Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH ANATOMI DAN FISIOLOGI

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Disusun Oleh :

KELOMPOK 3

1-DIV A

AHMAD HAFIYAN (P21335118003)

TRIA WULANDARI (P21335118068)

WINRA NADEAK (P21335118076)

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KESEHATAN LINGKUNGAN JURUSAN


KESEHATAN LINGKUNGAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II
Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12120 2018

Jakarta, Februari 2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul ”Sistem Pencernaan” tepat pada waktunya.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah
membantu menyelesaikan masalah ini. Penulis juga mengahaturkan permohonan maaf , bila
terdapat banyak kesalahan dalam makalah ini.

Kami berharap makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas
dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat
mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya
yang lebih baik lagi.

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………… i

DAFTAR ISI……………………………………………………………………… ii

1. Fungsi dan Proses Sistem Pencernaan……………………………………..... 1


1.1.Fungsi sistem pencernaan………………………………………………… 1
1.2.Gambaran garis besar saluran pencernaan……………………………….... 1
1.3.kendali saraf pada saluran pencernaan………………………………….... 3

2. Rongga Oral,Faring, dan Esofagus……………………………………….... 3


2.1.Rongga oral ………………………………………………………………. 3
2.2.Proses menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring
Menuju esofagus......................................................................................... 6
2.3.Esofagus ………………………………………………………………...... 6

3. Lambung …………………………………………………………………....... 7
3.1.Anatomi Lambung………………………………………………………… 7
3.2.Fungsi Lambung………………………………………………………….. 8
3.3. Sekresi Lambung……………………………………………………………….... 9
3.4.Digesti Lambung………………………………………………………..... 9
3.5.Pengosongan Lambung…………………………………………………..... 10

4. Usus Halus ………………………………………………………………….... 10


4.1.Gambaran Umum Usus Halus……………………………………………. 10
4.2.Divisi Usus Halus ………………………………………………………… 10
4.3.Motilitas Usus Halus……………………………………………………..... 11
4.4. Anatomi Mikroskopik Dinding Usus Halus…………………………………….... 11
4.5.Fungsi Usus Halus…………………………………………………………. 12
4.6.Absorpsi dalam Usus Halus………………………………………………,.. 12
5. Pankreas,Hati,dan Kandung Empedu
5.1.Pankreas ……………………………………………………………… 14
5.1.1. Anatomi Pankreas ……………………………………………….. 14
5.1.2. Kendali pada sekresi pankreas………………………………….... 15
5.1.3. Komposisi Cairan Pankreas…………………………………….... 15

5.2.Hati dan Sekresi Empedu…………………………………………….. 15


5.2.1. Anatomi Hati………………………………………………………. 16

5.2.2. Fungsi Hati………………………………………………………..... 16

5.2.3. Empedu …………………………………………………………..... 16

5.3. Kandung Empedu………………………………………………………. 17

5.3.1. Anatomi Kandung Empedu…………………………………………. 17


5.3.2. Fungsi Kandung Empedu…………………………………………… 18

6. Usus Besar …………………………………………………………………... 18


6.1.Gambaran Umum Usus Besar……………………………………………. 18
6.2.Bagian-bagian Usus Besar………………………………………………... 18
6.3.Fungsi Usus Besar………………………………………………………… 19

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….. 20
SISTEM PENCERNAAN

Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba muskular panjang
yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ seperti gigi, lidah, kelenjar saliva,
hati, kandung empedu, dan pankreas. Saluran pencernaan yang terletak dibawah area
diafragma disebut saluran gastrointensial

1. Fungsi dan Proses Sistem Pencernaan

1.1.Fungsi sistem pencernaan


Fungsi utama nya adalah untuk menyediakan makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh dari
nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik
dan kimia, dan meliputi proses-proses berikut:
1. Ingesti adalah masuknya makanan kedalam mulut.
2. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh gigi.
Kemudian makanan tercampur dengan saliva sebelum ditelan.
3. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan
makana tertelan melalui saluran pencernaan.
4. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil
sehingga absorpsi dapat berlangsung.
5. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan
ke dalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat digunakan oleh sel tubuh.
6. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna, juga bakterin dalam
bentuk fase dari saluran pencernaan.
1.2.Gambaran garis besar saluran pencernaan
1) Dinding saluran tersusun dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen (rongga sentral) ke
arah luar.
a. Mukosa (membran mukosa) tersusun dari tiga lapisan.
1. Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan, sekresi, dan absorpsi.
Di bagian ujung oral dan anal saluran, lapisannya tersusun dari epitelium
skuamosa bertingkat tidak terkeranisasi untuk perlindungan.
2. Lamina propria adalah jaringan ikat areolar yang menopang epitelium. Lamina
ini mengandung pembuluh darah, limfatik, nodulus limfe, dan beberapa jenis
kelenjar.
3. Maskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot
polos longitudinal luar.
b. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah,
pembuluh limfatik, beberapa kelenjar submukosal,dan pleksus serabut saraf, serta
sel-sel ganglion yang disebut pleksus meissner (pleksus submukosal). Submukosa
mengikat mukosa ke muskularis eksterna.
c. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot, satu lapisan sirkular dalam dan
satu lapisan longitudinal luar. Kontraksi lapisan sirkular mengkontriksi lumen
saluran dan kontraksi lapisan longitudinal memperpendek dan memperlebar lumen
saluran. Kontraksi ini mengakibatkan gelombang peristalsis yang menggerakan isi
saluran ke arah depan.
 Muskularis eksterna terdiri dari otot rangka di mulut, faring, dan esofagus atas,
serta otot polos pada saluran selanjutnya.
 Pleksus auerbach (pleksus mienterik) yang terdiri dari serabut saraf dan sel
ganglion parasimpatis, terletak di antara lapisan otot sirkular dalam longitudinal
luar.
d. Serosa (adventisia), lapisan keempat dan paling luar juga disebut peritoneum
viseral, lapisan ini terdiri dari membran serosa jarongan ikat renggang yang di lapisi
epitelium skuamosa simpel.
2) peritoneum, mesenterium, dan omentum abdominopelvis adalah membran serosa
terlebar dalam tubuh.
a. Peritoneum parietal melapisi rongga abdominopelvis
b. Peritoneum viseral membungkas organ dan terhubungkan ke peritoneum parietal
dan berbagai lipatan.
c. Rongga peritoneal adalah ruang potensial antar viseral dan peritoneum parietal.
d. Mesenterium dan omentum adalah lipatan jaringan peritoneal berlapis ganda yang
merefleks balik dari peritoneum viseral. Lipatan ini berfungsi untuk mengikat
organ-organ abdominal satu sama sama lain dan melabuhkannya ke dinding
abdominal belakang.
1. Omentum besar adalah lipatan ganda berukuran besar yang melekat pada
duodenum, lambung, dan usus besar. Lipatan ini tergantung seperti celemek di
atas usus.
2. Omentum kecil menopang lambung dan duodenum sehingg terpisah dari hati.
3. Mesokolon melekatkan kolon ke dinding abdominal belakang.
4. Ligamen falsiformis melekatkan hati ke dinding abdominal depan dan
diafragma.
e. Organ yang tidak terbungkus peritoneum, tetapi hanya tertutup olehnya disebut
retroperitoneal (di belakang peritoneum). Yang termasuk retroperitoneal antara
lain: pankreas, duodenum, ginjal, rektum, kandung kemih, dan beberapa organ
reproduksi perempuan.
1.3.kendali saraf pada saluran pencernaan.
SSO menginversi keseluruhan saluran pencernaan, kecuali ujung atas dan ujung
bawah yang dikendalikan secara volenter.
 Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X), mengeluarkan
efek stimulasi konstan pada tonus otot polos dan bertanggung jawab untuk
peningkatan keseluruhan aktivitas. Efek ini meliputi motilitas dan sekresi cairan
pencernaan.
 Impuls simpatis yang di bawa medulia spinalis dalam saraf splanknik, menghambat
kontraksi otot polos saluran, mengurangi motalitas, dan menghambat sekresi cairan
pencernaan.
 Pleksus meissner dan auerbach merupakan sisi sinaps untuk serabut praganglionik
parasimpatis, pleksus ini juga berfungsi untuk pengaturan kontraktil lokal dan
aktivitas sekretori saluran.
2. Rongga Oral, Faring , dan Esofagus

