Anda di halaman 1dari 46

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI – NILAI DASAR ASN

PENINGKATAN PEMAHAMAN PENYAKIT TB DAN PENGGUNAAN OAT


MENGGUNAKAN MEDIA BANTU BUKU SAKTI PEMBASMI TB KEPADA
PASIEN TB DI PUSKESMAS SAYAN KABUPATEN MELAWI

DISUSUN OLEH :

SUSANA FLAVIANA, S.Farm., Apt


NIP. 19940828 201903 2 003
NOMOR ABSEN 36
APOTEKER AHLI PERTAMA
PUSKESMAS SAYAN KABUPATEN MELAWI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN LXII
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : PENINGKATAN PEMAHAMAN PENYAKIT TB


DAN PENGGUNAAN OAT MENGGUNAKAN
MEDIA BANTU BUKU SAKTI PEMBASMI TB
KEPADA PASIEN TB DI PUSKESMAS SAYAN
KABUPATEN MELAWI
NAMA : SUSANA FLAVIANA, S.Farm., Apt
PANGKAT/GOL. RUANG : PENATA MUDA TK. I / III B
NIP : 19940828 201903 2 003
NOMOR DAFTAR HADIR : 36
JABATAN : APOTEKER AHLI PERTAMA
UNIT KERJA / INSTANSI : PUSKESMAS SAYAN KABUPATEN MELAWI

Telah disetujui untuk diseminarkan pada hari Jumat 11 Oktober 2019 di Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat

Pontianak, 10 Oktober 2019


Telah diperiksa/disetujui :

COACH MENTOR

Drs. HM SUTIMAN BIN SUTONO, M.Sc H. SOPIAN, A.Md.Kep


NIP. 19550309 197512 1 006 NIP. 19620807 198703 1 018
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jl. Gusti Johan Idrus No. 12 Telp. (0561) 732078 Fax. (0561) 766144 Website :
http://www.bpsdm.kalbarprov.go.id
PONTIANAK Kode Pos 78121
BERITA ACARA
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III
ANGKATAN LXII PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2019
Pada hari ini, Jumat Tanggal Sebelas Oktober Tahun Dua Ribu Sembilan Belas bertempat di
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat Jalan Gusti Johan Idrus Nomor
12 Pontianak, telah dilaksanakan Evaluasi Rancangan Aktualisasi bagi Peserta Pelatihan Dasar Calon
Nama : SUSANA FLAVIANA, S.Farm., Apt
Pangkat/Gol.Ruang : Penata Muda TK.I / III B
NIP : 199408282019032003
Jabatan : Apoteker Ahli Pertama
Unit Kerja/Instansi : Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
Mentor : H.SOPIAN, A.Md., Kep
Coach : Drs. H. M. SUTMAN BS, M.Sc
Penguji : EKO ARDIANTO, S.IP., M.Si
Judul : Peningkatan Pemahaman Penyakit TB dan
Penggunaan OAT menggunakan Media Bantu Buku
Sakti Pembasmi TB kepada Pasien TB di Puskesmas
Sayan Kabupaten Melawi
Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan LXII Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, sebagai
berikut:

MENTOR, PENYAJI,

H.SOPIAN, A.Md.Kep SUSANA FLAVIANA, S.Farm., Apt


NIP. 19620807 198703 1 018 NIP. 19940828 201903 2 003

COACH, PENGUJI,

EKO ARDIANTO, S.IP., M.Si


NIP. 19700714 198603 1 012

Drs. HM SUTIMAN BIN SUTONO,


M.Sc
NIP. 19550309 197512 1 006

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh:
Mengetahui:
an. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional,

YENNI PERMATASARI, S.STP., M.Si


Pembina
NIP. 19791016 199810 2 001
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : PENINGKATAN PEMAHAMAN PENYAKIT TB DAN


PENGGUNAAN OAT MENGGUNAKAN MEDIA
BANTU BUKU SAKTI PEMBASMI TB KEPADA
PASIEN DI PUSKESMAS SAYAN KABUPATEN
MELAWI
NAMA : SUSANA FLAVIANA, S.Farm., Apt
PANGKAT/GOL. RUANG : PENATA MUDA TK. I / III B
NIP : 19940828 201903 2 003
NOMOR DAFTAR HADIR : 36
JABATAN : APOTEKER AHLI PERTAMA
UNIT KERJA / INSTANSI : PUSKESMAS SAYAN KABUPATEN MELAWI

Telah diperbaiki berdasarkan koreksi dan/atau saran Penguji pada


Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan III Angkatan LXII Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019 pada hari Jumat
tanggal 11Oktober 2019 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi
Kalimantan Barat

Pontianak, 11 Oktober 2019


Telah diperiksa/disetujui :

COACH, MENTOR,

Drs. HM SUTIMAN BIN SUTONO, M. Sc H.SOPIAN, A.Md.Kep


NIP. 19550309 197512 1 006 NIP. 19620807 198703 1 018

Disetujui:
PENGUJI,

EKO ARDIANTO, S.IP., M.Si


NIP. 19700714 199001 1 001
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis haturkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal rancangan kegiatan
aktualisasi yang berjudul “Peningkatan Pemahaman Penyakit TB dan Penggunaan
OAT menggunakan Media Bantu Buku Sakti Pembasmi TB kepada Pasien TB di
Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi”. Penyusunan proposal ini dilakukan untuk
memenuhi tugas penulis dalam Kegiatan Latihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan
LXII Tahun 2019 yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
(BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat.
Selama proses penyusunan proposal rancangan aktualisasi ini, penulis banyak
memperoleh bantuan dan dukungan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak
langsung. dengan penuh syukur penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Panji, S.Sos selaku Bupati Melawi
2. Bapak Drs. Alfian, MM selaku Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat
3. Bapak Drs. Paulus selaku Kepala BKPSDM Kabupaten Melawi
4. Bapak H. Sopian, A.Md.Kep selaku Mentor yang telah memberikan bimbingan dan
motivasi
5. Bapak Drs. HM Sutiman Bin Sutono, M.Sc selaku coach yang telah memberikan
bimbingan, masukan dan pengarahan
6. Bapak Eko Ardianto, S.IP., M.Si selaku penguji yang telah memberikan saran dan
masukan
7. Bapak Apriadi selaku koordinator lapangan peserta Latsar CPNS golongan III angkatan
LXII
8. Orang tua dan kelurga yang selalu memberikan dukungan dan doa setiap saat.
9. Rekan peserta Diklatsar Golongan III Angkatan LXII yang telah memberikan bantuan
dan semangat selama megikuti Latsar
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan prposal
ini, sehingga penulis menharapkan adanya kritis dan saran yang bersifat membangun.
penulis berhara proposan rancangan aktualisasi ini dapat berguna bagi pembaca.
Pontianak, 08 Oktober 2019
Penulis,

Susana Flaviana, S.Farm., Apt

i
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PERSETUJUAN
BERITA ACARA
LEMBAR PEGESAHAN
KATA PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. iii
DAFTAR TABEL ..................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................................... 1
B. Tujuan ................................................................................................................. 2
C. Manfaat ............................................................................................................... 2
D. Tempat dan Waktu Kegiatan .............................................................................. 2
BAB II DESKRIPSI ORGANISASI ......................................................................... 3
A. Profil Puskesmas Sayan ...................................................................................... 3
B. Visi dan Misi Organisasi .................................................................................... 6
C. Struktur Organisasi Puskesmas Sayan ............................................................... 7
D. Tugas, Fungsi dan Wewenang Puskesmas ......................................................... 8
E. Uraian Tugas Apoteker Ahli Pertama ................................................................ 9
BAB III NILAI-NILAI DASAR DAN PERAN SERTA KEDUDUKAN ASN .... 10
A. Nilai-Nilai Dasar ANEKA ............................................................................... 10
B. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI ........................................................ 15
BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR ASN .......................... 17
A. Identifikasi Permasalahan................................................................................. 17
B. Penetapan Isu .................................................................................................... 18
C. Gagasan Pemecahan Isu ................................................................................... 20
D. Rancangan Aktualisasi ..................................................................................... 20
E. Jadwal Pengendalian dengan Mentor ............................................................... 33
F. Jadwal Konsultasi dengan Coach ..................................................................... 34
BAB V PENUTUP .................................................................................................. 35
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 36
BIODATA PENULIS .............................................................................................. 38

