Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KIMIA FARMASI ANALISIS

CARA PENGUJIAN OBAT

Penyusun :

1. Abdulloh
2. Engki Mardiyansyah
3. Riyan Nurdiansyah
4. Iwan Setiawan
5. Indra Juliana
6. Muslikin

Kelas : Reguler B

SEKOLAH TINGGI FARMASI YAYASAN PENDIDIKAN


IMAM BONJOL CIREBON 2019
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, shalawat dan salam juga
disampaikan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Serta sahabat dan keluarganya,
seayun langkah dan seiring bahu dalam menegakkan agama Allah. Dengan kebaikan beliau telah
membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan.

Dalam rangka melengkapi tugas dari mata kuliah Kimia Farmasi Analisis pada Program
Studi STF YPIB Cirebon dengan ini penulis mengangkat judul “Cara Pengujian Obat ”.

Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, baik dari cara penulisan, maupun isinya.

Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran-saran yang dapat
membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Wassalam

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR.................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1. Gambar Struktur Dan Pemerian Klorfeniramin Maleat (CTM)……………….……1

2. Gambar Struktur Dan Pemereian PROMETAZIN HCL……………………………1

3. Gambar Struktur Dan Pemerian KAFEIN…………………………………………..2

4. Gambar Struktur Dan Pemerian THEOFILIN…………………………………...…2

BAB II LANGKAH KERJA

A. Uji Identifikasi Dan Contoh Uji CTM……...................................................................4

B. Uji Identifikasi Dan Contoh Uji PROMETAZIN HCL……………………………......5

C. Uji Identifikasi Dan Contoh Uji KAFEIN…………………..........................................7

D. Uji Identifikasi Dan Contoh Uji THEOFILIN................................................................8

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................10

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1. Klorfeniramin Maleat (CTM)

A. Struktur gambar

B. Pemerian

Pemerian = serbuk Hablur putih, tidak berbau. Larutan mempunyai ph antara 4


2. PROMETAZIN HCL

A. Struktur gambar

B. Pemerian

Serbuk hablur putih sampai kuning lemah, praktis tidak berbau ,jika dibiarkan lama di
udara berwarna biru
3. KAFEIN

A. Gambar struktur

B. Pemerian

Serbuk putih, bentuk jarum mengkilat, biasanya menggumpal, tidak berbau, rasa
pahit, larutan bersifat netral terhadap kertas lakmus, bentuk hidratnya mengembang
diudara.
4. Theofilin

A. Gambar struktur

B. Pemeran

sedikit berbau dan berasa, bewarna putih/ krem putih berbentuk granul. Kering stabil
di udara tetapi terurai oleh mikroba jika lembab atau dalam bentuk larutan.
BAB II

LANGKAH KERA

1. Klorfeniramin Maleat (CTM)

A. Uji Identifikasi

Menurut Famakope Indonesia Edisi III, identilikasi Kloreniramina Maleat adalah sebagai
berikut :

 Spektrum serapan ultraviolet larutan 0,002% dalam asam sulfat 0,1% setebal 2 cm pada
daerah panjang gelombang 230 nm dan 350 nm menunjukkan maksimum hanya pada 265
nm; serapan pada 265 nm lebih kurang 0,85.

 Lakukan kromatografi lapis tipis yang tertera pada monografi, menggunakan silica gel
GF 254 sebagai zat tetap, paskan lempeng padu suhu 250° selama 30 menit. Sebagai fase
gerak digunakan campuran 5 bagian volume etilasetat 3 bagian volume etanol dan 2
bagian volume asam asetat encer P. Totoiican secara terpisah masing-masing 2 pl larutan
dalam klorofrom P yang mengundung ( 1 ) 0,5% bw zat uji dan ( 2 ) 0,5 % b/v
Klorfeniramin maleat p.k. Angkal lempeng biarkan mengering di udara, ;amati dengan
lampu UV 254 am, dua bercak utama yang akan diperoleh dengan larutan ( 1 ) sesuai
dengan larutan ( 2 ). Semprot lempeng dengan menggunakan larutan Kalium
Iodobismutat encex, bercak;, utama yang diperoleh dari Larutan (1) sesuai dengan yang
diperoleh dari larutan ( 2 ).
 Larutkan 500 mg dalam 5 ml air, tambahkan 2 ml amonia p, sari 3 kali, tiap kali dengan 5
ml klorofrom P. uapkan hingga kering, tambahkan 0,2 ml asam sulfat encer p dan 5 ml
air, sari 4 kali tiap kali dengan 25 ml eter, uapkan kumpulkan sari eter dengan
mengalirkan udara panas, suhu lebur ± 130°.
 Menurut Metede Analisa, 1993, Pusat Pengembangan Obat dan Makanan. Direktorat
Jendral POM, Departemen Kesehatan RI, memuat identitikasi CTM secara KLT sebagai
berikut :
 Fase Diam : Silika gel GF 254
 Fase Gerak :
 Etilasetat - Metanol - Amonia Pekat ( RS : 10 : 5 )
 Benzen - dioksan - Amonia Pekat ( 65 : 30 : 5 )
 Metanol - Amonia Pekat ( 100 : 1,5 )

