Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN TEORI
A. Konsep Keluarga

1. Definisi keluarga

Keluarga merupakan bagian dari manusia setiap hari selalu berhubungan dengan kita.
Keluarga adalah keterikatan dua orang atau lebih yang hidup bersama-sama dengan
keterikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing-masing yang
merupakan bagian dari keluarga (Suprajitno, 2004)

2. Tipe keluarga

a. Keluarga inti adalah keluarga yang hanya terdirei atas ayah, ibu, dan anak
yang diperoleh dari keturunan atau adopsi atau keduanya.

b. Keluarga besar adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang
masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi).

c. Keluarga bentukan kembali adalah keluarga baru yang terbentuk dari


poasangan yang telah cerai atau kehilangan pasangannya.

d. Keluarga dengan anak tanpa pernikahan sebelumnya.

e. Keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.

3. Fungsi keluarga

a. Fungsi afektif adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan


segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang
lain.

b. Fungsi sosialisasi dan bersosialisasi adalah fungsi mengembangkan dan


tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggal rumah untuk
berhubungan dengan orang lain di luar rumah.

c. Fungsi reproduksi adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan


menjaga kelangsungan keluarga.
4. Tugas keluarga di bidang kesehatan

a. Mengenal masalah kesehatan keluarga.

b. Memutuskan tindakan kesehatan keluarga.

c. Memberikan keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit.

d. Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan.

B. Struktur Keluarga

1. Pengertian Struktur keluarga

Struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga melaksanakan fungsi


keluarga di masyarakat. Struktur keluarga terdiri dari bermacam -macam
diantaranya :

a. Patrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari anak sedarah dalam beberapa generasi,
dimana hubungan ini disusun melalui jalur garis ayah.

b. Matrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa
generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.

c. Matrilokal

Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.

d. Patrilineal

Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.

e. Keluarga Kawinan

Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa
sanak saudara yang menjadi bagian keluarga kaena adanya hubungan dengan
suami atau istri.(Effendy, 1998,33)
C. Dismenore

1. Definisi dismenore

Beberapa definisi dismenore yaitu :

a. Dismenore adalah sakit saat menstruasi sampai dapat mengganggu aktivitas sehari –
hari (Manuaba, 2001).

b. Dismenore adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai wanita tersebut
tidak dapat bekerja dan harus tidur. Nyeri bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala,
perasaan mau pingsan, lekas marah (Mansjoer, 2003).

c. Dismenore adalah nyeri saat haid yang terasa di perut bagian bawah dan muncul
sebelum, selama atau setelah menstruasi. Nyeri dapat bersifat kolik atau terus
menerus. Dismenore timbul akibat kontraksi disritmik lapisan myometrium yang
menampilkan satu atau lebih gejala mulai dari nyeri ringan hingga berat pada perut
bagian bawah, daerah pantat dan sisi medial paha (Badziad, 2003).

2. Klasifikasi Dismenore

Disminore atau nyeri haid dapat digolongkan berdasarkan jenis nyeri dan ada
tindaknya kelainan yang dapat diamati. Berdasarkan jenis nyeri, nyeri haid dapat
dapat dibagi menjadi, disminore spasmodik dan disminore kongestif.

a. Nyeri Spasmodik

Nyeri spasmodik terasa, dibagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid
atau segera setelah masa haid mulai. Banyak wanita terpaksa, harus berbaring
karena terlalu menderita nyeri itu sehingga ia tidak dapat mengerjakan apapun.
Ada diantara yang pingsan, merasa sangat mual, bahkan ada yang benar-benar
muntah. Kebanyakan penderita adalah perempuan muda walaupun dijumpai pula
pada kalangan yang berusia 40 tahun ke atas. Disminore spasmodik dapat diobati
atau paling tidak dikurangi dengan lahirnya bayi pertama walaupun banyak pula
perempuan yang tidak mengalami hal seperti itu.

b. Nyeri Kongestif

Penderita disminore kongesdtif yang biasanya akan tahu sejak berhari-hari


sebelumnya bahwa masa haidnya akan segera tiba. Dia mungkin akan mengalami
pegal, sakit pada payudara, perut kembung tidak menentu, beha terasa terlalu
ketat, sakit kepala, sakit punggung, pegal pada paha, merasa lelah atau sulit
dipahami, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, menjadi ceroboh,
terganggu tidur, atau muncul memar di paha dan lengan atas. Semua itu
merupakan symptom pegal menyiksa yang berlangsung antara 2 dan 3 hari
sampai kurang dari 2 minggu. Proses menstruasi mungkin tidak terlalu
menimbulkan nyeri jika sudah berlangsung. Bahkan setelah hari pertama masa
haid, orang yang menderita dismenore kongestif akan merasa lebih baik.

Sedangkan berdasarkan ada tidaknya kelainan atau sebab yang dapat diamati,
nyeri haid dapat dibagi menjadi disminore primer dan disminore sekunder.

a) Disminore primer adalah timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri
dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormone tubuh atau
perubahan posisi Rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid itu
normal, tetapi dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik,
dan seperti stes, syok, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun,
kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala tersebut tidak
membahayakan kesehatan (Eny Kusmiran, 2012).

b) Disminore sekunder adalah nyeri haid yang biasanya baru muncul kemudian,
yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi Rahim,
kista atau polip, tumor sekitar kandungan, serta kelainan kedudukan Rahim
yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya (Eny Kusmiran, 2012).

