Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH KEPERAWATAN KRITIS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

PNEUMOTORAKS

oleh:

KELOMPOK 3

NUR INTAN ANA SOFIAN 14220170011

ADINDA MERY ASHARI 14220170012

YUTIA FERIANTI YUNUS PADU 14220170014

SITI HADIJAH SYAM 14220170015

SITI NUR 14220

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT karena limpahan rahmat
serta anugerah dari-Nya kami mampu untuk menyelesaikan makalah kami dengan
judul “Penyakit pneumotoraks“
Sholawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi
agung kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah
SWT untuk kita semua, yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar yakni
Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling
besar bagi seluruh alam semesta.
Selanjutnya dengan rendah hati kami meminta kritik dan saran dari pembaca
untuk makalah ini supaya selanjutnya dapat kami revisi kembali. Karena kami sangat
menyadari, bahwa makalah yang telah kami buat ini masih memiliki banyak
kekurangan.
Kami ucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah yang telah memberikan
kami tugas dan untuk teman-teman kelompok yang telah mendukung serta membantu
kami selama proses penyelesaian makalah ini hingga rampungnya makalah ini.
Demikianlah yang dapat kami haturkan, kami berharap supaya makalah yang
telah kami buat ini mampu memberikan manfaat kepada setiap pembacanya.

Makassar, 14 Oktober 2019

penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................


DAFTAR ISI .......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................
A. Latar Belakang ........................................................................................................
B. Tujuan ....................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................
A. Anatomi dan fisiologi ..............................................................................................
B. Definisi ....................................................................................................................
C. Etiologi ....................................................................................................................
Patofisiologi ........................................................................................................................
D. Manifestasi Klinis ...................................................................................................
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN PNEUMOTORAKS.............................................
A. Diagnosis keperawatan............................................................................................
B. Penyimpangan KDM ...............................................................................................
BAB IV PENANGANAN KRITIS PNEUMOTORAKS ...................................................
BAB V PENUTUP ..............................................................................................................
BAFTAR PUSTAKA .........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pneumotoraks didefinisikan sebagai adanya udara di dalam kavum/rongga
pleura. Tekanan di rongga pleura pada orang sehat selalu negatif untuk dapat
mempertahankan paru dalam keadaan berkembang (inflasi). Tekanan pada
rongga pleura pada akhir inspirasi 4 s/d 8 cm H2O dan pada akhir ekspirasi 2 s/d
4 cm H2O
Kerusakan pada pleura parietal dan/atau pleura viseral dapat menyebabkan
udara luar masuk ke dalam rongga pleura, Sehingga paru akan kolaps. Paling
sering terjadi spontan tanpa ada riwayat trauma; dapat pula sebagai akibat trauma
toraks dan karena berbagai prosedur diagnostik maupun terapeutik.
Dahulu pneumotoraks dipakai sebagai modalitas terapi pada TB paru
sebelum ditemukannya obat anti tuberkulosis dan tindakan bedah dan dikenal
sebagai pneumotoraks artifisial . Kemajuan teknik maupun peralatan kedokteran
ternyata juga mempunyai peranan dalam meningkatkan kasus-kasus
pneumotoraks antara lain prosedur diagnostik seperti biopsi pleura, TTB, TBLB;
dan juga beberapa tindakan terapeutik seperti misalnya fungsi pleura, ventilasi
mekanik, IPPB, CVP dapat pula menjadi sebab teradinya pneumotoraks
(pneumotoraks iatrogenik). Ada tiga jalan masuknya udara ke dalam rongga
pleura, yaitu
1. Perforasi pleura viseralis dan masuknya udara dan dalam paru.
2. Penetrasi dinding dada (dalam kasus yang lebih jarang perforasi esofagus
atau abdomen) dan pleura parietal, sehingga udara dan luar tubuh masuk
dalam rongga pleura.
3. Pembentukan gas dalam rongga pleura oleh mikroorganisme pembentuk
gas misalnya pada empiema.
Pneumotoraks spontan yang timbul pada umur lebih dan 40 tahun sering
disebabkan oleh adanya bronkitis kronik dan empisema. Lebih sering pada orang-
orang dengan bentuk tubuh kurus dan tinggi (astenikus) terutama pada mereka
yang mempunyai kebiasaan merokok. Pneumonotoraks kanan lebih sering terjadi
dan pada kiri

B. Tujuan
Tujuan dari penulisan tinjauan pustaka (referat) ini adalah untuk mengetahui
definisi dari pneumotoraks, serta cara menegakkan diagnosa pneumotoraks secara
tepat sesuai jenis dan luasnya pneumotoraks, karena hal tersebut akan
berpengaruh pada penanganannya.
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI
Pneumotoraks adalah suatu keadaan berkumulasinya udara dalam rongga
intrapleura. Keadaan ini dapat terjadi secara spontan atau secara trauma.
(ester chang dkk, 2010)
Pneumotoraks terjadi jika udara memasuki rongga pleura viseral parietal
sehingga menyebabkan kolaps paru parcial atau komplet.
(patricia G. Morton, 2014)

