Anda di halaman 1dari 21

Sebagian besar entitas mengelola dana berupa kas.

Di satu sisi kas berperan penting


sebagai alat pembayaran di era modern ini, sedangkan di sisi pasangannya kas berisiko
tinggi disalah-gunakan terutama jika pengendalian kurang optimal. Setelah pembahasan
sekilas tentang definisi & karakteristik kas, pengendalian internal, dan ragam transaksi kas,
Bab 1 ini mendiskusikan tiga topik utama yang terkait dengan akuntansi kas, yaitu
rekonsiliasi kas, pengelolaan kas kecil, dan penyajian akun kas di laporan keuangan.

1. DEFINISI & KARAKTERISTIK KAS


Aset dikategorikan sebagai kas (cash) jika memenuhi dua kriteria utama berikut ini:
(1) Merupakan alat pembayaran yang diterima secara umum, dan
(2) Tidak terdapat pembatasan terhadap penggunaannya.

Contoh kas antara lain adalah uang tunai, simpanan di bank yang dapat diambil
sewaktu-waktu (antara lain tabungan dan giro), cek (cheque), dsb. Dana uang tunai yang
dibatasi penggunaannya karena satu dan lain hal tidak dapat diperlakukan sebagai kas.
Sebagai contoh, uant tabungan di bank yang tidak dapat diambil dalam rangka
memenuhi persyaratan kredit, tidak dapat diperlakukan sebagai kas. Uang tunai yang
dibatasi penggunaannya ditampung di akun yang terpisah, seperti misalnya Kas yang
direstriksi (restricted cash), dan/atau diungkapkan secara jelas dan memadai di catatan
atas laporan keuangan (CALK). Sementara itu, jika terdapat aset yang mirip dengan kas,
misalnya kupon (voucher) di kartu belanja untuk pembayaran transaksi tertentu dan
deposito berjangka waktu pendek, diakui sebagai aset setara kas.
Pembentukan dan penamaan akun dapat beragam sepanjang mencerminkan
secara tepat dana kas yang digambarkan. Sebagai contoh, lembaga pemerintahan
membentuk akun Kas berdasar pihak yang mengelolanya, yaitu akun Kas di bendahara
penerimaan dan akun Kas di bendahara pengeluaran.

2. PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KAS


Banyak prinsip pengendalian internal terhadap dana kas, diantaranya adalah:
a) Pemisahan yang jelas dan tegas antara individu/unit yang mengelola fisik kas dan
individu/unit yang mencatat kas. Contoh, kasir yang bertugas menerima kas dari
pelanggan dilarang merangkap tugas melakukan pencatatan akuntansi terhadap
transaksi penerimaan kas.
b) Pemanfaatan jasa perbankan. Contoh, setiap hari kerja uang tunai yang diterima
entitas langsung disetor ke bank, dan pengeluaran kas dalam jumlah besar
menggunakan cek atau transfer, tidak disarankan menggunakan uang tunai.
fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 1
c) Pemanfaatan brankas atau media penyimpanan lainnya. Tujuannya adalah untuk
meminimalkan kerusakan dan meningkatkan keamanan kas. Contoh, penggunaan
brankas dengan password yang disimpan di tempat yang terawasi.
d) Prosedur pendokumentasian terhadap manajemen kas. Contoh, pengeluaran kas
harus disertai dokumen yang lengkap dan diotorisasi oleh semua pihak yang terkait.
e) Verifikasi kas; Contoh, penghitungan kas di brankas secara mendadak (surprised
cash count), dan rekonsiliasi antara saldo kas menurut entitas dan saldo kas
menurut laporan bank yang dilakuklan oleh pihak independen.

3. RAGAM TRANSAKSI KAS


Transaksi yang melibatkan kas dapat diklasifikasi menjadi tiga jenis, yaitu transaksi
penerimaan kas, transaksi pengeluaran kas, dan transaksi pencatatan penyesuai
(termasuk pencatatan koreksi). Berikut ini beberapa pencatatan (khususnya penjurnalan)
transaksi kas di entitas Adil yang bergerak di bidang jasa konsultasi akuntansi dan pajak.

A. Penerimaan Kas
Transaksi 1: 1 Feb. Adil menerima cek Rp3.500.000 sebagai pelunasan piutang.
1 Feb. Kas 3.500.000
Piutang usaha 3.500.000

Transaksi 2: 2 Maret Adil memperoleh penghasilan dari penyediaan jasa konsultasi


Rp4.000.000 yang diterima tunai Rp2.700.000, dan sisanya diakui
sebagai kredit.
2 Mar. Kas 2.700.000
Piutang usaha 1.300.000
Penghasilan konsultasi 4.000.000

Transaksi 3: 3 Mei Adil melakukan transaksi semi barter dengan entitas Makmur. Adil
menyediakan jasa konsultasi Rp5.000.000, dan menerima jasa
kebersihan kantor senilai Rp2.000.000 yang dilakukan di hari yang
sama, dan sisanya diterima kas.
3 Mei Kas 3.000.000
Beban kebersihan 2.000.000
Penghasilan konsultasi 5.000.000

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 2


B. Pengeluaran Kas
Transaksi 4: 4 Juni Adil menerbitkan cek Rp1.500.000 untuk pelunasan utang.
4 Jun. Utang usaha 1.500.000
Kas 1.500.000

Transaksi 5: 5 Agustus Adil membayar gaji Rp6.000.000 dengan transfer bank.


