Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh pribadi atau badan
yang bersifat memaksa berdasarkan Undang – Undang dengan tidak mendapatkan imbalan
secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi kemakmuran rakyat.

Objek pajak sangat beragam, hampir semua barang dan jasa dikenakan pajak karena
dengan adanya pajak sangat membantu penghasilan negara. Salah satunya adalah
kendaraan bermotor. Pajak yang mengurus tentang kendaraan bermotor adalah Pajak
Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).

Banyak masyarakat yang belum memahami tentang mekanisme registrasi, mekanisme


pembayaran, menghitung tarif, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan PKB dan
BBN-KB. Oleh karena itu, makalah ini akan menyajikan hal-hal yang berhubungan dengan
PKB dan BBN-KB.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor (BBN-KB) ?
2. Apa dasar hukum Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor (BBN-KB) ?
3. Apa saja subjek dan objek Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama
Kendaraan Bermotor (BBN-KB) ?
4. Bagaimana mekanisme dan proses pembayaran PKB dan BBN-KB ?
5. Apa dasar perhitungan dan tarif PKB & BBN-KB ?
6. Bagaimana cara melakukan bea balik nama kendaraan bermotor ?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui pengertian dan dasar hukum PKB dan BBN-KB.
2. Mengetahui subjek dan objek PKB dan BBN-KB.
3. Mengetahui prosedur pembayaran PKB dan BBN-KB
4. Mengetahui tarif dan perhitungan PKB dan BBN-KB.
BAB II

ISI

1. Samsat

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkat Samsat), adalah suatu sistem

administrasi yang dibentuk untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan

masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung. Contoh dari samsat adalah

dalam pengurusan dokumen kendaraan bermotor.

Samsat merupakan suatu sistem kerjasama secara terpadu antara Polri, Dinas Pendapatan

Provinsi, dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam pelayanan untuk menerbitkan STNK dan Tanda

Nomor Kendaraan Bermotor yang dikaitkan dengan pemasukan uang ke kas negara baik melalui

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Sumbangan

Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLJJ), dan dilaksanakan pada satu kantor yang

dinamakan "Kantor Bersama Samsat".

Dalam hal ini, Polri memiliki fungsi penerbitan STNK; Dinas Pendapatan Provinsi

menetapkan besarnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan

Bermotor (BBN-KB); sedangkan PT Jasa Raharja mengelola Sumbangan Wajib Dana

Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Lokasi Kantor Bersama Samsat umumnya berada

di lingkungan Kantor Polri setempat, atau di lingkungan Satlantas/Ditlantas Polda setempat.

Samsat ada di masing-masing provinsi, serta memiliki unit pelayanan di setiap kabupaten/kota.
2. Pajak Kendaraan Bermotor

2.1 Pengertian PKB

Pajak Kendaraan Bermotor (Pasal 1 ayat 12 dan 13 UU No. 28 Tahun 2009) atau

yang biasa dikenal dengan PKB merupakan pajak terhadap kepemilikan ataupun

penguasaan kendaraan bermotor baik kendaraan bermotor roda dua atau lebih dan

beserta gandengannya yang dipergunakan pada seluruh jenis jalan darat serta

digerakkan oleh peralatan tehnik yang berupa motor atau peralatan yang lain yang

berfungsi merubah sumber daya energi menjadi sebuah tenaga gerak pada kendaraan

bermotor yg bersangkutan, termasuk alat alat besar yang bisa bergerak.

2.2 Dasar Hukum Pemungutan PKB & BBNKB

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

diatur dalam :

 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009, mengenai Pajak

Daerah dan Retribusi Daerah.


 Dilengkapi : Peraturan Menteri dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 26

Tahun 2014, mengenai Perhitungan Dasar PKB dan BBN-KB Tahun 2014.

2.3 Objek Pajak PKB

 Objek Pajak Kendaraan Bermotor diatur dalam Pasal 3 UU No. 28 Tahun 2009.

 Objek Pajak Kendaraan Bermotor adalah kepemilikan dan/atau penguasaan

kendaraan bermotor.
 Termasuk dalam pengertian kendaraan bermotor adalah kendaraan bermotor beroda

beserta gandengannya, yang dioperasikan di semua jenis jalan darat dan kendaraan

bermotor yang dioperasikan di air dengan ukuran isi kotor GT 5 (lima Gross

Tonnage) sampai dengan GT 7 (tujuh Gross Tonnage).

 Pengecualian terhadap objek pajak kendaraan bermotor adalah:

a) Kereta api

b) Kendaraan Bermotor yang semata-mata digunakan untuk keperluan

pertahanan dan keamanan Negara

c) Kendaraan Bermotor yang dimiliki dan/atau dikuasai kedutaan, konsulat,

perwakilan negara asing dengan asas timbal balik dan lembaga-lembaga

internasional yang memperoleh fasilitas pembebasan pajak dari Pemerintah

d) Objek pajak lainnya yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah.

