Anda di halaman 1dari 31

JUDUL

SMAS IT MUTIARA DURI

OLIMPIADE FISIKA 13 UNIVERSITAS RIAU

PENULIS:
HIFZHAN RIZKI HIDAYAT
RAYHAN AQSATH

SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU MUTIARA


DURI – KABUPATEN BENGKALIS
2018

1
Developing Of Productive Learning Media For
Simple Harmonic Motion In SMAS IT Mutiara - Riau

ABSTRAK

ABSTRACT

2
LEMBAR PENGESAHAN

3
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap rasa syukur atas kehadirat Allah SWT yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang Sang Pemberi Rezeki, kesehatan, kesempatan dan
kreativitas. Berkat rahmat dan hidayah-Nya tulisan berupa karya ilmiah ini dapat
selesai.
Dalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis mengakui bahwa kemampuan
yang penulis miliki masih sangat terbatas. Oleh karena itu tidak semua hal dapat
dideskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Penulis melakukannya
semaksimal mungkin dengan kemampuan yang dimiliki.
Penulis menyadari tidak sedikit hambatan dan rintangan yang penulis
hadapi. Namun dengan penuh keyakinan dan kesabaran dan terutama pertolongan
dari Allah SWT, maka pada akhirnya penulisan karya ilmiah ini dapat
terselesaikan. Penulis menyadari bahwa penyusunan karya ilmiah ini dapat
terwujud dengan bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada;
1. Orang Tua
2. Guru Pembimbing
3. Pihak Sekolah
4. Dan semua personal yang telah membantu baik secara langsung maupun
tidak langsung yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Tulisan karya ilmiah ini tidak hanya di harapkan sebagai karya yang
diberikan oleh panitia lomba akan tetapi penulisan karya ilmiah ini juga
diprioritaskan sebagai motivasi, pendorong dan pembangun pribadi-pribadi cerdas
yang kreatif, inovatif, serta inovasi pengembangan energi terbarukan. Akhirnya
dengan segala kerendahan hati, penulis memohon saran kepada para pembaca
yang bersifat membangun untuk perbaikan penulisan karya ilmiah ini. Semoga
Allah SWT senantiasa menuntun kita ke jalan yang diridhoi-Nya, Aamiin.
Pinggir, 13 Januari 2018

Penulis

4
DAFTAR ISI
Abstrak 2
Abstract 2
Kata Pengantar 3
Daftar Isi 4
Daftar Tabel 6
Daftar Gambar 6
Daftar Lampiran 6

BAB I Pendahuluan 7
1.1 Latar Belakang 7
1.2 Rumusan Masalah 8
1.3 Tujuan Penelitian 8
1.4 Manfaat Penelitian 8

BAB II Tinjauan Pustaka 9


2.1 Energi 9
2.2 Sumber Energi Tak Terbaharui 9
2.3 Sumber Energi Terbaharui 10
2.4 Energi Alternatif 11
2.4.1 Matahari 11
2.4.2 Panas Bumi 11
2.4.3 Angin 12
2.4.4 Hydropower 12
2.4.5 Gas Alam 13
2.4.6 Hidrogen 13

5
2.4.7 Biomassa 14
2.4.8 Biofuel 14
2.4.9 Energi Tidal 15
2.4.10 Gelombang Laut 15
2.4.11 Biodiesel 15
2.4.12 Etanol 16
2.4.13 Metanol 16
2.4.14 Piezoelektrik 17
2.4.15 Energi Nuklir 17
2.5 Penggunaan Energi di Indonesia 18
2.6 Tingkat Kebutuhan dan Kondisi Energi di Provinsi Riau 19
2.7 Teknik Tenaga Listrik 20
2.7.1 Pembangkit 20
2.7.2 Transmisi 20
2.7.3 Distribusi 20
2.8. Peralatan Atau Peranti Pengubah Energi 21

BAB III Metodologi Penelitian 22


3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 22
3.2 Alat dan Bahan Penelitian 22
3.3 Prinsip Penelitian 22
3.4 Diagram Alir Penelitian 23

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 24


4.1 Hasil Pengukuran 24
4.1.1 Hasil Pengukuran Alat 24
4.1.2 Hasil Pengukuran Pada Teknik Tenaga Listrik 24
4.2 Pembahasan 25
4.2.1 Sumber Energi Panas 25
4.2.2 Perubahan Wujud Fluida 25
4.2.3 Sistem Perubahan Energi Gerak 26
4.2.4 Rangkaian Step DC Up 5 Volt 27

6
BAB V Kesimpulan dan Saran 28
5.1 Kesimpulan 28
5.2 Saran 29

Daftar Pustaka 30

Lampiran 31
A. Biodata 31
B. Surat Pengesahan Kepala SMAS IT Mutiara 32

7
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 : Hasil Pengukuran Alat 27


