Anda di halaman 1dari 16

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS SUKAWENING
JL.Sukawening No.18 Tlp (0262) 2442965 Kode Pos 44184
email:puskesmassukawening420@gmail.com

KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAWENING
Nomor : ..../SK/PKM-SKW/..../2018

TENTANG

PENGELOLA KONTRAK KERJA


DI UPT PUSKESMAS SUKAWENING

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAWENING,

Menimbang : a. Bahwa dalam meningkatkan mutu pelayanan


Puskesmas Sukawening, pengelola puskesmas
berwenang untuk membuat kontrak kerja sama
dengan pihak ketiga dalam pelaksaan kegiatan
tertentu.
b. Bahwa kontrak kerja dengan pihak ketiga secara
resmi dan jelas dinyatakan dalam dokumen kontrak
kerja.
c. Bahwa sehubungan dengan yang dimaksud pada
huruf a dan b di atas, diperlukan adanya pelayanan
yang berkesinambungan sesuai peraturan yang
berlaku.

Mengingat : 1. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 951 / Menkes


/ SK / VI / 2000 tentang Upaya Kesehatan Dasar di
Puskesmas;
2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004. Tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
-2-

3. Perataturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005


Tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan
Penyelengaraan Pemerintah Daerah.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 128 / Menkes
/ SK / II / 2004 tanggal 10 Februari 2004 tentang
Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat.
5. Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor
128/MENKES/SK/II/2004 Tentang Kebijakan dasar
Puskesmas.
6. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor
741/MENKES/PER/VII/2008 Tentang Standar
pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
7. Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor
828/MENKES/SK/IX/2008 Tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
8. Peraturan Derah Kabupaten Wonosobo Nomor 2
Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik.
9. Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 30 Tahun 2009
Tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan
Publik.
10. Keputusan Kementrian Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara no: 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang
pedoman umum penyelenggaraan Pelayanan Publik.

MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAWENING
TENTANG PENGELOLA KONTRAK KERJA DI UPT
PUSKESMAS SUKAWENING
KESATU : Kegiatan puskesmas yang dilaksanakan oleh pihak
ketiga melalui kontrak kerja mengacu pada standar
yang berlaku, rencana kerja yang disepakati dan
peraturan perundangan yang berlaku.
-3-

KEDUA : Pengelola Puskesmas melakukan monitoring dan


evaluasi terhadap kinerja pihak ketiga dan menjamin
bahwa penyelenggaran oleh pihak ketiga memenuhi
standar yang ditetapkan.
KETIGA : Menunjuk pihak ketiga yang terlibat dalam kontrak dan
membuat dokumen resmi kontrak kerja.
KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,
dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalm
ketetapan in akan diperbaiki sesuai ketentuan

Ditetapkan di : Garut
Pada tanggal : 10 Maret 2018
KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAWENING,

Cecep Hamzah, S.Kep., Ners.,M.M.


Pembina
NIP. 19670108 198902 1 001
-4-

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA UPT


PUSKESMAS SUKAWENING
NOMOR : ..../SK/PKM-SKW/..../2018
TENTANG : PENYELENGGARAAN
PELAYANAN KEFARMASIAN

A. PENILAIAN, PENYEDIAAN, PENGENDALIAN DAN PENGGUNAAN


OBAT
1. Prosedur pengelolaan obat-obatan di Puskesmas meliputi
penilaian, penyediaan pengendalian dan penggunaan obat sesuai
dengan standar operasional yang ditetapkan.
2. Obat-obatan Psikotropika dan emergensi diatur dan dikelola dalam
prosedur khusus tersendiri
3. Apabila dipandang perlu, maka evaluasi pengelolaan obat dna
kefarmasian dapat dilakukan sewaktu-waktu

B. PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN OBAT


No Nama Nip Jabatan
1 Keukeu - -

Penanggung jawab Pelayanan Obat di UPT Puskesmas Sukawening


Kabupaten Garut mempunyai tugas melaksanakan Pelayanan
Kefarmasian yang meliputi :
1. Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Pakai, yang terdiri dari
kegiatan:
a. Perencanaan kebutuhan obat dan Bahan Medis Habis Pakai
b. Permintaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai
c. Penerimaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai
d. Penyimpanan obat dan Bahan Medis Habis Pakai
e. Pendistribusian obat dan Bahan Medis Habis Pakai
f. Pengendalian obat dan Bahan Medis Habis Pakai
g. Pencatatan, Pelaporan dan Pengarsipan
h. Pemantauan dan evaluasi pengelolaanobat dan Bahan Medis
Habis Pakai
-5-