2.4 Subjek dan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

 Menurut Pasal 4 UU No. 28 Tahun 2009 mengatur bahwa :

a) Subjek Pajak Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau badan

yang memiliki dan/atau menguasai kendaraan bermotor.

b) Wajib Pajak Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau badan

yang memiliki kendaraan bermotor. Bagi Wajib Pajak yang berupa suatu

badan maka kewajiban perpajakannya diwakili oleh pengurus atau kuasa

dari badan tersebut.


2.5 Dasar Pengenaan, Tarif dan Perhitungan PKB

2.5.1 Dasar Pengenaan PKB

Dasar pengenaan pajak dihitung sebagai perkalian dua unsur pokok:


 Nilai jual kendaraan bermotor (NJKB).
NJKB ditentukan berdasarkan harga pemasaran umum atas suatu kendaraan

bermotor. Harga pasaran umum adalah harga rata-rata yang diperoleh dari

berbagai sumber daya yang akurat, antara lain agen tunggalpemegang merk

(ATPM) dan asosiasi penjual kendaraan bermotor. NJKB ditetapkan berdasarkan

harga pasaran umum pada minggu pertama, bulan desember, tahun pajak

sebelumnya.
 Bobot yang mencerminkan secara relative kadar kerusakan jalan dan pencemaran

lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor.


Bobot dibedakan menjadi 2 :
a. Bobot 1 untuk kendaraan yang dinaiki manusia.
contoh : minibus (dipakai pribadi), sepeda motor, sedan, jeep.
b. Bobot 1,3 untuk kendaraan pembawa barang.
contoh : truk, pick up, tronton, light truck.

2.5.2 Tarif PKB

 1,5% untuk kendaraan bermotor bukan umum. (plat hitam)


 1% untuk kendaraan bermotor umum. (plat kuning)
 0,5% untuk kendaraan dalam instansi pemerintah baik daerah maupun kabupaten

kota, pemadam kebakaran, ambulans, dan sosial keagamaan. (plat merah)


 0,2% untuk kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar.

2.5.3 Perhitungan PKB Terutang

a. Pajak terutang kendaraan Bermotor Bukan Umum


- Tarif pajak x Dasar Pengenaan PKB x 100%
b. Pajak terutang kendaraan Bermotor untuk umum
- Tarif pajak x Dasar Pengenaan PKB x 60%
c. Pajak terutang kendaraan barang
- Tarif pajak x Dasar Pengenaan PKB x 80%
Ket: dasar pengenaan pajak = NJKB x bobot

2.6 Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor

PKB terutang harus dilunasi atau dibayar sekaligus di muka untuk masa dua belas

bulan. PKB dilunasi selambat-lambatnya tiga puluh hari sejak diterbitkan SKPD,

SKPDKB, SKPDKBT, STPD, Surat Keputusan pembetulan, Surat Keputusan Keberatan,

dan putusan banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah.

Pembayaran PKB yang terutang dilakukan ke kas daerah bank, atau tempat lain yang

ditunjuk oleh gubernur, dengan menggunakan surat setoran pajak daerah (SSPD). Apabila

pembayaran pajak dilakukan di tempat lain yang ditunjuk, hasil penerimaan pajak harus

disetor ke kas daerah paling lambat 1x 24 jam atau dalam waktu yang ditentukan oleh

gubernur. Apabila tanggal jatuh tempo pembayaran pada hari libur, pembayaran dilakukan

pada hari kerja berikutnya.

Wajib pajak yang melakukan pembayaran pajak diberikan tanda bukti pelunasan

atau pembayaran pajak dan penning harus ditempelkan pada tanda nomor kendaraan

sebelah depan dan belakang. Bentuk, isi, kualitas, dan ukuran tanda pelunasan pajak dan

penning ditetapkan oleh Mentri Dalam Negri.

Wajib pajak yang terlambat melakukan pembayaran pajak akan dikenakan sanksi,

yaitu:

a) Keterlambatan pembayaran pajak yang melampaui saat jatuh tempo yang ditetapkan

dalam SKPD, dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 25% dari pokok

pajak, dan

b) Keterlambatan pembayaran pajak sebagaimana ditetapkan dalam SKPD yang

melampaui lima belas hari setelah jatuh tempo dikenakan sanksi administrasi
sebesar 2% sebulan dihitung dari pajak yang kurang atau terlambat dibayar untuk

jangka waktu paling lama 24 bulan dihitung sejak saat terhutangnya pajak.

