Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

Pengatar Hukum Islam


Ruang Lingkup Hukum Islam

DISUSUN
Oleh :
1. Juniska

Sekolah Tinggi Agama Islam


As-Shiddiqiyah
Tahun Akademik 2012/2013

1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dalam bahasa sehari-hari kata hukum sering dikonotasikan dengan peraturan dan
sejenisnya. Namun sesungguhnya kata hukum yang digunakan oleh masyarakat itu sendiri
berasal dari bahasa arab yang diserap menjadi bahasa Indonesia yaitu “‫( “ﺤﮑﻢ‬hukm) jamak
dari ahkam yang berarti “putusan” (judgement, verdict, decision), “ketetapan” (provision),
“perintah” (command), “pemerintahan” (government), “kekuasaan” (authority, power),
“hukuman” (sentences) dan lain-lain. Kata kerjanya hakama yahkumu yang bermakna
“memutuskan”, “mengadili”, “menetapkan”, “memerintahkan”, “menghukum”,
“mengendalikan” dan lain sebagainya.
Selain dalam bahasa arab, istilah “hukum” juga dikenal dalam bahasa lain seperti law
dalam bahasa inggris, recht dalam bahasa Jerman dan Belanda atau kata latin Ius. Kata
“hukum” kemudian dipergunakan lebih jauh dalam perbendaharaan kata dalam bahasa
Indonesia seperti kata “hukuman”, “terhukum”, “penegak hukum”, “hakim”, “kehakiman”,
“mahkamah” dan banyak lagi.
Kata hukum dalam al-Qur’an dipahami sebagai “putusan” atau “ketetapan” terhadap
suatu masalah. Putusan atau ketetapan yang tidak hanya mengatur hubungan antara khaliq
(pencipta) dan makhluq (yang diciptakan) tapi juga antar manusia yang didalamnya mengatur
tentang hukum amaliyah (fiqh), hukum tauhid (aqidah) maupun yang berhubungan dengan
hukum etika (akhlaq). Oleh karena itu sering kita mendengar bahwa Islam paling tidak terdiri
dari iman dan amal, yaitu keyakinan monotheis manusia yang dilingkupi dengan kompetensi
keilmuan yang luas untuk secara tepat dan benar di amalkan baik untuk hubungannya dengan
khaliq (sang pencipta) maupun dengan makhluq (yang diciptakan).
Kata hukum yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab hukm yang
berarti putusan (judgement) atau ketetapan (Provision). Dalam buku Ensiklopedi Hukum
Islam, hukum berarti menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya. Sementara dalam
A Dictionary of Law dijelaskan tentang pengertian hukum sebagai berikut:
Law is “the enforceable body of rules that govern any society or one of the rules making
up the body of law, such as Act of Parliament.i1 (Hukum adalah suatu kumpulan aturan yang
dapat dilaksanakan untuk mengatur/memerintah masyarakat atau aturan apa pun yang
dibuat sebagai suatu aturan hukum seperti tindakan dari Parlemen).

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana Ruang Lingkup Hukum islam?
2. Bagaimana ciri-ciri Hukum Islam?

1
Martin, Elizabeth A. (editor) A Dictionary of Law. Fourth Edition. (New York: Oxford
University Press 1997).

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ruanglingkup Hukum Islam
Hukum islam sering disebut juga dengan kata syari’at Islam (syar’i). tampak
jelas bahwa ruang lingkup syariat Islam adalah seluruh ajaran Islam, baik yang
berkaitan dengan akidah maupun peraturan atau sistem kehidupan sehari. Ruang
lingkup hukum islam ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu Hukum tetang
ibadah ( kewajiban kepada Allah) dan hukum tentang bermuamalah (kehidupan
sehari-hari).
Hukum iaslam juga merupakan kumpulan ketentuan yang mengatur seluruh
urusan manusia; baik yang berkaitan dengan ubudiah, akhlak, makanan, pakaian,
muamalat, maupun persanksian.ii Tentu saja, untuk bisa disebut sistem Islam, ia harus
digali dari dalil-dalil tafshîli (rinci); baik yang bersumber dari al-Quran, Hadis Nabi,
Ijma Sahabat, maupun Qiyas.
Al-Quran, misalnya, dengan tegas menyatakan:

َ َ‫علَ ْيكَ ا ْل ِكت‬


﴾ ٍ‫اب تِ ْبيَانًا ِلك ُِل ش َْيء‬ َ ‫﴿ونَ َّز ْلنَا‬
َ
Kami telah menurunkan al-Kitab (al-Quran) ini kepadamu (Muhammad) untuk
menjelaskan segala sesuatu. (QS an-Nahl [16]: 89).
Hadis Nabi juga telah menjelaskan hal yang sama:
«‫سنَّةَ نَبِ ِي ِه‬ َّ ‫» َقا َل ت َ َر ْكتُ فِي ُك ْم أ َ ْم َري ِْن لَ ْن ت َ ِضلُّوا َما ت َ َم‬
َ َ ‫س ْكت ُ ْم ِب ِه َما ِكت‬
ُ ‫اب هللاِ َو‬
Aku telah meninggalkan dua perkara yang menyebabkan kalian tidak akan sesat
selamanya selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabullah dan
Sunnah Nabi-Nya. (HR at-Turmudzî, Abû Dâwud, Ahmad).