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar I. Puskesmas Sayan ................................................................. 1


Gambar II. Struktur Organisasi Puskesmas Sayan ................................ 7

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Jumlah Penduduk Kecamatan Sayan tahun 2017 .................................... 4


Tabel 2.2. Luas Wilayah Kecamatan Sayan ............................................................. 4
Tabel 2.3. Poskesdes dan Pustu di Kecamatan Sayan .............................................. 5
Tabel 2.4. Situasi Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sayan tahun 2019 .................... 5
Tabel 4.1. Tabel Penentuan Isu dengan Metode APKL............................................ 18
Tabel 4.2. Aspek Prioritas dalam USG ..................................................................... 19
Tabel 4.3. Penerapan Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS, Kedudukan dan Peran PNS
dalam NKRI terkait Kegiatan yang dilakukan di Unit kerja ................................... 21
Tabel 4.4. Jadwal Kegiatan Aktualisasi .................................................................... 32
Tabel 4.5. Rincian Pelaksanaan Bimbingan dengan Mentor Latsar CPNS Golongan
III Angkatan LXII Provinsi Kalimantan Barat ..................................................... 33
Tabel 4.6. Rincian Pelaksanaan Bimbingan dengan Coach Latsar CPNS
Golongan III Angkatan LXII Provinsi Kalimantan Barat ......................................... 34

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, disebutkan
bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi
pemerintah. ASN diangkat oleh pejabat Pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam
suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
Menurut Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 12 Tahun 2018
tentang Pelatihan Dasar (LATSAR) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), setiap peserta
CPNS yang mengikuti Latsar terbagi menjadi 2 kegiatan yakni, pembelajaran klasikal di
tempat pelatihan (on campus) dipadukan dengan kegiatan non klasikal di tempat kerja
masing-masing (off campus). Tujuan dari pelatihan dasar ini yaitu untuk membangun
integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan,
karakter kepribadian yang unggul, mewujudkan pembangunan nasional dibidang
kesehatan yang berlandaskan prakarsa dan aspirasi masyarakat dengan cara
memberdayakan, menghimpun, mengoptimalkan potensi daerah untuk kepentingan
daerah dan prioritas nasional dalam mencapai Indonesia sehat 2020.
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang
menyelenggarakan upaya kesehatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan (kuratif), dan pemiliharaan kesehatan
(rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.
salah satu layanan kesehatan yang disediakan oleh Puskesmas adalah pelayanan
kefarmasian yang meliputi pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai serta
pelayanan farmasi klinik. pelayanan kefarmasian dilakukan oleh Apoteker dan tenaga
teknis kefarmasian dengan Apoteker Sebagai Penanggungjawab (Menteri Kesehatan RI,
2016).
Kegiatan Latsar bertujuan untuk membangun integritas, moral, kejujuran,
semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan yang unggul dan bertanggung
jawab, dan memperkuat profesionalisme, kompetensi bidang serta membentuk nilai -

1
nilai dasar profesi PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dam Anti Korupsi (ANEKA).
B. TUJUAN
1) Tujuan Umum
Penyelenggaraan Pelatihan Dasar bertujuan untuk membentuk PNS yang
profesional yang karakternya di bentuk oleh nilai-nilai dasar PNS, sehingga mampu
melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelaksanan kebijakan publik dan pelayan
publik, serta mampu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
2) Tujuan Khusus
a. Meningkatkan mutu diri yang msenjunjung tinggi nilai-nilai dasar profesi PNS
(ANEKA), Pelayanan Publik, Manasjemen ASN, dan Whole of Government
(WoG) di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi;
b. Membentuk profesionalisme sebagai pelayan publik di Puskesmas Sayan
Kabupaten Melawi;
c. Mampu menganalisis dampak apabila kelima nilai dasar tersebut tidak
diimplementasikan di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi;
d. Dapat memberikan inovasi sebagai solusi untuk menangani isu-isu yang
berkembang sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan pelayanan
kefamasian di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi.
C. MANFAAT
1) Mengetahui dan memahami nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh PNS serta tugas
dan fungsi PNS;
2) Memperoleh pengalaman praktis mengenai nilai-nilas dasar PNS, peran serta fungsi
PNS;
3) Menciptakan PNS yang bermoral, profesional dan beritegritas sehingga dapat
memberikan melaksanakan kebijakan publik dan menjadi pelayan publik secara
optimal.
D. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan Evaluasi Rancangan Aktualisasi akan dilaksanakan pada hari Jumat
tanggal 11 Oktober 2019 yang bertempat di BPSDM (Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia) Provinsi Kalimantan Barat, Jl. Gusti Johan Idrus No 12 Pontianak.
Sedangkan kegiatan Aktualisasi dari rancangan ini akan dilaksanakan pada tanggal 13
Oktober – 18 November 2019 yang bertempat di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi

2
BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI

A. PROFIL PUSKESMAS SAYAN

Gambar I. Puskesmas Sayan


1) Keadaan Geografi
Sayan merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Melawi
yang terletak di 0º 29’ Lintang Selatan - 0º 58’ Lintang Selatan dan 111º33 - 111º 52
Bujur Timur. Secara administratif, batas wilayah Kecamatan Sayan adalah sebagai
berikut:
Sebelah Utara : Kecematan Pinoh utara
Sebelah Selatan : Kecamatan Tanah Pinoh
Sebelah Timur : Provinsi Kalimantan Timur
Sebelah Barat : Kecamatan Belimbing
Sebagian besar wilayah kecamatan Sayan berupa wilayah datar. Kecamatan
Sayan beribukota di Desa Nanga Sayan yang berjarak 69 Km dari Kecamatan Nanga
Pinoh (BPS, 2018). Perjalanan dapat ditempuh dalam waktu ±1,5 – 2 jam dengan
menggunakan kendaraan darat roda dua atau roda empat.
2) Keadaan Demografi
Berdasarkan Badan Pusat Statistis Kabupaten Melawi (2018), pada tahun
2017 jumlah penduduk Kecamatan Sayan adalah sebanyak 16.876 jiwa yang terdiri
dari 8.546 orang perempuan dan 8.330 orang laki-laki. Jumlah penduduk pada
masing-masing desa/kelurahan di Kecamatan Sayan di tampikan pada tabel 2.1.