Tabel 4.2 : Hasil Pengukuran Penelitian 27
Tabel 4.3 : Tabel Percobaan Waktu Nyala Api Menggunakan Sistem Api 28
Tabel 4.4 : Waktu Penguapan Zat Cair 29

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1: Panel Surya Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Matahari 12


Gambar 2.2: Bentuk Energi Panas Bumi (Geothermal) 13
Gambar 2.3: Bentuk Teknologi Pemanfaatan Energi Angin & Air 14
Gambar 2.4: Bentuk Teknologi Pemanfaatan Gas Alam & Hidrogen 15
Gambar 2.5: Bentuk Teknologi Pemanfaatan Biomassa 15
Gambar 2.6: Teknologi Pemanfaatan Biofuel Dari Tanaman Tertentu 16
Gambar 2.7: Teknolgi Pemanfaatan Energi Tidal & Gelombang Laut 17
Gambar 2.8: Bentuk Teknologi Pemanfaatan Biodiesel 17
Gambar 2.9 : Teknologi Pemanfaatan Alkohol Sebagai Etanol & Metanol 18
Gambar 2.10: Bentuk Teknologi Tekanan Sebagai Energi Piezoelektrik 18
Gambar 2.11: Bentuk Teknologi Energi Nuklir 19
Gambar 2.12 : Konsumsi Energi Final Per Jenis 20
Gambar 2.13 : Sistem Pengadaan Energi Listrik 22

DAFTAR LAMPIRAN

Biodata Penulis 31
Surat Pengesahan Kepala SMAS IT Mutiara 32

8
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Energi merupakan kebutuhan pokok yang esensial bagi kehidupan
manusia. Energi adalah properti fisika dari suatu objek yang dapat berpindah
melalui interaksi fundamental yang dapat diubah bentuknya namun tidak dapat
diciptakan maupun dimusnahkan. Energi memiliki peran penting dan tidak dapat
dilepaskan dalam kehidupan manusia. Terlebih, saat ini hampir semua aktivitas
manusia tergantung pada energi. Dewasa ini kebutuhan akan energi semakin
tinggi namun tidak sebanding dengan ketersediaan energi yang terus menipis
karena penggunaan yang terus menerus dan dalam jumlah yang besar.
Pemanfaatan energi secara berlebihan dapat menimbulkan krisis energi yang akan
berpengaruh terhadap kehidupan manusia dikemudian hari. Oleh karena itu perlu
adanya sumber energi alternatif sebagai solusi ketersediaan energi yang semakin
menipis tersebut.
Terdapat bermacam-macam contoh energi alternatif yang tersedia di alam,
seperti energi Matahari, energi angin, energi air, dan energi panas Bumi. Kita
tidak dapat lagi mengandalkan minyak Bumi sebagai sumber energi utama karena
cadangan persediaannya semakin menipis. Sebelum minyak Bumi benar-benar
habis, maka kita sudah harus mencari sumber energi alternatif yang dimaksud.
Para ahli telah melakukannya dan telah menghasilkan inovasi energi yang sangat
luar biasa dalam mengatasi keterbatasan energi yang sedang dihadapi oleh Dunia.
Energi listrik menjadi kebutuhan primer dan memegang peranan penting
dalam kehidupan masyarakat sekarang. Baik di sektor rumah tangga maupun
sektor industri yang mengandalkan energi listrik sebagai penggerak mesin-mesin
produksi. Untuk itu perlu adanya sumber energi listrik yang bisa diandalkan
dalam memenuhi permintaan yang semakin hari semakin meningkat dari
konsumen. Namun pelaksanaan penyediaan energi listrik yang dilakukan oleh PT.
PLN (Persero), selaku lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk
mengelola masalah kelistrikan di Indonesia, sampai saat ini masih belum dapat

9
memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik secara keseluruhan,
khususnya di daerah pedesaan.
SMAS IT Mutiara berada di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis,
Provinsi Riau. Penulis melihat daerah pedesaan yang masih jauh dari jangkauan
listrik atau listrik yang terbatas oleh waktu (adanya pemadaman bergilir). Hal ini
tentu akan sangat mengganggu siswa-siswi dalam proses menuntut ilmu. Oleh
karena itu, untuk mengatasi beberapa masalah tersebut penulis berusaha untuk
mengembangkan Pembangkit Listrik Sederhana dengan mengkombinasikan
perubahan energi-energi alternatif yang memiliki keindahan, aman, ekonomis, dan
bisa dibuat mandiri. Sehingga listrik yang dibutuhkan untuk menghidupkan lampu
belajar bagi siswa-siswi tersebut dapat terpenuhi dengan baik.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana memanfaatkan energi alternatif terbarukan menggunakan
mesin pembangkit listrik sederhana ?
2. Bagaimana cara membuat prototype mesin Pembangkit Listrik Sederhana?
3. Bagaimana proses perubahan kombinasi energi alternatif menjadi energi
listrik untuk menghidupkan lampu belajar siswa ?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk memanfaatkan energi alternatif terbarukan sebagai sumber energi
mesin Pembangkit Listrik Sederhana
2. Untuk mengetahui teknik pembuatan prototype mesin Pembangkit Listrik
Sederhana menggunakan energi alternatif terbarukan.
3. Untuk mengetahui proses perubahan kombinasi energi alternative yang
terdiri dari energi panas, energi angin, dan energi gerak menjadi energi
listrik untuk menghidupkan lampu belajar siswa.

