Anda di halaman 1dari 5

IV .

DATA PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Pengamatan


Adapun data pengamatan praktikum kali ini terdapat pada lampiran.

4.2. Pembahasan
Pada praktikum perpetaan yang telah dilaksanakan di kelas TG-2 Teknik
Geofisika pada 08 Mei 2019 yang membahas tentang Digitalisasi Peta.
Tujuan dari praktikum kali ini yaitu mahasiswa dapat menggunakan software
global mapper, mahasiswa juga dapat melakukan digitalisasi peta
menggunakan software surfer, mahasiswa juga dapat membuat ulang peta
kontur hasil digitalisasi. Praktikum kali ini diawali dengan dibagikan contoh
peta dengan format (*.jpg) atau (*.png) yang akan di digitalisasi, kemudian
setelah semua praktikan mendapatkan peta contoh maka praktikum
dilanjutkan dengan diberikan penjelasan mengenai caraa melakukan
digitalisasi peta contoh tadi yang diikuti oleh praktikan, hal pertama yang
harus dilakukan yaitu membuka software global mapper kemudian pilih open
your own data, disini kita memilih contoh foto yang telah diberikan tadi,
setelah itu akan muncul peta tersebut dan kemudian membuat titik pada tiap
ujung peta kemudian kita pilih add, sebelum kita pilih add pastikan terlebih
dahulu bahwa semua koordinat yang ada pada tiap ujung peta atau pada tanda
sama dengan yang kita masukan baru setelah itu kita pilih add, setelah itu kita
empat titik tersebut selesai maka kita lihat eror yang terjadi, eror harus
berjumlah nol agar ketika peta hasil digitalisasi dibandingkan dengan peta
sebenarnya posisi dari tiap titik koordinatnya sama, setelah itu pilih okdan
praktikumpun selesai.

Dalam geofisika, Software global mapper dalam dunia geofisika dapat


digunakan untuk melakukan digitalisasi yang tadi nya memliki format (*.png)
atau (*.jpg) yang hanya berupa foto dapat dirubah menjadi peta yang
memiliki koordinat, hal ini bermanfaat karena sebelum kita turun kelapangan
untuk melakukan survei maka kita sudah mendapatkan posisi pasti dari titik
yang ingin kita survei selain itu juga berdasarkan koordinat tersebut kita
dapat membuat rute yang akan kita lalui untuk mencapai titik tersebut. Selain
itu software ini dapat juga digunakan untuk generate kontur menjadi berbagai
interval yang kita inginkan, kemudian dapat juga digunakan untuk generate
watershedatau daerah aliran sungai secara otomatis, dapat juga dipakai untuk
melihat data DEM dengan berbagai tampilah seperti atlas, hilshade, aspect,
slope dan masih banyak lagi. Selain kegunaan yang dituliskan masih banyak
kegunaan atau hal yang dapat dilakukan dengan menggunakan software
global mapper ini dan hal-hal tersebut hanya beberapanya saja.

4.3. Resume Jurnal


Jurnal 1 :
Perkembangan teknologi informasi dan infrastruktur pendukungnya
menciptakan peluang untuk dikembangkannya Sistem Informasi Pertanahan
(SIP) yang lebih handal, efisien dan tepat waktu di lingkungan Badan
Pertanahan Nasional (BPN). Pertumbuhan kebutuhan informasi mengenai
pertanahan yang lebih mudah diakses yang diminta oleh masyarakat
(penerima kebijakan) dan pemerintah (pembuat kebijakan) meningkat lebih
tinggi dari sebelumnya. Pengguna data dan informasi dewasa ini sangat kritis
terhadap penyediaan layanan informasi pertanahan yang baik. Realitasnya
ditemui kendala terkait belum tuntasnya pemetaan bidang tanah. Kajian
lebih lanjut tentang pemanfaatan SIP- Partisipatif dalam pemetaan bidang
tanah perlu dilakukan terutama dalam hal penyusunan prosedur, standar
produk dan standar proses untuk menghasilkan kualitas data yang
diinginkan dengan konsumsi dana dan waktu yang lebih efisien. Kajian
tersebut mengikuti skema konsepsual yang diusulkan. Hal-hal yang
terangkum di dalam skema tersebut meliputi: sistem informasi yang telah ada,
pendekatan partisipatif, dan kontrol kualitas. Usulan alur kerja pemetaan
bidang tanah partisipatif melibatkan pelaku-pelaku (aktor) yang memiliki
peran yang berbeda. Peran yang dicakup antara lain: pengumpul data,
pengelola data, penganalisis data dan pengontrol kualitas. Usulan alur kerja
pemetaan bidang tanah partisipatif perlu diujicobakan dan diamati dalam
praktik di lapangan.