5 Agt. Beban gaji 6.000.000
Kas 6.000.000

Transaksi 6: 6 September Adil melakukan transaksi semi barter dengan entitas


Sentosa. Adil menyerahkan kas Rp3.000.000 dan menyediakan jasa
konsultasi Rp6.000.000 untuk pembelian peralatan senilai total kas dan
jasa konsultasi yang diserahkan.
6 Sep. Peralatan 9.000.000
Kas 3.000.000
Penghasilan konsultasi 6.000.000

C. Pencatatan Penyesuai (Termasuk Pencatatan Koreksi) Kas


Transaksi 7: 7 Oktober Adil mengidentifikasi adanya selisih. Uang tunai di brankas
Rp20.000 lebih kecil dibanding dicatatan. Sesuai kebijakan yang
berpijak fakta, selisih dicatat di akun Selisih kas untuk ditindaklanjuti.
7 Okt. Selisih kas 20.000
Kas 20.000
Transaksi 8: Pada 31 Desember Adil mengidentifikasi telah terjadi kesalahan
pencatatan. Transaksi tanggal 2 Desember yang seharusnya adalah
penerimaan kas Rp4.500.000 dari penghasilan konsultasi tetapi dicatat
secara salah oleh staf sebagai penerimaan kas Rp5.400.000 dari
pelunasan piutang. Pencatatan koreksi dilakukan secara langsung.
8 Nov. Piutang usaha 5.400.000
Kas 900.000
Penghasilan konsultasi 4.500.000

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 3


4. REKONSILIASI KAS
Entitas kadang memanfaatkan jasa layanan bank untuk pengelolaan kas dengan
banyak pertimbangan, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Keamanan kas yang relatif lebih baik,
b. Penyimpanan kas yang relatif lebih optimal,
c. Penanganan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang lebih mudah, dan
d. Pendokumentasian & perekaman transaksi kas yang relatif lebih jelas.

Entitas menyetorkan kas, mengambil kas, melunasi utang, menerima pelunasan


piutang, dsb. Disamping itu, saldo kas di bank dapat berubah secara otomatis karena
bank membebankan biaya administrasi, memberikan bagi hasil, dsb. Dengan demikian
dalam beberapa situasi saldo kas menurut catatan entitas sebagaimana terekam di akun
Kas berbeda dari saldo kas menurut catatan bank sebagaimana tercantum di laporan
bank (bank statement). Oleh karena itu entitas seharusnya melakukan rekonsiliasi kas.
Terminologi rekonsiliasi dapat diartikan sebagai “merukunkan”. Dengan demikian
rekonsiliasi kas adalah proses merukunkan antara saldo kas menurut catatan entitas dan
saldo kas menurut laporan bank dengan tujuan agar secara substantif dapat diketahui
saldo kas yang sebenarnya. Rekonsiliasi kas terdiri dari dua tahap:
(1) Tahap I: Merekonsiliasi saldo kas yang benar secara substantif; terdapat 3 langkah:
a. Identifikasi setiap fakta yang menyebabkan perbedaan,
b. Identifikasi saldo kas yang harus disesuaikan: saldo kas di laporan bank
ataukah saldo kas di catatan entitas; dan,
c. Identifikasi sifat perubahan: menambah ataukah mengurangi saldo kas.
(2) Tahap II: Melakukan pencatatan penyesuai terhadap kas, khususnya terhadap
semua fakta yang menyebabkan saldo kas menurut catatan entitas berubah.

Berikut ini contoh rekonsiliasi kas di entitas Adil. Saldo kas menurut catatan entitas
sebagaimana tercantum di akun Kas per 31 Desember 2017 Rp19.600.000, sedangkan
saldo kas menurut laporan bank per 31 Desember 2017 Rp21.000.000.

A. Tahap 1: Rekonsiliasi Saldo Kas yang Benar Secara Substantif.


Berikut ini beberapa transaksi yang menyebabkan perbedaan antara saldo kas
menurut catatan entitas dan laporan bank di Adil per 31 Desember 2017:
i.Transaksi beban administrasi; Laporan bank menunjukkan mutasi pengurangan kas
(di perbankan menggunakan istilah “pendebetan”: Memo debit) Rp75.000 untuk
administrasi yang baru diketahui entitas ketika laporan bank diterima.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 4


(1) Langkah 1: Faktanya terjadi pengeluaran untuk beban administrasi yang
tidak diketahui oleh entitas.
(2) Langkah 2: Saldo kas menurut catatan entitas harus disesuaikan.
(3) Langkah 3: Saldo kas menurut catatan entitas berkurang Rp75.000.
ii.Transaksi pendapatan bunga atau bagi hasil; Laporan bank menunjukkan mutasi
penambahan (di perbankan menggunakan istilah “pengkreditan”: Memo kredit) kas
Rp400.000 yang berasal dari bagi hasil (di perbankan murni syariah) yang baru
diketahui entitas ketika laporan bank diterima.
(1) Langkah 1: Faktanya terjadi penghasilan berupa bagi hasil yang tidak
diketahui entitas.
(2) Langkah 2: Saldo kas menurut catatan entitas harus disesuaikan.
(3) Langkah 3: Saldo kas menurut catatan entitas bertambah Rp400.000.
iii.Transfer kas masuk secara langsung ke bank; Laporan bank menunjukkan adanya
mutasi penambahan kas Rp2.600.000 dari debitur untuk pelunasan piutang yang
baru diketahui entitas ketika laporan bank diterima.
(1) Langkah 1: Faktanya terjadi pelunasan piutang yang tidak diketahui entitas.
(2) Langkah 2: Saldo kas menurut catatan entitas harus disesuaikan.
(3) Langkah 3: Saldo kas menurut catatan entitas bertambah Rp2.600.000.
iv.Transaksi cek kosong atau ketidak-cukupan dana (not sufficient fund - NSF);
Transaksi ini terkait dengan penerimaan cek dari pihak lain yang selanjutnya cek
diserahkan ke bank untuk dicairkan. Namun, ternyata saldo dana pihak yang
menerbitkan cek tidak mencukupi sehingga cek tidak dapat dicairkan. Pada saat
menerima cek, entitas telah mencatatnya sebagai penerimaan kas. Laporan bank
mencantumkan informasi adanya cek Rp3.000.000 sebagai cek kosong atau NSF
(not sufficient fund) yang baru diketahui ketika laporan bank diterima.
(1) Langkah 1: Faktanya terjadi transaksi pembatalan pelunasan piutang.
(2) Langkah 2: Saldo kas menurut catatan entitas harus disesuaikan.
(3) Langkah 3: Saldo kas menurut catatan entitas berkurang Rp3.000.000
v.Koreksi atas kesalahan entitas; Kesalahan pencatatan dapat terjadi dalam transaksi
penerimaan maupun pengeluaran kas. Hasil pengecekan menunjukkan adanya
perbedaan pencatatan atas cek No. 8765 yang diterbitkan entitas untuk pembelian
tunai peralatan. Laporan bank sudah benar mencatat kas Rp4.500.000, sedangkan
akuntansi entitas secara salah mencatat sebesar Rp5.400.000. Dengan demikian
kesalahan dilakukan entitas.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 5


