Anda di halaman 1dari 9

Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94

ISSN Print: 2541-3651


ISSN Online: 2548-3897

FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK GEL HAND SANITIZER


DARI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum)
FORMULATION AND PHYSICAL PROPERTIES TEST OF HAND
SANITIZER GEL FROM BAY LEAF EXTRACT
(Syzygium polyanthum)

Yusrinie Wasiaturrahmah1, Raudhatul Jannah1


Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Email: Yusrinie@ymail.com

ABSTRAK
Gel hand sanitizer telah banyak digunakan sebagai salah satu cara untuk menjaga
kesehatan dan kebersihan tangan yang praktis dan mudah dibawa. Umumnya gel
hand sanitizer mengandung senyawa alkohol sebagai antiseptik untuk membunuh
bakteri, tetapi penggunaan gel antiseptik yang mengandung alkohol dalam jangka
panjang dapat menimbulkan iritasi. Oleh karena itu, diperlukan bahan alternatif
alami yang ramah di kulit dan tidak mengiritasi kulit, salah satu tanaman yang
memiliki daya antibakteri adalah daun salam (Syzygium polyanthum). Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui formulasi dan uji sifat fisik gel hand sanitizer dari
ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimen dengan data hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Gel dibuat
dalam tiga formula dengan konsentrasi karbopol yang berbeda yaitu 0,2%, 0,5%,
0,8%. Evaluasi sifat fisik gel yang dilakukan meliputi uji organoleptik,
homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas. Hasil evaluasi
menunjukkan formula 1 (karbopol 0,2%) dan formula 2 (karbopol 0,5%)
memenuhi semua syarat pada evaluasi sifat fisik gel yang meliputi uji
organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas. Sedangkan
formula 3 (karbopol 0,8%) tidak memenuhi uji sifat fisik yaitu uji daya sebar
Kata Kunci: Formulasi, Uji Sifat Fisik, Hand Sanitizer, Daun Salam,
Syzygium polyanthum

ABSTRACT

Hand sanitizer gel has widely been used as one of ways to keep us healthy. It is
hygiene to our hands and easy to carry. Generally, hand sanitizer gel contains
alcohol compounds as antiseptics to put to death bacteria. However, a long term
use of this gel results to irritation. Therefore, alternatively natural ingredients are
needed instead for both normal and sensitive skin. One of the plants for alternative
ingredients is bay leaf (Syzygium polyanthum). The purpose of this study is to
determine the formulation and physical properties tests of hand sanitizer gel in
Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94
ISSN Print: 2541-3651
ISSN Online: 2548-3897

bay leaf extract (Syzygium polyanthum). The research is an experimental study


with data taken from the research presented descriptively. Gel is made from three
formulas with different carbopol concentrations of 0.2%, 0.5%, 0.8%. The
evaluation of the physical properties of the gel is carried out including
organoleptic tests, homogeneity, dispersion, stickiness, pH, and viscosity. The
evaluation results show that the formula 1 (carbopol 0.2%) and the formula 2
(carbopol 0.5%) fulfill all the requirements in the evaluation of the physical
properties of the gel, which includes organoleptic test, homogeneity, dispersion,
stickiness, pH, and viscosity. While formula 3 (carbopol 0.8%) fails to meet the
physical properties test, namely the dispersion test.
Keywords: Formulation, Physical Properties Test, Hand Sanitizer, Bay Leaf,
Syzygium polyanthum

PENDAHULUAN memunculkan produk inovasi


Diare merupakan penyakit pembersih tangan tanpa air yang
yang masih menjadi masalah cepat dan praktis yang dikenal
kesehatan masyarakat di Negara dengan pembersih tangan antiseptik
berkembang termasuk Indonesia atau hand sanitizer. Salah satu
(Kemenkes RI, 2011). Di Indonesia kandungan hand sanitizer yang
penyakit diare merupakan penyakit berfungsi sebagai antiseptik adalah
endemis dan juga merupakan alkohol (Radji et al., 2007).
penyakit potensial Kejadian Luar Penggunaan produk akohol
Biasa (KLB) yang sering disertai tertentu sebagai bahan dasar
dengan kematian (Kemenkes RI, pembersih tangan dalam jangka
2017). panjang dapat menyebabkan iritasi
Kebiasaan yang berhubungan kulit. Selain itu, hand sanitizer
dengan kebersihan perorangan yang berbasis alkohol mudah terbakar dan
penting dalam penularan kuman diare dapat menyebabkan iritasi mata dan
adalah mencuci tangan (Kemenkes luka terbuka (Dyer et al., 2000). Oleh
RI, 2011). Sebuah systematic review karena itu diperlukan bahan alternatif
menunjukkan bahwa mencuci tangan yang ramah di kulit dan tidak
dapat mengurangi risiko penyakit mengiritasi kulit seperti penggunaan
diare (Freeman et al., 2014). bahan-bahan alam.
Semakin bertambahnya Daun Syzygium polyanthum
kesibukan masyarakat diperkotaan, menunjukkan aktivitas antibakteri
Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94
ISSN Print: 2541-3651
ISSN Online: 2548-3897

(Ramli, 2017). Daun salam fisik gel hand sanitizer dari ekstrak
(Syzygium polyanthum) mengandung daun salam (Syzygium polyanthum).
zat bahan warna, zat samak dan
minyak atsiri yang bersifat METODE PENELITIAN
antibakteri (Harismah & Chusniatun, Jenis penelitian yang
2016). Selain itu, juga mengandung digunakan adalah penelitian
senyawa kimia lain yang eksperimental dan data hasil
memberikan aktivitas antibakteri penelitian disajikan secara deskriptif.
seperti flavonoid, fenol dan triterpene Bahan yang digunakan pada
(Yuliati, 2012). penelitian ini adalah daun salam
Minyak atsiri Syzygium (Syzygium polyanthum), air,
polyanthum memiliki memiliki karbopol, ekstrak daun salam,
aktivitas antimikroba terhadap B. gliserin, trietanolamin, metil paraben,
subtilis, S. aureus, S. typhimurium aquades, dan etanol. Alat yang
dan V. Cholera (Hamad, 2017). digunakan adalah alat-alat gelas,
Ekstrak etanol daun salam (Syzygium timbangan digital, perangkat alat
polyanthum) menghambat ekstraksi, batang pengaduk, gelas
pertumbuhan bakteri Staphylococcus ukur, pH meter atau pH digital,
epidermidis, Streptococcus mutans, obyek glass, termometer, alat
Bacillus subtillis, Pseudomonas viskositas, cawan petri, alat uji daya
aeruginosa, Salmonella typhi, lekat, alat uji daya sebar.
Escherichia coli, Shigella Pembuatan Ekstrak
dysenteriae dan jamur Candida Daun salam sebelumnya
albicans (Yuliati, 2012). dideterminasi terlebih dahulu dan
Ekstrak daun salam pada dibuat menjadi simplisia yaitu dalam
konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, 75%, bentuk serbuk. Serbuk daun salam
100% memberikan zona hambat dengan berat 500 gram diekstraksi
terhadap Staphylococcus aureus secara maserasi menggunakan
(Sudirman, 2017). pelarut etanol. Maserasi dilakukan
Penelitian ini bertujuan untuk selama 5 hari sambil sesekali
mengetahui formulasi dan uji sifat digojok. Hasil ekstraksi kemudian
Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94
ISSN Print: 2541-3651
ISSN Online: 2548-3897

diuapkan hingga menjadi kental bentuk, warna dan bau gel.


ekstrak kental dan digunakan b. Uji Homogenitas
menjadi bahan dalam sediaan gel Sediaan dilakukan dengan cara
hand sanitizer. sampel gel dioleskan pada objek
Pembuatan Gel Hand Sanitizer glass atau bahan transparan lain yang
Formula dibuat dalam tiga cocok, sediaan tersebut harus
formulasi yang merupakan menunjukkan susunan yang homogen
modifikasi dari formula gel lain dan tidak terlihat adanya butiran
(Nabela, 2017). Ketiga formula kasar.
memiliki komposisi yang berbeda c. Daya sebar
pada jumlah karbopol yang berfungsi Uji daya sebar dilakukan
sebagai suatu gelling agent. Jumlah dengan cara 0,5 gram sediaan di
gelling agent memegang peranan letakkan di atas kaca bagian atasnya
dalam mempengaruhi sifat fisik suatu di beri kaca yang sama, dan
sediaan gel, meliputi viskositas dan ditingkatkan bebannya, dan di beri
daya sebar gel (Yogesthinaga, 2016). rentang waktu 1 menit. Penyebaran
Tabel 1. Formulasi gel hand sanitizer diukur pada setiap penambahan
Bahan F1 F2 F3 beban, saat sediaan berhenti
Aquadest ad 100 ml 100 ml 100 ml
Karbopol 0,2 % 0,5 % 0,8 % menyebar (dengan waktu tertentu
Ekstrak Daun 12,5 % 12,5 % 12,5 %
Salam secara teratur) (Sayuti, 2015).
Gliserin 1,83 % 1,83 % 1,83 %
Trietanolamin 9,15 % 9,15 % 9,15 % d. Daya lekat
Metil Paraben 0,09 % 0,09 % 0,09 % Uji daya lekat dilakukan
Keterangan:
F1 : Formula 1; F2 : Formula 2; F3 : dengan cara meletakkan gel
Formula 3
(secukupnya) diatas obyek glass yang
Uji Sifat Fisik Gel Hand Sanitizer
telah ditentukan luasnya. Letakkan
Selanjutnya dilakukan evaluasi
obyek glass yang lain diatas gel
uji sifat fisik terhadap sediaan hand
tersebut tekanlah dengan beban 1 kg
sanitizer tersebut yang meliputi:
selama 5 menit. Pasanglah obyek
a. Uji organoleptik
glass pada alat. Lepaskan beban
Uji organoleptik gel diamati
seberat 100 g dan catat waktunya
secara visual dengan mengamati
Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94
ISSN Print: 2541-3651
ISSN Online: 2548-3897

hingga kedua obyek glass tersebut paraben sebagai pengawet gel, dan
terlepas (Galeri, 2015). ekstrak daun salam sebagai zat yang
e. Uji viskositas berkhasiat sebagai antibakteri.
Alat yang digunakan untuk Tabel 2. Hasil uji organolpetik gel hand
sanitizer
mengukur visikositas adalah
F Warna Bentuk Bau
visikometer brookfield LV. Gel F1 Coklat Gel Bau Khas
Kehijauan Kental Daun
dimasukan kedalam wadah kemudian agak Salam
cair
dipasang spindel ukuran 4 ke alat
F2 Coklat Gel Bau Khas
viskometer dan rotor dijalankan Kehijauan Kental Daun
agak Salam
dengan kecepatan 30 rpm. Setelah cair
F3 Coklat Gel Bau Khas
kecepatapan menunjukan angka yang Kehijauan Kental Daun
agak Salam
stabil, hasilnya dicatat kemudian cair
dikalikan dengan faktor (200) Ketiga formulasi diuji sifat
(Nabela, 2017). fisiknya. Uji organoleptik dari ketiga
formula memenuhi persyaratan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk gel formula 3 memiliki

Penelitian ini membuat kekentalan yang lebih kental jika

formulasi hand sanitizer yang dibandingkan dengan formula 1 dan

berbahan aktif ekstrak daun salam formula 2, gel semakin kental seiring

yang berasal dari bahan alami dengan semakin besarnya komposisi

sebagai bahan alternatif yang ramah persentase karbopol. Karbopol

di kulit dan tidak mengiritasi kulit merupakan bahan yang berfungsi

serta menguji sifat fisiknya. sebagai gelling agent atau bahan

Formulasi Hand Sanitizer pada pengental yang biasanya digunakan

penelitian ini terdiri dari beberapa untuk pembuatan gel (Christian,

komposisi yaitu karbopol yang 2016).


Tabel 3. Hasil uji homogenitas gel hand
berfungsi sebagai gelling agent atau sanitizer
basis gel, gliserin sebagai pelembab, F Hasil
F1 Homogen, tidak ada butiran kasar
TEA berfungsi sebagai agen F2 Homogen, tidak ada butiran kasar
F3 Homogen, tidak ada butiran kasar
pembasa dan dapat juga digunakan
Ketiga formula gel hand
sebagai emulsifying agent, metil
Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94
ISSN Print: 2541-3651
ISSN Online: 2548-3897

sanitizer menunjukkan telah lekat tidak kurang dari 4 detik


memenuhi syarat homogenitas dan (Galeri, 2015). Hasil uji daya lekat
tidak adanya butiran kasar. Uji ini dari formulasi 1 sampai dengan 3
untuk mengetahui bahwa zat aktif semakin meningkat dikarenakan
terdistribusi merata dalam sediaan penggunaan karbopol yang bervariasi
dan tidak ada partikel yang dengan konsentrasi yang semakin
menggumpal. tinggi pada setiap formulanya yang
Hasil uji daya sebar sediaan gel menyebabkan konsistensi gel
pada formula 1, formula 2 dan semakin kental dan menyebabkan
formula 3, secara berurutan yaitu 6,1 daya lekat gel semakin meningkat
cm, 5,7 cm dan 4,9 cm. Formula 1 seiring dengan bertambahnya
dan 2 memenuhi syarat uji daya konsentrasi karbopol (Octavia,
sebar, sedangkan formula 3 tidak 2016).
memenuhi syarat karena persyaratan Hasil uji pH yang diperoleh
berkisar antara 5-7 cm (Sayuti, dari ketiga formulasi berkisar pada
2015). Semakin tinggi jumlah pH 6-7. Hasil ini menunjukkan
karbopol yang digunakan maka bahwa ketiga formula memenuhi
semakin kental gel tersebut, sehingga kriteria pH kulit yaitu 4-8 (Supomo
pada uji ini formula 1 dan 2 memiliki et al, 2015).
penyebaran yang cukup luas Tabel 5. Hasil uji viskositas gel hand
sanitizer
dibandingkan formula 3 karena pada F Viskositas Cp
F1 2600
formula 3 jumlah karbopol yang F2 4600
dipakai lebih banyak dari formula 1 F3 6400
Uji viskositas ditujukan agar
dan 2.
pada saat pengaplikasian gel terasa
Tabel 4. Hasil uji daya lekat gel hand
sanitizer nyaman di kulit, karena viskositas
F Daya Lekat yang terlalu kental akan
F1 10 detik
F2 17 detik menyebabkan sediaan sulit keluar
F3 22 detik
Hasil uji daya lekat dari ketiga dari wadah dan aplikasinya pada

formulasi menunjukkan ketiga tangan (Christian, 2016). Hasil yang

formula memenuhi syarat yaitu daya diperoleh untuk formula 1, 2 dan 3


Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94
ISSN Print: 2541-3651
ISSN Online: 2548-3897

memenuhi syarat yaitu berada dalam elementary school illness


absenteeism, Fam Med,
kisaran 2000-50000 cP (centipoise).
32(9):633-8.
Penambahan karbopol dapat
Freeman, MC., Stocks,
meningkatkan viskositas, sementara
ME., Cumming, O., Jeandron,
pengurangan karbopol dapat A., Higgins, JP., Wolf,J., Prüss-
Ustün, A., Bonjour, S., Hunter,
menurunkan viskositas
PR., Fewtrell, L., Curtis V, 2014,
(Yogesthinaga, 2016). Hygiene and health: systematic
review of handwashing practices
worldwide and update of health
KESIMPULAN effects, Trop Med Int
Health,19(8):906-16.
Formulasi gel dibuat dalam tiga
formula dengan konsentrasi karbopol Galeri,TI., Astuti, DS., Barlian,AA.,
2015, Pengaruh Jenis Basis Cmc
yang berbeda yaitu 0,2%, 0,5%,
Na Terhadap Kualitas Fisik Gel
0,8%. Formula 1 (karbopol 0,2%) Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera
L.), Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(1).
dan formula 2 (karbopol 0,5%)
memenuhi semua syarat pada Hamad, A., Mahardika, MGP.,
Yuliani, I., Hartanti, D., 2017,
evaluasi sifat fisik gel yang meliputi
Chemical constituents and
uji organoleptik, homogenitas, daya antimicrobial activities of
essential oils of Syzygium
sebar, daya lekat, pH, dan viskositas.
polyanthum and Syzygium
Sedangkan formula 3 (karbopol aromaticum, Rasayan J. Chem.,
10(2), 564-569.
0,8%) tidak memenuhi uji sifat fisik
yaitu uji daya sebar. Harisma, K., Chusniatun, 2016,
Pemanfaatan daun salam
(Eugenia polyantha) sebagai
DAFTAR PUSTAKA
obat herbal dan rempah
Christian, E., 2016, Optimasi penyedap makanan, WARTA
Formula sediaan Gel Hand LPM, 19(2), 110-118.
Sanitizer Minyak Atsiri Jeruk
Bergamot dengan Humektan Kemenkes RI, 2011, Situasi Diare di
Gliserin dan Gelling Agent Indonesia, Buletin Jendela Data
Carbopol, Skripsi, dan Informasi Obat. Kemenkes
https://repository.usd.ac.id RI: Jakarta.
/4270/2/128114156_full.pdf
Kemenkes RI, 2017, Profil
Dyer, DL., Shinder, A., Shinder, F., Kesehatan Indonesia Tahun
2000, Alcohol–free instant 2016, Kemenkes RI: Jakarta.
hand sanitizer reduce
Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94
ISSN Print: 2541-3651
ISSN Online: 2548-3897

Nabela, W, 2017, Formulasi Dan Uji Sudirman, TA., 2014, Uji efektivitas
Sifat Fisik Gel Hand Sanitizer ekstrak daun salam (Eugenia
Dari Ekstrak Daun Kedondong, polyantha) terhadap
Karya Tulis Ilmiah, Universitas pertumbuhan Staphylococcus
Muhammadiyah Banjarmasin: aureus secara in vitro, Skripsi,
Banjarmasin. http://repository.unhas.ac.id/bitst
ream/handle/123456789/11599/S
Octavia, N., 2016, Formulasi KRIPSI%20TAUFIK%20AZHA
Sediaan Gel Hand Sanitizer RI.pdf;sequence=1
Minyak Atsiri Pala (Myristica
Fragranshoutt.) : Uji Stabilitas Supomo,. Sukawaty, Y.. Baysar, F.,
Fisik Dan Uji Aktivitas 2015, Formulasi gel hand
Antibakteri Terhadap Bakteri sanitizer dari kitosan dengan
Staphylococcus Aureus, Skripsi, basis Natrium karboksimetil
http://eprints.ums.ac.id/45035/1/ selulosa, Prosiding Seminar
Naskah%20Publikasi.pdf Nasional Kimia 2014, Kaltim,

Radji, M., Suryadi, H., Ariyanti, D., Ulaen, SPJ., Banne, Y., Suatan, SA.,
2017, Uji Efektivitas 2012, Pembuatan Salep Anti
Antimikroba Beberapa Merek Jerawat dari Ekstrak Rimpang
Dagang Pembersih Tangan Temulawak (Curcuma
Antiseptik, Majalah Ilmu xanthorrhiza Roxb.). Jurnal
Kefarmasian, Vol. IV, No. 1, 1 – Ilmiah Farmasi, 3(20), 45-49.
6.
Yogesthinaga, W., 2016, Optimasi
Ramli, S., Radu, S., Shaari, K., Gelling Agent Carbopol Dan
Rukayadi, Y., 2017, Humektan Propilen Glikol
Antibacterial activity of Dalam Formulasi Sediaan Gel
ethanolic extract of Syzygium Ekstrak Etanol Daun Binahong
polyanthum L. (salam) leaves (Anredera cordifolia (Ten.)
against foodborne pathogens Steenis), Skripsi, https://
and application as food repository.usd.ac.id/4467
sanitizer, Biomed Res Int., /2/128114024_full.pdf
2017:9024246.
Yuliati, M., 2012, Uji aktivitas
Sayuti, NA., 2015, Formulasi dan antimikroba ekstrak daun salam
Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel (Syzygium polyanthum (Wight)
Ekstrak Daun Ketepeng Cina Walp.) terhadap beberapa
(Cassia alata L.), Jurnal mikroba patogen secara KLT-
Kefarmasian Indonesia, 5(2):74- bioautografi, Skripsi,
82. http://repositori.uinalauddin.ac.i
d/4000/1/mega %20yuliati.pdf
Borneo Journal Of Pharmascientech, 2 (2) 2018, 87-94
ISSN Print: 2541-3651
ISSN Online: 2548-3897