3
Tabel 2.1. Jumlah Penduduk Kecamatan Sayan pada tahun 2017

No Desa/Kelurahan Jumlah Penduduk (Jiwa)


1 Madya Raya 1.004
2 Landau Sadak 403
3 Pekawai 1.065
4 Mekar Pelita 1.080
5 Nanga Sayan 1.001
6 Kerangan Purun 1.021
7 Bora 1.534
8 Nanga Kompi 1.441
9 Nanga Mancur 775
10 Tumbak Raya 473
11 Nanga Raku 1.009
12 Meta Bersatu 1.020
13 Nanga Kasai 770
14 Siling Permai 883
15 Lingkar Indah 776
16 Sayan Jaya 986
17 Nanga Pak 812
18 Berobai Permai 823
Kecamatan Sayan 16.876
(BPS Kabupaten Melawi, 2018)
3) Wilayah Administratif
Wilayah kerja Puskesmas Sayan secara administratif terdari dari 18 desa
ditampikan pada tabel 2.2.
Tabel 2.2. Luas Wilayah Kecamatan Sayan

No Desa/Kelurahan Luas (Km2)


1 Madya Raya 77,3
2 Landau Sadak 26,3
3 Pekawai 107,6
4 Mekar Pelita 78,0
5 Nanga Sayan 28,0
6 Kerangan Purun 96,0
7 Bora 17,5
8 Nanga Kompi 79,4
9 Nanga Mancur 59,7
10 Tumbak Raya 24,6
11 Nanga Raku 103,7
12 Meta Bersatu 98,9
13 Nanga Kasai 79,2
14 Siling Permai 37,0
15 Lingkar Indah 35,9
16 Sayan Jaya 30,0
17 Nanga Pak 96,4
18 Berobai Permai 91,0
Kecamatan Sayan 1.166,3

(BPS Kabupaten Melawi 2018)


4
4) Akses terhadap Sarana Kesehatan
Dalam rangka meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat, Puskesmas Sayan memiliki jaringan berupa Pos Kesehatan Desa
(Poskesdes) atau Pos Bersalin Desa (Polindes) dan Puskesmas Pembantu (Pustu)
seperti pada tabel 2.3.
Tabel 2.3. Poskesdes dan Pustu di Kecamatan Sayan
No Desa/Kelurahan Poskesdes Pustu
1 Madya Raya √
2 Landau Sadak √
3 Pekawai √
4 Mekar Pelita √ √
5 Nanga Sayan √
6 Kerangan Purun √ √
7 Bora √ √
8 Nanga Kompi √
9 Nanga Mancur √
10 Tumbak Raya √
11 Nanga Raku √ √
12 Meta Bersatu √
13 Nanga Kasai √
14 Siling Permai √
15 Lingkar Indah √
16 Sayan Jaya √
17 Nanga Pak
18 Berobai Permai
Total 13 6
(Puskesmas Sayan, 2019)
5) Sumber Daya dan Ketenagaan
Tenaga Kesehatan yang ada di Puskesmas Sayan berjumlah 39 orang yang
terdiri dari 23 orang PNS, 2 orang CPNS, 2 orang tenaga kontrak daerah, 3 orang
tenaga kontrak BOK dan 9 orang tenaga magang.
Tabel 2.4. Situasi Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sayan Tahun 2019

No Jenis Tenaga Pendidikan Jumlah Keterangan


1 Dokter Umum Profesi Dokter 1 orang PNS
Perawat Pelaksana D3 Keperawatan 14 orang 7 PNS, 2 Kontrak
2
Daerah, 5 Magang
1 Perawat Gigi D3 Perawat Gigi 1 orang PNS
Bidan Pelaksana D3 Kebidanan 13 orang 8 PNS, 2 Kontrak
4
BOK, 3 Magang
5 Perawat SPK 3 orang PNS
7 Nutrisionis Terampil D3 Gizi 1 orang CPNS
8 Farmasi Profesi Apoteker 2 orang 1 CPNS, 1 Magang
9 Fungsional Umum SLTA 1 orang PNS
10 Kesehatan Lingkungan S1 Kesehatan Lingkungan 1 orang Kontrak BOK
11 Kesehatan Masyarakat S1 Kesehatan Masyarakat 2 orang PNS
(Puskesmas Sayan, 2019)

5
B. Visi dan Misi
1) Visi
“Menjadikan Puskesmas dengan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas Menuju
Masyarakat Sayan Sehat dan Mandiri”
2) Misi
1) Menyelenggarakan dan Mengembangkan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas,
Merata dan Berkeadilan Bagi Masyarakat Sayan.
2) Meningkatan Mutu dan Profesionalisme Sumber Daya Kesehatan Demi
Pelayanan yang Terpercaya
3) Mendorong Kemandirian Hidup Bersih dan Sehat Bagi Masyarakat Sayan.
3) Motto
“Melayani sepenuh hati”
4) Tata Nilai
Dalam memberikan melaksanakan tugas dan menberikan pelayanan kepada
masyarakat, Puskesmas Sayan memiliki nilai-nilai dasar yang di singkat TOPCER.
TOPCER berarti Tanggap, Optimal, Profesional, Cermat, Edukatif dan Ramah.

6
C. STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS SAYAN

Gambar II. Struktur Organisasi Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi

7
D. Tugas, Fungsi dan Wewenang Puskesmas
Menurut Permenkes Nomor 75 Tahun 2014, Puskesmas mempunyai tugas
melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di
wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Dalam
melaksanakan tugas tersebut, Puskesmas menyelenggarakan fungsi :
1) Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya.
2) Untuk dapat menyelenggarakan ini, Puskesmas berwenang untuk Melaksanakan
perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan
3) masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan
4) Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
5) Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat
dalam bidang kesehatan;
6) Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah
kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan
sektor lain terkait;
7) Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan
berbasis masyarakat
8) melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas
9) memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan
10) melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan
cakupan Pelayanan Kesehatan
11) memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk
dukungan terhadap system kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit
Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya. untuk dapat
menyelenggarakan ini, Puskesmas berwenang untuk :
1) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu
2) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan
preventif
3) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
4) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan
keselamatan pasien, petugas dan pengunjung
5) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama
inter dan antar profesi
6) Melaksanakan rekam medis

8
7) Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses
Pelayanan Kesehatan
8) Melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan
9) Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan
tingkat pertama di wilayah kerjanya
10) Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan

E. Uraian Tugas Apoteker Ahli Pertama


1) Peran jabatan
Jabatan ini berperan melaksanakan pekerjaan kefarmasian yang meliputi penyiapan
rencana kerja kefarmasian, pengelolaan perbekalan farmasi, pelayanan farmasi klinik, dan
farmasi khusus.
2) Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab
1. Membuat kerangka acuan dalam rangka Penyiapan rencana kegiatan Kefarmasian;
2. Mengklasifikasi perbekalan farmasi dalam rangka Pemilihan Perbekalan Farmasi;
3. Inventarisasi pemasok perbekalan farmasi dalam rangka Pemilihan Perbekalan Farmasi;
4. Mengolah data dalam rangka Perencanaan Perbekalan Farmasi;
5. Mengawasi Kegiatan dalam rangka Sterilisasi Sentral;
6. Menyusun perbekalan farmasi dalam rangka Penyimpanan PerbekalanFarmasi;
7. Merekapitulasi daftar usulan perbekalan farmasi dalam rangka Penghapusan Perbekalan
Farmasi;
8. Meracik obat resep individual dalam rangka Dispensing;
9. Visite ke ruang rawat;
10. Pelayanan Informasi Obat (PIO);
11. Konseling obat;
12. Konsultasi dengan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya;
13. Mendokumentasikan dalam rangka Pemantauan Penggunaan Obat;
14. Pelayanan Jarak Jauh (Remote Service);
15. Pelayanan di tempat tinggal (Home Care);
16. Ambulan services;
17. Swamedikasi;
18. Pelayanan paliatif;
3) Tanggung Jawab
Terlaksananya penyiapan rencana kerja kefarmasian, pengelolaan perbekalan farmasi,
pelayanan farmasi klinik, dan farmasi khusus