1.4 Manfaat Penelitian


Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi
pada khasanah ilmu pengetahuan dan sains, khususnya dalam pengembangan

10
inovasi ilmu fisika mengenai perkembangan energi alternatif terbarukan dan
sebagai pengalaman dan nilai kebermanfaatan penulis bagi masyarakat Indonesia
pada umumya dan masyarakat Riau khususnya dalam merancang sebuah
penelitian dalam bentuk pemanfaatan energi alternatif.

11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Energi
Energi merupakan kebutuhan pokok yang esensial bagi kehidupan
manusia. Energi adalah properti fisika dari suatu objek yang dapat berpindah
melalui interaksi fundamental yang dapat diubah bentuknya namun tidak dapat
diciptakan maupun dimusnahkan. Menurut Sukanto Reksohadiprojo (1994), jenis-
jenis sumber daya energi dapat dibedakan atas dua, yaitu:
1. Sumber Energi Tak Terbaharui
2. Sumber Energi Terbaharui

2.2 Sumber Energi Tak Terbaharui


Sumber Energi Tak Terbaharui adalah sumber daya alam yang apabila
digunakan secara terus-menerus akan habis. Sumber energi ini yaitu yang berasal
dari minyak Bumi, bahan fosil, dan gas alam. Semua sumber ini memerlukan
proses yang panjang untuk mendapatkannya dan kemudian dapat dimanfaatkan,
sebagai contoh minyak Bumi membutuhkan proses berjuta-juta tahun. Sebaliknya,
pengekplotasianya dilakukan terus-menerus dan bisa dibayangkan pasti
persediaannya akan menipis dan mungkin akan habis. Hal inilah mengakibat
Harga Minyak Bumi Dunia melonjak dengan tajam sampai mendekati 100 dolar
AS / barrel. Menurut data Blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2005 – 2025
yang dikeluarkan oleh Departemen 7 Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM)
pada tahun 2005, cadangan minyak Bumi di Indonesia pada tahun 2004
diperkirakan akan habis dalam kurun waktu 18 tahun dengan rasio cadangan /
produksi pada tahun tersebut. Sedangkan gas diperkirakan akan habis dalam kurun
waktu 61 tahun dan batubara 147 tahun. Oleh karena itu sekarang ini para ahli
berlomba untuk mencari alternatif sumber energi.

2.3 Sumber Energi Terbaharui


Energi terbarukan adalah energi yang bersumber dari alam dan secara
berkesinambungan dapat terus diproduksi tanpa harus menunggu waktu jutaan
tahun layaknya energi berbasis fosil. Sumber alam yang dimaksud dapat berasal

12
dari Matahari, Panas Bumi (geothermal), Angin, Air (hydropower), dan berbagai
bentuk dari Biomassa. Sumber energi tersebut tidak dapat habis dan dapat terus
diperbarukan. Dari definisi di atas semua energi terbarukan sudah pasti juga
merupakan energi berkelanjutan karena senantiasa tersedia di alam dalam waktu
yang relatif sangat panjang sehingga tidak perlu khawatir atau antisipasi akan
kehabisan sumbernya. Energi inilah yang di inovasikan oleh peneliti sebagai
energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi bagi kehidupan manusia.

2.4 Energi Alternatif


2.4.1 Matahari
Matahari adalah sumber energi utama untuk planet Bumi. Energi yang
dihasilkan matahari berbentuk sinar dan panas.Selama ribuan tahun, manusia telah
memanfaatkan energi matahari dalam kehidupannya. Energi matahari dapat
dimanfaatkan langsung oleh manusia, seperti menjemur hasil panen, membuat
garam, dan sebagainya. Pemanfaatan langsung energi sinar matahari dapat
ditingkatkan dengan menggunakan pengumpul panas yang disebut kolektor. Sinar
matahari dikonsentrasikan dengan kolektor suhu pada suatu tempat sehingga
memperoleh suhu yang lebih tinggi.

(Gambar 2.1: Panel Surya Sebagai Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Matahari)
Selain itu, energi matahari juga dapat di ubah menjadi energi listrik.
Listrik dihasilkan dengan mengubah energi matahari menggunakan sel surya yang
terdiri dari rangkaian panel unsur semikonduktor, misalnya lapisan unsur silikon
yang tipis.

13
2.4.2 Panas Bumi
Energi panas Bumi adalah panas yang terdapat di dalam Bumi. Biasanya,
panas Bumi muncul di permukaan Bumi akibat aktivitas vulkanik (gunung
berapi). Oleh sebab itu, di sekitar gunung berapi terdapat tempat-tempat yang
menyemburkan gas atau air panas. Terdapat 3 sumber utama panas geotermal,
yaitu uap alam, air panas, dan batuan kering panas. Sejauh ini, uap geotermal telah
dipakai, terutama untuk pembangkit listrik. Air panas telah dimanfaatkan secara
luas untuk pemanasan, tetapi pemakaiannya untuk pembangkit tenaga sedang
diteliti. Batuan kering panas adalah sumber panas terbesar masih diteliti untuk
penggunaan yang tepat.

(Gambar 2.2 : Bentuk Energi Panas Bumi (Geothermal) )

2.4.3 Angin
Energi angin adalah energi yang berasal dari hembusan angin. Beberapa
negara mulai melirik energi dari alam ini. Belanda sudah sejak dulu
memanfaatkan angin untuk digunakan sebagai energi. Kincir angin di Belanda
digunakan untuk memompa air irigasi. Kincir angin di Belanda bentuknya besar
dan terlihat berat, sehingga putarannya lambat. Akan tetapi, baling-baling yang
besar dan berat itu dapat menghasilkan tenaga yang besar pula. Energi angin juga
dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan kincir angin
yang disambungkan menggunakan generator yang dapat menghasilkan listrik.

2.4.4 Hydropower
Hydropower adalah energi listrik yang dihasilkan dari kekuatan air.
Hydropower dibuat dengan cara membendung air sungai, kemudian menggunakan

14
pipa air tersebut diarahkan menuju turbin. Hal inilah yang terjadi pada PLTA
(Pembangkit Listrik Tenaga Air). Prinsip dari stasiun pembangkit listrik tenaga air
adalah jarak jatuhnya air ke turbin dan jumlah air yang mengalir. Oleh sebab itu,
sebuah PLTA sangat bergantung pada pasokan air. Biasanya tempat yang dapat
menampung air dalam jumlah besar adalah danau. Jika tidak ada danau, maka
dibangunlah waduk. Dengan penelitian selama beberapa tahun, para peneliti dapat
menentukan tempat yang tepat untuk membangun waduk dan instalasi/stasiun
pembangkit listrik.

(Gambar 2.3: Kincir Angin Sebagai Bentuk Teknologi Pemanfaatan Energi Angin & Air )
2.4.5 Gas Alam
Gas alam adalah gas yang terkumpul di bawah tanah dengan berbagai
macam komposisi campuran hidrokarbon yang mempunyai daya tekan tinggi. Gas
alam setelah diolah kita kenal dengan nama elpiji. Selain untuk memasak, gas ini
dapat pula digunakan untuk kendaraan bermotor, bahkan untuk menggerakkan
mesin-mesin pabrik. Gas ini juga sudah banyak dimanfaatkan untuk pembangkit
tenaga listrik (PLTG).
2.4.6 Hidrogen
Hidrogen dapat diubah menjadi bahan bakar pengganti BBM. Bahkan,
hidrogen diklaim lebih baik dari BBM yang kita kenal saat ini. Bahan bakar
hidrogen tidak menghasilkan polusi, sehingga bahan bakar ini tidak merusak
Bumi. Persediaannya pun tidak akan habis karena cara pembuatannya hanya dari
air, kemudian dibakar seperti bensin. Akan tetapi, untuk mendapatkan Hidrogen
ini diperlukan banyak energi.

15
(Gambar 2.4: Bentuk Teknologi Pemanfaatan Gas Alam & Hidrogen)

2.4.7 Biomassa
Biomassa adalah massa tumbuhan dan kotoran hewan yang dapat
memberikan energi, baik dengan dibakar langsung, maupun setelah diubah
menjadi bahan lain yang pembakarannya lebih mudah. Sumber energi biomassa
berasal dari makhluk hidup. Termasuk di antaranya adalah sisa atau pembuangan
dari manusia dan hewan. Instalasi biomassa dapat dibangun dari tangki kotoran
manusia dan hewan. Gas yang keluar dari instalasi ini disebut biogas.

(Gambar 2.5: Bentuk Teknologi Pemanfaatan Biomassa)

2.4.8 Biofuel
Biofuel adalah energi yang berasal dari bahan-bahan nabati, seperti
minyak Bumi, tanaman jarak, jagung, dan lain-lain. Energi ini dapat digunakan
sebagai bahan bakar, yang disebut dengan Bahan Bakar Nabati (BBN). Bahan
bakar nabati adalah dalam bentuk biodiesel dan bioetanol, yang bisa menjadi
alternatif sebagai bahan bakar kendaraan. Biofuel dalam bentuk biodiesel dibuat
dari minyak nabati, seperti minyak kepala sawit atau CPO dan minyak jarak pagar
atau CJCO. Proses pembuatan biofuel ini pada dasarnya mereaksikan minyak
nabati dengan methanol dan ethanol, dengan katalisator soda api. Kelemahan dari

16
biofuel adalah tidak cocok dipakai untuk kendaraan bermotor yang memerlukan
kecepatan dan daya yang tinggi.

(Gambar 2.6: Bentuk Teknologi Pemanfaatan Biofuel Dari Tanaman Tertentu)

2.4.9 Energi Tidal


Energi tidal atau energi pasang surut air laut barangkali kurang begitu
dikenal, atau mungkin kita belum pernah mendengarnya sama sekali. Jika
dibandingkan dengan energi angin dan surya, energi tidal memiliki sejumlah
keunggulan, antara lain memiliki aliran energi yang lebih pasti/mudah diprediksi,
lebih hemat ruang, dan tidak membutuhkan teknologi konversi yang begitu rumit.
Kelemahan energi ini di antaranya adalah membutuhkan alat konversi yang
handal yang mampu bertahan dengan kondisi air laut, terutama tingkat korosi dan
kuatnya arus atau badai di laut. Prinsip kerja energi tidal ialah: saat pasang naik,
air laut dengan volume jutaan kubik naik ke daratan. Jika di daratan itu dibuat
bendungan yang besar, maka air pasang itu tertampung di dalam waduk. Di mulut
waduk dipasang baling-baling yang berputar sesuai arah air. Biasanya digunakan
dua arah putaran, yaitu saat pasang dan saat air surut.

2.4.10 Gelombang Laut


Selain energi tidal, potensi lain dari lautan yang bisa dimanfaatkan adalah
gelombangnya. Energi yang dimiliki gelombang laut tersebut dapat dikonversi
menjadi listrik. Prinsip kerjanya adalah dengan mengumpulkan energi gelombang
laut untuk memutar turbin generator. Saat ini beberapa negara telah berani
mengembangkan potensi dari energi terbarukan ini.

17
(Gambar 2.7: Desain Teknolgi Pemanfaatan Energi Tidal & Gelombang Laut Sebagai
Energi Alternatif)

2.4.11 Biodiesel
Energi yang berasal dari tumbuhan atau lemak binatang ini dapat
digunakan, baik secara murni atau dicampur dengan bahan bakar lain. Sifatnya
yang ramah lingkungan, dapat diperbaharui, serta dapat menghilangkan emisi gas
buang, menjadikan biodiesel dapat menjadi solusi menghadapi kelangkaan energi
fosil pada masa mendatang.

(Gambar 2.8: Bentuk Teknologi Pemanfaatan Biodiesel)


2.4.12 Etanol
Etanol (Etil Alkohol) adalah sumber energi berupa alkohol hasil dari
fermentasi tumbuhan tertentu, seperti; gandum atau jagung. Contoh negara di
dunia yang sangat baik mengembangkan energi alternatif etanol ini adalah Brazil.
Negara tersebut saat ini adalah negara nomor satu di dunia dalam hal penggunaan
etanol sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Sekitar 15 milyar liter etanol
dihasilkan setiap tahun di Brazil.

18
2.4.13 Metanol
Metanol (metil alkohol) adalah bahan bakar alkohol yang berasal dari
kayu. Metanol baik digunakan secara murni, atau bisa juga digunakan sebagai
campuran bensin. Satu hal yang menjadi kelemahan dari penggunaan metanol
untuk kendaraan adalah bahan bakar ini dapat mempercepat terjadinya korosi
pada mesin kendaraan.

(Gambar 2.9 : Bentuk Teknologi Pemanfaatan Alkohol Sebagai Etanol & Metanol)

2.4.14 Piezoelektrik
Piezoelektrik adalah suatu sistem yang dapat menghasilkan listrik dari
hasil pengubahan energi mekanik. Sistem penghasil energi ini sangat baik
diterapkan pada tempat-tempat umum, seperti yang terpasang di sebuah lantai
stasiun kereta Jepang dan juga di lantai rumah disco di Inggris. Prinsip kerjanya
adalah tekanan dari orang-orang ditempat itu akan dikonversi menjadi listrik.

(Gambar 2.10: Bentuk Teknologi Tekanan Sebagai Energi Piezoelektrik)


2.4.15 Energi Nuklir
Energi nuklir adalah sumber energi yang berasal dari reaksi berantai
bahan-bahan radioaktif yang terjadi dalam sebuah reaktor. Energi yang dihasilkan

19
dari proses ini sangatlah besar. Bayangkan saja, 1 gram zat radioaktif dapat
menghasilkan listrik 50.000 kwh jam, jadi sangat baik digunakan untuk memenuhi
kebutuhan listrik. Selain itu, energi nuklir ini tidak memancarkan gas rumah kaca
dan tidak menyebabkan pemanasan global. Sudah banyak negara yang sejak lama
mengembangkan potensi energi nuklir ini.

(Gambar 2.11: Bentuk Teknologi Energi Nuklir)

2.5 Penggunaan Energi di Indonesia


Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi energi tertinggi
di Dunia. Indonesia masuk dalam daftar 23 negara dengan konsumsi energi
tertinggi di Dunia. Daftar tersebut dikeluarkan oleh organisasi nirlaba Amerika
Serikat, American Council for An Energi-Efficient Economy (ACEEE). Menilik
laporan ACEEE seperti dikutip dari laman Ditjen EBTKE Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sabtu 18 Maret 2017, Indonesia berada
diurutan ke-18 dari 23 negara terkait tingkat efisiensi energi yang rendah.
Konsumsi energi yang meliputi minyak, gas, dan batu bara di Indonesia
mengalami peningkatan hingga 5,9 % pada 2016 lalu, hal ini dirangkum pada BP
Group Chief Economist, Spencer Dale, dalam Diskusi Statistical Review of World
Energi 2017, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).
Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia sebagai salah satu negara
berkembang di Dunia terus mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut
menimbulkan berbagai dampak terhadap aspek kehidupan manusia. Salah satu
aspek yang cukup terpengaruh dengan adanya pertambahan jumlah penduduk

20
adalah penggunaan energi untuk menunjang kebutuhan hidup yang meliputi sektor
industri, transportasi, rumah tangga, dan lain sebagainya. Semakin banyak
penduduk yang berada di sebuah negara, semakin banyak pula energi yang
dibutuhkan dan digunakan oleh negara tersebut.

(Gambar 2.12 : Konsumsi Energi Final Per Jenis)

Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa konsumsi energi final per sektor
di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Konsumsi energi meningkat
sebesar 764 juta Setara Barel Minyak (SBM) dari tahun 2000 sampai 2011. Sektor
dengan konsumsi energi terbesar juga mengalami perubahan. Pada tahun 2000
sektor rumah tangga mendominasi konsumsi energi sebesar 38,8% yang kemudian
disusul sektor industri sebesar 36,5%. Sedangkan pada tahun 2011 sektor industri
menduduki posisi teratas yaitu sebesar 37,2% dan kemudian sektor rumah tangga
sebesar 30,7%.
Sektor-sektor yang terdapat dalam grafik di atas menggunakan berbagai
jenis energi, seperti bahan bakar minyak atau BBM (avtur, avgas, bensin, minyak
tanah, minyak solar, minyak diesel, dan minyak bakar), batubara, gas, elpiji
(LPG), listrik, dan biomasa. Energi tersebut digunakan manusia untuk melakukan
berbagai aktivitas yang menunjang kebutuhan hidupnya. Menurut Adiarso,
Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi Badan Pengkajian
dan Penerapan Teknologi, konsumsi energi final yang meningkat sebesar 3%
selama tahun 2000-2011 ini sejalan dengan pertumbuhan penduduk, ekonomi, dan
kebijakan dari pemerintah.

21
2.6 Tingkat Kebutuhan dan Kondisi Energi di Provinsi Riau
Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi dengan kebutuhan energi
yang tinggi di Indonesia. Khususnya kebutuhan akan energi listrik. Berdasarkan
data yang didapat dari kompas.com, Riau mengalami krisis listrik bertahun-tahun
karena beban (kebutuhan pelanggan) lebih besar dari pada kapasitas listrik yang
diproduksi. Menurut PLN Wilayah Riau, beban puncak adalah 268,5 MW
(menjelang September 2008). Sedangkan suplai listrik hanya 230 MW. Sehingga
dalam keadaan normal, defisit listrik Riau Daratan mencapai 20 – 40 MW. Defisit
sewaktu-waktu bisa meningkat karena kontribusi sistem jaringan Sumatera Bagian
Selatan dan Tengah (SumBagSelTeng) pada sub sistem Riau cukup besar, yaitu
35 % (PLN Wilayah Riau). Jika salah satu pembangkit pada sistem
SumBagSelTeng mengalami gangguan, berdampak langsung ke Riau. Sebagai
contoh, kerusakan PLTU Ombilin di Sumbar tahun 2004 memperparah krisis
listrik yang saat itu berlangsung di Riau (Kompas, 2004).
Supriyadi mengungkapkan di seluruh Sumatera ada 28.559 desa, sejak
awal 2017 sebanyak 27.583 sudah berlistrik. Jadi masih ada 976 desa yang belum
berlistrik. Dari jumlah tersebut 261 desa ada di Riau. Termasuk didalamnya
Kecamatan Pinggir yang saat ini masih sangat minim terhadap aliran listrik. Akan
dijumpai keadaan dimana sangat sulit untuk mendapatkan aliran listrik bahkan
jikalau ada listrik pun sering padam. Di kampung-kampung, kegelapan akan terus
menyelimuti jika tidak ditemukan energi alternatif terbarukan untuk menghasilkan
energi listrik sebagai upaya untuk mengatasi masalah ketersediaan energi yang
semakin menipis.

2.7 Teknik Tenaga Listrik


Teknik Tenaga Listrik ialah ilmu yang mempelajari konsep dasar
kelistrikan dan pemakaian alat yang asas kerjanya berdasarkan aliran elektron
dalam konduktor (arus listrik). Dalam Teknik Tenaga Listrik dikenal dua macam
arus :
1. Arus searah dikenal dengan istilah DC (Direct Current)
2. Arus bolak balik dikenal sebagai AC (Alternating Current)

22
Dalam menghasilkan arus searah atau arus bolak balik, dikenal sistem
pengadaan energi listrik sebagai berikut :

2.7.1 Pembangkit
Sebagai sumber energi listrik yang antara lain berupa; PLTA, PLTU,
PLTN, PLTG, PLTD, dan energi dari angin, surya, geothermal, ombak, chemical,
dan sebagainya.
2.7.2 Transmisi
Sebagai jaringan untuk menyalurkan energi listrik dari pembangkit ke
beban atau ke jaringan distribusi (gardu-gardu listrik).
2.7.3 Distribusi
Sebagai jaringan yang menyalurkan energi listrik ke konsumen pemakai.

Gambar 2.13 : Sistem Pengadaan Energi Listrik


2.8. Peralatan Atau Peranti Pengubah Energi
Dalam sistem energi listrik dikenal peralatan yang mengubah energi
listrik, baik dari energi listrik ke energi mekanis, maupun sebaliknya, serta
megubah energi listrik dari rangkaian atau jaringan yang satu menjadi energi
listrik yang lain pada rangkaian atau jaringan berikutnya. Piranti tersebut adalah
generator, Motor dan Transformator. Generator merupakan piranti atau peralatan
listrik yang dapat dipergunakan untuk mengubah energi mekanis menjadi energi
listrik, dapat berupa generator arus searah (Generator DC) maupun generator arus
bolak-balik (Alternator). Motor merupakan piranti atau peralatan listrik yang
dapat dipergunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis, juga
dapat berupa motor arus searah maupun motor arus bolak balik.

23
Sedangkan Transformator biasa disebut juga Trafo, adalah piranti atau
peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk mengubah energi listrik yang satu
ke energi listrik yang lain dimana tegangan keluaran (out-put) dapat dinaikkan
ataupun diturunkan oleh piranti ini sesuai dengan kebutuhan.

Transformator terbagi atas ;

1. Trafo penaik tegangan (step-up) atau disebut trafo daya.


2. Trafo penurun tegangan (step-down) disebut juga trafo distribusi.
3. Trafo untuk memblokir rangkaian yang satu dengan yang lain.

Generator maupun motor dapat disebut mesin listrik, karena generator


dapat berupa generator arus searah dan generator arus bolak balik, demikian juga
motor.

24
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika SMAS IT Mutiara – Riau.
Waktu penelitian ini dilaksanakan dari 3 Januari 2018 – 13 Januari 2018
3.2 Alat Penelitian
1. Dinamo DC = 1 buah 10. Multimeter = 1 buah
2. Baling - baling = 1 buah 11. Botol Cat Spray = 1 buah
3. Baut = 1 buah 12. Batu Kerikil = 9 buah
4. Kayu = 1 buah 13. Hot Glue = 1 buah
5. Pipa T = 3 buah 14. Besi panjang = 1 buah
6. Pipa Paralon = 5 buah 15. Cotton Bud = 3 buah
7. Gergaji = 1 buah 16. Gelas 100 mL = 3 buah
8. Bor = 1 buah 17. Air = 80 mL x 3
9. Kertas kardus = 1 buah 18. Minyak = 20 mL x 3
3.3 Prinsip Penelitian
Penelitian ini dibuat untuk mengurangi dampak kurang belajar ketika
masyarakat pedesaan terkena pemadaman listrik. Dengan metode kombinasi
perubahan energi yang ada terkhusus energi panas, energi uap, dan energi gerak
kemudian dirubah dengan energi listrik. Pada penelitian ini dibutuhkan rangkaian
step up 5 Volt agar tegangan yang diperoleh dari perubahan energi angin ke energi
gerak yang dihubungkan dengan rangkaian kincir angin dengan dynamo menjadi
lebih besar dan stabil sehingga bisa menghidupkan lampu dengan daya 5 Watt.
Pada Energi panas yang bersumber dari perpaduan air dan minyak yang sesuai
dengan hukum Archimedes membuat minyak berada di atas permukaan fluida,
dengan sumbu (cotton bud) sebagai titik api. Dengan konsep tersebut dapat
memberhentikan proses pembakaran yang terjadi pada sumbu tersebut. Kenapa
harus seperti itu, agar kita dapat menghasilkan energi tanpa menghabiskan energi
lainnya (seperti lilin). Nilai tambahan dari sistem tersebut adalah dengan bantuan
cahaya lilin yang lama dapat membuat anak-anak di daerah pedesaan tetap dapat
belajar dengan baik sambil menunggu cahaya utama dapat menyala (hidup).

25
3.4 Diagram Alir Percobaan.