2. Pelayanan Farmasi Klinik yang terdiri dari :


a. pengkajian resep, penyerahan obat dan pemberian informasi
obat
b. pelayanan informasi obat
c. konseling
d. ronde/ visite pasien (khusus puskesmas rawat inap)
e. pemantauan dan pelaporan efek samping obat (ESO)
f. pemantauan terapi obat (PTO)
g. evaluasi penggunaan obat.
3. Di dalam melaksakan tugas, Penanggung jawab Pelayanan Obat di
UPT Puskesmas Sukawening Kabupaten Garut berpedoman pada
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan bertanggung
jawab kepada Kuasa Pengguna Anggaran UPT Puskesmas
Sukawening Kabupaten Garut.

C. PENYEDIAAN OBAT YANG MENJAMIN KETERSEDIAAN OBAT


1. Obat harus tersedia di puskesmas sesuai dengan formularium
puskesmas.
2. Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat di UPT
Puskesmas Sukawening Kabupaten Garut dikoordinir oleh
Apoteker Penanggung jawab.
3. Di dalam pelaksanaan penyediaan obat yang menjamin
ketersediaan obat, Apoteker penanggung jawab UPT Puskesmas
Sukawening Kabupaten Garut berpedoman pada Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku dan bertanggung jawab
kepada Kuasa Pengguna Anggaran UPT Puskesmas Sukawening
Kabupaten Garut.
4. Obat harus tersedia dalam seminggu dan 24 jam
5. Ketersedian obat wajib dievaluasi paling lambat tiap tiga bulan
sekali.
-6-

D. PELAYANAN OBAT 24 JAM KEPADA PASIEN


1. Pelayanan obat 24 jam dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
pasien pada Unit Gawat Darurat 24 Jam terbatas pasien Rawat
Inap/ One Day care.
2. Tujuan dilaksanakannya pelayanan obat 24 jam di UPT
Puskesmas Sukawening adalah agar :
a. Kebutuhan masyarakat dalam hal ini pasien UGD 24 jam
terbatas dan pasien Rawat Inap/ One Day Care dapat
terlayani secara optimal selama 24 jam.
b. Terdapat mekanisme pelayanan yang jelas dan teratur dalam
melaksanakan pelayanan obat 24 jam.
3. Pelayanan obat 24 jam di UPT Puskesmas Sukawening diluar jam
kerja dilaksanakan oleh petugas pelayanan kefarmasian yang pada
saat pelayanan sedang melaksanakan tugas piket jaga. Dalam
pelaksanaannya petugas piket jaga harus :
a. Menulis obat yang dikeluarkan dari kamar obat pada resep
pasien.
b. Memberi etiket pada obat yang diresepkan.
c. Menuliskan perintah pemakaian obat pada etiket atau plastik
resep.
d. Memberikan obat kepada pasien dengan disertai penjelasan
cara penggunaan dan efek samping obat.
e. Memastikan pasien mengerti penjelasan yang telah diberikan.
f. Ikut menjaga dan memastikan keamanan obat di kamar obat.
4. Analisis dan evaluasi dilakukan oleh petugas pengelola obat untuk
menentukan obat – obat yang harus disediakan pada pelayanan
obat 24 jam dan memastikan keamanan obat di kamar obat.
-7-

E. PERSYARATAN PETUGAS YANG BERHAK MEMBERIKAN RESEP


Persyaratan petugas yang berhak memberikan resep di UPT
Puskesmas Sukawening :
1. Menetapkan definisi resep adalah permintaan tertulis dari seorang
dokter, dokter gigi kepada apoteker untuk membuat dan
menyerahkan obat kepada pasien.
2. Menunjuk dan menetapkan persyaratan petugas yang berhak
memberi resep di UPT Puskesmas Sukawening Kabupaten Garut.
3. Petugas yang berhak memberi resep di UPT Puskesmas
Sukawening yang dimaksud adalah Dokter Umum dan Dokter Gigi
yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP) di UPT Puskesmas
Sukawening Kabupaten Garut.
4. Dalam kondisi tertentu dimana petugas yang berhak memberi
resep tidak ada, maka petugas lain yang telah dilatih dapat
memberikan resep kepada pasien dengan pengawasan dan
pembinaan dari Kepala Puskesmas.