 Penampak bercak :
 C'allaya Ultraviolet 254 nm terjadi peredaman fluoresensi
 Larutan iodoplatinut - asam, bercak berwarna ungu abu – abu
 Uap iodium, bercak bewarna ungu abu – abu

B. Contoh uji

Uji Keseragaman bobot


Dilakukan uji keseragaman diambil tablet klorfeniramin maleat dengan bahan
pengisi selulosa mikrokristal dari nata de coco dengan persyaratan:
Untuk bobot rata-rata 151 mg sampai dengan 300 mg, penyimpangan untuk kolom A
adalah tidak lebih dari 7,5 % dan kolom B tidak lebih dari 15 %.

Uji Friabilitas Tablet


Uji Friabilitas Tablet = a-b /a x 100%
Dimana: a = bobot 20 tablet sebelum diputar dengan friabilator (gram)
b = bobot tablet sesudah diputar dengan friabilator (gram)
F = Friabilitas (%)
Syarat friabilitas tablet:
Kehilangan bobot tidak boleh lebih dari 0,8 % (F ≤ 0,8%).

Uji Kekerasan tablet


Uji ini dilakukan untuk emnjamin ketahanan tablet terhadap gaya mekanis pada
proses pengemasan dan penghantaran. Prosedurnya diambil 20 tablet diambil secara
acak laludiukur kekerasannya menggunakan hardness tester.

Uji Waktu Hancur

Dilakukan dengan memasukkan 5 tablet kedalam keranjang, naik turunkan


keranjang secara teratur 30 kali tiap menit, tablet dinyatakan hancur jika tidak ada
bagian tablet yang tertinggal di atas kas, kecuali melalui melalui fragmen yang
berasal dari zat penyalut. Kecuali dinyatakan lain, waktu yang diperlukan untuk
menghancurkan kelima tablet tidak lebih dari 15 menit untuk tablet tidak bersalut.
2. PROMETAZIN HCL

A. Uji identifikasi

menurut FI IV: Spektrum serapan infra merah. Sampel didispersikan dalam kalium
bromida. Menunjukan adanya reaksi klorida seperti tertera pada uji identifikasi umum
Cara lain untuk identifikasi dapat dilakukan dengan: KLT KCKT EFEK
FARMAKOLOGIS YANG DITIMBULKAN PROMETAZINE HYDROCLORINE
Setelah pemberian oral atau parenteral, AH1 diabsorpsi secara baik. Efeknya timbul
menit setelah pemberian oral dan maksimal setelah 1-2 jam. Lama kerja AH1 setelah
pemberian dosis tunggal kira-kira 4-6 jam, untuk golongan klorsiklizin 8-12 jam.
Difenhidramin yang diberikan secara oral akan mencapai kadar maksimal dalam
darah setelah kira-kira 2 jam dan menetap pada kadar tersebut untuk 2 jam
berikutnya, kemudian dieliminasi dengan masa paruh kira-kira 4 jam.kadar tertinggi
terdapat pada paru-paru sedangkan pada limpa, ginjal, otak, otot dan kulit kadarnya
lebih rendah. Tempat utama biotransformasi AH1 ialah hati, tetapi dapat juga pada
paru-paru dan ginjal. Tripelenamin mengalami hidroksilasi dan konjugasi sedangkan
klorsiklizin dan siklizinterutama mengalami demetilasi. AH1 diekskresi melalui urin
setelah 24 jam, terutama dalam bentukmetabolitnya.

B. Contoh uji

Pengujian Keseragaman Berat


Uji ini dilakukan untuk menjaminkeseragaman berat dan sediaanpatch.Digunakan
10 sediaanpatchmasing-masingsediaan kemudian ditimbang dan dilihatvariasi
bobotnya(10)

.Pengujian Morfologi
Uji ini dilakukan untuk mengetahuimorfologi permukaanpatchdan sebaranaktif
dalam sediaan. Uji ini menggunakanmetodeScanning Electron Microscopy(SEM)

.Pengujian Keseragaman Kadar DalamSediaanPatchPrometazin HCl


Patchtransdermal dipotong menjadi 5bagian dan masukan kedalam larutan
daparfosfat pH 7,4 isotonis. Kemudian gojokcampuran tersebut selama 24 jam
agartercapai larutan yang homogen selanjutnyadilakukan filtrasi. Pengukuran
kadarmenggunakan metode pengukuran kadarprometazin HCl dengan
spektrofotometriuv-vis yang sudah tervalidasi(8). Sediaanpatchyang telah dipreparasi
di ukurserapannya dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 254
nmdengan menggunakan persamaan garis lurusY=0,0821X-0,008(8).