2.1.Rongga oral
Rongga oral adalah jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang
berfungsi dalam proses awal pencernaan, rongga vestibulum (bukal) terletak di antar gigi
dan bibir dan pipi sebgaai batas luarnya. Rongga oral utam dibatasi gigi dan gusi di bagian
depan, palatum lunak dan keras di bagian atas, lidah di bagian bawah, dan orofaring di
bagian belakang.
1. Bibir tersusun dari otot rangka (orbikuliaris mulut) dan jaringan ikat. Berfungsi untuk
menerima makanan dan produksi wicara.
a. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut, kelenjar
keringat serta kelenjar sebasea.
b. Area transisional memiliki epidermis transparan. Bagian ini tampak merah karena
dilewati oleh banyak kapiler yang dapat terlihat.
c. Permukaan dalam bibir adalah membran mukosa. Bagian frenulum labia
melekatkan membran mukosa pada gusi di garis tengah.
2. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi. Lapisan epitelial pipi merupakan subjek
abrasi dan sel acara konstan terlepas untuk kemudian diganti dengan sel-sel baru yang
membelah dengan cepat.
3. Lidah dilekatkan pada dasar mulut oleh frenulun lingua. Lidah berfungsi untuk
menggerakan makanan saat dikunyah dan ditelan. Untuk pengecapan dan dalam
produksi wicara.
a. Otot-otot ekstrinsik lidah berawal pada tulanhg dan jaringan di luar lidah serta
berfungsi dalam pergerakan lidah secara keseluruhan.
b. Otot-otot intrinsik lidah memiliki serabut yang menghadap ke berbagai arah untuk
membentuk sudut satu sama lain, ini memberikan mobilitas yang besar pada lidah.
c. Papila adalah elevasi jaringan mukosa dan jaringan ikat pada permukaan dorsal
lidah. Papila-papila ini menyebabkan tekstur lidah menjadi kasar.
1.Papila fungiformis dan papila sirkumvalata memiliki kuncup pengecap.
2.sekresi berair dari kelenjar von ebner, terletak di otot lidah, bercampur dengan
makanan pada permukaan lidah dan membantu pengecapan rasa.
d. Tonsil-tonsil lingua adalah agregasi jaringan limfoid pada sepertiga bagian
belakang lidah.
4. Kelenjar saliva mensekresi saliva ke dalam rongg oral. Saliva terdiri dari cairan encer
yang mengandung enzim dan cairan kental yang mengandung mukus.
a. Ada tiga pasang kelenjar saliva
1. Kelenjar parotid adalah kelenjar saliva terbesar, terletak agak ke bawah dan di
depan telinga dan membuka melalui duktus parotid (stensen) menuju suatu
elevasi kecil (papila) yang terletak berhadapan dengan gigi molar kedua pada
kedua sisi.
2. Kelenjar submaksilar (submandibilar) kurang lebih sebesar kacang kenari dan
terletak di permukaan dalam pada mandibula serta membuka melalui duktus
wharton menuju ke dasar mulut pada kedua sisi frenulum lingua.
3. Kelenjar sublingua terletak di dasar mulutndan membuka melalui duktus
sublingua kecil menuju ke dasar mulut.
b. Komposisi saliva, saliva terutama terdiri dari sekresi serosa, yaitu 98% air dan
mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion dan juga sekeresi mukus yang
lebih kental dan lebih sedikit yang mengandung glikoprotein, ion, dan air.
c. Fungsi saliva
8. Melarutkan makanan secara kimia untuk pengecapan rasa.
9. Melembabkan dan melumasi makanansehingga dapat di telan
10. Amilase pada saliva, mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltosa.
11. Zat buangan seperti asam urat dan urea, serta berbagai zat lain seperti obar, virus,
dan logam, diekskresi ke dalam saliva.
12. Zat antibakteri dan antibodi dalam saliva berfungsi untuk membersihkan rongga
oral dan membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi.
d. Kendali saraf pada sekresi saliva
1. Aliran saliva dapat dipicu melalui stimulasi psikis (pikiran akan makanan)
mekanis (keberadaan makanan), atau kimiawi (jenis makanan)
2. Stimulasi dibawa melalui serabut aferen dalam saraf kranial V, VII, IX, dan X
menuju nuklei salivatori inferior dan superior dalam mendula. Semua kelenjar
saliva di persarafi serabut simpatis dan parasimpatis.
3. Volume dan komposisi saliva bervariasi sesuai jenis stimulus dan jenis
inervasinya (sistem simpatis atau parasimpatis).
a. Stimulasi parasimpatis mengakibatkan vasodilatasi pembuluh darah dan
sekresi berair (serosa) yang banyak sekali.
b. Stimulasi simpatis mengakibatkan vasokontriksi pembuluh darah dan
sekresi mukus yang lebih kental dan lengket. Obat-obatan yang