F. PERSYARATAN PETUGAS YANG BERHAK MENYEDIAKAN OBAT


1. Petugas yamg berhak menyediakan obat di unit UPT Puskesmas
Sukawening adalah Tenaga Apoteker yang mempunyai latar
belakang pendidikan minimal Apoteker dan telah mempunyai
Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA);
2. Petugas farmasi di Puskesmas dapat dibantu oleh petugas lain
yang bukan merupakan tenaga kefarmasian untuk melakukan
pekerjaan kefarmasian di UPT Puskesmas Sukawening, meliputi
kegiatan menyediakan obat dengan syarat di damping oleh
petugas farmasi yang bertanggung jawab UPT Puskesmas
Sukawening;
3. Kompetensi tenaga apoteker sebagai petugas yang berhak
menyediakan obat antara lain :
a. Mampu memberikan pelayanan kefarmasian
b. Mampu melakukan akuntabilitas praktek kefarmasian
-8-

c. Mampu mengelola manajemen praktis farmasi


d. Mampu berkomunikasi tentang kefarmasian
e. Mampu melaksakan pendidikan dan pelatihan
f. Mampu melaksakan penelitian dan pengembangan
4. Semua tenaga kefarmasian di puskesmas harus selalu
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku dalam
rangka menjaga dan menignkatan kompetensinya
5. Semua tenaga kefarmasian di puskesmas melaksakan pelayanan
kefarmasian berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP)
yang dibuat secara tertulis, disusun oleh kepala ruang farmasi,
dan ditetapkan oleh Kepala Puskesmas. SOP tersebut diletakkan
di tempat yang mudah dilihat. Jenis SOP dibuat sesuai dengan
kebutuhan pelayanan yang dilakukan pada Puskesmas.
6. Dalam kondisi tertentu dimana petugas yang berhak menyediakan
obat tidak ada, maka petugas lain yang telah dilatih dapat
menyediakan obat kepada pasien dengan pengawasan dan
pembinaan dari Kepala Puskesmas dan atau Apoteker di Dinas
Kesehatan Kabupaten Garut.

G. PELATIHAN BAGI PETUGAS YANG DIBERI KEWENANGAN


MENYEDIAKAN OBAT TETAPI BELUM SESUAI PERSYARATAN
1. Setiap tenaga kefarmasian di UPT Puskesmas Sukawening
mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan.
2. Apoteker dan atau tenaga teknis kefarmasian dan atau petugas
yang diberikan kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai
persyaratan harus memberikan masukan kepada pimpinan dalam
menyusun program pengembangan staf.
3. Staf baru mengikuti orientasi untuk mengetahui tugas, fungsi,
wewenang dan tanggung jawabnya.
4. Melakukan analisis kebutuhan peningkatan pengetahuan dan
keterampilan bagi tenaga kefarmasian dan petugas yang diberi
kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan.
-9-

5. Tenaga kefarmasian dan petugas yang diberi kewenangan


menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan difasilitasi
untuk mengikuti program yang diadakan oleh organisasi profesi
dan isntitusi pengembangan pendidikan berkelanjutan.
6. Memberikan kesempatan bagi institusi lain untuk melakukan
praktek, magang, dan penelitian tentang pelayanan kefarmasian di
Puskesmas.

H. PERESEPAN, PEMESANAN DAN PENGELOLAAN OBAT


Peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat di UPT Puskesmas
Sukawening Kabupaten Garut
1. Peresepan dilakukan oleh dokter umum, dokter gigi yang telah
memiliki Surat Ijin Praktek (SIP) yang ada di UPT Puskesmas
Sukawening
2. Dalam kondisi tertentu dimana petugas yang berhak memberi
resep tidak ada, maka petugas lain yang telah dilatih dapat
memberikan resep kepada pasien dengan pengawasan dan
pembinaan dari Kepala Puskesmas.
3. Pemesana dan pengelolaan dilaksanakan sesuai dengan peraturan
menteri kesehatan nomor 74 tahun 2016 tentang standar
pelayanan kefarmasian di puskesmas
4. Di dalam melaksakan tugas pelaksanaan pemesanan, dan
pengelolaan obat di UPT Puskesmas Sukawening Kabupaten Garut
berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku
dan bertanggung jawab kepada Kuasa Pengguna Anggaran UPT
Puskesmas Sukawening Kabupaten Garut.

I. PERESEPAN PSIKOTROPIK
Peresepan psikotropika di UPT Puskesmas Sukawening Kabupaten
Garut :
1. Aturan peresepan psikotropika di UPT Puskesmas Sukawening
Kabupaten Garut dilaksakan oleh Dokter di UPT Puskesmas
Sukawening Kabupaten Garut
-10-

2. Peresepan psikotropika harus dilaksanakan berdasarkan


kebutuhan pasien sesuai diagnosis dan tatalaksana terapi yang
tercantum dalam pedoman pengobatan di puskesmas
3. Peresepan psikotropika diberikan paling lama untuk 10 hari dan
bila diperlukan bagi penderita dengan pengobatan jangka panjang
maka dokter akan meresepkan kembali setelah pasien kontrol
pada kunjungan berikutnya.

