Anda di halaman 1dari 13

TUGAS REKAYASA IDE

MK.APLIKASI KOPUTER
AKUNTANSI

Skor Nilai:

“PENERAPAN APLIKASI AKUNTANSI SI APIK UNTUK MEMENEHUI


KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA MIKRO KECIL
MENENGAH”

Nama : Anjely Hutagaol


Akfini
Cindy Asih Barus
Indah Yulia Putri
Lampita Rosari Pramita Sitorus

Dosen Pengampu : Gaffar Hafiz Sagala, S.Pd., M.Sc.


Mata Kuliah : Aplikasi Komputer Akuntansi

PENDIDIKAN AKUNTASI A 2018


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN 2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas rahmat-Nya
maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Rekayasa Ide Aplikasi Komputer
Akuntansi.
Penulisan makalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan
tugas mata kuliah Aplikasi Komputer Akuntansi di Universitas Negeri Medan Fakultas
Ekonomi prodi Pendidikan Akuntansi.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak
terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya
kepada :
1. Bapak Gaffar Hafiz Sagala, S.Pd.,M.Sc. selaku dosen pembimbing mata kuliah Aplikasi
Komputer Akuntansi yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam pelaksanaan
bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan tugas ini.
2. Rekan-rekan semua di kelas Pendidikan Akuntansi
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan
dalam penulisan tugas ini.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu penulis
minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan kritik dan saran
yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca.

Medan, September 2019

Penyaji

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i


DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Rasionalisasi Permasalahan ......................................................................................... 1
B. Tujuan Tugas Rekayasa Ide ......................................................................................... 1
C. Manfaat Tugas Rekayasa Ide ....................................................................................... 2
BAB II IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
A. Permasalahan Umum ................................................................................................... 3
B. Identifikasi Permasalahan ............................................................................................ 4
BAB III SOLUSI DAN PEMBAHASAN
A. Komponen Sitem Informasi Akuntansi ........................................................................ 5
B. Permasalahan Pencatatan Laporan Keuangan Elmyra Fashion ................................... 6
C. Solusi atas Permasalahan Pencatatan Laporan Keugan Elmayra Fashion .................... 7
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................................................................... 8
B. Rekomendasi .................................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 9
LAMPIRAN............................................................................................................................ 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Raionalisasi Permasalahan
Sistem informasi akuntansi menjadi hal yang paling penting di dalam kegiatan
operasional perusahaan, baik usaha besar maupun kecil. Menurut Bodnar dan Hopwood
(2000:1), tujuan dari sistem informasi akuntansi yaitu sebagai bahan yang penting untuk
mendukung kelancaran operasional perusahaan agar lebih produktif. Sistem informasi yang
baik dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Selain itu, sistem informasi akuntansi
merupakan alat pendorong bagi perusahaan agar memaksimalkan profitnya.
Dalam praktiknya, perusahaan kecil masih memiliki banyak kelemahan. Menurut
Rianto (2016), kelemahan yang dimiliki UMKM yaitu belum melakukan pembuatan
laporan keuangan dan masalah perizinan yang sering kali diabaikan oleh pelaku UMKM.
Kelemahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain yaitu kurang pahamnya
pemilik usaha tentang pentingnya sistem informasi akuntansi bagi perusahaan, anggapan
bahwa pengadaan sistem informasi akuntansi hanya membuang-buang waktu, modal dan
sumber daya manusia yang belum memadai, kurangnya kepekaan akan perkembangan
teknologi dan faktor-faktor lain. Padahal, informasi akuntansi mempunyai peran yang
penting dalam mencapai tujuan usaha, baik usaha besar maupun kecil. oleh pelaku usaha
untuk memudahkan operasional perusahaan dalam hal mengelola keuangan dan promosi.
Industri gerabah “Elmyra Fashion” belum memiliki pengelolaan keuangan yang
teradministrasi dengan baik. Pertama, perusahaan ini masih melakukan pencatatan
akuntansi secara manual, tidak semua transaksi penjualan dibuatkan nota penjualan
sehingga bukti transaksi tidak terarsipkan dengan baik. Kedua, pengelolaan keuangan di
Elmyra Fashion belum memisahkan antara keperluan usaha dan keperluan pribadi (rumah
tangga). Ketiga, perusahaan tidak memiliki sistem pembukuan dan pencatatan akuntansi,
sehingga pemilik perusahaan tidak dapat mengetahui besarnya laba atau profit yang
dihasilkan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian berjudul “Analisis Penerapan Aplikasi
Akuntansi berbasis Android si Apik untuk Memenuhi Kebutuhan Sistem Informasi
Akuntansi pada Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi Kasus di Elmyra Fashion di pasar
MMTC, Medan)” penulis akan mengembangkan sistem informasi akuntansi yang terdapat
di perusahaan. Pemilihan Usaha Mikro Kecil Menengah ini didasarkan pada sistem
informasi akuntansi yang masih kurang pada penyelenggaraan sistem informasi akuntansi
di kebanyakan UMKM. Penggunaan perangkat lunak akuntansi berbasis android didasarkan

1
atas penggunaan ponsel pintar yang mudah dan praktis. Hal ini diharapkan dapat membantu
pengguna dalam hal ini Elmyra Fashion untuk mengelola laporan keuangannya.