(1) Langkah 1: Faktanya teridentifikasi adanya kesalahan pencatatan nilai
moneter pembelian tunai peralatan yang dilakukan oleh entitas.
(2) Langkah 2: Saldo kas menurut catatan entitas harus disesuaikan.
(3) Langkah 3: Saldo kas menurut catatan entitas bertambah Rp900.000 karena
dalam hal ini entitas berlebih melakukan pengurangan kas.
vi.Transaksi setoran dalam perjalanan (deposit in transit); Laporan bank belum
mencantumkan setoran kas Rp2.400.000 yang dilakukan tanggal 31 Desember 2017
karena staf entitas datang terlambat. Oleh petugas bank, setoran kas tersebut
diterima sebagai titip-simpan dan baru akan dicatat oleh bank di awal hari kerja
berikutnya (Selasa, 2 Januari 2018).
(1) Langkah 1: Faktanya terjadi transaksi setoran kas yang belum dicatat bank.
(2) Langkah 2: Saldo kas menurut laporan bank harus disesuaikan karena
secara substansi kas telah diterima oleh bank.
(3) Langkah 3: Saldo kas menurut laporan bank bertambah Rp2.400.000
vii.Transaksi cek yang masih beredar (outstanding cheque); Entitas menerbitkan cek
No. 1323 senilai Rp1.100.000 untuk diserahkan ke kreditur (misalnya) tetapi oleh
kreditur cek tersebut belum dikirimkan ke bank. Entitas telah mencatat sebagai
pengurangan kas tetapi saldo bank belum berkurang karena cek tersebut belum
dicairkan ke bank. Meskipun saldo kas di bank belum berkurang tetapi substansinya
kas entitas telah berkurang. Dalam laporan bank belum tercatat cek No. 1323 yang
diterbitkan Adil untuk pelunasan utang ke kreditur.
(1) Langkah 1: Faktanya terjadi transaksi yang belum dicatat oleh bank.
(2) Langkah 2: Saldo kas menurut laporan bank harus disesuaikan karena
secara substansi kas entitas di bank seharusnya telah berkurang.
(3) Langkah 3: Saldo kas menurut laporan bank berkurang Rp1.100.000.
viii.Koreksi atas kesalahan bank; Bank dimungkinkan melakukan kesalahan baik berupa
pengurangan maupun penambahan kas terhadap saldo nasabah. Laporan bank
menunjukkan bahwa bank telah salah menambah saldo kas Adil senilai Rp1.875.000
yang seharusnya ke rekening nasabah lain, yaitu Adila.
(1) Langkah 1: Faktanya terjadi transaksi yang dicatat salah oleh bank.
(2) Langkah 2: Saldo kas menurut laporan bank harus disesuaikan.
(3) Langkah 3: Saldo kas menurut laporan bank berkurang Rp1.875.000

Hasil analisis rekonsiliasi saldo kas yang benar secara substantif (Tahap I) dituangkan
dalam laporan rekonsiliasi kas dengan format menyerupai neraca, yaitu di sisi kiri

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 6


menunjukkan saldo kas (dan perubahannya) menurut catatan entitas, sedangkan di
sisi kanan menunjukkan saldo kas (dan perubahannya) menurut laporan bank. Hasil
analisis rekonsiliasi kas di Adil per 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

Laporan Rekonsiliasi Kas per 31 Desember 2017

Saldo kas menurut catatan entitas Rp19.600.000 Saldo kas menurut laporan bank Rp21.000.000
Penambahan kas Penambahan kas
(b) Bagi hasil Rp400.000 (f) Set. dlm perjlnan Rp2.400.000
(c) Pelunasan piutang Rp2.600.000 Total penambahan kas Rp2.400.000
(e) Koreksi – peralatan Rp900.000
Total penambahan kas Rp3.900.000
Pengurangan kas Pengurangan kas
(a) Beban administrasi (Rp75.000) (g) Cek msh beredr (Rp1.100.000)
(d) Pembatalan piutang (Rp3.000.000) (4) Koreksi (Rp1.875.000)
Total pengurangan kas (Rp3.075.000) Total pengurangan kas (Rp2.975.000)
Rp20.425.00 Rp20.425.00
Saldo kas setelah rekonsiliasi Saldo kas setelah rekonsiliasi
0 0

B. Tahap 2: Pencatatan Penyesuai Terhadap Kas


Pencatatan penyesuai (termasuk pencatatan koreksi) dilakukan hanya terhadap
transaksi-transaksi yang menyebabkan perubahan di saldo kas menurut catatan
entitas. Pencatatan akuntansi terhadap perubahan yang terkait dengan saldo kas
menurut laporan bank tidak perlu dilakukan pencatatan penyesuai.
Pencatatan penyesuai selalu berpijak pada fakta. Transaksi-transaksi yang
menyebabkan kas bertambah maka akun Kas dicatat di debet, sedangkan transaksi-
transaksi yang menyebabkan kas berkurang maka akun Kas dicatat di kredit. Berikut
ini pencatatan penyesuai Adil dengan mencermati fakta-fakta yang terjadi.

31 Des. Kas Rp400.000


(b) Penghasilan lain-lain – bagi hasil Rp400.000

31 Des. Kas Rp2.600.000


(c) Piutang usaha Rp2.600.000

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 7


31 Des. Kas Rp900.000
(e) Peralatan Rp900.000

31 Des. Beban administrasi Rp75.000


(a) Kas Rp75.000

31 Des. Piutang usaha Rp3.000.000


(d) Kas Rp3.000.000

5. PENGELOLAAN KAS KECIL


Pengeluaran kas dapat diklasifikasi menjadi dua, yaitu pengeluaran kas yang nilai
moneternya besar dan pengeluaran kas yang nilai moneternya dipertimbangkan kecil
(kas kecil). Entitas harus tetap mengelola secara optimal pengeluaran kas kecil. Kas kecil
dapat dikelola oleh staf di bawah pengawasan langsung bagian akuntansi atau
diserahkan ke staf yang ditugasi mengurusi pengeluaran dana kas kecil. Terdapat dua
sistem pencatatan kas kecil dengan model penerapan masing-masing sebagai berikut ini.

