Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia
yang dilimpahkan kepada penulis sehingga Laporan kegiatan Pengembangan Diri ini
dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Laporan ini dapat diselesaikan berkat adanya
bantuan, bimbingan, dorongan dan petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu
penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar – besarnya kepada:
1. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu yang telah memberikan tugas
kepada penulis untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri yang
telah penulis laksanakan.
2. Teman-teman seprofesi yang telah memberikan bantuan semangat dan
motivasi untuk bisa diselesaikannya penulisan Laporan ini. Penulis
menyadari bahwa dalam penulisan Laporan ini masih
banyak terdapat kekurangan bahkan mungkin kesalahan, baik dalam
penyusunan, penyajian maupun sistematika penulisannya. Oleh karenanya,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua
pihak, demi kesempurnaan penulisanLaporan ini. Meski demikian,
penulis tetap berharap agar kiranya Laporan ini dapat bermanfaat
bagi pihak lain yang memerlukan.

Bengkulu, Januari 2019

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang
sangat penting dalam mencapai visi pendidikan yaitu menciptakan insan Indonesia
cerdas dan kompetitif. Oleh karena itu, profesi guru harus dikembangkan sebagai
profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, tidak cukup bila guru hanya
melakukan tugasnya mengajar, membimbing dan mendidik para siswanya, melainkan
harus selalu mengembangkan profesinya tersebut. Pengembangan terhadap profesi
guru tersebut hendaklah dilaksanakan secaraterprogram dan berkelanjutan, melalui
kegiatan Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang memang merupakan
salah satu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan terbentuknya guru yang
profesional. Salah satu jenis kegiatan PKB adalah Pengembangan Diri.
Kegiatan Pengembangan Diri tersebut dapat dilakukan melalui dua jenis
kegiatan, yaitu: (1) Mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional
dan/atau (2) Mengikuti kegiatan kolektif guru. Menyadari akan berbagai kekurangan
yang ada penulis, maka untuk meningkatkan profesionalisme yang penulis rasakan
masih kurang, selama tahun 2016 s.d. 2018 ini penulis telah ditugaskan oleh Kepala
Sekolah untuk mengikuti lima jenis kegiatan pengembangan diri, yakni sebagai berikut:

1. Peserta Bimtek Karya Tulis Ilmiah bagi Kepala sekoah dan Pengawas, Jakarta, 1
s.d. 3 Desember 2016
2. Peserta dilat asesor Lama Akreditasi Sekolah Provinsi Bengkulu, di LPMP 30 April
s.d. 2 Mei 2017
3. Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 jenjang SD LPMP, 28 Mei s.d. 2 Juni 2017
4. Peserta Pelaksanaan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 se Provinsi
Bengkulu, September s.d. November 2017

1
5. Peserta PKB bagi Kepala Sekolah, PPPTK, Bogor, 23 Oktober s.d. 25 November
2017

Sebagai tanggung jawab atas tugas yang telah diberikan kepala sekolah kepada penulis
untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri, dan sekedar untuk mengimbaskan hasil
yang penulis peroleh selama mengikuti kegiatan pengembangan diri tersebut, maka
penulis pandang perlu untuk menuliskan laporan kegiatan ini.

B. Tujuan
Tujuan dari kegiatan pengembangan diri ini adalah untuk meningkatkan kompetensi
penulis sebagai guru, baik kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi
managerial maupun kompetensi sosial yang penulis rasakan masih kurang.

C. Manfaat
1. Manfaat yang diharpkan dari kegiatan pengembangan diri ini antara lain adalah
sebagai berikut:
Bagi Peserta Didik, akan memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman
belajar yang lebih efektif.
2. Bagi Guru, dapat memenuhi standar dan mengembangkan
kompetensinya sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya
secara efektif sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik untuk menghadapi
kehidupan di masa datang.
3. Bagi Sekolah/Madrasah, akan mampu memberikan layanan pendidikan
yang berkualitaskepada peserta didik.
4. Bagi Orang Tua/Masyarakat, akan memperoleh jaminan bahwa anak
mereka mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan p engalaman
belajar yang efektif.
5. Bagi Pemerintah, akan memberikan jaminan kepada masyarakat tentang
layanan pendidikan yang berkualitas dan profesional.

2
BAB 1
LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI 1

Nama Diklat : Peserta Bimtek Karya Tulis Ilmiah bagi Kepala sekoah
dan Pengawas
Waktu : 1 s.d. 3 Desember 2016
Tempat : Jakarta

A.Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dilakukan setelah mengikuti kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Penulis akan melakukan diseminasi kepada teman teman guru di sekolah penulis,
dengan jadwal yang akan dibicarakan dengan kepala sekolah.
2. Penulis akan mengimplementasikan hasil kegiatan ini untuk melakukan PKB dan
PKG di sekolah saya dengan baik

B. Dampak Setelah Mengikuti Kegiatan


Setelah penulis mencoba menerapkan hasil kegiatan ini dampaknya antara lain
adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah menjadi lebih aktif, lebih serius dan lebih
antusias.
2. Guru-guru aktif mengikuti PKB
3. Rasa saling menghargai sesama teman, saling membantu sesama
teman dan kerja sama di antara sesama peserta didik menjadi meningkat.

