Anda di halaman 1dari 108

MODUL

PAJAK PENGHASILAN
ORANG PRIBADI

DISUSUN OLEH : KODARUSMAN


POKOK BAHASAN

DASAR HUKUM

SUBYEK PAJAK

OBYEK PAJAK

KEWAJIBAN FORMAL WAJIB PAJAK

PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO


POKOK BAHASAN
TARIF PAJAK

FF

GG

SIMULASI PENGISIAN SPT TAHUNAN MANUAL

SIMULASI e-SPT PPh ORANG PRIBADI


DASAR HUKUM
UNDANG-UNDANG
NO. 36 TAHUN 2008
TENTANG
PAJAK PENGHASILAN
(perubahan keempat UU Nomor 7 TAHUN 1983)
SUBYEK PAJAK
Adalah pihak yg dikenai kewajiban
utk melaksanakan pemenuhan hak dan
kewajiban perpajakan.

WAJIB PAJAK adalah orang pribadi atau badan, meliputi


pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yg
mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Orang Pribadi & Warisan yg belum dibagi

BADAN

Bentuk Usaha Tetap


Tempat kedudukan manajemen; Cabang perusahaan; Kantor
perwakilan

Gedung kantor; pabrik; bengkel; gudang; ruang promosi


& penjualan

Pertambangan & penggalian SDA; perikanan, peternakan,


perikanan, perkebunan, kehutanan dll ....
SUBYEK PAJAK DALAM NEGERI
• ORANG PRIBADI (bertempat tinggal di Indonesia > 183 hari dalam 12
bln, atau dlm suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai
niat utk bertempat tinggal di Indonesia;
• BADAN (didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia), kecuali
unit tertentu dari badan pemerintah yg memenuhi kriteria :
• Pembentukannya berdasarkan UU;
• Sumber dana dari APBN/D;
• Penerimaan dimasukkan dlm anggaran pemerintah pusat atau
daerah;
• Pembukuan diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara.
• WARISAN YG BELUM TERBAGI (satu kesatuan menggantikan yg
berhak)
SUBYEK PAJAK LUAR NEGERI
•ORANG PRIBADI (OP) yg tdk bertempat tinggal di
Indonesia, OP yg berada di Indonesia < 183 hari dalam
12 bln, dan badan yg tdk didirikan dan tdk bertempat
kedudukan di Indonesia; yg menjlnkan
usaha/melakukan kegiatan melalui BUT di Indonesia.
•ORANG PRIBADI (OP) yg tdk bertempat tinggal di
Indonesia, OP yg berada di Indonesia < 183 hari dalam
12 bln, dan badan yg tdk didirikan dan tdk bertempat
kedudukan di Indonesia; yg dpt menerima atau
memperoleh penghasilan dari Indonesia tdk dari
menjlnkan usaha/melakukan kegiatan melalui BUT di
Indonesia.
SUBYEK PAJAK DN  saat dilahirkan, berada atau
berniat utk tinggal di Indonesia. BERAKHIR 
meninggal dunia, atau meninggalkan Indonesia
utk selamanya (Pasal 2A ayat (1))

SUBYEK PAJAK LN  saat menerima/memperoleh


penghasilan dr Indonesia. BERAKHIR  tidak lagi
menerima/memperoleh penghasilan tsb
WARISAN BLM TERBAGI  saat timbulnya warisan
tsb.
BERAKHIR  selesai dibagi (Pasal 2A ayat (2))

BADAN  saat badan tsb didirikan/bertempat


kedudukan di INdonesia.
BERAKHIR  dibubarkan/tdk lagi bertempat
kedudukan di Indonesia.
Kantor perwakilan negara asing

Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat


lain dr negara asing dan orang2 yg diperbantukan yg
bekerja dan tinggal bersama mereka dg syarat BUKAN
WNI dan di Indonesia tdk menerima/memperoleh
penghasilan di luar jabatan atau pekerjaanya serta negara
bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik
Organisasi2 internasional, dg syarat Indonesia mjd anggota
organisasi tsb dan tdk menjalankan usaha/kegiatan lain utk
memperoleh penghasilan dr Indonesia

Pejabat perwakilan organisasi internasional dg syarat bkn


WNI dan tdk menjalankan usaha, kegiatan atau pekerjaan lain
utk memperoleh penghasilan dari Indonesia

Organisasi Internasional
• ADB (asian development bank)
• IBRD (international bank for reconstruction and development)
• IFC (international finance corporation)
• IMF (international monetary fund)
• UNDP (united nation development programme) : WTO, WHO, UNICEF,
UNESCO dll
Dikenai pajak atas penghasilan yg diterima/diperoleh dr
INDONESIA DAN/ATAU LUAR INDONESIA

Dikenai pajak berdasarkan PENGHASILAN NETO X TARIF


UMUM

WAJIB MENYAMPAIKAN SPT TAHUNAN sbg sarana utk


menetapkan pajak yang terutang dalam suatu tahun pajak
Dikenai pajak HANYA atas penghasilan yg diterima/diperoleh dr
SUMBER PENGHASILAN DI INDONESIA

Dikenai pajak berdasarkan PENGHASILAN BRUTO X TARIF


PAJAK SEPADAN

TIDAK WAJIB MENYAMPAIKAN SPT TAHUNAN karena kewajiban


pajaknya dipenuhi melalui pemotongan yg bersifat FINAL
SUBYEK PAJAK WAJIB
PAJAK

Persyaratan
Persyaratan
subyektif +
subyektif
obyektif
OBYEK PAJAK
Obyek pajak
penghasi
lan
Setiap tambahan kemampuan
ekonomis yg diterima/diperoleh
WP, baik yg berasal dr
Indonesia maupun dr luar
Indonesia, yg dpt dipakai utk
konsumsi/utk menambah kekayaan
WP ybs, dg nama & dlm bentuk
apa pun (Pasal 4(1) UU PPh)
 Modal (harta
gerak/tdk gerak);
 Usaha & kegiatan
bunga, royalty,
dividen, sewa dll

 pekerjaan dlm
hub kerja & pek  lain-lain
bebas (gaji, (pembebasan utang,
honor;dkter,notaris, hadiah)
pengacara dll)
PENGHASILAN
Penghasilan
yg dikenakan
Pajak bersifat
Final
Penghasilan Penghasilan
sbg obyek yg bukan
Pajak obyek Pajak

