Anda di halaman 1dari 10

Laporan Akhir

Elektronika 1
Modul Praktikum
Rangkaian Penjumlahan, Pengurangan dan Op-Amp sebagai
Filter Aktif

Nama : Sheila Nuur Ditrie


NPM : 1806195444
Rekan Kerja : M. Shofiyul M.
Kelompok :8
Hari : Rabu
Tanggal : 16 Oktober 2019
Modul ke : 8 dan 9

Laboratorium Elektronika – Departemen Fisika


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
2019
1

MODUL 8 dan 9
Rangkaian Penjumlahan, Pengurangan dan Op-Amp
sebagai Filter Aktif

DATA PENGAMATAN
 Percobaan 1. Inverting Adder

V1 (V) V2(V) Vout (V)


-2.4

5 0

-2.4

5 1

5 2 -
-68m

5 3

5 4 -52m

Universitas Indonesia 2019


2

-68m

5 5

 Percobaan 2. Scalling Adder

V1=V2 (V) R1 (Ω) R2 (Ω) Vout (V)

1 10K 10K 10.5

1 20k 10K 10.5

1 20K 27K 10.5

 Percobaan 3. Adder Subtracter

R1=R2 (Ω) Vout (V)


10K 10.6
47 10.6
Balans 10.4

Universitas Indonesia 2019


3

 Percobaan 4. Direct Adder

R1’=R2’ (Ω) R1 (Ω) Vout (V)


100K 47K 10.6
47K 47K 10.6
Balans 10.6

ANALISIS
Pada percobaan kali ini praktikan melakukan 9 percobaan, yaitu inverting adder,
scalling adder, adder subtracter, direct adder, differensiator, integrator, low pass
filter, high pass filter dan band pass filter. Pada percobaan pertama inverting adder
hasil yang diperoleh ketika ekperimen di laboratorium dan hasil yang diperoleh
ketika simulasi sedikit berbeda. Tegangan keluaran pada hasil simulasi semakin
kecil ketika V2 diperbesar, sedangkan pada hasil ekpesimen tegangan keluaran
mengalami kenaikan dan penurunan ketika V2 diperbesar.
Pada percobaan kedua yaitu scalling adder hasil yang diperoleh ketika
eksperimen dan simulasi sudah sama. Dimana tegangan keluaran tidak berubah
ketika resistor 1 dan 2 diganti dengan harga yang berbeda. Pada percobaan ketiga
yaitu adder subtracter hasil yang diperoleh ketika eksperimen dan simulasi sudah
sama. Dimana tegangan keluaran tidak berubah ketika resistor 1 dan 2 diganti
dengan harga yang berbeda, hanya saja angkanya tidak sama persis karena resistor
yang digunakan berbeda harganya.
Pada percobaan keempat yaitu direct adder hasil yang diperoleh ketika
eksperimen dan simulasi sedikit berbeda. Dimana ketika R1’ dan R2’ diganti
dengan harga yang berbeda, tegangan keluaran pada hasil simulasi berubah
sedangkan ketika eksperimen tidak berubah. Pada percobaan kelima hingga
kesembilang, praktikan tidak mendapatkan hasil ketika eksperimen sehingga hanya
akan menganalisi hasil dari simulasi.

