Anda di halaman 1dari 9

ARTIKEL

ANALISIS KASUS IBU HAMIL

DENGAN PLACENTA PREVIA

ARTIKEL ANALISIS KASUS IBU HAMIL DENGAN PLACENTA PREVIA Dosen Pembimbing: Liana Elfaristo, M.Keb Disusun oleh :

Dosen Pembimbing:

Liana Elfaristo, M.Keb

Disusun oleh :

1.

Sisi Sadela

(36718739)

DIPLOMA III KEBIDANAN

UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK

2019

Plasenta Previa Saat Hamil, Rifky Balwel Panik Istrinya Pendarahan

Plasenta Previa yang membuat Biby dirawat di rumah sakit 5 hari

5 Agustus 2019

membuat Biby dirawat di rumah sakit 5 hari 5 Agustus 2019 Instagram.com/Rif Setelah 1 tahun menikah,

Instagram.com/Rif

Setelah 1 tahun menikah, kini pasangan Rifky Balweel dan Biby Alraen dikaruniai oleh anak laki- laki yang diketahui dari instagram Biby. Selama kehamilan Biby sempat mengalami gangguan kehamilan yang menyebabkan ia harus dirawat di rumah sakit.

"Kalau mual sampai muntah itu dari pertama hamil sampai sekarang malan belum pernah ngerasain muntah, ngga mual. nggak pernah sama sekali. Cuman kemarin sempat dirawat 5 hari di rumah sakit karena pendarahan. Pas di cek ternyata letak plasentanya itu di bawah banget. dekat mulut rahim," ujar Biby.

Biby diketahui sempat mengalami pendarahan karena posisi plasenta yang terlalu kebawah yang disebut dengan nama Placenta Previa. Placenta Previa sendiri adalah masalah kehamilan di mana plasenta tumbuh di bagian terendah rahim (uterus) dan menutupi seluruh atau sebagian dari pembukaan mulut rahim.

1. Apa itu Plasenta Previa?

Commons.wikimedia.org Sebagian besar kehamilan, plasenta menempel di bagian atas atau samping rahim. Salah satu

Commons.wikimedia.org

Sebagian besar kehamilan, plasenta menempel di bagian atas atau samping rahim. Salah satu permasalahan yang menyerang plasenta adalah Placenta Previa. Placenta Previa tumbuh di bagian terendah rahim atau uterus yang menutupi seluruh atau sebagian pembukaan mulut rahim.

Selama masa kehamilan, plasenta bergerak saat rahim menjadi semakin melebar dan bertumbuh. Plasenta sangat rendah kandungannya di awal kehamilan. Tetapi saat usia kehamilan bertambah, plasenta bergerak ke bagian atas rahim.

Saat memasuki trimester kedua dan ketiga, plasenta harus berada di dekat bagian atas rahim sehingga serviks terbuka untuk memudahkan persalinan. Namun, sebagian plasenta atau seluruhnya dapat menutupi daerah serviks yang disebut dengan Placenta Previa.

Placenta Previa dapat menyebabkan pendarahan hebat selama kehamilan dan persalinan hal ini yang dialami oleh Biby Alraen pada usia kandungan 4 bulan.

2. Penyebab Placenta Previa

Placenta Previa termasuk permasalahan yang jarang terjadi karena hanya menyerang 1 dari 200 kemahilan. Permasalahan ini lebih sering terjadi pada perempuan yang memiliki bentuk rahim yang tidak normal, memiliki bekas luka pada lapisan rahim karena riwayat operasi atau operasi sesar, pernah mengalami banyak kehamilan, memiliki kehamilan ganda seperti kembar atau kembar tiga, dan ferlitisasi in vitro.

Menurut Biby, Placenta Previa yang dialaminya karena banyak kegiatan sehingga membuat dirinya mudah lelah sehingga sensitif untuk mengeluarkan darah. Pendarahan ini membuat Biby harus istirahat total dengan melakukan bedrest selama 5 hari berada di rumah sakit.