2.7 Penagihan PKB


Jika pajak yang terutang tidak dilunasi setelah jatuh tempo pembayaran, maka

pejabat yang ditunjuk dapat melakukan tindakan penagihan pajak. Penagihan pajak yang

dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan surat peringatan atau surat teguran atau

surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan penagihan pajak. Selanjutnya jika teguran

tersebut tidak diindahkan maka akan diberikan surat paksa dan dapat dilanjutkan dengan

tindak penyitaan, pelelangan, dan jika wajib pajak tetap tidak mau melunasi utang pajak

sebagaimana mestinya. Apabila dilakukan penyitaan dan pelelangan barang milik wajib

pajak yang disita, pemerintah kabupaten / kota diberi hak mendahulu untuk tagihan pajak

atas barang-barang milik wajib pajak atau penanggung pajak.


2.8 Sanksi Administrasi PKB
1. Denda PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)
Denda dikenakan sebesar 25% per tahun dari jumlah PKB. Selain itu dikenakan

denda administrasi sebesar 2% per bulan. Minimal 1 bulan dan maksimal 24 bulan

dihitung saat terhutangnya pajak.


2. Denda SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan)
 Untuk kendaraan roda dua : Rp 35.000
 Untuk kendaraan roda empat atau lebih : Rp 100.000

2.9 Mekanisame Registrasi dan Pembayaran PKB

 Pembayaran pajak 1 tahunan

Persyaratan :

1. Identitas

 Untuk perseorangan : membawa KTP asli dan fotocopy rangkap 2.


 Untuk badan hukum : membawa salinan akte pendirian, fotokopi keterangan

domisili, atau surat kuasa bermaterai, dan ditandatangani oleh pimpinan serta

dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.

 Untuk instansi pemerintah (BUMN dan BUMD) cukup membawa surat kuasa

bermaterai, dan ditandatangani oleh pimpinan serta dibubuhi cap badan

hukum yang bersangkutan.

2. STNK asli dan 2 copy.

3. BPKB asli dan 2 copy.

Prosedur pengurusan:

1. Penyerahan berkas di loket pendaftaran.

2. Pengambilan resi penetapan / Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan

Bermototor (SPPKB) di loket penetapan.

3. Pembayaran biaya di loket kasir.

 Pengesahan Ulang (5 tahunan)

Persyaratan :

1. Identitas

 Untuk perseorangan : membawa KTP asli dan fotocopy rangkap 2.

 Untuk badan hukum : membawa salinan akte pendirian, fotokopi keterangan

domisisli, atau surat kuasa bermaterai, dan ditandatangani oleh pimpinan serta

dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan.

 Untuk instansi pemerintah (BUMN dan BUMD) cukup membawa surat kuasa

bermaterai, dan ditandatangani oleh pimpinan serta dibubuhi cap badan

hukum yang bersangkutan.


2. STNK asli dan 2 copy.

3. BPKB asli dan 2 copy.

Prosedur pengurusan :

1. Cek fisik kendaraan.

2. Pengambilan formulir permohonan STNK.

3. Mengisi formulir permohonan STNK.

4. Penyerahan berkas di loket pendaftaran.

5. Penetapan penyerahan resi di loket penetapan.

6. Pembayaran di loket kasir.

7. Pengambilan STNK dan plat nomor di loket pengambilan STNK.

3. Pengertian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor


Pengertian BBNKB adalah alih kepemilikan kendaraan bermotor dari pemilik pertama

(I) ke tangan pemilik kedua (II) dan seterusnya dari dasar jual beli dan hibah kendaraan

bermotor. Setelah selesai proses balik nama akan berubah nama pemilik di STNK dan di

BPKB. Tapi nomor polisi tidak berubah kecuali pindah keluar daerah provinsi.

3.1 Objek Pajak BBN-KB


adalah Penyerahan kepemilikan kendaraan bermotor. Termasuk dalam pengertian

kendaraan bermotor beroda beserta gandengannya, yang dioperasikan di semua jenis jalan

darat dan yang dioperasikan di air dengan ukuran isi kotor GT 5 (lima Gross Tonnage) sampai

dengan GT 7 (tujuh Gross Tonnage).

3.2 Subjek dan Wajib Pajak BBN-KB

Subjek pajak BBN-KB sama dengan wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang

menerima penyerahan kendaraan bermotor.


