendidikan, antarjenjang, dan antarjenis pendidikan antarprovinsi, antarkabupaten/kota pada provinsi

pendidikan antarprovinsi, antarkabupaten/kota pada provinsi MENDAGRI mendukung PEMDA dalam pelaksanaan Penataan dan
pendidikan antarprovinsi, antarkabupaten/kota pada provinsi MENDAGRI mendukung PEMDA dalam pelaksanaan Penataan dan
pendidikan antarprovinsi, antarkabupaten/kota pada provinsi MENDAGRI mendukung PEMDA dalam pelaksanaan Penataan dan

MENDAGRI mendukung PEMDA dalam pelaksanaan Penataan dan pemerataan PNS sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan Mendikbud dan penerapannya menjadi saLah satu kinerja daerah

PNS sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan Mendikbud dan penerapannya menjadi saLah satu kinerja daerah
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS Menetapkan Kebijakan Standardisasi mengkoordinasikan dan

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

Menetapkan Kebijakan Standardisasi mengkoordinasikan dan memfasilitasi pemindahan guru PNS berdasarkan data
Menetapkan
Kebijakan
Standardisasi
mengkoordinasikan
dan memfasilitasi
pemindahan guru PNS
berdasarkan data
pembanding dari
Badan Kepegawaian
Negara (BKN)
Mengkoordinasikan
dengan Kemenag
teknis
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS mendukung pemda dalam: penataan dan pemerataan guru

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

mendukung pemda dalam: penataan dan pemerataan guru PNS untuk memenuhi standardisasi teknis yang dikeluarkan oleh
mendukung pemda dalam:
penataan dan pemerataan
guru PNS
untuk memenuhi standardisasi
teknis yang dikeluarkan oleh
Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan;
memasukkan unsur penataan dan
pemerataan guru PNS menjadi
bagian penilaian kinerja
pemerintah daerah
1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS SESUAI KEWENANGANNYA membuat perencanaan penataan dan

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS

1 REGULASI PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENATAAN GURU DIKDAS SESUAI KEWENANGANNYA membuat perencanaan penataan dan
SESUAI KEWENANGANNYA membuat perencanaan penataan dan pemerataan guru PNS antarsatuan pendidikan, antarjenjang, dan
SESUAI
KEWENANGANNYA
membuat perencanaan penataan dan
pemerataan guru PNS antarsatuan
pendidikan, antarjenjang, dan antarjenis
pendidikan yang menjadi tanggung jawab
masing-masing
pendidikan yang menjadi tanggung jawab masing-masing • Menghitung Kebutuhan Guru • Identifikasi dan

Menghitung Kebutuhan Guru

Identifikasi dan verifikasi dataguru tersedia

Analsis Kebutuhan

Membuat Rencana Kebutuhan Guru

• Identifikasi dan verifikasi dataguru tersedia • Analsis Kebutuhan • Membuat Rencana Kebutuhan Guru

PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU

(Pasal 2 Permendikbud 15 2018)

(1) Guru, Kepala Sekolah , dan Pengawas Sekolah melaksanakan beban kerja selama 40 (empat puluh ) jam dalam 1 (satu ) minggu pada satuan administrasi pangkal . (2) Beban kerja selama 40 (empat puluh ) jam dalam 1 (satu ) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas 37, 5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja efektif dan 2, 5 (dua koma lima) jam istirahat. (3) Dalam hal diperlukan , sekolah dapat menambah jam istirahat yang tidak mengurangi jam kerja efektif sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

sekolah dapat menambah jam istirahat yang tidak mengurangi jam kerja efektif sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU

(Pasal 3 Permendikbud 15 2018)

(1) Pelaksanaan beban kerja selama 37, 5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja efektif sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (2) bagi Guru mencakup kegiatan pokok:

a . merencanakan pembelajaran atau pembimbingan ; b . melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan ; c. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan ; d . membimbing dan melatih peserta didik; dan e . melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru . (2) Pemenuhan beban kerja sebagaimana dimaksud pada ayat ((1) huruf b dilaksanakan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

dimaksud pada ayat (( 1) huruf b dilaksanakan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU

(Pasal 8 Permendikbud 15 2018)

(1) Kepala Sekolah menetapkan Guru yang melaksanakan tugas tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat ( 7) . (2) Penetapan Guru yang melaksanakan tugas tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) dilaksanakan dengan mempertimbangkan perhitungan kebutuhan guru berdasarkan struktur kurikulum dan jumlah rombongan belajar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan . (3) Apabila setelah dilakukan perhitungan kebutuhan Guru sebagaimana dimaksud pada ayat ( 2) masih terdapat Guru yang tidak dapat memenuhi pelaksanaan pembelajaran atau pembimbingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat ( 3) dan ayat ( 4) atau terdapat kekurangan guru, maka Kepala Sekolah wajib melaporkan kepada Dinas sesuai dengan kewenangannya .