Walaupun sempat panik melihat darah, janin yang berada dalam kandungan Biby dikatakan aman oleh dokter kandungan. Menurutnya, kehamilan setiap orang berbeda-beda dan Placenta Privia yang dialami oleh Biby ini akibat dari kontraksi yang menyebabkan pendarahan.

3. Mengetahui jenis kelamin kandungan 3 bulan

pendarahan. 3. Mengetahui jenis kelamin kandungan 3 bulan Instagram.com/Bibyalraen13 Tanggal 25 Juli kemarin, Biby

Instagram.com/Bibyalraen13

Tanggal 25 Juli kemarin, Biby menunggah sebuah foto di instagramnya yang menyebutkan di caption fotonya bahwa iya mengandung anak laki-laki.

"Assalamuallaikum calon anak laki2 sholeh , sehat trus kuat terus sampe lahiran ya cintanya ayah sm bunda , makasih gak buat bundanya mual muntah , super nikmat makan apapun hayoo belum pernah muntah sekalipun selama hamil luarbisa km bayikkk, sampe naik trus timbangan bundanya hampir 4 bulan udah naik 4 kiloo" tulis Biby di caption Instagramnya.

Kehamilan pertamanya ini membuat Biby dan Rifky sangat bahagia mendapatkan anugerah, sebab selama setahun menikah, mereka telah menanti-nantikan hal ini.

4. Sudah menyiapkan nama bagi si bayi

Saat mengetahui jenis kelamin Si Bayi dari usia kandungna 3 bulan, membuat pasangan ini semangat langsung mencarikan nama. Kemudian Biby mengaku sudah menemukan nama yang akan ia berikan pada anak laki-lakinya kelak.

Biby menceritakan hal spesial saat ia menemukan nama ini. Biby mendapatkan nama bagi calon bayi saat mengaji, secara tidak sengaja ia menemukan sebuah ayat di Alquran.

Saat mengaji, Biby menyebutkan 1 ayat yang tidak lancar saat dibaca, dan dalam ayat tersebut terdapat sebuah kata yang tidak sengaja disebutkan oleh Biby. Kemudian, ketika ia cari artinya memiliki arti yang sangat bagus dan langsung ia catat.

5. Lebih menjaga kehamilan pertamanya

dan langsung ia catat. 5. Lebih menjaga kehamilan pertamanya Instagram.com/Bibyalraen13 Memasuki kehamilan pertamanya

Instagram.com/Bibyalraen13

Memasuki kehamilan pertamanya membuat Biby lebih menjaga kehamilannya dengan ekstra karena juga banyaknya aktivitas yang membuat ia lebih sibuk. Hal ini diceritakan di caption instagramnya.

"Aku harus ekstra jaga banget nih dikehamilan pertama ku yang super buat deg”an karna sebulan belakangan ini suka flek setiap banyak aktifitas. Panik lemes mikir aneh-aneh semua campur aduk gak bisa bgt kecapean sedikitpun," tulisnya di caption instagram.

Banyaknya aktivitas Biby, juga membuat Rifky lebih protektif agar Placenta Previa yang dialami oleh Biby tidak kembali pendarahan akibat kontraksi pada bagian plasentanya.

"Pasti lebih semakin mengingatkan jangan terlalu capek," kata Rifky.

Nah tadi adalah rangkuman cerita kehamilan Biby dan permasalahan Placenta Previa yang dialaminya.

Sumber

:

Analisis Kasus

Kehamilan adalah peristiwa alamiah dan merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap wanita, karena seorang wanita baru akan merasa menjadi wanita yang sempurna saat dirinya mendapatkan kehamilan hingga akhirnya melahirkan. Akan tetapi, setiap kehamilan tetap perlu perhatian khusus karena mungkin akan memiliki resiko bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.

Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan di mana plasenta terletak di bagian bawah rahim, sebagian atau seluruhnya menutupi leher rahim. Hal ini menyebabkan perdarahan vagina tanpa rasa sakit dan beberapa mengarah ke perdarahan. Perdarahan yang mungkin cukup besar untuk mengancam kehidupan ibu janin membuat persalinan segera, baik secara elektif atau darurat.