mengandung penghambat kolinergik (neurotransmiter parasimpatis)
mengakibatkan terjadinya sensasi mulut kering.
c. Pada manusia normal, saliva yang disekresi permenit adalah sebanyak 1 ml.
Saliva yang disekresi dapat mencapai 1,5 L dalam 24 jam.
d.
5. Gigi tersusun dalam kanton-kantong (alveoli) pada mandibula dan maksila.
a. Anatomi gigi
1. Setiap lengkung barisan gigi pada rahang membentuk lengkung gigi. Lengkung
bagian atas lebih besar dari bagian bawah sehingga gigi-gigi atas secara normal
akan menutupi (overlap) gigi bawah.
2. Manusia memiliki 2 susunan gigi : gigi primer dan sekunder (permanen)
a. Gigi premier dalam setengah lengkung gigi (dimulai dari ruang di antara dua
gigi depan) terdiri dari dua gigi seri, satu taring, dua geraham(molar), untuk
total keseluruhan 20 gigi.
b. Gigi sekunder mulai keluar pada usia lima sampai enam tahun. Setengah dari
lengkung gigi terdiri dari dua gigi seri, satu taring, dua premolar (bikuspid)
dan tiga geraham, untuk total keseluruhan 32 buah. Geraham ketiga disebut
gigi bungsu.
3. Komponen gigi
a. Mahkota adalah bagian gigi yang terlihat. Satu sampai tiga akar yang
tertanam terdiri dari bagian gigi yang tertanam ke dalam prosesus (kantong)
alveloar tulang rahang.
b. Mahkota dan akar bertemu pada leher yang diselubungi gingiva (gusi).
c. Membran peridontal merupakan jaringan ikat yang melapisi kantong
alveolar dan melekat pada sementum di akar. Membran ini menahan gigi di
rahang.
d. Rongga pulpa dalam mahkota melebar ke dalam saluran akar, berisi pulpa
gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf saluran akar membuka ke
tulang melalui foramen apikal.
e. Dentin menyelubungi rongga pulpa dan membentuk bagian terbesar gigi.
Dentin pada bagian mahkota tertutup oleh email dan di bagian akar oleh
sementum. Email terdiri dari 97% zat anorganik (terutama kalsium fosfat)
dan merupakan zat terkeras dalam tubuh. Zat ini berfungsi untuk melindungi.
Tetapi dapat terosi oleh enzim dan asam yang diproduksi bakteri mulut dan
mengakibatkan kariesi gigi. Fluorida dalam air minum atau yang sengaja
dikenakan pada gigi dapat memperkuat email.
b.Fungsi gigi
Gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Makanan yang masuk dalam
mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk
membentuk bolus makanan yang dapat ditelan.
2.2.Proses menelan (deglutisi) menggerakan makanan dari faring menuju esofagus.
Aksi penelanan meliputi tiga fase.
1. Fase volunter. Lidah menekan palatum keras saat rahang menutup dan mengarahkan
bolus ke arah orofaring.
2. Fase faring. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang
mengirim impuls ke pusat menelan dalam medulla dan batang otak bagian bawah.
Refleks yang terjadi adalah penutupan semua lubang kecuali esofagus sehingga
makanan bisa masuk.
a. Lidah menekan palatum keras dan menghalangi makanan kembali ke mulut.
b. Otot palatum lunak dan uvula mengangkat palatum lunak untuk menutup mulut
saluran nasal sehingga makanan tidak masuk ke rongga nasal.
c. Laring terelevasi, glotis tertutup, dan epligotis condong ke belakang menutup mulut
laring yang menahan makanan sehingga tidak memasuki saluran pernapasan.
d. Sfinger esofagus atas pada mulut esofagus secara normal menyempit untuk
mencegah udara memasuki esofagus, dan refleks relaksasi terjadi saat otot faring
berkontraksi dan laring terelevasi.
e. Gelombang peristaltik kontraksi yang bermula pada otot faring menggerakan bolus
ke dalam esofagus.
3. Fase esofagus, sfinger esofagus bawah , suatu area sempit otot polos pada ujung
bawah esofagus dalam kontraksi tonus yang konstan, berelaksasi setelah melakukan
gelombang peristaltik dan memungkinkan makanan terdorong ke dalam lambung.
Sfinger kemudian berkontriksi untuk mencegah regurgitas (refluksi) isi lambung ke
dalam esofagus
2.3.Esofagus
 Anatomi, esofagus adalah tuba muskular, panjang nya sekitar 9 sampai 10 inci (25
cm) dan berdiameter 1 inci (2,54 cm). Esofagus berawal pada area laringofaring,
melewati diafragma dan hiatus esofagus (lubang) pada area sekitar vertebra toraks
kesepuluh, dan membuka ke arah lambung.
 Fungsi. Esofagus menggerakan makanan dari faring ke lambung melalui gerak
peristalsis. Mukosa esofagus memproduksi sejumlah besar mukus untuk melumasi
dan melindungi esofagus. Esofagus tidak memproduksi enzim pencernaan.
3. Lambung

