Anda di halaman 1dari 3

Konsep tugas analisis struktur 1

Analisis Struktur bukan merupakan tahapan akhir dalam proses perancangan.

Analisis Struktur merupakan `alat´ yang digunakan untuk mendukung proses


perancangan.

Tujuan utama dari Analisis Struktur adalah untuk membantu perancang


struktur dalam membuat keputusan2 penting dalam proses perancangan.

Hasil dari suatu Analisis Struktur pada sebuah struktur akibat beban2 yang
bekerja padanya adalah respon struktur tersebut, yang berupa:

- perubahan posisi elemen2 atau bentuk konfigurasi struktur

- gaya2 internal pada elemen2 struktur: gaya aksial, gaya geser,momen lentur,
momen torsi.

1. Proses perancangan bangunan jembatan

Pengumpulan data :
 Fungsi bangunan : Fungsi Jembatan sebagai penghubung dua bagian
jalan yang terputus oleh adanya rintangan seperti lembah yang dalam,
alur sungai saluran irigasi dan pembuangan.
 Ukuran/geom. Struktur jembatan :
1. Panjang jembatan : 12 m
2. Lebar jembatan : 7 m
3. Lebar jalur lalu lintas : 5,5 m
4. Konstruksi Jembatan : Beton Komposit
5. Lebar trotoar : -
6. Abutment : 2 Buah
7. Jumlah bentang : 6 Buah
8. Panjang bentang pinggir : 12 m
9. Jenis Pondasi : Pondasi Sumuran
10. Tebal plat lantai : 0,22 m
11. Rencana Pembebanan : 70 Ton
 Bahan bangunan :
 Peraturan2 dan standard2
 Keadaan tanah dan lingkungan
2. Modelisasi struktur jembatan
 Jembatan Gelagar Baja (Standar Girder Bridge).

Pilihan Terbaik untuk kebebasan ruang dan kemungkinan untuk pelebaran di


masa yang akan datang. Bentang antara 15-30 meter, menggunakan lantai
beton.

 Kelas Jembatan A, B dan C


 Sistem penyambungan menggunakan baut mutu tinggi
 Standar Internasional ASTM/JIS/AS 1650

3. JENIS2 DAN SIFAT2 TUMPUAN

Tumpuan juga dikatakan dengan landasan dimana sebuah balok akan


diletakkan kepadanya. Dalam ilmu konstruksi dikenal ada 3 jenis Tumpuan
yaitu : Tumpuan Sendi, Tumpuan Rol dan Tumpuan Jepit.

a) Tumpuan Sendi

Tumpuan Sendi atau engsel adalah merupakan salah satu tempat untuk
bertumpunya sebatang balok. Tumpuan Sendi dapat menahan gaya tekan,
tarik dari berbagai arah vertikal dan horizontal, gaya tekan dan tarik ini tetap
akan melalui pusat sendi. Tumpuan sendi tidak dapat menahan momen atau
meneruskan momen. Gaya Reaksi sendi ini dapat diproyeksikan pada arah
vertikal dan horizontal.

b) Tumpuan Rol
Tumpuan Rol ini tidak dapat menahan gaya tarik dan tekan sembarang arah .
Tumpuan ini hanya bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik berarah vertikal
saja. Tumpuan rol tidak dapat menahan momen atau meneruskan momen.
Gaya Reaksi rol ini dapat diproyeksikan pada arah vertikal .
c) Tumpuan Jepit
Tumpuan Jepit ini membuat Balok dalam keadaan kaku, justru karenanya
dapat meneruskan gaya tarik dan tekan dengan sembarang arah disamping itu
juga dapat meneruskan momen. Dengan demikian tumpuan jepit ini dapat
menahan Gaya Vertikal, Gaya Horizontal dan Momen.