Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA

PUSKESMAS HULU PALIK


Jl.LINTAS LUBUK DURIAN-ARGA MAKMUR DESA BATU ROTO KEC.HULU PALIK 38374

PROGRAM MUTU KLINIS


DAN KESELAMATAN PASIEN

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA


DINAS KESEHATAN KABUPATEN BENGKULU UTARA
PUSKESMAS HULU PALIK
2019
PROGRAM MUTU KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN

PUSKESMAS HULU PALIK

I. PENDAHULUAN
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, seluruh unit pelayanan
yang ada dan seluruh karyawan berkomitmen untuk memberikan
pelayanan yang bermutu dan peduli terhadap keselamatan pasien,
pengunjung, masyarakat, dan staf yang bekerja di Puskesmas Hulu Palik.
Program mutu dan keselamatan pasien merupakan program yang wajib
direncanakan, dilaksanakan, dimonitor, dievaluasi dan ditindaklanjuti
diseluruh jajaran yang ada di Puskesmas Hulu Palik, mulai dari Kepala
Puskesmas, Ka TU, dan seluruh staf yang ada di Puskesmas.
Oleh karena itu, perlu disusun program peningkatan mutu dan
keselamatan pasien Puskesmas Hulu Palik yang menjadi acuan dalam
penyusunan program-program mutu dan keselamatan pasien di unit kerja
untuk dilaksanakan pada tahun 2019.

II. LATAR BELAKANG


Di Puskesmas terdapat berbagai macam obat, pemeriksaan dan prosedur,
alat kesehatan, tenaga profesi dan non profesi yang siap memberikan
pelayanan kepada pasien. Keberagaman dan kerutinan pelayanan
tersebut apabila tidak dikelola dengan baik rawan terjadi Kejadian Tidak
Diharapkan (KTD). Walau data KTD belum ada di Puskesmas, namun
Puskesmas memandang perlu untuk melaksanakan Program Keselamatan
Pasien di Puskesmas karena diharapkan kepercayaan terhadap pelayanan
di Puskesmas Hulu Palik dapat meningkat pula.

III. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan Puskesmas
melalui program peningkatan mutu dan keselamatan pasien di
Puskesmas Hulu Palik
B. Tujuan Khusus
Tercapainya peningkatan mutu dan keselamatan pasien Puskesmas
melalui:
1. Penetapan indikator mutu/kinerja klinis
2. Penetapan indikator mutu layanan klinis Puskesmas Hulu Palik
3. Penetapan indikator mutu sasaran keselamatan pasien
4. Sosialisasi hasil kegiatan tim peningkatan mutu dan keselamatan
pasien
5. Pengukuran indikator mutu kinerja klinis
6. Pengukuran indikator mutu layanan klinis dan sasaran
keselamatan Pasien
7. Pelaporan insiden KTD, KPC, KNC, KTC
8. Menganalisis dan upaya meminimalkan resiko
9. Menentukan area prioritas
10. Penilaian perilaku petugas klinis
IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. Penilaian mutu kinerja klinis
Rincian Kegiatan
 Memilih dan menetapkan indikator mutu kinerja klinis,
Indikator yang digunakan untuk mengukur mutu kinerja klinis yaitu :
No Indikator Target

1 Tidak Terjadi kesalahan pemberian rekam medik 0%

2 Waktu penyediaan dokumen rekam medik <10 menit ≥ 90 %

3 Kepuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran ≥ 75 %

4 Kejadian infeksi luka pasca tindakan heacting < 1,5 %

5 Waktu tanggap petugas pelayanan < 5 menit 100%

6 Kepuasan pasien terhadap pelayanan IGD ≥ 75 %

Melakukan pemeriksaan TTV lengkap pada pasien


7 ≥ 90 %
(Poli umum)

8 Kepuasan pasien terhadap pelayanan Poli Umum ≥ 75 %

9 Melakukan pemeriksaan TTV lengkap pada pasien ≥ 90 %


(Poli lansia)