3.1. Anatomi Lambung


1. Lambung adalah organ berbentuk J, terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen
dibawah diafragma. Semua bagian,kecuali bagian kecil terletak pada bagian kiri garis
tengah. Ukuran dan bentuknya bervariasi dari satu individu ke individu lain. Regia-
regia lambung terdiri dari bagian jantung,fundus,badan organ,dan bagian pylorus.
a. Bagian jantung lambung adalah area di sekitar pertemuan esophagus dan lambung
(pertemuan gastrosofagus).
b. Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esophagus.
c. Badan organ adalah bagian yang terdilatasi di bawah fundus,yang membentuk dua
pertiga bagian lambung. Tepi medial badan lambung yang konkaf disebut kurvatur
kecil, tepi lateral lambung yang konveks disebut kurvatur besar.
d. Bagian pylorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke
duodenum. Antrum pylorus mengarah ke mulut pylorus yang dikelilingi afingter
pylorus muscular tebal.
2. Histologi dinding lambung. Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa,submukosa,dan
jaringan muskularis) beserta modifikasinya.
a. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan
otot melintang (oblik) tambahan. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan
pencampuran dan penghancuran isi lambung.
b. Mukosa membentuk lipatan ;ipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga
memungkinkan pergangan dinding lambung. Ruga terlihat saat lambung kosong
dan akan menghalus saat lambung meregang terisi makanan.
c. Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar
15 juta kelenjar lambung. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai
letaknya,menghasilkan 2L sampai 3L cairan lambung. Cairan lambung
mengandung enzim-enzim pencernaan,asam klorida,mucus,garam-garaman,dan
air.
3.2.Fungsi Lambung
1. Penyimpanan makanan. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu
yang panjang antara saat makan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar
sampai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. Lambung tidak memiliki
peran mendasar dalam kehidupan dan dapat diangkat,asalkan makanan yang dimakan sedikit
dan sering.
2. Produksi kimus. Aktivitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimus (massa homogeny
setengah cai,berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya ke daalam
duodenum.
3. Digesti protein. Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida.
4. Produksi mucus. Mucus yang dihasilkan dari kelenjar membentuk barter setebal 1 mm untuk
melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri.
5. Produksi faktor intrinsic
a. Faktor intrinsic adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal.
b. Vitamin B12 didapat dari makanan yang dicerna di lambung, terkait pada faktor
12ormone12i. Kompleks faktor intrinsic vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus, tempat
vitamin B12 diabsorbsi.
6. Absorpsi. Absorpsi nutrient yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. Beberapa obat
larut lemak (aspirin) dan alcohol diabsorpsi pada dinding lambung. Zat terlalrut dalam air
terabsorpsi dalam jumlah yang tidak jelas

3.3. Sekresi Lambung


1. Jenis kelenjar lambung
a. Kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung. Kelenjar ini hanya mensekresi
mucus.
b. Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari tiga jenis sel.
(1) Sel chief (zimogenik) mensekresi pepsinogen,precursor enim pepsin. Kelenjar
ini mensekresi lipase dan renin lambung,yang kurang penting.
(2) Sel parietal mensekresi asam klorida (HCL) dan faktor intrinsic
(a) Dalam pembuatan HCL,CO2 bergerak ke dalam sel untuk berikatan dengan
air dan membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksi yang dikatalis oleh
anhydrase karbonik
(b) H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. Ion bikarbonat keluar
dari sel untuk digantikan ion klorida (CL-) dan memasuki sirkulasi sistemik.
(c) Ion hydrogen, bersama ion klorida,secara aktif terpompa ke dalam lambung.
(3) Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung. Sel ini
mensekresi barier mucus setebal 1 mm dan melindungi lapisan lambung
terhadap kerusakan oleh HCL atau autodigesti.
c. Kelenjar pylorus terletak pada regia antrum pylorus. Kelenjar ini mensekresi mucus
dan gastrin, suatu hormone peptide yang berpengaruh besar dalam proses sekresi
lambung.
2. Tiga tahap sekresi lambung dinamakan sesuai dengan regia tempat terjadinya stimulus.
Faktor saraf dan hormone terlibat.
a. Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Masuknya makanan ke
dalam mulut atau tampilan,bau,atau pikiran tentang makanan,dapat merangsang
sekresi lambung.
b. Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama
makanan masih ada.
(1) Peregangan dinding lambung merangsang resptor saraf dalam mukosa lambung
dan memicu reflex lambung. Serabut aferen menjalar ke medulla melalui saraf
vagus. Serabut eferen para simpatis menjalar dalam vagus menuju kelenjar
lambung untuk menstimulasi produksi HCL,enzim-enzim pencernaan, dan
gastrin.
(2) Asam amino dan protein dalam maknaan yang separuh tercerna dan zat kimia
(alcohol dan kafein) juga meningkatkan sekresi lambung melalui refleks local.
(3) Fugsi gastrin,antara lain :
(a) Gastrin merangsang sekresi lambung
(b) Gastrin meningkatkan motilitas usus dan lambung
(c) Gastrin mengkonstriksi sfinger esophagus bawah dan merelaksasi sfingter
pylorus
(d) Efek tambahan, seperti stimulasi sekresi pankreas dan peningkatan motilitas
usus, juga termasuk fungsi gastrin.
(4) Pengaturan pelepasan gastrin dalam lambung terjadi melalui penghambatan
umpan balik yang didasarkan pada pH isi lambung.
(a) Jika tidak ada makanan dalam lambung di dalam jam makan,pH lambung
rendah dan sekresi lambung terbatas.
(b) Makanan yang masuk ke lambung memiliki efek pendaparan (buffering)
yang mengakibatkan peningkatan pH dan peningkatan sekresi lambung.
c. Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan meamsuki usus halus
yang kemudian memicu faktor saraf dan hormone.
(1) Sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin duodenum sehingga dapat
berlangsung selama beberapa jam. Gastrin ini dihasilkan oleh bagian atas
(duodenum) usus halus dan dibawa dalam sirkulasi menuju lambung.
(2) Sekresi lambung dihambat oelh 13ormone-hormong polipetida yang dihasilkan
duodenum. Hormon ini, yang dibawa dalam sirkulasi menuju
lambung,disekresi sebagai respons terhadap asiditas lambung dengan pH
dibawah 2 dan jika ada makanan berlemak. Hormon-hormon ini meliputi
gastric inhibitory polypeptide (GIP),sekretin,kolesistokinin (cholecystokinin
[CCK]), dan hormone pembersih enterogastron.

