Anda di halaman 1dari 29

MODUL 2:

SIFAT MATERIAL DAN MEDAN KERJA


51113402 Manajemen Peralatan Konstruksi
Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.

Program Studi Teknik Sipil


Universitas Islam Indonesia
Kompetensi Dasar

Mampu memahami
pemilihan alat berat
berdasarkan sifat material
dan medan kerja

1-2 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Sifat Fisik Material dan Medan Kerja

 Pemilihan alat berat yang digunakan dalam proyek konstruksi


berpengaruh besar pada efisiensi dan profit operasi konstruksi
 Jenis alat berat yang dipilih dalam pekerjaan konstruksi perlu
memperhitungkan jenis dan sifat-sifat material yang ditangani
 Salah satu pekerjaan yang dominan dalam pekerjaan konstruksi
dan memiliki sifat-sifat khusus adalah pemindahan tanah
(earthmoving) materialnya meliputi tanah, batuan dan vegetasi
(pohon, semak dll)
 Pemindahan tanah dengan menggunakan alat-alat berat (alat
mekanis) melibatkan banyak variabel yang perlu dimengerti dan
dipahami.

1-3 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Sifat Fisik Material dan Medan Kerja

 Sifat fisik material dan medan kerja akan berpengaruh


pada:
• Jenis alat yang digunakan

• Taksiran produktivitas atau kapasitas produksinya

• Perhitungan volume pekerjaan

• Kemampuan kerja alat pada kondisi material yang ada

 Tidak cocoknya pemilihan alat berat dengan kondisi medan


dan material akan menyebabkan tidak efisiennya
pemakaian alat berat, yang menyebankan
membengkaknya biaya dan waktu pelaksanaan menjadi
lebih panjang.
1-4 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.
Sifat Fisik Material dan Medan Kerja

Beberapa sifat fisik material dan kondisi medan kerja yang penting
untuk diketahui dalam pekerjaan pemindahan tanah sebagai
berikut:
 Faktor pengembangan dan penyusutan material (swell factor)

 Berat Jenis material (specific grafity)


 Bentuk material
 Kekerasan material
 Daya dukung tanah (CBR)
 Jarak angkut (hauling distance)

1-5 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Identifikasi dan Klasifikasi Tanah

 Tanah (soil) dikelompokan dalam lima jenis yaitu:


batu kerikil (gravel), pasir (sand), lanau (silt), lempung
(clay), dan organic material.
 Soil Classification Systems  AASHTO [American
Association of State Highway and Transportation
Officials]

1-6 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Faktor Pengembangan dan
Penyusutan Material (Swell faktor)
Kondisi Tanah:
 Bank : Keadaan tanah asli sebelum tanah tersebut mengalami gangguan (digali,
diangkut dsb). Satuan volume material dalam kondisi asli disebut meter kubik
dalam keadaan asli (bank cubic meter atau BCM)
 Loose : keadan tanah gembur setelah diberikan usaha-usaha pengusikan (digali,
diangkut dsb). Satuan volume material dalam kondisi gembur disebut meter kubik
dalam keadaan gembur (loose cubic meter atau LCM)
 Compacted: keadaan tanah padat setelah diberikan usaha-usaha pemadatan
dengan bermacam cara. Satuan volume material dalam kondisi padat disebut
meter kubik dalam keadaan padat (compacted cubic meter atau CCM)

1-7 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Faktor Pengembangan dan
Penyusutan Material (Swell faktor)

1-8 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah

FIGURE 2-2. Typical soil volume change during earthmoving.

1-9 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
 Swell : Bertambahnya volume tanah dari bank menjadi loose
yang dinyatakan dalam % dan dihitung dengan:

 Berat / VolumeBank 
Swell (%)    1 * 100% ………. (2.1)
 Berat / VolumeLoose 

1-10 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
 Contoh:
Hitunglah peningkatan volume tanah jika berat tanah dalam keadaan
alam (bank) adalah 1.661 Kg/m³ dan berat tanah menjadi 1.186
Kg/m³ setelah dilakukan penggalian (loose).
 Solusi
 1661 
Swell (%)    1 * 100%
 1186 
Swell (%)  40%

Jadi, 1 m³ tanah alam akan mengembang menjadi 1.4 m³ setelah


penggalian.