10 Kepuasan pasien terhadap pelayanan Poli Lansia ≥ 75 %

11 Pemberian layanan KB adalah bidan terlatih 100%

Terisinya form MTBS/MTBM setiap pasien yang


12 100%
berobat

13 Pelayanan ANC K1 dengan 10 T 100%

14 Kepuasan pasien terhadap pelayanan Poli KIA KB ≥ 75 %

15 Penatalaksanaan pre Eklamsia sesuai SOP 100%

16 Tidak ada kejadian kematian ibu karena persalinan 0%

Kepuasan pasien terhadap pelayanan Ruang


17 ≥ 75 %
Bersalin

18 Ketersediaan pelayanan konsultan gizi >90%

19 Kepuasan pasien terhadap pelayanan konsultasi gizi ≥ 75 %

20 Tidak ada kesalahan pemberian obat 100%

21 Pemakaian obat generic >80%

22 Kepuasan pasien terhadap pelayanan Farmasi ≥75%

Tidak adanya kesalahan pemberian hasil


23 100%
pemeriksaan lab

24 Kesalahan pengambilan darah vena <3%

25 Kepuasan pasien terhadap pelayanan Lab ≥75%

26 Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai aturan 100%

27 Pengelolaan limbah cair infeksius sesuai aturan 100%

28 Tidak adanya obat yang expired di gudang obat 100%

29 Kehadiran pegawai tepat waktu >80%

30 Waktu pelayanan ambulan 24 jam >80%

31 Pemeliharaan alat yang terkalibrasi >30%


 Melaksanakan pengukuran mutu kinerja klinis
 Melaksanakan penilaian kinerja pelayanan klinis
 Melakukan analisis mutu kinerja klinis
 Melakukan tindak lanjut hasil analisis kinerja pelayanan klinis

2. Manajemen Resiko
 Melaksanakan identifikasi, analisis resiko pelayanan dan rencana
tindak lanjut
 Melaksanakan upaya miminimalkan resiko

3. Penilaian perilaku petugas klinis


 Menyusun indikator dan instrument penilaian perilaku petugas klinis
Indikator yang digunakan untuk mengukur perilaku petugas layanan
klinis
1 Pengetahuan dan Tanggung jawab
Pengertian akan tugas
Mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan penugasan
Bertanggung jawab terhadap resiko pekerjaan
Bertanggung jawab terhadap inventaris puskesmas
Kejujuran dalam bekerja
2 Prestasi Kerja
Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan prosedur
Hasil kerja sesuai dengan standar
Kerapihan dan ketelitian dalam bekerja
Inisiatif dalam bekerja
Terampil dan mandiri dalam bekerja
Mampu menyelesaikan kerja tambahan
3 Interaksi Sosial
Tanggap terhadap pelanggan
Kerja sama
4 Disiplin
Datang dan pulang tepat waktu
Keberadaan di tempat tugas
Tata terhadap peraturan, tata nilai dan budaya kerja Puskesmas
5 Kondisi Kesehatan
6 Ketidakhadiran
Mangkir
Sakit / istirahat sakit
Cuti
Izin meninggalkan tempat kerja untuk urusan pribadi

 Melaksanakan evaluasi perilaku petugas klinis

4. Penetapan area prioritas


 Menentukan area prioritas dengan kriteria 3H+1P
 Pelaksanaan perbaikan

5. Penilaian mutu layanan klinis


 Memilih dan menetapkan indikator mutu layanan klinis,
Indikator di Area Klinik (Standar PMKP 3.1)
1. Asesmen pasien
 Kelengkapan asessmen awal medis
2. Pelayanan Laboratorium
 Ketepatan waktu penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium
pasien
3. Penggunaan antibiotik dan obat lainnya
 Penulisan resep antibiotik sesuai formularium
4. Kesalahan medikasi (Medicationerror) dan KNC
 KNC kesalahan pemberian obat pada pada pasien
5. Anestesi dan penggunaan sedasi
 Kelengkapan assesmen pra anastesia lokal
6. Ketersediaan, isi, dan penggunaan catatan medis
 Kelengkapan Pengisian berkas Catatan Medis
7. Pencegahan, pengendalian infeksi, surveylance dan pelaporan
 Kepatuhan terhadap Hand Hygiene
 Melakukan pengukuran mutu layanan klinis
 Memonitoring dan menindaklanjuti pengukuran layanan klinis
6. Sasaran Keselamatan Pasien
 Menetapkan indikator sasaran keselamatan pasien dan menetapkan
pencatatan dan pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP)
1. SKP 1 : Ketepatan identifikasi pasien
 Kepatuhan pelaksanaan identifikasi pasien
2. SKP 2 : Peningkatan komunikasi yang efektif
 Kepatuhan pelaksanaan prosedur komunikasi efektif
3. SKP 3 : Peningkatan keamanan obat
 Kepatuhan pelaksanaan penyimpanan obat yang perlu
di waspadai
4. SKP 4 : Ketepatan prosedur pelayanan klinis
 Tingkat kepatuhan terhadap penerapan SOP
5. SKP 5 : Pengurangan resiko infeksi
 Kepatuhan terhadap Hand Hygiene
6. SKP 6 : Pengurangan resiko jatuh
 Angka kepatuhan pengurangan resiko jatuh
 Melaksanakan pencatatan dan pelaporan KTD, KPC dan KNC
 Memonitor dan melakukan tindak lanjut pengukuran keselamatan
pasien

7. Pelayanan Keselamatan Kerja


 Pembinaan dan pengawasan sanitasi lingkungan
 Pengawasan sistem pencegahan penanggulangan kebakaran

Hulu Palik, Oktober 2019


TIM MUTU

Benna ML.Tobing,Amd.Keb
NIP. 198807182017052005