Anda di halaman 1dari 161

HALAMAN JUDUL

PROFIL KESEHATAN
BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TAHUN 2016
TIM PENYUSUN
Penanggung Jawab : dr. Silveria O. Bailia, MM
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai
Kepulauan

Pengarah : Aryadi Mandaya, SKM


Sekretaris Dinas Kesehatan

Ketua : Bayu Akbar Sipatu, SKM, S.Sos, M.Kes


Kasubag. Perencanaan Program Dinkes Kab. Banggai
Kepulauan

Anggota : Amanda Giovani Pea, S.Psi

Redaksi :
Jalan KRI Hasannudin No. 02 Tlp (0462) 2222013 Salakan 94785
Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan.

i Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas

limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Profil Kesehatan Kabupaten Banggai

Kepulauan Tahun 2018 ini dapat tersusun.

Sebagai salah satu produk Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten

Banggai Kepulauan, maka Profil Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan tahun

2018 ini diharapkan dapat memberi gambaran kepada para pembaca mengenai

kondisi dan situasi kesehatan di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan pada tahun

2018 yang komprehensif. Data dan informasi tersebut adalah berupa data dan

informasi tentang Gambaran Umum Demografi, Sarana Kesehatan, Tenaga

Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan, Kesehatan Keluarga, serta pengendalian

Penyakit dan Kesehatan Lingkungan.

Profil Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018 ini disusun

berdasarkan ketersediaan data dan informasi, dan indikator kesehatan yang

bersumber dari UPTD Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Trikora Salakan serta institusi

lain seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai Kepulauan.

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua

pihak yang berkontribusi, khususnya pengelola data di Puskesmas dan Dinas

Kesehatan serta lintas sektor dam penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten Banggai

Kepulauan 2018.

Kami menyadari bahwa penyusunan profil kesehatan ini masih banyak

kekurangan baik kelengkapan dan akurasi serta ketepatan waktu maupun


ii Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
penyajianya.Untuk itu kritik dan saran kami harapkan sebagaipenyempurnaan profil

yang akan datang.

Semoga Profil ini dapat berguna bagi semua pihak, baik pemerintah,

organisasi profesi, akademisi, sektor swasta dan masyarakat serta dapat

berkontribusi secara positif bagi perencanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten

Banggai Kepulauan.

Salakan, April 2019

Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten Banggai Kepulauan

dr. SILVERIA O. BAILIA, MM


NIP. 19801014 200604 2 006

iii Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................

TIM PENYUSUN ........................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ..................................................................................................... ii

DAFTAR ISI................................................................................................................. iv

DAFTAR TABEL.......................................................................................................... vi

DAFTAR GRAFIK........................................................................................................ ix

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................. xiv

BAB I GAMBARAN UMUM.......................................................................................... 1

A. KEADAAN GEOGRAFI .................................................................................. 1

B. KEPENDUDUKAN ......................................................................................... 6

C. KEADAAN PENDIDIKAN ............................................................................. 10

BAB II SARANA KESEHATAN .................................................................................. 11

A. SARANA KESEHATAN ................................................................................ 11

B. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN ........................................ 20

C. UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT ........................ 27

BAB III TENAGA KESEHATAN ................................................................................. 42

A. TENAGA KESEHATAN ................................................................................ 42

B. RASIO TENAGA KESEHATAN .................................................................... 52

BAB IV PEMBIAYAAN KESEHATAN ........................................................................ 55

A. PEMBIAYAAN KESEHATAN ....................................................................... 55

BAB V KESEHATAN KELUARGA............................................................................. 64

A. KESEHATAN IBU......................................................................................... 64

iv Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


B. KESEHATAN ANAK ..................................................................................... 78

C. PELAYANAN KESEHATAN PRODUKTIF DAN USIA LANJUT ................. 102

BAB VI PENGENDALIAN PENYAKIT ..................................................................... 105

A. PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG ............................. 105

B. PENGENDALIAN PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN


IMUNISASI .......................................................................................................... 116

C. PENGENDALIAN PENYAKIT TULAR VEKTOR DAN ZOONOTIK ............ 119

D. PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR ...................................... 124

BAB VII KESEHATAN LINGKUNGAN .................................................................... 129

A. KEADAAN KESEHATAN LINGKUNGAN ................................................... 129

BAB VIII KESIMPULAN DAN PENUTUP ................................................................ 139

v Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL
TABEL 1.1 DESA/KELURAHAN PER KECAMATAN KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018
TABEL 1.2 JUMLAH PENDUDUK DAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
TABEL 1.3 RASIO JENIS KELAMIN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018
TABEL 2.1 RUANG PELAYANAN RAWAT JALAN RSUD TRIKORA SALAKAN
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 2.2 KEADAAN TENAGA KESEHATAN RSUD TRIKORA SALAKAN


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 2.3 PUSKESMAS RAWAT JALAN DAN INAP DI KABUPATEN


BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 2.4 STATUS AKREDITASI PUSKESMAS DI KABUPATEN BANGGAI


KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 2.5 PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU) DI KABUPATEN BANGGAI


KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 2.6 PUSKESMAS KELILING (PUSLING) DI KABUPATEN BANGGAI


KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 2.7 KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI


FKTL TAHUN 2018
TABEL 2.8 INDIKATOR KINERJA PELAYANAN RUMAH SAKIT TAHUN 2018
TABEL 2.9 GAMBARAN CAKUPAN POSYANDU BERDASARKAN STRATA
TAHUN 2018

vi Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 2.10 RATIO POSYANDU PER SATUAN BALITA PER KECAMATAN
DAN PUSKESMAS DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018
TABEL 3.1 JUMLAH TENAGA MEDIS (DOKTER UMUM DAN DOKTER GIGI)
TAHUN 2018
TABEL 3.2 JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN (PERAWAT DAN BIDAN) DI
13 PUSKESMAS TAHUN 2018
TABEL 3.3 JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT, KESEHATAN
LINGKUNGAN DAN TENAGA GIZI DI 13 PUSKESMAS TAHUN
2018
TABEL 3.4 JUMLAH TENAGA ATLM DAN TEKNISI GIGI DI 13 PUSKESMAS
TAHUN 2018
TABEL 3.5 JUMLAH TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DAN APOTEKER DI
13 PUSKESMAS TAHUN 2018
TABEL 3.6 JUMLAH TENAGA PENUNJANG DI 13 PUSKESMAS TAHUN 2018

TABEL 3.7 TARGET RASIO TENAGA KESEHATAN PER 100.000 PENDUDUK


MENURUT JENIS TENAGA TAHUN 2018
TABEL 3.8 PERSENTASE PENCAPAIAN RASIO TENAGA KESEHATAN
MENURUT JENIS TENAGA TAHUN 2018

TABEL 4.1 SUMBER PEMBIAYAAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN


BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2017

TABEL 4.2 ALOKASI DAN REALISASI ANGGARAN DINAS KESEHATAN


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 4.3 ALOKASI DAN REALISASI DANA BANTUAN OPERASIONAL


KESEHATAN (BOK) KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

TABEL 6.1 KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) TAHUN 2018

vii Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 7.1 CAKUPAN DESA/KELURAHAN YANG MELAKSANAKAN STBM
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 7.2 JENIS SARANA SUMBER AIR MINUM BERKUALITAS YANG DI


GUNAKAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

TABEL 7.3 PERSENTASE SARANA AIR MINUM YANG DILAKUKAN


PENGAWASAn YANG DIGUNAKAN TAHUN 2018

TABEL 7.4 PERSENTASE FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN


SEHAT) YANG DIGUNAKAN TAHUN 2018

TABEL 7.5 PERSENTASE TTU YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN


YANG DIGUNAKAN TAHUN 2018

TABEL 7.6 PERSENTASE PENGELOLAHAN MAKANAN (TPM) YANG


DIGUNAKAN TAHUN 2018

viii Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


DAFTAR GRAFIK

DAFTAR GRAFIK
GAMBAR 1.1 PETA KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
GRAFIK 1.1 LUAS WILAYAH PER KECAMATAN KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 1.2 JARAK IBU KOTA KE KECAMATAN KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 1.3 JUMLAH PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 1.4 DISTRIBUSI DAN KEPADATAN PENDUDUK KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 2.1 CAKUPAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN DAN RAWAT
INAP DI FKTP TAHUN 2018
GRAFIK 2.2 GRAFIK PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN DI
PUSKESMAS TAHUN 2018
GRAFIK 2.3 GRAFIK SARANA APOTEK DAN TOKO OBAT
GRAFIK 2.4 GAMBARAN UKBM DI KAB. BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

GRAFIK 2.5 GAMBARAN CAPAIAN PERKEMBANGAN DESA/KELURAHAN


SIAGA AKTIF BERDASARKAN STRATA DI KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2016-2018
GRAFIK 2.6 GAMBARAN DESA/KELURAHAN SIAGA AKTIF BERDASARKAN
STRATA DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 2.7 GAMBARAN CAKUPAN POSYANDU BERDASARKAN STRATA DI
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2017-2018
GRAFIK 2.8 TREND CAPAIAN PHBS RT DI KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2016 S.D 2018
GRAFIK 2.9 CAPAIAN 10 INDIKATOR PHBS RT DI KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

ix Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 2.10 JUMLAH POSBINDU PTM MENURUT KECAMATAN DI KAB.
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

GRAFIK 3.1 SEBARAN TENAGA KESEHATAN DI KAB. BANGGAI


KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 3.2 JUMLAH TENAGA KESEHATAN BERDASARKAN JENIS TENAGA
TAHUN 2018
GRAFIK 4.1 PERSENTASE CAKUPAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN DI
KAB. BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 4.2 PRESENTASE DESA YANG MEMANFAATKAN DANA DESA
UNTUK KESEHATAN KAB. BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 5.1 ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUANTAHUN 2018
GRAFIK 5.2 KEMATIAN IBU BERDASARKAN MASA KEHAMILAN TAHUN 2018

GRAFIK 5.3 KEMATIAN IBU BERDASARKAN PENYEBAB KEMATIAN TAHUN


2018
GRAFIK 5.4 CAKUPAN K1 DAN K4 PADA IBU HAMIL TAHUN 2018
GRAFIK 5.5 CAKUPAN IMUNISASI TD PADA IBU HAMIL TAHUN 2018
GRAFIK 5.6 PERSENTASE PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (FE3)
PADA IBU HAMIL TAHUN 2018
GRAFIK 5.7 CAKUPAN PEMBERIAN TABLET FE3 PADA IBU HAMIL TAHUN
2018
GRAFIK 5.8 CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH NAKES TAHUN
2018
GRAFIK 5.9 CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH NAKES TAHUN
2018
GRAFIK 5.10 PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS TAHUN 2018
GRAFIK 5.11 PEMBERIAN VIT A PADA IBU NIFAS TAHUN 2018
GRAFIK 5.12 PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN TAHUN 2018
GRAFIK 5.13 PESERTA KB AKTIF DAN KB PASCA PERSALINAN TAHUN 2018

x Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.14 KUNJUNGAN NEONATAL (KN1) TAHUN 2018
GRAFIK 5.15 KUNJUNGAN NEONATAL (KN1) TAHUN 2018
GRAFIK 5.16 PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL TAHUN 2018
GRAFIK 5.17 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI TAHUN 2018
GRAFIK 5.18 CAKUPAN ASI EKSKLUSIF KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
3 TAHUN TERAKHIR TAHUN 2018
GRAFIK 5.19 CAKUPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TAHUN 2018
GRAFIK 5.20 CAPAIAN CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 5.21 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN ANAK BALITA
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 5.22 TREND PEMBERIAN KAPSUL VIT. A PADA BALITA (6-59 BULAN)
TAHUN 2018
GRAFIK 5.23 CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA TAHUN 2018
GRAFIK 5.24 TREND TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT (D/S) TAHUN
2018
GRAFIK 5.25 CAKUPAN D/S TAHUN 2018
GRAFIK 5.26 CAKUPAN N/D TAHUN 2018
GRAFIK 5.27 JUMLAH KEMATIAN NEONATAL TAHUN 2018
GRAFIK 5.28 ANGKA KEMATIAN POST NEONATAL TAHUN 2018
GRAFIK 5.29 ANGKA KEMATIAN NEONATAL DAN POST NEONATAL TAHUN
2018
GRAFIK 5.30 JUMLAH KEMATIAN ANAK BALITA TAHUN 2018
GRAFIK 5.31 CAKUPAN PENJARINGAN MURID SEKOLAH TAHUN 2018

GRAFIK 5.32 CAPAIAN CAKUPAN UCI DESA di KABUPATEN BANGGAI


KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 5.33 PELAYANAN KESEHATAN USILA TAHUN 2018
GRAFIK 5.34 PELAYANAN KESEHATAN USIA PRODUKTIF TAHUN 2018
GRAFIK 6.1 ANGKA NOTIFIKASI KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK
TAHUN 2018
xi Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
GRAFIK 6.2 ANGKA KESEMBUHAN PASIEN TB TAHUN 2018
GRAFIK 6.3 CAKUPAN PENEMUAN PENDERITA PNEUMONIA BALITA DI
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 6.4 JUMLAH KASUS dan KEMATIAN AKIBAT HIV/AIDS TAHUN 2018

GAMBAR 6.5 CAKUPAN PENEMUAN DAN PENANGANAN PENYAKIT DIARE DI


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

GRAFIK 6.6 TREND PREVALENSI DAN ANGKA PENEMUAN KASUS BARU KUSTA
TAHUN 2014-2018
GRAFIK 6.7 ANGKA PREVALENSI KUSTA PER PUSKESMAS TAHUN 2018
GRAFIK 6.8 PROPORSI PENDERITA BARU DENGAN CACAT TKT. II TAHUN
2018
GRAFIK 6.9 JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) TAHUN 2018
GRAFIK 6.10 JUMLAH PENEMUAN SUSPEK CAMPAK TAHUN 2018
GRAFIK 6.11 JUMLAH KASUS DBD DI KAB. BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018
GRAFIK 6.12 ANGKA KESAKITAN MALARIA (API) PER 1.000 PENDUDUK DI
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 6.13 JUMLAH PENYAKIT MALARIA DI KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018
GRAFIK 6.14 PENDERITA KRONIS FILARIA TAHUN 2017 DAN 2018

GRAFIK 6.15 PERSENTASE PENDERITA HIPERTENSI YANG MENDAPAT


PELAYANAN KESEHATAN SESUAI STANDAR TAHUN 2018
GRAFIK 6.16 PERSENTASE PENDERITA DM YANG MENDAPATKAN
PELAYANAN KESEHATAN SESUAI STANDAR TAHUN 2018
GRAFIK 6.17 PERSENTASE DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DAN
KANKER PAYUDARA TAHUN 2018
GRAFIK 6.18 PERSENTASE IVA POSITIF PADA PEREMPUAN USIA 30-50
TAHUN TAHUN 2018

xii Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.19 PERSENTASE TUMOR/BENJOLAN PAYUDARA PADA
PEREMPUAN USIA 30-50 TAHUN YANG DISKRINING TAHUN
2018
GRAFIK 6.20 PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN ORANG DENGAN
GANGGUAN JIWA BERAT TAHUN 2018

xiii Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH
PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN
PENDUDUK MENURUT KECAMATAN KAB. BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 2 JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN


KELOMPOK UMUR KAB. BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 3 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS YANG


MELEKHURUF DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH
MENURUT JENIS KELAMIN KAB. BANGKEP TAHUN 2018

LAMPIRAN 4 JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 5 JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN


KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN
KESEHATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 6 PRESENTASE FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN


KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR) LEVEL
1 KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 7 ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT KABUPATEN


BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 8 INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 9 PRESENTASE PUSKESMAS DENGAN KETERSEDIAAN OBAT


DAN VAKSIN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 10 JUMLAH POSYANDU DAN POSBINDU PTM MENURUT


KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 11 JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

xiv Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


LAMPIRAN 12 JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN DI
FASILITAS KESEHATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

LAMPIRAN 13 JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT, KESEHATAN


LINGKUNGAN, DAN GIZI DI FASILITAS KESEHATAN
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 14 JUMLAH TENAGA TEKNIK BIOMEDIKA, KETERAPIAN FISIK,


DAN KETEKNISIAN MEDIK DI FASILITAS KESEHATAN
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 15 JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 16 JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI


FASILITAS KESEHATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

LAMPIRAN 17 CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS


JAMINAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 18 PRESENTASE DESA YANG MEMANFAATKAN DANA DESA


UNTUK KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 19 ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN


TAHUN 2018

LAMPIRAN 20 JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN


DAN PUSKESMAS KAB. BANGKEP TAHUN 2018

LAMPIRAN 21 JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR,


KECAMATAN, DAN PUSESMAS KAB. BANGKEP TAHUN 2018

LAMPIRAN 22 JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT PENYEBAB, KECAMATAN


DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 23 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL, IBU


BERSALIN, DAN IBU NIFAS MENURUT KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

xv Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


LAMPIRAN 24 CAKUPAN IMUNISASI TD PADA IBU HAMIL MENURUT
KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 25 PRESENTASE CAKUPAN IMUNISASI TD PADA WANITA USIA


SUBUR YANG TIDAK HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 26 PRESENTASE CAKUPAN IMUNISASI TD PADA WANITA USIA


SUBUR (HAMIL DAN TIDAK HAMIL) MENURUT KECAMATAN
DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 27 JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPAT TABLET TAMBAH


DARAH (TTD) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 28 PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI,


KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 29 CAKUPAN DAN PROPORSI PESERTA KB PASCA PERSALINAN


MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 30 JUMLAH DAN PRESENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI


KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL MENURUT JENIS
KELAMIN KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 31 JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI DAN BALITA MENURUT


JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KAB.
BANGKEP TAHUN 2018

LAMPIRAN 32 JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI DAN BALITA MENURUT


PENYEBAB UTAMA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KAB.
BANGKEP TAHUN 2018

LAMPIRAN 33 BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS


KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

xvi Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


LAMPIRAN 34 CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS
KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 35 BAYI BARU LAHIR MENDAPAT IMD DAN PEMBERIAN ASI


EKSKLUSIF PADA BAYI <6 BULAN MENURUT KECAMATAN,
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 36 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS


KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 37 CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD


IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 38 CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B <7 HARI BCG PADA BAYI


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 39 CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB-HIB 3, POLIO 4, CAMPAK/MR,


DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT
JENIS KELAMIN KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 40 CAKUPAN IMUNISASI LANJUTAN DPT-HB-HIB 4 DAN


CAMPAK/MR2 PADA ANAK USIA DIBAWAH DUA TAHUN
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, PUSKESMAS
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 41 CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK


BALITA MENURUT JENIS KELAMIN KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 42 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN ANAK BALITA MENURUT


JENIS KELAMIN KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 43 JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS


KELAMIN,KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

xvii Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


LAMPIRAN 44 STATUS GIZI BALITA BERDASARKAN INDEKS BB/U, TB/U, DAN
BB/TB MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 45 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA


SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA MENURUT KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 46 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT


KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 47 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD


DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN
DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 48 PELAYANAN KESEHATAN USIA PRODUKTIF MENURUT JENIS


KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 49 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT


JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 50 PUSKESMAS YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN PELAYANAN


KESEHATAN KELUARGA KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

LAMPIRAN 51 JUMLAH TERDUGA TUBERKULOSIS ,KASUS TUBERKULOSIS,


KASUS TUBERKULOSIS ANAK, CASE NOTIFICATION RATE
(CNR) PER 100.000 PENDUDUK DAN CASE DETECTION RATE
(CDR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 52 ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP SERTA


KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS MENURUT
JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

xviii Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


LAMPIRAN 53 PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS
KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 54 JUMLAH KASUS HIV MENURUT JENIS KELAMIN DAN


KELOMPOK UMUR KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 55 JUMLAH KASUS DAN KEMATIAN AKIBAT AIDS MENURUT


JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 56 KASUS DIARE YANG DILAYANI MENURUT JENIS KELAMIN,


KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 57 KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN,


KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 58 KASUS BARU KUSTA CACAT TINGKAT 0, CACAT TINGKAT 2,


PENDERITA KUSTA ANAK<15 TAHUN, PENDERITA KUSTA
ANAK<15 TAHUN DENGAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT
KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 59 JUMLAH KASUS TERDAFTAR DAN ANGKA PREVALENSI


PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN,
KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 60 PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM


TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN,
DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 61 JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN


DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 62 JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN


IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN,

xix Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 63 KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG


DITANGANI < 24 JAM KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

LAMPIRAN 64 JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT


JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 65 KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS


KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 66 KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT


JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 67 PENDERITA KRONIS FILARIASIS MENURUT JENIS KELAMIN,


KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 68 PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA HIPERTENSI


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 69 PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA DIABETES MELITUS


(DM) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 70 CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN


METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN
PEMERIKSAAN KLINIS (SADANIS) KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 71 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN ORANG DENGAN


GANGGUAN JIWA (ODGJ) BERAT MENURUT KECAMATAN
DAN PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 72 PERSENTASE SARANA AIR MINUM YANG DILAKUKAN


PENGAWASAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
xx Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
2018

LAMPIRAN 73 PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI


YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT KECAMATAN, DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 74 DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS


MASYARAKAT KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 75 PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM (TTU) MEMENUHI


SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN
2018

LAMPIRAN 76 TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MEMENUHI


SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 77 JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KABUPATEN/KOTA


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

LAMPIRAN 78 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH


DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN
PUSKESMAS KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

xxi Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


BAB I
GAMBARAN UMUMAMBARAN

BAB I GAMBARAN UMUM

A. KEADAAN GEOGRAFI

1. Luas Wilayah
Secara geografis, Kabupaten Banggai Kepulauan terletak antara 1° 06’'

30" Lintang Selatan sampai dengan 1° 35' 58" Lintang Selatan dan 122° 37' 6,3"

Bujur Timur sampai dengan 123° 40' 1,9" Bujur Timur di Jazirah Timur Laut

Pulau Sulawesi.

Berdasarkan hasil evaluasi data Potensi Desa (Podes) yang

dikonfirmasikan dengan sumber data lainnya, komposisi ketinggian daratan di

wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan dari permukaan laut adalah sebagai

berikut:

< 500 meter = 98,61% 500-700 meter = 1,39%

Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan bagian timur dibatasi oleh Laut

Maluku, bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Banggai Laut, bagian

barat berbatasan dengan Selat Peling, dan bagian utara berbatasan dengan

Kabupaten Banggai.

1 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GAMBAR 1.1
PETA KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki luas wilayah sebesar 9.160,11


km² dan merupakan kabupaten bahari karena memiliki luas laut sekitar 6.671,32
km² atau sekitar 72,83% dari luas keseluruhan sedangkan luas daratan sebesar
2.488,79 km². Luas wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan disajikan pada
gambar 1.1.

2 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 1.1
LUAS WILAYAH PER KECAMATAN
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

95.19 Totikum
187.32 155.45 Tot Sel
184.84 Tinangkung
312.6 Tinangkung Utara

318.00 Ting Sel

136.65 Liang
Peling Tengah
187.89
319.00 Bulagi

176.19 Bulagi Selatan

275.66 Bulagi Utara


Buko
140.00

Sumber : BPS, Kab. Banggai Kepualaun,2018

Grafik di atas menyajikan luas wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan per


kecamatan. Kecamatan yang memiliki luas daratan terbesar adalah Kecamatan
Bulagi Selatan dengan luas sebesar 319,00 km² atau sekitar 12,82% dari luas
daratan wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, sedangkan kecamatan yang
memiliki luas daratan terkecil adalah Kecamatan Totikum Selatan dengan luas
daratan sebesar 95,19km² atau sekitar 3,82% dari luas daratan Kabupaten
Banggai Kepulauan secara keseluruhan.
Jarak antar ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan di
Kabupaten Banggai Kepulauan disajikan pada grafik 1.2

3 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 1.2
JARAK IBU KOTA KE KECAMATAN
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

Buko Selatan 134


Buko 121
Bulagi Utara 62
Bulagi Selatan 78
Bulagi 60
Peling Tengah 30
Liang 43
Ting Sel 24
Tinangkung Utara 25
Tinangkung 0
Tot Sel 54
Totikum 64

0 20 40 60 80 100 120 140

Sumber : BPS, Kab. Banggai Kepualaun,2018

Grafik di atas menunjukkan bahwa jarak ibu kota kecamatan ke ibu kota
kabupaten yang terjauh adalah Kecamatan Buko Selatan yaitu 134 KM dan
terdekat adalah Kecamatan Tinangkung Selatan yaitu 24 KM.