B. ETIOLOGI
1. Penyebab pneumotoraks terbuka yaitu:
a. Trauma tembus pada dada seperti luka tembak atau luka tusuk
b. Pemasangan kateter vena sentral
c. Pembedahan dada
d. Biopsi transbronkial
e. Torakosentesis atau biopsi pleura tertutup
2. Penyebab pneumotoraks tertutup yaitu:
a. Trauma tumpul pada dada
b. Kebocoran dada akibat blebs yang rupture
c. Barotrauma akibat tekanan intra torakal yang tinggi saat pemasangan
vensilasi mekanik
d. Lesi tuberculosis atau kanker yang mengerosi kedalam rongga pleura
e. Penyakit paru interstisial seperti granuloma eosinofilik
3. Penyebab pneumotoraks tension yaitu:
a. Fraktur iga
b. Ventilasi mekanik
c. Luka tembus pada dada yang di rawat dengan pembalutan kedap udara
d. Positif and expiratory plessure yang tinggi sehingga terjadi rupture pada
alveoli
e. Oklusi atau malfungsi kateter dada
(dosen keperawatan medical bedah Indonesia,2016)

C. PATOFISIOLOGI
1. Pneumotoraks spontan
Ruprut bleb pada permukaan paru memungkinkan udara masuk ruang pleura
dari jalan napas.
a. Pneumotoraks primer mengenai orang yang sebelum sehat
b. Pneumotoraks sekunder mengenai orang yang mengalami penyakit paru
yang telah diderita sebelumnya (mis, COPD).
2. Pneumotoraks traumatis
Luka pungsi/luka tusuk melalui dinding dada trauma ke dinding dada atau
pleura mengganggu membrane pleura.
a. Terbuka terjadi dengan trauma dada penetrasi yang memungkinkan
udara dari lingkungan masuk ruang pleura.
b. Tertutup terjadi dengan trauma tumpul yang memungkinkan udara dari
paru masuk ruang pleura.
c. Latrogenik melibatkan laserasi pleura viseral selama prosedur seperti
torasentesis atau pemasangan slang sentral.
3. Pneumotoraks tension
Udara masuk ruang pleura melalui dinding dada atau dari jalan napas tetapi
tidak dapat keluar, menyebabkan akumulasi cepat. Paru pada sisi yang
terkena mengalami kolaps. Karena tekanan intrapleura meningkat, jantung,
pembulu besar, trakea, dan esophagus bergeser kea rah sisi yang tidak
terkena.
(Priscilla LeMone, 2015)
D. MANIFESTASI KLINIS
1. Pneumotoraks Spontan
a. Awitan tiba-tiba
b. Nyeri dada pleuritis
c. Dyspnea, sesak napas
d. Takipnea takikardi
e. Ekskrusi paru yang tidak sama
f. Penurunan suara napas dan nada perkusi hiperesonans pada sisi yang
terkena
2. Pneumotoraks Traumatis
a. Nyeri
b. Dispnea
c. Takipnea, takikardia
d. Penurunan eksekusi pernapasan
e. Tidak ada suara napas pada area yang terkena
f. Udara bergerak melalui luka terbuka
3. Pneumonia Tension
a. Hipotensi
b. Distensi vena leher
c. Dispnea berat
d. Takipnea, takikardi
e. Penurunan eksekusi pernapasan
f. Tidak ada suara napas pada sisi yang terkena
g. Deviasi trakea kearah sisi yang tidak terkena
(Priscilla LeMone, 2015)
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN PNEUMOTORAKS

A. Diagnosa
BAB IV
PENANGANAN KRITIS PNEUMOTORAKS
BAB V
KESIMPULAN

Pneumotoraks merupakan suatu keadaan dimana rongga pleura terisi oleh


udara, sehingga menyebabkan pendesakan terhadap jaringan paru yang menimbulkan
gangguan dalam pengembangannya terhadap rongga dada saat proses respirasi. Oleh
karena itu, pada pasien sering mengeluhkan adanya sesak napas dan nyeri dada.

Berdasarkan penyebabnya, pneumotoraks dapat terjadi baik secara spontan


maupun traumatik. Pneumotoraks spontan itu sendiri dapat bersifat primer dan
sekunder. Sedangkan pneumotoraks traumatic dapat bersifat iatrogenik dan non
iatrogenik. Dan menurut fistel yang terbentuk, maka pneumotoraks dapat bersifat
terbuka, tertutup dan ventil (tension)
DAFTAR PUSTAKA

LeMone, Priscilla. 2017. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah: Gangguan


Respirasi. Edisi 5. Jakarta: EGC.