PENGHASILAN
• PENGGANTIAN/IMBALAN BERKENAAN DG PEKERJAAN ATAU JASA YG DITERIMA
– Upah, gaji, premi asuransi jiwa/asuransi kesehatan yg dbyr oleh pemberi kerja atau imbalan
lainnya (imbalan dalam bentuk natura)
• HADIAH DARI UNDIAN/PEKERJAAN/KEGIATAN DAN PENGHARGAAN
– Hadiah undian tabungan, hadiah dr pertandingan olah raga. Penghargaan : imbalan yg diberikan
sehubungan dg kegiatan tertentu. ex : penemuan benda purbakala
• LABA USAHA
– keuntungan dari suatu kegiatan usaha
• KEUNTUNGAN KARENA PENJUALAN/KARENA PENGALIHAN HARTA, TERMASUK
– Keuntungan krn pengalihan harta kpd perseroan, persekutuan dan badan lainnya sbg pengganti
saham/penyertaan modal;
– Keuntungan krn likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, pengambilalihan
usaha atau reorganisasi dlm bentuk apapun;
– Keuntungan krn pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan kecuali yg diberikan
kpd keluarga sedarah garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan, badan
pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi atau orang pribadi yg menjalankan usaha
mikro dan kecil yg ketentuannya diatur dg PMK sepanjang tdk ada hubungannya dg usaha,
pekerjaan, kepemilikan atau penguasaan diantara pihak-pihak yg bersangkutan
– Keuntungan krn penjualan/pengalihan sebagian/seluruh hak penambangan, turut serta dalam
pembiayaan/permodalan dlm perusahaan pertambangan.
• PENERIMAAN KEMBALI PEMBAYARAN PAJAK YG TELAH DIBEBANKAN SBG BIAYA DAN PEMBAYARAN
TAMBAHAN PENGEMBALIAN PAJAK
– Pengembalian pajak yg telah dibebankan sbg biaya saat menghitung penghasilan kena pajak mrp
obyek pajak. Contoh PBB yg telah dibebankan sbg biaya, karena suatu sebab dikembalikan, maka
jumlah yg dikembalikan tsb mrp penghasilan;
• BUNGA TERMASUK PREMIUM, DISKONTO DAN IMBALAN KARENA JAMINAN PENGEMBALIAN UTANG
– Bunga  premium, diskonto dan imbalan sehubungan dg jaminan pengembalian utang
– Premium : obligasi dijual diatas nilai nominalnya
– Diskonto : obligasi dibeli dibawah nilai nominalnya
• DIVIDEN DG NAMA DAN DALAM BENTUK APAPUN TERMASUK DIVIDEN DARI PERUSAHAAN ASURANSI KPD
PEMEGANG POLIS DAN PEMBAGIAN SISA HASIL USAHA. TERMASUK DLM PENGERTIAN DIVIDEN
– Pembagian laba langsung atau tidak langsung
– Pembayaran kembali karena likuidasi yg melebihi jml modal disetor
– Pemberian saham bonus yg dilakukan tanpa penyetoran
– Pembagian laba dalam bentuk saham
– Pencatatan tambahan modal yg dilakukan tanpa penyetoran
– Jml yg melebihi jml setoran sahamnya krn pembelian kembali saham2 oleh perseroan
– Pembayaran kembali seluruhnya/sebagian dr modal yg disetorkan jika dlm tahun2 yg lampau diperoleh
keuntungan
– Pembagian SHU kpd anggota koperasi
– Pengeluaran perusahaan utk keperluan pribadi pemegang saham yg dibebankan sbg biaya perusahaan
– Pembayaran dividen terselubung (pembayaran bunga pinjaman melebihi kewajaran)
• ROYALTI ATAU IMBALAN ATAS PENGGUNAAN HAK
– Penggunaan /hak menggunakan hak cipta, ilmiah, teknikal, industrial, komersial dll
• SEWA DAN PENGHASILAN LAIN SEHUBUNGAN DG PENGGUNAAN HARTA
– Sewa tanah dan/atau bangunan, sewa peralatan berat dll
• KEUNTUNGAN KARENA PEMBEBASAN UTANG
– Bagi pihak yg berutang mrp penghasilan, bagi pihak yg berpiutang dpt dibebankan sbg
biaya
• KEUNTUNGAN KARENA SELISIH KURS MATA UANG ASING
• SELISIH LEBIH KARENA PENILAIAN KEMBALI AKTIVA
• PREMI ASURANSI
• IURAN YG DITERIMA/DIPEROLEH PERKUMPULAN DR ANGGOTANYA YG TERDIRI DR Wajib
Pajak YG MENJALANKAN USAHA ATAU PEKERJAAN BEBAS
• TAMBAHAN KEKAYAAN BERSIH YG BERASAL DARI PENGHASILAN YG BELUM DIKENAKAN
PAJAK.
• PENGHASILAN DARI USAHA BERBASIS SYARIAH
• IMBALAN BUNGA YG DIATUR DI UNDANG-UNDANG KUP
• SURPLUS BANK INDONESIA
Penasehat,
pengajar, pelatih,
Olahragawan penceramah,
penyuluh dan
moderator

Pemain musik, MC, Pengarang,


penyanyi, pelawak peneliti,
dan sejenisnya penerjemah

Tenaga ahli :
Agen iklan,
pengacara,
akuntan, arsitek, Pekerjaan perantara, agen
asuransi,
dokter, konsultan,
notaris, penilai Bebas distributor MLM
atau direct selling
dan aktuaris
Penghasilan kantor
pusat dari
usaha/kegiatan,
penjualan barang,
pemberian jasa yg
dijalankan/dilakukan
di Indonesia
Penghasilan dari Penghasilan dari
usaha/kegiatan BUT dividen, royalty,
& dari harta yg imbalan jasa lainnya
dmiliki/dikuasai di Indonesia

OBYEK
PAJAK
BUT
Sistem pengenaan pajak menganut asas  keluarga sbg satu
kesatuan ekonomis (penghasilan/kerugian dr seluruh anggota
keluarga digabungkan sbg satu kesatuan yg dikenai pajak
dan pemenuhan kewajiban perpajakannya dilakukan oleh
KEPALA KELUARGA).
Penggabungan penghasilan istri tdk dilakukan dlm hal
penghasilan istri diperoleh dr pekerjaan sbg pegawai yg
telah dipotong pajak oleh pemberi kerja, dg ketentuan
bahwa :