B. Tujuan Tugas Rekayas Ide


Dalam pembuatan laporan Tuga Rekayas Ide ini terdapat beberapa tujuan yang
ingin dicapai oleh penulis antara lain adalah sebagai berikut :
a. Tujuan Umum
Sebagaimana yang telah di kemukakan di latar belakang masalah di atas, tujuan
Tugas Rekayasa Ide ini adalah untuk menemukan ide tentang bagaimana memecahkan
masalah Pencatatan laporan keuangan yang lebi baik pada took Elnyra Fashion.
b. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari pembuatan laporan hasil Tugas Rekayasa Ide ini
yaitu untuk memenuhi tugas Mata kuliah Aplikasi Komputer Akuntansi.

C. Manfaat Tugas Rekayas Ide


Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi Perusahaan Elmyra Fashion

Hasil dari penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan sistem
informasi akuntansi pada siklus pengeluaran dan siklus pendapatan di perusahaan
agar berjalan dengan baik. Apabila sistem informasi akuntansi berjalan dengan baik,
maka diharapkan tingkat laba atau profit semakin meningkat.
2. Bagi penulis

Dengan melakukan penelitian dan pengembangan sistem informasi akuntansi di


perusahaan, penulis memperoleh pengalaman, mengasah kemampuan dalam
bidang sistem informasi akuntansi dan mampu mengembangkan sistem yang baik.

2
BAB II
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN

A. Permasalahan Umum
Pengolahan data transaksi secara manual tidak menjadi masalah, tetapi yang jadi
masalah apabila banyaknya transaksi yang ada menggunakan sistem pencatatan manual. Hal
tersebut akan menghambat jalannya usaha, karena banyaknya transaksi yang harus diinput,
serta tahapan-tahapan lainnya yang harus dibuat, jika menggunakan pencatatan secara
manual.Seperti saat melakukan penginputan transaksi, setelah diinput di dalam jurnal maka
langkah selanjutnya yaitu membuat buku besar, kemudian berdasarkan buku besar baru
didapat neracasaldo. Hasil laporan keuangan belum bisa dihasilkan karena masih ada tahapan
penyesuaian serta menyusun neraca lajur. Informasi yang diberikan dengan sistem pencatatan
manual pun belum sepenuhnya dipercaya, karena adanya kemungkinan double entry
terhadap transaksi yang dimasukkan. Rentannya kesalahan atau resiko yang didapat, apabila
transaksi yang banyak tetapi masih menggunakan sistem
pencatatan atau pengolahan data yang manual. Menyebabkan pengolahan data secara
terkomputerisasi lebih disarankan.Semakin berkembangnya teknologi informatika, otomatis
menuntut segala bidangkegiatan untuk terkomputerisasi. Tanpa terkecuali dengan bidang
akuntansi. Bank Indonesia (BI) berusaha mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil Menengah
(UMKM). Salah satunya dengan menciptakan Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi
Keuangan (SiApik). Sebuah sistem yang berguna mencatat transaksi keuangan dan laporan
keuangan masing-masing pelaku. Salah satu perwakilan Sincore consulting (rekanan BI dalam
mengembangkan aplikasi SiApik), Rudy Suryanto menambahkan aplikasi SiApik ini bisa
diakses melalui playstore dan didapatkan secara gratis.
Setelah diunduh,aplikasi ini bisa diakses tanpa layanan koneksi internet. Karena
aplikasi ini dibuat untuk memberikan layanan secara offline. Meski berbasis android, namun
ia menjamin data yang disimpan aman. Karena untuk masuk ke aplikasi yang sudah diunduh
harus menggunakan password. Tujuan dari penyusunan aplikasi ini agar UMKM melek
finansial minimal bisa membedakan aset dan utang ataupun piutang. Selama ini, UMKM
masih kesulitan menyajikan laporan keuangan yang handal dan memadai. UMKM biasanya
hanya mengandalkan administrasi manual. Mereka tidak bisa membuat laporan keuangan
sehingga seringkali tidak mengetahui secara pasti keuntungan dan kerugian. Hal tersebut
diperparah dengan belum ada pemisahan antara uang pribadi dengan uang usaha.