A. Sistem Fluktuatif
Menggunakan sistem Fluktuatif, pencatatan di akun Kas kecil dilakukan setiap terjadi
pengeluaran kas kecil. Sistem Fluktuatif dipertimbangkan tepat jika pengeluaran kas
kecil sering terjadi yang secara agregat total pengeluaran kas kecil menjadi
signifikan, dan entitas memiliki staf dengan pengetahuan akuntansi memadai. Media
penjurnalan yang digunakan dapat berupa buku jurnal umum maupun buku jurnal
khusus yang dirancang sesuai dengan karakteristik pengeluaran kas kecil.

Ilustrasi A – Sistem Fluktuatif


Entitas Adil menerapkan sistem Fluktuatif dengan menggunakan buku jurnal umum
yang dikelola oleh staf di bawah kendali langsung bagian akuntansi. Pembayaran
tunai menggunakan kas kecil jika nilai transaksi kurang dari Rp500.000. Adil
menetapkan bahwa staf kas kecil hanya mencatat penggunaan kas kecil.
Penerimaan kas kecil dari bagian kas besar dicatat di bagian akuntansi sebagai
pengeluaran kas. Berikut ini pencatatan, khususnya penjurnalan, yang
dilakukan oleh staf kas kecil, kecuali dinyatakan lain .
fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 8
Transaksi (a): 3 Januari Adil membentuk dana kas kecil dengan menyerahkan kas
Rp2.000.000 ke staf. Staf kas kecil tidak melakukan pencatatan. Pencatatan atas
transaksi pembentukan kas kecil dilakukan bagian akuntansi sebagai berikut.
3 Jan. Kas kecil Rp2.000.000
Kas Rp2.000.000

Transaksi (b): 6 Januari pembayaran beban transportasi lokal Rp400.000.


6 Jan. Beban transportasi Rp400.000
Kas kecil Rp400.000

Transaksi (c): 9 Januari pembayaran pembelian kue dan makan siang Rp350.000.
Pencatatan oleh staf kas kecil adalah sebagai berikut.
6 Jan. Beban konsumsi Rp350.000
Kas kecil Rp350.000

Transaksi (c): 11 Januari pembayaran tagihan listrik Rp470.000. Tagihan telah


diterima seminggu yang lalu dan telah dicatat dengan benar di akun Utang beban.
6 Jan. Utang beban Rp470.000
Kas kecil Rp470.000

Transaksi (d): 14 Januari pembayaran tagihan telepon dan air Rp430.000 yang
diterima hari ini. Pengeluaran tersebut ditampung di akun Beban utilitas.
14 Jan. Beban utilitas Rp430.000
Kas kecil Rp430.000

Transaksi (e): 15 Januari pengisian ulang dana kas kecil sejumlah Rp1.650.000 agar
saldo kas kecil sesuai kebijakan yang berlaku. Staf kas kecil tidak melakukan
pencatatan. Pencatatan atas transaksi pengisian kas kecil dilakukan bagian
akuntansi.
15 Jan. Kas kecil Rp1.650.000
Kas Rp1.650.000
(Rp400.000 + Rp350.000 + Rp470.000 + Rp430.000= 1.650.000)

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 9


Transaksi (f): 30 Desember penutupan kas kecil dengan menyerahkan kas kecil
sejumlah Rp200.000 ke pada bagian yang mengelola kas utama entitas. Staf kas
kecil tidak melakukan pencatatan. Pencatatan atas transaksi penutupan kas kecil
dilakukan bagian akuntansi.
30 Des. Kas Rp200.000
Kas kecil Rp200.000

B. Sistem Imprest
Menurut Oxford dictionaries, terminologi “imprest” berasal dari kata “in prest” yang
berarti sebagai pinjaman (as a loan). Kamus Merriam-Webster mendefinisikan
imprest fund sebagai sejumlah dana yang dipegang, secara periodik diisi ulang, dan
digunakan untuk pengeluaran-pengeluaran kecil. Menggunakan sistem Imprest,
pencatatan akuntansi terhadap pengeluaran kas kecil dilakukan secara periodik
bersamaan dengan pengisian kembali kas kecil. Entitas tidak melakukan pencatatan
akuntansi ketika terjadi pemanfaatan kas kecil. Entitas lazimnya menyerahkan dana
kas kecil ke staf yang terutama berfungsi menyimpan kas kecil dan
mengadministrasikan bukti-bukti penggunaan kas kecil untuk selanjutnya
dipertanggungjawabkan secara periodik ke bagian akuntansi. Sistem Imprest tepat
digunakan jika transaksi kas kecil relatif jarang terjadi. Menggunakan sistem Imprest,
terdapat dua pendekatan, yaitu pendekatan konvensional dan pendekatan
fundamental dengan contoh penerapan masing-masing sebagai berikut.

B.1. Sistem Imprest – pendekatan konvensional


Disebut pendekatan konvensional (kesepakatan) karena prosedur pencatatan
mengacu pada buku literatur. Menerapkan pendekatan konvensional, fungsi
pertanggungjawaban dan fungsi pengisian kembali kas kecil diperlakukan sebagai
satu transaksi. Selama satu periode akun Kas kecil tidak banyak berubah. Akun Kas
kecil lazimnya berubah hanya ketika awal pembentukan, ketika terdapat perubahan
kebijakan terkait dengan jumlah kas kecil, dan ketika penutupan akun Kas kecil.

Simulasi A: Entitas Belajar menerapkan sistem Imprest dengan pendekatan


konvensional. Kas kecil digunakan untuk membayar beragam beban. Staf kas kecil
menuliskan penggunaan kas kecil di buku harian, sedangkan pencatatan akuntansi
dilakukan oleh bagian akuntansi menggunakan buku jurnal umum.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 10


Transaksi a1): 10 Februari Belajar menyerahkan uang tunai Rp1.000.000 sebagai
awal pembentukan kas kecil.
10 Feb. Kas kecil Rp1.000.000
Kas Rp1.000.000

Transaksi b1): 10 s/d 19 Februari terjadi penggunaan kas kecil. Transaksi


penggunaan kas kecil ini tidak dicatat di akuntansi entitas karena entitas
menerapkan sistem Imprest. Staf kas kecil menuliskan transaksi yang terjadi di buku
harian.

