Anda di halaman 1dari 20

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

"MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL"

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 3

1. SAMSUDIN (E1S017078 )
2. SISILIA ADINDA (E1S017080)
3. SITI RAIHANUN (E1S017082)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2019

i
PRAKATA
Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT.karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata
kuliah pendidikan multikultural yaitu makalah tentang "manusia sebagai makhluk
individu dan sosial''. Di dalam makalah ini terdapat sub materi-materi pembahasan
yaitu : pengertian manusia sebagai makhluk idividu, hak dan kewajiban makhluk
hidup, pengertian manusia sebagai makhluk sosial, peran dan kewajiban manusia
sebagai makhluk sosial, pengertian individu dan masyarakat serta hubungan antara
individu dan masyarakat.
kami berterima kasih pada Bapak Dr. Hamidsyukrie ZM, M.Hum selaku
Dosen mata kuliah pendidikan multikultural yang telah memberikan tugas ini kepada
kami, sehingga kami menjadi lebih tahu dan mendalami mengenai “manusia sebagai
makhluk individu dan sosial”.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan pembaca. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah
kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna
tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.

Mataram, September 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................ i

PRAKATA ....................................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 1
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penulisan .................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
2. 1 Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Individu ................................................... 3
2.2 Hak dan kewajiban individu ................................................................................... 6
2.3 Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial ........................................................ 9
2.4 Peran Dan Kewajiban Manusia Sebagai Makhluk Sosial .................................... 11
2.5 Pengertian Individu Dan Masyarakat ................................................................... 12
2.6 Hubungan Antara Individu Dan Masyarakat........................................................ 14
2.7 Rancangan Solusi Terhadap Keluarga Masa Depan ............................................ 13

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ........................................................................................................... 16
3.2 Saran ..................................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pada dasarnya manusia adalah sebagai makhluk individu yang unik, berbeda
antara yang satu dengan lainnya. Secara individu juga, manusia ingin memenuhi
kebutuhannya masing-masing. Ingin merealisasikan diri atau ingin dan mampu
mengembangkan potensi-potensinya masing-masing. Hal ini merupakan
gambaran bahwa setiap individu akan berusaha untuk menemukan jati dirinya
masing-masing, tidak ada manusia yang ingin menjadi orang lain sehingga dia
akan selalu sadar akan keindividualitasnya.
Adapun hubungannya dengan manusia sebgai makhluk sosial adalah bahwa
dalam mengembangkan potensi-potensinya ini tidak akan terjadi secara alamiah
dengan sendirinya, tetapi membutuhkan bantuan dan bimbingan manusia lain.
Selain itu, dalam kenyataannya, tidak ada manusia yang mampu hidup tanpa
adannya bantuan orang lain. Hal ini menunjukan antara yang satu dengan lainnya.
Dari kedua hal ini, manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
memiliki fungsi masing-masing dalam menjalankan perannya dalam kehidupan.
Sebagaimakhluk individu manusia merupakan bagian dan unit terkecil dari
kehidupan sosial atau masyarakat dan sebaliknya sebagai makhluk sosial yang
membentuk suatu kehidupan masyarakat. Dalam menjalakan perannya masing-
masing dari kedua hal tersebut secara seimbang. Maka setiap individu harus
mengetahui dari perannya masing-masing tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Adapun yang akan dibahas dalammakalahini telah dirumuskankedalam
beberapa kriteria masalah yakni :

1. Apakah yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk individu ?


2. Apakah saja Hak dan kewajiban makhluk hidup ?

1
3. Apakah Pengertian manusia sebagai makhluk sosial ?
4. Bagaimanakah Peran dan kewajiban manusia sebagai makhluk sosial ?
5. Apakah yang dimaksud dengan individu dan masyarakat ?
6. Bagaimanakah Hubungan antara individu dan masyarakat ?