Faktor risiko timbulnya plasenta previa belum diketahui secara pasti namun dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa frekuensi plasenta previa tertinggi terjadi pada ibu yang berusia lanjut, multipara, riwayat seksio sesarea dan aborsi

sebelumnya serta gaya hidup yang juga dapat mempengaruhi peningkatan resiko timbulnya plasenta previa.

Ciri yang menonjol dari plasenta previa adalah perdarahan uterus yang keluar melalui vagina tanpa disertai dengan adanya nyeri. Perdarahan biasanya terjadi diatas akhir trimester kedua. Perdarahan pertama berlangsung tidak banyak dan dapat berhenti sendiri. Namun perdarahan dapat kembali terjadi tanpa sebab yang jelas setelah beberapa waktu kemudian. Komplikasi dapat terjadi pada ibu dan bayiyaitu: Selama kehamilan pada ibu dapat menimbulkan perdarahan antepartum yang dapat menimbulkan syok, kelainan letak pada janin sehingga meningkatnya letak bokong dan letak lintang.

Dilihat dari kasus tersebut adalah:

1. Di kehamilan pertama Biby mengalami perdarahan pervaginam yang menyebabkan ia harus dirawat selama 5 hari di rumah sakit.

2. Diduga Biby mengalami placenta previa.

3. Biby diharuskan istirahat banyak beristirahat karena saat banyak melakukan aktivitas Biby sering mengalami flek.

Pembahasan :

Perdarahan anterpartum adalah perdarahan yang terjadi sebelum masa persalinan. Dimana, perdarahan yang terjadi pada masa antepartum dibagi berdasarkan usia kehamilan yaitu: < 20 minggu dan > 20 minggu. Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada bagian segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir yang ditandai dengan perdarahan uterus yang dapat keluar melalui vagina tanpa adanya rasa nyeri pada kehamilan trimester terakhir, khususnya pada bulan kedelapan. Perdarahanan antepartum yang disebabkan oleh plasenta previa umumnya terjadi pada triwulan ketiga karena saat itu segmen bawah uterus lebih mengalami perubahan berkaitan dengan semakin tuanya kehamilan, segmen bawah uterus akan semakin melebar, dan serviks mulai membuka. Perdarahan initerjadi apabila plasenta terletak diatas ostiumuteriinterna atau dibagian bawah segmen rahim. Pembentukan segmen bawah rahim dan pembukaan ostiuminterna akan menyebabkan robekan plasenta pada tempat perlekatannya.

Adapun pemeriksaan fisik yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa placenta previa meliputi: keadaan umum dan tanda vital, inspeksi genitalia eksterna, pemeriksaan inspekulo dan leopold. Pemeriksaan keadaan umum dan tanda vital dapat dinilai jumlah perdarahan yang terjadi pada pasien. Pada pasien tampak keadaan vital dalam batas normal. Pada pinspeksi genitalian eksterna tampak bekuan darah pada sekitar vulva, uretra tampak tenang. Pada pemeriksaan genitalia eksterna dapat dilihat melalui banyaknya darah yang keluar melalui vagina, darah beku, dan sebagainya. Apabila dijumpai perdarahan yang banyak maka ibu akan terlihat pucat.

Pemeriksan ultrasonografi bertujuan untuk menilai keadaan janin yaitu berupa pertumbuhan janin yang dinilai dari nilai Biparietal Diameter (BPD), Head Circumference (HC), Abdominal Circumference (AC), Fmur Length (FL). Dimana berdasarkan data biometri dapat disimpulkan pertumbuhan janin intrauterine berupa taksiran berat janin serta perkiraan usia kehamilan. Selain itu, pemeriksaan ultrasonografi berfungsi untuk menilai apakah terdapat keadaan patologis intrauterineseperti berkurang/bertambahnya jumlah cairan amnion diatas normal maupun letak implantasi plasenta yang abnormal. Pada placenta previa implantasi terjadi pada segmen bawah rahim, dimana dapat diklasifikasikan menjadi placenta previa totalis, parsialis, marginalis, dan letak rendah.

