Anda di halaman 1dari 5

Book Report

PELAYANAN PASTORAL KEPADA ORANG BERDUKA (DR. J.L.CH. ABINENO)

&

PENDAMPINGAN PASTORAL (AART VAN BEEK)

Disusun Oleh:

NGIKE GABBYDORA ESTER WOGONO

201641140

FAKULTAS TEOLOGI

UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TOMOHON

2019
1) A. Identitas Buku

Judul Buku : Pelayanan Pastoral Kepada Orang Berduka

Penulis : DR. J.L.CH. ABINENO

Penerbit : bpk. Gunung Mulia

Tahun Terbit : 1991

Tebal Halaman : 180 hal

B. Uraian Isi Buku


Buku ini dibagi menjadi VIII bagian, yang masing-masing nya menbahas secara spesifik
tentang contoh-contoh pelayanan kepada orang berduka.
Di bagian I membicarakan tentang arti dari kedukaan, kedukaan dalam penyelesaianya
membutuhkan waktu dan aktivitas. Kedukaan membutuhkan prosess.
Di bagian II menjelaskan tentang pelayanan kepada orang berduka. Perasaan-perasaan atau
emosi yang di timbulkan oleh kehilangan yang diderita, harus diakui dan diterima. Karena
orang yang bersangkutan harus menyadari perasaan-perasaan atau emosi-emosi mereka.
Orang-orang yang menanggung kedukaan, harus mengakui bahwa kehilangan itu benar-
benar telah terjadi dan bahwa mereka mnegakui dan menerimanya.
Di bagian III menjelaskan tentang pelayanaan kepada orang yang berduka (II) tapi lebih
menspesifikan kepada tugas dan proses seorang pastor (gembala) yang ia layani. Disini
bagaimana pastor harus membantu orang yang berduka itu, supaya ia dapat menunaikan
tugas-tugasnya dengan baik.
Di bagian IV ini menjelaskan tentang bagaimana syarat-syarat dari percakapan yang
membantu. Seorang pastor harus mengerti orang yang ia gembalakan, karena kita tidak
dapat membantu seseorang kalau kita tidak mengertinya. Yang di maksudkan mengerti
ialah secara dalam apa yang dipikirkan dan dirasakan orang itu. Seorang pastor harus
mengidentifikasikan diri dengan orang berduka yang ia gembalakan. Pola-pla pelayanan
yang Yesus berikan kepada pengikut-pengikutNya sebagai contoh yang harus di ikuti.
Terutama dalam pelayanan pastoral pola-pola pelayanan ini memegang peranan yang
penting dank arena itu seorang pastor harus berusaha sedapat-dapatnya untuk
melaksanakannya dengan baik.
Di bagian V menjelaskan arti pengahayatan dari orang-orang yang berduka. Di bagian ini
sebenarnya hapir mirip dengan bab sebelumnya, tetapi bedanya adalah lebih kepada arti
sebuah iman dan prosess dari sebuah kedukaan.
Di bagian VI menjelaskan tentang contoh-contoh dari reaksi yang pastor berikan terhadap
ceritera atau ucapan dari orang-orang berduka, yang ia gembalakan. Di bagian ini ada
bagaimana caranya kita harus memberikan reaksi yang tepat terhadap apa yang
diceriterakan atau yang diucapkan oleh orang, yang saudara gembalakan, dan
bagaimanakah reaksi saudara itu.
Di bagian VII menjelaskan proses-proses kedukaan itu tidak sama. Tingkah laku si A
berbeda dengan tingkah laku si B dan sebaliknya.
Di bagian VIII menjelaskan bagaimana mengakhiri percakapan dengan orang yang
berduka, siapa yang mengambil alih, bagaimana melakukanya.
B. Penutup
Dari hasil Analisis dari membaca buku PELAYANAN PASTORAL KEPADA ORANG
BERDUKA karangan DR. J.L. CH. ABINENO didapatkan beberapa kesimpulan yang
dapat diambil mengenai kelemahan serta kelebihan yang terdapat dalam buku ini. Diantara
kelebihan yang terdapat dalam buku ini seperti pemakaian bahasa yang mudah dipahami
dengan memberikan beberapa asumsi contoh sederhana, sehinga bagian-bagian yang
disajikan dapat mudah dimengerti. Materi pelayanan ini juga merupakan suatu contoh-
contoh dasar bagaimana tindakan seorang pastor (gembala) dalam melakukan pelayanan
kepada orang berduka. Sedangkan mengenai kelemahan dalam buku ini ketika saya
membaca, ada beberapa cetakan huruf yang tidak jelas, ada yang kata tidak lengkap
hurufnya. Buku ini secara keseluruhan lebih mengacu pada contoh-contoh yang dialami
oleh orang yang berduka tetapi juga bagaimana sikap seorang pastor (gembala). Buku ini
juga merupakan buku yang terbit sejak lama, sehingga mungkin ada juga beberapa bagian
yang tidak diperbaharui lagi. Dari sekian penilaian saya terhadap buku PELAYANAN
PASTORAL KEPADA ORANG BERDUKA karangan DR. J.L. CH. ABINENO dapat
saya simpulkan bahwa buku ini termasuk layak untuk dijadikan sumber buku untuk dapat
memahami mengenai pelayanan – pelayanan pastoral.
2) A. Identitas Buku

Judul Buku : Pendampingan Pastoral

Penulis : AART VAN BEEK

Penerbit : bpk. Gunung Mulia

Tahun Terbit : 2001

Tebal Halaman : 106 hal

B. Uraian Isi Buku

Bab I menjelaskan sebuah gambaran dasar pemikiran mengenai pendapingan pastoral. Menurut
Howard Clinebell ada beberapa fungsi pengembalaan itu, 1.) fungsi membimbing (misalnya
dalam konseling pranikah), 2.) Fungsi mendamaikan/ memperbaiki hubungan (konflik antar
pribadi, masalah iman), 3.) Fungsi menopang/ menyokong (dalam menolong mereka yang
mengalami krisis kehidupan) 4.) Fungsi menyembuhkan (orang yang berdukacita, yang terluka
batinya). 5.) Fungsi mengasuh (mendorong kearah pengembangan pertumbuhan secara
holistis).

Bab II menjelaskan Teologi Pendampingan Pastoral. Lewat percakapan-percakapan pastoral


timbul pokok-pokok teologis, pendamping hendaknya mencari kenyataan penderitaan serta
krisis keberadaan dibawah kata-kata rohani dan kutipan-kutipan dari Alkitab. Penderitaan itu
seharusnya menjadi titik tolak untuk refleksi teologis selanjutnya.

Bab III selanjutnya menjelaskan Antropologi dan Hermeneutika Pastoral.selanjutnya ada


beberapa sikap dasar yang perlu diperhatikan, khususnya dalam pendampingan lintas budaya:
1.jangan bahwa anda kaget dari informasi yang penderita, 2.jangan berlebih-lebihan dalam
empati, 3.jangan mengkritik atau menghukum/bersikap moralistis atau dogmatis, jangan
membanggakan diri, 4. Jangan membuat janji yang tak dapat ditepati, 5. Jangan menunjukan
sikap tidak sabar, 6. Jangan memandang rendah penderita, 7. Jangan menafsirkan kecuali
dalam proses konseling jangka panjang, jangan memaksa penderita untuk berbicara atau untuk
ditolong.

Bab IV menjelaskan Psikologi dan Sosiologi Pastoral. Pada umumnya setiap percakapan kaya
sekali secara psikologis. Ada unsur ketakutan akan mati, ada unsur psikologi agama, ada
penyelesaian tentang peluang karier yang tidak diberikan orang tua, ada kekuatiran mengenai
masa depan anak-anak mereka kalau mereka sendiri meninggal dunia. Sebagian besar dari
keterampilan pendampingan tertentu didasarkan atas pengertian psikologis. Pada umumnya
didasarkan atas psikemanusia memiliki tiga fungsi: a.)fungsi kesadaran atau emotif b.)fungsi
berpikir atau fungsi kognitif c.)fungsi motivasi atau fungsi konatif.

Bab V menjelaskan bagaimana kesadaran dan keterampilan dasar pendampingan pastoral.


Pedoman evaluasi ini akan digunakan dalam mengkritik sejumlah percakapan/verbatim yang
menyususl dalam bab ini.

C. Dari semua uraian perbab yang ada, dalam buku Pendampingan Pastoral ini ternyata bukan
Cuma berbicara bagaimana mendampingi mereka yang membutuhkan pertolongan tetapi
dalam buku ini menuliskan berbagai contoh-contoh percakapan secara verbatim, setra meteri
dalam bab terakhir mejelaskan evaluasi dari contoh-contoh percakapan/verbatim.