9
BAB III
NILAI-NILAI DASAR DAN PERAN SERTA KEDUDUKAN ASN

A. NILAI-NILAI DASAR ANEKA

Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia


Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil disebutkan
bahwa pelatihan dasar CPNS dilakukan untuk membangun integritas moral, kejujuran,
semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul
dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.
PNS yang berkarakter terbentuk dari sikap prilaku bela Negara, nilai – nilai dasar PNS,
dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia, serta menguasai tugas dan fungsi jabatannya, sehingga mampu
melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat.
Dengan mengikuti Latsar Peserta diharapkan mampu menginternalisasikan
nilai-nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami sendiri pada saat kegiatan
aktualisasi di tempat tugas melalui pembiasaan (habituasi). Nilai-nilai dasar PNS
tercermin dalam ANEKA yang merupakan landasan dalam menjalankan profesi ASN.
Adapun nilai-nilai dasar PNS tersebut adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Berikut ini penjelasan mengenai masing-
masing nilai dari ANEKA yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1) AKUNTABILITAS
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi
untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS
adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Indikator dari nilai-nilai dasar
akuntabilitas, yaitu:
a. Tanggung jawab adalah kewajiban tingkah laku atau perbuatan dalam
melaksanakan suatu pekerjaan.
b. Jujur adalah keterusterangan pada perilaku tanpa adanya kebohongan atau
penipuan.
c. Kejelasan Target dalam menjelaskan cara, tindakan ataupun proses kegiatan
untuk mencapai suatu tujuan.
d. Netral artinya bersikap seimbang, tidak memihak kepada siapapun

10
e. Mendahulukan kepentingan publik
f. Keadilan adalah konndisi kebenaran sama rata secara moral mengenai sesuatu hal,
baik menyangkut benda atau orang.
g. Transparansi Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan
oleh individu maupun kelompok/instansi
h. Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai
pada tercapai tujuan akhir.
i. Partisipatif adalah suatu keterlibatann baik fisik, mental dan emosional serta ikut
bertanggung jawab untuk mencapai suatu tujuan.
Indikator nilai dasar akun Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam, yaitu
akuntabilitas vertikal (pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi) dan
akuntabilitas horisontal (pertanggungjawaban pada masyarakat luas). Untuk
memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme
akuntabilitas harus mengandung dimensi akuntabilitas kejujuran dan hukum,
akuntabilitas proses, akuntabilitas program, dan akuntabilitas kebijakan.
2) NASIONALISME
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya.
Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta
yang wajar terhadap bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain.
Indikator nilai dasar nasionalisme mencakup religius, hormat menghormati,
kerja sama, tidak memaksakan kehendak, jujur, amanah (dapat dipercaya), adil,
persamaan derajat, tidak diskriminatif, mencintai sesama manusia, tenggang rasa,
membela kebenaran, persatuan, rela berkorban, cinta tanah air, memelihara
ketertiban, disiplin, musyawarah, kekeluargaan, menghormati keputusan, tanggung
jawab, kepentingan bersama, gotong royong, sosial, tidak menggunakan hak yang
bukan miliknya, hidup sederhana dan kerja keras serta menghargai karya orang lain.
3) ETIKA PUBLIK
Etika publik merupakan refleksi atas standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku untuk mengarahkan kebijakan
publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Indikator etika
publik yaitu jujur, disiplin, bertanggung jawab, hormat, taat perintah, integritas,

11
sopan, menjaga rahasia, cermat, dan taat pada peraturan Undang - Undang. yang
berlaku di Indonesia.
4) KOMITMEN MUTU
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Bidang apapun
yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri sipil semua mesti dilaksanakan secara
optimal agar dapat memberi kepuasan kepada stakeholder. Komitmen mutu
merupakan tindakan untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja
yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Ada empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus
diperhatikan, yaitu:
a. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target.
Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas
organisasi tidak hanya diukur dari performans untuk mencapai target (rencana)
mutu, kuantitas, ketepatan waktu dan alokasi sumber daya, melainkan juga diukur
dari kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
b. Efisien
Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa
menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan
realiasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga
dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.
c. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif,
sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai
aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang
berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas
rutin.
d. Orientasi Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa,
manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan

12
konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan
kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui
harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk
mengukur capaian hasil kerja. Mutu menjadi salah satu alat vital untuk
mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.
5) ANTI KORUPSI
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yaitu artinya
kerusakan, kebobrokan, dan kebusukan. Korupsi adalah masalah kehidupan, dampak
dan bahayanya bias berpengaruh secara jangka panjang.
Kesadaran diri anti korupsi dibangunmelalui pendekatan spiritual, dengan
selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi. Dengan
selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, manusia akan terhindar dari
perbuatan korupsi karena yakin bahwa setiap perbuatan akan
dipertanggungjawabkan.
Aparatur Sipil Negara perlu dibekali nilai dasar anti korupsi agar bisa
menghindari dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Indikator nilai dasar
anti korupsi sebagai berikut:
a. Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi
penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang
bisa menjadi pribadi yang berintegritas. Seseorang dituntut untuk bisa berkata
jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang
lain, sehingga dapat membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.
b. Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat
kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan
lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak
mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial
tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar
tetapi ia malah berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk
membantu sesama.

13
c. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang
menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas
kemandirian yang dimiliki seseorang memungkinkannya untuk
mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif. Pribadi yang
mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak
bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.
d. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan
konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan
selalu mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan
pada prinsip kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja.
Seseorang yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak
akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara
yang mudah.
e. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa
keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi
keselamatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang
dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang
Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini
maka seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.
f. Kerja Keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil
kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. Ia
mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan
berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau memperoleh sesuatu tanpa
mengeluarkan keringat.
g. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari
kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa
berlebih-lebihan. Ia tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan.
Kekayaan utama yang menjadi modal kehidupannya adalah ilmu pengetahuan.

14
Ia sadar bahwa mengejar harta tidak akan pernah ada habisnya karena hawa
nafsu keserakahan akan selalu memacu untuk mencari harta sebanyak-
banyaknya.
h. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk
menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya
penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani
berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman
sejawatnya melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya.
Ia tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka
mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.
i. Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia
terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untukmendapatkan
lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan
memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya.
Ia juga ingin mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan
bangsanya..

B. KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM NKRI


1) Manajemen ASN
Tugas Pegawai ASN menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014
mengatakan bahwa tugas dari ASN adalah melaksanakan kebijakan publik yang
dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang professional dan
berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuanbangsa. Manajemen ASN
adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional,
memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bebas dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ada beberapa asasmanajemen ASN yaitu kepastian
hukum, profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas,
akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan, kesatuan,
keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan.

15
2) Whole Of Government (WOG)
Whole Of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari
keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program dan pelayanan publik.
Di dalam whole of government terdapat beberapa asasyaitu koordinasi, komunikasi,
integrasi, sinkronisasidan simplifikasi.
3) Pelayanan Publik
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa,
dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan
publik. Di dalam pelayanan publik terdapat beberapa asas yaitu kesederhanaan,
kejelasan, kepastian waktu, keamanan, kelengkapan sarana dan prasarana,
kemudahan akses, disiplin/ sapa/ ramah, dan kenyamanan. Serta terdapat sembilan
pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima yaitu partisipatif,
transparan, responsif, non diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien,
aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.

16
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR ASN

A. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
Berdasarkan Permekes Nomor 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian
di Puskesmas, Pelayanan Kefarmasian yang dilakukan oleh Apoteker dibagi menjadi dua
yaitu pelayanan farmasi klinik dan manajemen sediaan farmasi dan Bahan Medis Habis
Pakai (BMHP). Salah satu pelayanan farmasi klinik yang dapat dilakukan oleh Apoteker
yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat, pasien dan tenaga kesehatan lainnya yang
ada di Puskesmas. Berdasarkan pengamatan serta pengalaman, selama memberikan
pelayanan di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi penulis menemukan beberapa isu-isu
aktual sebagai berikut:
1) Irasonalitas Penggunaan Antibiotik
Selama bertugas di Puskesmas Sayan ditemukan masalah terhadap penggunaan
antibiotik. Masyarakat selalu menganggap bahwa penyakit akan sembuh dengan mudah
jika menggunakan obat antibiotik. Berdasarkan pengamatan tersebut maka ditetapkan isu
“Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat
antibiotik di wilayah kerja Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi”
2) Penyakit Tuberkulosis
Hasil tanya jawab dengan pasien saat penyerahan obat masih ditemukan pasien yang
belum memahami mengenai penyakit TB yang dideritanya. Selain itu, terdapat pasien
yang tidak menjalani pengobatan hingga jangka waktu yang telah ditentukan.
Berdasarkan pemaparan masalah diatas maka isu yang ditetapkan yaitu “Rendahnya
pemahaman pasien mengenai penyakit TB dan Penggunaan Obat Anti
Tuberkulosis di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi”.
3) Manajemen Farmasi di Puskesmas
Dikarenakan kurangnya tenaga kefarmasian di Puskesmas maka manajemen Obat
dan BMHP belum terlaksana dengan maksimal salah satunya adalah pengeluaran obat
dari Gudang. Selalu terjadi selisih antara jumlah fisik dan jumlah pada kartu stok obat di
gudang. berdasarkan maslah tersebut maka ditetapkan isu “Kurang terkontrolnya
pengeluaran obat dari gudang farmasi di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi”.

