Anda di halaman 1dari 2

ANTROPOLOGI KAMPUS

A. PENGERTIAN
1. Antropologi
Berasal dari bahasa yunani “Antrhopos” artinya Manusia. dan “Logos”
bearti Ilmu.
Antropologi adalah Ilmu yang membahas tentang manusia.

2. Kampus
Kampus, berasal dari bahasa Latin; Campus yang berarti "lapangan luas".
Dalam pengertian modern, kampus berarti, sebuah kompleks atau daerah
tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau
perguruan tinggi.
Kampus merupakan tempat belajar-mengajar berlangsungnya misi dan fungsi
perguruan tinggi.

Antropologi kampus adalah sebuah ilmu yang mempelajari kehidupan


manusia di dalam kampus. Segala aspek di dalamnya adalah merupakan dari
bagian antropologi kampus.

B. TIPOLOGI MAHASISWA
Dalam dunia kampus pasti tidak akan pernah lepas dari kata mahasiswa.
Mahasiswa merupakan komponen utama, karena disitulah para mahasiswa itu
berproses mengembangkan dirinya. Selain itu, mahasiswa merupakan unsur
terbanyak diluar civitas akademika yang ada. Mahasiswa yang banyak itu,
pastinya juga membawa karakter dan budaya yang berbeda-beda karena datang
dari berbagai penjuru daerah.

Jenis-jenis mahasiswa :
1. Mahasiswa Pemimpin
Tipikal mahasiswa seperti ini selalu terlihat mencolok dan aktif
dibandingkan mahasiswa lainnya. Hidupnya di perkuliahan sangat
bervariatif–diisi dengan berbagai kegiatan, dan ia tidak hanya belajar dari
kuliah semata, namun juga belajar dari lingkungan. Ia akan aktif di
organisasi, baik intra maupun ektra kampus. Biasanya –tapi tidak mengikat-
tipe mahasiswa seperti ini tidak memiliki keinginan yang besar untuk lulus
terlalu cepat, karena ia mencari pengalaman sebanyak-banyaknya untuk
menjadi pemimpin di masa depan. Cita-citanya, biasanya ingin menjadi
pemimpin perusahaan, lurah, bupati, DPR, menteri, bahkan presiden.
2. Mahasiswa Pemikir
Tipikal mahasiswa jenis ini selalu berpikir dan terus berpikir. Hobinya
membaca buku, diskusi dan menulis. Terkadang orang jenis ini –karena
terus belajar- tanpa menghiraukan sekitarnya, agar bisa mendapatkan
jawaban atas apa yang dipikirkannya. Biasanya tipe mahasiswa seperti ini
jika telah lulus ingin jadi ilmuwan, peneliti, dosen atau akademisi.

3. Mahasiswa Study Oriented


Tipikal mahasiswa jenis ini selalu rajin masuk kuliah dan melaksanakan
tugas-tugas akademik. Mahasiswa jenis ini tidak mau tahu dengan apa yang
terjadi di kampus. Pokoknya yang penting mendapatkan nilai bagus dan
cepat lulus.
4. Mahasiswa Hedonis
Tipe mahasiswa seperti ini tiada banyak berpikir, tidak mau aktif di
organisasi. Ia selalu menjalani kehidupan dengan hedonis, glamour, dan
happy-happy. Kalau ke kampus sering memakai pakaian yang norak,
memakai mobil, dan nongkorong di mall, kafe, dan tempat hiburan lainnya.
5. Mahasiswa Agamis
Tipikal mahasiswa seperti ini kemana-mana selalu membawa al-Qur’an,
berpakaian ala orang Arab, tampil (sok) islami, menjaga jarak terhadap lain
jenis yang tidak muhrim.
6. Mahasiswa K3 (Kampus, Kos dan Kampung)
7. Mahasiswa Santai Semaunya Sendiri
8. Mahasiswa Mencari Cinta
9. Mahasiswa Jomblo Unsold
Tipe mahasiswa seperti ini terkadang dianggap terlalu menyedihkan, karena
tiada laku-laku (unsold). Tapi terkadang mahasiswa memilih jomblo bukan
karena tidak laku, tetapi karena ia memang tidak ingin berpacaran demi
meraih cita-citanya di masa depan.
10. Mahasiswa Usil
11. Mahasiswa Tak Jelas
Tipikal mahasiswa seperti ini tak bisa dikategorikan, karena terkadang ia
seperti pemimpin, terkadang seniman, terkadang pemikir, terkadang santai,
terkadang pecinta, terkadang usil, dll. Terkadang aktif keliatan terus,
terkadang lenyap hilang entah ke mana.
12. Mahasiswa Anak Mami
Tipikal mahasiswa seperti ini selalu pulang di akhir pekan, takut kalau
mamanya marah. Ia kuliah demi menyenangkan hati maminya. Kebanyakan
tipikal seperti ini tidak menikmati perkuliahannya, karena jurusan
perkuliahannya itu pilihan dari sang ibunda, bukan dari kehendak hatinya.
Kebanyakan tipe kuliah seperti ini putus di tengah jalan, tetapi semoga
kamu tidak!
13. Mahasiswa Cucok
14. Mahasiswa Gadungan
15. Mahasiswa Monitor
16. Mahasiswa Abadi

C. PMII DAN REKAYASA KAMPUS


Dunia perpolitikan mahasiswa yang tak pernah lepas dari wilayah kampus
membuat PMII mau atau tidak mau akan terlibat dalam pusaran rebutan
kekuasaan kampus. Meskipun diakui ataupun tidak, mahasiswa pada umunya
cenderung bersikap apolitis dengan berbagai isu kebijakan birokrat kampus dan
para pejabat mahasiswa, namun tetap saja mahasiswa berpolitik dalam arti yang
lebih luas. Dikarenakan politik memiliki lingkup yang menyeluruh dalam setiap
aspek kehidupan, tergantung sudut pandang masing-masing.
PMII sebagai organisasi ekstra kampus membina dan mendistribusikan kader-
kadernya untuk aktif dalam lembaga-lembaga kampus, bahkan akan mendorong
kadaer-kader terbaik memimpin lembaga-lembaga tersebut. Keberadaan lembaga-
lembaga tersebut, bagi PMII adalah sebagai ruang distribusi kader karena di
lembaga tersebut kader PMII bisa menempa dan mengembangkan kemampuan
yang dimilikinya agar lebih maju dan profesional.