• Penghasilan istri semata-mata diperoleh dr satu pemberi


kerja;
• Penghasilan istri berasal dari pekerjaan yg tdk ada
hubungannya dg usaha/pekerjaan bebas suami atau anggota
keluarga lainnya.
Suami-istri telah hidup berpisah
berdasarkan putusan hakim

Dikehendaki secara tertulis oleh


suami-istri berdasarkan perjanjian
pemisahan harta dan penghasilan

Dikehendaki oleh istri yg memilih utk


menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya
sendiri
BUNGA DEPOSITO DAN TABUNGAN LAINNYA, BUNGA OBLIGASI DAN SURAT UTANG NEGARA DAN BUNGA
SIMPANAN YG DIBAYARKAN OLEH KOPERASI KPD ANGGOTA KOPERASI ORANG PRIBADI

PENGHASILAN BERUPA HADIAH UNDIAN

PENGHASILAN DARI TRANSAKSI SAHAM DAN SEKURITAS LAINNYA, TRANSAKSI DERIVATIF YG


DIPERDAGANGKAN DI BURSA DAN TRANSAKSI PENJUALAN SAHAM ATAU PENGALIHAN PENYERTAAN MODAL
PADA PERUSAHAAN PASANGANNYA YG DITERIMA OLEH PERUSAHAAN VENTURA

PENGHASILAN DARI TRANSAKSI PENGALIHAN HARTA BERUPA TANAH DAN/ATAU BANGUNAN, USAHA JASA
KONSTRUKSI, USAHA REAL ESTATE DAN PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN

DIVIDEN

PENGHASILAN TERTENTU LAINNYA YG DIATUR DENGAN ATAU BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH


(MISAL PP 46/2013)
•Wajib Pajak ORANG PRIBADI/BADAN TIDAK TERMASUK BUT
•MENERIMA PENGHASILAN DARI USAHA, TDK TERMASUK PENGHASILAN DARI JASA SEHUBUNGAN DG PEKERJAAN BEBAS <4,8 M SETAHUN
•DIKECUALIKAN : PENGHASILAN YG DIPEROLEH DARI JASA SEHUBUNGAN DG PEKERJAAN BEBAS; PENGHASILAN YG DITERIMA/DIPEROLEH DARI
LUAR NEGERI; PENGHASILAN DARI USAHA YG ATAS PENGHASILANNYA TELAH DIKENAI PPh YG BERSIFAT FINAL DG KETENTUAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN PERPAJAKAN TERSENDIRI
•PENGHASILAN YG DIKECUALIKAN SBG OBYEK PAJAK
Penghasilan istri
dari satu
pemberi kerja
Penghasilan dr
Pesangon, THT dan bangunan yg diterima
Tebusan Pensiun yg dlm rangka bangun
dibayar sekaligus guna serah (BOT build
operate transfer)

Honorarium dari dana Penghasilan Penghasilan sbg


APBN/D (Wajib Pajak Final agen/penyalur/dealer
PNS) BBM
Lainnya
Bantuan/sumbangan termasuk zakat;
harta hibahan yg diterima oleh keluarga sedarah dlm garis
keturunan lurus satu derajat

Warisan

Penggantian/imbalan sehubungan dg pekerjaan/jasa yg diterima/diperoleh dlm


bentuk natura dan/atau kenikmatan dr Wajib Pajak/pemerintah kecuali yg
diberikan oleh bukan Wajib Pajak, Wajib Pajak yg dikenakan pajak sec. final atau
Wajib Pajak yg menggunakan norma penghitungan khusus.
Penggantian/imbalan = tambahan kemampuan ekonomis bukan dlm bentuk
rupiah.
Pembayaran dari perusahaan asuransi kpd orang pribadi (asuransi kesehatan,
kecelakaan, jiwa, dwiguna, bea siswa)

Deviden/bagian laba yg diterima atau diperoleh PT, koperasi, BUMN/D dari


penyertaan modal pada badan usaha yg didirikan dan berkedudukan di Indonesia

Bagian laba yg diterima/diperoleh anggota dr perseroan komanditer yg


modalnya tdk terbagi atas saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi,
termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif

Beasiswa yg memenuhi persyaratan tertentu

Bantuan/santunan yg dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.


KEWAJIBAN FORMAL
WAJIB PAJAK
Sistem
Pajak

Self Official
assesment assesment
MENYETOR

MENGHITUNG MELAPORKAN

DILAKUKAN
SENDIRI
menghitung

Sesuai Kondisi
usaha yg
sesungguhnya

Sesuai jenis
Pajak

Menghitung
Pajak Terutang
menyetor

Internet
banking/m-
banking

Bank Persepsi
(teller/atm/mini
atm)

Kantor Pos
MELAPOR

Kurir/Jasa
Paket

Via jasa pos

Langsung Ke
KPP domisili
SURAT PEMBERITAHUAN

PPh 25/4(2)

MASA PPh 21/26

SPT PPN & PPnBM

1770
TAHUNAN 1770 S
1770 SS
PPh Pasal 25
•Utk melaporkan besarnya angsuran pajak
dlm thn berjalan yg hrs dibyr sendiri oleh WP

PPh Pasal 21/26


•Utk melaporkan pemotongan pajak atas
penghasilan sehubungan dg pekerjaan,
jasa/kegiatan dlm bentuk apapun yg
diterima/diperoleh WP OP DN dan LN
PPh Pasal 4 ayat (2)
•Utk melaporkan PPh Final WP dg
peredaran bruto tertentu (PP 46/2013)

PPN/PPnBM
•Utk melaporkan pemungutan
PPN/PPnBM atas penyerahan BKP/JKP
Form 1770 utk WP yg mpy penghasilan
• Dari usaha/pekerjaan bebas
• Dari satu/lebih pemberi kerja
• Yg dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final
• Dlm negeri lainnya atau luar negeri

Form 1770 S bagi WP yg mpy


penghasilan
• Dari satu/lebih pemberi kerja
• Dlm negeri lainnya
• Yg dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final
Form 1770 SS utk WP yg mpy penghasilan
selain dr usaha dan/atau pekerjaan bebas dg
jumlah penghasilan bruto < 60 juta setahun