Pemeriksaan kardiotokografi atau external fetal monitoring bertujuan untuk menilai keadaan janin intrauterin (melalui DJJ janin: baseline, variabilitas, akselerasi dan deselerasi) serta kontraksi uterus (his). Berdasarkan pemeriksaan tersebut keadaan janin intrauterine dapat diklasfikasi menjadi 3 kategori yakni: Kategori I (normal), kategori 2 (Indeterminate) dan kategori 3 (abnormal).

Pemeriksaan kardiotokografi atau external fetal monitoring bertujuan untuk menilai keadaan janin intrauterin (melalui DJJ janin: baseline, variabilitas, akselerasi dan deselerasi) serta kontraksi uterus (his). Berdasarkan pemeriksaan tersebut keadaan janin intrauterine dapat diklasfikasi menjadi 3 kategori yakni: Kategori I (normal), kategori 2 (Indeterminate) dan kategori 3 (abnormal).

Komplikasi dapat terjadi pada ibu dan bayi yaitu: Selama kehamilan pada ibu dapat menimbulkan perdarahan antepartum. Selain itu juga dapat mengakibatkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, munculnya asfiksia, berat badan lahir rendah, kematian janin intrauterus, dll.

Kesimpulan

Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada bagian segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir yang ditandai dengan perdarahan uterus. Faktor risiko timbulnya plasenta previa belum diketahui secara pasti namun dari beberapa penelitian dilaporkan bahwa frekuensi plasenta previa tertinggi terjadi pada ibu yang berusia lanjut, multipara, riwayat seksiosesarea dan aborsi sebelumnya serta gaya hidup yang juga dapat mempengaruhi peningkatan resiko terjadi plesenta previa. Plasenta previa dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas pada ibu dan janin.

Daftar Pustaka

1. Cunningham FG. 2006.Obstetri William Vol. 1. Jakarta: EGC. pp:685-704.

2. FaizA Sand Ananth CV. 2003. Etiology and risk factors for placentaprevia: An over view and meta-analysis of observation al studies. Journalof Maternal-Fetaland Neonatal Medicine. 13: 175190

3. Hung TH, Hsieh C Cand HsuJJ. 2007. Risk factors for placentapreviainan Asian population. International Journal of Gynecology and Obstetric. 97: 26-30.

4. Johnson LG, Sergio Fand Lorenzo G. 2003. The relationship of placentaprevia and history of inducedabortion. International Journalof Gynaecologyand Obstetrics. 81(2): 191198

5. Kay HH. 2003. Placenta previaan dabruption. In JR Scottetal. (eds). Danforth' Obstetricsand Gynecology, 9thed. Philadelphia:LippincottWilliams and Wilkins, pp: 365-

379.J

6. Oyelese Y and Smulian JC. 2006. Placenta previa, placenta accreta, and vasa previa. Obstetrics and Gynecology. 107(4): 927941.

7. Scearce Jand Uzelac PS.2007. Third-trimes tervaginal bleeding. In: AHDe Cherney etal. (eds). Current Diagnosisand Treatment Obstetricsand Gynecology, 10th ed. New York:

McGraw-Hill, pp: 328-341.

8. Sheiner GI. Shoham-Vardi, Hallak M. Hershkowitz R.Katz Mand MajorM. 2001. Placentaprevia: Obstetricrisk factors and pregnancyoutcome. J. Matern Fetal. Med10:

414-419.

9. Usta IM, Hobeika E. M, Musa A.A,Gabriel G.E and Nassar A.H. 2005. Placenta previa- acreta:risk factors and complications.Am.J.Obstet.Gynecol.193:50 4-1059.

Dikutip dari :

JURNAL KEDOKTERAN SYIAH KUALA Volume 17 Nomor 1 April 2017 Plasenta Previa Totalis Pada Primigravida Primigravida Cut Meurah Yeni, Muhammad Bayu Z. Hutagalung, Dwinka S. Eljatin dan Alyani A. Basar