Anda di halaman 1dari 8

UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2018/2019

STUDI FIQIH
NAMA : IFTAH NUR FADLILAH
NIM : 18610015
KELAS : MATEMATIKA “A”
JAWABAN
1. Jelaskan sejarah singkat perkembangan fiqih sampai terbentuknya mazdab
fiqih !
 Fiqih adalah salah satu disiplin ilmu yang sangat penting
kedudukannya dalam kehidupan umat islam. Fiqih termasuk ilmu
yang muncul pada masa awal berkembang agama Islam. Secara
esensial, fiqih sudah ada pada masa Nabi SAW, walaupun belum
menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri. Karena semua persoalan
keagamaan yang muncul waktu itu, langsung ditanyakan kepada
Nabi SAW. Maka seketika itu solusi permasalahan bisa terobati,
dengan bersumber pada Al-Qur’an sebagai wahyu al-matlu dan
sunnah sebagai wahyu ghoiru-matlu. Baru sepeninggal Nabi SAW,
ilmu fiqih ini mulai muncul, seiring dengan timbulnya
permasalahan-permasalahan yang muncul dan membutuhkan
sebuah hukum melalui jalan istinbath. Generasi penerus Nabi
Muhammad SAW tidak hanya berhenti pada masa khulafaur
rosyidin, namun masih diteruskan oleh para tabi’in dan ulama
hingga sampai pada zaman kita sekarang ini. Dalam perkembangan
fiqih, muncul banyak mazhab. Lahirnya mazhab amat penting
setelah wafatnya Rasulullah SAW dan para sahabat, karena setiap
ulama mempunyai cara dan metode tersendiri dalam memahami al-
Qur’an dan Sunnah, ulama-ulama yang cukup ilmunya dan
berkemampuan untuk mengerti maksud al-Qur’an dan memahami
hukum yang terkandung di dalamnya, ulama seperti ini tidak
banyak. Kelahiran mazhab-mazhab hukum dengan pola dan
karakteristik tersendiri ini, tak pelak lagi menimbulkan berbagai
perbedaan pendapat dan beragamnya produk hukum yang
dihasilkan. Para tokoh atau imam mazhab masing-masing
menawarkan kerangka metodologi, teori dan kaidah-kaidah ijtihad
yang menjadi pijakan mereka dalam menetapkan hukum.
Metodologi, teori dan kaidah-kaidah yang dirumuskan oleh para
tokoh dan para Imam Mazhab ini, pada awalnya hanya bertujuan
untuk memberikan jalan dan merupakan langkah-langkah atau
upaya dalam memecahkan berbagai persoalan hukum yang
dihadapi baik dalam memahami nash al-Quran dan al-Hadis
maupun kasus-kasus hukum yang tidak ditemukan jawabannya
dalam nash.
Metodologi, teori dan kaidah-kaidah yang dirumuskan oleh para
imam mazhab tersebut terus berkembang dan diikuti oleh generasi
selanjutnya dan tanpa disadari menjelma menjadi anutan untuk
menggali hukum dari sumbernya. Dengan semakin mengakarnya
dan melembaganya doktrin pemikiran hukum di mana antara satu
dengan lainnya terdapat perbedaan yang khas, maka kemudian ia
muncul sebagai aliran atau mazhab yang akhirnya menjadi pijakan
oleh masing-masing pengikut mazhab dalam melakukan istinbath
hukum. Dalam perkembangan fiqih di kenal beberapa mazhab fiqh.
Berdasarkan keberadaannya, mazhab fiqh ada yang masih utuh dan
dianut masyarakat tertentu, namun ada pula yang telah punah.
Sumber : https://kumpulanmakalahalfia.blogspot.com/2013/12/sejarah-
perkembangan-fiqh-mazhab.html
2. Jelaskan perbedaan fiqih mazdab sunni dan syi’i !
 Perbedaan mazhab sunni dan syi’i berbeda pada madzhab lainnya,
jika pada madzab syafi’i dan hambali pada masalah furu’iyyah dan
ibadah sedangkan madzab sunni dan syi’i terletak pada masalah
furu’iyyah dan ushuliyyah. Dengan demikian rukun islam dan
rukun iman antara mazhab sunni dengan madzab syi’i berbeda,
kitab hadits yang dipakai kedua mazhab juga berbeda, bahkan
ulama besar syi’i mengatakan bahwasannya Al-Quran yang mereka
gunakan berbeda penafsirannya dari makna sebenarnya. Sehingga
pantaslah ulama mazhab sunni mengatakan bahwa madzab syi’i
adalah agama tersendiri yang berbeda dengan islam.
Berikut ini adalah beberapa prinsip yang membedakan antara
mazhab sunni dengan mazhab syi’i :
 Rukun islam
Pada mazhab sunni rukun islam ada lima yaitu, syahadat,
sholat, zakat, puasa dan haji. Sedangkan pada mazhab syi’i
syahadat diganti dengan al-wilayah. Syi’i tidak
memasukkan syahadat pada rukun islam mereka, selain 2
kalimat syahadat pada umumnya syahadat mazhab syi’i ada
penambahan terhadap 12 imam-imam mereka.
 Rukun iman