17
B. PENETAPAN ISU
Dalam upaya menyikapi isu - isu aktual serta penerapan nilai - nilai dasar PNS
dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi Apoteker Ahli Pertama di Puskesmas Sayan
Kabupaten Melawi perlu ditentukan skala prioritas permasalahan yang akan ditangani.
Penetapan isu dilakukan untuk menentukan isu prioritas yang dianalisis menggunakan
alat bantu analisis metode APKL. Metode APKL yaitu:
Aktual : Isu benar terjadi dan hangat dibicarakan
Problematika : Isu memiliki dimensi masalah yang kompleks dan perlu dicarikan
solusinya
Khalayak : Isu yang diangkat menyangkut hajat hidup orang banyak
Layak : Isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk
dimunculkan inisiatif pemecahan masalah
Adapun penentuan isu aktual dengan metode APKL adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Tabel Penentuan Isu Dengan Metode APKL

No. Isu Aktual A P K L ∑ Rank

1. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap


penggunaan obat antibiotik di wilayah kerja 4 4 4 4 16 II
Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
2. Rendahnya tingkat pemahanan pasien mengenai
penyakit dan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis 5 5 5 5 20 I
(OAT) di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
3. Kurang terkontrolnya pengeluaran obat dari gudang
obat di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi 3 2 2 1 8 III

Keterangan:
1) Skala Nilai (1-5) 2) Kriteria:
A= Aktual
5=Sangat Tinggi
P= Problematik
4=Tinggi
K= Kekhayalakan
3=Sedang
L= Layak
2=Rendah
1=Sangat Rendah

18
Berdasarkan penentuan isu diatas dapat diperoleh isu yang akan diangkat dimana
isu ini disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:
1. Kurangnya tenaga kefarmasian di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
2. Kurangnya media bantu pemberian informasi penyakit TB dan penggunaan OAT
kepada pasien di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
3. Belum tersedianya pelayanan TB terintegrasi di Puskesmas Sayan Kabupaten
Melawi
Berdasarkan beberapa faktor di atas untuk menentukan penyebab utama isu, maka
dilakukan analisis dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan penilaian
1 - 5. Adapun analisis isu berdasarkan kriteria USG untuk penetapan prioritas isu tersedia
pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Aspek Prioritas dalam USG

Kriteria
NO Masalah Pokok Jumlah Rank
U S G

1. Kurangnya tenaga kefarmasian di 4 3 3 10 II


Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi

Kurangnya media bantu pemberian


informasi penyakit dan penggunaan
2. OAT kepada pasien di Puskesmas 4 5 5 14 I
Sayan Kabupaten Melawi

Belum tersedianya pelayanan TB


3. terintegrasi di Puskesmas Sayan 3 4 2 9 III
Kabupaten Melawi

Keterangan:
Skala Nilai (1-5)
5 = Sangat Tinggi
4 = Tinggi
3 = Sedang
2 = Rendah
1 = Sangat Rendah

19
C. GAGASAN PEMECAHAN ISU
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium
Tuberculosi yang dapat menyerang paru dan organ lainnya (Menkes RI, 2016).
Berdasarkan data WHO, Indonesia menduduki peringkat ke dua dengan
insiden TB terbanyak setelah India. Pata tahun 2017 jumlah kasus TB di Indonesia
sebanyak 420.994 kasus dengan perbandingan laki-laki 1,4 kali lebih besar
dibandingkan perempuan. Keberhasilan pengobatan TB pada tahun 2017 adalah
sebesar 87,8% (Pusdatin, 2018). Pada tahun 2018, WHO melaporkan sebanyak
842.000 kasus TB baru dengan angka kematian sebesar 107.000 kasus per tahun dan
23.000 kasus TB-MDR/ Resisten Rifampicin (Kemenkes RI, 2019).
Apoteker sebagai tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam
pemberantasan TB di Indonesia. Peran tersebut antara lain:
1) mengedukasi pasien tentang pentingnya adherence
2) motivasi agar penderita patuh dalam menjalani pengobatan
3) memantau efek samping, dan interkasi obat TB dengan obat lain serta
pengatasan apabila terjadi efek samping obat
4) mencegah terjadinya resistensi, kekambuhan dan kematian
(klikfarmasi.com)
Berdasarkan uraian peran Apoteker dan hasil analisis dengan USG di atas,
aspek prioritas dengan rank tertinggi yaitu “Kurangnya media bantu pemberian
informasi mengenai penyakit dan penggunaan OAT kepada pasien di Pusekesmas
Sayan Kabupaten Melawi”. Berdasarkan penetapan masalah tersebut maka gagasan
penyelesaian masalah yang diajukan yaitu “ Peningkatan pemahaman penyakit TB
dan Penggunaan OAT menggunakan media bantu Buku Sakti Pembasmi TB
kepada Pasien TB di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi”
D. RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR
Penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS, kedudukan dan peran PNS dalam
NKRI terkait dengan kegiatan yang dilakukan di unit kerja tertera pada tabel 4.3
dibawah ini:

20
Tabel 4.3
Penerapan Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS, Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI Terkait dengan Kegiatan yang Dilakukan Di Unit Kerja
Unit Kerja : Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
Identifikasi Isu : 1. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat antibiotik di wilayah kerja Puskesmas Sayan
Kabupaten Melawi
2. Rendahnya tingkat pemahaman pasien terhadap penyakit TB dan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di
Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
3. Kurang terkontrolnya pengeluaran obat dari gudang farmasi di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
Isu yang Diangkat : Rendahnya tingkat pemahaman pasien terhadap penyakit TB dan penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di
Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
Gagasan Pemecahan Isu : Penigkatan Pemahaman Penyakit TB dan Penggunaan OAT dengan menggunakan media bantu Buku Sakti Pembasmi TB
kepada Pasien TB di Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi

21
Output/ Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi terhadap Visi- Penguatan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan
Kegiatan Pelatihan Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Menyusun a. Mengumpulkan Output: a. Saya akan menyiapkan Dengan menerapkan nilai- Dengan Menyusun Materi
materi yang referensi terwujudnya alat tulis dan media untuk nilai dasar PNS dalam yang akan di muat di buku
akan dimuat di mengenai rancangan buku mencatat dengan lengkap menyusun materi yang akan sakti pembasmi TB saya
buku penyakit dan sakti pembasmi dan tanpa menggunakan di muat di Buku Sakti telah memberikan
pengobatan TB TB fasilitas kantor Pembasmi TB saya sudah penguatan nilai nilai
Bukti Fisik: Etika Publik: Cermat memberikan kontribusi organisasi yaitu optimal,
1. kumpulan Anti Korupsi: Jujur terhadap Visi organisasi tanggap, cermat, dan
materi yaitu Menjadikan edukatif
tentang Puskesmas Sayan dengan
b. Membuat penyakit dan b. Saya akan menyiapkan pelayanan kesehatan yang
rancangan, desain pengobatan materi dan membuat berkualitas dan
dan isi buku TB konsep isi buku agar profesional serta misi
mudah dipahami sehingga organisasi yakni
2. Rancangan dapat meningkatkan Mendorong Kemandirian
buku Sakti pemahaman pasien yang Hidup Sehat Bagi
pembasmi akan diedukasi Masyarakat Sayan,
TB Komitmen Mutu: terutama pasien TB
Efektivitas
Akuntablilitas:
Kejelasan Target

c. Melakukan c. Saya akan melakukakan


konsltasi dan konsultasi dan koordinasi
koordinasi kepada pengelola program
dengan pengelola TB Puskesmas dan mentor
program TB didahului dengan senyum,
22
Puskesmas dan sapa salam. Saya akan
mentor meminta masukan terkait
isi dari buku
Etika Publik: Sopan
Nasionalisme: Kerja
Sama