2. Jumlah Desa/Kelurahan

Pada tahun 2018, Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki 12 kecamatan yang


terbagi menjadi 141 desa, dan 3 kelurahan. Dilihat dari klasifikasinya, seluruh
desa merupakan desa swasembada. Data mengenai pembagian wilayah
administratif dan klasifikasi desa/kelurahan disajikan pada tabel 1.1

4 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 1.1
DESA/KELURAHAN PER KECAMATAN
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

NO KECAMATAN DESA KELURAHAN JUMLAH

1 Totikum 11 0 11
2 Totikum Selatan 8 0 8
3 Tinangkung 10 1 11
4 Tinangkung Utara 6 0 6
Tinangkung
5 9 0 9
Selatan
6 Liang 16 0 16
7 Peling Tengah 11 0 11
8 Bulagi 15 1 16
9 Bulagi Selatan 20 0 20
10 Bulagi Utara 11 1 12
11 Buko 13 0 13
12 Buko Selatan 11 0 11

Kabupaten 141 3 144


Sumber : BPS, Kab. Banggai Kepualaun,2018

5 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


B. KEPENDUDUKAN

1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk

Jumlah penduduk tahun 2018 sebesar 117.633 jiwa diantaranya Jumlah


penduduk laki-laki sebanyak 59.321 jiwa sedangkan perempuan 58.312 jiwa,
laju pertumbuhan penduduk selama periode 2016-2017 yaitu 0,69%. Komposisi
Penduduk berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada gambar 2.4 berikut.
GRAFIK 1.3
JUMLAH PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

Sumber : BPS, Kab. Banggai Kepualaun,2018

Grafik di atas menunjukkan bahwa jumlah penduduk berdasarkan


kelompok umur di Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 yang terbesar

6 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


adalah Kelompok umur 5 – 9 tahun yaitu 11.990 jiwa dan terkecil adalah
Kelompok umur 70 – 74 tahun yaitu 2.058 jiwa.
Di bawah ini disajikan gambaran jumlah penduduk dan laju pertumbuhan
penduduk di Kab. Banggai kepulauan berdasarkan proyeksi penduduk
Indonesia tahun 2010-2020
TABEL 1.2
JUMLAH PENDUDUK DAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK
KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018
LAJU
NO KECAMATAN JUMLAH PERTUMBUHAN
PENDUDUK
1 Totikum 10,440 0.53
Totikum 8,595
2 0.65
Selatan
3 Tinangkung 15,402 1.40
Tinangkung 8,551
4 1.00
Utara
Tinangkung 8,022
5 1.00
Selatan
6 Liang 9,188 0.47
Peling 10,112
7 0.82
Tengah
8 Bulagi 10,028 0.48
Bulagi 9,361
9 0.25
Selatan
10 Bulagi Utara 9,954 0.51
11 Buko 9,894 0.52
12 Buko Selatan 8,086 0.25

7 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Kabupaten 117,633 0.69
Sumber : BPS, Kab. Banggai Kepualaun,2018

2. Persebaran dan Kepadatan Penduduk

Jumlah penduduk begitu besar dan terus bertambah setiap tahun.


Sebagian besar penduduk masih terpusat di Kecamatan Tinangkung. Data
tahun 2018 menunjukkan sekitar 13% penduduk tinggal di Kecamatan
Tinangkung. Dimana luas Kecamatan Tinangkung sekitar 12,56% dari seluruh
wilayah daratan Kabupaten Banggai Kepulauan.
Pada tahun 2018, kepadatan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan
Totikum Selatan, yaitu 90 orang per km2 dengan luas wilayah hanya sebesar
95,19 km2 (3,83 persen dari total Kabupaten Banggai Kepulauan). Kepadatan
penduduk terendah terjadi di Kecamatan Bulagi Utara, yaitu 29 orang per km2
dengan luas wilayah sebesar 318 km2. Untuk informasi lebih lengkap dapat
dilihat pada grafik 1.4 berikut
GRAFIK 1.4
DISTRIBUSI DAN KEPADATAN PENDUDUK KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

Sumber : BPS, Kab. Banggai Kepulauan, 2018

8 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


3. Rasio Jenis Kelamin dan Rasio Beban Tanggungan
a. Rasio Jenis Kelamin

Rasio Jenis kelamin penduduk Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018


sebesar 101,73 dengan jumlah penduduk laki-laki lebih banyak yaitu 59.321
Jiwa dibandingkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 58.312 jiwa.
Selengkapnya dapat dilihat dalam table 1.3 berikut ini.
TABEL 1.3
RASIO JENIS KELAMIN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

Kecamatan Laki-laki Perempuan Total Rasio Jenis


Kelamin
Totikum 5333 5107 10440 104.43
Totikum 4310 4285 8595 100.58
Selatan
Tinangkung 7679 7723 15402 99.43
Tinangkung 4279 4272 8551 100.16
Utara
Tinangkung 4067 3955 8022 102.83
Selatan
Liang 4625 4563 9188 101.36
Peling Tengah 5068 5044 10112 100.48
Bulagi 5060 4968 10028 101.85
Bulagi Utara 4804 4557 9361 105.42
Bulagi Selatan 5102 4852 9954 105.15
Buko 4952 4942 9894 100.20
Buko Selatan 4042 4044 8086 99.95
KABUPATEN 59.321 58.312 117.633 101.73

Sumber : BPS, Kab. Banggai Kepulauan, 2018

9 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


4. Rasio Beban Tanggungan

Jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun) kabupaten Banggai


Kepulauan tahun 2018 yaitu 76.287 jiwa, sementara jumlah penduduk usia non
produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun) yaitu 41.346 jiwa. Dengan
kata lain jumlah rasio beban tanggungan penduduk kab. Banggai Kepulauan
tahun 2018 yakni 54,19. Dengan kata lain, setiap 100 orang kelompok
penduduk produktif harus menanggung 54,19 kelompok penduduk yang tidak
produktif. Angka ini juga menunjukan rasio ketergantungan yang cukup
seimbang, karena dapat dilihat dari jumlah penduduk produktif yang lebih
banyak di banding jumlah penduduk non produktif.

C. KEADAAN PENDIDIKAN

1. Pendidikan
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana termaktub
dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 maka dibutuhkan faktor-faktor
penunjang untuk merealisasikan tujuan mulia tersebut. Salah satu faktor yang
penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tersedianya
pendidikan yang berkualitas, baik dari segi keberadaan sekolah/institusi
pendidikan, tenaga pengajar, maupun kualitas pendidikan itu sendiri.
Salah satu indicator yang dapat mengukur kualitas tingkat pendidikan
masyarakat yaitu kemampuan baca tulis yang tercermin dalam angka melek
huruf pada penduduk usia 15 tahun ke atas. Adapun jumlah penduduk usia 15
tahun ke atas yang melek huruf pada tahun 2018 yakni laki-laki sebanyak
40.344 jiwa dengan presentase 97,71% sementara perempuan sebanyak
39.397 jiwa dengan presentase 96,87%. Angka tersebut menunjukkan
presentase yang cukup baik, dengan tingginya kesadaran masyarakat untuk
meningkatkan pendidikan.

10 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


BAB II
SARANA KESEHATAN

BAB II SARANA KESEHATAN

A. SARANA KESEHATAN

1. Jumlah Sarana Kesehatan menurut Kepemilikan/pengelola

a. Rumah Sakit

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit


mengelompokkan rumah sakit berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan
menjadi rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Rumah sakit umum adalah
rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan
jenis penyakit. Sedangkan rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang
memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit
tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau
kekhususan lainnya.

Untuk memenuhi ketersediaan rumah sakit dalam rangka peningkatan


akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin
dan tidak mampu di daerah terpencil, perbatasan, kepulauan, dan tertinggal,
maka pada tanggal 30 Mei 2014 Bupati Banggai Kepulauan Drs. Lania Laosa,
meresmikan RSUD TRIKORA di Salakan.

RSUD Trikora Salakan mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya


kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan
upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan
terpadu dengan upaya promotif dan preventif serta melaksanakan upaya
rujukan

Untuk melaksanakan tugas pokoknya dalam upaya penyembuhan dan


pemulihan kesehatan pasien, maka RSUD Trikora Salakan melakukan
pelayanan rawat jalan, rawat inap dan farmasi.
11 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
Pelayanan Rawat Jalan dilayani oleh Unit Gawat Darurat, Poliklinik dan
Instalasi penunjang medis sebagai berikut :
a. Poliklinik teridiri atas Poliklinik Umum, Penyakit Dalam, Bedah, Poliklinik
Gigi, dan Poliklinik Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
b. Unit Gawat Darurat
c. Instalasi penunjang medik terdiri atas Radiologi, Laboratorium, Farmasi,
dan Gizi.

Pelayanan rawat inap didukung oleh Enam ruang rawat inap yang dipimpin
oleh masing-masing kepala ruangan sebagai berikut : Ruang VIP/Kelas I, Unit
Perawatan Dewasa, Unit Perawatan Anak, Unit Perawatan Kandungan dan
Kebidanan, dan Unit Perawatan Perinatologi, Ruang Perawatan High Care Unit
serta didukung dengan 64 tempat tidur, dengan rincian seperti pada
tableberikutini:

TABEL 2.1

RUANG PELAYANAN RAWAT JALAN

RSUD TRIKORA SALAKAN

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018


JUMLAH
NO NAMA RUANGAN TEMPAT
TIDUR (TT)

1 Ruang VIP/Kelas I 14

2 Unit Perawatan Dewasa 20

3 Unit Perawatan Anak 12

Unit Perawatan Kandungan dan


4 9
Kebidanan

12 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


5 Unit Perawatan Perinatologi 6

Ruang Perawatan High Care


6 3
Unit

JUMLAH 64

Sumber : RSUD Trikora Salakan, 2018

Selain sarana dan prasarana dalam bentuk ruangan RSUD Trikora


Salakan juga didukung oleh tenaga kesehatan sebagai pemberi layanan
kesehatan baik dokter, perawat dan bidan serta pelatihan yang telah diikutinya,
selanjutnya di sajikan pada tabel 2.2.
TABEL 2.2

KEADAAN TENAGA KESEHATAN

RSUD TRIKORA SALAKAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

TAHUN 2018

NO JENIS TENAGA JUMLAH

1 Dokter Spesialis 11

2 Dokter Umum 6

3 Dokter Gigi 1

4 Perawat 76

Kesehatan
5 8
Masyarakat
Kesehatan
6 1
Lingkungan

7 Apoteker 4

13 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


8 Teknis Farmasi 10

9 Ahli Lab. Medik 9

10 Teknik Biomedika 3

11 Terapi Fisik 2

12 Teknisi Medis 4

13 Gizi 3

14 Bidan 19

JUMLAH 157

Sumber : RSUD Trikora Salakan, 2018

b. Puskesmas

Peraturan Menteri Kesehatan Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang


Pusat Kesehatan Masyarakat menyebutkan bahwa Pusat kesehatan
masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk


mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka
mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Selain melaksanakan tugas tersebut
Puskesmas memiliki fungsi sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan
Masyarakat (UKM) tingkat pertama dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP)
tingkat pertama serta sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan.

Puskesmas harus didirikan pada setiap kecamatan dan dalam kondisi


tertentu, pada satu kecamatan dapat didirikan lebih dari satu Puskesmas,

14 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


kondisi tertentu tersebut meliputi pertimbangan kebutuhan pelayanan, jumlah
penduduk dan aksesibilitas.

Jumlah Puskesmas di Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan sampai


dengan Desember 2018 sebanyak 13 unit yang terdiri dari 5 unit Puskesmas
rawat inap dan 8 unit Puskesmas non rawat inap, selengkapnya dapat dilihat
pada tabel berikut ini.

TABEL 2.3

PUSKESMAS RAWAT JALAN DAN INAP

DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

NON
RAWAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS RAWAT
INAP
INAP
1 Totikum Totikum 1
Totikum
2 Totikum Selatan 1
Selatan
3 Salakan 1
Tinangkung
4 Bakalan Raya 1
Tinangkung
5 Mansamat 1
Selatan
Tinangkung Tinangkung
6 1
Utara Utara
7 Liang Saleati 1
8 Peling Tengah Patukuki 1
9 Bulagi Bulagi 1
10 Bulagi Selatan Lolantang 1
11 Bulagi Utara Sabang 1
12 Buko Tataba 1

15 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


13 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 1
JUMLAH 5 8
Sumber :Bidang SDMK, 2018

Di samping itu, manajemen puskesmas yang baik juga merupakan salah


satu indicator memadainya suatu sarana kesehatan, yang diukur melalui
akreditasi puskesmas dengan meninjau dari segi system manajemen, system
manajemen mutu, dan system penyelenggaraan pelayanan klinis serta
penerapan manajemen resiko. Pada tahun 2018 jumlah puskesmas yang telah
terakreditasi sebanyak 6 Puskesmas tambahan, dan 3 puskesmas yang telah
terakreditasi sejak tahun 2017. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada table 2.4
berikut.

TABEL 2.4

STATUS AKREDITASI PUSKESMAS

DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

NO PUSKESMAS STATUS AKREDITASI

1 Totikum Akreditasi

2 Totikum Selatan Akreditasi

3 Salakan Akreditasi

4 Bakalan Raya Dalam Proses Akreditasi

5 Mansamat Akreditasi

6 Tinangkung Utara Akreditasi

7 Saleati Akreditasi

8 Patukuki Akreditasi

16 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


9 Bulagi Dalam Proses Akreditasi

10 Lolantang Dalam Proses Akreditasi

11 Sabang Akreditasi

12 Tataba Akreditasi

13 Lumbi-Lumbia Dalam Proses Akreditasi

Sumber : Bidang Yankes, 2018

Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pelayanan, Puskesmas


didukung oleh jaringan pelayanan yaitu :

1. Puskesmas Pembantu

Puskesmas Pembantu merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang


memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam
wilayah Puskesmas yang bertujuan untuk meningkatkan jangkauan dan mutu
pelayanan kesehatan.

Jumlah Puskesmas Pembantu di Wilayah Kabupaten Banggai


Kepulauan sampai dengan Desember 2018 sebanyak 45 unit, selengkapnya
dapat dilihat pada tabel berikut ini.

TABEL 2.5

PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU)

DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

PUSTU
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JLH NAMA
1 Totikum Totikum 2 Salangano, Lopito
Totikum
2 Totikum Selatan 2 Nulion, Tobungku
Selatan

17 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


3 Salakan 2 Kautu, Ambelang,
Tinangkung
4 Bakalan Raya 1 Bulungkobit
Tobungin,
Tinangkung
5 Mansamat 3 Paisumosoni,
Selatan
Kampung Baru
Tinangkung Tinangkung Palam, Ponding-
6 3
Utara Utara Ponding, Luksagu
Basosol, Apal,
7 Liang Saleati 6 Popidolon, Okumel,
Mamulusan, Binuntuli
Alakasing, Tolulus,
8 Peling Tengah Patukuki 4
Kolak, Luklabibi
Komba-Komba,
9 Bulagi Bulagi 4 Seasa, Sumondung,
Kambal
Balalon, Bonepuso,
10 Bulagi Selatan Lolantang 4
Osan, Tatarandang
Montop, Bakalinga,
11 Bulagi Utara Sabang 4 Sambulangan, Luk
Panenteng
Okulo, Leme-leme
Bungin, Tatendeng,
12 Buko Tataba 6
Batangono, Paisu
Batu, Lalengan
Seano, Buko, Tatabau,
13 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 4
Kambani
JUMLAH 45
Sumber :Bidang Yankes, 2018

18 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


2. Puskesmas Keliling

Puskesmas Keliling merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang


sifatnya bergerak (mobile), untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas
pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja puskesmas yang belum
terjangkau oleh pelayanan dalam gedung Puskesmas.

Jenis Puskesmas Keliling dapat berupa Puskesmas Keliling Darat yang


terdiri dari Kendaraan Roda 2 dan kendaraan roda 4 serta Puskesmas
Keliling Perairan yang pengadaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan
kondisi daerah yang dihadapi. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.6

TABEL 2.6

PUSKESMAS KELILING (PUSLING)

DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

PUSLING
NO PUSKESMAS PUSLING
RODA 4
AIR
1 Totikum 1
2 Totikum Selatan
3 Salakan 2
4 Bakalan Raya 1
5 Mansamat 2
Tinangkung
6
Utara
7 Saleati 2
8 Patukuki 1
9 Bulagi 1

19 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


10 Lolantang 2
11 Sabang 2 1
12 Tataba 3
13 Lumbi-Lumbia 2

JUMLAH 18 2
Sumber : Bidang Keuangan dan Aset, 2018

2. Presentase RS dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat Level 1

Pada tahun 2018 jumlah fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit di


Kab. Bangkep berjumlah 2 unit yaitu Rumah Sakit Umum Trikora Salakan,
dan Rumah Sakit Pratama Bilabanggai, Kec. Buko Selatan yang memulai
pelayanannya pada bulan Desember Tahun 2018. Oleh karena itu, jika
ditinjau dari kemampuan pelayanan Gawat darurat Level 1 maka dalam hal
ini, RS Pratama Bilabanggai, Kec. Buko Selatan belum melakukan pelayanan
Gadar Level 1. Sehingga, presentase RS dengan kemampuan pelayanan
gawat darurat level 1 pada tahun 2018 yakni sebesar 50%, dikarenakan dari
2 RS hanya 1 RS yang melaksanakan pelayanan gadar level 1 yaitu RSUD
Trikora Salakan.

B. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

1. Cakupan Kunjungan Rawat Jalan Dan Rawat Inap Di Sarana Pelayanan


Kesehatan
Rawat jalan merupakan semua jenis pemeliharaan kesehatan
perorangan yang dilakukan oleh tenaga medis dan paramedis lainya yang di
anggap perlu pada klinik 24 jam rumah sakit dengan atau tanpa obat dengan
atau tidak sedang menjalani rawat inap/tidak memerlukan rawat inap di rumah
sakit. Sebaliknya, rawat inap merupakan jenis pelayanan kesehatan yang
mengharuskan perorangan untuk menjalani perawatan di rumah sakit dalam
kurun waktu lebih dari 24 jam.

20 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Berikut adalah persentase cakupan pasien baik rawat jalan maupun rawat
inap di FKTP dan FKTL di Kab. Bangkep tahun 2018.

GRAFIK 2.1
CAKUPAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI
FKTP TAHUN 2018

Sumber: Seksi yankes rujukan, 2018


Berdasarkan data di atas kunjungan pasien rawat jalan tingkat pertama
(RJTP) di FKTP berjumlah 24,90%, sedangkan kunjungan pasien rawat inap
tingkat pertama (RITP) di FKTP berjumlah 0,49%, dan untuk pasien yang
dirujuk berjumlah 15,59%. Hal ini terjadi dipengaruhi oleh factor jumlah
puskesmas rawat inap dan non rawat inap yang berada di wilayah kab.
Banggai Kepulauan.

21 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 2.7
KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI FKTL
TAHUN 2018

RJTL RITL
jumlah jumlah
L P L P

2.611 3.770 6.381 2.006 1.755 3.761

Sumber: Seksi yankes rujukan, 2018

Berdasarkan data di atas jumlah kunjungan pasien rawat jalan di FKTL


sebanyak 6.831 yang terdiri dari 2.611 orang pasien berjenis kelamin laki-laki
dan 3.770 orang pasien berjenis kelamin perempuan. Untuk pasien yang di
rawat inap di FKTL berjumlah 3.761 yang terdiri dari pasien berjenis kelamin
laki-laki sebanyak 2.006 orang dan pasien berjenis kelamin perempuan
sebanyak 1.755 orang.

2. Angka Kematian Pasien Di Rumah Sakit


Untuk menggambarkan angka kematian pasien di rumah sakit, diambil data
angka kematian pasien di RSUD Trikora Salakan, sebagai berikut:
a. Angka Kematian Umum (GDR)
Gross Death Rate (GDR) adalah angka kematian pasien rawat inap
yang keluar ruamh sakir per 1.000 penderita keluar hidup dan mati.
Indikator ini menggambarkan kualitas pelayanan suatu rumah sakit secara
umum, meskipun GDR juga di pengaruhi oleh angka kematian ≤ 48 jam
yang umumnya merupakan kasus gawat darurat. Nilai GDR seharusnya
tidak lebih dari 45 per 1.000 penderita keluar. Rata-rata GDR RSUD
Trikora Salakan sebesar 18,6 per 1.000 penderita keluar, dengan kata lain
masih termasuk dalam kategori ideal.

22 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


b. Angka Kematian Netto (NDR)
Nett Death Rate (NDR) adalah angka kematian pasien rawat inap ≤
48 jam per 1.000 penderita keluar (hidup + mati). Indikator ini memberikan
gambaran mutu pelayanan rumah sakit. Nilai NDR yang masih dapat di
tolerir adalah > 25 per 1.000. dalam hal ini, rata-rata NDR RSUD Trikora
Salakan adalah 7,4 yang berarti masih tergolong rendah yakni berada
dibawah 25 per 1.000 (<25 per 1.000).

3. Indikator Kinerja Pelayanan Rumah Sakit


a. Angka Penggunaan Tempat Tidur (BOR)
Angka penggunaan tempat tidur (BOR) adalah indikator yangdi gunakan
untuk mengetahui tingkat pemanfaatan tempat tidur di rumah sakit. BOR
yang ideal adalah 60-85%.
Nilai BOR RSUD Trikora Salakan untuk tahun 2018 adalah 16,6%. Jika
di lihat berdasarkan angka BOR yang ideal maka RSUD Trikora Salakan
masih jauh dari nilai BOR yang ideal. Hal ini dikarenakan rumah sakit
tersebut memiliki ketersediaan sarana dan prasarana yang belum
memadai sesuai standar yang di tetapkan oleh Permenkes Nomor 56
Tahun 2014.

b. Rata-rata Lama Perawatan (LOS)


Rata-rata lama perawatan di rumah sakit (LOS) merupakan indikator
yang digunakan untuk mengukur efisiensi pelayanan rumah sakit. Secara
umum LOS yang ideal adalah antara 6-9 hari. Informasi lamanya
perawatan di RSUD Trikora Salakan secara umum masih cukup pendek
yaitu 2,7 hari Hal ini menunjukan bahwa pelayanan yang di berikan masih
kurang efisien, dapat dinilai dari segi pelayanan baik dari segi sarana
prasana maupun SDM yang kurang memadai.

c. Interval Penggunaan Tempat Tidur (TOI)

23 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Turn Over Interpal (TOI) adalah rata-rata jumlah hari TT tidak
terpakai dari saat kosong sampai saat terisi berikutnya. Angka ini
merupakan salah satu indikator efisiensi pelayanan rumah sakit. Standar
TOR adalah 1-3 hari. Rata-rata TOI di RSUD. Trikora Salakan adalah 5,2
hari sehingga RSUD Trikora Salakan masih masuk dalam kategori ideal.
Indikator kinerja pelayanan di rumah sakit Trikora Salakan dapat
dilihat pada table 2.8.