Jurnal 2 :
Erosi tanah merupakan suatu proses hilangnya lapisan permukan tanah
bagian atas atau top soil, baik yang disebabkan oleh pergerakan air
maupun angin. Erosi dalam jumlah besar dapat merusak struktur saluran air.
Apabila ini terjadi pada saat musim penghujan dengan intensitas hujan yang
besar, air dapat meluap dan menyebabkan banjir. Nilai erosivitas bervariasi
tergantung curah hujan bulanan rerata di tiap stasiun pengamat hujan.
Semakin tinggi curah hujan, maka semakin tinggi nilai erosivitas yang
dihasilkan. Erodibilitas termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi proses
terjadinya erosi. Pada intensitas hujan yang sama, tanah dengan erodibilitas
tinggi akan tererosi lebih cepat dibandingkan dengan yang nilai erodibilitas-
nya rendah. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan
bahwa erosi yang dihitung menggunakan USLE yang dijalankan di atas
Software ArcGIS 10 memiliki nilai batas atas yang sangat besar yaitu di Sub-
DAS Kloposawit 94960,3 ton/ha/tahun dan Sub-DAS Rawatamtu yaitu dari 0
– 76160,2 ton/ha/tahun. Nilai tersebut termasuk tingkat bahaya erosi yang
sangat tinggi.

Jurnal 3 :
Pesatnya pertumbuhan informasi ditopang oleh perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi khususnya informasi yang tersaji secara digital.
Disisi lain informasi yang belum tercipta secara digital tetapi memiliki nilai
guna jangka panjang perlu untuk ditangani agar nilai informasinya terus
bertahan melalui proses alih media. Lembaga perpustakaan dan kearsipan
sebagai instansi yang mengelola berbagai dokumen untuk diakses masyarakat
yang membutuhkan perlu melakukan kegiatan pelestarian dokumen agar
dapat dimanfaatkan untuk generasi selanjutnya. Tujuan pelestarian bahan
pustaka digital sebenarnya adalah memastikan informasi yang tersimpan
dalam media digital tersebut tetap dapat diakses oleh siapapun yang
memerlukannya baik di masa kini ataupun di masa yang akan datang. Karena
itu ketika akan melakukan digitalisasi dokumen, hendaknya sudah dipikirkan
pula preservasi dokumen yang akan dilakukan. Indonesia dikenal sebagai
bangsa yang senang membuat atau membangun sesuatu yang bagus dan
menarik akan tetapi tidak pandai merawatnya sehingga akhirnya menjadi
rusak. Strategi preservasi dokumen yang dilakukan Badan Arsip dan
Perpustakaan Jawa Tengah adalah dengan cara alih media dari koleksi
berbasis tercetak menjadi dokumen digital yang memiliki tingkat keawetan
yang lebih lama. Diharapkan dengan transformasi dokumen menjadi
bentuk digital informasi penting yang terkandung tetap dapat
dimanfaatkan.

Jurnal 4 :
Meningkatnya kebutuhan para pengguna komputer akan informasi geografis
membuat Sistem Informasi Geografis (SIG) berkembang pesat terutama
sistem informasi geografis berbasis web. Masyarakat sekarang lebih memilih
mencari informasi geografis suatu tempat atau objek melalui internet daripada
peta konvensional yang telah ada sejak lama. Hal ini dikeranakan pengguna
lebih banyak mendapatkan informasi melalui aplikasi SIG ini. Disamping
penyediaan informasi yang lebih besar kepada pengguna, SIG juga dapat
menjadi salah satu faktor yang akan merubah pengertian suatu ilmu yang
telah ada sejak lama, yaitu ilmu Managemen. Peta Digital Kota Bitung ini
menjadi sistem informasi yang dapat memberikan informasi yang
dibutuhkan tentang Kota Bitung. Sistem informasi geografis dapat menjadi
pengganti buku peta manual yang rentan akan kerusakan. Sistem informasi
geografis menjadi salah satu sistem yang akan merubah pandangan manusia
tentang ilmu managemen, yang sekarang disebut dengan “Managemen
Perubahan Sistem Informasi”.