(4) Dinas yang telah menerima laporan dari Kepala Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat ( 3) wajib melakukan penataan dan pemerataan Guru sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang- undangan .

pada ayat ( 3) wajib melakukan penataan dan pemerataan Guru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan

PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU

(Pasal 14 Permendikbud 15 2018)

(1) Pemenuhan paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam Tatap Muka per minggu dalam pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) dapat dikecualikan bagi :

a. Guru tidak dapat memenuhi ketentuan minimal 24 (dua puluh empat) jam Tatap Muka per minggu , berdasarkan struktur kurikulum;

b. Guru pendidikan khusus;

c. Guru pendidikan layanan khusus; dan

d. Guru pada Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

pendidikan khusus; c. Guru pendidikan layanan khusus; dan d. Guru pada Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)
UU 14 2005 à PP 74/2008 jo PP 19/2017 à PermenPAN 16/2009, Permendikbud 32/2008, 45/2015

UU 14 2005 à PP 74/2008 jo PP 19/2017 à PermenPAN 16/2009, Permendikbud 32/2008, 45/2015

MAPEL Minimal 6 JTM sebagai tugas tambahan (PP 19/2017) (Permendikbud 32/2018 PbKh JENIS KELAS JTM
MAPEL
Minimal 6 JTM
sebagai tugas tambahan
(PP 19/2017)
(Permendikbud 32/2018
PbKh
JENIS
KELAS
JTM ( ! × #$ )
24-40 JTM
UU 14 2005
PP 19 2017
Permendikbud 57/2014
Permendikbud 35/2018
Permendikbud 22/2018
PMA 16/2010
GURU
Minimal 150 peserta didik
(Permendikbud 45/2015)
Minimal 5 rombel
(Permendikbud 15/2018)
Rombel:
TIK
BK
Maksimal 24 pada SD
Maksimal 33 pada SMP
Permendikbud 22/2018
Minimal 150 peserta didik (PP 19/2017 & Permendikbud 111/2014
Minimal 5 rombel (Permendikbud 15/2018)

KETENTUAN KEBUTUHAN GURU PENDIDIKAN AGAMA PMA 16/2010

Dalam 1 Kelas Dalam 1 Sekolah Wajib menyelenggarakan pembelajaran PABP dalam kelas tersebut

Dalam 1 Kelas

Dalam 1 Sekolah

Dalam 1 Kelas Dalam 1 Sekolah Wajib menyelenggarakan pembelajaran PABP dalam kelas tersebut Wajib menyelenggarakan

Dalam 1 Kelas Dalam 1 Sekolah Wajib menyelenggarakan pembelajaran PABP dalam kelas tersebut Wajib menyelenggarakan

Dalam 1 Kelas Dalam 1 Sekolah Wajib menyelenggarakan pembelajaran PABP dalam kelas tersebut Wajib menyelenggarakan

Wajib menyelenggarakan pembelajaran PABP dalam kelas tersebut

Wajib menyelenggarakan pembelajaran PABP dengan pengaturan waktu pada satuan pendidikan yang bersangkutan

Penyelenggaraan pembeajaran dapat dilakukan bergabung dengan sekolah lain

waktu pada satuan pendidikan yang bersangkutan Penyelenggaraan pembeajaran dapat dilakukan bergabung dengan sekolah lain
waktu pada satuan pendidikan yang bersangkutan Penyelenggaraan pembeajaran dapat dilakukan bergabung dengan sekolah lain

Sumber: Paparan Mendikbud dalam Ratas 1 Juli 2019

Sumber : Paparan Mendikbud dalam Ratas 1 Juli 2019
Sumber: Paparan Mendikbud dalam Ratas 1 Juli 2019
Sumber: Paparan Mendikbud dalam Ratas 1 Juli 2019
Permasalahan yang muncul saat pengalihan
Permasalahan
yang muncul
saat pengalihan

Guru Dikmen dimutasi menjadi Guru SMP atau sebaliknya

Guru Dikmen dimutasi menjadi Guru SMP atau sebaliknya Guru SMP diangkat menjadi Kepala SD Dinas Provinsi

Guru SMP diangkat menjadi Kepala SD

Dinas Provinsi belum mengalokasikan gaji guru bukan PNS

Penyebaran Guru Dikdas Tidak Merata

SMP diangkat menjadi Kepala SD Dinas Provinsi belum mengalokasikan gaji guru bukan PNS Penyebaran Guru Dikdas
2 MEKANISME PENYUSUNAN KEBUTUHHAN GURU PENDIDIKAN DASAR