TABEL 2.8
INDIKATOR KINERJA PELAYANAN RUMAH SAKIT
TAHUN 2018

Nama Rumah
Sakit BOR (%) ALOS (Hari) TOI (Hari)

RSUD.Trikora
16,6 5,2 2,7
Salakan

Sumber : Seksi Yankes Rujukan, 2018

4. Puskesmas dengan Ketersediaan Obat dan Vaksin

Tingkat ketersediaan obat dan vaksin di Instalasi Farmasi


Kabupaten/Kota merupakan tingkat ketersediaan obat untuk pelayanan
kesehatan dasar di Puskesmas (PKM). Salah satu sasaran indikator kinerja
dan target program kefarmasian adalah meningkatnya sediaan farmasi yang
memenuhi standar dan terjangkau di masyarakat.
Persentase Ketersediaan obat merupakan perbandingan dari
penggunaan obat dengan kebutuhan obat di Kabupaten/Kota. Penggunaan
obat/vaksin mencakup seluruh jumlah obat yang digunakan dan sisa stock
yang ada di Instalasi Farmasi sedangkan kebutuhan obat/vaksin merupakan
rata-rata pemakaian satu bulan dikali dengan 18 bulan. Persentase

24 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


ketersediaan obat di Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 di gambarkan
dalam grafik 2.2.

GRAFIK 2.2
GRAFIK PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN DI PUSKESMAS
TAHUN 2018

Sumber: Bidang Bina SDK Seksi Kefarmasian 2018

Sumber : Seksi Farmasi, 2018


Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa persentase ketersediaan obat dan
vaksin yang tertinggi adalah Puskesmas Salakan, Totikum dan Mansamat
yaitu sebesar 100 %. Sedangkan persentase ketersediaan Obat terendah
adalah Puskesmas Lolantang dan Totikum Selatan yaitu 75 %.
Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa persentase ketersediaan vaksin di
13 (tiga belas) Puskesmas bervariasi, tetapi tidak terlalu berbeda signifikan.
Jumlah rata-rata ketersediaan obat dan vaksin Kabupaten/Kota pada tahun
2018 adalah 85 %. Hal ini menunjukkan bahwa di 13 Puskesmas dapat
menjamin ketersediaan obat dan vaksin di unit pelayanan kesehatan dasar di
Puskesmas. Apabila terjadi kekosongan obat akibat keterlambatan kedatangan
obat yang dipesan melalui E-Purchasing, maka kebutuhan obat dan vaksin
dipenuhi dari buffer stock provinsi dan nasional.
25 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
5. Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian
Salah satu indikator penting untuk menggambarkan ketersediaan sarana
pelayanan kesehatan adalah jumlah sarana produksi dan distribusi
sediaan farmasi. Di Wilayah kabupaten Banggai Kepulauan terdapat beberapa
sarana produksi di bidang kefarmasian antara lain : Apotik dan Toko Obat.
Berikut gambaran keberadaan sarana kefarmasian di Kab. Banggai Kepulauan
tahun 2018
GRAFIK 2.3
GRAFIK SARANA APOTEK DAN TOKO OBAT
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Farmasi, 2018

Berdasarkan grafik 2.3 dapat dilihat bahwa di wilayah Kab. Bangkep


Apotek berjumlah 14 unit pada tahun 2018 dan 2019 sementara Toko obat
sebanyak 19 unit. Di samping itu, wilayah kab. Bangkep belum memiliki sarana
kefarmasian lainnya seperti Perusahaan Besar Farmasi, Cabang Perusahaan
Besar Farmasi dan penyalur alat kesehatan. Oleh karena itu, diharapkan di
tahun-tahun berikutnya dapat mengalami peningkatan akan sarana kefarmasian
di Kab. Banggai Kepulauan.

26 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


C. UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT

Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) merupakan suatu


upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, serta
kemampuan masyarakat dalam rangka mengenal, mengatasi memelihara,
melindungi, serta meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Melalui UKBM
ini, diharapkan masyarakat sebagai subjek sekaligus sebagai objek kegiatan
pembangunan kesehatan dapat secara mandiri mengatasi masalah kesehatan
disekitarnya sekaligus berperan aktif dalam meningkatkan status kesehatan
masyarakat.
Jenis-Jenis UKBM yang ada di Kab. Banggai Kepulauan antara lain Desa
Siaga, Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Pos Pelayanan Terpadu
(Posyandu), dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), Secara umum
keberadaan UKBM di Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018 dapat
digambarkan pada grafik 2.4.
GRAFIK 2.4
GAMBARAN UKBM DI KAB. BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

30

25 24

20
20 19 19
18
16 16 16 16
15 15
15 14 14 Desa Siaga
13 13 13
12
12
12 12 12 12 12
12 12
11 11 11 11 11 11 Poskesdes
10
10 9 9 9 9
8 8 8 8 Posyandu
7 7
6666
5 Posbindu
5 3333

27 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Sumber; Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2018
1. Gambaran UKBM di Kabupaten Banggai Kepulauan
a. Desa/Kelurahan Siaga Aktif
Desa/Keluarahan Siaga Aktif adalah desa atau kelurahan yang
penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar
dan mengembangkan UKBM yang dapat melaksanakan surveillance berbasis
masyarakat (meliputi pemantauan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi,
lingkungan dan perilaku), kedaruratan kesehatan dan penanggulangan
bencana, serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakatnya menerapkan
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Suatu desa/kelurahan dapat
dikatakan desa/kelurahan siaga apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) Kepedulian pemerintah desa/kelurahan dan pemuka masyarakat terhadap
desa/kelurahan siaga aktif yang tercermin dari keberadaan dan keaktifan
Forum Desa atau Keluarahan.
2) Keberdaan kader pemberdayaan masyarakat/kader teknis desa/kelurahan
siaga aktif
3) Kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar yang
buka atau memberikan pelayanan setiap hari.
4) Keberdaan UKBM yang dapat melaksanakan penanggulangan bencana
dan kedaruratan kesehatan, surveillance berbasis masyarakat serta
penyehatan lingkungan
5) Tercakupnya (terakomodasinya) pendanaan untuk pengembangan
desa/kelurahan siaga aktif dalam anggaran pembangunan desa atau
kelurahan serta dari masyarakat dan dunia usaha
6) Peran serta aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dalam
kegiatan kesehatan di desa atau kelurahan
7) Peraturan di tingkat desa/keluarahan yang melandasi dan mengatur
tentang pengembangan desa/keluarahan siaga aktif
8) Pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga

28 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Berdasarkan kriteria tersebut, perkembangan desa/kelurahan siaga aktif
dibedakan menjadi empat strata yaitu strata pratama, madya, purnama dan
mandiri. Gambaran capaian perkembangan desa/kelurahan siaga aktif di
Kabupaten Banggai Kepulauan dalam tiga tahun terakhir dapat dilihat pada
grafik 2.5

GRAFIK 2.5
GAMBARAN CAPAIAN PERKEMBANGAN DESA/KELURAHAN SIAGA AKTIF
BERDASARKAN STRATA
DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2016-2018

160

140 144
140
128 Jumlah Desa/Kelurahan
120
Siaga

100 Pratama
95
88
80 Madya
75
60 Purnama
53
49
40
Mandiri
30
20 22

0 0 0 0
2016 2017 2018

Sumber: Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2018

Berdasarkan grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam kurun waktu


tiga tahun terakhir yakni dari tahun 2016-2018 terjadi peningkatan jumlah
desa/kelurahan siaga, yakni 128 desa/kelurahan (88,9%) pada tahun 2016,
140 desa/kelurahan (97,2%) pada tahun 2017 dan 144 desa/kelurahan (100%)

29 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


pada tahun 2018 ini dari total jumlah desa/kelurahan yang ada di Kabupaten
Banggai Kepulauan berjumlah 144 desa/kelurahan.
Meskipun capaian desa/kelurahan siaga sudah mencapai 100% pada
tahun 2018 ini, namun capaian tersebut masih secara kuantitatif dan belum
secara kualitatif karena sebagian besar desa/kelurahan siaga masih berada
pada strata pratama yakni 95 desa/kelurahan (65,9%), strata madya 49
desa/kelurahan (34,0%) dan belum ada desa/kelurahan siaga yang berada
pada strata purnama maupun mandiri. Artinya, desa/kelurahan siaga secara
fisik sudah terbentuk namun secara kualitatif, masih ada beberapa indikator
desa/kelurahan yang belum bisa dipenuhi secara optimal untuk bisa sampai ke
strata purnama atau mandiri. Adapun beberapa indikator desa/kelurahan siaga
yang belum terlaksana secara optimal yakni:
1) Keaktifan Forum Desa/Kelurahan belum berjalan maksimal seperti yang
diharapkan (rutin setiap triwulan)
2) Kader Pemberdayaan Masyarakat/Kader Kesehatan sudah ada, tetapi baru
sebatas 2-5 orang
3) Tingkat kemandirian Posyandu dan UKBM lainnya sebagian besar masih
pada tingkatan pratama dan madya
4) Pendanaan untuk pembinaan desa/kelurahan siaga aktif dari Pemerintah
Desa sudah ada tapi masih sangat minim dan belum ada sumber
pendanaan lain selain dari Pemerintah Desa
5) Belum ada/belum direalisasikannya peraturan desa yang berkaitan dengan
desa/kelurahan siaga.

Selain lima indikator di atas yang belum tercapai secara optimal, ada
beberapa hambatan juga yang didapatkan terkait dengan kualitas
perkembangan desa/kelurahan siaga yaitu kurangnya dukungan lintas sektor
yang terkait langsung dengan desa/kelurahan siaga diakibatkan Pokjanal
Desa/Kelurahan Siaga di tingkat kabupaten belum berjalan sebagaimana
mestinya, masalah pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) yang belum
terbentuk baik di tingkat desa maupun kecamatan juga menjadi salah satu
30 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
penghambat perkembangan desa/kelurahan siaga. Olehnya itu masih perlu
dilakukan advokasi dan pembinaan untuk menghidupkan kembali forum-forum
yang ada di desa/kelurahan siaga serta membentuk pokja desa/kelurahan
siaga baik di tingkat desa maupun kecamatan, terbentuknya pokja
desa/kelurahan siaga serta aktifnya forum desa/kelurahan diharapkan dapat
meningkatkan strata desa/kelurahan siaga aktif.

GRAFIK 2.6
GAMBARAN DESA/KELURAHAN SIAGA AKTIF BERDASARKAN STRATA
DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

25

20
20
16
16 16
15 13 13
12 Jumlah Desa
11
11 11 11 11 11
11
10 9 9 99 Pratama
8
66 Madya
5 Purnama

0 0 0 Mandiri
0

Sumber; Seksie Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2018

Jika melihat gambaran capaian desa/kelurahan siaga berdasarkan


kecamatan di kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 ini sudah sangat
menggembirakan yakni 100% desa/kelurahan siaga dari total jumlah
desa/kelurahan di Kabupaten Banggai Kepulauan berjumlah 144
31 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
desa/kelurahan. Namun capaian tersebut masih secara kuantitatif belum
secara kualitatif dimana bila melihat data dari 144 desa/kelurahan siaga belum
ada satupun desa/kelurahan siaga berada pada strata purnama atau mandiri,
semua desa/kelurahan siaga masih berada pada strata pratama dan madya.
Dari 12 kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan, terdapat lima
kecamatan yang semua desa/kelurahan siaganya masih berada pada strata
pratama yakni Kecamatan Buko Selatan, Bulagi, Tinangkung Utara, Totikum
dan Tinangkung Selatan. Empat Kecamatan memiliki desa/kelurahan siaga
pratama dan madya yakni Kecamatan Buko, Bulagi Utara, Bulagi Selatan dan
Peling Tengah. Sedangkan 3 kecamatan lainnya yakni Kecamatan Liang,
Tinangkung dan Totikum Selatan semua desa siaganya sudah berada pada
strata madya.
Faktor penghambat perkembangan desa/kelurahan siaga yang ada di
kecamatan secara umum sudah dijelaskan pada paragraph sebelumnya.
b. Posyandu
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk UKBM
yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat untuk memberdayakan
dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh
pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita. Posyandu memiliki 4
strata penggolongan untuk menilai keaktifan posyandu yaitu strata pratama,
madya, purnama dan mandiri. Suatu posyandu dikatakan aktif apabila berada
pada strata purnama dan mandiri. Indikator untuk menilai perkembangan
posyandu yaitu:
1) Frekuensi penimbangan < > 8 kali dalam setahun
2) Rerata kader < ≥ 5 orang
3) Rerata cakupan D/S nya < ≥ 50%
4) Cakupan kumulatif KIA < ≥ 50%
5) Cakupan Kumulatif KB < ≥ 50%
6) Cakupan kumulatif Imunisasi < ≥ 50%

32 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


7) Ada tidaknya program tambahan seperti integrasi posyandu dan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), dll
8) Cakupan Dana Sehat < ≥ 50% jumlah Kepala Keluarga.

GRAFIK 2.7
GAMBARAN CAKUPAN POSYANDU BERDASARKAN STRATA
DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2017-2018

173 174
180

160

140

120 106 Jumlah Posyandu


Pratama
100 87
79 Madya
80
Purnama
53
60 Mandiri
40

20 7 6
0 0
0
2017 2018

Sumber; Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2018

Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa dari tahun 2017 ke tahun
2018, ada penambahan 1 unit posyandu yakni dari 173 unit pada tahun 2017
meningkat menjadi 174 unit pada tahun 2018. Penilaian perkembangan strata
posyandu juga terjadi peningkatan, dimana pada strata pratama pada tahun
2017 berjumlah 7 unit, tahun 2018 sudah menurun menjadi 6 unit, pada strata
madya pada tahun 2017 masih berjumlah 87 unit, tahun 2018 ini sudah

33 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


menurun menjadi 53 unit, sedangkan pada strata purnama yang merupakan
strata penilaian keaktifan posyandu, dari 79 unit pada tahun 2017 meningkat
menjadi 106 unit pada tahun 2018, artinya terjadi peningkatan sekitar 74%
pada posyandu dengan strata purnama, sedangkan untuk strata mandiri belum
ada posyandu dapat mencapai strata tersebut. Dari data tersebut disimpulkan
bahwa cakupan posyandu aktif di Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018
berjumlah 106 unit (61%), melebihi target yang seharusnya yakni 50%
posyandu aktif pada tahun 2018.

TABEL 2.9
GAMBARAN CAKUPAN POSYANDU BERDASARKAN STRATA
TAHUN 2018
Strata Posyandu Posyandu Aktif

Posyandu
Jumlah
Purnama
Pratama

Mandiri

Jumlah
No Kecamatan Puskesmas
Madya

% % % % %

1 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 0 0 0 0 12 100 0 0,0 12 12 100

2 Buko Tataba 1 6,7 6 40,0 8 53,3 0 0,0 15 8 53,3

3 Bulagi Utara Sabang 0 0 2 14,3 12 85,7 0 0,0 14 12 85,7

4 Bulagi Selatan Lolantang 0 0 23 95,8 1 4,2 0 0,0 24 1 4,2

5 Bulagi Bulagi 0 0 4 21,1 15 78,9 0 0,0 19 15 78,9

6 Peling Tengah Patukuki 1 5,6 7 38,9 10 55,6 0 0,0 18 10 55,6

7 Liang Saleati 0 0 3 15,8 16 84,2 0 0,0 19 16 84,2

Salakan 2 18,2 1 9,1 8 72,7 0 0,0 11 8 72,7


8 Tinangkung
Bakalan 0 0 0 0 3 100 0 0,0 3 3 100

9 Tinangkung Utara Tinangkung Utara 0 0 0 0 6 100 0 0,0 6 6 100

10 Totikum Totikum 1 8,3 0 0 11 91,7 0 0,0 12 11 91,7

11 Totikum Selatan Totikum Selatan 1 11,1 7 77,8 1 11,1 0 0,0 9 1 11,1

12 Tinangkung Selatan Mansamat 0 0 0 0 12 100 0 0,0 12 12 100

Jumlah 6 3,4 53 30,4 115 66,1 0 0,0 174 115 66,1

Sumber: Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2018

34 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan bahwa cakupan posyandu
aktif di Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018 ada pada angka 115 unit
(66,1%) dari total 174 unit posyandu yang ada, dengan strata pratama
berjumlah 6 unit (3,4%), strata madya 53 unit (30,4%), purnama 115 unit
(66,1). Cakupan 66,1% ini telah mencapai target dimana pada tahun 2018 ini
posyandu aktif ditargetkan harus mencapai 50%.
Dari data yang disajikan juga dapat dilihat bahwa dari 13 puskesmas
yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan, capaian tertinggi ada pada 4
puskesmas yaitu Puskesmas Lumbi-Lumbia, Puskesmas Bakalan, Puskesmas
Tinangkung Utara dan Puskesmas Tinangkung Selatan dimana semua
posyandu yang ada di wilayah kerja masing-masing merupakan posyandu aktif
karena berada pada strata purnama, sedangkan cakupan terendah ada pada
Puskesmas Lolantang dimana dari 24 unit posyandu yang ada diwilayah
kerjanya hanya ada 1 unit posyandu yang aktif/berada pada strata purnama.
Puskesmas Totikum Selatan juga belum mencapai target, hanya 11,1%
cakupan posyandu aktifnya dimana dari 9 unit posyandu yang ada, hanya 1
posyandu yang aktif.
Beberapa masalah masih rendahnya atau belum tercapainya target
cakupan posyandu secara umum di Kabupaten Banggai Kepulauan antara lain
karena rerata kader posyandu khususnya pada posyandu-posyandu yang
dibentuk di Sub-Sub Desa jumlahnya masih sangat terbatas, program-program
tambahan diposyandu misalnya integrasi posyandu dengan BKB dll belum
berjalan maksimal, serta dana sehat yang belum terbentuk di posyandu-
posyandu. Peningkatan dan pengembangan posyandu perlu terus digalakkan
antara lain dengan melakukan advokasi kepada pemerintah desa terkait
dengan peningkatan jumlah rerata kader di posyandu serta peningkatan
sumber daya manusia dalam hal ini kader posyandu. Peran aktif masyarakat,
lintas sektor serta organisasi masyarakat seperti TP-PKK juga diperlukan
dalam hal pengintegrasian posyandu dengan program-program tambahan,
serta pembentukan dana sehat.

35 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Tabel 2.10
Ratio Posyandu Per Satuan Balita per Kecamatan dan Puskesmas
Di Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018

Ratio
Jumlah
Jumlah Posyandu
No Kecamatan Puskesmas Posyan
Balita Per Satuan
du
Balita
1 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 12 646 18,5
2 Buko Tataba 15 761 19,7
3 Bulagi Utara Sabang 14 755 18,5
4 Bulagi Selatan Lolantang 24 853 28,1
5 Bulagi Bulagi 19 618 30,7
6 Peling Tengah Patukuki 18 845 21,3
7 Liang Saleati 19 766 24,8
Salakan 11 783 14,0
8 Tinangkung
Bakalan 3 169 17,8
Tinangkung
9 Tinangkung Utara 6 731 8,2
Utara
10 Totikum Totikum 12 820 14,6
Totikum
11 Totikum Selatan 9 605 14,9
Selatan
Tinangkung
12 Mansamat 12 641 18,7
Selatan
Jumlah 174 8.993 19,3
Sumber: Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2018

Berdasarkan tabel di atas, dapat digambarkan bahwa ratio posyandu per


satuan balita di Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 yakni ada pada

36 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


angka 19,3 dari 174 unit posyandu dan 8.993 jumlah balita, ratio tertinggi ada
pada Puskesmas Bulagi, dan terendah pada Puskesmas Tinangkung Utara.
Melihat data rasio yang ada ini, secara kuantitaf jumlah posyandu yang ada di
Kabupaten Banggai Kepulauan sudah dapat melayani semua balita yang ada.
Terpenting adalah bagaimana meningkatkan cakupan posyandu secara
kwalitatif.

2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku
yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang
menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat mampu menolong dirinya
sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan
kesehatan masyarakat. Program promosi kesehatan menerapkan PHBS di
lima tatanan yaitu di rumah tangga, di institusi pendidikan, di tempat kerja, di
tempat umum, dan di fasilitas kesehatan. PHBS di rumah tangga terdiri dari 10
indikator yaitu:
a. Setiap ibu bersalin mendapatkan pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan
b. Bayi 0-6 bulan mendapat ASI Ekslusif
c. Balita 12-59 bulan ditimbang setiap bulan dan tercatat dalam Kartu
Menuju Sehat (KMS) atau Buku KIA
d. Menggunakan air bersih
e. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
f. Menggunakan jamban sehat
g. Memberantas jentik di rumah seminggu sekali
h. Makan sayur dan buah setiap hari
i. Melakukan aktifitas fisik setiap hari, untuk pendudk/anggota keluarga
umur 10 tahun ke atas melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit setiap
hari
j. Tidak merokok di dalam rumah.

37 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Data PHBS Rumah Tangga di Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun
2018 dapat dilihat pada grafik di bawah.

GRAFIK 2.8
TREND CAPAIAN PHBS RT DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2016 S.D 2018
50

45
42
40 39
35

30 31

25

20

15

10

0
2016 2017 2018

Sumber : Seksie Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2018

Grafik 2.8 menunjukkan bahwa terjadi penurunan persentase RT ber-


PHBS di Kabupaten Banggai Kepulauan dari 41,9% pada tahun 2016, turun
menjadi 38,5% pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 mengalami penurunan
lagi menjadi 31,9%. Penurunan persentase ini dipengaruhi oleh jumlah rumah
tangga yang dipantau setiap tahun dimana pada tahun 2016 jumlah RT yang
dipantau hanya 229 RT, dari 229 RT yang dipantau tersebut hanya 96 RT
(41,9%) yang merupakan RT ber-PHBS. Pada tahun 2017 RT yang dipantau
berjumlah 2.318 RT dan yang ber-PHBS hanya 893 RT (38,5%), dan pada
tahun 2018 ini jumlah RT yang dipantau 2.259 RT dari 6 wilayah Puskesmas
yakni Puskesmas Totikum 100 RT, Puskesmas Totikum Selatan 80 RT,

38 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Puskesmas Tinangkung Utara 103 RT, Puskesmas Mansamat 84 RT,
Puskesmas Saleati 112 RT dan Puskesmas Lumbi-Lumbia 1.780 RT, dari
2.259 RT tersebut yang ber-PHBS hanya 721 (31,9%). Banyaknya jumlah RT
yang dipantau akan mempengaruhi persentase cakupan RT ber-PHBS.
GRAFIK 2.9
CAPAIAN 10 INDIKATOR PHBS RT
DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

Hasil Capaian 10 Indikator PHBS RT

Persalinan Nakes 94
Tidak merokok dalam rumah
ASI Ekslusif 82
Aktifitas Fisik
Timbang Balita 99
Makan Buah dan Sayur
Air Bersih 98
Berantas Jentik
CTPS 97
Jamban Sehat
Jamban Sehat 87
CTPS
Berantas Jentik 91 Air Bersih
Makan Buah dan Sayur 98 Timbang Balita
Aktifitas Fisik 95 ASI Ekslusif
Tidak merokok dalam rumah 37 Persalinan Nakes

0 20 40 60 80 100 120

Sumber : Seksie Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, 2018

Berdasarkan grafik 2.9 di atas disimpulkan bahwa capaian indikator 1-9 RT


ber-PHBS rata-rata di atas 80%, tertinggi yaitu indikator balita ditimbang setiap
bulan dan tercatat pada KMS atau Buku KIA. Namun indikator ke-10 yaitu tidak
merokok dalam rumah masih sangat rendah yaitu sekitar 37%. Jika dihitung
secara kumulatif dari indikator 1-10 RT ber-PHBS, maka indikator ke-10 sangat
mempengaruhi nilai kumulatif secara keseluruhan. Oleh karena itu, rendahnya
cakupan atau persentase RT ber-PHBS di Kabupaten Banggai Kepulauan
disebabkan oleh masih tingginya perilaku masyarakat yang merokok di dalam

39 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


rumah. Melihat kondisi ini, perlu adanya peningkatan upaya-upaya promosi
kesehatan untuk mendorong masyarakat berperilaku sehat
3. Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular)
Melalui Posbindu, pelayanan kesehatan dengan upaya promotif dan preventif
khususnya untuk mendeteksi dan mengendalikan secara dini keberadaan faktor
resiko penyakit tidak menular (PTM) dapat dilaksankan. Adapun jumlah Posbindu
PTM di kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 berjumlah 133. Berikut
sebaran Posbindu PTM per kecamatan kab. Banggai Kepulauan Tahun
2018
GRAFIK 2.10
JUMLAH POSBINDU PTM MENURUT KECAMATAN DI KAB. BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

Sumber: Seksi Promkes, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa masih ada wilayah puskesmas
yang belum memiliki Posbindu PTM yakni Mansamat dan Totikum memiliki
jumlah Posbindu PTM paling sedikit yaitu 1 Posbindu. Hal ini tentunya, menjadi
kekurangan dan hambatan dalam pelayanan kesehatan khususnya untuk

40 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


menanggulangi keberadaan factor resiko penyakit tidak menular di wilayah
tersebut. Sehingga, di beberapa wilayah kecamatan di kab. Banggai Kepulauan
mengalami kesulitan dalam tidak maksimalnya pelayanan PTM. Oleh karena itu,
diharapkan di tahun-tahun berikut akan terus dibentuk pelayanan-pelayanan
Posbindu PTM dibeberapa wilayah yang belum memiliki posbindu.

