Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGAN ANTARA PANDANGAN HIDUP DENGAN PENGABDIAN

OLEH
NURINA SUCIANI MA’RUF NIM P17433212042
PRESILIA JESIKA NIM P17433212044
R. SEGARA WASESA NIM P17433212045
RETNO PRINTIS MULYANI NIM P17433212046
REZKY MURYEDI PRATAMA NIM P17433212047

TINGKAT II C

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KESEHATAN LINGKUNGAN

2013/2014
HUBUNGAN ANTARA PANDANGAN HIDUP DENGAN PENGABDIAN

1. Pandangan Hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu
bersifat kodrati, karena menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup
artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan,
petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil
pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat
hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau
dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan
terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil
pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya.
Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi
pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3
macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak
kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan
dan norma yang terdapat pada suatu negara.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif
kebenarannya.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-
cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan
yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak
dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia
makmur, bahagia, damai, dan tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras
yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan
kemampuan akal, kemampuan jasmani dan kepercayaan kepada Tuhan.
Pandangan hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk
membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat
bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan,

1
tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari
pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta
akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah
yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan
semua golongan.
Manusia dalam kehidupannya pasti ada yang namanya masa depan.
Untuk mencapai masa depan yang diinginkan pasti setiap manusia mempunyai
pandangan hidupnya masing - masing. Pandangan hidup itu sendiri mempunyai
arti yaitu pendapat atau pertimbangan yang dijadikan suatu pedoman hidupnya di
dunia.
Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan
memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak
sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan,
tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.

2. Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat,
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau
satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian bisa disebut juga
sebagai rasa tanggung jawab. Manusia merupakan makhluk ciptakan Tuhan,
sebagai manusia kita wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian tersebut berarti
penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan
tanggung jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat
berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa
ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan
sedangkan,pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu
misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian

2
selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut
pengabdian.
Sebenarnya muculnya pengabdian karena adanya rasa tanggung jawab,
baik terhadap Tuhan sebagai Penciptanya terhadap diri sendiri, terhadap keluarga
dan terhadap masyarakat. Oleh karena itu pengabdian pengabdian dibedakan
antara lain :
1. Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa
2. Pengabdian kepada masyarakat
3. Pengabdian kepada raja
4. Pengabdian kepada negara
5. Pengabdian kepada harta
6. Pengabdian kepada keluarga
Jika seseorang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan
untuk keluarganya, maka hal tersebut berarti mengabdi kepada keluarganya.
Manusia tidak tercipta dengan sendirinya, akan tetapi diciptakan oleh Tuhan
dengan perantara hubungan pria dan wanita. Maka dari itu kita sebagai makhluk
ciptaan Tuhan wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri
sepenuhnya kepada Tuhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab kepada
Tuhan. Arti pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti
persembahan, sehingga pengorbanan dapat diartikan pemberian untuk menyatakan
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu
mengandung keikhalasan yang tidak mengandung rasa pamrih.

3
3. Hubungan Pandangan Hidup dengan Pengabdian
Berdasarkan hal tersebut, kami dapat menyimpulkan beberapa
hubungan/kaitan antara pandangan hidup dengan pengabdian. Hubungan/kaitan
antara pandangan hidup dengan pengabdian yaitu:
a. Pandangan dan prinsip bahwa dengan pengabdian dapat membuat hati tenang
dan dapat mengendalikan hawa nafsu keduniawian.
b. Pengabdian sebagai pandangan hidup tidak dinilai dari hal material dan tidak
mengejar material.
c. Ketika pandangan hidup dikaitkan dengan semangat pengabdian dan cinta
yang besar terhadap junjungannya, maka nilai nominal tidaklah menjadi
tujuan.
d. Segala yang diterima dari pengabdian yang dilakukan dianggap sebagai
berkah dan tanda cinta kasih. Hasil yang diterima tidak pernah menjadi
penghambat dalam pelaksanaan tugas, karena yang dicari bukanlah materi
melainkan berkah dari junjungan atas kehidupan.
e. Pengabdian dijadikan pertimbangan dan motivasi yang mendorong dalam
memilih jalan hidup (misalnya meneruskan tradisi orang tua).
f. Pengabdian dilakukan dengan penyerahan diri secara penuh dan ikhlas dan
merupakan perwujudan tanggung jawab yang juga diikuti oleh pengorbanan.
g. Bentuk pengabdian kepada masyarakat timbul karena manusia dibesarkan dan
hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya
kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan untuk masyarakat sebagai
pandangan hidupnya.
h. Pengabdian kepada negara timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung
jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan
kesatuan bangsa.
i. Pengabdian kepada keluarga timbul karena keinginan untuk membahagiakan
keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
j. Pengabdian dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan diyakini
membawa kehidupan yang lebih baik.

4
k. Ketika seseorang memutuskan untuk melakukan pengabdian, maka apapun
yang dilakukannya akan seluruhnya diberikan kepada hal tersebut dan akan
dilakukan yang terbaik yang mampu dilakukan oleh pengabdi tersebut.
Pengabdian hidup seseorang dengan pandangan hidupnya berkaitan
karena suatu pengabdian memerlukan pengorbanan dalam memperjuangkan atau
ingin meraih suatu capaian yang diyakini sesuai cita-cita yang dimiliki.
Semua hal yang dilakukan dalam pengabdian berpusat pada pandangan
hidup yang meyakini bahwa dengan melakukan pengabdian dapat meningkatkan
kualitas hidup. Dengan kata lain, pengabdian merupakan pedoman dan usaha yang
dilakukan dengan ikhlas sebagai wujud dari rasa cinta dan dipercaya dapat
membawa kebaikan bagi masa depan.
Pengabdian didasarkan pada pandangan hidup bahwa dibutuhkan
pengorbanan dan tanggung jawab untuk menjadikan hidup lebih baik.
Dilakukannya pengabdian karena hal tersebut dipandang sebagai perbuatan baik
untuk kepentingan hidup manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik
yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan dan kesetiaan,
cinta, dan kasih sayang atau satu ikatan semua itu dilakukan dengan ikhlas.