2. Membuat buku a. Menyiapkan Output: a. Saya akan menyiapkan Dengan pembuatan buku, Dengan membuat
Sakti konsep Terwujudnya konsep pembuatan yang saya akan membantu kalender minum obat
pembasmi TB pembuatan buku pembuatan Buku telah ditentukan pencapaian misi organisasi pasien maka saya telah
Sakti Pembasmi TB sebelumnya yaitu Meningkatkan Mutu memberikan penguatan
Bukti Fisik: Akuntabilitas:Kejelasan dan Profesionalisme nilai nilai organisasi
Buku yang telah Target Sumber Daya Kesehatan yaitu tanggap,
dibuat dan Demi Pelayanan Yang cermat, dan edukatif
diperbanyak b. Saya akan menyiapkan alat Terpercaya
b. Menyiapkan alat
dan bahan pembuatan
dan bahan
buku secara teliti tanpa
pembuatan buku
kekurangan satu bahan pun
supaya tidak terdapat
hambatan saat pembuatan
buku dan menghasilkan
buku yang berkualitas
Komitmen Mutu :
Berorientasi Mutu
Etika Publik: Cermat

c. Membuat dan c. Saya akan membuat dan


memperbanyak memperbanyak buku tanpa
buku meminta bantuan orang
lain
Akuntabilitas: jujur,
23
Nasionalisme: Kerja Keras,
Bertanggungjawab
Anti Korupsi: Mandiri
3. Membuat a. Membuat konsep Output: a. Saya akan membuat Dengan pembuatan Kalender Dengan pembuatan
kalender kalender minum 1. Tersedianya konsep kalender minum Minim Obat Psien TB saya Kalender Minim Obat
minum obat obat pasien TB konsep kalender obat pasien yang menarik membantu pencapaian misi Pasien TB saya membantu
pasien TB 2. Tersedianya alat Akuntabilitas: organisasi yaitu meningkatkan penguatan nilai organisasi
dan bahan Kejelasan Target, mutu dan profesionalisme yaitu Optimal, Tanggap,
pembuatan Nasionalisme: Kerja sumber daya kesehatan demi Cermat, Edukatif
kalender Keras pelayanan yang terpercaya
3. Terwujudnya
b. Menyiapkan alat pembuatan b. Saya akan menyiapkan
dan bahan kalender sendiri alat dan bahan
pembuatan Bukti Fisik: yang terjangkau untuk
kalender kalender minum membuat kalender
obat pasien TB Etika Publik; Cermat
Nasionalisme: Mandiri
Komitmen Mutu:
Efisiensi

c. Saya akan membuat


c. Membuat kalender
kalender minum obat yang
sesuai konsep
menarik sehingga
membantu meningkatkan
kepatuhan minum obat
pasien TB dan mencegah
putus obat
Nasionalisme: Sosial

24
Komitmen Mutu:
Efektivitas, Berorientasi
Mutu
Anti Korupsi: Mandiri,
Kerja Keras, Peduli

d. Saya akan memeriksa


d. Memeriksa kembali kalender sebelum
kembali kalender dicetak dan diperbanyak
sebelum dicetak guna menghindari
terjadinya kesalahan
Etika Publik: Cermat
Komitmen Mutu:
Efisiensi
e. Mencetak dan e. Saya akan mencetak dan
memperbanyak memperbanyak kalender
kalender minum obat pasien TB
dengan menggunakan
printer Puskesmas
Anti Korupsi: Jujur,
kerja keras
4. Mendata a. Mengambil buku Output: a. Saya akan mengambil dengan mencatat dan dengan mencatat dan
pasien yang register pasien TB Tersedianya data buku register pasien TB menyiapkan data pasien menyiapkan data pasien
sedang pasien pengguna dari tempat penyimpanan pengguna OAT saya pengguna OAT saya
menjalani OAT secara teliti supaya tidak membantu pencapaian visi membantu penguatan nilai
pengobatan Bukti Fisik: tertukar dan misi organisasi yaitu organisasi yaitu Cermat
TB kertas/Buku daftar Etika Publik: Cermat meningkatkan mutu dan
pasien pengguna profesionalisme sumber
OAT daya kesehatan demi

25
b. Mencatat identitas b. Saya akan mencatat pelayanan yang
pasien identitas pasien yang terpercaya
meliputi nama, TTL,
alamat pada buku yang
telah disiapkan secara
rapi dan jelas sehingga
untuk mudah dibaca
Akuntabilitas:
Kejelasan Target
Komitmen Mutu:
Efektif

c. Saya akan
c. Mengembalikan
mengembalikan sendiri
buku register ke
buku register yang telah
tempat semula
digunakan ke tempat
semula dengan rapi
Anti Korupsi: Disiplin
Nasionalisme:
Tanggung jawab

5. Memasukkan a. Memeriksa Output: a. Saya akan memeriksa Dengan memasukkan buku dan Dengan memasukkan
Buku dan kesesuaian antara Tersedianya buku kesesuian antara fisik kalender kedalam kotak OAT buku dan kalender
Kalender ke fisik Kotak OAT dan Kalender kotak OAT di lemari pasien TB maka saya kedalam kotak OAT
dalam Kotak denga data yang didalam kotak OAT penyimpanan dengan data membantu pencapaian Visi pasien TB maka saya
OAT yang telah dibuat pasien TB yang telah disiapkan organisasi yaitu menjadikan membantu penguatan
digunakan oleh berdasarkan buku Bukti Fisik: untuk memastikan bahwa puskesmas dengan pelayanan nilai organisasi yaitu
Pasien register Kotak OAT yang jumlahnya sesuai, apabila yang berkualitas menuju optimal, edukatif,
berisi Buku dan tidak sesuai maka saya masyarakat sayan sehat dan cermat
akan melakukan koreksi mandiri serta pencapaian misi
26
kalender minum Etika Publik: Cermat Organisasi yaitu
obat pasien menyelenggarakan dan
b. Memasukkan buku b. Saya akan memasukkan mengembangkan pelayanan
dan kalender ke Buku dan Kalender ke kesehatan yang berkualitas
dalam kotak OAT dalam masing-masing bagi masyarakat sayan
pasien yang sedang kotak OAT dan
menjalani memberikan tanda buku
pengobatan daftar pasien TB
Akuntabilitas:
Bertanggungjawab
Etika Publik: Cermat
Anti Korupsi: Mandiri

c. Meminta bantuan c. Saya akan meminta


staff lain untuk bantuan dengan sopan
melakukan kepada staff lain untuk
pemeriksaan melakukan pemeriksaan
kembali pada kembali pada kotak OAT
kotak yang telah di yang telah diisi untuk
isi buku dan memastikan semua kotak
kalender telah terisi
Etika Publik: Sopan
Nasionalisme: Gotong
Royong, kerjasama