Dalam mazhab sunni rukun iman ada enam sama pada
umumnya, sedangkan pada mazhab syi’i rukun iman ada
lima yaitu, At-Tauhid, Al-Nubuwwah, Al-Imamah, Al-
Adlu, dan Al Ma’ad. Imamah adalah mengakui adanya 12
imam saja sedangkan dalam sunni imam akan terus
berganti-ganti sampai datangnya hari kiamat. Menurut
mazhab syi’i imam terpelihara dari dosa sedangkan
menurut mazhab sunni imam masih manusia biasa yang tak
luput ata kesalahan dan dosa. Yang dapat predikat maksum
adalah nabi bukan imam.
 Pengakuan Kekhalifahan
Pada mazhab sunni mengakui adanya 4 khalifah setelah
wafatnya Rasulullah, yaitu abu bakar,umar bin khattab,
utsman bin affan dan ali bin abi thalib, sedangkan mazhab
syi’i hanya mengakui Ali bin Abi Thalib saja sebagai
khalifah dan menganggap ketiga khalifah sebelumnya telah
murtad setelah wafatnya Rasulullah serta boleh
mencacinya, termasuk pada Siti Aisyah yang menjadi
ummil mukminiin.
 Kitab Hadits
Kitab hadits yang dipakai pada mzhab sunni sama pada
kitab hadits pada umunya sedangkan pada mazhab syi’i
menggunakan 4 kitab hadits yang tidak beredar pada
umumnya.
 Al-Quran
Menurut mazhab sunni Al-Quran masih orisinil karena
dijaga oleh Allah keasliannya sedangkan menurut mazhab
syi’i Al-Quran sudah tidak asli lagi karena sudah diubah
oleh 3 sahabat yang dicelanya.
 Surga Dan Neraka
Menurut mazhab sunni surga diperuntukkan pada orang
yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt sedangkan
menurut mazhab syi’i surga diperuntukkan pada orang yang
mencintai ali. Neraka menurut madzab syi’i diperuntukkan
pada orang yang memusuhi Ali.
 Adanya Raj’ah
Raj’ah hanya ada pada mazhab syi’i.
 Taqiyah
Taqiyah pada mazhab sunni termasuk golongan orang
munafik sedangkan pada mazhab syi’i masuk dalam kriteria
ibadah melawan musuh Allah.
 Nikah Kontrak
Pada mazhab sunni nikah kontrak dilarang karna sangat
merugikan kaum wanita, sedangkan pada mazhab syi’i
nikah kontrak diperbolehkan padahal nikah kontrak sudah
dilarang mulai dari kekhalifahan Ali.
 Najis
Menurut mazhab sunni arak merupakan barang najis dan
tidak boleh dikonsumsi dan dibawa ibadah sedangkan pada
mzhab syi’i arak merupakan barang yang disucikan, mereka
juga menganggap bahwa air cebok juga merupakan barang
yang suci.
 Sholat
Ketika sholat, orang yang sholatnya sedekap menurut syi’i
sholatnya batal sedangkan menurut mazhab sunni
merupakan sunnah. Begitu juga dengan membaca Aamiin
menurut syi’i membatalkan sholat sedangkan menurut
mazhab sunni termasuk sunnah dan tidak membatalkan
sholat.
Sumber : https://belajar-fiqih.blogspot.com/2016/11/perbedaan-mazhab-
sunni-dan-syiah.html
3. Seorang suami meninggal dunia dan meninggalkan harta waris seterlah
dipotong untuk mengurus jenazah sebesar 4000 dollar, dan ahli warisnya
adalah: 3 istri, 2 anak permpuan, 2 keponakan laki-laki dari jalur suami, 1
paman, 1 bibi. Berapakah pembagiannya dan siapa saja yang berhak
mendapatkannya serta siapa saja yang tidak berhak !
 Pembahasan
a. kita asumsikan dengan justifikasi agar mudah untuk
menghitungnya. Jika nominal 4000 dollar ke dalam nominal
rupiah, jika 1dollar = 1200 ribu rupiah, maka jumlah warisan
adalah 48.000.000 ribu rupiah
b. kita mengabaikan pengurangan warisan, yaitu menganggap
wasiat = 0 dan hutang = 0
c. kita asumsikan bahwa 2 keponakan laki-laki yang dimaksud
adalah anak dari bibi atau paman yang telah tersebut juga maka
status 2 keponakan ini adalah bukan ahli waris
d. jadi hanya ada ahliwaris berikut: 3 istri, 2 anak perempuan, , 1
paman, 1 bibi.
e. paman dan bibi memiliki bagian warisan sebagai ashobah
f. perhatikan tabel berikut:
Harta warisan(h) : 48.000.000
Asal masalah(am): 24
Suku bagian = harta warisan/ asalmasalah = 2.000.000
Ashabul furud (n) Siham (n x am) Bagian(n x h)
(12000/1dolar)
Istri (1/8:3) 3 6.000.000
Istri ke: 1 (1/3) 1 2.000.000
Istri ke: 2 (1/3) 1 2.000.000
Istri ke: 3 (1/3) 1 2.000.000
Anak perempuan 2 32.000.000
(2/3:2)
Anak P ke: 1 (1/2) 1 16.000.000
Anak P ke: 2 (1/2) 1 16.000.000
Jumlah 19 38.000.000
Sisa 5 10.000.000
Ashabah diberikan kepada paman (saudara lai-laki) dan bibi(saudara
perempuan) dengan ketentuan
Bagian bibi ½ bagian paman