3.4.Digesti Lambung
Digesti dalam lambung. Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak.
1. Digesti protein,pepsinogen (diskresisel chief) diubah menjadi protein oelh asam klorida
(diskresi sel parletal). Pepsin adalah enzim proteolitik,yang hanya dapat bekerja dengan
pH dibawah 5. 13ormone13i menghidrolisis protein menjadi polipeptida, lambung
janin memproduksi renin, enzim yang mengkoagulasi protein susu, dan
menguraikannya untuk membentuk dadih (curd)
2. Lemak. Lipase lambung (diskresi sel chief) menghidrolisis lemak usus menjadi asam
lemak dan gliserol, tetapi aktivitasnya terbatas dalam kadar pH yang rendah.
3. Karbohidrat. Amylase dalam saliva yang menghidrolisis zat tepung bekerja pada pH
netral. 13ormone13i terbawa bersama bolus dan tetap bekerja dalam lambung sampai
asiditas lambung menembus bolus. Lambung tidak mensekresi enzim untuk mencerna
karbohidrat.

3.5.Pengosongan Lambung
Kendali pada pengosongan lambung
1. Pengosongan distimulasi secara refleks saat merespons terhadap peregangan
lambung,pelapasan gastrin,kekentalan kimus,dan jenis makanan. Karbohidrat
dapat masuk dengan cepat,protein lebih lambat dan lemak tetap dalam lambung
selama 3 sampai 6 jam.
2. Pengosongan lambung dihambat oleh hormone duodenum yang juga menghambat
sekresi lambung lambung dan oleh refleks umpan balik enterogastrik dari
duodenum. Faktor-faktor hormone dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian
yang berlebih pada usus dan memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti
dalam usus halus.
3. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan
tertentu sehingga dapat diproses.

4. Usus Halus

4.1.Gambaran Umum Usus Halus


Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari sfingter pylorus sampai
ke katup ileosekal,tempatnya menyatu dengan usus besar. Diameter usus halus kurang
lebih 2,5 cm dan panjangnya 3 sampai 5 meter saat bekerja. Panjang 7 meter pada
mayat dicapai saat lapisan muskularis eksterna berelaksasi.

4.2.Divisi Usus Halus


 Duodenum adalah bagian yang terpendek (25 cm – 30 cm ). Dukus empedu dan
dukus pankreas , keduanya membuka ke dinding posterior duodenum beberapa
sentimeter di bawah mulut pylorus.
 Yeyunum adalah bagian yang selanjutnya. Panjangnya kurang lebih 1 m sampai 1,5
m
 Ileum (2 m – 2,5 m) merentang sampai menyatu dengan usus besar.
4.3.Motilitas Usus Halus
Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan, memungkinan produk
akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absorptive , dan mendorong zat sisa
memasuki usus besar. Pergerakan ini dipicu oleh peregangan dan secara refleks dikendalikan
oleh SSO.
1. Segmentasi irama adalah gerakn pencampuran utama. Segmentasi mencampur kimus
dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absorptive. Gerakan ini
adalah gerakan konstriksi dan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding
usus yang membagi isi menjadi segmen-segmen dan mendorong kimus bergerak maju-
mundur dari satu segmen yang relaks ke segmen lain.
2. Peristaltis adalah konstraksi ritmik otot polos longitudinal dan srikular. Konstraksi ini
adalah daya dorong utama yang meggerakan kimus 15ormone bawah di sepanjang saluran

4.4. Anatomi Mikroskopik Dinding Usus Halus


1. Ada tiga spesialisasi structural yang memperluas permukaan absorptive usus halus
sampai kurang lebih 600 kali.
a. Plicae circulares adalah lipatan sirkular 15ormone15 mukosa yang permanen
dan besar lipatan ini 15ormon secara keseluruhan mengitari lumen.
b. Vili adalah jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0,2 mm sampai 1,0 mm)
yang memanjang ke lumen dari permukaan mukosa. Vili hanya ditemukan pada
usus halus, setiap vilus mengading jarring-jaring kapilar dan pembuluhan limfe
yang disebut lacteal.
c. Mikrovill adalah lipatan-lipatan menonjol kecil pada membrane sel yang
muncul pada tepi yang berhadapan dengan sel-sel epitel.
2. Kelenjar
a. Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn) tertanam dalam mukosa dan membuka
di antara basis-basis vill. Kelenjar ini mnsekresi hormone dan enzim.
1. Enzim yang dibentuk oleh sel epitel usus dibutuhkan untuk melengkapi digesti.
2. Hormon- hormone yang mempengaruhi sekresi dan motilitas saluran
pencernaan antara lain :
a. Sekretin ,CCK,dan GIP berperan untuk menghalangi sekresi kelenjar
lambung
b. Peptida usus vasoaktif memiliki efek vasodilator dan efek relaksasi otot
polos
c. Substansi P mempengaruhi aktivitas motoric otot polos.
d. Somatsotatin menghambat sekresi asam klorida dan gastrin seperti
hpotalamus yang melepas faktor pelepas hormone pertumbuhan.
b. Kelenjar penghasil mucus
1. Sel goblet terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. Sel ini
memproduksi mucus pelindung.
2. Kelenjar Brunner terletak dalam submukosa duodenum. Kelenjar ini
memproduksi mucus untuk melindungi mukosa duodenum terhadap kimus
asam dan cairan lambung yang masuk ke pylorus melalui lambung.
c. Kelenjar enteroendokrin menghasilkan hormone-hormon gas trointestinal
3. Jaringan limfatik. Leukosit dan nodulus limfe ada di keseluruhan usus halus
untuk melindungi usus terhadap invasi benda asing. Agregasi nodulus limfe yang
disebut bercak Peyer terdapat dalam ileum.
4.5.Fungsi Usus Halus
 Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di
lambung. Proses ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu
empedu dalam hati.
 Usus halus secara selektif mengabsorbsi produk digesti.