3.3 Syarat BBNKB

 Syarat pengurusan balik nama alih kepemilikan kendaraan bermotor (BBN I) ke atas

nama perorangan

1. Identitas pemilik kendaraan bermotor (KTP/ SIM)

2. BPKB

3. STNK

4. Kuitansi pembelian

5. Cek fisik

6. Surat pelepasan Hak bila pemilik kendaraan sebelumnya atas nama Badan Hukum

 Syarat pengurusan balik nama alih kepemilikan kendaraan bermotor (BBN II) ke atas

nama badan hukum dan instansi pemerintah

1. Identitas pemilik kendaraan bermotor :

a. Salinan akte pendirian perusahaan (foto copy SIUP)

b. Surat keterangan domisili perusahaan (foto copy)

c. NPWP (foto copy)

d. Surat kuasa diatas kop surat perusahaan dibubuhi materai Rp. 6000

2. BPKB

3. STNK

4. Kuitansi pembelian

5. Cek fisik kendaraan bermotor

3.4 Tarif BBN-KB


Tarif BBN-KB ditetapkan masing-masing sebagai berikut :
 Penyerahan pertama sebesar 10%
 Penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 1%.
Khusus untuk kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar ditetapkan

masing-masing sebagai berikut :


 Penyerahan pertama sebesar 0,75%
 Penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 0,075%.

Cara Perhitungan Pajak BBN-KB

 Secara umum perhitungan BBN-KB adalah sesuai rumus sebagai berikut :


 Pajak terutang = Tarif pajak x Dasar pengenaan pajak
= Tarif pajak x Nilai jual kendaraan bermotor

3.5 Mekanisame Registrasi BBN-KB

Persyaratan :

1. Mengisi formulir SPPKB.

2. Identitas dan 2 copy.

3. BPKB asli & 2 copy.

4. STNK asli & 2 copy.

5. Kwitansi pembelian asli.

6. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) tahun terakhir.

7. Bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor.

Langkah – Langkah :

1. Loket cek fisik

Di loket ini harus mendaftar terlebih dahulu dengan memperlihatkan STNK, KTP

(pemilik baru), dan BPKB. Setelah itu petugas akan memeriksa nomor fisik

kendaraan.

2. Loket pendaftaran
Semua berkas diserahkan ke loket ini.

3. Loket penetapan

Di loket ini, petugas akan mengecek kelengkapan berkas dan keabsahan berkas-

berkas tersebut.

4. Loket kasir

Jika berkas telah lengkap dan sah, dilakukan pembayaran di kasir.

5. Loket pengambilan

Selanjutnya menunggu STNK dan BPKB yang baru selesai dibuat.

3.6 Pembayaran BBNKB


BBN-KB terutang dibayar pada saat pendaftaran perolehan kendaraan bermotor oleh

wajib pajak yang menerima penyerahan.

3.7 Melakukan Balik Nama Kendaraan Bermotor

Persyaratan:

 Pribadi:

1. KTP asli dan 4 kopi

2. Kuitansi pembelian

3. STNK asli dan 4 kopi

4. BPKB asli dan 4 kopi

5. Cek fisik

 Badan usaha (PT, CV, UD, Lembaga dan Yayasan)

1. Identitas diri:
a. SIUP

b. Surat Keterangan Domisili

c. NPWP

d. Surat kuasa

2. Kuitansi pembelian

3. STNK

4. BPKB

5. Cek fisik

Proses:

1. Pergi ke samsat dan melaporkan bahwa ingin balik nama.

2. Tim Samsat akan mengurus atau mengecek Fisik kendaraan, yang harus dibawa BPKB

asli, STNK asli, Foto copy BPKB, dan Foto Copy STNK masing-masing 1 rangkap.

3. Lalu akan ada 2 lembar tanda cek fisik oleh petugas.

4. Setelah itu loket 1 untuk pengambilan formulir dengan menyerahkan persyaratan diatas

yaitu (BPKB asli, KTP asli orang pertama plus Foto Copynya, STNK asli dan Foto copy

STNK dilengkapi juga dengan kwitansi pembelian).

5. Selanjutnya akan diberikan 2 formulir, formulir pertama yaitu kita diminta untuk mengisi

data bayar pajak, sedangkan untuk formulir yang ke 2 kita diminta untuk mengisi data

balik nama atau memperpanjang STNK.

6. Setelah kedua formulir sudah diisi, selanjutnya berkas-berkas yang sudah disiapkan tadi

bisa dijadikan menjadi satu bersama formulir yang barusan di isi tersebut. Lalu jangan
lupa untuk diserahkan ke loket 2 atau tempat bagian pengurusan perpanjangan STNK

kendaraan bermotor.

7. Lalu berkas-berkas tesebut akan di cek oleh petugas, dan akan diberikan Foto Copy

STNK yang lama dan distempel tanda lunas .