41 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


BAB III

TENAGA KESEHATAN

BAB III TENAGA KESEHATAN

A. TENAGA KESEHATAN

WHO Menyebutkan bahwa 80 % keberhasilan pelaksanaan pembangunan


termasuk pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh Sumber Daya
Manusianya (SDM), selain pembiayaan. Dengan demikian pembangunan
kesehatan tidak akan berhasil dengan baik jika tidak diikuti dengan ketersediaan
tenaga kesehatan yang berkualitas, memadai, beretika, berdedikasi serta
tersebar merata diseluruh sarana/unit pelayanan kesehatan serta institusi
manajemen yang ada.
Menurut Undang-Undang 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan,
tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang
kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan
di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk
melakukan upaya kesehatan.

Tenaga kesehatan dikelompokkan menjadi beberapa rumpun dan sub


rumpun yaitu :

1. Tenaga medis (dokter umum, spesialis, dokter gigi),

2. Tenaga keperawatan (bidan dan perawat),

3. Tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, dan gizi,

4. Tenaga teknik biomedika, keterapian fisik, dan keteknisian medis,

5. Tenaga kefarmasian (tenaga teknis kefarmasian dan apoteker).

42 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


1. Tenaga Kesehatan di Puskesmas

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat disebutkan bahwa minimal tenaga
kesehatan di Puskesmas terdiri dari dokter atau dokter layanan primer, dokter
gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan
lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga
kefarmasian. Sedangkan tenaga penunjang kesehatan harus dapat
mendukung kegiatan ketatausahaan, administrasi keuangan, sistem
informasi, dan kegiatan operasional lainnya.

Berikut sebaran tenaga kesehatan dan tenaga penunjang di 13


Puskesmas :

GRAFIK 3.1
SEBARAN TENAGA KESEHATAN DI KAB. BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

SEBARAN TENAGA KESEHATAN


DI 13 PUSKESMAS
21 SALEATI
41 66 TOTIKUM
43 63
47 BULAGI
59 LOLANTANG
48
57 TATABA
49
MANSAMAT
49 54
50
PATUKUKI
LUMBI-LUMBIA
TINANGKUNG UTARA

Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

43 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Grafik diatas menggambarkan bahwa yang paling banyak SDMK nya
yaitu bertugas di Puskesmas Saleati sejumlah 66 orang, dan yang paling
sedikit SDMK nya yaitu bertugas di Puskesmas Bakalan Raya sejumlah 21
orang.

Berdasarkan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat


Kesehatan Masyarakat, bahwa standar minimal dokter umum pada
Puskesmas non rawat inap berjumlah 1 orang sedangkan pada Puskesmas
rawat inap berjumlah 2 orang, jadi jumlah minimal untuk 13 puskesmas
adalah 16 orang. Jumlah dokter gigi di Puskesmas minimal 1 orang baik di
Puskesmas rawat inap dan non rawat inap sehingga berjumlah 13 orang.
Berikut akan disajikan keadaan dokter dan dokter gigi di puskesmas tahun
2018.

TABEL 3.1
JUMLAH TENAGA MEDIS (DOKTER UMUM DAN DOKTER GIGI)
TAHUN 2018
TENAGA MEDIS
NO PUSKESMAS DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI TOTAL
L P L+P L P L+P
1 Totikum 1 1 2 1 0 1
2 Totikum Selatan 0 0 0 0 0 0
3 Salakan 1 0 1 1 1 2
4 Bakalan Raya 1 0 1 0 0 0
5 Tinangkung Utara 0 1 1 0 0 0
6 Mansamat 1 0 1 0 0 0
7 Saleati 1 0 1 0 0 0
8 Patukuki 1 0 1 0 0 0
9 Bulagi 0 2 2 0 0 0
10 Sabang 0 1 1 0 0 0
11 Lolantang 0 1 1 0 0 0
12 Tataba 1 1 2 0 0 0
13 Lumbi-lumbia 0 2 2 0 0 0
JUMLAH 7 9 16 2 1 3
Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

Berdasarkan tabel di atas nampak bahwa untuk kebutuhan dokter


umum di Puskesmas non rawat inap sudah sebagian besar terpenuhi karena

44 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


dari 10 puskesmas non rawat inap hanya 1 puskesmas yang tidak memiliki
dokter umum yaitu Puskesmas Totikum Selatan. Sedangkan 3 Puskesmas
rawat inap, semuanya sudah memenuhi standar minimal karena memiliki
masing-masing 2 orang dokter umum. Dari tabel di atas juga nampak bahwa
keberadaan dokter gigi di Puskesmas masih sangat kurang.

Berdasarkan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat


Kesehatan Masyarakat, bahwa standar minimal perawat pada Puskesmas
non rawat inap berjumlah 5 orang sedangkan pada Puskesmas rawat inap
berjumlah 8 orang. Jadi jumlah minimal untuk 13 puskesmas adalah 84 orang
ditambah dengan 42 orang yang bertugas di Pustu, maka jumlah minimal
tenaga perawat adalah 124 orang. Sedangkan standar minimal bidan di
Puskesmas non rawat inap berjumlah 4 orang sedangkan pada Puskesmas
rawat inap berjumlah 7 orang. Jadi jumlah minimal untuk 13 puskesmas
adalah 61 orang ditambah dengan 141 orang yang bertugas di Desa, maka
jumlah minimal tenaga bidan adalah 202 orang. Berikut akan disajikan
keadaan perawat dan bidan di puskesmas tahun 2018.

45 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 3.2
JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN (PERAWAT DAN BIDAN) DI 13 PUSKESMAS
TAHUN 2018
TENAGA KEPERAWATAN
NO PUSKESMAS PERAWAT TOTAL
BIDAN
L P L+P
1 Totikum 11 13 24 30
2 Totikum Selatan 9 6 15 10
3 Salakan 4 11 15 15
4 Bakalan Raya 5 3 8 5
5 Tinangkung Utara 7 9 16 22
6 Mansamat 7 12 19 20
7 Saleati 10 11 21 28
8 Patukuki 9 9 18 17
9 Bulagi 7 14 21 24
10 Sabang 5 10 15 15
11 Lolantang 4 15 19 23
12 Tataba 6 19 25 12
13 Lumbi-lumbia 9 8 17 16
JUMLAH 93 140 233 237

Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa tenaga perawat baik Aparat


Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kontrak Daerah di Kabupaten Banggai
Kepulauan yang bertugas di Puskesmas adalah sebesar 233 orang. Hal ini
menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga perawat di semua Puskesmas
telah memenuhi jumlah standar minimal. Sedangkan untuk tenaga bidan baik
Aparat Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kontrak Daerah di Kabupaten
Banggai Kepulauan yang bertugas di Puskesmas adalah sebesar 237 orang.
Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga bidan di Puskesmas sudah
memenuhi jumlah standar minimal.

Sedangkan untuk tenaga gizi belum memenuhi standar minimal


karena dari 13 Puskesmas hanya berjumlah 6 orang yang tersebesar di
Puskesmas Bakalan Raya, Puskesmas Saleati, Puskesmas Bulagi,
Puskesmas Lolantang dan Puskesmas Patukuki. Sementara pusesmas
lainnya tidak memiliki tenaga gizi.

46 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, bahwa tenaga kesehatan di
Puskesmas tidak hanya tenaga medis tetapi juga tenaga promotif dan
preventif untuk mendukung tugas Puskesmas dalam melaksanakan upaya
kesehatan masyarakat. Tenaga kesehatan yang dimaksud adalah tenaga
kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga
kefarmasian, dan analis kesehatan.

TABEL 3.3
JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT, KESEHATAN LINGKUNGAN DAN
TENAGA GIZI DI 13 PUSKESMAS TAHUN 2018
TENAGA TENAGA
KESEHAT KESEHAT
AN TOT AN TOT TENAG TOT
NO PUSKESMAS MASYAR AL LINGKU AL A GIZI AL
AKAT NGAN
L P L + P L P L + P L P L + P
1 Toti kum 1 1 2 0 1 1 0 0 0
2 Toti kum Sel a ta n 1 4 5 2 0 2 0 1 1
3 Sa l a ka n 0 4 4 0 1 1 0 1 1
4 Ba ka l a n Ra ya 0 1 1 0 0 0 0 1 1
5 Ti na ngkung Uta ra 2 2 4 0 0 0 0 2 2
6 Ma ns a ma t 1 3 4 0 0 0 0 1 1
7 Sa l ea ti 1 1 2 1 1 2 1 0 1
8 Pa tukuki 0 2 2 1 0 1 1 0 1
9 Bul a gi 0 2 2 1 0 1 0 2 2
10 Sa ba ng 0 2 2 0 1 1 0 1 1
Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa tenaga kesehatan masyarakat


baik Aparat Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kontrak Daerah di
Kabupaten Banggai Kepulauan yang bertugas di Puskesmas adalah sebesar
38 orang. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga kesehatan
masyarakat di Puskesmas sudah memenuhi jumlah standar minimal.
Sedangkan untuk tenaga kesehatan lingkungan belum memenuhi standar
minimal karena dari 13 Puskesmas hanya berjumlah 13 orang yang tersebar
di beberapa Puskesmas sedangkan Puskesmas Bakalan Raya, Tinangkung

47 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Utara, Mansamat tidak memiliki tenaga Kesehatan lingkungan. Sedangkan
untuk tenaga gizi belum memenuhi standar minimal karena dari 13
Puskesmas hanya berjumlah 13 orang yang tersebar di beberapa
Puskesmas, sementara Puskesmas Totikum dan Tataba tidak memiliki
tenaga gizi.

TABEL 3.4
JUMLAH TENAGA ATLM DAN TEKNISI GIGI
DI 13 PUSKESMAS TAHUN 2018
AHLI
TEKNOLOGI KETEKNISIAN
TOTAL TOTAL
NO PUSKESMAS LABORATORIUM MEDIS (TEKNISI
MEDIK GIGI)
L P L+P L P L+P
1 Totikum 0 0 0 0 0 0
2 Totikum Selatan 0 1 1 0 1 1
3 Salakan 0 1 1 0 1 1
4 Bakalan Raya 0 0 0 0 0 0
5 Tinangkung Utara 0 0 0 0 0 0
6 Mansamat 0 0 0 0 0 0
7 Saleati 0 1 1 0 0 0
8 Patukuki 0 0 0 1 0 1
9 Bulagi 0 0 0 0 1 1
10 Sabang 0 0 0 0 0 0
11 Lolantang 0 2 2 0 0 0
12 Tataba 0 0 0 0 0 0
13 Lumbi-lumbia 1 0 1 0 0 0
Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa Ahli Teknologi Laboratorium


Medik (ATLM) baik Aparat Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kontrak
Daerah di Kabupaten Banggai Kepulauan yang bertugas di Puskesmas
adalah sejumlah 6 orang. Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga
kesehatan masyarakat di Puskesmas belum memenuhi jumlah standar
minimal. Sedangkan untuk tenaga keteknisian medis (teknisi gigi) belum
memenuhi standar minimal karena dari 13 Puskesmas hanya berjumlah 4
orang yang tersebar di Puskesmas Totikum Selatan, Salakan, Patukuki, dan
Bulagi sedangkan Puskesmas lainnya tidak memiliki teknisi gigi.

48 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 3.5
JUMLAH TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DAN APOTEKER
DI 13 PUSKESMAS TAHUN 2018
TENAGA KEFARMASIAN
TENAGA
NO PUSKESMAS TEKNIS TOTAL APOTEKER TOTAL
KEFARMASIAN
L P L+P L P L+P
1 Totikum 0 1 1 0 0 0
2 Totikum Selatan 0 0 0 0 2 2
3 Salakan 0 2 2 0 0 0
4 Bakalan Raya 0 1 1 0 0 0
5 Tinangkung Utara 0 1 1 0 0 0
6 Mansamat 0 1 1 0 1 1
7 Saleati 0 0 0 0 1 1 NO P
8 Patukuki 0 1 1 0 0 0
9 Bulagi 0 1 1 0 0 0
10 Sabang 0 0 0 0 1 1 1 Tot
11 Lolantang 0 1 1 0 0 0 2 Tot
3 Sala
12 Tataba 0 0 0 0 0 0
4 Bak
13 Lumbi-lumbia 0 0 0 1 0 1
5 Tina
JUMLAH 0 9 9 1 5 6 6 Man
Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018 7 Sale
8 Pat
Pada Tabel di atas menunjukkan bahwa tenaga kefarmasian baik 9 Bul
10 Sab
Aparat Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kontrak Daerah di Kabupaten 11 Lola
12 Tata
Banggai Kepulauan yang bertugas di Puskesmas adalah sebesar 15 orang.
13 Lum
Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga kefarmasian di Puskesmas J U

belum memenuhi jumlah standar minimal yang terdistribusi pada 12


Puskesmas dan 1 Puskesmas yaitu Puskesmas Tataba tidak memiliki
tenaga kefarmasian.

49 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 3.6

JUMLAH TENAGA PENUNJANG DI 13 PUSKESMAS TAHUN 2018

TENAG
A
PEJABAT TENAGA
TOT TOT DUKU TOT
STRUKTU PENDIDI
NO PUSKESMAS AL AL NGAN AL
RAL K
MANA
JEMEN
L P L + P L P L + P L P L + P
1 Toti kum 1 0 1 0 0 0 0 1 1
2 Toti kum Sel a ta n 0 1 1 0 0 0 2 1 3
3 Sa l a ka n 0 1 1 0 0 0 2 2 4
4 Ba ka l a n Ra ya 1 0 1 0 0 0 2 1 3
5 Ti na ngkung Uta ra 1 0 1 0 0 0 1 0 1
6 Ma ns a ma t 1 0 1 0 0 0 1 1 2
7 Sa l ea ti 1 0 1 0 0 0 4 4 8
8 Pa tukuki 1 0 1 0 0 0 3 3 6
9 Bul a gi 0 0 0 0 0 0 3 2 5
10 Sa ba ng 1 0 1 0 0 0 2 4 6
11 Lol a nta ng 1 0 1 0 0 0 2 3 5
12 Ta ta ba 1 0 1 0 0 0 7 3 10
13 Lumbi -l umbi a 1 0 1 0 0 0 1 3 4
J U M L A H 10 2 12 0 0 0 30 28 58
Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

Pada Tabel di atas menunjukkan bahwa pejabat struktural atau Kepala


Puskesmas sudah terpenuhi di 12 Puskesmas. Kecuali Puskesmas Bulagi
yang belum memiliki pejabat struktural atau Kepala Puskesmas. Sedangkan
tenaga dukungan manajemen atau tenaga non kesehatan baik ASN dan
tenaga kontrak sudah terpenuhi di 13 Puskesmas, hanya Puskesmas
Totikum dan Puskesmas Tinangkung Utara yang memiliki masing-masing 1
orang tenaga non kesehatan.

2. Proporsi Tenaga Kesehatan Menurut Sebaran Jenis Tenaga di


Puskesmas
Jumlah Tenaga Kesehatan yang tersebar di Puskesmas se Kab-
Banggai Kepulauan pada tahun 2018 sebanyak 647 orang, baik Aparatur
Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kontrak Daerah dan Tenaga Nusantara
Sehat (NS).

50 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Gambaran Tenaga Kesehatan secara keseluruhan dan sebarannya
menurut jenis tenaga tersebut pada tahun 2018 dapat dilihat pada grafik di
bawah ini :

GRAFIK 3.2
JUMLAH TENAGA KESEHATAN BERDASARKAN JENIS TENAGA
TAHUN 2018

JUMLAH TENAGA KESEHATAN BERDASARKAN


JENIS TENAGA
JUMLAH TENAGA KESEHATAN BERDASARKAN JENIS TENAGA
233 237

58
38
16 13 13 9 12
3 6 4 6

Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

Dari grafik di atas terlihat bahwa tenaga kesehatan terbanyak adalah


tenaga bidan sejumlah 237 orang, diikuti tenaga perawat sejumlah 233
orang, tenaga dukungan manajemen sejumlah 58 orang, tenaga kesehatan
masyarakat 38 orang, dokter umum 16 orang, tenaga kesehatan lingkungan
13 orang, tenaga gizi 13 orang, tenaga kefarmasian 9 orang, apoteker 6
orang, tenaga ahli teknologi laboratorium medik 6 orang, keteknisian medis
(teknisi gigi) 4 orang dan dokter gigi sejumlah 3 orang.
51 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
B. RASIO TENAGA KESEHATAN

Berdasarkan ketentuan dari WHO tahun 2006, bahwa rasio tenaga


kesehatan terhadap jumlah penduduk dapat digunakan sebagai indikator untuk
mengukur ketersediaan tenaga kesehatan dalam mencapai target pembangunan
kesehatan tertentu.
Sampai dengan tahun 2018, digunakan target rasio tenaga kesehatan per
100.000 penduduk seperti yang tercantum pada tabel berikut ini:

TABEL 3.7
TARGET RASIO TENAGA KESEHATAN PER 100.000 PENDUDUK MENURUT
JENIS
TENAGA TAHUN 2018
NO Jenis Tenaga Target Ratio Per
100.000 Penduduk

1 Dokter Umum 40

2 Dokter Gigi 11

3 Perawat 117

4 Bidan 100

5 Teknis Kefarmasian 30

6 Apoteker 10

7 Kesehatan Masyarakat 40

8 Kesehatan Lingkungan 40

9 Gizi 22

10 Keteknisian Medis 15

52 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

Secara umum, di wilayah kabupaten Bangkep jika ditinjau dari jenis tenaga
kesehatan yang ada, sebagian besar belum memenuhi target yang ditetapkan,
kecuali untuk tenaga Perawat dan Bidan, seperti yang di gambarkan pada tabel
berikut ini.
TABEL 3.8
PERSENTASE PENCAPAIAN RASIO TENAGA KESEHATAN
MENURUT JENIS TENAGA
TAHUN 2018

Jenis Tenaga Target Ratio Per Capaian Ratio Persentase


100.000 Per Pencapaian Ratio
Penduduk 100.000 Per
Penduduk 100.000
Penduduk

Dokter Umum 40 13,60 34,00

Dokter Gigi 11 2,55 23,18

Perawat 117 198,07 169,29

Bidan 100 201,47 201,47

Apoteker 10 9,10 91,00

Tek. Kefarmasian 30 7,65 25,50

Kesmas 40 32,30 80,75

Kesling 40 11,05 27,62

Gizi 22 11,05 50,22

53 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Keteknisian Medis 15 3,40 22,66

Jumlah 425 490,24 115,35

Sumber : Seksi SDM Kesehatan, 2018

Pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa capaian rasio tertinggi terdapat
pada Tenaga Bidan yaitu 201,47 per 100.000 penduduk dari standar 100 per
100.000 penduduk (capaian 201,47%). Berikutnya Tenaga Perawat, yaitu 198,07
per 100.000 penduduk, dari standar 117 per 100.000 penduduk (capaian
169,29%). Selanjutnya Tenaga Kesmas hamper mendekati standar yakni 32,30
per 100.000 penduduk dari standar 40 per 100.000 penduduk (capaian 80,75%).
Sementara, keberadaan tenaga kesehatan lainnya masih berada di bawah
standar, artinya jumlah tenaga kesehatan di Kab. Bangkep terbilang masih
sangat kurang dari standar minimal.

54 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


BAB IV

PEMBIAYAAN KESEHATAN

BAB IV PEMBIAYAAN KESEHATAN

A. PEMBIAYAAN KESEHATAN

1. Anggaran Dinas Kesehatan

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, menyebutkan


bahwa pembiayaan kesehatan bertujuan untuk penyediakan pembiayaan
kesehatan yang berkesinambungan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi
secara adil, dan termanfaatkan.

Anggaran kesehatan yang dikelolah oleh Dinas Kesehatan tahun 2018


adalah sejumlah Rp. 72.052.192.700,- , atau 7.95% dari total APBD Kabupaten
Banggai Kepulauan tahun 2018 sebesar Rp. 906,105,838,300,- sedangkan
untuk RSUD Trikora Salakan sejumlah Rp. 27.753.215.750,- atau sebesar 3,06%
dari total ABPD tahun 2018. Sehingga total anggaran kesehatan di Kabupaten
Banggai Kepulauan tahun 2018 adalah sejumlah Rp. 99.805.408.450,- atau
sebesar 11,01% dari total ABPD tahun 2018. Khusus anggaran yang dikelolah
oleh Dinas Kesehatan tahun 2018 yang terdiri dari beberapa sumber dapat dilihat
pada tabel 4.1

55 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 4.1

SUMBER PEMBIAYAAN DINAS KESEHATAN

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2017

NO SUMBER PEMBIAYAAN JUMLAH

1 DAU
48,035,356,700
2 DAK 23,888,030,000
3 PAJAK ROKOK
4 DBH-CHT 129,000,000
5 JKN ( DANA KAPITASI) 3,368,096,000
6 BOK 8,693,733,000
2,419,183,000
7 JAMPERSAL

72.052.192.700,-
TOTAL APBD

Sumber :Subag. Keuangan dan Pengelolaan Aset, 2018

Berdasarkan jenis belanja, anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai


Kepulauan Tahun 2018 yang sebesar Rp. 72.052.192.700,- tersebut terdistribusi
sebesar Rp. 24.803.924.400,- atau sebesar 34.42% untuk Belanja Tidak
Langsung dan Belanja Langsung sebesar Rp. 47.248.268.300.-atau sebesar
65,57% untuk Belanja Langsung.

Untuk belanja langsung terdistribusi dalam beberapa jenis belanja yaitu


belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal dapat dilihat pada
Tabel 4.2

56 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 4.2

ALOKASI DAN REALISASI ANGGARAN DINAS KESEHATAN

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

ALOKASI
REALISASI
NO URAIAN ANGGARAN

JUMLAH (%) JUMLAH (%)

Belanja Tidak
34,42 24,573,998,426 99,07
1 Langsung 24,803,924,400

- Belanja Pegawai 24,803,924,400 34,42 24,573,998,426 99,07

Belanja Langsung 65,57 37,875,826,505 80,16


47,248,268,300

2
- Belanja Pegawai 6,448,625,000 8,95 6,329,491,343 98,15

- Belanja Barang
27,576,416,344 38,27 21,399,690,527 77,60
dan Jasa

- Belanja Modal 13,223,226,956 18,35 10,146,644,635 76.73

TOTAL 72,052,192,700 100 62,449,824,931 86,67

Sumber :Subag. Keuangan dan Pengelolaan Aset, 2018

2. Bantuan Operasional Kesehatan

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan bantuan pemerintah


pusat kepada pemerintah daerah untuk peningkatan kinerja Puskesmas dan
jaringannya serta Poskesdes/Polindes, Posyandu dan UKBM lainnya dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.