4.6.Absorpsi dalam Usus Halus


1. Digesti oleh enzim usus.Enzim-enzim melengkapi proses pencernaan kimus sehingga
produk tersebut dapat langsung dan dengan mudah terserap.Enzim-enzim usus dan cara
kerjanya antara lain (Tabel 14-1) :
a. Enterokinase mengaktivasi tripsinogen pankreas menjadi tripsin,yang kemudian
mengurai protein dan peptida menjadi peptida yang lebih kecil.
b. Aminopeptidase,tetrapeptidase, dan dipeptidase mengurai peptida menjadi asam
amino bebas.
c. Amilase usus menghidrolisis zat tepung menjadi disakarida (maltosa,sukrosa,dan
laktosa).
d. Maltase,isomaltase,laktase,dan sukrase memecah disakarida maltosa,laktosa,dan
sukrosa,menjadi monosakarida (gula sederhana).
e. Lipase usus memecah monogliserida menjadi asam lemak dan gliserol.
2. Jalur absorbtif.Produk-produk digesti (monosakarida,asam amino,asam lemak,dan
gliserol),juga air,elektrolit,vitamin,dan cairan pencernaan diabsorpsi yang berlangsung
dalam ileum kecuali untuk garam-garam empedu dan vitamin B12.
3. Mekanisme transpor absorpsi meliputi difusi,difusi terfasilitasi,transpor aktif, dan
pinositosis.Mekanisme utama adalah transpor aktif.Zat-zat yang ditranspor dari lumen
usus kedarah atau limfe harus menebus sel-sel dan cairan interselular berikut :
a. Membran plasma sel epitelial kolumnar pada vilus,sitoplasmanya,dan membran
dasarnya.
b. Jaringan ikat di antara sel epitel dan kapilat atau lateal dalam vilus.
c. Dinding kapilar atau lakteal yang terletak dalam inti vilus.
4. Absorpsi Karbohidrat.Setiap gula sederhana dipercaya memiliki mekanisme
transpornya sendiri.Gula bergerak dari usus menuju jaring-jaring kapilar vilus dan
dibawa menuju hati oleh vena portal hepatika.
a. Absorpsi glukosa terjadi bersamaan dengan transpor aktif ion natrium (ko-
transpor)
b. Fruktosa ditranspor melalui difusi terfasilitasi yang diperantarai carrier.
c. Monosakarida lain dapat diabsorpsi melalui difusi sederhana.
5. Absorpsi protein.Transpor aktif asam amino kedalam sel-sel usus juga berlangsung
bersamaan dengan transpor aktif natrium,dengan sistem carrier yang terpisah untuk
asam amino berbeda.Dari kapilar vilus,asam amino dibawa ke hati.
6. Absorpsi Lemak
Asam lemak larut lipid dan gliserol diabsorpsi dalam bentuk micelle,yaitu suatu
globulus sferikal garam empedu yang mengelilingi bagian yang berlemak.Micelle
membawa asam lemak dan monoglikoserida menuju sel epitelial.Tempatnya dilepas
dan diabsorpsi melalui difusi pasif menuju membran sel usus.
a. Asam lemak berantaikarbon pendek (kurang dari 10 sampai 12 atom karbon)
merupakan molekul kecil yang bergerak kedalam kapilar vilus bersama asam
amino dan monosakarida.
b. Asam lemak berantai karbon panjang (mencapai 90% lebih dari asam lemak
yang ada) dan molekul gilserol bergerak ke retikulum endoplasma,kemudian
disentisis ulang menjadi trigliserida,berikatan dengan
lipoprotein,fosfolipid,dan kolesterol,serta terbebas sebagai kilomikron dari
tepi lateral sel usus.
c. kilomikron menembus lakteal sentral vilus menuju sistem limfatik dan sirkulasi
sistematik,sebelumnya melintasi (bypassing)hati.

Tabel 14-1. Pencernaan Karbohidrat,Protein,dan Lemak.


Enzim Sumber Sekresi Aksi

A.Karbohidrat
1.Amilase saliva (ptialin) Kelenjar saliva Zat tepung→Maltosa
2.Amilase pankreas Pankreas Zat tepung→Disakarida dan maltosa
3.Maltase Usus Halus Maltosa→Glukosa
4.Sukrase Usus Halus Sukrosa→Glukosa dan Fruktosa
5.Laktase Usus Halus Laktosa→Glukosa dan galaktosa

B.Protein
1.Pepsin Lambung (Pepsinogen Protein→Polipeptida
diaktivasi oleh HCI lambung)
2.Tripsin Pankreas (Tripsinogen Protein dan Peptida→Peptida yang lebih
diaktivasi oleh enterokinase) kecil
3.Kimotripsin Pankreas (Kimotripsinogen Protein dan Peptida→Peptida yang lebih
diaktivasi oleh tripsin) kecil
4.Peptidase Usus Halus Dipeptida→Asam amino

C.Lemak
1.Lipase pankreas Pankreas (dengan garam Trigiserida→Monogliserida dan asam
empedu) lemak
2.Lipase usus Usus Halus (dengan garam Monogliserida→Asam lemak dan gliserol
empedu)
7. Absorpsi air,elektrolit,dan vitamin
a. Hanya 0,5 L dari 5 L sampai 10 L cairan yang ada dalam usus halus yang
mencapai usus besar.Air diabsorpsi secara pasif melalui hukum osmosis
setelahabsorpsi elektrolit dan makanan tercerna.
b. Ion dan zat renik diabsorpsi melalui difusi atau transper aktif.
 Absorpsi Kalsium bervariasi sesuai dengan asupan makanan,kadar
plasma,dan kebutuhan tubuh serta diatur oleh hormon paratiroid dan
ingsti vitamin D.
 Absorpsi zat besi ditentukan sesuai kebutuhan metabolik.Zat besi terikat
pada globulin (transferin) dalam darah dan tersimpan pada tubuh dalam
bentuk feritin yang akan dilepas jika dibutuhkan
 Vitamin larut air (C dan B) diabsorpsi melalui difusi.Vitamin larut
lemak (A,D,E, dan K) diabsorpsi bersama lemak.Absorpsi Vitamin B12
bergantung pada faktor intrinsik lambung dan berlangsung lambung dan
berlangsung dalam ileum.