Universitas Indonesia 2019


4

Pada percobaan kelima yaitu differensiator praktikan memperoleh hasil


simulasi, dimana ketika rangkaian diberikan sinyal input sinus maka sinyal keluaran
akan berbentuk sinus yang skalanya lebih besar, ketika rangkaian diberikan sinyal
input segitika maka sinyal keluaran akan berbentuk kotak, dan ketika rangkaian
dberikan sinyal input kotak maka sinyal keluaran akan berbentuk kotak dengan
sekala yang lebih kecil. Sinyal keluaran yang dihasilkan tersebut dikarenakan besar
frekuensi lebih kecil dari fc.
Pada percobaan keenam yaitu integrator praktikan memperoleh hasil simulasi,
dimana ketika rangkaian diberikan sinyal input sinus maka sinyal keluaran akan
berbentuk sinyal sinus dengan skala yang sama, ketika rangkaian diberikan sinyal
input segitiga maka sinyal keluaran akan berbentuk sinus, dan ketika rangkaian
diberikan sinyal input kotak maka sinyal keluaran akan berbentuk segitiga. Sinyal
keluaran yang dihasilkan tersebut dikarenakan bessar frekuensi lebih dari fc.
Pada percobaan ketujuh yaitu low pass filter praktikan emperoleh hasil simulasi
dimana sinyal keluaran berbentuk kotak dan cut off terjadi ketika frekuensi
dinaikkan dari 1Hz menjadi 1.35Hz pada kapasitor 1µF, sedangkan pada kapasitor
10mF diperoleh sinyal keluaran berbentuk sinus dan cut off terjadi ketika frekuensi
dinaikkan dari 1Hz menjadi 2Hz.
Pada percobaan kedelapan yaitu high pass filter praktikan memperoleh hasil
simulasi dimana sinyal keluaran berbentuk kotak dan cutoff terjadi ketika frekuensi
diturunkan dari 250Hz menjadi 150Hz pada kapasitor 1µF, sedangkan pada
kapasitof 10mF diperoleh sinyal keluaran berbentuk kotak dengan sinus dan cut off
terjadi ketika frekuensi diturunkan dari 250Hz menjadi 150Hz.
Pada percobaan kesembilang yaitu band pass filter praktikan memperoleh hasil
simulasi dimana sinyal keluaran berbentuk sinus dan cut off terjadi ketika frekuensi
dinaikkan dari 1Hz menjadi 1.33Hz. Ketika melakukan eksperimen di
laboratorium, praktikan mengalami beberapa kendala diantaranya adalah osiloskop
yang tidak dapat berfungsi dengan baik, terdapat kabel multimeter yang rusak, dan
terdapat kabel koneksi yang putus sehimgga praktikan tidak memperoleh hasil yang
maksimal atau bahkan tidak memperoleh data yang dibutuhkan. Selain itu terdapat
kendala dari praktikan itu sendiri dimana praktkan kurang teliti ketika merangkai,
praktikan terkadang tidak ingat untuk melakukan kalibrasi atau mengecek alat-alat

Universitas Indonesia 2019


5

yang akan digunakan, serta praktikan yang kurang teliti ketika menentukan besar
keluaran.

KESIMPULAN
 Hasil yang diperoleh praktikan sudah sama dengan hasil menurut teori.
 Op-amp dapat dirangkai menjadi rangkaian penjumlah yang berfungsi
untuk menghasilkan tegangan output yang berupa hasil penjumlahan.

TUGAS AKHIR
1. Hitung penguatan pada masing-masing rangkaian!
a. Inverting adder dengan V1= 5V dan V2 = 0V
𝑅𝑓 𝑅𝑓
𝑉𝑜𝑢𝑡 = − ( 𝑉1 + 𝑉2)
𝑅1 𝑅2
10𝐾 10𝐾
𝑉𝑜𝑢𝑡 = − ( 5𝑉 + 0𝑉)
10𝐾 10𝐾
𝑉𝑜𝑢𝑡 = −5𝑉
Penguatan pada rangkaian Inverting Adder adalah 1 kali.

b. Scalling adder dengan Vin= 1 V

𝑅𝑓 𝑅𝑓 𝑅𝑓
𝑉𝑜𝑢𝑡 = − ( 𝑉1 + 𝑉2 + 𝑉3)
𝑅1 𝑅2 𝑅3
100𝐾 100𝐾 100𝐾
= −( 1𝑉 + 1𝑉 + 1𝑉)
10𝐾 10𝐾 10𝐾
𝑉𝑜𝑢𝑡 = − 30𝑉
𝑉𝑜𝑢𝑡 − 30𝑉
𝐴𝑣 = = = 10 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖𝑛 3𝑉

c. Adder- subtracter dengan V1,V2 = 1V & V3,V4 = 2V

𝑅𝑓 𝑅𝑓 𝑅𝑓 𝑅𝑓
𝑉𝑜𝑢𝑡 = ( 𝑉1 + 𝑉2) + ( 𝑉3 + 𝑉4)
𝑅1 𝑅2 𝑅3 𝑅4

100𝑘 100𝑘 100𝑘 100𝑘


𝑉𝑜𝑢𝑡 = −(( 1𝑉 + 1𝑉)) + ( 2𝑉 + 2𝑉)
10𝑘 10𝑘 10𝑘 10𝑘
𝑉𝑜𝑢𝑡 = 20 𝑉

Universitas Indonesia 2019


6

𝑉𝑜𝑢𝑡 20 𝑉
𝐴𝑣 = = = 3,33 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖𝑛 6𝑉

d. Direct adder dengan V input = 2 V


𝑅𝑓′ 𝑅𝑓′
𝑉𝑜𝑢𝑡 = ( 𝑉1 + 𝑉2)
𝑅1′ 𝑅2′
100𝑘 100𝑘
𝑉𝑜𝑢𝑡 = ( 2𝑉 + 2𝑉)
100𝑘 100𝑘
𝑉𝑜𝑢𝑡 = 4 𝑉
𝑉𝑜𝑢𝑡 4 𝑉
𝐴𝑣 = = = 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
𝑉𝑖𝑛 4𝑉