Transaksi c1): 20 Februari staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan kas


kecil sekaligus menerima pengisian kembali. Disertai bukti yang memadai baik dari
sisi keandalan maupun relevansinya, bagian akuntansi mengakui pemanfaatan kas
kecil untuk pengeluaran transportasi lokal Rp460.000, konsumsi harian Rp240.000,
dan beban lain-lain Rp100.000.
20 Feb. Beban transportasi Rp460.000
Beban konsumsi Rp240.000
Beban lain-lain Rp100.000
Kas Rp800.000

Transaksi d1): 10 Sep. staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan kas


kecil sekaligus meminta pengisian kembali. Disamping mempertanggungjawabkan
pengeluaran kas kecil untuk transportasi lokal Rp390.000, konsumsi Rp260.000, dan
beban lain-lain Rp50.000, staf kas kecil menyampaikan terdapat selisih kurang
sejumlah Rp10.000 (di brankas Rp290.000 dari yang seharusnya Rp300.000).
Selisih ditampung di akun Selisih kas sambil menunggu tindak-lanjut pengecekan
oleh staf kas kecil sebagai bentuk pertanggungjawaban.
10 Sep. Beban transportasi Rp390.000
Beban konsumsi Rp260.000
Beban lain-lain Rp50.000
Selisih kas Rp10.000
Kas Rp710.000

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 11


Transaksi e1): 20 September staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan
sekaligus meminta pengisian kembali. Pengeluaran terdiri dari transportasi lokal
Rp350.000, konsumsi Rp400.000, dan beban lain-lain Rp75.000. Disertai dengan
bukti yang memadai, staf kas kecil menginformasikan bahwa selisih kurang
Rp10.000 di 10 September lalu teridentifikasi sebagai pembayaran transportasi lokal.
20 Sep. Beban transportasi Rp360.000
Beban konsumsi Rp400.000
Beban lain-lain Rp75.000
Selisih kas Rp10.000
Kas Rp825.000

Transaksi f1): 10 November staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan


sekaligus meminta pengisian kembali kas kecil. Pengeluaran terdiri dari transportasi
lokal Rp400.000, konsumsi Rp490.000, dan beban lain-lain Rp60.000. Mengingat
pengeluaran kas kecil yang semakin banyak, manajer menetapkan untuk menaikkan
dana kas kecil dari Rp1.000.000 menjadi Rp1.250.000 yang langsung diberlakukan.
10 Nov. Beban transportasi Rp400.000
Beban konsumsi Rp490.000
Beban lain-lain Rp60.000
Kas kecil Rp250.000
Kas Rp1.200.000

Transaksi g1): 30 Desember staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan


kas kecil sekaligus menutup kas kecil untuk dikembalikan ke kas dalam rangka
penyusunan laporan keuangan. Pengeluaran terdiri dari transportasi lokal
Rp520.000, konsumsi Rp500.000, dan beban lain-lain Rp80.000. Besaran kas kecil
adalah sesuai kebijakan yang berlaku, yaitu Rp1.250.000.
30 Des. Beban transportasi Rp520.000
Beban konsumsi Rp500.000
Beban lain-lain Rp80.000
Kas Rp150.000
Kas kecil Rp1.250.000

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 12


B.2. Sistem Imprest - pendekatan fundamental
Disebut pendekatan Fundamental karena pencatatan akuntansi pada dasarnya
mengacu pada fakta yang sesungguhnya terjadi di suatu transaksi. Ketika staf
mempertanggungjawabkan kas kecil maka faktanya terjadi pengurangan kas kecil.
Selanjutnya, ketika staf menerima pengisian kembali maka faktanya terjadi
penambahan kas kecil. Dengan demikian karakteristik utama dari pendekatan
fundamental, dibandingkan pendekatan konvensional, adalah terdapat pencatatan
yang terpisah antara fungsi pertanggungjawaban dan fungsi pengisian kembali kas
kecil. Secara teknis, penerapan pendekatan fundamental menjadikan akun Kas kecil
menyajikan informasi yang memadai tentang penerimaan dan penggunaan kas kecil.

Simulasi B: Entitas Jujur Mujur menerapkan sistem Imprest dengan pendekatan


Fundamental. Kas kecil digunakan untuk membayar beragam beban yang nilainya
kecil. Staf kas kecil menuliskan penggunaan kas kecil di buku harian, sedangkan
pencatatan dilakukan di bagian akuntansi menggunakan buku jurnal umum.

Transaksi a2: 2 Februari Belajar menyerahkan uang tunai Rp2.000.000 sebagai awal
pembentukan kas kecil.
2 Feb. Kas kecil Rp2.000.000
Kas Rp2.000.000

Transaksi b2: 2 s/d 14 Februari penggunaan kas kecil. Transaksi-penggunaan kas


kecil ini tidak dicatat di akuntansi karena entitas menerapkan sistem Imprest.

Transaksi c2: 15 Februari staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan kas


kecil sekaligus meminta pengisian kembali kas kecil. Disertai bukti yang memadai,
bagian akuntansi mengakui pengeluaran-pengeluaran untuk transportasi lokal
Rp920.000, konsumsi Rp480.000, dan beban lain-lain Rp200.000.
15 Feb. Beban transportasi Rp920.000
Beban konsumsi Rp480.000
Beban lain-lain Rp200.000
Kas kecil Rp1.600.000
15 Feb. Kas kecil Rp1.600.000
Kas Rp1.600.000

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 13


Transaksi d2: 15 Sep. staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan kas
kecil sekaligus meminta pengisian kembali kas kecil. Pertanggungjawaban kas kecil
meliputi pengeluaran untuk transportasi lokal Rp780.000, konsumsi Rp520.000, dan
beban lain-lain Rp100.000. Disamping itu, staf kas kecil menyampaikan bahwa
terdapat selisih kurang kas kecil Rp20.000 (saldo kas kecil di brankas berjumlah
Rp280.000 dari yang seharusnya Rp300.000). Sesuai kebijakan, selisih ditampung
di akun Selisih kas sambil menunggu tindak-lanjut pengecekan.
15 Sep. Beban transportasi Rp780.000
Beban konsumsi Rp520.000
Beban lain-lain Rp100.000
Selisih kas Rp20.000
Kas kecil Rp1.420.000
15 Sep. Kas kecil Rp1.420.000
Kas Rp1.420.000