Sec. Garis besar, SPT Tahunan


menggambarkan
•Penghasilan yg diterima/diperoleh selama
setahun
•Harta pada akhir tahun
•Hutang/kewajiban pada akhir tahun
CARA MENGHITUNG
PAJAK PENGHASILAN
PPh
Terutang

Norma
Penghitungan Pembukuan
Penghasilan Neto (Pasal 28 UU KUP)
(Pasal 14 UU PPh)
adalah pedoman utk menentukan besarnya penghasilan neto
yg diterbitkan oleh Dirjen Pajak dan disempurnakan
terus menerus (Per Dirjen Pajak No. 17/2015  mulai tahun
2016):

Tidak terdpt dasar penghitungan yg lebih


baik (pembukuan tdk dilaksanakan oleh WP)

Pembukuan atau catatan peredaran bruto WP


diselenggarakan secara tidak benar
Hanya utk WP dg omset <4,8 M

Wajib ada pemberitahuan sblmnya (3 bln pertama dr thn pjk yg


bersangkutan)

Wajib membuat pencatatan atas peredaran usaha &


penghasilannya

WP tdk dapat mengakui kerugian atas usahanya

Penghasilan neto = peredaran usaha setahun X % norma yg berlaku


utk WP dg omset >4,8 M

Lebih obyektif, dpt melaporkan kondisi usaha yg


sesungguhnya

Wajib mengadministrasikan dokumen pendukung

WP dapat mengakui kerugian usahanya, diperhitungkan ke


tahun berikutnya

Penghasilan neto = peredaran usaha – HPP – Biaya Operasional


NORMA PEMBUKUAN
Peredaran usaha XXX Peredaran usaha XXX

% Norma % HPP XX

Penghasilan neto XXX Laba bruto XXX

Biaya usaha XX

Laba neto
XXX
(komersiil)

Koreksi fiskal (+/-) X

Laba neto (fiskal) XX


WP OP/Badan WP OP/Badan

Omset Omset
Setahun Setahun
<4,8M >4,8M

PPh Final 1% Tarif PPh


Pasal 17
Darmawan adalah seorang pengusaha di bidang perdagangan dan
telah terdaftar sebagai Wajib Pajak di KPP Pratama
Purwokerto. Peredaran usaha tahun 2015 adalah sebesar Rp
3.987.500.000,00.
Peredaran usaha bulan Januari s.d. Juni 2016 adalah sbb :
Januari Rp 350.000.000,00
Februari Rp 325.000.000,00
Maret Rp 332.000.000,00
April Rp 341.000.000,00
Mei Rp 301.000.000,00
Juni Rp 343.000.000,00

* Hitunglah Pajak yang Terutang tahun 2016


Besarnya Penghasilan Kena Pajak
dihitung sbb :

PENGHASILAN BRUTO dikurangi


BIAYA YG MEMENUHI SYARAT 3M
(mendptkan, menagih & memelihara
penghasilan)
• Biaya yg sec. Langsung atau tdk langsung berkaitan dg kegiatan
usaha (biaya pembelian bahan, upah, gaji dan sejenisnya, biaya
bunga, sewa, royalty, premi asuransi, promosi, pajak kecuali PPh)
• Biaya penyusutan (akan dibahas khusus di slide2 berikutnya)
• Iuran kpd dana pensiun yg pendiriannya tlh disahkan Menkeu
• Kerugian krn penjualan/pengalihan harta; selisih kurs mata uang
asing; biaya bea siswa, magang, pelatihan; biaya pengembangan dan
penelitian
• Piutang yg nyata-nyata tdk dpt ditagih dg syarat :
– Telah dibebankan sbg biaya dlm laporan laba rugi komersial
– Wajib Pajak hrs menyerahkan daftar piutang yg tdk dpt ditagih
kpd ditjen pajak
– Telah diserahkan perkara penagihannya kpd pengadilan
negeri/instans pemerintah yg menangani piutang negara; adanya
perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan
utang antara debitur dan kreditur ybs; telah dipublikasikan
dlm penerbitan umum atau khusus; adanya pengakuan dr debitur
bhw utangnya telah dihapuskan utk jumlah uang ttt
– Syarat point ketiga diatas tdk berlaku utk penghapusan piutang
tak tertagih debitur kecil.
Pembagian laba dg nama & dlm bentuk apapun sprti dividen,
termasuk dividen yg dibyrkan oleh perusahaan asuransi kpd
pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;

Biaya yg dibebankan/dikeluarkan utk kepentingan pribadi pemegang


saham, sekutu atau anggota;

Pembentukan atau pemupukan dana cadangan, kecuali :

•Cadangan piutang tak tertagih utk usaha bank dan badan usaha lain yg menyalurkan
kredit, sewa guna usaha dg hak opsi, perusahaan pembiayaan konsumen, dan
perusahaan anjak piutang;
•Cadangan utk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yg dibentuk oleh
BPJS;
•Cadangan penjaminan utk Lembaga Penjamin Simpanan;
•Cadangan biaya reklamasi utk usaha pertambangan;
•Cadangan biaya penanaman kembali utk usaha kehutanan;
•Cadangan biaya penutupan & pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri, yg
syarat dan ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan PMK;
Premi asuransi kesehatan, kecelakaan, jiwa, dwiguna,
bea siswa, yg dbyr oleh WP orang pribadi, kecuali yg
dibayar oleh pemberi kerja (premi dihitung sbg
penghasilan bgi WP ybs);

Penggantian atau imbalan sehubungan dg


pekerjaan/jasa yg diberikan dlm bentuk natura &
kenikmatan. Kecuali penyediaan makanan/minuman bagi
seluruh pegawai atau di daerah tertentu & yg
berkaitan dg pelaksanaan pekerjaan yg diatur PMK;

Jumlah yg melebihi kewajaran yg dibayarkan kpd


pemegang saham atau kpd pihak yg mpy hub istimewa
sehub dg pekerjaan yg dilakukan.
WP mpy penyertaan modal langsung/tdk langsung
paling rendah 25% pd WP lain;

WP menguasai WP lainnya atau dua atau lebih WP


berada dibawah penguasaan yg sama baik langsung
maupun tdk langsung;

Terdpt hubungan keluarga baik sedarah maupun


semenda dlm garis keturunan lurus dan/atau ke
samping satu derajat.
Harta yg dihibahkan, bantuan/sumbangan, dan warisan; kecuali
sumbangan/zakat yg diberikan oleh badan amil zakat yg dibentuk/disahkan
oleh pemerintah atau sumbangan keagamaan yg sifatnya wajib bgi pemeluk
agama yg diakui di Indonesia yg diterima oleh lembaga keagamaan yg
dibentuk/disahkan oleh pemerintah.