2 MEKANISME PENYUSUNAN KEBUTUHHAN GURU PENDIDIKAN DASAR

2 MEKANISME PENYUSUNAN KEBUTUHHAN GURU PENDIDIKAN DASAR
SATUAN PENDIDIKAN PEMERINTAH DAERAH PEMERINTAH PUSAT KEMENDIKBUD ANALISIS RINCIAN KEBUTUHAN GURU TINGKAT KAB/KOTA
SATUAN PENDIDIKAN PEMERINTAH DAERAH PEMERINTAH PUSAT KEMENDIKBUD ANALISIS RINCIAN KEBUTUHAN GURU TINGKAT KAB/KOTA
SATUAN PENDIDIKAN
PEMERINTAH DAERAH
PEMERINTAH PUSAT
KEMENDIKBUD
ANALISIS
RINCIAN KEBUTUHAN GURU
TINGKAT KAB/KOTA
JABATAN
LPTK
INFORMASI JABATAN:
K
Ø Syarat Jabatan
VALIDASI DATA GURU TERSEDIA
KEMENKEU
E
Ø Peta Jabatan
Pendapat Menteri
Ø URAIAN JABATAN
B
PETA JABATAN/KEBUTUHAN
U
KEMENPAN RB
T
ANALISIS
BEBAN
Pertimbangan
Teknis Formasi Nas
U
KERJA
H
GURU
KELEBIHAN
KEKURANGAN
BKN
A
&
OPTIMALIS
Ø Kebutuhan Jumlah
untuk setiap Jenis
Guru
N
PEMINDAHAN
USULAN KEBUTUHAN
ASI BEBAN
KEMENLU
KERJA
Ø Efektifitas Kinerja
Satuan Pendidikan
PENGADAAN
& PENEMPATAN
PENGADAAN
& PENEMPATAN

ANALISIS JABATAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA

ANJAB:

Proses pengumpulan data jabatan untuk dianalisis, disusun, dan disajikan menjadi suatu menjadi Informasi Jabatan dengan menggunakan metode tertentu. Indormasi Jabatan meliputi:

menggunakan metode tertentu. Indormasi Jabatan meliputi : (1) Uraian Jabatan (2) Syarat Jabatan (3) Peta Jabatan

(1) Uraian Jabatan (2) Syarat Jabatan (3) Peta Jabatan

ABK: Pengertian Analisis Beban Kerja (ABK) guru adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk:
ABK:
Pengertian Analisis Beban Kerja (ABK) guru
adalah suatu proses yang dilakukan secara
sistematis untuk: mengetahui jumlah guru
yang diperlukan berdasarkan:
Ø sejumlah target pekerjaan atau
Ø target
hasil
yang
harus
dicapai
untuk
setiap uraian tugas yang sesuai dengan
ketentuan beban kerjanya dalam
memenuhi jam kerja efektif.
JUMLAH GURU
YANG DIBUTUHKAN
dengan ketentuan beban kerjanya dalam memenuhi jam kerja efektif. JUMLAH GURU YANG DIBUTUHKAN Perka BKN 19

Perka BKN 19 2017

Contoh: HASIL KERJA Ø Slabus Ø RPP, dsb TUGAS PER TUGAS OBJEK PENDEKATAN KERJA ABK
Contoh: HASIL KERJA Ø Slabus Ø RPP, dsb TUGAS PER TUGAS OBJEK PENDEKATAN KERJA ABK
Contoh:
HASIL KERJA
Ø Slabus
Ø RPP, dsb
TUGAS PER
TUGAS
OBJEK
PENDEKATAN
KERJA
ABK
Contoh:
Contoh:
PERALATAN
KERJA
Ø

Ø

Uraian Tugas:

Ø Kegiatan Pokok: M1, M2, M3, M4,

Hasil kerja Merencanakan (M1)

Ø Kegiatan Pokok M5 (TT, dan TTL

Ø Kegiatan Wajib: PKB

Ø Kegiatan Pokok M5 (TT, dan TTL Ø Kegiatan Wajib: PKB Media pembelajaran ! Alat peraga

Media pembelajaran ! Alat peraga ! Lembar Kerja yang harus disiapka !

Objek kerja layanan BK/TIK:

Jumlah Peserta didik Jumlah Rombel

! Alat peraga ! Lembar Kerja yang harus disiapka ! Objek kerja layanan BK/TIK: Jumlah Peserta
  SATUAN HASIL   WAKTU PENYELESAIAN   RATA-RATA § 1 4 Waktu Kerja Efektif (WKE)
 

SATUAN

HASIL

 

WAKTU

PENYELESAIAN

 

RATA-RATA

§ 1 4 Waktu Kerja Efektif (WKE) Ø Harian : 300 menit Ø Mingguan :
§
1
4
Waktu Kerja Efektif (WKE)
Ø Harian : 300 menit
Ø Mingguan : 1500 menit
Ø Bulanan : 6.000 menit
Ø Tahunan : 72.000 menit
2
3
§
BEBAN/VOLUME KERJA
(Kepres 68 1995 dan Perka BKN 19 2017) Ø Jumlah hari dalam satu tahun: 365

(Kepres 68 1995 dan Perka BKN 19 2017)

Ø Jumlah hari dalam satu tahun: 365 hari

Ø Jumlah hari tidak efektif*)

Ø Jumlah hari efektif

Ø Beban Kerja per minggu

Ø Beban kerja per hari apabila 5 hari kerja :(37,5 jam kerja efektif)/(5 hari)=7,5 jam

Ø Jam efektif /hari dengan Allowance (waktu boros) 30% atau (WKE) Harian:7,5-(7,5 jam × 30)%=5,25 jam= 5 jam = 5 × 60 menit=300 menit

Ø WKE per minggu: 5 × 300 menit=1500 menit

Ø WKE per bulan:

Ø WKE per tahun: 12 × 6.000 menit=72.000 menit

*) jumlah hari tidak efektif meliputi junlah hari minggu dalam setaun, cuti tahunan, dan hari besar nasional

: 86 hari*)

