Anda di halaman 1dari 11

Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas proposal penelitian dengan judul “Faktor Penyebab Kemacetan Di Pasar Ghendhingan”. Serta tidak lupa mengucapkan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad saw.

Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini dapat selesai karena bimbingan dan bantuan dari semua pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapakan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1.

Guru pengajar sosiologi yang telah bersedia membimbing dan membantu penulis dalam proses penyelesaian proposal penelitian ini.

Penulis berharap proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan. Sebagai manusia yang tidak sempurna, penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini jauh dari kata sempura. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk menjadikan proposal penelitian ini lebih sempurna lagi.

Pamekasan, 12 April 2015

Penulis

Daftar isi

Kata pengantar ………………………………………………………………………

ii

Daftar isi …………………………………………………………………

iii

Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah ………………………………………………….

1

1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………

3

1.3 Tujuan Penelitian ………………………………………………………

3

1.4 Manfaat Penelitian ……………………………………………

3

Bab 2 Tinjauan Pustaka

2.1 Pengertian Kemacetan

……………………………………….

4

2.2 Faktor Penyebab Kemacetan …………………………………………….

4

2.3 Dampak Kemacetan ……………………………………………………

5

2.4 Upaya-upaya untuk menanggulangi kemacetan ………………………

6

Bab 3 Metode Penelitian

3.1 Lokasi Penelitian ………………………………………………………

7

3.2 Metode Pengumpulan Data ……………………………………………

7

3.3 Metode Analisis Data …………………………………………………….

7

daftar pustaka

1.1 LATAR BELAKANG

BAB 1

PENDAHULUAN

Kemacetan merupakan masalah yang sering dialami oleh masyarakat kota besar. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahauan dan tekhnologi kemacetan juga dialami oleh masyarakat kota-kota kecil. Seperti yang terlansir dalam (unspoken- thoughts.com), Saat ini kemacetan tidak hanya melanda kota megapolitan berpenduduk jutaan jiwa seperti Jakarta saja. Penduduk dikota kecil pun tampaknya sudah mulai terbiasa dengan permasalahan kota yang satu ini. Kemacetan merupakan suatu kondisi dimana terjadi antrian kendaraan dijalan. Dalam (id.wikipedia.org) dijelaskan bahwa kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Secara umum kemacetan terjadi karena banyaknya kendaraan atau volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana jalan yang memadai. Jalan merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting karena daerah yang satu dapat berhubungan dengan daerah yang lainnya. Permasalahan lalu-lintas berupa kemacetan pada umumnya terjadi di kawasan yang mempunyai itensitas kegiatan yang tinggi, terutama pada jam-jam puncak (journal.unisla.ac.id). biasanya kemacetan terjadi pada pukul 06.00 WIB - 08.00 WIB dan pada jam-jam pulang kerja dan sekolah. Sedangkan kawasan-kawasan yang biasanya menjadi sasaran terjadinya kemacetan adalah perkantoran, sekolah, dan tempat-tempat kegiatan ekonomi, seperti pasar tradisional, pasar swalayan, rumah makan dan lain-lain. Diantara tempat-tampat tersebut yang paling sering terjadi kemacetan adalah pasar. Pasar merupakan tempat bertemunya banyak orang untuk melakukan aktivitas jual- beli. Pasar secara fisik adalah tempat pemusatan beberapa pedagang tetap dan tidak tetap yang terdapat pada suatu ruangan terbuka atau ruangan tertutup (Sulistyowati,1999). Dengan kondisi pasar yang pada dasarnya sudah padat atau ramai maka tak heran jika kawasan sekitar pasar kerab terjadi kemacetan. Seperti yang terlansir dalam sebuah makalah yang dipos oleh M Nugrogo (2007), “dimana ada sebuah pasar tradisional beroperasi maka kemacetan lalu-lintas tidak akan terhindarkan” (eprints.undip.ac.id).

Seperti halnya di Pasar Ghendhingan Kec.Larangan, ruas jalan di sekitar pasar pada pukul 06.15 WIB 07.00 WIB kerab terjadi kemacetan. Kemacetan ini masih tergolong tidak terlalu parah. Karena kemacetan yang terjadi tidak sampai menghabiskan waktu yang cukup lama dan juga kendaraan yang tersendat tidak sampai berkilo-kilo meter. Namun tetap saja hal ini merugikan bagi pengguna jalan. Banyak kerugian yang dapat terjadi akibat kemacetan, mulai dari pemborosan bahan bakar, timbulnya polusi yang berlebih, bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan. Walaupun kemacetan yang terjadi dikawasan Pasar Ghendhingan masih tergolong rendah, namun tetap saja hal ini tidak bisa dihiraukan. Apabila hal ini dibiarkan maka pada masa yang akan datang kemacetan akan semakin parah. Dan akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Oleh karena itu harus ada perhatian dan penanggulangan, baik dari pemerintah setempat maupun pengguna jalan dan pengguna pasar sendiri. Namun untuk menanggulangi hal tersebut, tentu kita harus lebih tahu dulu masalah yang mengakibatkan kemaceta ini terjadi. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mencari penyebab-penyebab atau faktor-faktor yang memicu terjadinya kemacetan diPasar Ghendhingan.

1.2

RUMUSAN MASALAH

¤ Bagaimana faktor penyebab terjadinya kemacetan arus lalu lintas di Pasar Ghendhingan?

1.3 TUJUAN

¤ Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kemacetan di Pasar Ghendhingan

¤ Untuk menemukan solusi atau upaya untuk mengurangi kemacetan yang terjadi

1.4 MANFAAT

¤ Kita dapat mengetahui sebab akibat terjadinya kemacetan dipasar Ghendhingan

¤ Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi-informasi tentang upaya- upaya untuk menanggulangi kemacetan di Pasar Ghendhingan

¤ Memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya yang berkepentingan

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KEMACETAN

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) definisi kemacetan ialah tidak dapat bekerja dengan baik, tersendat, serat, terhenti dan tidak lancar. Selain itu, Hoeve (1990) juga mengatakan bahwa “Kemacetan merupakan masalah yang timbul akibat pertumbuhan dan kepadatan penduduk” sehingga arus kendaraan bergerak sangat lambat

(helenang99.blogspot.com).

2.2 FAKTOR PENYEBAB KEMACETAN

Boediningsih (2011) menyatakan bahwa kemacetan lalu lintas terjadi karena beberapa faktor, seperti:

a. banyak pengguna jalan yang tidak tertib pengguna jalan disini yang dimaksud bisa dari pengguna transportasi maupun pejalan kaki. Sebagai contohnya kita sering melihat kendaraan-kendaraan umum yang tiba- tiba berhenti ditengah jalan untuk menurunkan penumpangnya. Mereka tidak mimikirkan tentang kendaraan-kendaraan lainnya yang tepat berada dibelakangnya. Contoh lainnya adanya pedagang kaki lima yang berjualan di tepi jalan.

b. pemakai jalan melawan arus

c. kurangnya petugas lalu lintas yang mengawasi selama ini petugas lalu lintas sudah banyak yang terjun langsung ke jalan raya namun hal ini masih belum optimal dalam pengerjaannya.

d. adanya mobil yang parkir di badan jalan banyak pengguna jalan yang menggunakan jalan raya hanya sesuai dengan kemauannya. Mereka asal memarkir kendaraannya ditempat yang seharusnya tidak dijadikan tempat parkir. Selain itu hal ini juga disebabkan kurangnya fasilitas tempat parkir dari petugas maupun dari toko-toko, pasar, dan tempat-tempat lain

e. permukaan jalan tidak rata dan ruang jalan yang sempit

Penyebab buruknya kondisi ruang jalan raya antara lain: adanya kerusakan sebagian atau seluruh ruas jalan, pemanfaatan ruang jalan untuk urusan yang bukan semestinya. (sketsasayang.blogspot.com)

f. tidak ada jembatan penyeberangan,

g. dan tidak ada pembatasan jenis kendaraan. Dikota- kota besar sudah dilakukan pembatasan jenis kendaraan, misalnya jalan atau jalur I khusus digunakan oleh kendaraan-kendaraan pribadi saja, Jalur II khusus

kendaraan-kendaran besar seperti truk, dan jalur III khusus kendaraan umum.

Secara umum ada beberapa alasan mengapa kemacetan sering terjadi di daerah pasar, antara lain :

a. pengguna pasar yang tidak tertib baik penjual maupun pembeli jika kita lihat banyak dari penjual pasar yang berdagang dipinggir-pinggir jalan, hal ini disebabakan karena banyak yang menganggap dari penjual jika mereka menjual barang dagangannya dipinggir jalan maka konsumen akan lebih banyak, selain itu juga karena kapasitas pasar sendiri yang sudah tidak cukup untuknya. Sikap pembeli yang suka memarkir kendaraan sembarangan juga dapat memicu terjadinya kemacetan.

b. ruang jalan yang sempit

c. pengguna jalan yang tidak tertib contohnya, kendaraan umum yang suka menurunkan penumpangnya disembarang tempat.

d. Kurangnya pengawasan dari petugas lalu lintas

e. dan faktor-faktor lainnya

2.3 DAMPAK KEMACETAN

Kemacetan lalu lintas sangatlah tidak disukai oleh semua masyarakat, karena kemacetan dapat menyebabkan banyak kerugian terhadap para pengguna jalan. Dampak kemacetan lalu lintas antara lain adalah pemborosan BBM, pemborosan waktu serta menimbulkan polusi udara. Pemborosann BBM terjadi karena kemacetan menyebabkan kendaraan menjadi terhambat sehingga terjadi pembakaran yang tidak efektif.

Selain pemborosan BBM, bila terjadi kemacetan tentu kita juga akan rugi waktu. Misalnya jarak 60 km bisa kita tempuh hanya dengan waktu 1 jam, namun bila terjadi kemacetan kita bisa menempuhnya sampai 1 jam setengah bahkan bisa sampai 2 jam. Kemacetan lalu lintas juga dapat menyebabkan stress dan menimbulkan emosi. Akibatnya pekerjaan pun menjadi terganggu. Kadang-kadang akibat terburu-buru akan terjadi kecelakaan yang dapat mengancam nyawa para pengguna jalan. Selain itu, kemacetan juga dapat mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Jadi dampak yang diakibatkan oleh kemacetan lalu lintas sangat luas, mulai dari bidang kesehatan, ekonomi hingga produktivitas kerja (sharp-cherryblossom.blogspot.com).

2.4 UPAYA-UPAYA UNTUK MENANGGULANGI KEMACETAN

Upaya-upaya untuk menanggulangi kemacetan harus melihat dulu apa yang menjadi penyebabnya. Semua masalah kemacetan tidak bisa diatasai dengan pemecahan masalah yang sama. Menurut Boediningsih (2011), kemacetan lalu lintas bisa dicegah dengan dua cara, yakni, solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang:

Solusi jangka pendek. Ada beberapa bentuk solusi jangka pendek yaitu:

Penempatan petugas pada jam-jam sibuk dalam rangka penertiban dan penegakan hukum. pada jam-jam sibuk petugas sangat dibutuhkan untuk mengatur kemacetan lalu lintas dan menindak tegas bagi siapa saja yang melanggar rambu-rambu lalu lintas. Serta memasang traffic light atau rambu lalu lintas di perempatan jalan atau dipersimpangan jalan dan penambahan rambu dilarang berhenti dan parki jalan-jalan tertentu yang rawan macet. Mengecat Zebra Cross untuk menyeberang jalan bagi pejalan kaki, sehingga pejalan kaki tidak sembarangan dalam menyeberang. Solusi jangka panjang. Ada beberapa solusi jangka panjang yaitu: Melakukan perbaikan atau pembenahan persimpangan jalan yang rawan macet serta mengusulkan Bus Sekolah untuk siswa sekolah sehingga para siswa sekolah tidak memakai sepeda motor sendiri maupun diantar atau memakai mobil pribadi. Langkah ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. diadakan evaluasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar instansi terkait atau aparat polisi sebagai pelayan masyarakat dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, selain itu melakukan pelebaran jalan yang ada (helenang99.blogspot.com).

Namun banyak orang yang berpendapat pelebaran jalan bukanlah solusi yang tepat, pelebaran jalan justru akan memacu pertumbuhan jumlah kendaraan, yang pada gilirannya tetap akan membuat kemacetan lalu lintas tidak terkendali. Selain itu,

pelebaran jalan merupakan kebijakan yang tidak ramah lingkungan. Pelebaran jalan dan pembuatan jalan akan selalu mengorbankan banyak lahan hijau terbuka (Sugihayanto 2007 : 80). Selain yang telah disebutkan ada beberapa solusi lain untuk mengatasi masalah kemacetan, antara lain:

1. Menyediakan tiket murah untuk penggunaan transportasi umum. Salah satu negara yang berhasil menerapkan ini adalah Malaysia. Pemerintah Malaysia menyediakan tiket murah penggunaan bulanan (sumatracyber.blogspot.com).

2. Menerapkan sistem pajak yang tinggi. Jepang dan singapura sudah menerapkannya. Pemerintah Singapura menerapkan sistem pajak yang sangat tinggi terhadap kendaraan bermotor dan juga harga jual mobil yang sangat tinggi. Dan juga masyarakat hanya boleh menggunakan mobil yang sama selama 10 tahun saja (sumatracyber.blogspot.com).

3. Menerapkan biaya parkir yang sangat tinggi, dan lain-lain.

BAB 3 METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan suatu hal yang penting untuk menentukan lancarnya sebuah penelitian untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang diteliti dengan baik. Oleh karena itu pada bab ini akan dibahas langkah-langkah penelitian yang akan dilaksanakan.

3.1 LOKASI PENELITIAN Hal ini diperlukan dalam suatu penelitian untuk membatasi ruang lingkup yang akan dibahas nanti. Penelitian ini dilakukan di pasar Ghendhingan kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan. Karena di lokasi ini pada pagi hari sering terjadi kemacetan terutama pada jam-jam berangkat sekolah atau kerja (06:15 06:40)

3.2 METODE PENGUMPULAN DATA Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.

3.2.1 observasi metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara cermat dan sistematis mengenai fenomena yang diteliti dan diselidiki. Misalanya dengan melihat kondisi yang terjadi di pasar Ghendhingan,

dan para pengguna jalan yang melewati jalan tersebut.

3.2.2 wawancara wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka. Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas.

3.3 METODE ANALISIS DATA analisis data merupakan salah satu langkah yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Pada analisi data kita mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat.

Daftar pustaka

Sugiharyanto. 2007. Geografi dan sosiologi SMP kelas VIII. Jakarta: Yudhistira Pakarindo, Viva. 2013. Sosiologi SMA/MA kelas X semester 2. Klaten: Kreatif

Sumber lain

www.unspoken-thoughts.com id.wikipedia.org www.journal.unisla.ac.id www.eprints.undip.ac.id

www.sumatracyber.blogspot.com