Pajak Penghasilan;

Biaya yg dibebankan/dikeluarkan utk kepentingan pribadi WP atau orang yg


mjd tanggungannya;

Gaji yg dibayarkan kpd anggota persekutuan, firma atau perseroan


komanditer yg modalnya tidak terbagi atas saham;

Sanksi administrasi berupa bunga, denda dan atau kenaikan serta sanksi
pidana berupa denda yg berkenaan dg pelaksanaan perundang-undangan
perpajakan.
Pengeluaran utk mendapatkan, menagih
dan memelihara penghasilan  yg mpy
masa manfaat > 1th TIDAK BOLEH
dibebankan SEKALIGUS pada tahun
terjadinya pengeluaran.

Pembebanannya melalui penyusutan/amortisasi


selama masa manfaatnya (sesuai dg jumlah
tahun lamanya pengeluaran tersebut berperan
terhadap penghasilan)  Pasal 11 atau 11A
Pengeluaran utk MEMPEROLEH harta berwujud yg mpy masa manfaat >
1th DIBEBANKAN sbg biaya utk mendptkan, menagih dan memelihara
penghasilan dg cara MENGALOKASIKAN PENGELUARAN tsb selama masa
manfaat harta berwujud melalui penyusutan.
Pengeluaran2 utk memperoleh tanah hak milik, tanah status hak
guna bangunan, hak guna usaha dan hak pakai yg pertama kali
TIDAK BOLEH disusutkan, kecuali apabila tanah tsb dipergunakan
dlm perusahaan/dimiliki utk memperoleh penghasilan dg syarat
NILAI TANAH TSB BERKURANG karena penggunaannya utk memperoleh
penghasilan (genteng, keramik, batubata);

Biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha dan


hak pakai diamortisasikan selama jangka waktu hak-hak
tersebut dimanfaatkan.
Penyesuaian/koreksi yg harus dilakukan
oleh Wajib Pajak sblm menghitung PPh
bagi Wajib Pajak Badan dan Orang
Pribadi (yg menggunakan pembukuan dlm
menghitung penghasilan kena pajak
(PKP))

Adanya perbedaan perlakuan/pengakuan


penghasilan maupun biaya antara
akuntansi komersial dg akuntansi pajak
BEDA TETAP
 Penghasilan & biaya yg diakui dlm penghitungan laba neto utk
akuntansi komersial, tetapi tdk diakui dlm penghitungan akuntansi
pajak.
Contoh penghasilan : sumbangan, bunga bank, hibah, dividen
Contoh biaya : biaya sumbanga, biaya sanksi perpajakan

BEDA WAKTU
 Penghasilan & biaya yg dpt diakui saat ini oleh akuntansi komersial,
tetapi tdk dpt diakui sekaligus oleh akuntansi pajak, biasanya krn
perbedaan metode pengakuan.
Contoh penghasilan : pendapatan laba selisih kurs
Contoh biaya : biaya penyusutan, penilaian persediaan
KOREKSI FISKAL POSITIF
Penyesuaian thd penghasilan neto komersial (diluar unsur penghasilan
yg dikenakan PPh Final & yg tdk termasuk obyek pajak) dlm rangka
menghitung penghasilan kena pajak berdasarkan ketentuan perundang-
undangan yg bersifat MENAMBAH PENGHASILAN dan atau
MENGURANGI BIAYA –BIAYA KOMERSIAL.

KOREKSI FISKAL NEGATIF


Penyesuaian thd penghasilan neto komersial (diluar unsur penghasilan
yg dikenakan PPh Final & yg tdk termasuk obyek pajak) dlm rangka
menghitung penghasilan kena pajak berdasarkan ketentuan perundang-
undangan yg bersifat MENGURANGI PENGHASILAN dan atau
MENAMBAH BIAYA –BIAYA KOMERSIAL.
Pengeluaran perusahaan utk keperluan pribadi & pengeluaran lainnya utk pemegang
saham, sekutu atau anggota, tdk dpt dibebankan sbg biaya perusahaan (Pasal 9 ayat (1)
huruf b UU PPh)

Pembentukan atau pemupukan dana cadangan (Pasal 9 ayat (1) huruf c UU PPh)

Jumlah yg melebihi kewajaran yg dibayarkan kpd pemegang saham/kpd pihak


yg memiliki hubungan istimewa sbg imbalan sehubungan dg pekerjaan yg
dilakukan (Pasal 9 ayat (1) huruf f UU PPh)

Bantuan atau sumbangan termasuk zakat dan harta hibah (Pasal 4 ayat (3)
huruf a UU PPh)

Pajak Penghasilan (Pasal 9 ayat (1) huruf h UU PPh)

Bagian laba yg diterima/diperoleh anggota dr perseroan komanditer yg modalnya tdk


terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi termasuk
pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif (Pasal 4 ayat (3) huruf i UU PPh)
BEBAN/BIAYA YANG MEMPUNYAI MANFAAT < 1 TAHUN
Biaya pada tahun yg bersangkutan, misal gaji, biaya
administrasi dan bunga, biaya rutin lainnya.