1-11 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
 Shrinkage : Berkurangnya volume tanah dari keadaan bank
menjadi padat yang dinyatakan dalam % dan dihitung
dengan:

 Berat / VolumeBank 
Shrinkage(%)   1   * 100% ………. (2.2)
 Berat / VolumeCompacted 

1-12 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
 Contoh:
Hitunglah penyusutan volume tanah jika berat tanah dalam keadaan
alam (bank) adalah 1.661 Kg/m³ dan berat tanah menjadi 2.077
Kg/m³ setelah dilakukan pemadatan (compacted)
 Solusi
 1661 
Shrinkage(%)   1   * 100%
 2077 
Shrinkage(%)  20%

Jadi, 1 m³ tanah alam akan menyusut menjadi 0.8 m³ setelah


pemadatan.

1-13 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
 Faktor konversi volume loose ke volume bank disebut load factor, dan
dihitung sebagai berikut:
 
LoadFactor  Berat / SatuanVolu
 meLoose  ………. (2.3)

Berat / SatuanVolumeBank 


or
1
LoadFactor  ………. (2.4)
1 Sweel

Load Factor
Volume Bank = Volume Loose x Load Factor

1-14 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
 Faktor konversi volume bank ke volume compacted disebut shrinkage
factor, dan dihitung sebagai berikut:
 
ShrinkageFactor  Berat /
 SatuanVolu meBank 
  ………. (2.5)
Berat / SatuanVolumeCompacted 


or

ShrinkageFactor 1 shrinkage ………. (2.6)

Shrinkage Factor

Volume Compacted = Volume Bank x Shrinkage Factor

1-15 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah

Table 2-5. Typical soil weight and volume change characteristics*

1-16 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
Contoh:
Tanah dengan berat 1.163 Kg/LCM, 1.661 Kg/BCM dan 2.077 Kg/CCM. Hitunglah:
1. Load Factor dan Shrinkage Factor.
2. Berapakah volume BCM dan volume CCM jika diketahui volume LCM tanah adalah
593.300.
Solusi:
1. Load Factor dan Shrinkage Factor.

Shrinkage Factor? 1163


LoadFactor   0.70
1.163 Kg/LCM 1661
1661
ShrinkageFactor   0.80
1.661 Kg/BCM
2077
2.077 Kg/CCM
Load Factor?
1-17 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.
Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
Solusi:
2. volume BCM dan volume CCM

Shrinkage Factor = 0,80


LCM = 593.300

BCM =…. ?? CCM = ….??

Load Factor = 0,70

VolumeBank  593.300 x 0.70  415.310 BCM


VolumeCompacted  415.310 x 0.80  332.248CCM
1-18 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.
Karakteristik Perubahan-Volume
Tanah
Contoh
Berapa kali harus diangkut oleh scrapper yang kapasitasnya 18 cu.yd, jika dibutuhkan
lempung (clay) sebanyak 8.000 cu-yd (compacted) jika diketahui shrinkage factor
0,80 dan load factor 0,77 ?
Solusi
 Diperlukan volume tanah =
Shrinkage Factor = 0,80 V.Compacted / Shrinkage Factor =
8.000/0,8 = 10.000 cu-yd (bank)
V.Bank??  Kemampuan scrapper mengangkut
18 cu.yd
tanah = Kapasitas x Load Factor
8.000 cu.yd = 18 x 0,77 = 13,86 cu-yd (bank)
 Jika menggunakan 1 scrapper maka
diperlukan = 10.000/13,86 = 721
V.Bank?? pengangkatan dengan scrapper
Load Factor = 0,77

1-19 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Berat Jenis Material
 Kemampua setiap alat berat untuk melakukan pekerjaan seperti
mendorong, menarik, mengangkut dll, akan sangat ditentukan oleh
berat jenis material
 Setiap alat berat mempunyai batasan kapasitas atau volume
tertentu sehingga berat jenis material akan membatasi gerak alat
 Contoh pengaruh berat material terhadap kemampuan operasi alat:
• Whell loader akan jungkit pada waktu memuat biji besi,
sedangkan untuk tanah tidak
• Bulldozer kelas kecil tidak mampu mendorong stock pile batuan
sedangkan untuk tanah mampu beroperasi dengan baik
• Drump truck tidak kuat menanjak pada waktu muatan penuh,
harus dikurangi.
1-20 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.
Bentuk Material
 Bentuk material didasarkan pada ukuran butir material, yang akan
mempengaruhi susunan butir material dalam suatu kesatuan volume
atau tempat
 Material yang kondisi butirnya halus akan dan seragam, kemungkinan
besar isinya dapat mendekati voume ruang yang ditempati.
 Material yang butirnya tidak seragam isi akan berkurang dari ruang
yang ditempati karena banyak rongga udaranya.