Jurnal 5 :
Selain pendapatan dan pendidikan, salah satu indikator dari Indeks
Pembangunan Manusia (LPM) adalah indeks kesehatan yang dalam
pencapaiannya memerlukan upaya akselerasi peningkatan terbadap status
kesehatan masyarakat, akses dan tenaga kesehatan yang tersedia bagi
masyarakat. Sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan yakni
percepatan pencapaian derajat kesehatan rnasyarakat. Analisis sistem
digunakan untuk mengetahui alur kerja Sistem Infonnasi Geografis (SIG).
Dibawah ini merupakan perancangan alur kerja sistem SIG. Metode digitasi
yang digunakan pada penelitian ini adalah metode onscreen digitizing
menggunakan tools ArcGlS. Proses digirasi dibagi menjadi tiga macam.
Perancangan basisdata SIG merupakan bagian dari pembuatan SIG.
Perancanganbasisdata pada sistern ini dibuat pertama kali pad a ArcGis
yaitu pcmbcnrukan output data. Pembentukan data atribut dan Memasukkan
Data pada Lingkungan PoslGreSQL. Dengan telah dirancang pernetaan
tenaga kesehatan di Provinsi Gorontalo menggunakan Sistem Informasi
Geografis maka dapat disimpulkan Sebagai media informasi pemetaan
kekurangan, kelebihan dan kesesuaian untuk tenaga kesehatan (dokter,
bidan, perawat dan fasiltas kesehatan] setiap Kabupaten dan Kota di wilayah
Provinsi Gorontalo dan juga dapat mcnggambarkan lokasi kapan saja
diperlukan. Dengan adanya Sistern Inforrnasi Geografis, informasi
tentang tenaga kesehatan di Provinsi Gorontalo mudah diakses oleh
masyarakat.

Jurnal 6 :
Penggunaan teknologi informasi dalam pemetaan digital sudah lama
digunakan. Dahulu orang cenderung melakukan pemetaan digital secara
2D untuk memetakan suatu area atau gedung, namun pemetaan secara
2D sendiri tidak memberikan informasi secara mendetail tentang keadaan
dan topografi dari area tertentu atau gedung tersebut. Seiring dengan
perkembangan teknologi informasi penggunaan teknologi 3D pun mulai
digunakan dalam pemetaan secara digital agar dapat memberikan informasi
yang lebih mendetail tentang keadaan suatu area atau gedung. Untuk
membangun sebuah peta 3D dapat dilakukan menggunakan engine
3D yang digunakan untuk membuat game. Performa aplikasi berbentuk web
dipengaruh oleh bandwidth serta kemampuan dari system yang ada terutama
pada VGA. Sehingga apabila bandwidth dan VGA untuk mengakses file
memilik kemampuan yang baik akan lebih efekti dalam menunjang performa
saat mengakses file Unity. Unity3D mampu menghasilkan aplikasi tiga
dimensi dalam berbagai ekstensi yaitu desktop mobile dan web Fitur
Pembangunan peta 3D yang interakti dan memilik kemiripan dengan
obyek nyata dapat dilakukan menggunakan Unity3D Pembuatan interaksi di
dalam peta memerlukan kreativitas tersendiri dan disesuaikan dengan
kebutuhan serta karakteristik dari gedung yang dibangun.

Jurnal 7:
Tanah merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia. Tanah dari
tahun ke tahun memiliki fungsi dan nilai ekonomis yang tinggi, dapat terlihat
dari semakin meningkatnya transaksi jual beli tanah di berbagai wilayah.
Setiap warga Negara Indonesia mempunyai hak yang sama dalam
memperoleh hak atas tanah untuk mendapatkan manfaatnya. Masalah tanah
merupakan sesuatu yang sangat kompleks sebab menyangkut banyak aspek
kehidupan masyarakat. Melihat banyaknya masalah pertanahan yang terjadi,
Badan Pertanahan Nasional (BPN) selaku badan pemerintahan yang bertugas
untuk menangani masalah pertanahan mulai melakukan antisipasi terhadap
masalah yang timbul. Hal ini ditindaklanjuti dengan dibentuknya Pusat Data
dan Informasi Pertanahan (Pusdatin), sesuai dengan Peraturan Presiden
Nomor 10 Tahun 2006. Adapun tugas dari Pusdatin adalah melaksanakan
pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi pertanahan serta
membangun dan mengembangkan Sistem Informasi Pertanahan dan
Manajemen Pertanahan Nasional (SIMTANAS). Maka dibuatlah sistem KKP
(Komputerisasi Kantor Pertanahan), yaitu sistem pelayanan pertanahan yang
telah terkomputerisasi, sehingga data tentang bidang tanah baik tekstual
maupun spasialnya dapat terintegrasi dengan baik. KKP dilaksanakan dengan
tujuan untuk pemeliharaan data tekstual maupun spasial dan monitoring
pelayanan pertanahan. Efekifitas pemanfaatan GeoKKP dalam penerbitan
sertipikat di Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal sudah efektif, terbukti
dengan tidak adanya keterlambatan waktu dalam penerbitan permohonan
sertipikat tanah, peralihan hak jual-beli, pemecahan bidang, penggabungan
bidang. Tahapan membangun basis data KKP agar menghasilkan data spasial
dan data tekstual yang akurat adalah dengan mengikuti aturan dan pelatihan
yang diadakan oleh BPN RI