1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahuai Apakah yang dimaksud dengan manusia sebagai


makhluk individu
2. Untuk mengetahuai Apakah saja Hak dan kewajiban makhluk hidup
3. Untuk mengetahuai Apakah Pengertian manusia sebagai makhluk sosial
4. Untuk mengetahuai Bagaimanakah Peran dan kewajiban manusia sebagai
makhluk sosial
5. Untuk mengetahuai Apakah yang dimaksud dengan individu dan
masyarakat
6. Untuk mengetahuai Bagaimanakah Hubungan antara individu dan
masyarakat

1.4 MANFAAT PENULISAN


Untuk kelompok kami, makalah ini disusun sebagai bahan pembelajaran
mata kuliah pendidikan multikultural serta dapat mengaplikasikan ilmu
pengetahuan yang sudah ada didalam kehidupan sehari hari dan di dunia
pendidikan nantinya.

1.5 METODE PENULISAN


Metode penulisan yang digunakan yaitu Metode pustaka yaitu metode
yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang
berhubungan dengan alat, baik berupa buku maupun informasi di internet.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Individu

Dalam bahasa Latin individu berasal dari kata individuum, artinya yang tak
terbagi. Dalam bahasa Inggris Individu berasal dari kata in dan divided. Kata ini salah
satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya terbagi. Jadi
individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan. “namun individu bukan berarti
manusia sebagi suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.”
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur
fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu
manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah
tidak menyatu lagi, maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Dalam diri
individu ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau
ada unsur raga dan jiwanya. Bila seseorang hanya tinggal raga, fisik atau jasmaninya
saja, maka dia tidak dikatakan sebagai individu. Jadi pengertian manusia sebagai
makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak
terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi sebutan individu hanya
tepat bagi manusia yang memilki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan raga dan
jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, tidak ada manisia
yang percis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki
keunikantersendiri. Sekalipun orang itu terlihat secara kembar, mereka idak ada yang
memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. Setiap anggota fisik manusia tidak
ada yang persis sama, meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar.
Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama,
tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail, makro akan terdapat
maka akan terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran,

3
sifat, dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan
perbedaan-perbedaan yang ada, baik pada perbedaan fisik maupun psikis. Contohnya
Si Waru berbeda dengan si Dadap, Karena diantaranya ada perbedaan fisik yang
gampang dikenali. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan
manusia, kita tetap dapat mengenal seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki
ciri fisik yang sudah kita kenal. Seperti ditengah-tengah pasar yang penuh orang atau
dilapangan dimana berkumpul ribuan orang, kita akan dapat mengenali orang yang
sudah kita kenal. Sebaliknya, bila hal terjadi pada kumpulan atau kerumunan hewan
atau binatang, sulit untuk kita mengenali satu hewan ditengah ribuan hewan yang
sejenis.
Ciri seorang individu tidak hanya mudah dikenali lewat ciri fisik atau
biologisnya. Sifat, karakter, perangai, atau gaya dan selera orang juga berbeda-beda.
Lewat ciri-ciri fisik seseorang pertama kali mudah di kenali. Ada orang yang gemuk,
kurus, atau langsing, ada kulitnya cokelat, hitam, atau putih, ada yang rambut yang
lurus ada ikal. Dilihat dari sifat, perangai, atau karakternya ada orang yang periang,
sabar, cerewet, atau lainnya.
Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotipe dan fenotipe. Factor
genotype adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan factor
keturunan, dibawa individu sejak lahir. Secara fisik seseorang memiliki kemiripan
atau kesamaan ciri dari orang tuanya, kemiripan atau kesamaan itu mungkin saja
terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya, bisa juga terjadi pada bagian-bagian
tubuh tertentu saja. Kita bisa melihat secara fisik bagian tubuh mana dari kita yang
memiliki kemiripan dengan orang tua kita. Ada bagian tubuh kita yang mirip ibu atau
ayah, begitu pula mengenai sifat atau karakter kita ada yang mirip seperti ayah dan
ibu.
Kalau seorang individu memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dibawa
sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh
faktor lingkungan. Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik
yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan

4
lingkungan social. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya, baik itu
lingkungan buatan seperti tempat tinggal(rumah) dan lingkungan. Sedangkan
lingkungan yang bukan buata seperti kondisi alam geografis dan iklimnya.
Orang yang tinggal didaerah pantai memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda
dengan yang tinggal didaerah pegunungan. Mungkin orang yang tinggal didaerah
pantai bicaranya keras, berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah pegunungan.
Berbeda lingkungan tempat tinggal, cenderung berbeda pula kebiasaan dan prilaku
orang-orangnya.
Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan dimana seorang individu
melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi social dengan anggota keluarga,
dengan teman, dan kelompok social lain yang lebih besar. Seseorang yang sehari-
harinya bergaul dengan lingkungan temannya yang bekerja sebagai sopir atau kenek
diterminal memiliki kebiasaan yang khas bagi kelompoknya. Begitupula dengan
orang yang lingkungan sosialnya berada di peseantren, memiliki kebiasaan yang khas
pula bagi kelompoknya.
Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan
kepribadian. Menurut Nursyid Sumaatmadja, kepribadian adalah keseluruhan
perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi
biopsikofisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi
lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental
psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan.Setiap orang memiliki
kepribadian yang membedakan diriya dengan yang lain. Kepribadian seseorang itu
dipengaruhi faktor bawaan (genotype) dan factor lingkungan (fenotipe) yang saling
berinteraksi terus-menerus.
Selain individu, kelompok social yang lebih besar, seperti keluarga, tetangga,
dan masyarakat, memiliki ciri/karakter/kebiasaan yang berbeda-beda pula. Keluarga
yang terbiasa dengan suasana demokratis dan religious, misalnya, berbeda dengan
keluarga yang suasananya otoriter dan kurang religious. Begitupula lingkungan

5
keluarga yang familiar dan gotong royong berbeda dengan yang kurang akrab dan
individualis.

2.2 Hak dan kewajiban individu


1) Pengertian Hak

Hak adalah sesuatu yang dimiliki oleh manusia sejak lahir dan sesuatu yang
dimiliki atau diterima oleh manusia karena sebab- sebab tertentu. Hak yang dimiliki
oleh seseorang pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap
eksistensi dan martabat manusia sebagai individu ataupun sebagai anggota suatu
masyarakat. Orang yang mempunyai hak bisa menuntut ( dan bukan saja
mengharapkan dan menganjurkan ) bahwa orang lain akan memenuhi dan
menghormati hak itu.

2) Macam – Macam Hak


Secara umum para ahli etika mengelompokan menjadi 3 kelompok yaitu :
a. Hak Asasi atau Hak Kodrat
Hak asasi atau hak kodrat dikenal dengan hak fitri, yaitu hak yang
dibawa manusia sejak lahir ke dunia. Hak asasi merupakan hak dasar atau hak
pokok yang dimiliki setiap individu sebagai anugrah Allah yang menciptakan
manusia. Oleh karena itu hak ini bersifat sangat mendasar dan sangat pokok
bagi hidup dan kehidupan manusia di dunia. Hak yang dimasukkan kedalam
kelompok hak asasi antara lain :
1. Hak Hidup
Tiap- tiap manusia mempunyai hak hidup, akan tetapi karena
kehidupan manusia itu secara bergaul dan bermasyarakat, maka sudah
seadilnya seseorang mengorbankan jiwanya untuk menjaga hidupnya
masyarakat apabila dipandang perlu. Hidup adalah karunia yang diberikan
oleh Allah SWT kepada setiap manusia tanpa membedakan warna kulit,
bangsa dan jenis kelaminnya. Oleh karena itu dengan alasan apapun dan