Agama Islam memiliki 4 sendi yang kokoh, yaitu Aqidah, Ibadah, Muamalah,
dan Akhlak.

1. Aqidah

Dari segi bahasa aqidah berasal dari kata aqoda yaqidu uqdatan yang berarti
ikatan, janji, atau keyakinan yang mantap. Dari segi istilah aqidah memiliki arti
perkara-perkara yang dibenarkan oleh jiwa dan hati merasa tenang karenanya serta
menjadi suatu keyakinan bagi pemiliknya yang tidak dicampuri keraguan sedikitpun.
Aqidah yang paling murni adalah aqidah Islam dengan mengesakan Tuhan (Tauhid).
Sumber aqidah adalah Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma. Aqidah merupakan sisi
fundamental seseorang dalam menjalankan syari’at Islam.2

3
2. Ibadah

Ibadah merupakan salah satu cara mendekatkan diri seorang hamba dengan
Tuhannya. Ibadah yang akan dibahas disini adalah ibadah-ibadah yang wajib
dilakukan oleh seorang mukmin, diantaranya adalah sholat, puasa, dan zakat.iii

3. Muamalah

Muamalah memiliki arti saling-menyayangi sesama umat manusia dan


bersosialisasi. Muamalah disini menitikberatkan pada hubungan dengan sesama
manusia (hablumminannas). Contoh muamalah seperti bersilaturahmi, membantu
orang tua, belajar, bekerja, dll.iv

4. Akhlak

Akhlak pada dasarnya adalah sikap yang melekat pada diri seseorang dan secara
spontan diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan. Akhlak yang sesuai dengan
aturan agama disebut akhlakul karimah (akhlak terpuji), sedangkan akhlak yang
buruk disebut akhlakul mazmumah (akhlak tercela). Akhlak merupakan cermin dari
jiwa seseorang. Sebagaimana Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia.”vvi

2.2 Ciri-ciri Hukum Islam


Ciri utama hukum Islam, yakni:
a. merupakan bagian dan bersumber dari agama Islam.
b. mempunyai hubungan yang erat dan tidak dapat di pisahkan dari iman atau
aqkidah dan kesusilaan atau akhlak Islam.
c. mempunyai dua istilah kunci yakni:
1. syari’at : Syari’at terdiri dari wahyu Allah dan Sunnah Nabi Muhamad
2. fiqih : fiqih adalah pemahaman dan hasil pemahaman manusia tentang
syari’ah.
d. terdiri dari dua bidang utama yakni:
1. ibadah
2. muammalah
e. stukturnya berlapis, terdiri dari:
1. nash atau teks Alqur’an.
2. Sunah Nabi Muhamad (untuk syari’at).
3. hasil ijtihad manusia yang mempunyai syarat tentang wahyu dan sunnah,
4. pelaksanaan dalam praktik baik.

4
5. berupa keputusan hakim,maupun berupa amalan- amalan umat islam
dalam masyarakat (untik fiqih).
f. mendahulukan kewajiban dari hak, amal dari pahala.
g. dapat dibagi menjadi:
1. hukum taklifi atau hukum taklif yakni al-ahkam al-khamsah yang terdiri
dari lima kaidah,lima jenis hukum, lima kategori hukum, yakni ja’iz,
sunnat, makruh, wajib, dan haram,
2. hukum wadh’I yang mengandung sebab, syarat, halangan terjadi atau
terwujudnya hubungan hukum.8
h. berwatak universal,berlaku abadi untuk umat Islam di mana pun mereka
berada, tidak terbatas pada umat Islam di suatu tempat atau Negara pada
sutu masa saja.
i. menghormati martabat manusia sebagai kesatuan jiwa dan raga, rohani dan
jasmani saerta memelihara kemulian manusia dan kemanusiaan secara
keseluruhan.
j. pelaksanaanya dalam praktik digerakkan oleh iman (akidah) dan akhlak
umat Islam.

5
ii
T.M. Hasbi Ash Shiddieqy, “Pengantar Ilmu Fiqh”, h. 188

8T.M.Hasbi Ash Shiddeqy Dalam bukunya Filsafat Hukum Islam ( 1975:156-212)


iii
Ibn al-Manzhûr, op. cit., juz XI, hlm. 631.

iv
I Ibn al-Manzhûr, Lisân al-’Arab, juz I, hlm. 175; al-Fayrûz al-Abâdi, al-Qâmûs al-Muhîth, juz I, hlm. 6672;
Ar-Râzi, Mukhtâr as-Shahhâh, Maktabah Lubnân, Beirut, 1996, hlm. 294.

v
Ibid, hal:60
vi
Muhammad Daud Ali, Hukum Islam, hal :58