C. Penutup
Penyelenggaraan kegiatan umumnya umumnya sangat membantu dalam melakukan
pembinaan di sekolah
Penulis berharap agar kiranya kegiatan semacam ini hendaknya dapat diprogramkan dan
dilaksanakan secara kontinu agar para guru dapat meningkatkan kompetensinya

3
LAPORAN DIKLAT KE 2
LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI 2

Nama Diklat : Peserta diklat asesor Lama Akreditasi Sekolah Provinsi


Bengkulu
Waktu : 30 April s.d. 2 Mei 2017
Tempat : LPMP Bengkulu

A.LATAR BELAKANG
Akreditasi sekolah/madrasah adalah suatu kegiatan
penilaian kelayakan suatu sekolah/madrasah berdasarkan kriteria
yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh BAN-S/M. Dalam
pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah tersebut, dibutuhkan
asesor yang memiliki sikap dan kepribadian yang terpuji,
pemahaman dan penguasaan perangkat akreditasi
sekolah/madrasah yang memadai, serta memiliki keterampilan
menggunakan software Aplikasi Penskoran dan Pemeringkatan
Hasil Akreditasi.

B. TUJUAN PELATIHAN
Pelatihan ini bertujuan menyiapkan pelatih di tingkat provinsi
yang memiliki:
1. sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta pendekatan
perilaku yang tepat sesuai fungsi dan perannya
2. kemampuan melatih calon asesor lama dan calon asesor
baru

4
C. HASIL YANG DIHARAPKAN
Setelah mengikuti pelatihan, peserta memiliki:
1. Sikap dan kepribadian yang terpuji dalam mengikuti
pelatihan;
2. Pengetahuan yang komprehensif tentang kebijakan,
mekanisme, dan perangkat akreditasi sekolah/madrasah;
3. Keterampilan menyampaikan pengetahuan
tentang kebijakan, mekanisme, dan perangkat akreditasi
sekolah/madrasah kepada peserta
4. Keterampilan menggunakan Sispena-S/M;
5. Keterampilan menyusun laporan individu dan kelompok.
6. Keterampilan menyusun rekomendasi hasil akreditasi.
7. Kemampuan menyiapkan materi dan mengelola
pelatihan asesor di Provinsi Bengkulu

Alokasi Waktu
(Jam
NO. MATERI pelatihan)*
1 Kebijakan BAN-S/M 2
2 Pedoman Akreditasi Sekolah/Madrasah 2
3 Mekanisme Akreditasi dan Prosedur Operasional 2
Standar (POS)
Pengenalan Pelaksanaan
Perangkat Akreditasi
Akreditasi
4 Sekolah/Madrasah 5
5 Norma dan Kode Etik Asesor 2
6 Panduan Visitasi 2
7 Teknik Penggalian Data dan Informasi 4
8 Penyusunan Laporan dan Rekomendasi 4
Aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi
9 Sekolah/Madrasah (Sispena-S/M) 8
Strategi dan Simulasi Pembelajaran
10 Orang Dewasa 7
11 Tes Awal 1
12 Tes Akhir 1
Jumlah 40
LAPORAN DIKLAT KE 3
LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI 3

Nama Diklat : Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 jenjang SD


Waktu : 28 Mei s.d. 2 Juni
Tempat : LPMP Bengkulu

A. Latar Belakang
Data yang diperoleh melalui monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum
2013 oleh Direktorat Pembinaan SD menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh
para guru dari pelatihan Kurikulum 2013 kurang memadai; sebagian besar guru belum
dapat merencanakan pembelajaran (menyusun RPP) yang memenuhi prinsip-prinsip
pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan baik; pada umumnya guru belum dapat
mengembangkan instrumen penilaian dengan baik; sebagian besar guru belum dapat
menyajikan pembelajaran dengan pendekatan ilmiah; dan sebagian besar guru belum
mengetahui cara mengelola nilai dengan baik. Selain itu, pada umumnya sekolah belum
mantap dalam menyelenggarakan muatan lokal, ekstrakurikuler, dan penelusuran minat
peserta didik.
Memperhatikan hal tersebut, fokus pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013
pada tahun 2014 meliputi pemantapan pengetahuan guru terhadap Kurikulum 2013 yang
mencakup SKL, kerangka dasar dan struktur kurikulum SD/MI, standar proses, standar
penilaian dan pengisian buku laporan hasil pencapaian kompetensi (rapor) peserta didik,
buku guru, buku siswa, muatan lokal, matrikulasi (bridging course), bimbingan dan
konseling, ekstrakurikuler.