J. PENGGUNAAN OBAT YANG DIBAWA SENDIRI OLEH


PASIEN/KELUARGA PASIEN
Jika ada obat yang dibawa oleh pasien, maka obat harus diidentifikasi
dan ditindaklanjuti sesuai dengan instruksi dokter
FORMULIR DAFTAR OBAT YANG DIBAWA PASIEN ATAU KELUARGA
Nama Pasien : Ruang :
No. Rekam Medis : Dokter :
Tgl Lahir :

BERLANJUT
ALASAN
NAMA LAMA SAAT RAWAT
TGL DOSIS MAKAN
OBAT PEMAKAIAN INAP
OBAT
YA TIDAK

K. PENYIMPANAN OBAT
1. Bahwa penyimpanan obat dan sediaan farmasi lain harus sesuai
dengan prosedur dan persyaratan penyimpanan obat yang telah
ditetapkan dengan persyaratan penyimpanan obat
2. Dalam menjamin keamanan dan mutu obat, maka perlu dilakukan
penyimpanan yang baik
3. Adapun tata cara penyimpanan obat di UPT Puskesmas
Sukawening, yaitu ruang penyimpanan kering dan tidak lembab,
adanya ventilasi agar ada aliran udara dan tidak lembab/panas,
-11-

ruangan mempunyai pintu yang dilengkapi dengan kunci, lantai


dibuat dari tegel/semen, bila perlu diberi alas papan/pallet untuk
menyimpan obat di atas lantai dan obat disimpan pada rak
4. Penyimpanan obat dan sediaan farmasi lain disimpan berdasarkan
farmakologis obat, jenis dan bentuk sediaan, stabilitas obat
dengan memperhatikan sistem FEFO dan FIFO.
5. Penyimpanan obat psikotropika harus diperlakukan secara
khusus dalam lemari penyimpanan khusus yang terkunci dan
terpisah dengan obat-obatan yang lain dan lemari hanya bisa
dibuka oleh petugas penanggung jawab yang sudah mempunyai
surat tugas untuk menyimpan kunci. Kotak penyimpanan harus
tertanam rapat pada bangunan sehingga tidak bisa dibawa-bawa,
untuk mencegah terjadinya tindakan pencurian.

L. PENANGANAN OBAT RUSAK/KEDALUWARSA


1. Dalam penanganan obat kedaluwarsa atau rusak Kepala UPT
Puskesmas Sukawening menunjuk koordinator farmasi pelaksana
di UPT Puskesmas Sukawening Kabupaten Garut.

Penanggung jawab Penanganan Obat Kedaluwarsa atau Rusak

No Nama Nip Jabatan


Penanggung Jawab
1 Keukeu - Penanganan Obat
Kedaluwarsa atau Rusak

2. Tugas, wewenang dan tanggung jawab koordinator farmasi


pelaksana pada diktum pertama adalah sebagai berikut :
a. Menyiapkan dokumen administrasi kegiatan maupun dokumen
administrasi yang terkait dengan penanganan obat
kedaluwarsa atau rusak yang ditetapkan sesuai dengan
peraturan yang berlaku
b. Koordinator farmasi bertanggung jawab atas pelaksanaan
kegiatan penanganan obat kedaluwarsa atau rusak
-12-

c. Mengumpulkan, mengolah, merangkum dan melaporkan data


obat kedaluwarsa atau rusak
d. Dalam melaksakan tugasnya pelaksana kegiatan berpedoman
pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
bertanggung jawab kepada Kepala UPT Puskesmas
Sukawening Kabupaten Garut