FIGURE 2-2. Typical soil volume change during earthmoving.

1-21 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Kekerasan Material
 Material yang keras akan lebih sulit digali atau dikupas oleh
alat berat. Hal ini akan berpengaruh menurunnya produktivtas
alat
 Material yang umumnya tergolong keras adalah jenis batuan-
batuan. Aplikasi alat berat untuk jenis material batu-batuan
yang keras umumnya menggunakan breaker atau ripper.
 Sebelum menentukan jenis alat berat yang akan digunakan
untuk meripping batuan terlebih dahulu ditentukan tingkat
ripabilitasnya

1-22 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Kekerasan Material
Metode untuk menentukan ripabilitas:
 Mengklasifikasi jenis batuan:

• Batuan sedimen

• Batuan beku

• Batuan metamorfik

 Tingkat ripabilitas batuan ditentukan:

• Tingkat pelapukan batuan

• Kekuatan kristal batuan

1-23 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Daya Dukung Tanah (CBR)
 Daya dukung tanah adalah kemampuan tanah untuk mendukung
beban yang berada diatasnya.
 Apabila suatu alat berada di atas tanah, maka alat tersebut
akan memberikan tekanan ke tanah (ground pressure), sedankan
perlawanan yang diberikan tanah disebut daya dukung tanah
(California Bearing Ratio)
 Jika daya dukung lebih besar dari ground pressure, maka alat
tidak akan tenggelam. Tetapi jika sebaliknya, maka pelan-pelan
alat akan terbenam
 Untuk mengatasi CBR yang rendah, pabrik pembuat alat sudah
mengantisipasi dengan merencanakan lebar tapak yang
berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan
1-24 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.
Daya Dukung Tanah (CBR)

Cone Index Jenis Alat Daya Tekan Alat


Kg/Cm²
<2 Extra Swamp Dozer 0,15 – 0,30
2-4 Swamp Dozer 0,20 – 0,30
4-5 Small Buldozer 0,30 – 0,60
5-7 Medium Bulldozer 0,60 – 0,80
7 - 10 Large Bulldozer 0,70 – 1,30
10 - 13 Motor Scraper 1,30 – 2,85
> 15 Dump Truck > 3,20

Data: PT. United Tractor, Manajemen Alat-Alat Berat, dikutip dari Metode
Konstruksi dan Alat-Alat Berat (Djoko Wilopo, 2009)

1-25 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Jarak Angkut (Hauling Distance)
 Pemilihan alat-alat berat untuk transportasi sangat ditentukan oleh
jarak angkut dan kondisi jalan yang dilalui
 Pengangkutan suatu material dengan dump truck, akan sangat
berbeda pemilihannya dengan buldozer, whell loader atau motor
scraper.

Sumber: Metode Konstruksi dan Alat-Alat Berat (Djoko Wilopo, 2009)

1-26 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Faktor Iklim dan Curah Hujan
 Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, yang harus
diperhatikan dalam pemilihan alat adalah faktor iklim dan curah
hujan
 Curah hujan yang cukup tinggi dapat mempengaruhi menurunnya
daya dukung tanah dan akan membatasi hari kerja alat yang
berarti mundurnya waktu penyelesaian pekerjaan.

1-27 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


28

ADA PERTANYAAN?

Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.


Tugas 2
1. Dengan menggunakan persamaan (2.1) dan (2.3), buktikan
persamaan (2.4)
2. Dengan menggunakan persamaan (2.2) dan (2.5), buktikan
persamaan (2.6)
3. Berapa kali harus diangkut oleh scrapper yang kapasitasnya
13 cu.yd, jika dibutuhkan lempung (clay) sebanyak 8.XY0 cu-
yd (compacted) jika diketahui shrinkage factor 0,80 dan
load factor 0,77 ? (XY adalah dua angka terakhir NIM anda.
Contoh NIM 11511045  8.450 cu.yd)

4. DIKUMPULKAN PEKAN DEPAN

1-29 Manajemen Peralatan Konstruksi Abdul Harisi Hanafi, ST, MT.