B. Tujuan
Tujuan umum dilaksanakannya pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 pada
tingkat SD adalah memberi penguatan kepada sekolah agar dapat melaksanakan
Kurikulum 2013 dari tahapan merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,
dan mengevaluasi hasil pencapaian kompetensi peserta didik dengan baik.
Tujuan khusus pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah meningkatkan
kemampuan guru sehingga mampu dalam:
1. menyusun RPP;
2. menyusun instrumen (termasuk rubrik) penilaian sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;
3. menyajikan pembelajaran dengan langkah-langkah pendekatan ilmiah;
4. melaksanakan penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
5. mengelola nilai peserta didik (termasuk mengisi buku laporan pencapaian
kompetensi peserta didik);
6. memahami buku guru, buku siswa, dan mengadaptasi bahan ajar;
7. melaksanakan muatan lokal;
8. merencanakan kegiatan ekstrakurikuler;
9. menelusuri bakat dan minat peserta didik;
10. melaksanakan matrikulasi (bridging course);
11. mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pada RPP guru;
12. mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pada instrumen penilaian;
13. melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dan penilaian yang mereka
laksanakan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya, yang
selanjutnya dapat melakukan perbaikan secara terus-menerus.

C. Hasil yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan pendampingan adalah:
1. Guru semakin memahami:
a. kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013, yang meliputi: rasional, filosofi,
konsep, kaidah, prinsip, makna, dan elemen perubahan kurikulum berdasarkan
SKL, KI dan KD sampai dengan strategi pelaksanaan Kurikulum 2013;
b. isi buku siswa dan buku guru beserta penggunaannya;
c. proses pembelajaran;
d. proses penilaian;
e. pelaksanaan muatan lokal;
f. pelaksanaan ekstrakurikuler;
g. penelusuran bakat dan minat;
2. Guru semakin terampil dalam:
a. menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran;
b. mengelola pembelajaran;
c. menyusun instrumen penilaian;
d. melaksanakan penilaian termasuk pengisian laporan hasil pencapaian kompetensi
(rapor) peserta didik;
e. menyelenggarakan muatan lokal;
f. menyelenggarakan ekstrakurikuler;
g. melaksanakan penelusuran minat peserta didik
LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI 4

Nama Diklat : Peserta Pelaksanaan Pendampingan Implementasi Kurikulum


2013 se Provinsi Bengkulu
Waktu : September s.d. November 2017
Tempat : LPMP Bengkulu

A. Latar Belakang
Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang
sangat pentingdalam mencapai visi pendidikan yaitu menciptakan insan Indonesia
cerdas dan kompetitif. Oleh karena itu, profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi
yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun
2005 tentang Guru dan Dosen.
Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, tidak cukup bila guru hanya
melakukan tugasnya mengajar, membimbing dan mendidik para siswanya, melainkan
harus selalu mengembangkan profesinya tersebut. Pengembangan terhadap profesi guru
tersebut hendaklah dilaksanakan secara terprogram dan berkelanjutan, melalui kegiatan
Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum SMA yang diselenggarakan oleh
LPMP Provinsi Bengkulu memang merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk
mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. Salah satu jenis kegiatan PKB adalah
Pengembangan Diri.
Kegiatan Pengembangan Diri tersebut dapat dilakukan melalui dua jenis
kegiatan, yaitu: (1) Mengikuti kegiatan Diklat. Menyadari akan berbagai kekurangan
yang ada penulis, maka untuk meningkatkan profesionalisme yang penulis rasakan masih
kurang, selama tahun pelajaran 2015/2016 ini penulis telah ditugaskan oleh Kepala
SMA Negeri 8 Kota Bengkulu untuk mengikuti Diklat Guru Sasaran Kurikulum Sekolah
Menengah Atas yang diselenggarakan oleh LPMP Provinsi Bengkulu.
Sebagai tanggung jawab atas tugas yang telah diberikan kepala SDN 16 Kota
Bengkulu kepada penulis untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri, dan sekedar
untuk mengimbaskan hasil yang penulis peroleh selama mengikuti kegiatan
pengembangan diri tersebut, maka penulis pandang perlu untuk menuliskan laporan
kegiatan ini.

B. Tujuan
1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengembangan sumber daya manusia
2. Menemukan format kurikulum pendidikan yang tepat bagi pembelajaran
3. Peserta dapat mengimplementasikan hasil Diklat ke dalam proses belajar
mengajar
4. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan pelatihan guru sasaran Kurikulum
SMA diharapkan guru mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan
kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian Kurikulum SD.

C. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengembangan diri ini antara lain adalah sebagai
berikut:
A. Bagi siswa:
Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses
belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh
pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai
pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan
memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan
konsep lain yang telah dipahaminya dan Dalam pembelajaran tematik juga sangat
berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar.
B. Bagi guru:
Setelah mengikuti kegiatan pelatihan guru sasaran Kurikulum SD diharapkan guru
mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi,
proses pembelajaran, dan penilaian Kurikulum SD.

C. Kepala Sekolah
Setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan pelatihan guru sasaran Kurikulum SD
diharapkan kepala madrasah mampu mengerahkan sumber daya yang dimiliki
dalam rangka menjamin keterlaksanaan implementasi Kurikulum SD.
LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI 5

Nama Diklat : Peserta PKB bagi Kepala Sekolah, PPPTK


Waktu : 23 Oktober s.d. 25 November 2017
Tempat : Bogor

A. Latar Belakang

Diberlakukannya Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan


Dosen, merupakan bukti pengakuan terhadap profesionalitas pekerjaan guru dan dosen
semakin mantap. Terlebih lagi di dalam pasal 14 dan 15 Undang-undang tersebut
dinyatakan bahwa guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup
minimum dan jaminan kesejahteraan sosial, meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat
pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional,
tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru
yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi.

Dewasa ini, dengan adanya sertifikasi guru para pendidik dituntut untuk mampu
meneliti. Tuntutan agar guru mampu meneliti semakin gencar dilakukan oleh
pemerintah. Hal itu dibuktikan dari laporan portofolio guru yang mensyaratkan
melampirkan karya tulisnya dalam sertifikasi guru dalam jabatan karena hal itulah maka
guru-guru di sekolah harus dapat meneliti di kelasnya sendiri dengan tujuan
memperbaiki kualitas pembelajarannya melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK
sesungguhnya merupakan implementasi dari kreativitas dan kekritisan seorang guru
terhadap apa yang sehari-hari diamati dan dialaminya sehubungan dengan profesinya
untuk menghasilkan kualitas pembelajaran yang lebih baik sehingga mencapai hasil
belajar yang optimal.

Diklat ini juga mengajak teman-teman guru untuk melangkah kepada berbagai
catatan yang setelah diolah dapat mewujud menjadi suatu penelitian yang berkualitas.
Melaksanakan penelitian tentang apa yang sehari-hari dilakukan oleh seorang guru yang
akhirnya dapat menghasilkan suatu karya yang disebut PTK. Hal itu dapat terjadi apabila
suatu urutan umum prosedur, yaitu bermula dari identifikasi masalah penelitian yang
dihadapi sampai dengan laporan hasil akhirnya dicatat. Jadi, amat penting suatu prosedur
ini dipahami dan ditaati oleh guru yang meneliti.

Penelitian di bidang pendidikan memang memerlukan sejumlah instrumen


(toolbox) yang terdiri dari berbagai pendekatan untuk mengkaji berbagai isu pendidikan
dalam masyarakat kita. Tidak cukup pendidikan formal membatasi diri pada eksperimen
atau penelitian yang hanya berkenaan dengan kurikulum ataupun masalah-masalah yang
terungkap dalam buku pelajaran. Seharusnya praktek pendidikan lebih menerobos
kepada kehidupan nyata, mengajak peserta didik untuk tidak saja berpikir pada kala ia
belajar, tetapi lebih banyak belajar untuk berpikir lebih dalam tentang berbagai masalah
dalam kehidupan ataupun lingkungan sekitar. Melalui berbagai cara yang telah
dipaparkan, berbagai masalah itu akan membuka pikiran kita dalam menemukan
berbagai solusi untuk mengatasi berbagai kesenjangan masalah pembelajaran.

B. Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dilakukan setelah mengikuti kegiatan ini adalah sebagai berikut:
3. Penulis akan melakukan diseminasi kepada teman teman guru di sekolah
penulis, dengan jadwal yang akan dibicarakan dengan kepala sekolah.
4. Penulis akan mengimplementasikan hasil kegiatan ini untuk melakukan PKB
dan PKG di sekolah saya dengan baik

C. Dampak Setelah Mengikuti Kegiatan


Setelah penulis mencoba menerapkan hasil kegiatan ini dampaknya antara lain
adalah sebagai berikut:
3. Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah menjadi lebih aktif, lebih serius dan
lebih antusias.
4. Guru-guru aktif mengikuti PKB
3. Rasa saling menghargai sesama teman, saling membantu sesama
teman dan kerja sama di antara sesama peserta didik menjadi meningkat.
D. Penutup
Penyelenggaraan kegiatan umumnya umumnya sangat membantu dalam melakukan
pembinaan di sekolah
Penulis berharap agar kiranya kegiatan semacam ini hendaknya dapat diprogramkan

dan dilaksanakan secara kontinu agar para guru dapat meningkatkan kompetensinya