3
B. Identifikasi Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut, maka penulis
mengidentifikasi masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: Apakah penerapan
aplikasi si Apik dapat memenuhi kebutuhan sistem informasi akuntansi perusahaan dalam
kegiatan operasionalnya?

4
BAB III
SOLUSI DAN PEMBAHASAN

A. Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Romney dan Steinbart (2015:11), kegiatan sistem informasi akuntansi


terdiri atas beberapa komponen, antara lain:
1. Pengguna (user)
Pengguna merupakan pihak yang menggunakan sistem, bertindak sebagai
operator sistem atau orang yang mengendalikan dan melaksanakan berbagai fungsi.
Contoh: bagian akuntansi.
2. Prosedur (procedure)
Prosedur merupakan sebuah kegiatan manual maupun yang terkomputerisasi,
yang dalam kegiatannya mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang
aktivitas bisnis perusahaan. Contoh: Prosedur penggajian, prosedur penjualan tunai
atau prosedur penjualan kredit.
3. Data (data)
Data merupakan fakta dan angka atau simbol-simbol yang belum diolah dan
menjadi bahan masukan sistem informasi. Jenis-jenis data yaitu:
a. Data rutin dari transaksi eksternal, contohnya yaitu nilai penjualan dan jumlah
barang yang dikirim oleh pemasok.
b. Data rutin dari transaksi internal, contohnya yaitu jumlah jam kerja dan jumlah
barang yang dipesan.
c. Data nonrutin dari pihak eksternal, misalnya jumlah pendapatan karyawan.
d. Data keputusan manajemen internal, misalnya harga barang dan gaji
karyawan.
4. Perangkat lunak (software)
Perangkat lunak adalah suatu program dan instruksi yang diberikan ke
komputer. Perangkat lunak digunakan oleh perusahaan untuk mengolah data
berkaitan dengan kegiatan operasional. Contoh: Microsoft Excel.
5. Infrastruktur teknologi informasi (technology)
Infrastruktur teknologi merupakan perangkat keras komponen untuk
melengkapi kegiatan memaskan data, memproses data dan keluaran data. Contoh:
Komputer.
5
B. Permasalahan Pencatatan Laporan Keuangan Elmyra Fashion
Elmyra Fashion merupakan salah satu perusahaan menengah yang bergerak dalam
usaha menyediakan Pakaian Muslimah, Elmayra Fashion berperan sebagai Penjual .
Elmyra Fashion masih menggunakan sistem manual pada seluruh kegiatan usahanya,
dan dikelola oleh pemilik usaha sendiri. Dalam melakukan transaksi penjualan, pemilik
usaha yang tidak didampingi Karyawanini merasa kesulitan dalam melayani konsumen
apabila melakukan transaksi penjualan, misalnya transaksi penjualan dilakukan secara
manual dilakukan dengan nota yang ditulis manual dan diarsip pada binder lalu
disimpan di rak lemari sehingga terdapat kemungkinan terjadi kesalahan dalam
transaksi dan dokumen rusak atau hilang. Pemilik juga harus mencari arsip atau
dokumen di rak atau lemari untuk membuat faktur penjualan dan membuat tembusan
ke bagian gudang dan pengiriman, di samping itu bagian kredit harus mengarsip
pelanggan terpilih, dan setiap pelanggan tersebut melakukan pembelian kredit, maka
harus mencari datanya di rak lemari arsip, sehingga memakan banyak waktu dan
tenaga. Bagian akuntansi juga harus mengumpulkan faktur-faktur dan dicatat secara
manual sehingga mengalami kesulitan dalam menyusun laporan keuangan. Dalam
pengendalian intern, karena keterbatasan karyawan, karyawan tersebut merangkap
dalam bagian yang seharusnya dipisahkan, seperti kasir dan bagian akuntansi atau
bagian kredit dan bagian penjualan. Seiring dengan perkembangan usaha dan semakin
banyaknya pelanggan pada perusahaan itu, sistem akuntansi penjualan manual yang
digunakan ELMYRA FASHION saat ini dinilai kurang efektif dan sesuai untuk
diterapkan karena mengakibatkan banyak terjadi kesalahan dalam melakukan transaksi
penjualan. Permasalahan di atas timbul karena adanya faktor keterbatasan dari pemilik
perusahaan yang mengelola perusahaan tersebut tanpa bantuan staf ahli dan staf
administrasi, kurangnya peralatan, sarana dan prasarana yang mendukung dan memadai
dalam mengelola usaha yang semakin berkembang terutama dalam sistem akuntansi
penjualan yang merupakan transaksi yang penting bagi perusahaan tersebut. Untuk
mengatasi permasalahanpermasalahan di atas dibutuhkan sistem baru yang sederhana,
tetapi dapat meningkatkan pengendalian, keefektivitasan, keakuratan data dan yang
paling penting adalah membantu meringankan tugas pemilik perusahaan. Selain itu,
sistem baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan mampu mengatasi
kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem lama dan salah satu solusi yang dapat
dipilih adalah dengan sistem akuntansi yang terkomputerisasi.