: 279

: 37,5 jam kerja efektif

4 × 1500 menit=6.000 menit

cuti tahunan, dan hari besar nasional : 86 hari*) : 279 : 37,5 jam kerja efektif
BEBAN KERKA URAIAN KEGIATAN SATUAN HASIL WAKTU PENYELES WAKTU KERJA EFEKTIF (WKE) BEBAN/ VOLUM

BEBAN KERKA

URAIAN

KEGIATAN

SATUAN

HASIL

WAKTU

PENYELES

WAKTU KERJA EFEKTIF (WKE)

BEBAN/

VOLUM

GURU YG DIBUTUH KAN

KET

AIAN

E KERJA

 

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

M1

               

M2

               

M3

               

M4

               

M5

               

PKB

               
 

JUMLAH YANG DIBUTUHKAN

x

 
  PKB                   JUMLAH YANG DIBUTUHKAN x  

KETERANGAN FORMAT ANALISIS BEBAN KERJA GURU SETIAP JENIS

1)

2)

3)

4)

5)

6)

7)

8)

9)

Nomor Urut Uraian Beban Kerja Guru Uraian Kegiatan Beban Kerja Guru Satuan Hasil (produk, data, kegiatan) Waktu penyelesaian (estimasi waktu penyelesaian setiap uraian kegiatan selama setahun

Waktu kerja efektif digunakan untuk bekerja yaitu satu hari efektif 300 menit, satu minggu efektif 1500 menit, 1 bulan efektif 6000 menit, dan satu tahun efektif 72.000 menit Beban Kerja dari tugas dimaksud dalam kolom 2 yang harus diselesaikan dalam kurun waktu kerja efektif. Misalnya 2 laporan dalam kurun waktu tahunan

Guru Dibutuhkan =

2 laporan dalam kurun waktu tahunan Guru Dibutuhkan = !"#$% &'()'*'+","( #-*-. / ×

!"#$% &'()'*'+","( #-*-. / × 1'2"( 3'45" (#-*-. 7) !39 (3-*-. :)

diisi keterangan yang diperlukan

#-*-. / × 1'2"( 3'45" (#-*-. 7) !39 (3-*-. :) diisi keterangan yang diperlukan

PENGHITUNGAN KEBUTUHAN GURU BERDASARKAN ABK DENGAN PENDEKATAN OBJEK KERJA

Objek kerja yang dimaksud:

o

rombongan belajar bagi guru kelas, guru BK, dan guru TIK

o

Jumlah peserta didik bagi guru BK dan Guru TIK, dengan ketentuan minimal 150 peserta didik

o Rombongan belajar yang dikaitkan dengan alokasi waktu dalam struktur kurikulum atau Jam Tatp Muka (JTM) Dengan ketentuan di atas, penghitungan kebutuhan guru berdasarkan ABK dengan pendekatan objek Kerja sbb:

!" . ! = %

!" . &' = )* (

!" . +! = %

,

!" . -.! =

%

,

!" . '/ . !0 = %

1

Ket:

KG.K: Kebutuhan Guru Kelas KG.MP: Kebutuhan Guru Mata Pelajaran KG.BK: Kebutuhan Guru BK KG.TIK: Kebutuhan Guru TIK KG.PbKH: Kebutuhan Guru Pembimbing Khusus X: jumlah rombel Y: JTM tersedia (hasil perkalian Jumlah Rombel dan Alokasi Waktu)

Kebutuhan Guru Pembimbing Khusus X: jumlah rombel Y: JTM tersedia (hasil perkalian Jumlah Rombel dan Alokasi

PEMETAAN KEBUTUHAN GURU

Langkah2:

1. Hitung Kebutuhan Guru dengan formula di atas

2. Identifikasi Guru Tersedia

3. Lakukan peta kebutuhan dengan formula sebagai berikut:

AKG - Jumlah Guru Tersedia

!" . ! = % − '

+

!" . () = ( ,- ) − '

!" . /! = ( 0 % ) − '

!" . 12! = ( 0 % ) − '

!" . )3 . !4 = ( 5 % ) − '

Ket:

KG.K: Kebutuhan Guru Kelas KG.MP: Kebutuhan Guru Mata Pelajaran KG.BK: Kebutuhan Guru BK KG.TIK: Kebutuhan Guru TIK KG.PbKH: Kebutuhan Guru Pembimbing Khususel X: rombel Y: JTM tersedia Z: guru tersedia

KG.TIK: Kebutuhan Guru TIK KG.PbKH: Kebutuhan Guru Pembimbing Khususel X: rombel Y: JTM tersedia Z: guru
Jumlah JENIS GURU Peserta Didik
Jumlah
JENIS GURU
Peserta
Didik
Guru TIK
Guru
TIK
Guru BK
Guru
BK
Guru Kelas
Guru
Kelas

Jumlah

Rombel

Didik Guru TIK Guru BK Guru Kelas Jumlah Rombel Guru Mapel Struktur Kurikulum Guru PKh Alokasi
Guru Mapel
Guru
Mapel
Guru TIK Guru BK Guru Kelas Jumlah Rombel Guru Mapel Struktur Kurikulum Guru PKh Alokasi Waktu
Guru TIK Guru BK Guru Kelas Jumlah Rombel Guru Mapel Struktur Kurikulum Guru PKh Alokasi Waktu