8. Menunggu beberapa hari untuk pengambilan STNK.

Dalam proses pengambilan STNK yang perlu dibawa adalah:

1. Bawa Foto Copy Kwitansi pembelian

2. Foto Copy KTP kita sebagai pemilik motor

3. Bukti cek fisik kendaraan

4. STNK asli dan Foto Copy

5. BPKB asli dan Foto Copy

Proses Selanjutnya:

1. Menyerahkan BPKB asli dan tanda lunas yang sudah distempel ke loket pengambilan

STNK motor.

2. Akan diberi STNK asli dan juga Plat kendaraan yang baru.

3. Pergi ke Loket pengesahan (atau tanya ke petugas samsat) dengan menyerahkan berkas-

berkas.

4. BPKB akan di proses terlebih dahulu kurang lebih satu minggu.

3.8 Sanksi Administratif BBNKB

 Terlambat Mendaftar
Dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % setiap bulan dari BBNKB

terutang untuk jangka waktu paling lama 24 bulan.

 Terlambat Membayar

Dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% setiap bulan sejak saat

terutangnya BBNKB

Biaya-biaya yang timbul dalam proses balik nama kendaraan bermotor adalah :

Biaya yang sering timbul dalam pengurusan balik Jumlah

nama kendaraan bermotor roda 4


Bea balik nama kendaraan bermotor (BBN) 10% X NJKB
Pokok pajak kendaraan bermotor (PKB) 1,5% dari nilai jual kendaraan
SWDKLLJ 143.000 mobil
ADM STNK 75.000
ADM TNKB 50.000
ADM BPKB 100.000,

Biaya yang sering timbul dalam pengurusan balik Jumlah

nama kendaraan bermotor roda 2


Bea balik nama kendaraan bermotor (BBN) 10% X NJKB
Pokok pajak kendaraan bermotor (PKB) 1,5% dari nilai jual kendaraan
SWDKLLJ 35.000
ADM STNK 50.000
ADM TNKB 50.000
ADM BPKB 80.000

3 Pajak Progresif

Menurut PERDA Nomor 3 Tahun 2011 Pasal 10, kepemilikan kendaraan bermototor roda 4

pribadi yang kedua dan seterusnya dikenakan tarif secara progresif. Kendaraan bermotor
kepemilikan orang pribadi beerdasarkan nama dan atau alamat yang sama dikenakan tarif pajak

progresif sebesar :
 Kendaraan pertama : 1.5% dari NJKB ( 1.5% x NJKB )
 Kendaraan kedua : 2% dari NJKB ( 2% x NJKB )
 Kendaraan ketiga : 2.5% dari NJKB ( 2.5% x NJKB )
 Kendaraan keempat : 3% dari NJKB ( 3% x NJKB )
 Kendaraan kelima dan seterusnya 3.5% dari NJKB
Pajak Progresif di terapkan dari motor ke motor dan dari mobil ke mobil,bukan dari motor ke

mobil atau sebaliknya.

4 Masa Pajak, Saat Terutang Pajak, dan Wilayah Pemungutan PKB & BBN-KB

4.1 Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)


Masa pajak PKB adalah 12 (dua belas) bulan berturut-turut yang merupakan

tahun pajak, dimulai pada saat pendaftaran kendaraan bermotor. Pajak yang terhutang

merupakan PKB yang harus dibayar oleh wajib pajak pada suatu saat, dalam masa

pajak, atau dalam tahun pajak menurut peraturan ketentuan daerah. Pemungutan pajak

tahun berikutnya dilakukan di kas daerah atau di bank yang ditunjuk oleh kepala

daerah.

4.2 Bea Balik Nama Kendaraaan Bermotor (BBN-KB)


Pajak yang terutang merupakan BBN-KB yang harus dibayar oleh wajib pajak

pada suatu saat, dalam masa pajak, atau dalam tahun pajak menurut ketentuan

Peraturan Daerah tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh

pemerintah daerah provinsi setempat. Saat pajak terutang dalam masa pajak terjadi

pada saat penyerahan kendaraan bermotor.


BBN-KB yang terutang dipungut di wilayah provinsi tempat kendaran bermotor

didaftarkan. Apablia terjadi pemindahan kendaraan bermotor dari satu daerah ke

daerah lain, wajib pajak yang bersangkutan harus memperlihatkan bukti pelunasan

BBN-KB didaerah asalnya berupa surat ketetapan fiskal antar daerah.


5. Mutasi Keluar dan Mutasi Masuk

Mutasi Keluar dan Mutasi Masuk adalah perpindahan administrasi identifikasi kendaraan

bermotor dari suatu daerah ke daerah lain sesuai dengan perpindahan alamat baru pemilik

kendaraan bermotor.