Transaksi e2: 30 September staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan


sekaligus meminta pengisian kembali kas kecil. Pengeluaran terdiri dari transportasi
lokal Rp700.000, konsumsi Rp800.000, dan beban lain-lain Rp150.000. Staf kas
kecil menginformasikan bahwa selisih kas Rp20.000 yang dipertanggungjawabkan
15 September lalu teridentifikasi sebagai pengeluaran untuk transportasi becak.
30 Sep. Beban transportasi Rp720.000
Beban konsumsi Rp800.000
Beban lain-lain Rp150.000
Selisih kas Rp20.000
Kas kecil Rp1.650.000
30 Sep. Kas kecil Rp1.650.000
Kas Rp1.650.000

Transaksi f2: 15 November staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan


sekaligus meminta pengisian kembali kas kecil. Pengeluaran terdiri dari transportasi
lokal Rp800.000, konsumsi Rp980.000, dan beban lain-lain Rp120.000. Manajer
Jujur Mujur menaikkan dana kas kecil dari yang semula Rp2.000.000 menjadi
Rp2.500.000. Ketetapan ini diberlakukan mulai 15 November ini.
fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 14
15 Nov. Beban transportasi Rp800.000
Beban konsumsi Rp980.000
Beban lain-lain Rp120.000
Kas kecil Rp1.900.000
15 Nov. Kas kecil Rp2.400.000
Kas Rp2.400.000

Transaksi g2: 30 Desember staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan


kas kecil sekaligus menutup kas kecil dalam rangka penyusunan laporan keuangan.
Pengeluaran terdiri dari transportasi lokal Rp1.040.000, konsumsi Rp1.000.000, dan
beban lain-lain Rp160.000. Besaran kas kecil sesuai kebijakan, yaitu Rp2.500.000.
30 Des. Beban transportasi Rp1.040.000
Beban konsumsi Rp1.000.000
Beban lain-lain Rp160.000
Kas kecil Rp2.200.000
30 Des. Kas Rp300.000
Kas kecil Rp300.000

6. Pelaporan Kas
Penyusunan akun-akun aset lancar di laporan posisi keuangan (neraca) lazim
berdasar urutan likuiditas. Berhubung kas merupakan aset yang sangat likuid (mudah
dicairkan) sehingga disajikan di urutan pertama. Namun demikian kas dimungkinkan
disajikan di urutan terakhir karena standar IFRS membolehkan penyajian yang dimulai
dari aset tidak lancar dan diakhiri dengan aset yang paling lancar.
Entitas dimungkinkan mempunyai dana yang disebut Setara kas, yaitu dana non-kas
yang dapat dikonversi menjadi kas secara mudah. Contoh setara kas adalah deposito 1
bulan, dan surat utang negara (SUN) yang mudah diperjual-belikan. Jika setara kas
bernilai cukup besar maka perlu disajikan sebagai akun terpisah, dan jika nilainya relatif
kecil maka dapat digabungkan dengan kas yang dikemas di akun Kas dan setara kas.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 15


Pertanyaan Kuantitatif
Soal 1
Entitas Waton sejauh ini masih menjalankan bisnis secara konvensional, yaitu sebatas
menerapkan bisnis berlandas prinsip-prinsip yang kebanyakan berlaku di era modern ini.
Akun Kas per 30 November 2015 bersaldo normal Rp13.900.000, sedangkan bank
statement yang diterima entitas per tanggal yang sama bersaldo normal Rp12.650.000.
Perbedaan saldo ini diidentifikasi karena hal-hal berikut ini:
o Biaya/beban jasa administrasi bank bulanan Rp60.000.
o Bunga untuk bulan Maret Rp150.000.
o Diantaranya karena terlalu sibuknya aktivitas bisnis pada tanggal 30 November,
karyawan entitas terlambat menyetorkan kas yang diterima pada hari tersebut
Rp1.340.000 ke bank. Pihak bank menerima kas tersebut tetapi menyatakan bahwa kas
tersebut akan diproses di awal bulan Desember (deposit in transit).

Diminta:
(a) Lakukan rekonsiliasi kas antara saldo kas menurut catatan entitas dan saldo kas
menurut laporan bank per 30 November 2015.
(b) Lakukan pencatatan penyesuai, khususnya penjurnalan, yang diperlukan.

Soal 2
Entitas Komitmen menyimpan kas di bank Berdikari Syariah yang menerapkan konsep bagi-
hasil dengan menerapkan sistem akuntansi yang telah memadai dan berdasar prinsip-
prinsip yang berlandas kebenaran. Akun Kas per 31 Januari 2016 bersaldo normal
Rp176.050.000, sedangkan bank statement yang diterima entitas per tanggal yang sama
bersaldo normal Rp169.700.000. Perbedaan saldo karena hal-hal berikut ini:
 Biaya/beban jasa administrasi bank bulanan Rp140.000.
 Bagi-hasil untuk bulan April Rp630.000.
 Karena sangat sibuknya aktivitas bisnis pada tanggal 30 Januari, karyawan entitas
terlambat mengirimkan kas yang diterima pada hari tersebut Rp3.640.000 ke bank.
Petugas bank menerima kas tersebut tetapi menyatakan bahwa kas tersebut baru akan
diproses di awal bulan berikutnya (deposit in transit).
 Pada 28 April entitas menerima cek bank BNI senilai Rp3.200.000 dari pelanggan Ribet
sebagai pelunasan piutang. Pada hari tersebut cek langsung dikirim ke bank untuk
dilakukan kliring. Ternyata saldo rekening Ribet tidak mencukupi sehingga kliring gagal
(not sufficient fund). Informasi tentang kegagalan ini baru diketahui entitas ketika
menerima laporan bank.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 16


Diminta:
(a) Lakukan rekonsiliasi kas antara saldo kas menurut catatan entitas dan saldo kas
menurut laporan bank per 31 Januari 2016.
(b) Lakukan pencatatan penyesuai, khususnya penjurnalan, yang diperlukan.