Struktur

Kurikulum

Guru Kelas Jumlah Rombel Guru Mapel Struktur Kurikulum Guru PKh Alokasi Waktu (AW) Guru Mapel SDLB/SMPLB/SMALB
Guru PKh Alokasi Waktu (AW) Guru Mapel SDLB/SMPLB/SMALB GPKh Satdik Umum/Kejuruan
Guru
PKh
Alokasi
Waktu (AW)
Guru Mapel
SDLB/SMPLB/SMALB
GPKh Satdik
Umum/Kejuruan
Alokasi Waktu (AW) Guru Mapel SDLB/SMPLB/SMALB GPKh Satdik Umum/Kejuruan Guru Kelas TKLB/SDLB JTM (Rombel × AW)
Guru Kelas TKLB/SDLB
Guru Kelas
TKLB/SDLB

JTM

(Rombel × AW)

Alokasi Waktu (AW) Guru Mapel SDLB/SMPLB/SMALB GPKh Satdik Umum/Kejuruan Guru Kelas TKLB/SDLB JTM (Rombel × AW)
JENIS GURU PADA SD DAN SMP
JENIS GURU PADA SD DAN SMP

Jenis Guru

Jenis Sekolah Pada Jenjang Pendidikan Dasar

Dasar Penghitungan

SD

SMP

GURU KELAS

-

Jumlah rombongan belajar

GURU MATA PELAJARAN

JTM: hasil perkalian jumlah rombel dengan alokasi waktu per beban kerja minimal

GURU BK

-

Jumlah peserta didik/ROMBEL

GURU

     

PEMBIMBING

KHUSUS

Penyelengara pendidikan inklusi

Penyelenggara pendidikan inklusi

Jumlah ABK, Rombel Abk

KHUSUS ✓ Penyelengara pendidikan inklusi ✓ Penyelenggara pendidikan inklusi Jumlah ABK, Rombel Abk

JENIS GURU SD

JENIS GURU SD Permendiknas 16 2007 Permendiknas 57 2014 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2
Permendiknas 16 2007
Permendiknas
16 2007
JENIS GURU SD Permendiknas 16 2007 Permendiknas 57 2014 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2
Permendiknas 57 2014
Permendiknas 57 2014
JENIS GURU SD Permendiknas 16 2007 Permendiknas 57 2014 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 3 Muatan
1 Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti
2 Pendidikan Jasmani, Olah
Raga dan Kesehatan
3 Muatan Lokal
Permendiknas 32 2008
Permendiknas 32 2008
Raga dan Kesehatan 3 Muatan Lokal Permendiknas 32 2008 guru pendidikan khusus yang bertugas pada sasatdik

guru pendidikan khusus yang bertugas pada sasatdik penyelenggara pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu.

penyelenggara pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu. GURU KELAS GURU MATA PELAJARAN GURU PEMBIMBING KHUSUS UU
GURU KELAS GURU MATA PELAJARAN GURU PEMBIMBING KHUSUS
GURU KELAS
GURU
MATA PELAJARAN
GURU
PEMBIMBING KHUSUS
UU 14 2005 --> PP 74 208 --> PermenegPAN & RB 16 2009
UU 14 2005 --> PP 74 208 --> PermenegPAN & RB 16 2009

52

JUMLAH ROMBEL DAN PESERTA DIDIK
JUMLAH ROMBEL DAN PESERTA DIDIK
 

JUMLAH

JUMLAH MAKSIMAL PESERTA DIDIK

 

SEKOLAH

ROMBONGAN

ACUAN

BELAJAR

SD

6-24

28

 

SMP

3-33

32

Permendikbud 22 Tahun 2016

8/6/19

ROMBONGAN ACUAN BELAJAR SD 6-24 28   SMP 3-33 32 Permendikbud 22 Tahun 2016 8/6/19 53

53

STRUKTUR KURIKULUM SD/MI

8/6/19

No

Mata Pelajaran

Alokasi Waktu Per Tingkat Kelas

I

II

III

IV

V

VI

1.

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

4

4

4

4

4

4

2.

PPKn

5

5

6

5

5

5

3.

Bahasa Indonesia

8

9

10

7

7

7

4.

Matematika

5

6

6

6

6

6

5.

Ilmu Pengetahuan Alam

-

-

-

3

3

3

6.

Ilmu Pengetahuan Sosial

-

-

-

3

3

3

7.

Seni Budaya dan Prakarya

4

4

4

5

5

5

8.

PJOK

4

4

4

4

4

4

 

Jumlah

32

34

36

36

36

36

4 5 5 5 8. PJOK 4 4 4 4 4 4   Jumlah 32 34

54

STRUKTUR KURIKULUM SMP (Permendikbud 35 2018)

   

Alokasi Waktu

NO

Matapelajaran

VII

VIII

IX

1.

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti:

3

3

3

2.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran

3

3

3

3.

Bahasa Indonesia

6

6

6

4.

Matematika

5

5

5

5.

Ilmu Pengetahuan Alam

5

5

5

6.