 Syarat-syarat mutasi keluar ataupun mutasi masuk :


1. Mengisi formulir Surat Pendataan dan Pendaftaran Kendaraan Bermotor (SPPKB)
2. KTP dan fotokopi rangkap 2
3. BPKP asli dan fotokopi rangkap 2
4. STNK dan fotokopi rangkap 2
5. Kwitansi pembelian asli
6. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) tahun terakhir
7. Cek fisik kendaraan
8. Surat fiskal antar daerah ( khusus mutasi masuk, karena mutasi keluar baru akan

mendapat surat fiskal antar daerah)

 Langkah-langkah untuk melakukan mutasi keluar :


1. Cek fisik kendaraan di SAMSAT asal dan menyerahkan syarat-syarat yang

diperlukan.
2. Mencabut berkas di SAMSAT asal
3. Membayar biaya pencabutan berkas di loket kasir
4. Menuju loket mutasi keluar utnuk menyerahkan bukti pembayaran untuk

mendapatkan fiskal antar daerah.

 Langkah-Langkah untuk melakukan mutasi masuk :


1. Cek fisik kendaraan di SAMSAT tujuan dengan menyerahkan syarat-syarat yang

diperlukan.
2. Mengisi formulir di loket pendaftaran
3. Loket penetapan
4. Kasir
5. Loket pengambilan
6. BPKB

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, atau disingkat BPKB, adalah buku yang

dikeluarkan/diterbitkan oleh Satuan Lalu Lintas Polri sebagai bukti kepemilikan kendaraan
bermotor. BPKB berfungsi sebagai surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor. Bersamaan

dengan pendaftaran BPKB, diberikan STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

7. STNK

Surat Tanda Nomor Kendaraan, atau disingkat STNK, adalah tanda bukti pendaftaran

dan pengesahan suatu kendaraan bermotor berdasarkan identitas dan kepemilikannya yang

telah didaftar. Di Indonesia, STNK diterbitkan oleh SAMSAT, yakni tempat pelayanan

penerbitan/pengesahan STNK oleh 3 instansi: Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa

Raharja.

STNK berisi identitas kepemilikan (nomor polisi, nama pemilik, alamat pemilik) dan

identitas kendaraan bermotor (merk/tipe, jenis/model, tahun pembuatan, tahun perakitan, isi

silinder, warna, nomor rangka/NIK, nomor mesin, nomor BPKB, warna TNKB, bahan

bakar, kode lokasi, dsb). Nomor polisi dan masa berlaku yang tertera dalam STNK

kemudian dicetak pada plat nomor untuk dipasang pada kendaraan bermotor bersangkutan.

Masa berlaku STNK adalah 5 tahun, dan setiap perpanjangan STNK, kendaraan

diharuskan untuk cek fisik, yakni pengecekan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan

yang dikeluarkan Satuan Lalu Lintas Polri. Apabila sebuah kendaraan bermotor berganti

nama pemilik pada STNK, maka dikenakan BBN-KB (Bea Balik Nama Kendaraan

Bermotor).

8. Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

SWDKLLJ adalah sumbangan wajib yang dibayar bersamaan pembayaran pajak

kendaraan bermotor (PKB) tiap tahun. Wajib Pajak kendaraan bermotor pasti akan
dikenai premi SWDKLLJ dan masing masing kendaraan mempunyai tariff SWDKLLJ

yang berbeda. Besarnya santuanan terhadap kecelakaan kendraan bermotor oleh PT. Jasa

Raharja menurut Peraturan Menteri Keuangan RI No 36/PMK.010/2008 dan

37/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008 adalah

DARAT/ LAUT UDARA

 Meninggal dunia Rp 25.000.000 Rp 50.000.000

 Cacat tetap Rp 25.000.000 Rp 50.000.000

 Biaya perawatan Rp 10.000.000 Rp 25.000.000

 Biaya penguburan Rp 2000.000 Rp 2000.000

8.1 . Cara dan Prosedur untuk memperoleh santunan

8.1.1.Cara untuk memperoleh santunan

 Menghubungi kantor jasa raharja terdekat

 Mengisi form pengajuan dengan melampirkan

 Keterangan kecelakaan lalu lintas dari kepolisian atau instansi

berwenang lainnya

 Keterangan kesehatan dari dokter atau Rumah Sakit yang merawat

 KTP/Identitas korban/ahli waris korban


 Formulir pengajuan diberikan Jasa Raharja

8.1.2.Bukti lain yang diperlukan

 Dalam hal korban luka luka

 Kwitansi biaya rawatan dan pengobatan yang asli dan sah

 Dalam hal korban meninggal dunia

 Surat kartu keluarga/ surat nikah (bagi yang sudah menikah)

8.1.3.Ketentuan lain yang perlu diperhatikan

 Jenis santunan

 Santunan berupa penggantian biaya perawatan dan pengobatan

 Santunan kematian

 Santunan cacat tetap

 Ahli waris

 Janda atau dudanya sah

 Anak-anaknya yang sah

 Orang tua yang sah

 Kadaluwarsa
Hak santuanan menjadi kadaluwarsa jika:

 Permintaan diajukan dalam waktu lebih dari 6 bulan setelah

terjadinya kecelakaan

 Tidak dilakukan penagihan dalam waktu 3 bulan setelah hak

dimaksud disetujui oleh Jasa Raharja

9. Tarif Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan ( SWDKLLJ )

Berikut tarif SWDKLLJ menurut Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor

36/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008.