Soal 3
Entitas Disiplin menyimpan kas di bank Akad Syariah yang menerapkan prinsip bagi-hasil
dengan penerapan sistem akuntansi yang telah memadai dan berdasar prinsip-prinsip yang
berlandas kebenaran. Akun Kas per 30 Juni 2015 bersaldo normal Rp77.320.000,
sedangkan bank statement yang diterima entitas per tanggal yang sama bersaldo normal
Rp85.900.000. Perbedaan saldo diidentifikasi karena berikut ini:
 Biaya/beban jasa administrasi bank bulanan Rp100.000.
 Bagi-hasil untuk bulan Juni Rp90.000.
 Terdapat deposit in transit per 30 Juni 2015 sebesar Rp2.610.000.
 Entitas selama bulan Juni melunasi utang dengan menuliskan beberapa cek sejumlah
Rp45.000.000. Analisis terhadap bank statement menunjukkan bahwa terdapat cek
senilai Rp14.700.000 yang masih dipegang dan belum dicairkan oleh rekanan sampai
dengan 30 Juni 2015 (outstanding check).
 Diketahui terdapat NSF (not sufficient fund) sebesar Rp3.500.000 berasal dari transaksi
pelunasan piutang oleh debitur.

Diminta:
a) Lakukan rekonsiliasi kas antara saldo kas menurut catatan entitas dan saldo kas
menurut laporan bank per 30 Juni 2015.
b) Lakukan pencatatan penyesuai, khususnya penjurnalan, yang diperlukan.

Soal 4
Entitas Rasadar yang bergerak di bidang jasa layanan konsultasi pajak sejauh ini
menjalankan bisnis secara konvensional, yaitu sebatas menerapkan bisnis berlandas
prinsip-prinsip yang kebanyakan berlaku di era modern ini. Akun Kas per 31 Agustus 2015
bersaldo Rp47.857.000, sedangkan bank statement yang diterima entitas per tanggal yang
sama bersaldo Rp52.800.000. Perbedaan saldo teridentifikasi karena berikut ini:
 Biaya/beban jasa administrasi bank bulanan Rp50.000.
 Bunga untuk bulan Agustus Rp190.000.
 Deposit in transit per 31 Agustus Rp5.656.000.
 Outstanding checks Rp10.397.000.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 17


 NSF (not sufficient fund) diketahui Rp2.638.000. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa
cek tersebut berasal dari transaksi pelunasan piutang oleh seorang debitur.
 Rasadar menerbitkan cek senilai Rp2.500.000 untuk pembelian secara tunai
supplies (bahan habis pakai) di bulan Agustus. Sayangnya, staf akuntansi secara
salah mencatatnya senilai Rp5.200.000 untuk transaksi yang sama. Pihak bank telah
melakukan pencatatan dengan benar sesuai yang tertera di cek.

Diminta:
a. Lakukan rekonsiliasi kas antara saldo kas menurut catatan entitas dan saldo kas
menurut laporan bank per 30 Juni 2015.
b. Lakukan pencatatan penyesuai, khususnya penjurnalan, yang diperlukan.

Soal 5
Entitas Lagi Ajar yang bergerak di bidang jasa layanan pengiriman paket sejauh ini
menjalankan bisnis secara konvensional, yaitu sebatas menerapkan bisnis berlandas
prinsip-prinsip yang kebanyakan berlaku di era modern ini tanpa sempat merenungkan
benar - salahnya. Akun Kas per 30 September 2015 bersaldo normal Rp23.848.840,
sedangkan bank statement yang diterima entitas dari bank per tanggal yang sama bersaldo
normal Rp19.627.720. Perbedaan saldo ini diidentifikasi karena hal-hal berikut ini:
o Biaya/beban jasa administrasi bank bulanan Rp30.000.
o Bunga untuk bulan September Rp62.540.
o Deposit in transit per 30 September Rp1.787.460.
o Outstanding checks Rp1.452.300.
o NSF (not sufficient fund) diketahui Rp2.777.500. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa
cek tersebut berasal dari transaksi penyediaan jasa konsultasi pengiriman paket yang
dilakukan secara tunai di bulan September.
o Lagi Ajar menerbitkan cek senilai Rp1.508.400 untuk pelunasan utang. Sayangnya, staf
akuntansi secara salah mencatatnya senilai Rp1.058.400 untuk transaksi yang sama.
Pihak bank telah melakukan pencatatan dengan benar, sesuai dengan nilai moneter
yang tertera di cek.
o Bank Rakarep mendebet saldo rekening entitas Lagi Ajar sejumlah Rp691.000. Hasil
investigasi menunjukkan bahwa pendebetan tersebut merupakan kesalahan bank.

Diminta:
(a) Lakukan rekonsiliasi kas antara saldo kas menurut catatan entitas dan saldo kas
menurut laporan bank per 30 September 2015.
(b) Lakukan pencatatan penyesuai, khususnya penjurnalan, yang diperlukan.
Soal 6
fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 18
Entitas Teliti membentuk akun kas kecil di awal bulan dan menutupnya di akhir bulan.
Pengeluaran kas yang lebih kecil dari Rp500.000 dibayar menggunakan kas kecil, dan
pengeluaran kas di atas Rp500.000, termasuk pengisian kembali kas kecil, dicatat sebagai
pengeluaran kas besar di bagian akuntansi. Entitas menerapkan sistem Fluktuatif. Berikut ini
transaksi yang terkait dengan kas kecil di Teliti selama Januari 2016.
 2 Jan. Teliti menyerahkan kas Rp2.000.000 untuk diserahkan ke staf kas kecil.
 3 Jan. Teliti membeli tunai supplies Rp350.000 di toko Biru.
 6 Jan. Teliti membayar untuk transportasi taksi Rp200.000 dalam rangka tujuan bisnis.
 9 Jan. Teliti membayar Rp300.000 untuk pembelian bahan bakar kendaraan kantor.
 10 Jan. Teliti membayar Rp400.000 untuk pembelian snack.
 13 Jan. Teliti membayar Rp350.000 ke petugas kebersihan sampah. Pengeluaran ini
dicatat sebagai beban kebersihan lingkungan.
 15 Jan. Teliti melakukan pengisian kembali kas kecil sejumlah Rp1.600.000 agar kas
kecil kembali berjumlah Rp2.000.000 sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
 17 Jan. Teliti membayar transportasi taksi Rp250.000 dalam rangka tujuan bisnis.
 21 Jan. Teliti membayar Rp370.000 untuk pembelian bahan bakar kendaraan kantor.
 25 Jan. Teliti membayar Rp480.000 ke petugas pengelolaan taman. Pengeluaran ini
dicatat sebagai beban kebersihan lingkungan.
 29 Jan. Teliti membayar Rp460.000 untuk pembelian snack.
 31 Jan. Dalam rangka penutupan akun Kas kecil, diketahui terdapat selisih Rp20.000
antara saldo di catatan kas kecil dan saldo kas di brankas kas kecil. Dalam hal ini saldo
di catatan lebih besar dibanding saldo kas di brankas yang berjumlah Rp180.000. Sesuai
fakta dan kebijakan yang berlaku, selisih diakui sebagai beban atau penghasilan lain-lain.