Ilmu Pengetahuan Sosial

4

4

4

7.

Bahasa Inggris

4

4

4

7.

Seni Budaya

3

3

3

8.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

2

2

2

9.

Prakarya dan/atau Informatika

2

2

2

 

Jumlah Alokasi Per Minggu

38

38

38

2 2 2 9. Prakarya dan/atau Informatika 2 2 2   Jumlah Alokasi Per Minggu 38

BEBAN KERJA GURU

Beban Kerja Minimal 24-40 JAM TATAP MUKA PP 74 2008
Beban Kerja Minimal
24-40 JAM TATAP MUKA
PP 74 2008

8/6/19

PTK SD-Direktorat PPTK Pendidikan Dasar 2012

KERJA GURU Beban Kerja Minimal 24-40 JAM TATAP MUKA PP 74 2008 8/6/19 PTK SD -

56

  M1 Merencanakan Pembelajaran atau Pembimbingan P O K O K M2 Melaksanakan Pembelajaran atau
  M1 Merencanakan Pembelajaran atau Pembimbingan P O K O K M2 Melaksanakan Pembelajaran atau
 

M1

Merencanakan Pembelajaran atau Pembimbingan

P O K O K

M2

Melaksanakan Pembelajaran atau pembimbingan

M3

Menilai Hasil Pembelajaran atau pembimbingan

M4

Membimbing & Melatih Peserta Didik

 

M5

Melaksanakan Tugas Tambahan & Tambahan Lain

WAJIB

PKB

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

BEBAN KERJA
BEBAN KERJA
2,5 ISTIRAHAT
2,5 ISTIRAHAT
2,5 ISTIRAHAT

2,5 ISTIRAHAT

37,5 JAM KERJA EFEKTIF 40 JAM KERJA GURU PER MINGGU

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan BEBAN KERJA 2,5 ISTIRAHAT 37,5 JAM KERJA EFEKTIF 40 JAM KERJA GURU PER
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan BEBAN KERJA 2,5 ISTIRAHAT 37,5 JAM KERJA EFEKTIF 40 JAM KERJA GURU PER
M1 M2 M3 M4 M5 PKB INTRA KURIKULER KOKURIKULER EKSTRA KURIKULER TUGAS TAMBAHAN & TAMBAHAN
M1
M2
M3
M4
M5
PKB
INTRA KURIKULER
KOKURIKULER
EKSTRA KURIKULER
TUGAS TAMBAHAN &
TAMBAHAN LAIN
DALAM JAM TATAP MUKA
DILUAR JAM TATAP MUKA
JTM PEMBELAJARAN
JTM EKUIVALENSI
24 s.d.40 JTM
PD PI
PD
PI
KI
KI
DILUAR JAM TATAP MUKA JTM PEMBELAJARAN JTM EKUIVALENSI 24 s.d.40 JTM PD PI KI 37,5 JAM
DILUAR JAM TATAP MUKA JTM PEMBELAJARAN JTM EKUIVALENSI 24 s.d.40 JTM PD PI KI 37,5 JAM

37,5 JAM KERJA EFEKTIF/40 JAM KERJA

TUGAS TAMBAHAN & TUGAS TAMBAHAN LAIN KETENTUAN JTM EKUIVALENSI BAGI GURU MAPEL BAGI GURU BK/TIK

TUGAS TAMBAHAN & TUGAS TAMBAHAN LAIN

KETENTUAN JTM EKUIVALENSI

BAGI GURU MAPEL

BAGI GURU BK/TIK

TUGAS

1.Wakil Kepala Sekolah

12

JP

3

Rombel

TAMBAHAN

2. Ketua Program (SMK

12 JP

 

2. Kepala Perpustakaan

12

JP

3

Rombel

3. Kepala Laboratorium

12

JP

3

RoMbel

4. Pembimbing Khusus

6

 

6

TUGAS

1. Wali Kelas

2

1

rombel

TAMBAHAN

2. Pembina OSIS

2

1

rombel

LAIN

3. Pembina Ekstrakurikuler

2

1

rombel

4. Koord PKB/PKG/BKK

2

1

rombel

5. Guru Piket

1

1

rombel

6. Penilaia Kinerja Guru

2

1

rombel

Tugas tambahan dilaksanakan di satuan administrasi pangkalnya, maks 6 JTM

6. Penilaia Kinerja Guru 2 1 rombel Tugas tambahan dilaksanakan di satuan administrasi pangkalnya, maks 6

FORMULA PERHITUNGAN KEBUTUHAN GURU

FORMULA PERHITUNGAN

JENIS GURU

TK

SD

SMP

SMA

SMK*)

GURU

KELAS

!"! = ∑ % × ' Guru

KGK: Kebutuhan Guru Kelas R : Jumlah Rombongan Belajar

-

-

-

Guru Kelas ∑ R : Jumlah Rombongan Belajar - - - KGMP = ( ) *

KGMP = ()*

+,

= (MP1 x R1)+( MP2 x R2)+( MPn x Rbn)

Keterangan:

KGMP:Kebutuhan Guru Mata Pelajaran

JTM: jumlah tatap muka per jenis guru per minggu

MP: alokasi jam mata pelajaran per minggu pada mata pelajaran tertentu di satu tingkat j R: jumlah rombel pada tingkat tertentu yang mengikuti pelajaran tertentu

24

1, 2, n

= JTM minimal per minggu = tingkat/kelas 1, 2, n

GURU BK

KGBK = %

-

KG-BK: Kebutuhan Guru BK 5 ketentuan minimal rombel

GURU TIK

KGTIK = %

-

KG-TIK: Kebutuhan Guru TIK 5 ketentuan minimal rombel

ketentuan minimal rombel GURU TIK KGTIK = ∑ % - KG- TIK: Kebutuhan Guru TIK 5

PERHITUNGAN KEBUTUHAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS

FORMULA PERHITUNGAN

JENIS GURU

TKLB

SDLB

SMPLB

SMALB

GURU

KELAS

Semua Jenis

Kekhususan

Semua Jenis Kekhususan

Semua Jenis Kekhususan

Jenis Kekhususan dan Tunagrahita

!"! = ∑ % × ' Guru

KGK: Kebutuhan Guru Kelas R : Jumlah Rombongan Belajar dengan ketentuan maks

GURU MATA

PELAJARAN

KGMP = ()*

+,

= (MP1 x R1)+( MP2 x R2)+( MPn x Rbn)

Keterangan:

KGMP:Kebutuhan Guru Mata Pelajaran

JTM: jumlah tatap muka per jenis guru per minggu MP: alokasi jam mata pelajaran per minggu pada mata pelajaran tertentu di satu tingkat jR: jumlah rombel pada tingkat tertentu yang mengikuti pelajaran tertentu

24

1, 2, n

= JTM minimal per minggu = tingkat/kelas 1, 2, n

GURU BK

KGBK = %

-

KG-BK: Kebutuhan Guru BK 5 ketentuan minimal rombel

KGBK = ∑ % - KG-BK: Kebutuhan Guru BK 5 ketentuan minimal rombel

PENGHITUNGAN GURU MATA PELAJARAN

Pinsip Perhitungan:

u Setiap matapelajaran diampu oleh 1 guru u Setiap guru mengampu matapelajaran untuk satu atau lebih Rombongan Belajar u Memenuhi beban kerja minimal 24 jam, maksimal 40 jtm per minggu

KGM = JTM/24
KGM = JTM/24

Keterangan:

KGM; Kebutuhan Guru Matapelajaran JTM (jam tatap muka) Rombel x alokasi waktu 24; tatap muka minimal per minggu

KGM; Kebutuhan Guru Matapelajaran JTM (jam tatap muka) Rombel x alokasi waktu 24; tatap muka minimal

PEMBULATAN AKG ATAU HP

Dibulatkan kebawah 0,04 s.d 0,96 ≥ [1 sd n],50 < [1 sd n],50 Dibulatkan ke
Dibulatkan kebawah
0,04 s.d 0,96
≥ [1 sd n],50
< [1 sd n],50
Dibulatkan ke atas

Mempertimbangkan pemenuhan:

q

beban minimal 24 jam tatap muka di satminkal

q

beban minimal 18 JTM pembelajaran di satminkal untuk guru yang pemenuhan 24 jam tatap muka dengan equivalensi paling banyan 6 JTMdan/atau di satuan pendidikan lain paling banyak 6 JTM

Ketentuan ini digunakan jika JTM tersedia ≤ 40

banyan 6 JTMdan/atau di satuan pendidikan lain paling banyak 6 JTM Ketentuan ini digunakan jika JTM

PENGHITUNGAN GURU MATA PELAJARAN

Pinsip Perhitungan:

u

Setiap matapelajaran diampu oleh 1 guru

u

Setiap guru mengampu matapelajaran untuk satu atau lebih Rombongan Belajar

u

Memenuhi beban kerja minimal 24 jam, optmum, dan maksimum40 jtm per minggu

u

Mempertimabangkan Tugas Tambahan dan Tambahan Lain (JTM equivalensi)

! AKGMP = " , $% & "
!
AKGMP =
" , $% & "

Keterangan:

aKGM: Angka Kebutuhan Guru Matapelajaran x: JTM (jam tatap muka) tersedia a: 24 tatap muka minimal per minggu

JTM Tersedia

Pembagian JTM

Guru Ideal

Tindakan Pemenuhan

24

24

1

-

35

35

1

 

36

18+18

2

 

70

35 + 35

3

 

71

dst

3

 
1 - 35 35 1   36 18+18 2   70 35 + 35 3  

PENGHITUNGAN GURU BIMBINGAN KONSELING DAN GURU TIK

Pinsip Perhitungan:

u Setiap SMP memiliki guru BK u Beban minimal memberikan pelayanan terhadap paling kurang 150 peserta didik atau 5 rombongan belajar

KGBK = JPD/150 x 1 guru
KGBK = JPD/150 x 1 guru

Keterangan:

KGBK; Kebutuhan Guru BK JPD; jumlah peserta didik pada satdik 150: jumlah minimal peserta didik yang dilayani

KGBK; Kebutuhan Guru BK JPD; jumlah peserta didik pada satdik 150: jumlah minimal peserta didik yang