TARIP
GOL JENIS KENDARAAN KD/SERT. JUMLAH
SWDKLLJ

Sepeda motor 50 cc ke bawah, mobil ambulance,


A 0 3000 3000
mobil jenazah dan mobil pemadam kebakaran.
Traktor, buldozer, forklift, mobil derek, excavator,
B 20000 3000 23000
crane dan sejenisnya.
Sepeda motor, sepeda kumbang, dan scooter diatas 50
C1 32000 3000 35000
cc s/d 250 cc dan kendaraan bermotor roda tiga.
C2 Sepeda motor dan scooter diatas 250 cc. 80000 3000 83000
Pick up/mobil barang s/d 2.400 cc, sedan, jeep, dan
DP 140000 3000 143000
mobil penumpang bukan angkutan umum.
DU Mobil penumpang angkutan umum s/d 1.600 cc. 70000 3000 73000
EP Bus dan Microbus bukan angkutan umum. 150000 3000 153000
TARIP
GOL JENIS KENDARAAN KD/SERT. JUMLAH
SWDKLLJ

Bus dan Microbus angkutan umum, serta mobil


EU 87000 3000 90000
penumpang angkutan umum lainnya diatas 1.600 cc.
Truck, mobil tangki, mobil gandengan, mobil barang
F 160000 3000 163000
diatas 2.400 cc, truck container, dan sejenisnya.
Cara Menghitung Denda Pajak Motor

Perhitungan Denda

PKB 25% per tahun

Terlambat 6 Bulan PKB x 25 % x 6/12 (6 bulan dibagi 12 bulan)

Denda SWDKLLJ Rp. 32,000,- Untuk Sepeda motor dan Rp. 100,000,- untuk Mobil

Rumus Hasil Akhir Terlambat + Denda SWDKLLJ

CONTOH 1

stnk motor

Anggaplah kita menghitung denda pajak sepeda motor jupiter mx sebagaimana tertera di stnk

maka biaya :

1. PKB (pajak kendaraan bermotor) sebesar Rp 184.500 + SWDKLLJ(Sumbangan wajib


dana kecelakaan lalu lintas jalan) sebesar Rp 35.000 maka pajak yang harus dibayar

adalah Rp 219.500. sebagaimana tertera di stnk karena tidak telat membayar pajak. jika

terlambat bayar pajak maka kena denda PKB + denda SWDKLLJ

2. Misalkan kita telat bayar pajak sepeda motor selama 1 tahun ? maka perhitungannya

adalah :

Denda PKB per tahun : 25 %.

Terlambat 1 bulan : PKB x 25% x 1/12.

Terlambat 2 bulan : PKB x 25% x 2/12.

Terlambat 1 tahun : PKB x 25% x 12/12.

Denda PKB = biaya PKB x 25% x 12/12

yaitu = 184.500 x 25 % x 1

hasilnya = Rp 46.125

Denda SWDKLLJ Rp 32.000

Denda keseluruhan = Denda PKB + denda SWDKLLJ

yaitu = 46.125 + 32.000

hasilnya = Rp 78.125

Biaya pajak yang harus dibayar adalah biaya PKB + SWDKLLJ + denda

keseluruhan

yaitu = 184.500 + 35.000 + 78.125


hasilnya = Rp 297.625

jadi Cara Menghitung Denda Pajak Motor selama 1 tahun harus dibayar adalah Rp

297.625.

3. Cara Menghitung Denda Pajak Motor 3 - 5 tahun ?

Bagaimana cara menghitung denda pajak motor 3 tahun ?

jadi cara pembayaran denda pajak motor telat 3 tahun adalah dengan mengalikan 3 x

denda pajak motor selama 1 tahun diatas yaitu 3 x 297.625.