Diminta:
(1) Lakukan pencatatan, khususnya penjurnalan, yang diperlukan oleh bagian akuntansi.
(2) Lakukan pencatatan, khususnya penjurnalan, yang diperlukan oleh staf kas kecil.

Soal 7
Entitas SakMadya menerapkan sistem Imprest dengan metode konvensional. Berhubung
pembentukan kas kecil dilakukan di bulan penyusunan laporan keuangan maka
pembentukan sekaligus penutupan kas kecil dilakukan di bulan Desember. Berikut ini
transaksi yang terkait dengan kas kecil di SakMadya selama Desember:
 2 Des. SakMadya menyerahkan kas Rp1.000.000 untuk diserahkan ke staf kas kecil.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 19


 3 s/d 9 Des. Staf kas kecil membayar Rp90.000 untuk beban transportasi local,
Rp170.000 untuk pengiriman paket, Rp240.000 untuk pembelian bahan bakar, dan
Rp380.000 untuk pembelian konsumsi.
 10 Des. Staf kas kecil mempertanggungjawabkan pengeluaran kas kecil sekaligus
menerima pengisian kembali kas kecil agar kas kecil kembali berjumlah Rp1.000.000
sesuai kebijakan yang berlaku.
 11 s/d 19 Des. Staf kas kecil membayar Rp190.000 untuk beban transportasi local,
Rp150.000 untuk pengiriman paket, Rp200.000 untuk pembelian bahan bakar, dan
Rp400.000 untuk pembelian konsumsi.
 20 Des. Staf kas kecil mempertanggungjawabkan pengeluaran kas kecil sekaligus
meminta pengisian kembali kas kecil. Mempertimbangkan jumlah pengeluaran kas kecil
yang semakin besar, manajemen menetapkan besaran kas kecil bertambah dari
Rp1.000.000 menjadi Rp1.250.000. Kebijakan ini langsung diberlakukan pada tanggal ini.
 21 s/d 29 Des. Staf kas kecil membayar Rp240.000 untuk beban transportasi local,
Rp200.000 untuk pengiriman paket, Rp280.000 untuk pembelian bahan bakar, dan
Rp330.000 untuk pembelian konsumsi.
 30 Des. Staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan kas kecil sekaligus
menyerahkan kas kecil di brankas dalam rangka penutupan akun Kas kecil.

Diminta: Lakukan pencatatan, khususnya penjurnalan, yang diperlukan oleh bagian


akuntansi terkait dengan transaksi-transaksi kas kecil.

Soal 8
Entitas Rajin menerapkan sistem Imprest dengan metode fundamental. Berhubung
pembentukan kas kecil dilakukan di bulan penyusunan laporan keuangan maka
pembentukan sekaligus penutupan kas kecil dilakukan di bulan yang sama. Berikut ini
transaksi yang terkait dengan kas kecil di Rajin selama Juni:
 2 Jun. Rajin menyerahkan kas Rp1.500.000 untuk diserahkan ke staf kas kecil.
 3 s/d 9 Jun. Staf kas kecil membayar Rp150.000 untuk beban transportasi lokal,
Rp450.000 untuk pengiriman paket, Rp500.000 untuk pembelian bahan bakar, dan
Rp360.000 untuk pembelian konsumsi.
 10 Jun. Staf kas kecil mempertanggungjawabkan pengeluaran kas kecil selama 3 s/d 9
Juni disertai dengan bukti pendukung yang valid.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 20


 10 Jun. Setelah pertanggungjawabannya diselesaikan, staf kas kecil menerima pengisian
kembali kas kecil agar kas kecil kembali berjumlah Rp1.500.000 sesuai kebijakan yang
berlaku.
 11 s/d 19 Jun. Staf kas kecil membayar Rp290.000 untuk beban transportasi lokal,
Rp350.000 untuk pengiriman paket, Rp400.000 untuk pembelian bahan bakar, dan
Rp300.000 untuk pembelian konsumsi.
 20 Jun. Staf kas kecil mempertanggungjawabkan pengeluaran kas kecil selama 11 s/d 19
Juni disertai bukti pendukung dan juga menyampaikan bahwa terdapat uang palsu
Rp20.000 dari pengembalian. Sesuai kebijakan yang berpijak pada fakta, uang palsu
tersebut diakui sebagai beban lain-lain.
 20 Juni. Setelah pertanggungjawaban diselesaikan, staf kas kecil menerima pengisian
kembali kas kecil agar kas kecil berjumlah Rp1.800.000 sesuai dengan kebijakan
manajemen terbaru dalam rangka menyikapi kebutuhan kas kecil yang semakin banyak.
 21 s/d 29 Jun. Staf kas kecil membayar Rp320.000 untuk beban transportasi lokal,
Rp600.000 untuk pengiriman paket, Rp480.000 untuk pembelian bahan bakar, dan
Rp330.000 untuk pembelian konsumsi.
 30 Jun. Staf kas kecil mempertanggungjawabkan penggunaan kas kecil selama 21 s/d 29
Juni sekaligus menyerahkan kas kecil dalam rangka penutupan akun Kas kecil. Staf kas
kecil menyampaikan terdapat selisih kurang Rp10.000 yang mana saldo kas di brankas
kas kecil lebih kecil dibanding yang seharusnya. Sesuai kebijakan yang berpijak pada
fakta, selisih kurang tersebut ditampung di akun Selisih kas untuk ditindak-lanjuti di
kemudian hari.

Diminta: Lakukan pencatatan, khususnya penjurnalan, yang diperlukan oleh bagian


akuntansi.

fb: penerbit buku akuntansi | Bab 1: Akun Kas 21