6. Memberi a. Menentukan Output: a. Saya akan berkoodinasi Dengan memberikan sosialisasi Dengan memberikan
sosialisasi jadwal sosialisasi terlaksananya dengan kepala Puskesmas kepada staff puskesmas maka sosialisasi kepada staff
kepada staff sosialisasi kepada serta staff Puskesmas saya membantu pencapaian puskesmas maka saya
puskesmas staff puskesmas untuk menentukan jadwal misi organisasi yaitu membantu penguatan
mengenai pelaksanaan sosialisasi meningkatkan mutu dan nilai organisasi yaitu
tujuan dan menyesuaikan dengan profesionalisme sumber daya
27
pemberian Bukti Fisik: jadwal semua staff kesehatan demi pelayanan Proofesional, cernat,
buku sakti dan Daftar hadir peserta sehingga semua dapat yang terpercaya dan Edukatif
kalender sosialisasi hadir saat pelaksanaan
minum obat sosialisasi
kepada pasien Etika Publik: Sopan
Nasionalisme: Hormat
menghormati

b. Saya akan menyiapkan


b. Menyiapkan alat alat dan bahan yang akan
dan bahan yang digunakan dalam kegiatan
akan digunakan sosialisasi
disosialisasikan Komitmen Mutu:
kepada staff Kejelasan Target
Puskesmas Etika Publik: Tanggung
Jawab

c. Saya akan melakukan


c. Melakukan
sosiaisasi sesuai waktu
sosialisasi kepada
yang telah ditentukan
staff Puskesmas
mengenai tujuan
pemberian buku dan
kalender minum obat
pasien kepada staff
puskesmas sehingga staff
dapat memahami materi di
buku dan dapat
memberikan edukasi

28
kepada pasien apabila
petugas farmasi tidak
berada di tempat
Komitmen Mutu:
Berorientasi Mutu
Anti korupsi: peduli

d. Memberikan waktu d. Saya akan membuka sesi


tanya jawab tanya jawab dan menjawab
pertanyaan dengan benar
dan jelas
Akuntabilitas:
Partisipatif
Etika Publik: Cermat
Nasionalisme: Hormat
menghormati

7. Mengedukasi a. Memperkenalkan Output: a. Saya akan Dengan mengedukasi pasien Dengan mengedukasi
pasien TB diri kepada pasien Terlaksananya memperkenalkan diri TB menggunakan buku sakti pasien TB
dengan pemberian edukasi secara santun dengan pembasmi TB saya menggunakan buku
menggunaakan kepada pasien TB melakukan senyum, sapa berkontribusi dalam pencapaian sakti pembasmi TB
Buku Sakti dan pemberian dan salam kepada pasien visi organisasi yaitu saya berkontribusi
Pembasmi TB kalender minum dengan nada suara yang Menjadikan Puskesmas dalam penguatan nilai-
obat pasien TB rendah namun jelas dengan Pelayanan Kesehatan nilai organisasi yaitu
Nasionalisme: Hormat yang Berkualitas Menuju Tanggap, Optimal,
Bukti Fisik: Menghormati Masyarakat Sayan Sehat dan Profesional, Cermat,
lembar inform Etika Publik: Sopan Mandiri Edukatif, dan
consent pemberian serta berkontribusi dalam Ramah.
b. Memberi informasi b. Saya akan memberikan pencapaian misi organisasi 1)
penjelasan penjelasan kepada pasien Menyelenggarakan dan
mengenai penyakit mengenai penyakit TB mengembangkan pelayanan
29
TB dan cara serta cara penggunaan kesehatan yang berkualitas bagi
penggunaan OAT OAT kepada pasien masyarakat sayan ; 2)
kepada pasien dengan nada suara yang Mendorong kemandirian hidup
dengan lembut, pelafalan yang bersih dan sehat bagi
menggunakan jelas, dan tidak terkesan masyarakat sayan khususnya
Buku Sakti mendikte agar pasien dapat masyarakat yang menderita
Pembasmi TB memahami pejelasan yang penyakit TB
diberikan serta
menunjukkan sikap
menghargai pasien
Akuntabilitas: Kejelasan
Target
Nasionalisme: Tidak
Diskriminatif
Etika Publik: Sopan,
Cermat, Hormat
Komitmen Mutu:
Inovasi

c. Memberikan c. saya akan memberikan


kesempatan kepada kesempatan pasien untuk
pasien untuk bertanya mengenai apa
bertanya yang telah saya sampaikan
Akuntabilitas:
Parsitipatif
Etika Publik: Cermat

d. Menjawab d. saya akan menjawab


pertanyaan pasien pertanyaaan pasien dengan
benar dan jelas dan
memberikan informasi
30
dari sumber terpercaya
dan tidak meyimpang dari
apa yang ditanyakan oleh
pasien
Akuntabilitas:
Tanggungjawab,
konsisten
Komitmen Mutu:
Berorientas mutu

e. Meminta feedback e. saya akan meminta


dari pasien terkait feedback untuk
penjelasan yang memastikan pemahanan
telah diberikan pasien terhadap penjelasan
yang telah diberikan
Etika Publik: Cermat,
bertanggungjawab
Anti Korupsi: Peduli

f. Menutup f. saya akan menutup


komunikasi dengan komunikasi dengan sopan
memberikan serta memberikan
motivasi kepada motivasi kepada pasien
pasien dan memberikan kalender
minum obat pasien
Etika Publik: Sopan
Anti Korupsi: Peduli

31
Tabel 4.4
Jadwal Kegiatan Aktualisasi
Nama Peserta Susana Flaviana, S.Farm., Apt
Instansi Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
Tempat Aktualisasi Puskesmas Sayan

Dokumen
No Tanggal Kegiatan Output
Kegiatan/Bukti Fisik

1 13 – 16 Oktober Menyusun materi yang Tersedianya materi yang Dokumen:


2019 akan dimuat didalam akan dimuat dan 1. Kumpulan materi TB
Buku Sakti Pembasmi rancangan Buku Sakti 2. Rancangan Buku
TB Pembasmi TB
Dokumentasi:
Foto
2 17-20 Oktober 2019 Membuat Buku Sakti Tersedianya Buku Sakti Dokumen:
Pembasmi TB Pembasmi TB Buku Sakti Pembasmi
TB

Dokumentasi:
Foto
3 21 Oktober 2019 Membuat Kalender Tersedianya Kalender Dokumen:
Minum Obat Psien TB Minum Obat Pasien TB Kalender Minum Obat

Dokkumentasi:
Foto
4 22-24 Oktober Mendata pasien yang Tersedianya data pasien Dokumen:
2019 sedang menjalani yang sedang menjalani Buku daftar pasien
pengobatan TB pengobatan TB pengguna OAT
(Nuotlensi)

Dokumentasi:
Foto
5 25-27 Oktober Memasukkan Buku Tersedianya Buku dan Dokumen:
2019 dan Kalender ke dalam Kalender Minum Obat di Checklist pemberian
Kotak OAT pasien dalam Kotak OAT Pasien Buku dan Kalender
(Notulensi)

Dokumentasi:
Foto
6 28 Oktober 2019 Sosialisasi Buku Sakti Terlaksananya Sosialisasi Dokumen:
Pembesmi TB dan Buku Sakti Pembesmi TB Daftar hadir peserta
Kalender Minum Obat dan Kalender Minum Obat sosialisasi (Notulensi)
kepada staff kepada staff Puskesmas
Puskesmas Sayan Sayan Dokumentasi:
Foto
7 29 Oktober – 15 Mengedukasi pasien Terlaksananya edukasi Doukmen:
November 2019 TB menggunakan kepada pasien TB lembar inform consent
Buku Sakti Pembasmi menggunakan Buku Sakti pasien penerima
TB kepada pasien dan Pembasmi TB kepada informasi
pemberian kalender pasien dan pemberian
minum obat kalender minum obat Dokumentasi:
Foto

32
E. JADWAL PENGENDALIAN DENGAN MENTOR
Rincian pelaksanaan bimbingan yang dilakukan oleh peserta Latsar dengan
mentor selama rancangan aktualisasi dijelaskan pada tabel 4.6 dibawah ini .

