Anda di halaman 1dari 2

HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI PESERTA BPJS YANG PERLU ANDA KETAHUI

Sebagai pemegang kartu BPJS Kesehatan atau JKN –KIS anda perlu
mengetahui apa saja yang mejadi hak dan kewajiban anda. Berikut uraian poin-poin
penting mengenai hak pemegang kartu BPJS atau JKN –KIS:

Hak Peserta BPJS Kesehatan


1. Ketika telah melakukan pendaftaran dan melakukan pembayaran pertama.
Anda akan menerima kartu peserta sebagai bukti sah untuk memperoleh
pelayanan kesehatan. Status keanggotan anda sebagai peserta BPJS
kesehatan telah diaktifkan.
2. Setiap peserta akan memperoleh manfaat dan informasi tentang hak dan
kewajiban. Serta prosedur pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, untuk bisa menggunakan layanan jaminan kesehatan dari
BPJS Kesehatan;
3. Berhak memperoleh pelayanan kesehatan di puskesmas atau fasilitas
kesehatan yang telah bekerjasama dengan BPJS sesuai dengan yang tertera
di kartu anda.
4. Anda dapat meyampaikan pengaduan, kritik dan saran secara lisan maupun
tertulis ke kantor BPJS.

Adapun Kewajiban sebagai Peserta BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:


1. Untuk menjadi peserta BPJS kesehatan maka anda harus mendaftarkan diri
serta membayar iuran setiap bulan yang besarannya sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Kecuali bagi PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang
pendaftaran dan pembayaran iurannya dilakukan oleh pemerintah.

2. Wajib melaporkan ke kantor BPJS setiap ada perubahan data peserta baik
karena pernikahan, perceraian, kematian, kelahiran, pindah alamat atau ingin
memindahkan fasilitas kesehatan tingkat I.

3. Sebagai peserta maka anda wajib menjaga kartu peserta agar tidak rusak,
hilang atau dimanfaatkan oleh orang yang tidak berhak;

4. Mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan

Tata cara pelaksanaan Rujukan Berjenjang:

a. Sistem rujukan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang sesuai


kebutuhan medis, yaitu dimulai dari pelayanan pelayanan kesehatan tingkat
pertama (Puskesmas).
b. Pelayanan kesehatan tingkat kedua di faskes sekunder hanya dapat diberikan
atas rujukan dari faskes primer (Dari puskesmas ke Rumah Sakit Type D).
c. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga di faskes tersier hanya dapat diberikan
atas rujukan dari faskes sekunder dan faskes primer (Dari RS Type D ke RS
Type A)
d. Pelayanan kesehatan di faskes primer yang dapat dirujuk langsung ke faskes
tersier hanya untuk kasus yang sudah ditegakkan diagnosis dan rencana
terapinya, merupakan pelayanan berulang dan hanya tersedia di faskes
tersier (Misal poli Jantung yang hanya ada di RS Type A A.Makkasau, maka
dapat langsung dirujuk dari puskesmas tidak perlu melalui RS Type D)

Ketentuan pelayanan rujukan berjenjang dapat dikecualikan dalam kondisi:


Terjadi keadaan gawat darurat, bencana, kekhususan masalah kesehatan pasien,
pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas.

Hal yang perlu diperhatikan dalam sistem rujukan berjenjang adalah bahwa peserta
yang ingin mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan sistem rujukan dapat
dimasukkan dalam kategori pelayanan yang tidak sesuai dengan prosedur sehingga
tidak dapat dibayarkan oleh BPJS kesehatan. Kecuali dalam kondisi tertentu yang
disebut diatas.