6
dalam keadaan bagaimanapun seseorang tidak diperbolehkan bunuh diri.
Disamping itu seseorang juga tidak diperbolehkan menghilangkan nyawa
orang lain kecuali karena ada alas an tertentu dan yang dibenarkan oleh
hukum yang ditetapkan oleh Allah. Karena hidup dan mati seseorang
sepenuhnya merupakan wewenang Allah SWT.
Etika islam tidak hanya menetapkan hak hidup sebagai hak dasar
manusia yang harus ditegakkan, tetapi juga menjelaskan tentang
kewajiban yang ada pada manusia untuk menjaga hak tersebut agar jangan
sampai dilanggar atau dirusak, baik oleh dirinya sendiri ataupun oleh
orang lain. Hak hidup merupakan hak dasar pertama yang ada pada
manusia dan dengan adanya kehidupan maka manusia akan mendapatkan
hak- hak lainnya.
2. Kebebasan
Kebebasan mempunyai arti merdeka atau lepas dari penjajahan,
perbudakan dan kurungan. Kebebasan mempunyai arti bahwa manusia
bukanlah seorang budak, oleh karenya ia tidak terikat oleh segala macam
ikatan. Manusia bebas untuk menerima atau menolak apapun yang ada di
muka bumi. Dalam pemikiran etika islam, kebebasan itu bertanggung
jawab, dimana manusia bebas menentukan dan melaksanakan tindakan
yang diinginkan, tetapi ia akan diminta pertanggung jawaban atas semua
keputusan dan tindakan yang dilakukannya.
3. Kehormatan Diri
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan yang paling
mulia di muka bumi ini. Oleh karena itu kemuliaan atau kehormatan
adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak kelahirannya di dunia.
Kehormatan diri merupakan salah satu hak kodrat atau hak asasi manusia
yang tidak bisa dihilangkan oleh siapapun.
Hak lain yang dapat dimasukkan dalam kelompok hak kodrati antara
lain : a) hak untuk mendapatkan pendidikan, b) hak untuk berpolitik, c)

7
hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, d) hak untuk memiliki
sesuatu, e) hak untuk menikmati kekayaan alam dan lain sebagainya.

b. Hak Legal dan Hak Moral


Hak legal adalah hak yang dimiliki oleh seseorang karena aturan atau
ketentuan yang mengatur hal tersebut. Sedangkan hak moral adalah hak yang
hanya berdasarkan ketentuan- ketentuan moral atau berdasar pada adat
kebiasaan yang berlaku. Hak- hak legal berasal dari undang- undang,
peraturan hukum, atau dokumen legal lainnya.
Hal- hal yang dimasukkan kedalam hak legal seperti hak
memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, keamanan dan lain sebagainya.
Sedangkan hal- hal yang dimasukkan kedalam hak moral seperti hak orang tua
mendapat penghormatan, hak anak untuk mendapatkan nama yang baik, hak
untuk meminta ma’af dan mema’afkan dan lain lain.

3) Pengertian Kewajiban
Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social, tidak dapat
terlepas dari kewajiban. Apa yang dilakukan seseorang dapan menyebabkan
pola pengaruh pola hubungannya dengan social. Pola hubungan yang baik
antara individu yang satu dengan yang lain. Karena adanya kewajiban-
kewajiban yang harus dipenuhi.
Kewajiban Mempunyai banyak pengertian, antara lain sebagai berikut
: dilihat dari segi ilmu feqih, wajib mempunyai arti pengertian sesuatu yang
harus dikerjakan, apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila
ditinggalkan mendapatkan dosa. Menurut ilmu tauhid, wajib sesuatu yang pasti
benar adanya. Sedangkan menurut ilmu akhlak, wajib adalah suatu perbuatan
yang harus dikerjakan karena perbutan itu dianggap baik atau benar. Kewajiban
sendiri adalah suatu tindakan yang harus dilakukan oleh setiap manusia dalam
memenuhi hubungan sebagai makhluk individu, social, dan Tuhan.