2. Bandingkan tegangan output dari percobaan yang dilakukan dengan


hasil perhitungan, buat kesalahan relatifnya!
 Inverting adder
Vout Vout Kesalahan
Percobaan (V) Perhitungan (V) Relatif
-2.4 -5 48%
-2.4 -6 40%
- -7 -
-68m -8 0.85%
-52m -9 0.58%
-68m -10 0.68%

 Scalling adder
Vout Vout Kesalahan
Percobaan (V) Perhitungan (V) Relatif
10.5 - 30 35%
10.5 - 25 42%
10.5 - 18.7 56.2%

Universitas Indonesia 2019


7

 Adder-subtracter
Vout Vout Kesalahan
Percobaan (V) Perhitungan (V) Relatif
10.6 20 53%
10.6 36 29.4%

 Direct adder
Vout Vout Kesalahan
Percobaan (V) Perhitungan (V) Relatif
10.6 -4 26.5%
10.6 -8 13.25%

3. Jelaskan salah satu kegunaan rangkaian penjumlahan!


Rangkaian penjumlah berfungsi untuk menjumlahkan beberapa
input untuk kemudian dikuatkan menggunakan Op-Amp. Contoh Aplikasi
dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk keperluan pengeras suara suatu
pertunjukan pentas musik yang terdiri dari beberapa alat musik yang kita
dapat dianggap sebagai input.

4. Buat analisis dan kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan!


Analisis dan kesimpulan terlampir di halaman sebelumnya
5. Gambar bentuk gelombang input dan output untuk rangkaian
differensiator dan integrator!

6. Hitung dan bandingkan frekuensi cut off untuk masing-masing filter


antara teori dan percobaan yang dilakukan
1
𝑓𝑐 =
2𝜋𝑅𝐶

Universitas Indonesia 2019


8

Filter Teori Percobaan


Low pass filter 9.134 x 10-3Hz -
High pass filter 9.134 x 10-3Hz -
Band pass filter 9.134 x 10-3Hz -

7. Sebutkan kegunaan, aplikasi dan pengembangan masing-masing filter!


a. Low Pass Filter
Digunakan untuk meneruskan sinyal yang memiliki frekuensi
rendah dan meredam sinyal yang memiliki frekuensi tinggi.
Pengaplikasian Low Pass Filter digunakan pada audio yaitu pada
peredaman frekuensi tinggi (yang biasanya digunakan pada tweeter)
sebelum masuk speaker bass atau subwoofer (Frekuensi rendah), bisa
juga digunakan untuk memperhalus gambar dengan Gaussian Blur, serta
sebagai receiver seperti superheterodyne.
b. High Pass Filter
Mampu dilewatkan frekuensi tinggi serta menahan atau meredam
frekuensi rendah. Cara kerja nya yaitu memperlemah atau menurunkan
tegangan output untuk semua frekuensi yang berada dibawah frekuensi
cutoff. Pengaplikasian dari High Pass Filter adalah pada rangkaian
audiotik, pengembangan crossover audio dimana pada pengembangan
ini digunakan untuk pengarahan frekuensi tinggi ke tweeter sementara
pelemahan sinyal bass yang dapat mengganggu atau kerusakan.
c. Band Pass Filter
Digunakan untuk merespon atau melewatkan sinyal dengan
frekuensi pada jangka tertentu seperti frekuensi cutoff atas bawah. Filter
ini dibuat dengan menggabungkan Low Pass Filter dengan High Pass
Filter. Band Pass Filter digunakan pada nirkabel pemancar dan penerima
dimana pada fungsi pemancar akan membatasi bandwidth sinyal output
minimum yang diperlukan untuk menyampaikan data pada kecepatan
yang diinginkan dalam bentuk yang diinginkan pula. Pada fungsi
penerima atau receiver pada sebua band pass filter memungkian sinyal
dalam rentang frekuensi yang dipilih untuk didengarkan, sementara

Universitas Indonesia 2019


9

mencegah sinyal pada frekuensi yang tidak diinginkan. Biasanya


digunakan pada rangkaian radio.

8. Buat analisis, kesimpulan dan kesalahan relatifnya!


Analisis dan kesimpulan terlampir di halaman sebelumnya

REFERENSI
Buku Penuntun Praktikum Elektronika 1

http://elektronika-dasar.web.id/adder-penjumlah-dengan-op-amp/ (Diakses pada

Minggu 13 Oktober 2019 Pukul 10.27)

https://www.academia.edu/12369785/OperationAmplifierAdderdanSubtractor

(Diakses pada Minggu 13 Oktober 2019 Pukul 11.32)

http://elektronika-dasar.web.id (Diakses pada Minggu 13 Oktober 2019 pukul

12.30)

Malvino, Albert. 1999. Electronics Principle 7th edition. Tata Mc Graw-Hill

Publishing Company Limited.

Universitas Indonesia 2019