5. Pankreas, Hati, dan Kandung Empedu

5.1. Pankreas
5.1.1. Anatomi Pankreas
 Pankreas adalah kelenjar terelongasi berukuran besar di balk kurvatur besar
lambung. Sel-sel endokrin (pulau-pulau 18ormone18in)pankreas mensekresi
18ormone insulin dan 18ormone18.Sel-sel (asinar) mensekresi enzim-enzim
pencernaan dan larutan berair yang mengandung ionbikarbonat dalam
konsentrasi tinggi.
 Produk gabungan sel-sel asinar mengalir melalui duktus pankreas,yang
menyatu dengan duktus empedu komunis dan masuk ke duodenum di titik
ampula hepatopankreas,walaupun duktus pankreas dan duktus empedu
komunis membuka secara terpisah pada duodenum.Sfingter Oddi secara normal
mempertahankan keadaan mulut duktus agar tetap tertutup.
5.1.2. Kendali pada sekresi pankreas
Sekresi eksokrin pankreas dipengaruhi oleh aktivitas refleks saraf selama tahap
sefalik dan lambung pada sekresi lambung.walaupun demikian,kendali utama
terletak pada 19ormone duodenum yang diabsorbsi kedalam aliran darah untuk
mencapai pankreas.
(1) Sekretin diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum dan diabsorbsi kedalam
darah untuk mencapai pankreas.Sekretin akan dilepas jika kimus asam memasuki
usus dan mengeluarkan sejumlah besar cairan berair yang mengandung natrium
bikabornat.Bikabornat menetralisir asam dan membentuk lingkungan basa untuk
kerja enzim pankreas dan usus.
(2) CCK diproduksi oleh sel-sel mukosa duodenum sebagai respon terhadap lemak
dan protein separuh tercerna yang masuk dari lambung.CCK ini menstimulasi
sekresi sejumlah besar enzim pankreas.

5.1.3. Komposisi Cairan Pankreas


Cairan pankreas mengandung enzim-enzim untuk mencerna
protein,karbohidrat,dan lemak
(1) Enzim proteolitik pankreas (protease)
(a) Tripsinogen yang disekresi pankreas diaktivasi menjadi tripsin dan
enterokinase yang diproduksi usus halus.Tripsin mencerna protein dan
polipeptida besar untuk membentuk polipeptida dan 19ormone yang lebih
kecil.
(b) Kimotripsin teraktivasi dari kimotipsinogen oleh tripsin.Kimotripsin
memiliki fungsi yang sama seperti tripsin terhadap protein.
© Karbosikpeptidase,aminopeptidase,dan dipeptidase adalah enzim yang
melanjutkan proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam-asam amino
bebas.
(2) Lipase pankreas menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol
setelah diemulsi oleh garam-garam empedu.
(3) Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh
19ormone seliva menjadi disakarida (19ormone,sukrosa, dan laktosa).
(4) Ribonuklease dan deoksiribonusklease menghidrolisis RNA dan
DNA menjadi blok-blok pembentuk nukleotidaknya.
5.2.Hati dan Sekresi Empedu
5.2.1. Anatomi Hati
Hati adalah organ dan 19ormone19 terbesar dan terletak dibawah kerangka
iga.Beratnya 1.500 g (3 Ibs) dan pada kondisi hidup berwarna merah tua kaya akan
persediaan darah.Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri 19ormone19 dan
darah yang tidak teroksigenisasi tetapi kaya akan 19ormone19 dari vena portal
19ormone19.Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri.
(1) Lobus kanan hati lebih besar dari lobus kirinya dan memiliki tiga bagian utama :
Lobus kanan atas,lobus kaudatus, dan lobus kuadratus.
(2) Ligamen falsiform memisahkan lobus kanan dari lobus kiri.Diantara kedua lobus
terdapat porta hepatis, jalur masuk dan keluar pembulu darah,saraf dan duktus.
(3) Dalam lobus lempengan sel-sel hati bercabang dan
beranastomosis untuk membentuk jaringan 3 dimensi.Ruang-ruang darah
sinusoid terletak diantara lempeng-lempeng sel.Saluran portal,masing-masing
berisi sebuah cabang vena portal,arteri 20ormone20,dan duktus
empedu,membentuk sebuah 20ormone portal.
5.2.2. Fungsi Hati
(1) Sekresi.Hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan
absorpsi lemak.
(2) Metabolisme.Hati 20ormone20in protein,lemak, dan karbohidrat tercerna.
(a) Hati berperan penting dalam mempertahankan 20ormone20in20 gula
darah.Hati menimpan glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya
kembali menjadi glukosa jika diperlukan tubuh.
(b) Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang
rusak.Organ ini membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen.
© Hati menyintesis lemak dari karbohidrat dan protein,dan terlibat dalam
penyimpanan dan pemakaian lemak.
(d) Hati menyintesis unsur-unsur pokok 20ormone20 sel
(lipoprotein,kolesterol,fosfolipid).
© Hati meneyintesis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah.Organ
ini juga menyintesis bilirubin dari produk penguraian 20ormone20in dan
mensekresinya kedalam empedu.

