Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM MINERAL OPTIK & PETROGRAFI

Acara : IV. Pengenalan Mineral II Nama : M Fuad Afdal

Hari/Tgl : Selasa/ 3 Oktober 2017 Nim : F 121 14 039

No. Urut : 01 NIKOL SEJAJAR


No. Peraga : UM/4/ST/9
Warna Absorbsi : Kuning
Bentuk : Subhedral
Belahan : 1 Arah
Pecahan : Tidak rata
Pleokroisme : Tidak ada
Relief : Sedang
Intensitas : Tinggi
NIKOL SILANG
Ukuran Mineral : 40 x 0,025 = 1 mm
Warna Interferensi Maks. : Merah muda
Bias Rangkap : 0,008 (Orde IV)
Sudut Gelapan : 650
Jenis Gelapan : Miring
Kembaran : Tidak ada
Nama Mineral : Olivin ((MgFe)2SiO4)
Keterangan :
Warna arbsorbsi merupakan pencerminan dari kenampakan daya serap atau
absorbsi panjang gelombang dari cahaya yang masuk pada mineral-mineral
anisotropic, bentuk mineral ditinjau dari keutuhan bidang kristalnya (dalam
praktek dilakukan dengan mengamati bidang batas dari suatu mineral), belahan
ialah batas yang terbentuk akibat kecenderungan mineral untuk terbagi menjadi
bagian yang lebih kecil dengan arah tertentu sesuai dengan bentuk kristalnya.
Apabila bidang-bidang tersebut tidak lurus, dengan arah tidak tertentu dan tidak
dikontrol oleh struktur atomnya, bidang tersebut dinamakan pecahan, pleokroisme
merupakan gejala perubahan warna pada ortoskop ketika meja objek diputar
hingga 360o, relief ialah bidang batas suatu mineral, intensitas adalah kemampuan
daya serap cahaya pada mineral, ukuran mineral ialah hasil perkalian ukuran
benang silang dengan skala, warna interferensi maksimum ialah warna paling
terang yang dihasilkan penerusan cahaya melalui analisator ke mata pengamat,
harga bias rangkap merupakan selisih maksimum indeks bias sinar yang bergetar
dalam satu mineral, sudut gelapan ialah sudut yang dibentuk oleh sumbu panjang
kristal dengan sumbu indikatrik mineral.
Pada preparat ini mineral memiliki warna arbsorbsi kuning, bentuk mineral
ini subhedral, memiliki belahan satu arah dan pecahan tidak rata. Tidak memiliki
pleokroisme, relief sedang, intensitas tinggi, ukuran mineral 1 mm. Warna
interferensi maksimum mineral ini ialah merah muda dengan harga bias rangkap
0,08 termasuk dalam orde IV. Sudut gelapan mineral ini sebesar 650 sehingga
termasuk jenis gelapan miring. Mineral ini tidak memiliki kembaran.
Berdasarkan pengamatan sifat optis mineral, maka dapat disimpulkan bahwa
mineral ini merupakan Olivin ((MgFe)2SiO4).

NAMA ASISTEN/DOSEN

(Mohammad Fuad Afdal) (Riska Puspita, S.T., M.Eng.)


PRAKTIKUM MINERAL OPTIK & PETROGRAFI

Acara : IV. Pengenalan Mineral II Nama : M Fuad Afdal

Hari/Tgl : Selasa/ 3 Oktober 2017 Nim : F 121 14 039

No. Urut : 02 NIKOL SEJAJAR


No. Peraga : UM/4/ST/9
Warna Absorbsi : Kuning
Bentuk : Euhedral
Belahan : Tidak ada
Pecahan : Rata
Pleokroisme : Tidak ada
Relief : Tinggi
Intensitas : Sedang
NIKOL SILANG
Ukuran Mineral : 90 x 0,025 = 2,25 mm
Warna Interferensi Maks. : Hitam
Bias Rangkap : 0,001 (Orde 1)
Sudut Gelapan : 00
Jenis Gelapan : Bergelombang
Kembaran : Tidak ada
Nama Mineral : Garnet (Al3B2(SiO4)3)

Keterangan :
Warna arbsorbsi merupakan pencerminan dari kenampakan daya serap atau
absorbsi panjang gelombang dari cahaya yang masuk pada mineral-mineral
anisotropic, bentuk mineral ditinjau dari keutuhan bidang kristalnya (dalam
praktek dilakukan dengan mengamati bidang batas dari suatu mineral), belahan
ialah batas yang terbentuk akibat kecenderungan mineral untuk terbagi menjadi
bagian yang lebih kecil dengan arah tertentu sesuai dengan bentuk kristalnya.
Apabila bidang-bidang tersebut tidak lurus, dengan arah tidak tertentu dan tidak
dikontrol oleh struktur atomnya, bidang tersebut dinamakan pecahan, pleokroisme
merupakan gejala perubahan warna pada ortoskop ketika meja objek diputar
hingga 360o, relief ialah bidang batas suatu mineral, intensitas adalah kemampuan
daya serap cahaya pada mineral, ukuran mineral ialah hasil perkalian ukuran
benang silang dengan skala, warna interferensi maksimum ialah warna paling
terang yang dihasilkan penerusan cahaya melalui analisator ke mata pengamat,
harga bias rangkap merupakan selisih maksimum indeks bias sinar yang bergetar
dalam satu mineral, sudut gelapan ialah sudut yang dibentuk oleh sumbu panjang
kristal dengan sumbu indikatrik mineral.
Pada preparat ini mineral memiliki warna arbsorbsi kuning, bentuk mineral
ini subhedral, tidak memiliki belahan dan pecahan tidak rata. Tidak memiliki
pleokroisme, relief tinggi, intensitas sedang, ukuran mineral 2,25 mm. Warna
interferensi maksimum mineral ini ialah hitam dengan harga bias rangkap 0,001
termasuk dalam orde I. Sudut gelapan mineral ini sebesar 00 sehingga termasuk
jenis gelapan bergelombang. Mineral ini tidak memiliki kembaran.
Berdasarkan pengamatan sifat optis mineral, maka dapat disimpulkan bahwa
mineral ini merupakan Garnet (Al3B2(SiO4)3).

NAMA ASISTEN/DOSEN

(Mohammad Fuad Afdal) (Riska Puspita, S.T., M.Eng.)


Referensi:

Buku Panduan Praktikum Mineral Optik dan Petrografi Tahun Ajaran 2016/2017
Yogyakarta: Laboratorium Petrografi sie. MO – Petrografi.

Kerr, F. 1959. Optical Mineralogy. New York, Toronto, London: Mcgraw-Hill


Book Company.

Ria I., Ulva. 2016. Penuntun Praktikum Mineral Optik. Gowa: Laboratorium
Petrografi Universitas Hasanuddin.

Susarto, Yudiantoro. 2005. Album Mineral Optik. Yogyakarta: Laboratorium


Petrologi dan Bahan Galian Universitas Pembangunan Nasional
“VETERAN”.