Sisa harta warisan(s) : 10.000.000


Asal masalah (am): 3
Suku bagian = harta warisan/ asalmasalah = 3.333.333
Ashabul furud (n) Siham (n x am) Bagian (n x s)
(12000/1dolar)
Paman (2/3) 2 6.666.667
Bibi (1/3) 1 3.333.333
Jumlah 3 10.000.000
Sisa 0 0
ahli waris adalah sebagai berikut: 3 istri, 2 anak perempuan, , 1
paman, 1 bibi. Dan yang bukan ahli waris adalah 2 keponakan laki-
laki dari ayah
sumber : https://kitab-fiqih.blogspot.com/2011/06/peraktek-cara-
pembagian-warisan.html#.XOPyFCAzbIU

4. Apakah yang anda ketahui tentang riba ?


 Riba menurut bahasa adalah ziyadah (tambahan) atau nama’
(berkembang). Menurut Yusuf Al-Qardawi, setiap pinjaman yang
didalamnya mengandung tambaha adalah riba. Menurut Qadi Abu
Bakar ibnu al arabi dalam bukunya “Ahkamul Quran”
menyebutkan definisi riba adalah setiap kelebihan antara nilai
barang yang diberikan dengan nilai barang yang diterima. Dan
sederhananya riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam
transaksi maupun pinjam meminjam secara bathil ataupun
bertentangan dengan agama islam. Pada dasarnya islam melarang
umatnya untuk memakan riba seperti dijelaskan dalm QS. Al-
Baqarah ayat 278 yang artinya :
“ hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
tinggalkan sisa riba(sisa yang dipumgut), jika kamu orang yang
beriman”(QS. Al-Baqarah : 278). Allah juga melarang seseorang
memakan riba karena akan mendapatkan siksaan yang amat
pedih.hal ini sudah disampaikan dalam firman Allah QS. An-Nisa
ayat 161, yaitu :
“dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal
sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena
mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami
menyediakan untuk orang-orang kafir diantara mereka itu siksa
yang amat pedih.” (QS. An-Nisa : 161)
Sumber : https://www.syariahbank.com/pengertian-riba-dalam-islam-dan-
macam-macam-riba/

5. Berikan pandangan anda tentang perlukah syariat islam dijadikan sebagai


hukum positif sebuah negara !
 Menurut saya, syariat islam perlu untuk dijadikan sebuah landasan
dalam sebuah negara, tapi harus juga dikondisikan sesuai dengan
situasi dalam negara tersebut, contohnya Indonesia, di indonesia
sendiri penduduknya tidak hanya dari golongan islam saja namun,
berbagai golongan. Oleh karena itu, sistem hukum yang dipakai di
indonesia tidak seluruhnya berlandaskan kepada syariat islam,
namun syariat islam harus ditaati oleh umat islam itu sendiri,
karena syariat islam adalah hukum islam yang sudah ada aturannya
sejak dahulu. Begitu pula, kita harus bijak dan tidak menyalahkan
semua sistem pemerintahan yang ada saat ini. sistem pemerintahan
dibuat dalam suatu negara pasti disesuaikan dengan sosial budaya,
konstitusi, dan kepribadian bangsa dalam suatu negara. Jika dirasa
kurang sesuai, maka tugas kita memperbaiki yang ada tanpa
menyalahkan segala sistem yang ada sebelumnya. Salah satu ulama
berkata bahwa hidup 70 ribu dengan pemimpin dzolim lebih baik
daripada tidak ada pemimpin 1 hari. Jadi jika dirasa tidak
memungkinkan di dunia ini satu pemimpin saja maka kita masih
harus mempunyai pemimpin disetiap negara sampai Allah
menjadikan dunia ini bersistemkan khilafah yang syar’i.

Sumber : https://www.rumahfiqih.com/konsultasi-1136778554-apakah-
syariat-islam-wajib-diterapkan-sebagai-hukum-negara.html
https://politikislamku.blogspot.com/2014/02/implementasi-syariat-islam-
dan-hukum.html