Membangun Ide

Mencari Literatur

Membuat
Tulisan Awal

Desain Alat

Mengumpulkan
Alat & Bahan

Membuat Sumber Membuat Tabung


Energi Panas Pemanas Air

Membuat Sistem Membangun


Kincir Angin Rangkaian Step Up
5 Volt

Pengambilan Data
Tenaga Listrik

Menulis
Pembahasan Data

Menulis Laporan
Akhir & Kesimpulan

Selesai

26
BAB IV
HASIL PENGUKURAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengukuran
Hasil Pengukuran yang dilakukan peneliti terbagi atas dua bagian; Hasil
Pengukurang Alat dan Hasil Pengukuran Pada Penelitian. Pengukuran Alat
dilakukan untuk mengukur dimensi dari alat yang digunakan sedangkan
Pengukuran Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai variabel pada teknik
tenaga listrik yang diperlukan.

4.1.1 Hasil Pengukuran Alat


(Tabel 4.1 : Hasil Pengukuran Alat)

No Jenis Pengukuran Hasil Pengukuran


1 Tegangan Dinamo DC
2 Diameter Baling – Baling
3 Panjang Baut
4 Panjang Kayu
5 Diamater Pipa T
6 Panjang Pipa Paralon
7 Ukuran Mata Bor
8 Luas Kertas Kardus

4.1.2 Hasil Pengukuran Pada Teknik Tenaga Listrik

(Tabel 4.2 : Hasil Pengukuran Penelitian)

No Jenis Pengukuran Hasil Pengukuran


1 Tegangan Dinamo 1 Volt
2 Tegangan Trafo Step Up 5 Volt
3 Kuat Arus mA
4 Frekuensi 60 Hz

Pada tabel 4.2 besar tegangan yang dihasilkan oleh dinamo karena
pengaruh tenaga gerak angin adalah sebesar … V kemudian dengan rangkaian
Trafo Step Up 5 Volt besar tegangan yang didapat adalah sebesar 5 Volt. Hal ini

27
membantu alat agar dapat menghidupkan bola lampu dengan Daya sebesar 5
Watt.

4.2 Pembahasan
Pada pembahasan penelitian yang didapat, peneliti membagi menjadi 4 sub
bagian yang terdiri dari proses perubahan energi hingga pengolahan data teknik
tenaga listrik sehingga sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

4.2.1 Sumber Energi Panas


Perbedaan massa jenis fluida membuat air dan minyak makan tidak
menyatu. Posisi minyak berada di atas dan air di bawah, dengan kedudukan
tersebut dan sifat dari minyak makan dapat memberhentikan proses pembakaran
sumbu sebagai sumber titik api. Hal ini dapat membuat nyala titik api menjadi
tahan lama. Berdasarkan percobaan yang dilakukan mendapatkan hasil sebagai
berikut yang tertera pada tabel 4.3.

(Tabel 4.3 : Tabel Percobaan Waktu Nyala Api Menggunakan Sistem Api)
No Jenis Pengukuran Hasil Pengukuran
1 Lama Lilin Menyala (Percobaan I) > 3 jam
2 Lama Lilin Menyala (Percobaan II) > 3 jam

Dari tabel di atas, diperoleh lama waktu api untuk menyala adalah lebih
dari 3 jam. Jika penduduk menggunakan lilin maka dalam rentang waktu 3 jam
sudah banyak lilin yang habis. Sistem alat dalam penelitian ini membutuhkan
waktu dalam menghasilkan listrik untuk menyalakan lampu belajar. Oleh karena
itu dengan menggunakan sistem api yang tahan lama dapat membantu anak-anak
di daerah pedesaan yang terkena pemadaman lampu memperoleh sumber cahaya
awal yang berguna untuk membantu mereka belajar.

28
4.2.2 Perubahan Wujud Fluida
Perubahan wujud zat adalah perubahan termodinamika dari satu fase
benda ke keadaan wujud zat yang lain. Perubahan wujud zat ini bisa terjadi karena
peristiwa pelepasan dan penyerapan kalor. Perubahan wujud zat terjadi ketika titik
tertentu tercapai oleh atam / senyawa zat tersebut yang biasanya dikuantitaskan
dalam angka suhu. Semisal air untuk menjadi uap harus mencapai titik didihnya
terlebih dahulu.

(Tabel 4.4 : Waktu Penguapan Zat Cair)

No Jumlah Zat Cair Suhu Api Merah Waktu Penguapan


1 200 mL < 1000 oC 300 sekon
2 300 mL < 1000 oC 500 sekon

Dari tabel di atas semakin banyak air yang berada pada tabung pemanas
maka semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan.

4.2.3 Sistem Perubahan Energi Gerak


Sesuai dengan hukum kekekalan energi yang berbunyi “energi adalah
objek yang dapat berpindah melalui interaksi fundamental yang dapat diubah
bentuknya namun tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan”

29
4.2.4 Rangkaian Step DC Up 5 Volt

30
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran

31