6. Penyimpanan.Hati menyimpan mineral,seperti zat besi dan tembaga,serta


vitamin larut lemak ( A,D,E, dan K), dan hati menyimpan toksin tertentu
(contohnya pestisida) serta obat yang tidak dapat diuraikan dan diekskresikan.
(4) Detoksifikasi.Hati melakukan inaktivikasi 20ormone dan detoksifikasi toksin
dan obat.Hati memfagosit eritrosit dan zat asing yang terdistintegrasi dalam
darah.
(5) Produksi panas.Berbagai aktivitas kimia dalam hati menjadikan hati sebagai
sumber utama panas tubuh,terutama saat tidur .
(6) Penyimpanan darah.Hati merupakan reservoar untuk sekitar 30 % curah jantung
dan bersama dengan limpa,mengatur volume darah yang diperlukan oleh tubuh.
5.2.4. Empedu
(1) Anatomi sekresi empedu
 Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu
yang kemudian menjadi duktus hepatika kanan dan kiri.
 Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis
yang kemudian menyatu dengan duktus sistikus dari kandung empedu dan
keluar dari hati sebagai duktus empedu komunis.
 Duktus empedu komunis, bersama dengan duktus pankreas,bermuara
diduodenum atau dialihkan untuk penyimpanan dikandung empedu
(2) Komposisi empedu.Empedu adalah larutan berwarna kuning
kehijauan terdiri dari 97% air,pigmen empedu, dan garam-garam empedu.
(a) Pigmen empedu terdiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin
(kuning).Pigmen ini merupakan hasil penguraian hemoglobin yang
dilepas dari sel darah merah terdisintegrasi.
(i) Pigmen utamanya adalah bilirubin yang memberikan warna kuning
pada urine dan feses.
(ii) Jaundice, atau warna kekuningan pada jaringan,merupakan akibat dari
peningkatan kadar biliburin darah.Ini merupakan indikasi kerusakan
fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati
(hepatitis),peningkatan dekstruksi oleh sel darah merah, atau obstruksi
duktus empedu oleh batu empedu.
(b) Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan
dengan kolesterol dan asam amino.Setelah disekresi kedalam usus,garam
tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kemabli kehati dan didaur
ulang kembali.Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika
garam empedu.

(3) Fungsi garam empedu dalam usus halus.


(a) Emulsifikasi lemak.Garam empedu mengemulsi globulus lemak usus
dalam usus yang kemudian menghasilkan globulus lemak lebih kecil
dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja enzim.
Absorpsi lemak.Garam empedu membantu absorpsi zat terlarut lemak
dengan cara memfasilitasi jalurnya menembus membran sel.
(c) Pengeluaran kolesterol dari tubuh.Garam empedu berikatan dengan
kolesterol dan lesitin untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang
akan dibuang melalui feses.
(4).Kendali pada sekresi dan aliran empedu.Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf
(impuls parasimpatis) dan hormon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang
mengatur sekresi cairan pankreas.Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus
halus, CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter
Oddi.Cairan empedu kemudian didorong kedalam duodenum.
5.3. Kandung Empedu
5.3.1. Anatomi Kandung Empedu
Kandung empedu adalah kantong muskular hijau menyerupai pir dengan panjang 10
cm.Organ ini terletak dilekukan di bawah lobus kanan hati.Kapasitas total kandung
empedu kurang lebih 30 ml sampai 60 ml.
5.3.2. Fungsi Kandung Empedu
(1) Kandung empedu minyampan cairan empedu yang secara terus menerus disekresi
oleh sel-sel hati,sampai diperlukan dalam duodenum.Diantara waktu makan,sfingter
oddi menutup dan cairan empedu mengalir kedalam kandung empedu yang
relaks.Pelepasan cairan ini dirangsang oleh CCK.
(2) Kandung empedu mengkonsentrasi cairannya dengan cara mereabsorpsi air dan
elektrolit.Dengan demikian,kandung ini mampu menanpung hasil 12 jam sekresi
empedu hati.
6. Usus Besar

Sebagian besar nutrien telah dicerna dan diabsorpsi dan hanyamenyisakan zat-zat yang
tidak tercerna.Makanan biasa memerlukan waktu 2 sampai 5 hari untuk menempuh ujung
saluran pencernaan yang satu keujung lainnya: 2 sampai 6 jam dilambung,6 sampai 8 jam diusus
halus,dan sisa waktunya berada diusus besar.

6.1. Gambaran Umum Usus Besar


1. Usus besar tidak memiliki vili,tidak memiliki plicae circulares (Lipatan-lipatan
sirkular),dan diameternya lebih lebar,panjangnya lebih pendek,dan daya regangnya
lebih besar dibandingkan usus halus.
2. Serabut otot longitudinal dalam muskularis eksterna membentuk tiga pita,taeniae
coll,yang menarik kolon menjadi kantong-kantong besar yang disebut haustra.
3. Katup ileosekal adalah mulut sfingter antara usus halus dan usus
besar.Normalnya,katup ini tertutup, dan akan terbuka akan merespons gelombang
peristaltik sehingga memungkinkan kimus mengalir 15 ml sekali masuk,untuk total
aliran sebanyak 500 ml sehari.

6.2. Bagian-bagian Usus Besar


1. Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung dibawah area katup
ileosekal.Apendiks vermiform,suatu tabung buntu yang sempit berisi jaringan
limfoid,menonjol dari ujung sekum.
2. Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rektum.Kolon memiliki tiga
divisi.
a. Kolon asenden merentang dari sekum sampai ketepi bawah hati disebelah
kanan dan membalik secara horisontal pada fleksura hepatika.
b. Kolon transversa merentang menyilang abdomen dibawah hati dan lambung
sampai ke tepi lateral ginjal kiri,tempatnya memutar kebawah pada fleksura
splenik.
c. Kolon desenden merentang kebawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon
sigmoid berbentuk S yang bermuara direktum.
3. Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai
13 cm.Rektum terakhir pada saluran anal membuka ke eksterior di anus.
a. Mukosa adalah saluran anal tersusun dari kolumna rektal (anal),yaitu lipatan-
lipatan vertikal yang masing-masing berisi arteri dan vena.
b. Sfingter anal internal otot polos (involunter) dan Sfingter anal eksternal otot
rangka (volunter) mengitari anus.

6.3. Fungsi Usus Besar


a. Air mencapai 75% sampai 80% feses.Sepertiga materi padatnya adalah bakteri dan
sisanya yang 2% sampai 3% adalah nitrogen,zat sisa organik dan anorganik dari
sekresi pencernaan,serta mukus dan lemak
b. feses juga engandung sejumlah materi kasar,atau serat dan selulosa yang tidak
tercerna.Warna coklat berasal dari pigmen empedu: bau berasal dari kerja bakti.
DAFTAR PUSTAKA
Sloane,Ethel.2003.Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula.Jakarta:EGC.