6
C. Solusi atas Pencatatn laporan keuangan Elmyra Fashion
adapun solusi yang dapat peneliti berikan adalah sebaiknya Elmyra Fshion
Menerapkan aplikasi Si “APIK”. Aplikasi pembukuan ini dapat mencatat jenis
transaksi sederhana bagi usaha perorangan (usaha mikro) maupun juga usaha kecil.
Perbedaan pencatan usaha mikro dibandingkan usaha kecil terletak pada kompleksitas
pencatatan dan laporan keuangan. Usaha Mikro hanya mencatat dan melaporkan
sumber dan penggunaan dana, sementara usaha mikro kecil menengah (UMKM)
menyusun laporan yang lebih lengkap seperti laporan laba rugi, arus kas dan neraca.
Standard pencatatan tersebut mengacu kepada standard yang disusun oleh Bank
Indonesia bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Jadi, sistem pencatatannya sudah
baku, diakui dan dapat diterima oleh perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.
Dengan demikian, laporan-laporan dari aplikasi ini akan dijadikan landasan bagi
pengajuan pembiayaan (kredit) kepada perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.
Pencatatan dalam aplikasi ini mencatat double entry (debit-kredit) dengan sistem input
single entry atau menurut jenis-jenis transaksinya, bukan menginput berdasarkan akun-
akun yang merumitkan. Pengguna tidak perlu memilih transaksi debit dan lawan
transaksi kreditnya. Pengguna hanya perlu mengkategorikan apakah transaksi yang
akan dicatat termasuk penerimaan atau pengeluaran.
Untuk mendapatkan aplikasi ini, kamu bisa download di play store dengan kata
kunci si Apik BI. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini para pelaku usaha yang
sebelumnya belum melakukan pembukuan atau kesulitan melakukan pembukuan
secara sistematis karena tidak memiliki aplikasi sekarang dapat melakukannya dengan
aplikasi si apik ini. Dengan adanya laporan keuangan yang tersusun secara sistematis
akan mendorong pelaku UMKM untuk dapat mengajukan pinjaman modal kepada
perbankan. Laporan keuangan yang sistematis merupakan salah satu syarat untuk
mendapatkan pinjaman modal dari perbankan. Dan diharapkan juga perbankan untuk
dapat memberikan pinjaman modal kepada pelaku usaha yang sudah memiliki laporan
keuangan, khususnya pelaku UMKM. Sehingga pelaku UMKM dapat mengembangkan
usahanya dengan lebih baik lagi. Berkembangnya UMKM menjadi pelaku usaha
profesional secara otomatis akan meningkatkan perputaran mata uang rupiah dan
menguatkan ekonomi bangsa Indonesia.

7
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perusahaan memiliki aplikasi pencatatan akuntansi yang mudah, praktis dan
efisien. Dengan menerapkan si Apik perusahaan dapat melakukan pencatatan transaksi
sehari-hari dengan sistem yang terkomputerisasi. Perusahaan dapat melakukan pelaporan
yang sederhana dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Pembukuan ini dapat
digunakan oleh perusahaan untuk mengajukan kredit pinjaman kepada bank. Salah satu
syarat untuk mengajukan kredit di bank yaitu dengan menyertakan laporan keuangan
perusahaan. Pengarsipan bukti transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dapat
tersimpan dengan baik didalam database yang terdapat di aplikasi. Perusahaan dapat
melihat jejak transaksi pada periode yang diinginkan.

B. Rekomendasi
Penulis menyadari bahwa premaparan pada laporan ini masih jauh dari kata sempurna.
Untuk itu penulis meminta maaf jika ada penulisan kata baik perupa pertanyaan maupun
pernyataan. Penulis juga sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang dapat
membangun semangat penulis dalam memperbaiki kesalahan-kesalahan penulis pada
penulisan Tugas Rekayasa ide ini.

8
DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.uny.ac.id/8023/2/BAB%201-05412141011.pdf
https://www.academia.edu/38330552/makalah_sia.docx

9
LAMPIRAN

10