8/6/19

ABK

PERHITUNGAN GPK

PADA
PADA

6 ROMBEL

8/6/19 ABK PERHITUNGAN GPK PADA 6 ROMBEL 1 GPK 66

1 GPK

8/6/19 ABK PERHITUNGAN GPK PADA 6 ROMBEL 1 GPK 66

66

PRINSIP PENGHITUNGAN KEBUTUHAN GURU TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA SD

Setiap SD tersedia:

v

guru kelas untuk setiap rombongan belajar

v

guru matapelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan guru Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan dengan mempertimbangkan pemenuhan beban minimal 24 jam tatap muka

v

guru matapelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti sesuai dengan ragam agama jenis Agama yang dianut oleh peserta didik dengan ketentuan sebagai berikut:

v

guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah.

oleh peserta didik dengan ketentuan sebagai berikut: v guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah.

PRINSIP PENGHITUNGAN KEBUTUHAN GURU TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA SMP

Setiap SMP tersedia:

v

guru matapelajaran dengan bidang mata pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum 2013 dengan mempertimbangkan pemenuhan beban minimal 24 jam tatap muka

v

guru matapelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti sesuai dengan ragam jenis Agama yang dianut oleh peserta didik dengan ketentuan sebagai berikut:

v

Guru BK

v

guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah

v

guru dengan tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah

guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah v guru dengan tugas tambahan sebagai wakil kepala

PERENCANAAN KEBUTUHAN GURU

8/6/19

Jangka Pendek
Jangka Pendek
Jangka Menengah/ Panjang
Jangka
Menengah/
Panjang
• Berdasarkan data rombel yang ada (existing data) pada tahun berjalan
• Berdasarkan data rombel yang ada (existing data) pada tahun
berjalan
• Proyeksi kebutuhan 5 tahun dengan mempertimbangkan: jumlah maks peserta didik (Pemenuhan SNP atau SPM)
• Proyeksi kebutuhan 5 tahun dengan mempertimbangkan:
jumlah maks peserta didik (Pemenuhan SNP atau SPM) dan
Ruang Kelas tersedia, APK/APM/Aps, guru pensiun, dll

69

3 PENATAAN GURU PENDIDIKAN DASAR

3 PENATAAN GURU PENDIDIKAN DASAR

3 PENATAAN GURU PENDIDIKAN DASAR

PASAL 24 UU 14/2005

Sesuai kewenanganya Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat Penyelenggara pendidikan wajib memenuhi kebutuhan guru
Sesuai kewenanganya Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat Penyelenggara
pendidikan wajib memenuhi kebutuhan guru secara merata untuk menjamin
keberlangsungan satuan pendidikan
DALAM
JUMLAH
JUMLAH
KUALIFIKASI
KUALIFIKASI
KOMPETENSI
KOMPETENSI
KOMPOSISI
KOMPOSISI
PEMENUHAN BEBAN KERJA PENGADAAN PENATAAN MUTASI LINIERITAS ASN PPPK
PEMENUHAN
BEBAN KERJA
PENGADAAN
PENATAAN
MUTASI
LINIERITAS
ASN
PPPK

KATEGORI GURU BERDASARKAN STATUS KEPEGAWAIAN

Bersertifikat Pendidik Guru PNS Tidak Bersertifikat Pendidik Status Sudah Kepegawaian Penyetaraan Bersertifikat
Bersertifikat Pendidik
Guru PNS
Tidak Bersertifikat Pendidik
Status
Sudah
Kepegawaian
Penyetaraan
Bersertifikat Pendidik
Belum
Guru Bukan PNS
penyetaraan
Tidak Bersertifikat Pendidik

PENGADAAN GURU ASN

PNS PENGADAAN ASN PPPK
PNS
PENGADAAN ASN
PPPK

1. perencanaan;

2. pengumuman lowongan;

1. perencanaan;

3. pelamaran;

2. pengumuman lowongan;

4. seleksi;

3. pelamaran;

5. pengumuman hasil seleksi;

4. seleksi;

6. pengangkatan calon PNS dan masa percobaan calon PNS;

5. pengumuman hasil seleksi;

6. pengangkatan menjadi PPPK.

7. pengangkatan menjadi PNS.

percobaan calon PNS; 5. pengumuman hasil seleksi ; 6. pengangkatan menjadi PPPK. 7. pengangkatan menjadi PNS.

KATEGORI GURU PNS

BERDASARKAN KESESUAI MATA PELAJARAN YANG DIAMPU DENGAN KUALIFIKASI AKADEMIK DAN SERTIFIKAT PENDIDIK

 

Kesesuaian Dengan :

 

Kualifikasi

Sertifikat

Kategori

Akademik

Pendidik

Mengampu

Sesuai

Sesuai

I

kelas/

matapel / peserta didik

ajaran

Sesuai

Tidak Sesuai

II

Tidak Sesuai

Sesuai

III

Tidak Sesuai

Tidak Sesuai

IV

Permendikbud linearitas

Tidak Sesuai II Tidak Sesuai Sesuai III Tidak Sesuai Tidak Sesuai IV Permendikbud linearitas

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH