Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat, berkah, dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Ancaman Terhadap Negara di Bidang Pertahanan dan Keamanan”.
Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan mengenai ancaman
negara dan juga untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa
buku, artikel dan tulisan telah kami jadikan referensi guna penyusunan makalah ini,
semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu
terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Kami berharap semoga informasi
yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para
pembaca pada umumnya.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, banyak
kekurangan dan kesalahan. Kami menerima kritik dan saran yang membantu guna
penyempurnaan makalah ini.

Jakarta, 6 Maret 2018


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI..................................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................... 3
1.2 Tujuan Penulisan...................................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ancaman................................................................................................................ 4
2.2 Pengertian Ancaman di Bidang Pertahanan dan
Keamanan............................................................................................................................... 5
2.3 Faktor Penyebab Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan
Negara.................................................................................................................................... 5
2.4 Faktor Internal dan Eksternal Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan
Negara.....................................................................................................................................6
2.5 Cara Mengatasi Ancaman.........................................................................................................

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan.............................................................................................................................. 9

DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam perjuangan mencapai cita-cita atau tujuan nasional bangsa Indonesia tidak
terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan
keselamatan. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa
Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan
ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-
ubah tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun
besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai
dengan kondisi serta ancaman yang akan dihadapi.
Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan
kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi
ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.
Kebhinekaan Bangsa Indonesia merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman.
Adanya kebhinekaan membuat penduduk Indonesia mudah berbeda pendapat dan
mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang sempit sehingga sewaktu-waktu bisa
menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan dan
kesatuan bangsa. Oleh karena itu, semua warga negara harus mewaspadai segala
bentuk ancaman yang dapat memecah belah persatuan.
1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1. Menjelaskan pengertian ancaman terhadap negara
1.2.2. Menjelaskan pengertian ancaman di bidang pertahanan dan keamanan
1.2.3. Menjelaskan faktor-faktor penyebab ancaman
1.2.4. Menjelaskan faktor internal dan eksternal
1.2.5 Menjelaskan cara mengatasi ancaman

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ancaman


Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar
negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan
keselamatan segenap bangsa. Ancaman bisa berbentuk tindakan fisik atau nonfisik,
baik secara terang-terangan (menifest) atau secara tertutup (latent). Ancaman bagi
integrasi nasional tersebut datang dari luar maupun dari dalam negeri Indonesia
sendiri dalam berbagai dimensi kehidupan.
Pertahanan negara disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha untuk
mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negaradan
keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan
bangsa dan negara. Sedang, Keamanan merupakan istilah yang secara sederhana
dapat dimengerti sebagai suasana "bebas dari segala bentuk ancaman bahaya,
kecemasan, dan ketakutan".
Dalam bahasa militer, pertahanan adalah cara-cara untuk menjamin perlindungan
dari satu unit yang sensitif dan jika sumber daya ini jelas, misalnya tentang cara-cara
membela diri sesuai dengan spesialisasi mereka, pertahanan udara , pertahanan rudal,
dll.Tindakan,taktik, operasi atau strategi pertahanan adalah untuk menentang atau
membalas serangan dari dalam maupun luar negara dengan dukungan alutsista yang
semakin canggih dan modern.

Jenis pertahanan:
– Pertahanan militer untuk menghadapi ancaman militer, dan
– Pertahanan nonmiliter/nirmiliter untuk menghadapi ancaman nonmiliter/nirmiliter.

Ciri-ciri ketahanan nasional adaalah sebagai berikut :

a. Merupakan kepentingan atau prasyaratan utama bagi negara.

b. Difokuskan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan mengembangkan


kehidupan

c. Ketahanan Nasional tidak hanya diwujudkan dalam daya tahan dan keuletan
bangsa,tetapi juga sebagai kondisi dinamika yang berisi keuletan dan ketangguhan
bangsa untuk mengembangkan kekuatan.

d. Didasarkan pada ajaran ASTRAGATRA,delapan gatra kehidupan nasional

e. Wawasan nasional mengarahkan ketahanan nasional.

2.2 Pengertian Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Ancaman di bidang pertahanan dan keamanan adalah ancaman yang mencantum


terhadap integrasi bangsa yang perlu kita waspadai yang mengancam segala usaha
untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negaradan
keselamatan segenap bangsa dapat berasal dari luar maupun dalam negeri .
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan
mengingatkan bahwa pertahanan dan keamanan Indonesia terancam dari berbagai
konflik dan masalah.

Ancaman dari dalam negeri yang dihadapi saat ini, kata Luhut adalah terorisme,
narkoba, gerombolan separatis bersenjata, konflik komunal, dan disintegrasi bangsa.
“Sementata dari luar negeri berupa konflik perbatasan, spionase, cyber war, proxy
war, terorisme, dan kejahatan lintas negara,” kata Luhut dalam kuliah umum di Balai
Sidang Universitas Indonesia, Rabu (20/4). Selain itu, ujar Luhut, Indonesia juga
menghadapi ancaman lain seperti perubahan iklim, bencana alam, dan epidemi.

Mengatasi ancaman ini, Luhut menuturkan berbagai upaya juga dilakukan seperti
mendorong kemajuan ekonomi dan pendekatan budaya. Selanjutnya Luhut
menyebut belanja militer Indonesia masih inefisien atau tidak tepat. “Masih banyak
belanja pegawai dan barang, sementara alutsista masih kecil,” kata Luhut.

Menurut Luhut, alat utama sistem pertahanan atau alutsista harus semakin canggih
guna mendukung pertahanan dan keamanan nasional. Pembelian alutsista, menurut
Luhut akan memberikan banyak keuntungan. “Misalnya, Indonesia bisa terbebas dari
penangkapan ikan ilegal,” ujar Luhut. Untuk itu, dia terus mengupayakan untuk
meningkatkan pembelian alutsista melalui anggaran yang akan dinaikkan secara
bertahap.

Anggaran pertahanan, saat ini sebesar 0,8 persen, hingga 2019 Luhut berencana
akan menaikkannya hingga mencapai di atas satu persen. Luhut juga
membandingkan anggaran pertahanan Indonesia dengan negara tetangga. Indonesia
masih tertinggal dari negara-negara di ASEAN. “Kalau dengan Amerika jelas sudah
terlalu jauh. Dengan Singapura yang seluas Jakarta hampir 10 miliar dollar AS,
Indonesia hanya 8 miliar dollar AS,” ucap Luhut.

Selain alutsista, teknologi juga dianggap penting dalam menjaga pertahanan dan
keamanan Indonesia. Luhut menilai, pertahanan sudah tidak lagi bergantung pada
manusia, melainkan teknologi.

2.3 Faktor Penyebab Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan


1. Kurangnya penerapan dan penegakkan hukum dan HAM
2. Kurangnya penerapan keadlian
3. Adanya suatu kelompok yang bertujuan untuk memecahkan bangsa Indonesia
4. Kurangnya kesiapan pelaksanaan Otonomi Daerah
5. Lambatnya pemulihan ekonomi
6. Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing
7. Kemerosotan wibawa para penegak hukum
8. Ketidakmerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan
berbagai rasa tidak puas dan keputusasaan di masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan
Antar-golongan)
2.4 Faktor Internal dan Eksternal Ancaman Pertahanan dan Keamanan Negara
2.4.1 Faktor Internal
· Aksi Teror, misalnya kejadian teror BOM di Sarinah yang dilakukan oleh warga
Indonesiasendiri
· Konflik Horisontal, yaitu konflik yang terjadi antara individu atau kelompok
organisasi yang memiliki kedudukan yang sama atau setara. Contohnya tawuran
antara mahasiswa fakultas teknik dengan mahasiswa fakultas hukum
· Sabotase, yaitu tindakan pengrusakan terencana terhadap kelengkapan negara.
· Aksi Kekerasan yang berbau SARA, biasanya terjadi karena adanya egositas
seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan dengan jalan kekerasan
· Gerakan Separatis, yaitu gerakan yang bertujuan untuk memisahkan diri atau
mendirikan Negara sendiri. Misalnya usaha pelepasan Timor-timur dulu , waktu
pemerintahan Pak Habbie
· Pemberontak bersenjata, misalnya Pemberontakan G-30-S/PKI
· Pengrusakan lingkungan
2.4.2 Faktor Eksternal
· Agresi, yaitu penyerangan militer terhadap suatu negara
· Pelanggaran wilayah oleh negara lain
· Spionase atau mencari dan mendapat rahasia militer dari negara lain
· Sabotas, yaitu tindakan pengrusakan terencana terhadap kelengkapan negara
· Aksi Teror dari jaringan Internasional , yaitu teror yang dilakukan oleh orang atau
kelompok luar negeri kepada suatu negara
·
2.5 Cara Mengatasi Ancaman
2.5.1 Ancaman Dari Dalam
· Perang antar suku
- Melakukan mediasi terhadap pihak yang bertikai dengan mempertemukan
perwakilan setiap pihak yang bertikai
- Melakukan sosialisasi tentang pentingnya perdamaian dan kerugian adanya
pertikaian
- Pemerataan pembangunan agar tidak terjadi kecemburuan antar suku.

· Korupsi
- Menanamkan jiwa anti korupsi diikuti dengan peningkatan iman dan takwa
- Menciptakan pemerintah bersih dan berwibawa serta bebas KKN
- Melakukan pengawasan yang ketat pada jalannya pemerintah terutama bidang
keuangan

· Terorisme
- Meningkatkan rasa nasionalisme
- Penarikan peredaran persenjataan yang dimiliki masyarakat sipil
- Melaporkan warga yang diduga teroris

· Pemberontakan
- Mengakui persamaan derajat dan HAM
- Meningkatkan rasa nasionalisme dengan mempelajari Pendidikan
Kewarganegaraan dan Sejarah Perjuangan Indonesia dalam merebut NKRI
- Meningkatkan keamanan dari pusat hingga satuan terkecil daerah sesuai prinsip
2.5.2 Ancaman Dari Luar
· Agresi militer
- Menjalin hubungan persahabatan antar Negara
- Meningkatkan peralatan, pertahanan militer, dan pertahanan nasional diiringi
dengan peningkatan dari kualitas TNI sebagai inti dari sistem HANKAMRATA
- Selalu waspada terhadap segala yang dapat membahayakan keutuhan NKRI

· Penorobosan wilayah
- Mengadakan patroli secara rutin pada daerah rawan penerobosan
- Membangun pos-pos pertahanan dan memperjelas tapal batas yang lebih kuat
- Mensejahterakan penduduk di wilayah perbatasan agar tidak bergantung pada
Negara lain

· Spionase
- Meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme
- Meningkatkan keimanan para pemimpin dan pejabat Negara
- Tetap waspada terhadap segala ancaman yang mungkin terjadi

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Ancaman adalah usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan
yang dilakukan secara konsepsional melalui tindak kriminal dan politis. UUD NRI
Tahun 1945 Pasal 30 Ayat 1 mengamanatkan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak
dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.” Pasal tesebut
menyatakan dengan jelas bahwa pertahanan kemananan negara merupakan
kewajiban warga negara yang merupakan kehormatan yang harus dilaksanakan
dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab untuk mengatasi berbagai ancaman,
tantangan, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam.
Persoalan siapa yang harus bertanggung jawab untuk menjawab ancaman
keamanan tertentu menjadi rumit dan politikal: rumit, karena perkembangan konsep
dan ketidapastian setelah berakhirnya Perang Dingin dan politikal, karena landasan
konstitusional, sejarah, maupun realita politik bisa menjadi kekuatan inersia untuk
membangun pola pembagian kerja baru. Salah satu konsekuensi penting adalah
perlunya ketentuan yang mengatur level of engagement dan instrumen yang boleh
digunakan dalam setiap bagian dari spektrum ancaman terhadap keamanan nasional.
Di dalam pertahanan negara seluruh elemen masyarakat, mahasiswa dan laainnya
juga sangat berperan penting dalam rangka atau ikut serta dalam mempertahankan
pertahanan dan keamanan negara agar tetap terjaga dari ancaman luar supaya
kehidupan di suatu negara itu menjadi lebih tentram,sejahtera dan damai
DAFTAR PUSTAKA

http://iwanttohappierever.blogspot.co.id/2014/04/cara-mengatasi-ancaman-dari-luar-
dan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Ancaman
http://heryseeker.blogspot.co.id/2016/04/makalah-pertahanan-dan-keamanan-
negara.html
http://mbahkarno.blogspot.co.id/2011/10/definisi-konflik-horizontal-dan-contoh.html
https://raid32.wordpress.com/2013/01/14/hubungan-antara-konflik-sara-suku-agama-
ras-dan-antar-golongan-dengan-paham-primordialisme-2/
http://anaklerenggunungkemulan.blogspot.co.id/2016/06/makalah-pkn-faktor-faktor-
ketahanan.html
http://blogkupengetahun.blogspot.co.id/2017/03/makalah-ppkn-ancaman-terhadap-
negara_9.html

http://ufberbagi.blogspot.co.id/2017/06/ancaman-di-bidang-pertahanan-dan.html

http://heryseeker.blogspot.co.id/2016/04/makalah-pertahanan-dan-keamanan-
negara.html

https://lancercell.com/2016/04/20/pertahanan-dan-keamanan-indonesia-terancam/
TUGAS MAKALAH PKN

“PERTAHANAN DAN KEAMANAN”

OLEH:

DEWI AULIA PUTRI MS

JOVANCA ANGELINA

MUH GHIBRAN SAFWAN

NUR WILDAH.S

RISAL

KELAS:XI IPS 1