3. Gejala Disminore

Disminore menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke
punggung bagin bawah dan tangkai, nyeri dirsakan sebagai kram yang hilang-timbul
atau sebagia nyeri tumpul yang terus menerus ada. Biasanya nyeri mulai timbul sesaat
sebelum atau selam menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah
2 hari akan menghilang. Disminore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual,
sembelit atau diare dan sering berkemih, kadang samapi terjadi muntah.

Menurut manuaba (2008) mengatakan bahwa gejala dan tanda dari disminore adalah
nyeri pada bagian bawah yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai.
Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang timbul atau sebagai nyeri tumpul yang
terus menerus ada.

4. Faktor Penyebab dan Faktor Resiko

Menurut Wiknjosastro (2007) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi


disminore antara lain :

a. Faktor Kejiwaan

Pada gadis-gadis yang secara emosional tidak stabil, apalagi jika mereka tidak
mendapat penerangan yang baik tentang proses haid, mudah timbul disminore.
Wanita mempunyai emosional yang psikis. Ketidak siapan remaja putri dalam
menghadapi perkembangan dan pertumbuhan pada dirinya tersebut,
mengakibatkan gangguan psikis yang akhirnya menyebabkan gangguan fisiknya,
misalya gangguan haid seperti disminore (Hurlock, 2007).

b. Faktor Konstitusi

Faktor konstitusi berhubungan dengan faktor kejiwaan sebagai penyebab


timbulnya disminore primer yang dapat menurunkan ketahanan seseorang
terhadap nyeri. Faktor ini antara lain :

1) Anemia

Anemia adalah defisiensi eritrosit atau hemoglobin atau dapat keduanya


hingga menyebabkan kemampuan mengangkut oksigen berkurang.

2) Penyakit Menahun

Penyakit menahun yang diderita seorang perempuan akan menyebabkan tubuh


kehilangan terhadap suatu penyakit atau terhadap rasa nyeri. Penyakit yang
termasuk penyakit menahun dalam hal ini adalah asma dan migrain
(Wiknjosastro, 1999).

c. Faktor Obstruksi Kanalis Servikalis

Pada perempuan dengan uterus dalam hiperantifleksi mungkin dapat terjadi


stenosis karnalis servikalis, akan tetapi hal ini sekarang tidak dianggap sebagai
faktor yang penting sebagai penyebab disminore.

d. Faktor Endokrin

Kejang pada disminore primer disebabkan oleh kontaksi yang berlebihan. Hal ini
disebabkan karena endometrium dalam fase sekresi memproduksi prostaglandin
F2 yang menyebabkan kontraksi otot-otot polos. Jika jumlah prostaglandin F2
berlebihan akan dilepaskan dalam peredaran darah, maka selain disminore,
dijumpai pula efek umum, seperti diare, nause, dan muntah.

e. Faktor Alergi

Teori ini ditemukan setelah adanya asosiasi antar disminore primer dengan
urtikaria, migren atau asma bronkial.

Menurut Bare dan smeltzer (2002), faktor resiko terjadinya disminore primer
adalah :

a) Menarche pada usia lebih awal


Menarche pada usia lebih awal menyebabkan alat-alat reproduksi belum
brfungsi secara optimal dan belum siap mengalami perubahan-perubahan
sehingga timbul nyeri ketika menstruasi.

b) Belum pernah hamil dan melahirkan

Perempuan yang hamil biasanya terjadi alergi yang berhubungan dengan saraf
yang menyebabkan adrenalin mengalami penurunan, serta menyebabkan leher
Rahim melebar sehingga sensasi nyeri haid berkurang bahkan hilang.

c) Lama menstruasi lebih dari normal (7 hari)

Lama menstruasi lebih dari normal (7 hari), menstruasi menimbulkan adanya


kontraksi uterus, terjadi lebih lam mengakibatkan utrus lebih sering
berkontaksi, dan semakin banyak prostaglandin yang dikeluarkan.

d) Umur

Perempuan semakin tua, lebih sering mengalami menstruasi maka leher


Rahim bertambah lebar, sehingga pada usia tua kejadian disminore jarang
ditemukan. Sedangkan menurut Medicastore (2004) wanita yang mempunyai
resiko menderita disminore primer adalah :

1) Mengkonsunmsi alkohol

2) Perokok

3) Tidak pernah berolah raga

4) Stres

5. Derajat Disminore

Setiap menstruasi menyebabkan rasa nyeri, terutama pada awal menstruasi namun
dengan kadar nyeri yang berbeda-beda. Disminore secara siklik dibagi menjadi tiga
tingkat keparahan. Menurut Manuaba (2001), disminore dibagi 3 yaitu :

a. Disminore Ringan

Disminore yang berlangsung beberapa saat dan dapat melanjutkan kerja sehari-
hari

b. Disminore sedang

Pada disminore sedang ini penderita memerlukan obar penghilang rasa nyeri,
tanpa perlu meninggalkan kerjanya.
c. Disminore Berat

Disminore berat membutuhkan penderita untuk istirahat beberapa hari dan dapat
disertai sakit kepala, kemeng pinggang, diare dan rasa tertekan.