Uji %Moisture content


Uji ini dilakukan untuk mengetahuiseberapa besar kandungan air pada
sediaanpatch. Uji ini dilakukan dengan caramenyimpan sediaanpatchyang
telahditimbang di dalam desikator yangmengandung kalsium kiorida pada suhuruang
selama 24 jam. Kemudian ditimbangsampai beratnya konstan. Nilai rentang
yangdikehendaki < 10 %(11).

Uji penetrasi prometazin HCl secara invitro


Kulittikusyang diperoleh dari tikusjantan galur Wistar dengan usia sekitar2-
3bulan dengan berat150–210g yang telahdikorbankan melalui dislokasi
leher,dicukurrambutnya dengan menggunakanalat cukurlistrik.Lemak yang ada pada
sisi dermisdihilangkan dengan skalpel. Kulit yangsudah bersih, direndam selama 1
jam dalamlarutan dapar fosfat isotonis pH 7,4 sebelumuji penetrasi dilakukan.Uji
penetrasi dilakukan denganmenggunakanFranz-like diffusion cell.Bagian donor berisi
sediaanpatchuji sesuaidengan formula. Membran pemisahkompartemen donor dan
aseptor adalah kulittikus dengan luas membran efektif 1,77 cm2.Membran diletakkan
antara kompartemen

3. KAFEIN

A. Uji identifikasi

a. Tes asam amalik, terjadi perubahan warna dari orange menjadi violet
b. Tes zwikker (5 tetes larutan sampel + 3 tetes pereaksi), terbentuk warna hijau-
ungu
c. Aqua brom, terbentuk warna jingga tidak stabil
d. Larutan sampel dalam air + I2, tidak terbentuk endapan, ketika direaksikan
dengan HCl terbentuk
e. endapan coklat yang melarut saat ditambahkan NaOH
f. Larutn sampel + larutan tanin, menghasilkan endapan putih yang melarut pada
penambahan
g. larutan tanin berlebih
h. Dragendorf, terbentuk warna kuning-orange

B. Contoh uji

1. Uji ekstraksi kafein


dari Teh Lima kantung teh ditambah dengan 10 gram serbuknatrium
karbonat dimasukkan kedalam erlenmeyer 250m l , y a n g k e m u d i a n
ditambahkan 113 ml air men didih.Larutan didiamkan selama 7
menit, setelah d i d i a m k a n larutan dipisahkan kedalam dua
erlenme9er. -rlenme9erp e r t a m a d i i s i o l e h l a r u t a n c a m p u r a n d a r i
t e h , n a t r i u m karbonat, dan air. Sedangkan erlenme9er kedua diisi
oleh kantung teh. -rlenme9er kedua yang berisi kantung teh dipanaskan selama
20 menit agar menghasilkan ekstrak.Setelah dipanaskan, ekstrak yang didapat
digabungkan dengan larutan pada erlenmeyer pertama. ekstrak teh dimasukkan
kedalam dorong pisah sebanyak 60 ml,kemudian ditambahkan 20 ml
diklorometana. Dikodoksedara perlahan, kemudian ditambahkan lagi 15 ml
diklorometana setelahnya diekstraksi ulang. Sesaatsetelah dikocok, fasa organik
dipisahkan dengan fasa bawah. fasa organik kemudian ditambahkan CaCl2
diaduk,dan disaring. Setelahnya dilakukan e!aporasi menggunakan waterbet pada
suhu 40 C hingga ekstrak mencapai volume 40 ml

2. Lapis Tipis Larutan sampel ekstrak kafein


dimasukkan kedalam pipa kapiler. Sampel ekstrak kafein diteteskan ke
kertassilika ditengah batas bawah yang kemudian disinari sinar UV . Setelah
disinari UV kertas dicelupkan kedalam gelaskimia yang berisi kloroform-metanol
(9:1), kemudian setelah dicelupkan kertas diposisikan berdiri. Kertas didiamkan
hingga nodanya naik hingga batas atas,kemudian didiamkan kembali hingga
kertas mengering.Setelah kering kertas dimasukkan kedalam UV-VIS,kemu$ian
ditandai, diamati, serta dihitung nilai RF nodanya