BEBAN/BIAYA YANG MEMPUNYAI MANFAAT > 1 TAHUN


Biaya yang mempunyai manfaat lebih dari 1 tahun. Pembebanannya
dilakukan melalui penyusutan/amortisasi.
Disamping itu, apabila dalam suatu tahun pajak didapat kerugian karena
penjualan harta atau karena selish kurs, kerugian2 tsb dpt dikurangkan
dr penghasilan bruto.
GARIS LURUS (straight-line method)
pembebanan biaya dibagi menjadi bagian-bagian yg sama
besar berdasarkan masa manfaat yg ditetapkan bagi harta tersebut;

SALDO MENURUN (declining balance method)


pembebanan biaya dibagi dalam bagian-bagian yg menurun dg
cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku;
GARIS LURUS
Sebuah gedung yg harga perolehannya Rp 1.000.000.000,- dan masa
manfaatnya 20 thn, penyusutan setiap tahun dihitung sbb :

Rp 1.000.000.000,-
----------------- = Rp 50.000.000,-
20 tahun
SALDO MENURUN
Sebuah mesin dibeli dan ditempatkan di bulan Januari 2009, harga
perolehan Rp 150.000.000,-. Masa manfaat mesin tersebut adalah 4
tahun. Misal tarif penyusutan ditetapkan 50%, maka penyusutan
setiap tahunnya dihitung sbb:

Tahun Tarif Penyusutan/Th Nilai Sisa Buku

Harga Perolehan 150.000.000

2009 50% 75.000.000 75.000.000

2010 50% 37.500.000 37.500.000

2011 50% 18.750.000 18.750.000

2012 Disusutkan sekaligus 18.750.000 0


1. Penyusutan dimulai pd bulan dilakukannya
pengeluaran/pd bulan selesainya pengerjaan
suatu harta, shg penyusutan utk tahun pertama
dihitung pro-rata
Contoh
Pengeluaran utk pembangunan sebuah gedung adlh Rp
1.000.000.000,-. Pembangunan dimulai bulan Oktober 2009 dan
selesai utk digunakan pd bulan Maret 2010.
Penyusutan tahun 2010 atas harga perolehan gedung tsb dimulai
pada bulan Maret 2010
1.000.000.000,-
-------------- = 50.000.000,- x 10/12 = 41.666.670,-
20 tahun
Sebuah mesin dibeli dan ditempatkan pada bulan Juli 2009, harga
perolehan Rp 100.000.000,-. Masa manfaat mesin tersebut adalah 4
tahun. Misal tarif penyusutan ditetapkan 50%, maka penyusutan
setiap tahunnya dihitung sbb:

Tahun Tarif Penyusutan/Th Nilai Sisa Buku

Harga Perolehan 100.000.000

2009 (6/12 x 50%) 25.000.000 75.000.000

2010 50% 37.500.000 37.500.000

2011 50% 18.750.000 18.750.000

2012 50% 9.375.000 9.375.000

2013 Disusutkan sekaligus 9.375.000 0


2. Penyusutan dimulai pd bulan dilakukannya
pengeluaran, kecuali utk harta yg masih dlm
proses pengerjaan, penyusutannya dimulai pd
bulan selesainya pengerjaan harta tsb.

Dg persetujuan Dirjen Pajak, WP diperkenankan melakukan


penyusutan mulai pd bulan harta tsb digunakan utk
mendptkan, menagih dan memelihara penghasilan/pd bulan
harta tsb mulai menghasilkan.

Contoh
PT X bergerak di bidang perkebunan, membeli 3 unit traktor
pada tahun 2009. Perkebunan tsb mulai menghasilkan (panen) pd
thn 2010. Dengan persetujuan Dirjen penyusutan traktor tsb dpt
dilakukan mulai tahun 2010.
3. Utk menghitung penyusutan, masa manfaat dan
tarif penyusutan harta berwujud ditetapkan
sebagai berikut :

Tarif Penyusutan
Kelompok Harta Berwujud Masa Manfaat
Garis Lurus Saldo Menurun

Bukan Bangunan
Kelompok I 4 th 25% 50%
Kelompok II 8 th 12,5% 25%
Kelompok III 16 th 6,25% 12,5%

Kelompok IV 20 th 5% 10%
Bangunan
Permanen 20 th 5% -
Tidak Permanen 10 th 10% -
Untuk harta tdk berwujud yg masa manfaatnya tdk
tercantum pd kelompok masa manfaat yg ada, maka
Wajib Pajak menggunakan masa manfaat yg
terdekat.
Misal harta tak berwujud dg masa manfaat yg
sebenarnya 6 th, dpt menggunakan kelompok yg
masa manfaatnya 4 atau 8 th.
Masa manfaat 5 th  4 th
Masa manfaat 7 th  8 th
Pengeluaran utk MEMPEROLEH harta TIDAK berwujud & pengeluaran
lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna
usaha, hak pakai dan muhibah (goodwill) yg mpy masa manfaat > 1th
yg dipergunakan utk mendptkan, menagih dan memelihara penghasilan
dilakukan dlm bagian-bagian yg sama besar atau dlm bagian-bagian
yg menurun selama masa manfaat harta tsb.

Tarif Penyusutan
Kelompok Harta Berwujud Masa Manfaat
Garis Lurus Saldo Menurun

Kelompok I 4 th 25% 50%


Kelompok II 8 th 12,5% 25%
Kelompok III 16 th 6,25% 12,5%

Kelompok IV 20 th 5% 10%
Mrp dasar utk penerapan tarif pajak bgi
WP Orang Pribadi dalam negeri.
Penghasilan Kena Pajak (PKP) dihitung
sbb :
PKP = Penghasilan Neto (DN & LN)
dikurangi zakat/sumbangan keagamaan
yg bersifat wajib, kompensasi
kerugian dan PTKP.
1. Zakat/Sumbangan Keagamaan yg bersifat Wajib
2. Kompensasi Kerugian
Kompensasi kerugian dpt dikurangkan jika WP menggunakan
pembukuan. Kerugian dpt dikompensasikan dg penghasilan mulai
tahun pajak berikutnya berturut-turut s.d. 5 th (dimulai sejak
thn berikutnya sesudah th diperolehnya kerugian tsb)
3. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
PMK 101/PMK.010/2016
Tanggal 27 JUNI 2016
Tentang Penyesuaian Besarnya PTKP
Mulai berlaku untuk tahun pajak 2016

PTKP (Rp) Untuk Keterangan

54.000.000 Wajib Pajak

4.500.000 Status Kawin

54.000.000 Istri Usaha

Tambahan utk anggota keluarga yg


4.500.000 Tanggungan mjd tanggungan seluruhnya
(sedarah & semenda garis lurus)
Penghitungan pajak bagi suami-istri yg mengadakan
perjanjian pemisahan penghasilan secara tertulis
atau jika istri menghendaki utk menjalankan hak
dan kewajiban perpajakannya sendiri :