Jadi pajak yang harus dibayar adalah Rp 892.875.

denda pajak sepeda motor telat 5 tahun adalah

dengan mengalikan 5 x denda pajak motor telat 1 tahun yaitu 5 x 297.625. Jadi cara

bayar kena pajak motor adalah Rp 1.488.125

CONTOH 2

Sample perhitungan dari STNK Honda Vario Techno 2010 Sebagai Berikut :

Biaya Denda Pajak STNK


Nilai PKB yang tertera di STNK 201.300
Denda SWDKLLJ 32.000
Telat 1 Minggu (Anggap 1 Bulan) 1
Besar Denda (PKB * 25% * 1/12) + Denda SWDKLLJ 36.194
Yang Harus dibayar (PKB + Denda + SWDKLLJ) 272.494
Pembulatan 272.400
CONTOH 3

Pada tanggal 10 oktober 2014 Marco membeli sebuah motor Honda vario seharga Rp15.900.000.

Sebelumnya Marco belum pernah membeli motor.Berapakah PKB dan BBNKB yang harus

dibayarkan Marco?

 BBNKB = Tarif x Harga jual kendaraan bermotor

= 10% x Rp.15.900.000 = Rp.1.190.000

 PKB = Tarif x NJKB x Bobot

= 1,5% x Rp.15.900.000 x 1 = Rp.238.500

 SWDKLLJ = Rp. 35.000


 Biaya administrasi STNK = Rp. 50.000
 Biaya TNKB = Rp. 30.000
Jumlah Rp. 1.543.000
CONTOH 4

Bapak Budi memiliki mobil sedan atas nama sendiri pada pembelian tahun 2010, mobil mini bus

tahun 2011, dan SUV tahun 2008. Berapa pajak progresifnya?

Maka, yang terkena pajak progresif adalah mobil SUV pada urutan pertama, mobil sedan pada

urutan kedua, dan mini bus pada urutan ketiga.

Cara mengetahui NJKB suatu kendaraan dapat digunakan rumus sebagai berikut:

(PKB/1,50) x 100. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) tiap jenis kendaraan tersebut sudah

ditetapkan oleh kantor pajak. Berikut adalah contoh kasusnya.

Diketahui jika PKB motor matic sebesar Rp 150.000. Maka besar NJKB adalah (150.000/1,5) x

100 = Rp 10.0000.000.

Jadi, misalkan Anda memiliki dua buah motor maka pajak progresifnya adalah

Motor pertama: 1,5 % x 10.000.000 = Rp 150.000

Motor kedua: 2 & x 10.000.000= Rp 200.000

Besarnya pajak tersebut belum termasuk SWDKLJJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu

Lintas Jalan) senilai Rp 35.000.


LAMPIRAN
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor merupakan pajak daerah
yang dipungut oleh kepolisian beserta jajaran nya di SAMSAT. PKB dan BBN-KB didasarkan
oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri dan juga UU Republik Indonesia. Ada beberapa
pengecualian objek PKB dan BBN-KB.

SARAN

Sebagai subjek pajak kendaraan bermotor harus patuh membayar dan mengikuti peraturan yang
ada karena pajak PKB dan BBN-KB juga akan dikembalikan kepada rakyat sendiri untuk
kesejahteraan bersama dan memberi pemasukan kepada pemerintah daerah.
DAFTAR PUSTAKA

1. https://www.google.co.id/url?

sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&sqi=2&ved=0CDQQFjA

DahUKEwivz6X2nu_IAhUhxqYKHUgiDNM&url=http%3A%2F

%2Fdppka.jogjaprov.go.id%2Fcmskppd%2Ffile%2FPajak_Kendaraan_Bermotor_

%28PKB

%29.pdf&usg=AFQjCNE7NCOqRCcek0xBNpzxGSy27CiLDw&bvm=bv.106379543,d.

dGY

2. http://dpp.jakarta.go.id/bbn-kb/

3. http://www.wikiapbn.org/pajak-kendaraan-bermotor/

4. http://www.kerjanya.net/faq/3984-pajak-kendaraan-bermotor.html

5. https://www.google.co.id/url?

sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0CC8QFjACahUK

Ewiq2Km8qe_IAhUG4aYKHfSODuY&url=http%3A%2F%2Fwww.polri.go.id%2Fpdf

%2FLayanan%2520BPKB

%2520%26%2520STNK.pdf&usg=AFQjCNG1SgiPAQNgLk3y41ScOGEp9npDUw&bv

m=bv.106379543,d.dGY

6. http://www.modifikasi.co.id/1901/cara-pengurusan-balik-nama-atas-stnk-dan-bpkb-

kendaraan-bermotor/

7. http://www.perpanjanganstnk.com/?Balik_nama_Mutasi
8. http://www.pajakonline.com/engine/learning/view.php?id=641

9. http://mantrisamsat.blogspot.co.id/p/pkb.html

10. http://www.pajakonline.com/engine/learning/view.php?id=641#cari_artikel

11. http://carasim.blogspot.co.id/2015/05/cara-menghitung-denda-pajak-motor.html