Tabel 4.5. Rincian Pelaksanaan Bimbingan denga Mentor Latsar CPNS Golongan III
Angkatan LXII Provinsi Kalimantan Barat

Nama Peserta Susana Flaviana, S.Farm., Apt


No. Peserta 36
Instansi Pemerintah Kabupaten Melawi
Tempat Aktualisasi Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi

No. Tanggal/Waktu Catatan Bimbingan Tindak Lanjut

7 Oktober 2019 Isu aktual Penentuan isu aktual yang akan


1 diangkat

8 Oktober 2019 Rincian kegiatan Penentuan kegiatan yang akan


2
rancangan aktualisasi dilaksanakan
9-10 Oktober Rincian Tahapan Kegiatan Jadwal Kegiatan Aktualisasi
3 2019 Rancangan Aktualisasi

Pontianak, 10 Agustus 2019

Mentor, Peserta Pelatihan,

H.SOPIAN, A.Md.Kep SUSANA FLAVIANA, S.Farm., Apt


NIP. 19620807 198703 1 018 NIP. 19940828 201903 2 003

33
F. JADWAL KONSULTASI DENGAN COACH
Rincian pelaksanaan bimbingan yang dilakukan oleh peserta Pelatihan Dasar
dengan coach selama rancangan aktualisasi dijelaskan pada tabel berikut ini.

Tabel 4.6 Rincian Pelaksanaan Bimbingan dengan Coach


Latsar CPNS Golongan III Angkatan LXII Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019

NAMA Susana Flaviana, S.Farm., Apt

NO. PESERTA 36

INSTANSI Pemerintah Kabupaten Melawi

TEMPAT AKTUALISASI Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi

TELP/SMS/
KEGIATAN/ MAIL/ PARAF
No HARI/TANGGAL
OUTPUT TATAP COACH
MUKA/DLL
Diskusi isu-isu dan
Selasa, 08 Oktober
1 penyebab Tatap muka
2019
permasalahan

Diskusi rancangan
2 Rabu, 09 Oktober 2019 Email
aktualisasi

Diskusi aktualisasi

3 Kamis, 10 Oktober 2019 nilai dasar, jadwal Tatap Muka


aktualisasi

Pontianak, 10 Oktober 2019


Coach, Peserta Pelatihan,

Drs. HM SUTIMAN BIN SUTONO, M.Sc SUSANA FLAVIANA, S.Farm., Apt


NIP. 19550309 197512 1 006 NIP. 19940828 201903 2 003

34
BAB V
PENUTUP
1. Rendahnya pemahanan pasien terhadap penyakit TB dan penggunaan Obat Anti
Tuberulosis di Puskesmas Sayan merupakan isu prioritas yang akan dilakukan
penyelesaian isunya selama masa habituasi di Puskesmas Sayan
2. Media bantu edukasi yang belum tersedia menjadi penyebab prioritas dari
rendahnya pemahanan pasien terhadap penyakit TB dan penggunaan OAT di
Puskesmas Sayan
3. Terdapat tujuh kegiatan rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan untuk
pemecahan isu yang ada.
4. Seluruh kegiatan yang dilakukan dalam aktualisasi sudah mengandung nilai-
nilai dasar PNS (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu,
Anti Korupsi)
5. Rancangan aktualisasi yang dibuat untuk mengatasi permasalahan pelayanan
kefarmasian di Puskesmas Sayan agar dapat memberikan pelayanan yang
optimal kepada pasien

35
DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Melawi, 2018, Kecamatan Sayan dalam Angka 2018,
Badan Pusat Statistik Kabupaten Melawi,
https://melawikab.bps.go.id/publication/download.html?nrbvfeve=ZGM5YWE1ZTg
yZjQ0Y2RhMDE4NjlkMmY2&xzmn=aHR0cHM6Ly9tZWxhd2lrYWIuYnBzLmdv
LmlkL3B1YmxpY2F0aW9uLzIwMTgvMDkvMjYvZGM5YWE1ZTgyZjQ0Y2RhM
DE4NjlkMmY2L2tlY2FtYXRhbi1zYXlhbi1kYWxhbS1hbmdrYS0yMDE4Lmh0bW
w%3D&twoadfnoarfeauf=MjAxOS0xMC0xMCAwMDoyNzozMg%3D%3D,
diakses pada 7 Oktober 2019 pukul 22.21 WIB
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Akuntabilitas: Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS Golongan III Tahun 2019. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Nasionalisme: Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS Golongan III Tahun 2019. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Etika Publik: Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS Golongan III Tahun 2019. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Komitmen Mutu: Modul
Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III Tahun 2019. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2015. Anti Korupsi: Modul Pelatihan
Dasar Calon PNS Golongan III Tahun 2019. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Pelayanan Publik: Modul
Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III Tahun 2019. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Whole of Government: Modul
Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III Tahun 2019. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

36
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Manajemen ASN: Modul
Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III Tahun 2019. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2018, Peraturan Lembaga Administrasi
Negara RI Nomor 12 tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil,
http://pusbangasn.bkn.go.id/wp-content/uploads/latsar-2018.pdf, di akses tanggal 8
Oktober 2019 pukul 10.20 WIB
Menteri Kesehatan RI, 2016, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang
Penanggulangan Tuberkulosis, Menteri Kesehatan RI,
http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._67_ttg_Penanggulanga
n_Tuberkolosis_.pdf, di akses pada 7 Oktober 2019 pukul 19.05 WIB
Menteri Kesehatan RI, 2016, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Menteri Kesehatan RI,
https://drive.google.com/file/d/1j71w8i01ZDFNoXYjGBRZFl39_Yop67vb/view,
diakses pada 7 Oktober 2019 pukul 19.36 WIB
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, 2008, Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/07/M.PAN/4/2008 tentang Jabatan
Fungsional Apoteker dan Angka Kreditnya, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara,
https://drive.google.com/file/d/1QlZR41IYLS9VwpsLO7qvwXD07IbzLuJb/view,
diakses pada 7 Oktober 2019 pukul 20.07 WIB
Menteri Hukum dan HAM RI, 2014, Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara, Menteri Hukum dan HAM,
file:///C:/Users/user/Downloads/UU%20Nomor%2005%20Tahun%202014.pdf,
diakses pada 7 Oktober 2019 pukul 20.17 WIB
Pusdatin, 2018, Infodatin Tuberkulosis, Kementrian Kesehatan RI,
file:///C:/Users/user/Downloads/infodatin%20tuberkulosis%202018%20(4).pdf,
diakses pada 8 Oktober 2019 pukul 21.00 WIB

37
BIODATA
Nama Lengkap Susana Flaviana, S.Farm., Apt
Formasi Jabatan Apoteker Ahli Pertama
NIP 19940828 201903 2 003
Agama Katholik
Tempat / Tanggal Lahir Entebah, 28 Agustus 1994
Alamat Dusun Sekuyuk RT 001, Desa
Nanga Entebah, Melawi,
Kalimatan Barat
HP 081346365548
e-mail susanaflaviana28@gmail.com
Unit Kerja Puskesmas Sayan Kabupaten Melawi
Alamat Instansi Jl. Sayan – Madya Raya KM 01, Desa Lingkar Indah, Sayan,
Melawi, Kalimantan Barat
Riwayat Pendidikan SDS Sei Kura 2001– 2007
SMP Negeri 1 Belimbing 2007 – 2010
SMA Panca Setya Sintang 2010 – 2013
SI-Farmasi USD Jogja 2013 – 2017
Profesi Apoteker USD Jogja 2017– 2018
Riwayat Pekerjaan  RSAD TK.IV Sintang (2018-2019)
 Apotek Sintang (2018-2019)

38