57 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Selain itu diharapkan dengan dana BOK dapat meningkatkan kualitas
manajemen Puskesmas, terutama dalam perencanaan tingkat Puskesmas dan
lokarya mini Puskesmas, meningkatkan upaya untuk menggerakkan potensi
masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya.

Mekanisme penyaluran dana BOK mulai dari tahun 2016 mengalami


perubahan penyaluran dari mekanisme Tugas Pembantuan menjadi Dana
Alokasi Khusus (DAK) non fisik dengan alokasi anggaran pada tahun 2018
sebesar Rp.8,693,733,000 meningkat dari tahun 2017 sebesar
Rp.7.863.758.000. Besar alokasi dan realisasi dana BOK untuk setiap
Puskesmas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

TABEL 4.3

ALOKASI DAN REALISASI DANA

BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK)

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

NO PUSKESMAS PAGU REALISASI %

1 Totikum 99
717,000,000 707,825,000

2 Totikum Selatan 88
677,000,000 597,245,000

3 Salakan 83
632,000,000 522,490,000

4 Bakalan 94
322,233,000 304,138,000

5 Tinangkung Utara 90
622,000,000 557,316,950

6 Mansamat 70
702,000,000 494,370,000

58 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


7 Saleati 62
729,500,000 452,960,000

8 Patukuki 79
712,000,000 564,379,000

9 Bulagi 76
712,000,000 540,545,000

10 Sabang 99
712,000,000 706,336,300

11 Lolantang 732,000,000 104


758,969,200

12 Tataba 98
712,000,000 701,300,000

13 Lumbi-Lumbia 712,000,000 88
628,701,000

JUMLAH 87
8,693,733,000 7,536,575,450
Sumber : Sub Bag. Perencanaan Program, 2018

Tabel di atas menunjukkan bahwa realisasi dana BOK secara kabupaten


tahun 2018 sebesar 87% mengalami peningkatan dibandingkan dengan realisasi
tahun 2017 sebesar 84% Namun realisasi dukungan manajemen sebesar 84%
meningkat dari tahun 2017 yang sebesar 54 %. Dari 13 puskesmas realisasi yang
tertinggi adalah Puskesmas Totikum dan Sabang masing-masing sebesar 99 %
dan realisasi terendah adalah Puskesmas Saleati yaitu hanya sebesar 62%.

3. Jaminan Persalinan (Jampersal)

Selain dana BOK Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan juga


mengelola dana Jaminan Persalinan (Jampersal) yang mekanisme
penyalurannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik.

Dana Jampersal tersebut digunakan untuk mendekatkan akses dan


mencegah terjadinya keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin,
59 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
nifas dan bayi baru lahir terutama di daerah yang memilikiakses ke fasilitas
kesehatan sulit dan tidak memiliki biaya untuk persalinan di fasilitas pelayanan
kesehatan melalui penyediaan biaya transportasi rujukan ke fasilitas pelayanan
kesehatan, penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK). Dan jasa pertolongan
persalinan bagi ibu bersalin miskin dan tidak mampukhususnya yang belum
memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional/ Kartu Indonesia Sehat atau sumber
pembiayaan yang lain

Alokasi dana Jampersal di Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018


sebesar Rp. 2.419.183.000,-.

4. Jaminan Kesehatan

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem


Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan
mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory)
berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan
tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang
diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar
oleh Pemerintah.
Jaminan kesehatan ini mengacu pada prinsip asuransi sosial, yaitu peserta
wajib membayar iuran yang cukup terjangkau, dapat dilayani disemua wilayah
Indonesia (portabilitas) dan mendapatkan pelayanan yang sama (equal).
Kemudian iuran yang terkumpul dikelola secara efektif dan efisien oleh BPJS baik
iuran peserta non PBI maupun iuran peserta PBI yang berasal dari APBN
danAPBD dengan mekanisme penyediaan, pencairan dan pertanggung jawaban
dana sesuai ketentuan tata kelola keuangan APBN dan APBD, serta sepenuhnya
digunakan untuk manfaat sebesarbesarnya bagi peserta JKN. Program ini
dilaksanakan dengan prinsip kendali mutu kendali biaya, artinya ada integrasi
antara mutu pelayanan kesehatan dengan biaya yang terkendali.
Selain program JKN, di berbagai daerah khususnya wilayah Sulawesi
Tengah terdapat Program Jamkesda (Jaminan Kesehatan daerah) yang

60 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


pesertanya adalah masyarakat miskin dan tidak mampu yang tidak masuk dalam
kuota PBI dan dijamin oleh Pemerintah Daerah setempat.
Adapun Jumlah peserta jaminan kesehatan kabupaten banggai kepulauan
tahun 2018 adalah sebesar 91.955 jiwa (sumber : BPJS Kesehatan cabang
salakan tahun 2018) dari jumlah penduduk kabupaten Banggai kepulauan yaitu
117.633 Jiwa (Sumber :data BPS 2018) yang terdiri dari PBI Pusat sebanyak
58.912 Jiwa, Pekerja Penerima Upah (PPU) sebanyak 17.360 Jiwa, pekerja
Bukan Penerima upah (PBPU) 6.702 Jiwa, dan bukan pekerja 1.033 Jiwa.
Dengan demikian jumlah keseluruhan peserta yang telah terdaftar dalam
jaminan kesehatan berjumlah 91.955 jiwa dengan persentase 78,17 % dengan
demikian masih ada sejumlah 25.678 jiwa dengan persentase 21,82% yang
belum memiliki jaminan kesehatan.
Adapun cakupan peserta jaminan kesehatan dapat dilihat pada grafik di
bawah ini.
GRAFIK 4.1
PERSENTASE CAKUPAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN DI KAB. BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

Sumber : Seksi Yankes Rujukan, 2018


Cakupan kepesertaan dalam jaminan kesehatan kabupaten banggai
kepulauan yang tecatat sampai dengan tahun 2018 mencapai 91.955 dengan

61 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


persentase 78,17% dari jumlah penduduk kabupaten Banggai Kepulauan dan
masih ada sekitar 21,82 % yang belum memiliki jaminan kesehatan. Hal ini
berkaitan dengan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal perluasan
kepesertaan untuk pencapaian kepesertaan semesta (Universal Coverage).
Pemerintah menyadari bahwa derajat kesehatan yang rendah akan
berpengaruh terhadap produktivitas kerja, yang pada akhirnya menjadi beban
bagi masyarakat dan Pemerintah. Pada umumnya, masyarakat miskin dan rentan
mempunyai derajat kesehatan yang lebih rendah akibat sulitnya mengakses
pelayanan kesehatan yang disebabkan tidak adanya kemampuan ekonomi untuk
menjangkau biaya pelayanan kesehatan. Oleh karena itu pemerintah telah
memberikan perhatian khusus pada kelompok masyarakat miskin dan rentan,
dengan memberikan jaminan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan
akses terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan serta
memberikan perlindungan keuangan atas pengeluaran kesehatan akibat sakit.

5. Desa Yang Memanfaatkan Dana Desa Untuk Kesehatan


Sesuai dengan Permen Desa PDTT Nomor 19 Tahun 2017 tentang
Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2018, dalam hal ini
Kementerian Kesehatan mengkompilasi Prioritas Penggunaan Dana Desa
tersebut untuk bidang kesehatan di beberapa program maupun kegiatan
pelayanan kesehatan seperti kesehatan lingkungan, KIA, maupun Promosi dan
pemberdayaan masyarakat. Di wilayah kab. Banggai Kepulauan khususnya dari
141 desa sebanyak 137 desa yang memanfaatkan dana desa untuk kesehatan
yaitu sebesar 97,2% yang dapat dilihat pada grafik 4.2

62 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 4.2
PRESENTASE DESA YANG MEMANFAATKAN DANA DESA UNTUK
KESEHATAN KAB. BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

Sumber: Seksi Promkes, 2018

Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa setiap wilayah puskesmas


memanfaatkan dana desa 100% untuk kesehatan, hanya pada puskesmas
Saleati dan Sabang yang pemanfaatan dana desa untuk kesehatan tidak
mencapai 100% yaitu masing-masing 93,8% pada puskesmas Saleati (hanya 15
desa dari 16 desa yang memanfaatkan dana desa untuk kesehatan) dan 72,7%
(hanya 8 dari 11 desa yang memanfaatkan dana desa untuk kesehatan).

63 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


BAB V
KESEHATAN KELUARGA

BAB V KESEHATAN KELUARGA

A. KESEHATAN IBU

1. Kematian Ibu

Keberhasilan upaya pelayanan kesehatan ibu, diantaranya dapat dilihat


dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). AKI adalah jumlah kematian ibu selama
masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan,
persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain
seperti kecelakaan, terjatuh dan lain-lain di setiap 100.000 kelahiran hidup.
Secara umum kematian ibu di Kab. Bangkep pada tahun 2018 berjumlah 6 orang,
sehingga Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran hidup yaitu 291 per 100.000
KH, dapat dilihat dalam grafik di bawah ini.

GRAFIK 5.1
ANGKA KEMATIAN IBU (AKI)
DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUANTAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

64 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Gambar di atas menunjukkan bahwa cakupan angka kematian ibu di
Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 sebesar 291 per 100.000 Kelahiran
Hidup (KH) dengan jumlah kematian sebanyak 6 orang, angka ini mengalami
peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 3 orang. Hal ini
dipengaruhi oleh beberapa hal seperti masih ada tenaga kesehatan yang
melakukan pertolongan persalinan sesuai standar, program-program terkait
pelayanan kesehatan ibu yang belum berjalan dengan efektif dan efisien, serta
sarana dan prasana terkait pertolongan persalinan masih kurang memadai, dan
faktor sosial budaya.

Kematian ibu ini juga dapat digolongkan dalam beberapa kategori sebagai
berikut:

a. Berdasarkan Masa Kehamilan

Masa kehamilan pada ibu hamil terbagi menjadi 3 masa yakni masa
hamil, bersalin, dan nifas. Kematian ibu berdasarkan masa kehamilan
digambarkan pada grafik 5.2

GRAFIK 5.2
KEMATIAN IBU BERDASARKAN MASA KEHAMILAN
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

65 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa kematian ibu pada masa
kehamilan berjumlah 1 orang, bersalin 5 orang, dan masa nifas 0 orang.
Kematian tertinggi terjadi pada masa persalinan ini dapat disebabkan karena
beberapa hal, karena pertolongan persalinan yang tidak maksimal, maupun
faktor kesehatan dan status gizi sang ibu.
b. Berdasarkan Penyebab Kematian
Kematian ibu juga digambarkan berdasarkan penyebab kematian, ada
beberapa penyebab kematian ibu baik secara langsung maupun tidak
langsung. Dapat dilihat pada grafik 5.3

GRAFIK 5.3
KEMATIAN IBU BERDASARKAN PENYEBAB KEMATIAN
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa penyebab kematian


sebagian besar disebabkan oleh pendarahan pada saat persalinan yakni
berjumlah 5 orang, sementara Hipertensi dalam kehamilan sejumlah 1 orang.
Oleh karena itu perencanaan program di tahun berikutnya lebih difokuskan

66 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


pada kegiatan yang ditujukan untuk peningkatan pengenalan dan
kewaspadaan dini masyarakat terhadap tanda bahaya serta risiko. Selain itu
juga dibutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam hal
teamwork yang solid serta response time yang cepat dalam hal pengenalan
risiko, penegakan diagnosa dan ketepatan dalam pengambilan keputusan
klinik untuk menghindari keterlambatan tindakan dan kesalahan intervensi
sehingga kematian ibu dapat dicegah dan diturunkan.

2. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil


a. Cakupan K1 dan K4
Evaluasi pelayanan kesehatan ibu hamil dalam hal ini dilakukan dengan

melihat cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 di ukur dengan melihat jumlah ibu

hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal pertama kali oleh nakes

dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil dalam kurun waktu satu tahun.

Sementara, cakupan K4 diukur dengan melihat jumlah ibu hamil yang telah

memperoleh pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali

sesuai jadwal yang dianjurkan di tiap trimester dibandingkan jumlah sasaran

ibu hamil dalam kurun waktu satu tahun. Berikut presentase kunjungan ibu

hamil K1 dan K4 di kab. Banggai Kepulauan pada tahun 2018.

67 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.4
CAKUPAN K1 DAN K4 PADA IBU HAMIL
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat bahwa cakupan kunjungan K1


dan K4 belum mencapai target 100%, yakni cakupan K1 97,8% dan K4
79,7%. Penurunan jumlah cakupan yang terjadi pada K4 dapat disebabkan
karena beberapa faktor yakni kesadaran akan pentingnya pemeriksaan
kehamilan bagi ibu hamil yang masih rendah, maupun nakes yang kurang
kooperatif dalam pelayanan kesehatan ibu hamil, sifatnya masih menunggu
serta belum terlaksananya kunjungan rumah bagi ibu hamil yang belum
mendapat pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
b. Cakupan Imunisasi TD dan Pemberian Tablet Tambah Darah pada ibu
Hamil
1. Pemberian Imunisasi TD pada ibu Hamil
Terwujudnya pelayanan kesehatan pada ibu hamil yang maksimal juga
dapat diukur dengan cakupan pemberian imunisasi TD dan Tablet Tambah
Darah pada ibu hamil untuk menunjang kesehatan dan keselamatan ibu

68 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


hamil dari masa kehamilan hingga persalinan. Berikut di gambarkan cakupan
pemberian Imunisasi TD pada ibu hamil

GRAFIK 5.5
CAKUPAN IMUNISASI TD PADA IBU HAMIL
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa cakupan imunisasi TD


ibu hamil dan wanita usia subur mencapai 80,9% hal ini disebabkan karena
tingkat kesadaran masyarakat masih rendah untuk standar pelayanan
kesehatan pada ibu hamil, sehingga tidak melakukan imunisasi TD di faskes
terlebih jika kehamilan bukan kehamilan pertama ibu hamil.
2. Pemberian Tablet Tambah Darah ( TTD ) Fe3 pada Ibu Hamil
Anemia gizi merupakan masalah kesehatan yang berperan dalam
penyebab tingginya angka kematian ibu,angka kematian bayi serta
rendahnya produktivitas kerja,prestasi olah raga dan kemampuan

69 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


kerja.Dampak defisiensi zat besi pada lbu hamil, bukkan hanya mengenai
ibu sendiri, melainkan juga hasil kehamilanya.
Perkembangan persentase cakupam bumil memperoleh TTD (FE 3 )
dari tahun ketahun belum mencapai target RPJMD yang ditentukan,dimana
pada tahun 2017 persentase cakupan sebesar (53.44 %) mengalami
persentase Peningkatan pada tahun 2018 menjadi ( 75.53 %). Cakupan ibu
hamil yang memperoleh Tablet Tambah Darah (FE3) tingkat Kabupaten
Banggai Kepulauan antara tahun 2017 dengan tahun 2018 terjadi
perubahan yang begitu sigfinikan, capaian ini tidak lepas dari optimalnya
upaya-upaya koordinasi,advokasi,sinkronisasi khususnya Lintas program,
melalui dukungan Program dana BOK/DAK Kabupaten/Kota dengan
diadakan kegiatan screning/pelacakan pada ibu hamil yang tidak
berkunjung kePosyandu atau fasilitas kesehatan secara terintegrasi.
Kecenderungan trend Ibu hamil mendapat Tablet Tambah darah (TTD 90)
yang dilaporkan selama 5 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini :
GRAFIK 5.6
PERSENTASE PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH (FE3) PADA IBU HAMIL
TAHUN 2018
80
75.53
70

60
53.44
50

40 41.15
Fe3 pada ibu hamil
30 28.9
20
14.95
10

0
2014 2015 2016 2017 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

70 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Persentase Cakupan pemberian tablet tambah darah/Fe3 untuk
kabupaten Banggai kepulauan Tahun 2018 yang tertinggi ada pada
Puskesmas Saleati (99%) dan persentase cakupan Ibu Hamil yang
mendapat Tablet Tambah Darah (Fe3) yang terendah pada Puskesmas
Patukuki. Persentase Cakupan Pemberian Tablet Fe pada Ibu Hamil dapat
dilihat pada grafik berikut ini.
GRAFIK 5.7
CAKUPAN PEMBERIAN TABLET FE3 PADA IBU HAMIL
TAHUN 2018

Cakupan Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe3) pada Ibu Hamil


Tahun 2018
120%
99% 98%
100%

80% 73% 74%


61% 63% 64%
60% 49% 52%
43% 44%
40% 34%
28%
20%

0%

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018


3. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin
Pelayanan kesehatan ibu bersalin juga berperan penting dalam
menurunkan angka kematian ibu, seperti upaya yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan yang kompeten serta fasyankes yang memadai merupakan faktor
yang berkontribusi dalam terwujudnya pelayanan kesehatan ibu bersalin.

71 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


a. Pertolongan persalinan oleh Nakes

GRAFIK 5.8
CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH NAKES
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat bahwa dari jumlah ibu hamil
yang dilaporkan semua mencapai target 100% melakukan persalinan yang
ditangani oleh nakes. Hal ini tentunya merupakan capaian yang sangat baik,
dikarenakan masyarakat khususnya ibu hamil sudah memiliki pengetahuan
yang cukup tinggi dalam mempercayakan nakes untuk melakukan
pertolongan dalam persalinan. Tentunya hal ini harus terus dipertahankan,
untuk mengurangi jumlah AKI.

72 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


b. Pertolongan Persalinan oleh Nakes di Fasyankes
GRAFIK 5.9
CAKUPAN PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH NAKES
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa cakupan pertolongan


persalinan belum mencapai target 100% yakni baru mencapai 89,3%. Hal ini
dikarenakan beberapa faktor penyebab seperti, faktor sosial budaya
masyarakat yang mempersepsikan bahwa proses persalinan tidak harus
dilakukan di fasyankes, atau dengan kata lain ibu hamil masih banyak yang
memilih untuk melakukan persalinan di rumah, selain itu belum semua
wilayah memiliki Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) serta pemanfaatan RTK
yang belum maksimal.

4. Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas


Terlaksananya pelayanan kesehatan ibu nifas (6 jam – 42 hari pasca
persalinan) dalam hal ini dapat diukur dalam beberapa jenis pelayanan yang

73 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


juga menunjang peningkatan kesehatan ibu pasca persalinan, hal tersebut
tergambar dalam cakupan KF1, KF2, dan KF3, serta presentase ibu nifas yang
mendapat vitamin A.
a. Cakupan Kunjungan Ibu Nifas

GRAFIK 5.10
PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas da9at dilihat bahwa pelayanan kesehatan


pasca persalinan pada ibu nifas sudah mencapai target 100%, artinya
pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan tanda vital, pemberian anjuran ASI
eksklusif, maupun pemberian informasi dan edukasi terkait kesehatan ibu
pasca persalinan sudah dilakukan dengan maksimal oleh nakes.

74 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


b. Pemberian Vitamin A pada ibu Nifas
GRAFIK 5.11
PEMBERIAN VIT A PADA IBU NIFAS
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa presentase ibu nifas


mendapat vitamin A sudah mencapai target yaitu 100% hal ini juga sejalan
dengan cakupan pertolongan persalinan oleh nakes (100%) sehingga,
semuab ibu bersalin yang ditolong oleh nakes segera diberikan vitamin A.
5. Penanganan Komplikasi Kebidanan
Angka kematian Ibu yang tinggi juga dipengaruhi oleh faktor
penanganan komplikasi kebidanan. Komplikasi kebidanan merupakan
kesakitan yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, maupun nifas yang
dialami ibu atau janin dalam kandungan, yang terjadi baik secara langsung
maupun tidak langsung, yang jika tidak tertangani atau terkontrol dengan baik
akan menyebabkan kematian pada Ibu dan janin. Dalam hal ini, cakupan
penanganan komplikasi kebidanan di kabupaten Banggai Kepulauan sangat
rendah yakni 29% hal ini tentu jauh dari target RPJMD Bangkep yaitu 65%.
75 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni, SDM dalam hal ini
nakes yang tidak proaktif dalam melakukan deteksi dini komplikasi kebidanan.
Sehingga, walaupun dalam beberapa kasus ibu hamil/bersalin/nifas yang
seharusnya sudah mengalami komplikasi namun tidak dilaporkan sebagai
suatu komplikasi yang dialami oleh ibu. Selain itu, kurangnya kesadaran ibu
hamil dalam memeriksakan tanda-tanda komplikasi kehamilan di fasyankes.
Berikut gambaran cakupan penanganan komplikasi kebidanan di Kab. Banggai
Kepulauan
GRAFIK 5.12
PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik 5.12 dapat dilihat bahwa semua wilayah


puskesmas belum mencapai target, dan ada beberapa puskesmas yang
memiliki realisasi 0% hal ini dikarenakan puskesmas tidak melaporkan data
penanganan komplikasi kebidanan. Sementara, untuk puskesmas yang
memiliki capaian yang rendah disebebakan karena keterbatasan sarana dan

76 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


prasarana dalam penanganan komplikasi kebidanan, serta rendahnya
pengetahuan SDM baik nakes maupun ibu untuk mengenal secara dini tanda
dan bahaya pada kehamilan.

6. Pelayanan Keluarga Berencana (KB)


1. KB Aktif
Peserta KB aktif adalah peserta KB yang baru dan lama yang masih aktif
menggunakan alat kontrasepsi. Adapun presentase peserta KB aktif menurut
jenis kontrasepsi tahun 2018 sebesar 92,5%, angka ini menunjukkan capaian
yang baik karena mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dapat
diartikan bahwa kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi untuk
menggunakan alat kontrasepsi sebagai pengontrol jarak kehamilan.

2. KB Pasca Persalinan
Pelayanan KB juga dilakukan pada ibu nifas atau pasca persalinan, hal ini
tentunya membantu mengurangi resiko dan bahaya pada ibu pasca persalinan
karena jarak kehamilan dapat terkontrol dengan baik. Adapun presentasi
peserta KB Pasca Persalinan menurut jenis kontrasepsi tahun 2018 sebesar
84,3%, belum mencapai 100% karena beberapa faktor seperti faktor sosial
budaya, sosialisasi dan pemebrian informasi terkait KB yang masih kurang,
dan persepsi akan penggunaan KB yang bervariasi dibeberapa wilayah.
Berikut dapat dilihat cakupan peserta KB aktif dan KB pasca persalinan di Kab.
Banggai Kepulauan Tahun 2018

77 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.13
PESERTA KB AKTIF DAN KB PASCA PERSALINAN
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

B. KESEHATAN ANAK

1. Pelayanan Kesehatan Neonatal


a. Cakupan Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) Dan KN Lengkap
Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir dilaksanakan melalui
pelayanan kesehatan esensial . Cakupan pelayanan Neonatal pertama
atau KN1 merupakan indicator yang menggambarkan upaya kesehatan
yang dilakukan untuk mengurangi resiko kematian pada periode neonatal
yaitu 6 – 48 jam setelah lahir yang meliputi antara lain kunjungan
menggunakan pendekatan manajemen Terpadu Balita Muda ( MTBM )
termasuk konseling perawatan bayi baru lahir, ASI eksklusif,pemberian
vitamin K1 injeksi, dan HBO injeksi (bila belum diberikan).