M. LARANGAN MEMBERIKAN OBAT KEDALUWARSA DAN UPAYA


UNTUK MEMINIMALKAN ADANYA OBAT KEDALUWARSA DENGAN
SISTEM FIFO DAN FEFO
1. Bahwa pemakaian obat kedaluwarsa merupakan salah satu
bentuk dari pemakaian obat yang tidak tepat, dapat menimbulkan
kerugian pada pasien, mengancam keselamatan jiwa dan
mengacaukan diagnosa penyakit.
2. Dibutuhkan pemahaman akan pentingnya pengetahuan perihal
kedaluwarsa obat, baik oleh apoteker, maupun pasien.
3. Dalam menjamin keamanan pasien dan mutu obat, peringatan
untuk tidak memberikan obat kedaluwarsa kepada pasien jika
sudah lewat tanggal yang ditetapkan.
4. Penyimpanan dan penyusunan obat harus diperhatikan dan diatur
sebaik-baiknya, hal ini untuk menjamin obat tersedia dengan
cukup dan dalam kondisi baik, tidak rusak, dan tidak
kedaluwarsa.
5. Perlu ditetapkan dan diterapkan Sistem penyimpanan dengan
memperhatikan bentuk sediaan dan kelas terapi Obat serta
disusun secara alfabetis Dengan sistem Pengeluaran Obat FEFO
(First Expire First Out) dan FIFO (First In First Out).
-13-

N. PENCATATAN, PEMANTAUAN, PELAPORAN EFEK SAMPING OBAT


DAN KEJADIAN TIDAK DIINGINKAN (KTD)
1. Untuk mencegah terjadinya efek samping obat dan kejadian yang
tidak diinginkan, maka penyampaian obat pada pasien harus
disertai label yang berisi minimal:
a. Nama pasien
b. Tanggal lahir
c. Nomor rekam medis
d. Aturan pakai
e. Cara pemakaian
f. Waktu menggunakan
2. Dalam pemberian obat harus memperhatikan ada tidaknya :
a. Riwayat alergi
b. Interaksi obat
c. Efek samping obat
3. Efek samping obat harus dilaporkan dan ditindak lanjuti, dan
dicatat dalam rekam medis
4. Jika terjadi kesalahan dalam pemberian obat maka harus
dilaporkan dan ditindak lanjuti, ditulis dalam buku
evaluasi/monitoring ruangan farmasi UPT Puskesms Sukawening.

J. PENANGGUNG JAWAB TINDAK LANJUT PELAPORAN KESALAHAN


PEMBERIAN OBAT (KPO) DAN (KNC)
Penanggung jawab tindak lanjut pelaporan KPO dan KNC di UPT
Puskesmas SukaweningKabupaten Garut

No Nama Nip Jabatan


Penanggung Jawab Tindak
Lanjut Pelaporan Kesalahan
1 Keukeu -
Pemberian Obat (KPO) Dan
Kejadian Nyaris Cedera (KNC)
-14-

K. PENYEDIAAN OBAT-OBAT EMERGENSI DI UNIT KERJA


1. Obat-obat emergensi harus tersedia di tempat pelayanan unit
gawat darurat UPT Puskesmas Sukawening untuk mengatasi jika
terjadi kedaruratan dalam pelayanan kesehatan
2. Obat emergensi harus disegel, dimonitor penggunaannya, dan
segera diganti jika digunakan dan disegel kembali oleh petugas
farmasi.
3. Penyediaan obat emergensi di unit pelayanan UPT Puskesmas
Sukawening Kabupaten Garut dilaksanakan oleh tim penyediaan
obat emergensi di unit pelayanan UPT Puskesmas Sukawening
Kabupaten Garut
4. Penyediaan obat emergensi di unit pelayanan UPT Puskesmas
Sukawening Kabupaten Garut berpedoman pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan bertanggung jawab demi
keselamatan pasien
-15-

DAFTAR OBAT EMERGENSI DI UNIT PELAYANAN

Unit Pelayanan
No Nama Obat
Loket
UGD Persalinan BP Gigi
Farmasi
1 Aminofilin injeksi √
2 Asam Asetilsalisilat Tablet √
3 Diazepam injeksi √
4 Diazepam Rectal √
5 Diazepam Tab 2 mg √
6 Dexametasone injeksi √
7 Difenhidramin injeksi √
8 Epinefrina HCl √ √
9 Fitomenadion (Vit K) Inj √ √ √
10 Garam Oralit √
11 Gentamisin injeksi √

12 Glukosa Larutan Infus 5% √


13 Lidokain injeksi √ √
14 Magnesium Sulfat injeksi √
15 Metil ergometrin injeksi √
16 Natrium Klorida Infus 0.9%
17 Oksitosin injeksi √
18 Ondansentron injeksi √
19 Ranitidin injeksi √
20 Ringer Laktat Lar. Infus √

Ditetapkan di : Garut
Pada tanggal : 02 Januari 2018
KEPALA UPT PUSKESMAS SUKAWENING,

Cecep Hamzah, S.Kep., Ners.,M.M.


Pembina
NIP. 19670108 198902 1 001
-16-