Tn X memperoleh penghasilan neto dari usaha 100.000.000,-


Istri Tn X adalah karyawan dg penghasilan 70.000.000,- dan membuka usaha
salon kecantikan dg penghasilan neto 80.000.000,-
Total penghasilan 250.000.000,-
Misal pajak yg terutang atas seluruh penghasilan tersebut 27.550.000,-

Suami 100.000.000,-/250.000.000,- x 27.550.000,- = 11.020.000,-


Istri 150.000.000,-/250.000.000,- x 27.550.000,- = 16.530.000,-
Anak yg blm dewasa  anak yg blm berumur
18 thn dan belum pernah menikah;

Penghasilan anak yg blm dewasa


DARI MANAPUN SUMBER PENGHASILANNYA & APAPUN
SIFAT PEKERJAANNYA  DIGABUNG dg penghasilan
orang tuanya dlm tahun pajak yg sama.
PKP  dasar penghitungan utk menentukan
besarnya PPh yg terutang;
Terdapat 2 pendekatan utk menentukan PKP :

• Penghitungan PKP  PEMBUKUAN


• Penghitungan PKP  NORMA PENGHITUNGAN
PENGHASILAN NETO
Peredaran Bruto 6.000.000.000
Biaya 3M 5.400.000.000
Laba usaha 600.000.000
Penghasilan lain 50.000.000
Biaya 3M Ph lain 30.000.000
20.000.000
Total Penghasilan neto 620.000.000
Zakat/sumbangan wajib 10.000.000
Kompensasi kerugian 0
PTKP (K2) 67.500.000
Penghasilan Kena Pajak 542.500.000
Peredaran Bruto 4.000.000.000

Penghasilan neto (misalnya 20%) 800.000.000


Penghasilan neto lainnya 5.000.000

Total Penghasilan neto 805.000.000


Zakat/sumbangan wajib 10.000.000

PTKP (K2) 67.500.000

Penghasilan Kena Pajak 727.500.000


LAPISAN PENGHASILAN KENA PAJAK TARIF PAJAK

s.d. 50.000.000 5%
50.000.000 s.d. 250.000.000 15%
250.000.000 s.d. 500.000.000 25%

Diatas 500.000.000 30%


Kredit pajak  Mengurangi Pajak
Penghasilan Terutang setahun.
Terdiri dr 2 sumber :

KREDIT PAJAK YG BERASAL DARI


PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN OLEH PIHAK LAIN.
Meliputi : PPh 21, PPh 22, PPh 23, PPh 24

KREDIT PAJAK YG TELAH DIBAYAR SENDIRI.


Meliputi PPh 25, Pokok Surat Tagihan Pajak PPh
25, Fiskal Luar Negeri
Dalam hal terjadi jual beli yg tdk dipengaruhi hub.
Istimewa  jumlah yg sesungguhnya
dikeluarkan/diterima. Apabila terdapat hub. Istimewa
 jumlah yg seharusnya dikeluarkan/diterima

Dalam hal terjadi tukar menukar harta  jumlah yg


seharusnya dikeluarkan/diterima berdasarkan harga
pasar
Tn. A (Harta X) Tn. B (Harta Y)

Nilai sisa buku 10.000.000 12.000.000


Harga Pasar 20.000.000 20.000.000
A dan B melakukan pertukaran harta
Keuntungan (selisih
harga pasar dg nilai 10.000.000 8.000.000
buku)
Dalam hal likuidasi, penggabungan, peleburan,
pemekaran, pemecahan, atau pengambilalihan usaha
 jumlah yg seharusnya dikeluarkan/diterima
berdasarkan hrg pasar, kecuali ditetapkan lain oleh
Menteri Keuangan

Pengalihan harta krn hibah, bantuan, sumbangan yg


memenuhi syarat sbg obyek pajak atau warisan  nilai
sisa buku. Jika tdk memenuhi syarat  nilai pasar dari
harta tersebut
Dalam hal sbg penyertaan modal yg bukan
sebagai obyek pajak  nilai pasar dari harta
tersebut

Persediaan dan pemakaian persediaan utk


penghitungan HPP  harga perolehan yg
dilakukan secara rata2/dg cara mendahulukan
persediaan yg diperoleh pertama.
RESUME
SIMULASI
PENGISIAN SPT TAHUNAN
WP ORANG PRIBADI
SIMULASI

FORMULIR 1770 SS

FORMULIR 1770 S

FORMULIR 1770

E-SPT PPh ORANG PRIBADI


BAMBANG (NPWP 59.466.792.5-521.000) adalah pegawai pada PT
Jaya Karta, menikah dengan tanggungan 2 anak dan 1 saudara
ipar. Berdasarkan data formulir 1721-A1 tahun pajak 2016 yang
dibuat oleh PT Jaya Karta, secara rinci sebagai berikut :
Penghasilan bruto Rp 57.500.000,-
Pengurangan penghasilan bruto 2.500.000,-
Selain memperoleh penghasilan dari gaji, Bambang memperoleh
pendapatan bunga deposito dan telah dikenakan PPh Final sebesar
Rp 250.000,-
HARTA YANG DIMILIKI BAMBANG PER 31/12/2016 SBB :
Rumah tinggal (2010) harga beli Rp 150.000.000,-
Sepeda motor (2013) harga beli Rp 16.500.000,-
Perhiasan istri (2014) harga beli Rp 5.000.000,-
Perabot rumah tangga (2015) harga beli Rp 12.500.000,-
KEWAJIBAN KEPADA PIHAK LAIN :
KPR (2010) pokok hutang Rp 75.000.000,-
Leasing (2013) pokok hutang Rp 7.500.000,-
Berdasarkan data-data tersebut diatas, Saudara diminta :
1. Menghitung PPh Yang Terutang untuk tahun pajak 2016;
2. Mengisi formulir SPT Tahunan tahun pajak 2016;
MUKIDI (NPWP 77.001.696.2-521.000) adalah pegawai pada
PT Jaya Mandiri (NPWP 02.258.852.9-521.000), menikah dengan
tanggungan 2 anak.
DATA TERCANTUM DALAM FORMULIR 1721-A1 TAHUN 2016 SBB :
Nomor Bukti Pemotongan 0012/2016 tanggal 15/01/2017
Penghasilan bruto Rp 96.000.000,-
Biaya jabatan Rp 4.800.000,-
Penghasilan Neto 91.200.000,-
PPh 21 Dipotong Rp 1.185.000,-
Selain memperoleh penghasilan dari gaji, Mukidi memperoleh
penghasilan lainnya Rp 5.000.000,- serta warisan dengan
taksiran nilai wajar sebesar Rp 250.000.000,-.
HARTA YANG DIMILIKI MUKIDI PER 31/12/2016 SBB :
Rumah tinggal (2010) harga beli Rp 200.000.000,-
Mobil (2012) harga beli Rp 165.000.000,-
Perhiasan istri (2014) harga beli Rp 15.000.000,-
Perabot rumah tangga (2013) harga beli Rp 7.500.000,-
KEWAJIBAN KEPADA PIHAK LAIN :
KPR (2010) pokok hutang Rp 150.000.000,-
Leasing (2013) pokok hutang Rp 47.500.000,-
DAFTAR SUSUNAN ANGGOTA KELUARGA :
Diana Ambarwati, NIK 330211522, ibu rumah tangga
Johny Darmawan Mukidi, NIK 330211678, sekolah
Susana Cahyani Mukidi, NIK 330211698, belum sekolah

