Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

PENJAS ADAPTIF

“BERLOMBA ESTAFET”

Dosen: Dr. Willadi Rasyid, M.S.

Oleh:

PUTRI WAHYUNI 15086226

ANITA LUSIANTI1 16086007

SYOHIVA ROBINSON 16086402

MESSI ELVENA 16086366

JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik
yang dilaksana kan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung
terdapat 4 orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor
lari sambung ada kekususan yang tidak akan di jumpai pada nomor pelari lain, yaitu
memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari
berikutnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah yang di bahas
adalah sebagai berikut:

 Pengertian lari esatafet

 Cara bermain lari estafet modifikasi

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan maslah di atas tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:

 Mengetahui peraturan perlombaan

 Cara perlombaan lari estafet modifikasi

 Mengetahui peraturan lomba


2.1 Pengertian Lari Estafet

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan
atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari
sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan
keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada
nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari
sebelumnya ke pelari berikutnya.

Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter=400
meter dan nomor 4 x 400 meter (1.600 meter). Dalam melakukan lari sambung bukan
teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan kemahiran dalam menerima tongkat
dengan cepat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan
dari setiap pelari.

2.2 Sejarah Lari Estafet

Lari estafet pertama kali dilakukan sejak peradaban suku Aztek, suku Inka dan suku
Maya yang bertujuan untuk meneruskan berita untuk diketahui.

Tradisi olimpiade yang berasal dari Yunani ini tidak hanya lari estafet namun juga
ialah salah satunya estafet obor. Diselenggarakan yang konon katanya untuk menjalin
hubungan dengan para dewa leluhur dan meneruskan api keramat ke tempat
penjajahan yang baru.

Stockholm adalah saksi bisu pertama kalinya diadakan olimpiade lari estafet putra
jarak 4 x 100 m dan 4 x 400 m pada tahun 1992. Sedangkan untuk putri mulai
diadakan perlombaan pada tahun 1928 dengan jarak 4 x 100 m dan 4 x 400 m pada
tahun 1972.

2.3 Peraturan Lari Estafet

Lari estafet pada jarak 4 x 100 m pelari tidak dibolehkan menjatuhkan tongkat estefet.
Apabila tongkat terjatuh maka satu timnya akan didiskualifikasi.

Namun untuk lari estafet jarak 4 x 400 m jika tongkat terjatuh tidak akan
didiskualifikasi dengan alasan jarak tempun yang lebih jauh. Tetapi pelari akan
tertinggal jauh dibelakang dengan pelari-pelari lainnya.
2.4 Tongkat Estafet

Untuk melakukan lari estafet harus terdapat benda yang dipindahkan dari tangan
pelari satu ke pelari lainnya ialah tongkat estafet. Tongkat estafet adalah salah satu
benda yang akan diberikan secara bergiliran dari pelari satu ke pelari lainnya dalam
satu tim. Caranya ialah setengah tongkat dipegang oleh pelari pertama dan yang
setengahnya lagi nantinya untuk diberikan pelari selanjutnya. Pelari pertama
memegang tongkat dimulai dari garis start hingga ke pelari selanjutnya.

2.5 Cara Bermain

a. Anak di bagi menjadi beberapa kelompok dalam beberapa barisan

b. Setiap barisan dalam kelompok berjarak kurang lebih satu meter

c. Anak berada di garis start berlari memberikan tongkat kepada anak ke satu
dan yang pertama memebrikan tongkat ke anak yang ke dua dan seterusnya.

d. Cara pemberian setiap bagian lari berbeda:


a) Lari pertama dengan cara meloncar dengan satu kaki sampai ke garis
perpindahan berikutnya.
b) Lari kedua sambil berlari dalam posisi jongkok dan memeberikan juga
dalam posisi jongkok ke pada peari berikut nya pada perpindahan.
c) Lari ketiga sambil berlari membelakangi sektor garis finish dan
memeberikan dengan cara kayang pada saat perpindahaan tongkat.
d) Lari keempat dengan cara dengan lutut di apit sambil ber lari, tongkat
terletak di antara apitan kedua lutut yang tetap bertaut. Pada saat
perpindahan masih dengan cara di apit, dan di terima pada saat
perpindahaan di ambil oleh orang berikutnya dengan cara yang di
lakukan oleh si pemberi.

e) Pemenang adalah kelompok yang paling cepat memeberikan tongkat dan


sampai di garis finish terlebih dahulu.

2.6 Hukuman

a. Jumping jump

b. Push up
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan
atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari
sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan
keempat pada nomor lari sambung ada kekususan yang tidak akan di jumpai pada
nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari
lain.

3.2 Saran

Dalam melakukan lari estafet modifikasi bukan teknik saja yang diperlukan
tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta
penyesuaian jarak dari setiap pelari. Dengan memperhati kan beberapa metodi
pembawaan dan pemberian tongkat dalam kegiatan estafet modifikasi.