Anda di halaman 1dari 3

Nama : Al Kafi Samhan Hindami

Jurusan : D3 Perpajakan
NIM : 042714026

Tugas 1

1. Jelaskan perbedaan Administrasi perpajakan dalam arti luas dan arti sempit, serta
jelaskan pula mengenai fungsi pajak dan syarat-syarat pemungutan pajak !
2. Jelaskan pendapat anda, mengapa hukum pajak termasuk ke dalam hukum publik?
3. Apa yang membedakan antara pajak langsung dan pajak tidak langsung? Dan mengapa
dalam praktik pajak dikenal istilah “Tarif Pajak”?

Jawaban:

Yth. Tutor

1. 1. Perbedaan Administrasi Perpajakan dalam arti luas dan arti sempit


1. 1. A. Administrasi Pajak dalam arti luas dapat dilihat dari beberapa aspek seperti fungsi,
sistem, lembaga dan manajemen publik. (1)
1. 1. B. Administrasi Pajak dalam arti sempit adalah penatausahaan dan pelayanan
terhadap kewajiban-kewajiban dan hak-hak wajib pajak. Baik penatausahaan dan
pelayanan tersebut dilakukan di kantor fiskus maupun di kantor wajib pajak. (2)

1. 2. Fungsi Pajak yang lazim diketahui adalah fungsi


1. 2. A. Fungsi Budgetair (anggaran) merupakan fungsi utama dari pungutan pajak,
menurut fungsi ini pungutan pajak dimaksudkan sebagai alat untuk mengisi
kas/anggaran Negara. (3)
1. 2. B. Fungsi Regulerend (mengatur) dimaksudkan bahwa pajak itu dapat dipergunakan
sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijaksanaan Negara dalam
lapangan ekonomi dan sosial. (4)
1. 2. C. Sarana partisipasi masyarakat dalam membangun Negara dikarenakan pajak tidak
sekedar kewajiban, tetapi lebih dari itu adalah merupakan hak warga Negara untuk
ikut berpartisipasi dalam membangun Negara. (5)

1. 3. Syarat-syarat Pemungutan Pajak di Indonesia antara lain:


1. 3. A. Syarat Keadilan (pemungutan pajak harus adil);
1. 3. B. Syarat Yuridis (pemungutan pajak harus berdasarkan undang-undang);
1. 3. C. Syarat Ekonomis (pemungutan pajak tidak mengganggu perekonomian nasional);
1. 3. D. Syarat Finansial (pemungutan pajak harus efisien);
1. 3. E. Syarat Sederhana (sistem pemungutan pajak harus sederhana). (6)
2. Hukum pajak termasuk dalam hukum publik karena pajak tidak termasuk ke ranah
antara individu dan indiviu, melainkan individu dan negara.

sebagaimana definisi pajak sendiri yaitu pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk
negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum.
Rakyat yang membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak secara
langsung, karena pajak digunakan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan
pribadi. (7)

Dari sini dapat ditarik kesimpulan di mana arti dari hukum publik adalah hukum yang
mengatur hubungan antara negara dengan warga negara atau dengan kata lain, hukum
yang mengatur kepentingan umum. (8)

3. 1. Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung


3. 1. A. Pajak Langsung adalah pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak
dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. (9)
3. 1. B.Pajak Tidak Langsung adalah pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau
dilimpahkan kepada orang lain atau pihak ketiga. Pajak ini dapat terjadi jika
terdapat suatu kegiatan, peristiwa atau perbuatan yang menyebabkan terutangnya
pajak. Misalnya terjadi penyerahan barang atau jasa. (10)

3. 2. Mengapa dalam praktik pajak dikenal istilah “Tarif Pajak” brsamaan dengan tujuan
pemungutan pajak itu sendiri yaitu untuk mencapai keadilan dalam pemungutannya.
Salah satu cara untuk mewujudkan keadilan dapat ditempuh. (11)

Daftar Pustaka:

(1). Safri Nurmantu di dalam modul 1 administrasi perpajakan ADBI4330 UT hal 11-12.
(2). Buku Materi Pokok; ADBI4330 Administrasi Perpajakan; hal: 28; Angka 2 tentang
Administrasi Pajak dalam Arti Sempit.
(3). Buku Materi Pokok; ADBI4330 Administrasi Perpajakan; hal: 35; Huruf A tentang Fungsi
Pajak.
(4). Buku Materi Pokok; ADBI4330 Administrasi Perpajakan; hal: 36
(5). Buku Materi Pokok; ADBI4330 Administrasi Perpajakan; hal: 36
(6). https://www.online-pajak.com/syarat-pemungutan-pajak-ini-pengertian-dasar-hukum-dan-
penjelasannya.
(7). https://www.cermati.com/artikel/pengertian-pajak-fungsi-dan-jenis-jenisnya.
(8). Buku Materi Pokok; ADBI4330; Administrasi Perpajakan; Hal: 2.14; huruf E tentang
Kedudukan Hukum Pajak Dalam Ilmu Hukum.
(9). Materi 2.1 penggolongan-sanki-tarif; hal: 4
(10). Materi 2.2 Penggolongan-tarif-dan-sanksi-pajak; slide: 3
(11). Buku Materi Pokok; ADBI4330; Administrasi Perpajakan; Hal: 3.14; huruf B tentang Tarif
Pajak.