4. THEOFILIN

A. Uji identifikasi

Reaksi Meyer:larutan senyawa ditambah HCl Meyer terjadi


endapanb.Reaksi asam pikrat: larutansenyawa ditambah larutan asam
pikrat terjadiendapan (lihat dengan mikroskop)c.Larutan senyawa
dengan larutan sublimat terjadi endapan (lihat mikroskopik)

B. Contoh uji

1. Uji sifat fisik


tablet berupa keseragaman bobot dengan hasil CV sebesar 2,6% di
mana bobot rata-rata dari tablet yang kami miliki sebesar 543,22 mg. Uji
ini dilakukan dengan jalan menimbang 20 tablet satu persatu kemudian
dihitung rata-ratanya dan penyimpangan tiap tablet terhadap bobot rata-
ratanya.

2. Uji terhadap kekerasan tablet


untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan bahan pengikat terhadap
tablet. uji ini ditujukan untuk mengukur kekuatan tablet dalam
menghadapi benturan pada saat distribusi ataupun penyimpanan. Tablet
yang baik adalah tablet yang memiliki kekuatan yang optimum sehingga
tidak mudah hancur dan lebih tahan dengan segala kondisi. Hasil yang
didapat adalah dari rata-rata hasil pengukuran dengan menggunakan
Stokes Monsanto Hardness Tester.

3. Uji kerapuhan tablet


dengan menggunakan alat friabilator yakni 20 tablet dibebas debukan
dengan aspirator, ditimbang seksama dan kemudian dimasukan ke dalam
friabilator. Pengujian ini dilakukan selama 4 menit atau 100 putaran.
Setelah dilakukan pengujian didapatkan nilai kerapuhan dari tablet uji
sebesar 0,7579% di mana tablet dianggap baik bila kerapuhannya tidak
lebih dari 1%.
4 . Uji waktu hancur
yang mana dapat memberikan gambaran waktu yang dibutuhkan
tablet untuk hancur. Waktu hancur ini dapat dianalogikan sebagai
kecapatan obat hancur di dalam tubuh. Kecepatan waktu hancur
berpengaruh pada kecepatan efek yang ditimbulkan dari obat, semakin
cepat hancur maka obat akan lebih cepat diabsorsi dan kemungkinan
akan semakin cepat pula menimbulakan efek terapinya.

5 . Uji disolusi
menggunakan alat model USP XXIII dengan pengaduk dayung. Uji
ini dilakukan untuk mengukur banyaknya obat dan kadar zat aktif yang
dapat bereaksi pada waktu tertentu. Untuk tujuan terapeutik tablet
model ini diusahakn agar kadar obat tinggi hanya dalam waktu yang
singkat. Pengujian dilakukan dengan jalan tablet uji dimasukkan ke
dalam alat disolusi kemudian dilakukan pengambilan sampel dan
dihitung absorbansinya. Pada uji ini didapatkan kadar Theophyllin yang
sangat kecil, sehingga dapat disimpulkan bahwa tablet Theophyllin
tersebut tidak mengalami disolusi dengan baik, karena sampai pada
menit ke 60 masih memberikan kadar yang sangat kecil. Ini disebabkan
karena banyaknya bahan pengikat yang ditambahkan, sehingga obat
akan sulit dan lama untuk keluar dari sediaannya dan terlarut.
DAFTAR PUSTAKA

 oyce jammes, Colin Baker, dkk. 2006.


 Prinsip Prinsip Sains Untuk Keperawatan( principles of science for nurses )
 : Jakarta.
 Prinsip Sains Untuk
 Keperawatan
 ( principles of science for nurses )
 : Jakarta
 Keenan, Charles W, kleinfelter, dkk., 1994.
 Kimia Untuk Universitas . Erlangga: Jakarta Sumardjo, damin. 2009.
 Pengantar Kimia: Buku Panduan kuliah mahasiswa
 kedokteran dan program strata 1 Fakultas Bioeksata Semarang.
 pharmacy.blogspot.com/search?q=analisis+kualitatif.html Diakses 30 Maret 2012
 Gandjar, Ibnu
 Gholib dan Abdul Roman. 2007.
 Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar: Yogyakarta
 Departemen Kesehatan RI.1974.Ekstra
 Farmakope Indonesia. Jakarta: PT FARITEX
 Digregorio & Ruch, 1980; Moolenaar et al, 1981
 et al, 1981
 Farmakologi dan Terapi edisi IV (FK UI1995)
 Schwinghammer et al, 1984
 Taylor et al.1993
 Farmakope edisi III