78 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.14
KUNJUNGAN NEONATAL (KN1)
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Pada grafik di atas nampak bahwa capaian KN1 di kabupaten


banggai kepulauan tahun 2018 sebesar 100% di seluruh puskesmas.
Capaian ini sudah memenuhi target tahun 2018 yaitu sebesar 100%. Hal
ini tentunya disebabkan karena kinerja nakes yang maksimal dan
kesadaran masyarakat untuk mengikuti setiap kegiatan pelayanan
kesehatan neonatal yang diadakan setiap puskesmas

79 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.15
KUNJUNGAN NEONATAL (KN1)
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa capaian KN lengkap di


kabupaten banggai kepulauan tahun 2018 cukup baik yaitu sebesar
97,3%. Secara keseluruhan hampir semua puskesmas sudah memiliki
capaian yang cukup tinggi, yakni 3 puskesmas mencapai target 100%
yaitu puskesmas Bulagi, Lolantang, dan Bakalan Raya. Sementara,
puskesmas yang memiliki capaian terendah adalah puskesmas saleati
yaitu sebesar 90,4%. Oleh karena itu, diharapkan agar setiap ibu maupun
nakes dapat berkoordinasi dengan baik, sehingga bayi baru lahir secara
keseluruhan dapat mendapatkan kunjungan neonatal lengkap.

b. Cakupan Penangan Komplikasi


Penanganan komplikasi Neonatal adalah penanganan sesuai standar
terhadap neonatal dengan penyakit dan atau kelainan yang dapat
menyebabkan kecatatan,kematian seperti asfiksia, ikterus,

80 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


hipotermi,tetanus neonatorum, infeksi (sepsis),trauma lahir, BBLR (bayi
berat lahir rendah).sindrom gangguan nafas dan kelaianan congenital
maupun yang termasuk klasifikasi kuning dan merah pada pemeriksaan
dengan menggunakan bagan MTBM ( Mananjemen Terpadu Bayi Muda).

GRAFIK 5.16
PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa capaian penanagan


komplikasi neonatal dikabupaten banggai kepulauan tahun 2018 masih
sangat rendah yaitu sebesar 12%. Hal ini dikarenakan, sebagian besar
puskesmas tidak memasukan data kasus sesuai dengan permintaan yang
ada di laporan bulanan, serta kemampuan petugas kesehatan dalam
melakukan skrining dan deteksi dini terhadap kasus-kasus kemungkinan
terjadi komplikasi yang masih belum maksimal. Puskesmas dengan
capaian tinggi adalah puskesmas lumbi-lumbia yaitu sebesar 50,7%
puskesmas yang memiliki capaian yang sangat rendah atau tidak

81 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


melaporkan kegiatan adalah puskesmas Salakan, Totikum, Mansamat,
Patukuki, Bulagi yakni sebesar 0%.
2. Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi
Pelayanan kesehatan bayi termasuk salah satu dari beberapa
indicator yang menjadi ukuran keberhasilan peningkatan kesehatan bayi
balita dan menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Pelayanan kesehatan
bayi di tunjukan pada usia 29-11 bulan dengan memberikan pelayanan
kesehatan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi klinis kesehatan minimal 4x yaitu usia 29 hari – 2 bulan, 3-5
bulan, 6-8 bulan, dan 9-12 bulan sesuai standar di suatu wilayah kerja
pada kurun waktu tertentu.
Pelayanan ini terdiri dari penimbangan berat badan, pemberian
imunisasi dasar, SDIDTK bayi, pemberian vitamin A, penyuluhan
kesehatan bayi, serta penyuluhan ASI eksklusifdan pemberian makan
pendamping ASI.
GRAFIK 5.17
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

82 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Dari grafik 5.17 dapat dilihat bahwa capaian program indicator
pelayanan kesehatan bayi di puskesmas ada 3 puskesmas yang sudah
mencapai target pelayanan kesehatan 100% yakni puskesmas Mansamat,
Bakalan Raya, dan puskesmas Bulagi. Sedangkan puskesmas yang paling
rendah capainnya adalah puskesmas Saleati dengan cakupan 40,8%. Hal
ini berkaitan dengan pemberian pelayanan pada bayi yang belum sesuai
standar dimana pelaksanaan SDIDTK belum menyeluruh dilakukan pada
semua sasaran bayi pada puskesmas setempat.

a. Pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-6 bulan)


Untuk meningkatakan kesehatan dan gizi anak,suatu hal yang perlu
diperhatikan dengan sungguh-sungguh adalah Pemberian Air Eksklusif
pada bayi umur 0 bulan sampai dengan umur 6 bulan serta dilanjutkan
sampai usia 24 bulan sesuai dengan perkembanganya. Kesepakatan
Global Dunia menyatakan bahwa pemberian ASI Eksklusif diharapkan
mencapai 80 % .Komitmen lain dapat dilihat dari undang-undang RI NO.25
tahun 2004 yang mencamtumkan tingkat pencapaian ASI Eksklusif yang
harus dicapai yaitu sebesar 70 % . Namun pada haketnyata pemberian
ASI Eksklusif secara Nasional sebesar 30,2 %. Cakupan ASI Eksklusif
Kabupaten Banggai Kepulauan 47,2 (Tahun 2018). Kecenderungan trend
cakupan bayi umur ≤ 6 bulan mendapat ASI Eksklusif selang 3 tahun
terakhir yang dilaporkan oleh Puskesmas yang ada di Kabupaten Banggai
Kepulauan dapat dilihat pada grafik 5.18

83 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.18
CAKUPAN ASI EKSKLUSIF KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN 3 TAHUN
TERAKHIR TAHUN 2018

47% 54 %
2016
2017
2018

56 %

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Cakupan Asi Eksklusif Tahun 2016 sebesar 54 % dan pada tahun


2017 mengalami peningkatan sebesar 56 %. Namun Pada tahun 2018
Cakupan Asi Eksklusif cenderung mengalami penurunan yaitu 47 %. Hal
ini disebabkan kurangnya sosialisasi dan Advokasi bagi para ibu Hamil
yang ada di Desa.
Persentase Cakupana pemberian ASI eksklusif dipengaruhi
beberapa hal, terutama sudah berjalannya advokasi,Edukasi dan Informasi
yang mulai perlahan-lahan dijalanakan oleh manajeman Puskesmas dan
Rumah sakit Pemerintah atau Rumah Sakit Swasta secara kontinju dan
berkala disegala sektor terkait serta adanaya dukungan Pemda
Kabupaten/Kota dalam regulasi dan kebijakan PP No 33 tahun 2012
tentang peningkatan pemberian Air susu Eksklusif, belum semua Rumah
sakit, Klinik bersalin diKabupaten/Kota melaksanakan 10 langkah menuju
keberhasilan Menyusui (LMKM), Masih kurangnya ketersedian sarana dan

84 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


prasarana KIE ASI dan MP-ASI dan belum optimalnya membina kelompok
pendukung ASI, MP-ASI ditingkat Posyandu /masyarakat. Upaya
terobosan yang perlu dilakukakan untuk meningkatkan pemberian ASI
Eksklusif antara lain meningkatkan sosilisasi Gerakan Nasionla (Gernas)
sadar gizi disetiap Kabupaten/Kota ,menciptakan lingkunganyang kondusif
terhadap perilaku menyusui melalui peraturan Perundang-undangan dan
kebijakan atau Perda atau Perbub. Cakupan Pencapaian Indikator
Pemberian ASI Eksklusif pada bayi umur 0 bulan sampai umur 6 bulan
pada tahun 2018 per Puskesmas dapat dilihat pada Grafik 5.19.
GRAFIK 5.19
CAKUPAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
TAHUN 2018

Cakupan Pemberian Asi Eksklusif Menurut


Puskesmas Tahun 2018
100
87
90
80 70
70
60
46 45 47 48 47
50 39
40 35
30 25
18
20 13
10 0
0

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Puskesmas yang memiliki Persentase cakupan Pemberian Asi


Eksklusif yang tertinggi adalah puskesmas Tataba Yaitu 80% kemudian
Puskesmas Totikum 70 %. Sedangkan Puskesmas yang mempunyai
85 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
Persentase Cakupan Pemberian ASI Eksklusif yang terendah ada pada
puskesmas Lolantang 13 % dan Puskesmas Bulagi 18 %. Untuk
Puskesmas Totikum tidak melaporkan Jumlah bayi yang mendapat ASI
Eksklusif.
b. Imunisasi Campak

Imunisasi Campak adalah imunisasi yang diberikan pada bayi


bertujuan untuk mencegah penularan penyakit campak, imunisasi campak
di berikan pada bayi usia 9 bulan. Berikut cakupan imunisasi campak
Kabupaten banggai Kepulauan tahun 2018.
GRAFIK 5.20
CAPAIAN CAKUPAN IMUNISASI CAMPAK KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

100
90
80
70
60
% 50
40
30
20
10
0

KABUPAT
Lolantang

EN/KOTA
Mansamat
Tinangku

Patukuki
ng Utara

Totikum
Totikum

Bakalan
Salakan

Selatan

Sabang

Lumbi-
Tataba

lumbia
Saleati

PUSKESMAS Bulagi

CAMPAK (1) Kumulatif s/d


107,1

118,1

105,7

102,2
78,0

93,3

81,8

76,3

75,5

88,8

74,2

86,2

91,7
0,0

Desember (%) (L)


CAMPAK (1) Kumulatif s/d
109,1

102,5

100,0

112,1

102,2

150,0
75,0

81,1

86,2

72,8

94,4

81,5

95,6

94,0

Desember (%) (P)


CAMPAK Kumulatif s/d
104,9

102,0

142,6
91,3

84,2

81,5

74,5

90,0

96,5

91,0
0,0

0,0

0,0

0,0

Desember (%)

Sumber : Seksi Imunisasi dan Surveilans, 2018

86 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Dari grafik 5.20 cakupan imunisasi Campak di kabupaten Banggai
kepulauan mencapai 91,0% dengan target tahunan sebesar 95%, adanya
peningkatan cakupan dibanding dengan tahun sebelumnya. Dari 13
Puskesmas, ada 6 Puskesmas yang mencapai target yaitu Puskesmas
salakan (91,3Puskesmas Saleati (104,9%) Puskesmas patukuki (90,0%)
Puskesmas Sabang (96,5%) puskesmas tataba (102,0%) dan Puskesmas
bakalan raya (142,6%).
Puskesmas dengan capaian masih dibawah 80% adalah Puskesmas
Totikum selatan, Puskesmas Lumbi-lumbia, Puskesmas Lolantang dan
Puskesmas Bulagi. Capaian imunisasi campak masih sangat rendah
dikarenakan masih ada ibu yang tidak membawa kembali bayinya pada
saat berumur 9 bulan ke posyandu (karena jarak interval dari pemberian
imunisasi DPT/HB/Hib 3 – Polio 4 ke Campak adalah 5 bulan) hal ini
membutuhkan upaya khususnya dari petugas imunisasi
dilapangan/posyandu.

3. Pelayanan Kesehatan Balita


Kesehatan bayi balita harus dipantau untuk memastikan kesehatan
mereka selalau dalam keadaan optimal. Indicator yang bias menjadi ukuran
keberhasilan upaya peningkatan kesehatan bayi balita adalah pelayanan
kesehatan anak balita adapun batasan usia anak balita adalah setiap anak
yang berada pada kisaran umur 12-59 bulan.
Pelayanan kesehatan pada anak balita yang dilakukan tenaga kesehatan
melalaui pemantauan pertumbuan minimal 8x setahun, pemberian vitamin A
2x setahun, SDIDTK minimal 2x setahun. Capaian indicator pelayanan
kesehatan anak balita kabupaten banggai kepulauan tahun 2018 berdasarkan
laporan puskesmas dapat dilihat pada grafik 5.21

87 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.21
CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN ANAK BALITA KABUPATEN
BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, 2018

Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa capaian program indicator


pelayanan kesehatan balita di puskesmas menunjukkan bahwa dari 13
puskesmas belum ada satu puskesmas yang mencapai target capaian.
Puskesmas dengan cakupan yang tertinggi adalah puskesmas Bakalan
dengan capaian 88,8%. Sedangkan puskesmas yang terendah cakupannya
adalah puskesmas saleati dengan cakupan 13,2%. Hal ini dapat dipengaruhi
oleh tidak seluruhnya balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar, maupun faktor pengelola program puskesmas yang tidak membuat
laporan sesuai kenyataan di lapangan, sehingga data rill tidak tercatat dengan
baik.

88 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


a. Distribusi Pemberian Kapsul Vitamin A pada Balita ( 6-59 Bulan )
Cakupan balita yang mendapat Vitamin A pada masa periode bulan
Februari dan bulan Agustus antara tahun 2014 sampai tahun 2018
Kabupaten Banggai Kepulauan sangat berfluktuatif dimana terjadi
penurunan cakupan kapsul Vitamin A mulai tahun 2016 dan tahun 2017.
Persentase cakupan balita mendapat Vitamin A hal tersebut dapat dilihat
pada grafik berikut ini :

GRAFIK 5.22
TREND PEMBERIAN KAPSUL VIT. A PADA BALITA (6-59 BULAN)
TAHUN 2018

Trend pemberian Kapsul Vitamin A pada Balita ( 6-59 Bulan


97%
96% 96%
95%
94% 94%
93% 93%
92% 92%
91% 91%
90%
89%
88%
2014 2015 2016 2017 2018

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

Berdasarkan laporan pengelolah program di Puskesmas tahun 2018


cakupan rata-rata tertinggi di Puskesmas Salakan sebesar (100
%),dibandingkan cakupan tahun 2017 ada pada Puskesmas Lumbi-lumbia
sebesar (100%), sedangkan cakupan balita memperoleh vitamin A
terendah ada di Puskesmas Tinangkung Utara sebesar(51 %) tahun 2017,

89 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


dan ditahun 2018 pada Puskesmas Tinangkung Utara (80%). Memang
hasil cakupan balita yang memperoleh vitamin A dosis tinggi antara tahun
2017 dan tahun 2018 telah mencapai target RPJMD yang ditentukan
sebesar (90 %) yang kenaikanaya tidak terlalu sigfinikan. Hal ini
mengindikasikan faktor-faktor yang menunjang dalam pencapaian indikator
program gizi khususnya persentase balita memperoleh kapsul vitamin
adalah sebagai Berikut :
- Terbangunya komiten dan membaiknya regulasi,kebijakan ONE GATE
POLICY ( Pengelolaan Obat Satu Pintu) mulai dari tingkat Dinas
Kesehatan Kabupaten sampai ketingkat Puskesmas se Kabupaten
Banggai Kepulauan.
- Makin meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat
khususnya ibuibu rumah tangga yang mempunyai balita dalam
menunjang program Pemerintah dalam hal pemberian kapsul vitamin A
dosis tinggi serta adanya pengawasan dan pola asuh gizi yang makin
maksimal.
- Belum Maksimalnya Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) melaksanan
pemantauan dan pengamatan pada sasaran yang sudah mendapat
vitamin A dan yang menjadi pertanyaan apakah ibu-ibu rumah tangga
atau pengasuh memberikan vitamin A untuk dikonsumsi.
- Belum tersedianya regulasi awal tentang data dan informasi sasaran
balita 6-59 bulan dan keadaan stok obat program gizi didaerah
Kabupaten.
Presentase Cakupan Balita yang mendapat Vitamin A dosis tinggi tahun
2018 dapat dilihat pada Grafik 5.23

90 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.23
CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BALITA
TAHUN 2018

Persentase Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Balita ( 6-59


Bulan)
Tahun 2018
100 94 98 99 95 95 95 97 97 93 98
100 78 80

50

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

Dari grafik diatas Puskesmas yang memiliki Persentase cakupan


Pemberian Vitamin A selama Tahun 2018 yang tertinggi adalah
puskesmas Salakan 100% kemudian Puskesmas Mansamat 99%.
Sedangkan Persentase Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita (6-59
Bulan) yang terendah adalah Puskesmas Totikum 78 %.

b. Cakupan Balita di Timbang Berat Badan (D/S) Target 80 %


Upaya Pemantauan status gizi pada kelompok balita difokuskan
melalui pemantaun terhadap pertumbuhan berat badan yang dilakukan
melalui kegiatan penimbangan di Posyandu atau fasilitas kesehatan lainya
secara rutin. Trend dari indikator balita ditimbang berat badanya atau
dengan kata lain indikasi tentang tingkat partisipasi masyarakat (D/S) pada
kegiatan pemanatauan pertumbuhan di Posyandu atau fasilitas kesehatan
lainya dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 cenderung berfluktasi

91 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


dengan target RPJMD yang ditetapkan hal ini dapat dilihat pada grafik
berikut ini:
GRAFIK 5.24
TREND TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT (D/S)
TAHUN 2018

Cakupan D/S
86
84 84
82
80
79
78 78
76 76
75
74
72
70
2014 2015 2016 2017 2018

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

Pada tahun 2017 persentase D/S sebesar (84 %) mengalami


penurunan yang sangat signifikan menjadi (78 %) pada tahun 2018. Belum
tercapainya target persentase D/S Kabupaten Banggai Kepulauan sesuai
target RPJMD yang ditetapkan. Hal ini menggambarakan begitu banyak
masalah-masalah yang terkait dengan faktor-faktor penyebab.
Bila dilihat Pencapaian cakupan D/S Kabupaten Banggai Kepulauan
belum mencapai target yaitu masih tampak perbedaan cakupan antara
wilayah Puskesmas satu dengan Puskesmas lain dimana cakupan
tertinggi balita yang ditimbang (D/S) pada tahun 2017 ada di Puskesmas
Bulagi sebesar (99%), ditahun 2018 terdapat pada Puskesmas Totikum
(99 %), sedangkan cakupan persentase terendah tahun 2017 sebesar
(40%) ada pada Puskesmas Mansamat sedangakan ditahun 2018 terdapat
di Puskesmas Mansamat sebesar (54%). Adanya penurunan Cakupan D/S

92 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


kabupaten Banggai Kepulauan pada tahun 2017 yang sangat sigfinikan (
5.4 %),hal ini di sebabkan karena petugas Kesehatan Puskesmas,Kader
Posyandu serta partisipasi Masyarakat yang masih rendah, Dukungan
Program BOK melalui sweping/pelacakan pada balita yang tidak
berkunjung kePosyandu juga menjadi factor pendukung peningkatan
cakupan balita yang ditimbang (D/S).
Namun demikian strategi dan upaya keras dan cerdas harus tetap
dilakukan karena meskipun belum terjadi peningkatan dari tahun
sebelumnya tetapi masih jauh dari target RPJMN yang ditetapkan sebesar
( 80%). Belum terrcapainya target D/S menggambarkan masih belum
maksimalnya pembentukan Pokjanal Posyandu mulai tingkat Kecematan
samapai tingkat Kabuapten yang mana Pokjanal tersebut dapat
memperkuat komitmen pihak-pihak yang terkait dalam mengelolah kinerja
Pembinaan gizi masyarakat, kurangnya kesinambungan dalam kerjasama
antar Petugas Puskesmas dengan lintas sector terkait,tokoh
masyarakat,tokoh agama atau pemuka adat dalam membangun dan
mengembangakan jaringan kemitraan program gerakan Nasional
gizi,belum dan kendala yang paling mempengaruhi cakupan balita datang
menimbang adalah masalah geografis dan demografis yang masih
menjadi tantangan ditiap-tiap daerah terutama daearah Kepulauan dan
pengunungan, Cakupan Pencapaian Indikator Balita yang ditimbang dapat
dilihat pada grafik dibawah ini :

93 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.25
CAKUPAN D/S TAHUN 2018

Cakupan D/S tahun 2018


99
100 88 91
85 86 84
90 80 76 79
80 69
70 63 61
54
60
50
40
30
20
10
0

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

c. Cakupan Balita Ditimbang Naik Berat Badannya (N/D)


Analisa pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dilihat pada
Grafik cakupan persentase balita ditimbang yang naik berat badanya pada
tahun 2018 Berdasarkan laporan Puskesmas pada kegiatan Pemantuan
tumbuh kembang balita pada tahun 2018 diperoleh hasil persentase
cakupan tertinggi balita ditimbang yang naik berat badannya ada di
Puskesmas Bakalan raya sebesar (89%) dan Puskesmas Tataba sebesar
(85%) sedangkan persentase cakupan terendah ada pada Puskesmas
Totikum (31%) .
Kegiatan Pemanataun/Monitoring tumbuh kembang balita baik
diPosyandu dan Fasilitas Kesehatan lainya pada Kabupaten Banggai
Kepulauan belum mencapai target RPJMD yang diamanatkan oleh
Pemerintah, hal ini tidak lepas belum optimalnya sosialisai dan advokasi
petugas kesehatan di tingkat Puskesmas dalam mengkampanyekan

94 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


manfaat pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balitanya
melalui penimbangan setiap bulan serta kurangnya tingkat pengetahuan
masyarakat khususnya ibu-ibu yang mempunyai balita dalam
skrining/deteksi dini dalam pencegahan kasus gizi saat itu,penggunaan
Kartu menuju Sehat (KMS) dan pemberian makanan tambahan
diposyandu perlu digalakan lebih kontinju.
Melalui kebijakan Pemerintah kabupaten mengadakan sharing biaya
dengan Puskesmas dan Anggaran dana Desa dalam meningkatkan
kapsistas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Pemantauan standar
pertumbuhan, Pemberian Makanan tambahan baik Pabrikan berupa biskuit
maupun makanan tambahan yang menggunakan bahan pangan lokal.
Cakupan Pencapaian Indikator Balita datang ditimbang yang Naik berat
badanya dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

GRAFIK 5.26
CAKUPAN N/D TAHUN 2018

Cakupan N/D Menurut Puskesmas


Tahun 2018
85 89
90 83
80 67 70 67
70 63
52 55
60
50 40 37
40 32 31
30
20
10
0

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

95 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


4. Kematian Bayi
a. Kematian Neonatal
Kematian neonatal adalah kematian bayi yang berumur 0 – 28 hari.
Kematian neonatal terdiri dari kematian neonatal dini dan kematian
neonatal lanjut

GRAFIK 5.27
JUMLAH KEMATIAN NEONATAL
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa jumlah kematian


neonatal dikabupaten banggai kepulauan tahun 2018 sebanyak 19
orang. Puskemas dengan angka kematian neonatal tertinggi adalah
puskemas Saleati, Sabang, dan Lolantang yakni berjumlah 4 orang.
Sedangkan puskesmas totikum, salakan, patukuki, dan tataba tidak ada
kematian neonatal. Tingginya kematian neonatal ini dapat disebabkan
karena beberapa faktor salah satunya rendahnya penanganan

96 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


komplikasi neonatal. Sehingga, diharapkan tenaga kesehatan dapat
melakukan deteksi dini bahaya dan resiko pada neonatal.

b. Kematian Post Neonatal


Kematian post neonatal adalah kematian bayi yang terjadi setelah
usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang di sebabkan
oleh factor – factor yang berkaitan dengan lingkungan luar. Dalam
kurun waktu tahun 2018 jumlah kematian post natal di kabupaten
Banggai Kepulauan tahun 2018 berjumlah 2 orang yang digambarkan
pada grafik di bawah ini

GRAFIK 5.28
ANGKA KEMATIAN POST NEONATAL
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

97 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Jumlah kematian post neonatal kabupaten banggai kepulauan
terdapat di puskesmas Patukuki dengan jumlah 1 orang dan puskesmas
Sabang 1 orang. Sedangkan ke 11 puskesmas lainnya tidak terdapat
kematian post natal. Total kematian bayi ( Neonatal + Post natal)
adalah ditunjukan pada grafik dibawah ini
GRAFIK 5.29
ANGKA KEMATIAN NEONATAL DAN POST NEONATAL
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas menunjukkan bahwa keseluruhan


kematian bayi berjumlah 21 orang, yakni 19 orang neonatal dan 2 orang
post neonatal. Angka ini menunjukkan capaian yang baik karena
mencapat target RPJMD Kab. Bangkep Tahun 2018 yakni AKB 23 per
1000 kelahiran hidup.

98 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


c. Kematian Anak Balita
Jumlah kematian anak balita di Kab. Banggai Kepulauan tahun 2018
dapat dilihat pada grafik di bawah ini
GRAFIK 5.30
JUMLAH KEMATIAN ANAK BALITA
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa total kematian anak


balita di kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 berjumlah 1 orang
yakni di wilayah Puskesmas Totikum. Angka yang cukup baik karena
hampir sebagian besar sudah menurunkan angka kematian balita hingga
mencapai 0 orang.

5. Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan Dasar

Anak usia sekolah merupakan sasaran yang srategis untuk pelaksanaan


program kesehatan. Karena selain jumlahnya yang besar mereka juga

99 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


merupakan sasaran yang mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik.
Berikut digambarkan dalam grafik di bawah ini Cakupan Penjaringan Murid
SD/Mi Kelas 1 Di Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018
GRAFIK 5.31
CAKUPAN PENJARINGAN MURID SEKOLAH
TAHUN 2018

Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, 2018

Berdasarkan grafik di atas menunjukan bahwa cakupan puskesmas


yang melaksanakan penjaringan kesehatan peserta didik SD/MI kelas I pada
tahun 2018 masih belum dilaksanakan secara merata, dikarenakan masih
ada puskesmas yang sama sekali tidak melaksanakan penjaringan, yaitu
Puskesmas Saleati tidak melaksanakan penjaringan pada kelas 7 dan 10,
sementara puskesmas Tataba tidak melaksanakan penjaringan pada kelas 1,
7, dan 10. Namun, di samping itu bagi Puskesmas yang sudah melaksanakan
penjaringan rata-rata sudah mencapai 90%, sedangkan puskesmas yang
sangat rendah capaiannya adalah puskesmas tataba yakni 0% karena sama
sekali tidak melaksanakan penjaringan.
100 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
6. 6. Presentase Desa/Kelurahan Universal Child Imunization (UCI)

UCI (Universal Child Imunization) Desa adalah 80% bayi disuatu


desa/kelurahan telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
GRAFIK 5.32
CAPAIAN CAKUPAN UCI DESA di KABUPATEN BANGGAI
KEPULAUAN TAHUN 2018

100%100%100% 100%
89% 88% 91% 92%
83% 82%
67% 71%

44%
36%

Sumber : Seksi Imunisasi dan Surveilans, 2018


Pencapaian UCI Desa untuk Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018
sebesar 82 %, yakni dari total 144 desa yang ada di Kabupaten Banggai
kepulauan, yang mencapai UCI 118 desa (82 %) dan yang belum
mencapai UCI 35 Desa (24%). Dari 13 Puskesmas, ada 4 Puskesmas
yang mencapai target yaitu Puskesma salakan (100%), Puskesmas
Tinangkung Utara (100%), Puskesmas Totikum (100%), dan Puskesmas
Lolantang (100 %). Masalah yang dihadapi dilapangan sehingga capaian
UCI Desa belum mencapai target dibeberapa Puskesmas diantaranya :
a. Sasaran yang diberikan dalam suatu wilayah/desa masih terlalu
tinggi.

101 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


b. Kegiatan sweeping untuk mengejar drop out belum dilaksanakan.
c. Kriteria definisi Imunisasi Dasar Lengkap belum sepenuhnya menjadi
acuan

C. PELAYANAN KESEHATAN PRODUKTIF DAN USIA LANJUT

1. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut

Lanjut Usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas
(≥60 th) (Ayat 2 UU No.13/1998). Upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut
usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif
secara sosial maupun ekonomis sesuai dengan martabat kemanusiaan. (UU
no 36 2009, ttg Kesehatan, ps 138).
Di kabupaten Banggai Kepulauan, total seluruh lansia lebih dari 60 tahun,
dari 13 Puskesmas tahun 2018 sebanyak 10.672 jiwa, sedikit meningkat
dibandingkan tahun 2017 yaitu 10.309 jiwa.

GRAFIK 5.33
PELAYANAN KESEHATAN USILA
TAHUN 2018

102 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Sumber : Bidang Kesmas, 2018

Dari grafik di atas menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan lansia


terendah di Puskesmas Lolantang yaitu 0 % dan tertinggi di Puskesmas
Salakan 100 % . PKM Lolantang memiliki cakupan pelayanan terendah
dikarenakan tidak terlaksananya kegiatan POSBINDU di wilayah setempat
sehingga tidak terlaporkan kunjungan pelayanan lansia, sedangkan PKM
Salakan mencapai 100 % dikarenakan seluruh POSBINDU aktif melaksanakan
pelayanan lansia serta melaporkan kegiatan pelayanannya setiap bulan ke
kabupaten.

2. Pelayanan Kesehatan Usia Produktif

Usia produktif adalah penduduk dengan rentang usia 15-59 tahun, dalam
usia produktif merupakan masa hidup paling aktif seseorang, sehingga
kesehatan menjadi suatu faktor yang sangat penting untuk menunjang
produktifitas seseorang dalam menjalani kehidupannya. Ada beberapa
indikator standar pelayanan kesehatan pada usia produktif yakni skrining yang
dilakukan minimal 1 kali dalam setahun untuk penyakit menular dan penyakit
tidak menular meliputi:
a) Pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut
b) Pengukuran tekanan darah
c) Pemeriksaan gula darah
d) Anamnesa perilaku berisiko

Pelayanan kesehatan usia produktif di Kabupaten Banggai Kepulauan


Tahun 2018 digambarkan pada grafik 5.34

103 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 5.34
PELAYANAN KESEHATAN USIA PRODUKTIF
TAHUN 2018

Sumber : Bidang Kesmas, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa cakupan pelayanan


kesehatan usia produktif di kab, Bangkep masih sangat rendah dan jauh dari
target, hal ini dipengaruhi oleh pengelola program tiap puskesmas yang tidak
secara rutin dan berkala melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan
skrining kesehatan usia produktif. Bahkan ada beberapa puskesmas yang
tidak melaporkan hasil kegiatan dalam kurun waktu satu tahun yakni
puskesmas Mansamat, Saleati, dan Tataba.

104 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


BAB VI
PENGENDALIAN PENYAKIT

BAB VI PENGENDALIAN PENYAKIT

A. PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR LANGSUNG

1. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh


infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularan yaitu pasien TB
BTA (bakteri tahan asam) positif melalui percik renik dahak yang
dikeluarkannya. Beban penyakit Tuberkulosis (TB) dapat diukur dengan Case
Notification Rate (CNR), prevalensi, dan mortalitas/kematian.
Angka notifikasi kasus atau Case Notification Rate (CNR) adalah angka
yang menunjukkan jumlah pasien baru yang ditemukan dan tercatat di antara
100.000 penduduk di suatu wilayah tertentu.
Grafik 6.1 menunjukkan angka notifikasi kasus baru tuberculosis
terkonfirmasi bakteriologis dan angka notifikasi seluruh kasus tuberkulosis per
100.000 penduduk tahun 2018 di Kabupaten Banggai Kepulauan sebesar 207
per 100.000 penduduk mengalami peningkatan dibandingkan dengan target
Renstra tahun 2017 sebesar 158,4 per 100.000 penduduk. Berikut angka
notifikasi kasus tuberkulosis di Puskesmas

105 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.1
ANGKA NOTIFIKASI KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK
TAHUN 2018

ANGKA NOTIFIKASI KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK


DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
350 331

300
PER100.000 PENDUDUK

244
250
207
200

150

100

50 27 20 31 21 28 20 22
18 13 6 13 16 9
0

Absolut Realisasi Target

Sumber: Seksi P2PM dan Keswa, 2018

Gambar di atas menunjukkan bahwa jumlah kasus baru di Kabupaten


Banggai Kepulauan tahun 2018 sebanyak 244 kasus, Puskesmas Mansamat
merupakan puskesmas yang memiliki kasus baru sebanyak 31 kasus dan
Puskesmas Bakalan Raya merupakan puskesmas yang memiliki sedikit kasus
baru sebanyak 6 kasus.
Salah satu upaya untuk mengendalikan tuberkulosis yaitu dengan
pengobatan. Indikator yang digunakan sebagai evaluasi pengobatan yaitu
angka kesembuhan pengobatan. Berikut ini digambarkan angka kesembuhan
pengobatan tuberkulosis di Kabupaten Banggai Kepulauan

106 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.2
ANGKA KESEMBUHAN PASIEN TB
TAHUN 2018

ANGKA KESEMBUHAN PASIEN TB


KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

66.7
62.5 61.9
Persentase

52.9
45.5 45
38.5
30.2
20.0
0.0 0.0 0.0 9.1 0.0 0.0

Capaian Target

Sumber: Seksi P2PM dan Keswa, 2018

Pada grafik di atas terlihat bahwa angka kesembuhan pengobatan


pasien Tuberkulosis adalah sebesar 30,2 % tidak mencapai target Renstra
yang ditetapkan yaitu sebesar 45 %. Puskesmas Lumbi-lumbia adalah
puskesmas yang memiliki angka kesembuhan paling tinggi sebesar 66,7% dan
Puskesmas Totikum, Bakalan, Tinangkung Utara, Saleati, Patukuki merupakan
puskesmas dengan angka kesembuhan yang rendah sebesar 0%, hal ini
dipengaruhi karena masih ada puskesmas yg tidak mengumpulkan laporan
kegiatan. Tidak hanya itu, selama masa pengobatan tuberculosis jumlah
kematian yang dilaporkan sebanyak 2 orang terdapat di puskesmas Bulagi dan
Sabang. Rendahnya angka kesembuhan, bahkan terjadinya kematian selama
masa pengoabatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Kabupaten
untuk meningkatkan layanan standar TB, dan juga pemantauan terus

107 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


dilakukan oleh nakes dan pengelola program untuk memastikan setiap pasien
mendapatkan pelayanan TB.
Di samping itu, meninjau kasus TBC pada anak di Kabupaten Banggai
Kepulauan berjumlah 0 orang. Pencapaianya yang baik, diharapkan hal ini
dapat terus dipertahankan hingga tahun-tahun berikutnya, tentu didukung
dengan program layanan TB khususnya pada anak.

2. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli)


yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, jamur, dan
bakteri.Pneumonia Balita ditandai dengan adanya gejala batuk dan atau
kesukaran bernafas seperti nafas cepat, tarikan dinding dada bagian bawah ke
dalam (TTDK), atau gambaran Radiologi Foto Thorax dada menunjukan
Infiltrat Paru Akut. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikan
penyakit ini yaitu dengan meningkatkan Cakupan penemuan pneumonia pada
balita.
Cakupan Penemuan Penderita Pneumonia pada Balita berdasarkan
kelengkapan laporan Puskesmas tahun 2018 dapat dilihat dari grafik dibawah
ini.

108 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.3
CAKUPAN PENEMUAN PENDERITA PNEUMONIA BALITA
DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018
90.00
80.00
70.00
60.00

37.85

37.61
50.00

30.32
28.94
%

22.19
40.00

19.24

17.11
30.00

9.20

8.83
7.25
20.00

4.45
3.93
0.00

0.00
10.00
0.00

Cakupan Target

Sumber: Seksi P2PM dan Keswa, 2018


Grafik diatas menunjukan bahwa Capaian Indikator Cakupan Penemuan
Pneumonia Balita tahun 2018 yaitu 17, 11 % dari 103 Penderita belum
mencapai target yang diharapkan yaitu 85 % dari 512 Penderita. Hal ini
disebabkan belum semua puskesmas melaksanakan tatalaksana standar
Penemuan Pneumonia Balita.

3. Penyakit HIV/ AIDS


Meningkatnya penyebaran HIV khususnya pada tahun 2018 menjadi salah
satu hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Adapun jumlah kasus HIV
tahun 2018 yakni berjumlah 11 orang, sementara jumlah kasus baru AIDS
berjumlah 3 orang, dan tercatat angka kematian akibat AIDS berjumlah 1
orang. Berikut digambarkan dalam grafik 6.4

109 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.4
JUMLAH KASUS dan KEMATIAN AKIBAT HIV/AIDS
TAHUN 2018

Sumber : Seksi P2PM, 2018

110 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa kasus HIV terbanyak
terdapat pada rentang usia 25-49 tahun, yakni pada usia produktif. Melihat
kecenderungan seperti ini, diharapkan program-program penanggulangan
HIV/AIDS semakin ditingkatkan, dan dipantau efektivitas pelaksanaannya.

4. Diare
Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Kabupaten Banggai
Kepulauan dan juga merupakan penyakit potensial KLB yang sering disertai
dengan kematian. Penderita diare di puskesmas Kabupaten Banggai
Kepulauan setiap tahun jumlahnya cukup tinggi. Laporan kesakitan diare
menunjukkan bahwa selama kurun tahun 2018 jumlah penderita diare dan
memeriksakan ke sarana pelayanan kesehatan mencapai 1.141 kasus dari
perkiraan kasus sebanyak 3.176 penderita diare.
GAMBAR 6.5

CAKUPAN PENEMUAN DAN PENANGANAN PENYAKIT DIARE

DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

Sumber: Seksi P2PM dan Keswa, 2018

111 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Gambar di atas menunjukkan bahwa cakupan penemuan dan penanganan
penderita diare di Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 masih rendah
yaitu sebesar 35,9 % dari target perkiraan penderita. Penemuan dan
penanganan tertinggi adalah di Puskesmas Saleati sebesar 73,4 % dan yang
terendah adalah Puskesmas Lumbi-lumbia sebesar 21,5 %.

5. Penyakit Kusta

Kabupaten Banggai Kepulauan telah melaksanakan program


pengendalian kusta , pengendalian kusta telah mengalami kemajuan sejak
Tahun 2014 – 2017 dengan angka prevalensi berkisar di angka 0,31 - 0,43
/10.000 penduduk dengan penemuan kasus baru berkisar diangka 4,60 -
7,83 /100.000 penduduk .Diakhir tahun 2018 angka prevalensi yaitu
0,87/10.000 penduduk ,berdasarkan angka prevalensi tahun 2018 maka
Kabupaten Banggai Kepulauan Eliminasi Kusta dengan angka prevalensi
sudah mencapai target nasional yaitu angka prevalensi < 1/10.000 penduduk
dengan penemuan kasus baru sebesar 7,83/100.000 penduduk. Angka ini
menunjukan bahwa angka kesakitan kusta di Kabupaten Banggai Kepulauan
telah mengalami penurunan. Hal ini dapat dilihat pada grafik 6.6

112 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.6
TREND PREVALENSI DAN ANGKA PENEMUAN KASUS BARU KUSTA
TAHUN 2014-2018

7.83 7.83

6.09
Peer 10.000

4.6 4.42

0.78 0.87
0.31 0.44 0.43
2014 2015 2016 2017 2018

Prevalensi/10.000 CDR/100.000

Sumber: Seksi P2PM dan Keswa, 2018

Naik turunnya angka kesakitan kusta (prevalensi rate) penemuan kasus


baru (NCDR) sangat ditentukan oleh aktivitas penemuan penderita yang
dilakukan oleh petugas kusta di puskesmas yang didukung dari alokasi dana
pada kegiatan tersebut. Diakhir tahun 2018 angka kesakitan kusta
(Prevalensi rate) dapat kita lihat dari per Puskesmas pada grafik di bawah ini:

113 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.7
ANGKA PREVALENSI KUSTA PER PUSKESMAS
TAHUN 2018

Puskesmas
Per 10.000 Penduduk

2.93

2.03

1.19 1.21 1.1 1.09


0.82 0.87

Sumber: Seksi P2PM dan Keswa, 2018

Melihat dari grafik di atas, sudah sangat jelas Puskesmas yang angka
kesakitan kusta (prevalensi rate) belum mencapai target yakni <1/10.000
penduduk, ada 6 (enam) Puskesmas yang masih tinggi prevalensinya,
antara lain: 1.Puskesmas Totikum (2,93/10.000 pddk), 2. Puskesmas Totikum
Selatan (1,19/10.000 pddk), 3.Puskesmas Tinangkung Utara (1,21/10.000
pddk), 4. Puskesmas Saleati (1,1/10.000 pddk), 5.Puskesmas Bulagi (2,03
/10.000 pddk), dan 6. Puskesmas Sabang (1,09/10.000 pddk) .
Dari 13 Puskesmas masih ada 6 Puskesmas yang belum mencapai
eliminasi kusta sesuai dengan grafik 6.7 hal ini adanya dilakukan beberapa
kegiatan penemuan aktif di tahun berikutnya seperti Intensifikasi kasus di
daerah high endemis kusta dan survey cepat desa high endemis dibeberapa
desa yang ada kantong-kantong kusta .

114 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Pada program pengendalian penyakit kusta, jika kasus baru kusta
dengan cacat tkt. II dan kasus anak < 15 tahun masih ada menandakan
bahwa masalah penyakit kusta masih ada di wilayah tersebut. Untuk kasus
baru kusta dengan cacat tkt. II pada suatu wilayah menandakan bahwa
kegiatan penemuan kasus baru sedini mungkin belum dilakukan dengan
maksimal sehingga penemuan kasus baru kusta terlambat ditemukan dan
mengakibatkan penderita kusta ditemukan sudah mengalami kecacatan, dan
jika suatu wilayah masih menemukan kasus anak < 14 tahun dan cacat
tingkat II maka transmisi penularan masih ada disekitar wilayah tersebut dan
belum ditemukan. Hal ini dapat kita lihat lebih jelasnya pada grafik per
Puskesmas tahun 2018 dibawah ini :
GRAFIK 6.8
PROPORSI PENDERITA BARU DENGAN CACAT TKT. II
TAHUN 2018

120
100 100
100

80
Persentase

60

40 33.3

20
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0

Puskesmas

Kasus Anak Cacat Tkt.II

Sumber: Seksi P2PM dan Keswa, 2018

115 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Dari grafik diatas dapat kita lihat pada 13 Puskesmas ada 3 Puskesmas
yang memiliki beban tinggi yaitu Puskesmas Totikum yang proporsi kasus
baru dengan cacat tingkat II diangka 33,3 %, Puskesmas Totikum Selatan
kasus baru dengan cacat tingkat II dengan angka 100 % , Puskesmas
Salakan kasus baru dengan cacat tingkat II dengan angka 100 %. Namun di
10 Puskesmas tidak menggambarkan adanya kasus cacat tingkat II dan di 13
Puskesmas pun tidak terdapat kasus anak.
3 Puskesmas yang angka proporsi penderita baru dengan cacat tkt. II
masih diatas 5% yang menggambarkan transmisi penularan didaerah
tersebut masih terus berjalan dan perlu perhatian penuh dari pemerintah
dalam pengendalian penyakit kusta melalui penemuan kasus baru sedini
mungkin melalui kegiatan-kegiatan aktif seperti kegiatan intensifikasi
penemuan kasus kusta, pemeriksaan kontak serumah dan tetangga sekitar
serta survey cepat desa-desa high endemis melalui dana BOK, sehingga
masalah tersebut dapat terselesaikan dengan cepat

B. PENGENDALIAN PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI

1. Acute Flaccid Paralysis (AFP)


Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau lumpuh layu akut merupakan gejala
awal dari penyakit Polio. Dalam hal ini, program seksi surveilans bertujuan
untuk dapat mendeteksi kemungkinan keberadaan virus polio liar di suatu
wilayah tertentu di Kab. Banggai Kepulauan khususnya. Adapun kasus AFP
(Non polio) di Kab. Bangkep pada tahun 2018 dapat dilihat pada grafik 6.9

116 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.9
JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO)
TAHUN 2018

Sumber: Seksi Imunisasi dan Surveilans, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa jumlah kasus AFP (Non
Polio) di Kab. Bangkep berjumlah 0 di setiap kecamatan pada tahun 2018.
Angka menunjukkan belum mencapai target penemuan kasus yakni
<2/200/100.000 penduduk usia <15 Tahun. Oleh karena itu, di harapkan
ditahun berikutnya dapat terus dilakukan pembinaan yang lebih intensif,
sehingga menurunkan potensi sebagai daerah silent area.

2. Campak
Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang 90% dapat
menyerang anak yang tidak kebal atau tidak dilakukan imunisasi campak sejak
dini. Adapun distribusi penemuan kasus suspek campak di Kab. Bangkep pada
tahun 2018 dapat dilihat pada grafik 6.10

117 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.10
JUMLAH PENEMUAN SUSPEK CAMPAK
TAHUN 2018

Sumber: Seksi Imunisasi dan Surveilans, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa di beberapa puskesmas


penemuan kasus suspek campak berjumlah 2 orang di Puskesmas Salakan,
Saleati, Bulagi, dan Lumbi-lumbia, sementara di Puskesmas Mansamat,
Bulagi, dan Lolantang berjumlah 1 orang, dan puskesmas lainnya berjumlah 0
orang, dengan total kasus suspek campak berjumlah 9 orang. Sehingga
capaian insiden rate kasus suspek campak adalah 7,7/100.000 penduduk
artinya angka ini belum mencapai target. Sehingga, di harapkan kegiatan Case
Based Measless Surveilans (CBMS) dapat ditingkatkan guna menindaklanjuti
kasus-kasus diluar KLB.

118 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


3. Kejadian Luar Biasa (KLB)
KLB yaitu munculnya atau meningkatnya kejadian atau kesakitan yang
bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu
tertentu dan terjadi pada wilayah tertentu. Pada tahun 2018 di Kabupaten
Banggai Kepulauan terjadi 1 kali KLB dengan 14 jumlah kasus DBD dan 1
kematian di wilayah Puskesmas Totikum, hal ini dapat dilihat pada Tabel 6.1

TABEL 6.1
KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
TAHUN 2018

NO NAMA JML JML JML CFR (%)


PUSKESMAS KEJADIAN KASUS KEMATIAN
1 Puskesmas 1 (DBD) 14 1 7,1
Totikum
Sumber: Seksi Imunisasi dan Surveilans, 2018

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa jika dibandingkan dengan


tahun sebelumnya maka tahun 2018 ini terjadi peningkatan kasus KLB dengan
jumlah kasus 14 kasus di akhir tahun 2018 bahkan menyebabkan 1 kematian,
dengan CFR 7,1%. Dinas Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan telah
melakukan upaya penanggulangan dengan melakukan Fogging di area yang
terdapat titik-titik potensi terjadi DBD, secara khusus di wilayah KLB.

C. PENGENDALIAN PENYAKIT TULAR VEKTOR DAN ZOONOTIK

1. DBD

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang


disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus
Flavivirus, dan famili Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari
genus Aedes, terutama Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
119 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018
Jumlah penderita penyakit DBD pada tahun 2018 dapat dilihat pada grafik
6.11
GRAFIK 6.11
JUMLAH KASUS DBD DI KAB. BANGGAI KEPULAUAN
TAHUN 2018

Sumber : Seksi P2PM, 2018

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa jumlah kasus DBD pada
tahun 2018 berjumlah 29 orang dan kasus meninggal akibat penyakit DBD
sebanyak 2 kasus kematian. Kasus penyakit DBD paling banyak terdapat di
Puskesmas Totikum sebanyak 18 kasus terutama pada bulan November
terdapat 10 kasus DBD dan pada bulan Desember terdapat 7 kasus DBD.
Kasus kematian ditemukan di Puskesmas Totikum sebanyak 2 kasus
kematian. Angka kesakitan atau Incident Rate (IR) tahun 2018 sebesar 25 per
100.000 penduduk. Capaian tersebut sudah mencapai target program DBD
Kabupaten dan Kementerian Kesehatan yakni angka Incident Rate (IR) ˂ 49
per 100.000 penduduk. Target angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR)

120 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


kabupaten sebesar 1% per 100.000 penduduk. Target CFR tercapai pada
tahun 2018 yakni CFR sebesar 0.07 % pada tahun 2018.
Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, kasus penyakit DBD
dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni lingkungan dan perilaku masyarakat.
Faktor lingkungan yang dimaksud adalah masih terdapat tampungan-
tampungan yang berisiko terhadap berkembang biaknya vektor penular
penyakit DBD yakni nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Misalnya
pada ban-ban bekas, kemasan air mineral, tatakan dispenser maupun
tempurung kelapa. Dari segi perilaku masyarakat dapat ditinjau dari kebiasaan
menggantung pakaian, kebiasaan menguras bak mandi minimal seminggu
sekali dan tidak membawa dengan segera anggota keluarga yang memiliki
gejala penyakit DBD ke fasilitas pelayanan kesehatan.