Berdasarkan data-data tersebut diatas, Saudara diminta :


1. Menghitung PPh Yang Terutang untuk tahun pajak 2016;
2. Mengisi formulir SPT Tahunan tahun pajak 2016;
Arjuna (NPWP 35.664.141.5-521.000) adalah seorang pengusaha
kayu, menikah dan memiliki 2 orang anak. Data kegiatan usaha
Arjuna tahun 2016 adalah sbb :
Peredaran usaha Rp 374.500.000,-

HARTA yang dimiliki oleh Arjuna sbb :


Rumah tinggal (2010) harga beli Rp 420.000.000,-
Tempat usaha (2012) harga beli Rp 629.000.000,-
Mobil L300 th 1997 (2014) harga beli Rp 78.500.000,-
Sepeda motor (2010) harga beli Rp 14.500.000,-
Sepeda motor (2014) harga beli Rp 15.500.000,-

KEWAJIBAN kepada pihak lain :


PT BRI (2012) pokok hutang Rp 550.000.000,-
Daftar susunan anggota keluarga :
Dewi Kunthi, NIK 330211522, ibu rumah tangga
Nakula Armando, NIK 330211678, sekolah
Sadewa Eduardo, NIK 330211698, sekolah
Berdasarkan data-data tersebut diatas, Saudara diminta :
1. Menghitung PPh Yang Terutang untuk tahun pajak 2016;
2. Mengisi formulir SPT Tahunan tahun pajak 2016;
SPT adalah surat yang oleh Wajib Pajak
digunakan untuk melaporkan penghitungan
dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau
bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan perpajakan.
SPT TAHUNAN ELEKTRONIK adalah SPT Tahunan Pajak
Penghasilan yang disampaikan dalam bentuk
dokumen elektronik, baik berupa SPT Normal
maupun SPT Pembetulan.
WAJIB E-SPT
WP yg SPT Masa PPh 21nya menggunakan e-SPT PPh 21

WP yg SPT PPN nya menggunakan e-Faktur

SPT Tahunan Tahun Sblmnya menggunakan e-SPT Tahunan

WP terdaftar di KPP Madya, Kanwil Jakarta Khusus dan Kanwil


WP Besar

Menggunakan Jasa Konsultan dlm pengisian SPT Tahunan PPh

Laporan Keuangan diaudit oleh Akuntan Publik


Dokter Dalidjo (selanjutnya disebut Wajib Pajak) adalah
seorang dokter pegawai negeri sipil Golongan IVd yang
bekerja di Dinas Kesehatan Kab. Banyumas. Status Wajib
Pajak menikah dengan tanggungan 3 orang anak dan bapak
mertua. Selain sebagai PNS, Wajib Pajak memiliki usaha
apotik.
Data-data Wajib Pajak berdasarkan dokumen yang ada sbb:
LAPORAN KEUANGAN
Peredaran usaha bruto Rp 5.750.000.000,-
HPP Rp 4.200.000.000,-
Total Biaya Usaha Rp 421.700.000,- (termasuk didalamnya
pembebanan PPh Pasal 25 sebesar Rp 15.000.000,-)
Penghasilan Neto Rp 128.300.000,-
FORMULIR 1721-A2
Pemotong Pajak : Dinas Kesehatan Kab. Banyumas
(00.003.387.9-521.000)
Nomor Bukti Potong 567 / tanggal 27/01/2017
Penghasilan Bruto Rp 115.000.000,-
Pengurangan Penghasilan Bruto Rp 5.750.000,-
Penghasilan Neto Rp 109.250.000,-
PPh Pasal 21 Dipotong Setahun Rp 1.862.500,-

PENGHASILAN LAIN (FINAL)


Honorarium atas beban APBN/APBD Rp 150.000.000,-
PPh Final atas Honorarium Rp 22.500.000,-
Pendapatan Deviden Rp 19.000.000,- (20%) PPh Final ?
HARTA per 31/12/2016:
Rumah tinggal (2007) harga beli Rp 850.000.000,-
Tempat usaha (2011) harga beli Rp 1.300.000.000,-
Mitsubishi Pajero 2015 (2015) harga beli Rp 650.000.000,-
Harley Davidson 2013 (2013) harga beli Rp 350.000.000,-
Logam Mulia (2014) harga beli Rp 200.000.000,-
Tanah Pekarangan (2016) harga beli Rp 350.000.000,-

KEWAJIBAN per 31/12/2016:


Global Finance Jakarta (2015) pokok utang Rp 200.000.000,-
PT Bank Rakyat Indonesia (2016) pokok utang Rp 250.000.000,-
Daftar susunan anggota keluarga :
Jumini Stewart, NIK 330227, ibu rumah tangga
Diana Dalaj Octamovic, NIK 330227, kuliah
David Dalaj Bastian, NIK 330227, sekolah
Dodik Dalaj Ramirez, NIK 330227, sekolah
Berdasarkan data-data tersebut diatas, Saudara diminta :
1. Menghitung PPh Yang Terutang untuk tahun pajak 2016;
2. Mengisi formulir SPT Tahunan tahun pajak 2016;
SELAMAT MENEMPUH UJIAN
MATA KULIAH PPh ORANG PRIBADI
SEMOGA SUKSES !

MOHON MAAF
atas segala kesalahan dan kekhilafan