2. Malaria

Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan di Kabupaten


Banggai Kepulauan walaupun tidak ditemukan kasus namun masih menjadi
daerah fokus non aktif.
Salah satu cara untuk menilai keberhasilan program penyakit malaria pada
suatu daerah adalah dengan melihat capaian angka kesakitan malaria (Annual
Paracite Incidence/API) per 1.000 penduduk yang beresiko. Berikut akan
disajikan gambar capaian API per 1.000 penduduk dari tahun 2018

121 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


GRAFIK 6.12
ANGKA KESAKITAN MALARIA (API) PER 1.000 PENDUDUK
DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

Sumber: Seksi P2PM, 2018


GRAFIK 6.13
JUMLAH PENYAKIT MALARIA
DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

Sumber: Seksi P2PM, 2018

122 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Pada grafik 6.13 terlihat bahwa angka kejadian malaria per 1.000
penduduk di Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2018 sebesar 0,0 per 1.000
penduduk artinya tidak ditemukan kasus malaria. Capaian tersebut sudah
mencapai target bahkan sudah berada di bawah target Renstra 1 per 1.000
penduduk dan SDG’s tahun 2030 yaitu ˂ 1 per 1.000 penduduk berisiko.
3. Filaria

Kasus penderita kronis Filaria pada tahun 2017 dan 2018 dapat dilihat
pada grafik di bawah ini

GRAFIK 6.14
PENDERITA KRONIS FILARIA
TAHUN 2017 DAN 2018

2017 2018

1 1

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Berdasarkan grafik 6.14 dapat dilihat bahwa pada tahun 2017 kasus filarial
berjumlah 2 orang sementara, pada tahun 2018 tidak ditemukan kasus filaria.
Hal ini tentunya sejalan dengan penanggulangan filariasis yang dilaksanakan
berbasis wilayah dengan menerapkan manajemen lingkungan, pengendalian

123 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


vector, maupun kegiatan-kegiatan filaria seperti POPM yang dilakukan secara
maksimal.

D. PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

1. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana


tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90
mmHg. Penyakit yang dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi antara lain
penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal. Persentase Hipertensi Pada
Tahun 2018 dapat dilihat pada grafik berikut ini:

GRAFIK 6.15
PERSENTASE PENDERITA HIPERTENSI YANG MENDAPAT PELAYANAN
KESEHATAN SESUAI STANDAR
TAHUN 2018

50 46
45
40
35
30
25
20
15 8.8 Series1
10 3 4.9 3.5
5 1.4 0.4 1.5 0.8 1.9 1.7 1.6 0.4
0

Sumber : Seksi PTM, 2018

124 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Dari grafik diatas menunjukan bahwa persentase penderita hipertensi yang
mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar pada tahun 2018 dengan
persentase tertinggi adalah puskesmas Bakalan sebesar 46% dan persentase
terendah adalah puskesmas totikum selatan dan puskesmas tataba yaitu
sebesar 0.4%, hal ini karenakan kurangnya pengetahuan dan informasi
masyarakat tentang deteksi dini penyakit tidak menular dan keterbatasan alat
pemeriksaaan yang ada di puskesmas.

2. Diabetes Melitus
GRAFIK 6.16
PERSENTASE PENDERITA DM YANG MENDAPATKAN PELAYANAN
KESEHATAN SESUAI STANDAR
TAHUN 2018

120
120
100 84
80
53 58
60 41
37 32
40 20 22
16 Series1
20 7 10 9

Sumber : Seksi PTM, 2018

Grafik diatas menunjukan bahwa jumlah penderita DM yang mendapat


pelayanan kesehatan sesuai standar pada tahun 2018 tertinggi adalah
puskesmas Salakan sebesar 120 penderita dan jumlah penderita terendah

125 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar adalah puskesmas
totikum selatan yaitu 7 penderita, faktor penghambat pemeriksaan DM adalah
faktor sosial diiantaranya tidak terdapat dukungan keluarga, tidak ada waktu
untuk periksa dan juga karena pekerjaan, ini Dikarenakan Kurangnya informasi
yang diberikan kepada masyrakat khususnya deteksi dini penyakit diabetes
melitus melalui pemeriksaan di posbindu PTM

3. Kanker Leher Rahim, IVA Positif, Dan Tumor Payudara


GRAFIK 6.17
PERSENTASE DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DAN KANKER
PAYUDARA
TAHUN 2018

60 55

50
40
30
20
10 5 Series1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0

Sumber : Seksi PTM, 2018

Grafik diatas menunjukan bahwa jumlah deteksi dini kanker leher rahim
dan kanker payudara pada wanita usia 30-50 tahun yang tertinggi pada tahun
2018 adalah puskesmas mansamat sebanyak 55 orang. Kurangnya kesadaran
perempuan yang sudah menikah untuk melakukan deteksi dini IVA karna

126 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


kurangnya pengetahuan mereka mengenai pentingnya pemeriksaan IVA,
serta masih kurangnya alat pemeriksaan dan tenaga terlatih bidan dan dokter.
GRAFIK 6.18
PERSENTASE IVA POSITIF PADA PEREMPUAN USIA 30-50 TAHUN
TAHUN 2018

0.5

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Series1
0

Sumber : Seksi PTM, 2018


Grafik diatas menunjukan bahwa persentase iva positif pada perempuan
usia 30-50 tahun pada tahun 2018 sebesar 0 %
GRAFIK 6.19
PERSENTASE TUMOR/BENJOLAN PAYUDARA PADA PEREMPUAN
USIA 30-50 TAHUN YANG DISKRINING TAHUN 2018

1
0.8
0.6
0.4
0.2 Series1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0

Sumber : Seksi PTM, 2018

127 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Grafik diatas menunjukan bahwa persentase tumor/benjolan payudara
pada perempuan usia 30-50 tahun yang diskrining pada tahun 2018 sebesar 0
%.

4. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

GRAFIK 6.20
PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA
BERAT TAHUN 2018
4
4
3.5
3
2.5 2
2
1.5 1 1 1 1 1
1
0.5 0 0 0 0 0 0 Series1
0

Sumber : Seksi PTM, 2018

Dari grafik diatas menunjukkan bahwa persentase pelayanan kesehatan


orang dengan gangguan jiwa berat pada tahun 2018 tertinggi adalah
puskesmas totikum selatan sebanyak 4 kasus. Beberapa puskesmas memiliki
jumlah pelayanan terendah disebabkan kurangnya tenaga terlatih perawat dan
dokter dalam menangani pasien orang dengan gangguan jiwa, serta
kurangnya dukungan keluarga terhadap pengobatan pasien ODGJ.

128 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


BAB VII
KESEHATAN LINGKUNGAN

BAB VII KESEHATAN LINGKUNGAN

A. KEADAAN KESEHATAN LINGKUNGAN

1. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku yang


higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dengan berpedoman pada lima
pilar yaitu (1). Stop buang air besar sembarangan, (2). Cuci tangan pakai sabun,
(3). Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, (4). Pengamanan
sampah rumah tangga, dan (5). Pengamanan limbah cair rumah tangga.
Desa/Kelurahan yang melaksanakan STBM adalah Desa yang sudah melakukan
pemicuan minimal 1 dusun, mempunyai tim kerja masyarakat/Natural Leader,
dan telah mempunyai rencana tindak lanjut untuk menuju Sanitasi Total.

TABEL 7.1

CAKUPAN DESA/KELURAHAN YANG MELAKSANAKAN STBM

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

DESA
JUMLAH
N MELAKSANAKA
KECAMATAN PUSKESMAS DESA/KELURA
O N STBM
HAN
JUMLAH %
1 Totikum Totikum 11 11 100
Totikum
2 Totikum Selatan
Selatan 8 8 100
3 Tinangkung Salakan 11 8 72.2
4 Bakalan 0 0 0
5 Tinangkung Tinangkung 6 5 83.3

129 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Utara Utara
Tinangkung
6 Mansamat
Selatan 9 9 100
7 Liang Saleati 16 16 100
8 Peling Tengah Patukuki 11 11 100
9 Bulagi Bulagi 16 5 31.3
10 Bulagi Utara Sabang 12 4 33.3
11 Bulagi Selatan Lolantang 20 20 100
12 Buko Tataba 13 7 53.8
13 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 11 10 90.9
JUMLAH (KAB/KOTA) 144 114 79.2
Sumber :Seksi Kesling, Kesehatan Kerja, dan Olahraga, 2018

Tabel di atas menunjukkan bahwa cakupan desa yang melaksanakan


Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Banggai Tahun 2018
sebesar 79,2 % menurun dibanding tahun 2017 sebesar 83 %. Enam puskesmas
seluruh desanya (100%) sudah melaksanakan STBM, sedangkan Tujuh
puskesmas sebagian desanya belum melaksanakan STBM. Puskesmas Bulagi
merupakan puskesmas dengan cakupan STBM paling rendah sebesar 31,3 %.

2. AIR MINUM

Air minum yang aman bagi kesehatan adalah air minum yang memenuhi
persyaratan secara fisik yaitu tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, serta
memiliki total zat padat terlarut, kekeruhan, dan suhu sesuai ambang batas yang
ditetapkan; mikrobiologis yaitu bebas dari bakteri E. Coli dan total bakteri
koliform; kimia yaitu zat kimia seperti besi, aluminium, klor, arsen dan lainnya
harus di bawah ambang batas; dan radioaktif yaitu kadar gross alpha activity
tidak boleh melebihi 0,1 becquerel per liter (Bq/l), dan kadar gross beta activity
tidak boleh melebihi 1 Bq/l

130 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


TABEL 7.2

JENIS SARANA SUMBER AIR MINUM BERKUALITAS YANG DI GUNAKAN

KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

PENDUDUK DENGAN
AKSESBERKELANJUTAN
JUMLAH TERHADAP AIR MINUM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
PENDUDUK BERKUALITAS
JUMLAH
TOTAL %

1 Totikum Totikum
10.440 2.973 28,5
Totikum
2 Totikum Selatan
Selatan 8.595 5.057 58,84

3 Tinangkung Salakan
12.623 11.323 89,70

4 Bakalan
2.779 1.278 45,99
Tinangkung
5 Tinangkung Utara
Utara 8.551 2.543 29,74
Tinangkung
6 Mansamat
Selatan 8.022 2.418 30,1

7 Liang Saleati
9.188 7.683 83,62

8 Peling Tengah Patukuki


10.112 2.428 47,78

9 Bulagi Bulagi
10.028 2 0,04
47,31
10 Bulagi Utara Sabang
9.954 4.709

11 Bulagi Selatan Lolantang


9.361 3.641 38,9

131 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


12 Buko Tataba
9.894 173 1,7

13 Buko Selatan Lumbi-Lumbia


8.086 2.657 32,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 117.633 46.885 39,86


Sumber :Seksi Kesling, Kesehatan Kerja, dan Olahraga,2018

Tabel di atas menunjukkan bahwa cakupan penduduk yang memiliki


akses Air minum yang layak di Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018
belum mencapai target sebesar 71 % dari target 85 %. Dari 13 puskesmas, 1
puskesmas yang sudah mencapai target, yang tertinggi adalah Puskesmas
Salakan kecamatan Tinagkung sebesar 89,70 % sedangkan 12 puskesmas
belum mencapai target yang terendah adalah Puskesmas Bulagi sebesar 0,04 %.

Tabel di atas menunjukkan bahwa jenis sarana sumber Air Minum yang
digunakan di Kabupaten Banggai Tahun 2018 yang terbanyak adalah Perpipaan
sebesar 23,525 dengan capaian 20% sedangkan Bukan Non Perpipaan sebesar
17,145 dengan capaian 14,6 %, sumur gali sebesar 4.400 dengan capaian 3,74
%, sumber air hujan 1,495 dengan capaian 1,27 % sendangkan sumber dari
mata air terlindungi sebesar 43 dengan capaian 0,36 %.

TABEL 7.3

PERSENTASE SARANA AIR MINUM YANG DILAKUKAN PENGAWASAN

YANG DIGUNAKAN TAHUN 2018

INSPEKSI
KESEHATAN
JUMLAH
LINGKUNGAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS SASARAN
(IKL)
AIR MINUM
JUMLAH
TOTAL %
1 Totikum Totikum 2.623 2.623 100,0

132 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


2 Totikum Selatan Totikum Selatan 8 8 100,00
3 Tinangkung Salakan 8 8 100,00
4 Bakalan - - 0
5 Tinangkung Utara Tinangkung Utara 2.398 2.398 100
Tinangkung
6 Mansamat
Selatan - - 0
7 Liang Saleati 2.434 2.434 100,00
8 Peling Tengah Patukuki - - 0
9 Bulagi Bulagi - - 0
10 Bulagi Utara Sabang 296 2 0,68
11 Bulagi Selatan Lolantang - - 0
12 Buko Tataba - - 0
13 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 2.643 2.643 100
JUMLAH (KAB/KOTA) 10.410 10.116 97,18
Sumber :Seksi Kesling, Kesehatan Kerja, dan Olahraga,2018

Tabel di atas menunjukan bahwa penyelenggaraan Air Minum yang


dilakukan pemeriksaan di Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018 Sebesar
97,18 %. Puskesmas Lumbia-Lumbia, Puskesmas Tataba, Puskesmas Bulagi,
Puskesmas Mansamat, Puskesmas Tinangkung Utara, dan Puskesmas Totikum
Semua Penyelenggaraan Air Minum yang ada di wilayah puskesmas tersebut
telah dilakukan pemeriksaan dan tiga puskesmas yaitu Puskesmas Patukuki,
Puskesmas Saleati,Puskesmas Salakan, dan Puskesmas Totikum Selatan tidak
semua penyelenggaran Air Minum yang ada di wilayah puskesmas tesebut
dilakukan pemeriksaan. Sendangkan Puskesmas Bakalan Raya semua
penyelenggara Air Minum yang ada di wilayah puskesmas tersebut tidak
dilakukan pemeriksaan, sementara dua puskesmas yaitu Puskesmas Lolantang
dan Puskesmas Sabang tidak memiliki penyelenggara Air Minum.

133 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


3. Akses Jamban Sehat

Sarana Sanitasi Dasar yang merupakan sistem pembuangan oleh rumah


tangga(tinja) sangat erat kaitannya dengan lingkungan dari risiko penularan
penyakit, khususnya penyakit saluran pencernaan. Klasifikasi sarana
pembuangan rumah tangga dilakukan berdasarkan atas tingkat risiko
pencemaran yang ditimbulkan. Dalam hal ini sistem pembuangan rumah
tangga yaitu jamban. Target untuk akses penduduk dengan fasilitas sanitasi
yang layak (Jamban Sehat) adalah sebesar 80 % dan capaiannya sebesar
68,96 %. Data yang diperoleh dari 13 Puskesmas tahun 2018 dari jumlah
Kepala Keluarga 33,565 yang ada di wilaya Kabupaten Banggai Kepulauan.

TABEL 7.4

PERSENTASE FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT)

YANG DIGUNAKAN TAHUN 2018

PENDUDUK
DENGAN AKSES
TERHADAP
FASILITAS
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS SANITASI YANG
KK
LAYAK (JAMBAN
SEHAT)
JUMLAH
TOTAL %
1 Totikum Totikum 2.935 2.642 90,0
Totikum
2 Totikum Selatan
Selatan 2.528 1.364 54,0
3 Tinangkung Salakan 4.040 3.040 75,2
4 Bakalan - - 0
5 Tinangkung Utara Tinangkung 2.415 1.706 70,64

134 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Utara
Tinangkung
6 Mansamat
Selatan 2.266 1.652 72,9
7 Liang Saleati 2.769 2.162 78,08
8 Peling Tengah Patukuki 2.787 1.889 67,78
9 Bulagi Bulagi 2.823 1.964 69,57
10 Bulagi Utara Sabang 2.587 1.085 41,94
11 Bulagi Selatan Lolantang 2.898 1.711 59,0
12 Buko Tataba 2.871 1.500 52,25
13 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 2.646 2.432 91,9
JUMLAH (KAB/KOTA) 33.565 23.147 68,96
Sumber :Seksi Kesling, Kesehatan Kerja, dan Olahraga,2018

Tabel di atas menunjukan Jumlah Kepala Keluarga dengan jumlah 33.565


yang memiliki akses dengan fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) atau
sekitar 68,96 % adapun cakupan tertinngi dari wilaya kerja Puskesmas Lumbi-
Lumbia dan cakupan terendah dari wilaya kerja Puskesmas Sabang yaitu
41,94 %. Rendahnya cakupan di wilayah kerja puskesmas sabang dipengaruhi
oleh pembangunan sanitasi belum menjadi kegiatan prioritas, hal ini
berdampak pada ketersediaan sarana sanitasi yang murah,mudah dan
terjangkau oleh masyarakat serta kurangnya tenaga kesehatan lingkungan
yang berada di puskesmas.

4. Tempat-Tempat Umum

Sanitasi tempat-tempat umum adalah suatu usaha untuk mengawasi


dan mencegah kerugian akibat dari tempat-tempat umum, terutama yang erat
hubungannya dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit. Temapat-
temapt Umum merupakan tempat atau sarana yang diselenggarakan
pemerintah/swasta atau perorangan yang di gunakan untuk kegiatan bagi

135 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


masyarakat yang meliputi : sarana kesehatan, Sarana Sekolah, Tempat
Ibadah dan Pasar.

Tempat-tempAt Umum dinyatakan sehat abilah memenuhi persyaratan


Fisiologis, Psikologis,dan dapat mencegah penularan penyakit antara
pengguna,penghuni,dan masyarakat sekitarnya serta memenuhi persyaratan
dalam pencegahan terjadinya masalah kesehatan. Target untuk Temapat-
temapt Umum memenuhi syarat adalah sebesar 30 % dan capaian adalah
sebesar 39,53 %, persentase Temapat-temapt Umum yang memenuhi syarat
kesehatan menurut data Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018 yaitu
270 Temapat-temapt Umum ( 39.53%) dari 683 Temapat-temapt Umum yang
terdiri dari: Sarana pendidikan,sarana kesehatan, pasar dan tepat ibadah
Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 7.5

TABEL 7.5

PERSENTASE TTU YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN

YANG DIGUNAKAN TAHUN 2018

TTU MEMENUHI
JUMLAH SYARAT
TTU KESEHATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
YANG JUMLA
ADA H
TOTAL %
1 Totikum Totikum 48 24 50,0
2 Totikum Selatan Totikum Selatan 36 18 50,0
3 Tinangkung Salakan 40 22 55,0
4 Bakalan 9 6 66,67
5 Tinangkung Utara Tinangkung Utara 29 16 55,17
6 Tinangkung Selatan Mansamat 37 18 48,6
7 Liang Saleati 63 30 47,62
8 Peling Tengah Patukuki 54 23 42,59

136 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


9 Bulagi Bulagi 69 28 40,58
10 Bulagi Utara Sabang 84 29 34,52
11 Bulagi Selatan Lolantang 80 11 13,8
12 Buko Tataba 66 21 31,82
13 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 68 24 35,3
JUMLAH (KAB/KOTA) 683 270 39,53
Sumber :Seksi Kesling, Kesehatan Kerja, dan Olahraga,2018

5. Tempat Pengelohan Makanan (TPM)

Tempat Pengolahan Makanan (TPM) adalah usaha pengelolaan makanan


yang meliputi jasa boga/katering rumah dan restoran, depot air minum kantin
dan makanan jajanan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap
makanan yang disediakan oleh perusahaan tau perorangan yang bergerak dalam
usaha penyediaan makanan untuk kepentingan umum, haruslah terjamin
kesehatan dan keselamatannya.

TABEL 7.6

PERSENTASE PENGELOLAHAN MAKANAN (TPM)

YANG DIGUNAKAN TAHUN 2018

TPM MEMENUHI
JUMLAH
SYARAT
TPM
NO KECAMATAN PUSKESMAS KESEHATAN
YANG
JUMLAH
ADA
TOTAL %
1 Totikum Totikum 37 16 43,2
2 Totikum Selatan Totikum Selatan 3 1 33,3
3 Tinangkung Salakan 71 12 16,9
4 Bakalan 3 2 66,67

137 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


Tinangkung
5 Tinangkung Utara
Utara 15 8 53,33
Tinangkung
6 Mansamat
Selatan 3 2 66,7
7 Liang Saleati 3 3 100
8 Peling Tengah Patukuki 7 4 57,14
9 Bulagi Bulagi 3 2 66,67
10 Bulagi Utara Sabang 2 1 50,00
11 Bulagi Selatan Lolantang 2 1 50,0
12 Buko Tataba 10 4 40,00
13 Buko Selatan Lumbi-Lumbia 19 2 10,5
JUMLAH (KAB/KOTA) 178 58 32,58
Sumber : Seksi Kesling, Kesehatan Kerja, dan Olahraga, 2018

Tabel di atas menunjukkan Persentase capaian sebesar 32.58 % Target


untuk tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat berdasarkan data
yang diperoleh dari 13 puskesmas Tahun 2018 menunjukan bahwa dari total 178
tempat pengolahan makanan yang diperiksa persentase tempat pengolahan
makanan yang memenuhi syarat hygiene sanitasi sebesar 58 tempat pengolahan
makanan, dan tempat pengolahan makanan yang tidak memenuhi syarat
sebesar 120 tempat pengolahan makanan. Capaian tempat pengolahan
makanan yang memenuhi syarat yang tertinggi adalah Puskesmas saleati
sebesar 100 % dan yag terendah adalah puskesmas Lumbi-Lumbia capaian 10,5
%.

138 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018


BAB VI

KESIMPULAN DAN PENUTUP

BAB VIII KESIMPULAN DAN PENUTUP


Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai institusi yang
diberi amanah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai penggerak
dan penanggungjawab pembangunan kesehatan di daerah telah melaksanakan
program-program pembangunan kesehatan sesuai dengan Rencana Strategik Dinas
Kesehatan. Adapun hasil capaian pembangunan kesehatan tersebut jika ditinjau dari
segi derajat kesehatan, upaya kesehatan, maupun sumber daya kesehatan diantara
sudah mencapai target, namun masih terdapat beberapa kendala maupun hambatan
dalam mencapai target yang diharapkan di beberapa indicator yang ada.
Hal tersebut tentunya sangat disadari tidak lepas dari kekurangan dan
keterbatasan dalam kualitas pelayanan baik dari segi fasilitas, sarana dan prasana,
maupun SDM yang ada. Selain itu, meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya kesehatan terus menjadi tantangan dan motivasi bagi Dinas Kesehatan
Kab. Banggai Kepulauan untuk selalu mengembangkan pelayanan kesehatan yang
terintegrasi.
Di samping itu, ditinjau dari segi Sistem Informasi Kesehatan tentunya
masih ditemukan banyak keterbatasan dan kekurangan yakni, belum optimalnya
dalam proses pengumpulan data, analisa dan pengolahan data, maupun integrasi
data. Sehingga, hal ini berdampak pada kualitas data yang disajikan dalam Profil
Kesehatan ini. namun, Buku Profil Kesehatan ini diharapkan dapat memberikan
gambaran mengenai keadaan kesehatan di Wilayah Kab. Banggai Kepulauan
khususnya pada kurun waktu tahun 2018.
Oleh karena itu, diharapkan perlu adanya pengembangan dan terobosan
baru dari segi mekanisme penyusunan data, mulai dari pengumpulan, pengolahan
dan analisa data, maupun publikasi. Sehingga, diharapkan dapat menghasilkan suatu
publikasi kesehatan yang lebih informative, dan akurat di wilayah Kab. Banggai
Kepulauan khususnya.

139 Profil Kesehatan Kab. Banggai Kepulauan Tahun 2018