8
4) Macam – Macam Kewajiban
Kewajiban manusia dapat dilihat dari tiga sudut pandang yaitu,
kewajiban manusia terhadap diri sendiri, kewajiban terhadap sesama makhluk,
dan kewajiban manusia terhadap Tuhan sebagai dzat yang menciptakannya.
1. Kewajiban manusia terhadap diri sendiri (individu)
Dalam rangka menjaga eksistensi dirinya sebagai makhluk
hidup, maka setiap manusia memiliki kewajiban terhadap dirinya sendiri
antara lain : makan dan minum, berpakaian, menjaga kebersihan, dan
kesehatan dan lain lain.
2. Kewajiban terhadap sesama makhluk ( social )
Manusia sebagai makhluk Allah yang sempurna dan sebagai
kholifah mempunyai tugas utama menjaga kehidupan dunia dengan baik
dan kemakmurannya. Dalam rangka melaksanakan tugas itu maka
manusia memiliki beberapa kewajiban yang harus dipenuhi. Diantaranya
kewajiban terhadap alam, kewajiban terhadap sesama manusia, seperti
tolong- menolong.
3. Kewajiban terhadap Allah SWT
Kewajiban terhadap Allah SWT sangat penting, agar setiap
orang dapat mengetahui setiap kewajiban yang harus dilakukan dalam
upaya untuk meraih kebahagiaan yang dicita- citakannya. Dengan
demikian apabila seseorang dapat melakukan semua kewajibannya
dengan baik, maka akan dapat tercipta hubungan dengan baik antara
dirinya dengan orang lain, maupun dengan makhluk yang lain, serta
hubungan yang baik dengan Allah SWT.

2.3 Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Sosial


Menurut kodratnya manusia adalah mahluk sosial atau mahluk yang
bermasyarakat, selain itu juga diberikan kelebihan yaitu berupa akal pikiran yang
berkembang serta dapat dikembangkan. dalam hubungannya dengan manusia sebagai

9
mahluk sosial, manusia selalu hidup bersama di antara manusia lainnya. dorongan
masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai
bentuk. Oleh karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam
kehidupannya.manusia dikatakan mahluk sosial, dikarenakan pada diri manusia ada
dorong dengan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. ada kebutuhan
sosial untuk hidup berkelompok dengan orang lain.manusia memiliki kebutuhan
untuk mencari kawan atau teman.

Manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial karena pada dirinya terdapat
dorongan untuk berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain,dimana terdapat
terdapat kebutuhan untuk mencari berteman dengan orang lain yang sering didasari
atas kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing. manusia juga tidak akan bisa
hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.tanpa bantuan
manusia yang lainnya. manusia tidak mungkin bisa berjalan tegak. Dengan bantuan
orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan
bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.mahluk sosial adalah mahluk
yang terdapat dalam beragama aktivitas dan lingkungan sosial.

Manusia sebagai mahluk sosial adalah manusia yang senantiasa hidup dengan
manusia yang lain(masyarakat).ia tidak dapat merealisasikan potensi hanya hanya
dengan dirinya sendiri. manusia membutuhkan manusia yang lain, untuk hal tersebut
termasuk dalam mencukupi kebutuhannya.

Kelompok masyarakat pertama adalah keluarga, keluarga merupakan


lingkungan manusia pertama dan utama. Dalam keluarga itulah manusia menemukan
kodratnya sebagai mahluk sosial, karena dalam lingkungan itulah ia pertama kali
berinteraksi dengan orang lain. kelompok selanjutnya adalah pertemanan, pergaulan,
kelompok kerja dan masyarakat secara luas. Secara politik kehidupan berkelompok

10
manusia dimulai dari keluarga, marga, suku, bangsa, Negara bahkan masyarakat
internasional.1

Jadi manusia dikatakan mahluk sosial karena beberapa alasan , yaitu:

1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.


2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan oranglain.
4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah
manusia

2.4 Peran Dan Kewajiban Manusia Sebagai Makhluk Sosial


Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial.artinya manusia akan
senantiasa berhubungan dengan orang lain. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa
bantuan orang lain. fakta ini memberikan kesadran akan ketidakberdayaan manusia
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. keberadaan manusia sebgai mahluk
sosial menjadikan manusia melakuan peran-peran sebagaiberikut:
1. Melakukan interaksi dan menciptakan kehidupan kelompok. Manusia sebagai
pribadi adalah berhakikat sosial. Manusia tidakdapat memenuhi kehidupan
hidupnya tanpabantuan dari manusia lain. Dengan demikian, untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya manusia akan berinteraksi dengan sesame manusia
2. Menciptakan norma yang mengatur kehidupan sosial. Dalam kehidupan
berkelompok, jika manusia tidak mampu berbuat adil dan menjaga harkat
serta martabat manusia lainnya, akan tercipta ketidakaturan. Oleh karena itu,
dalam kehidupan berkelompok dan bermasyarakat, manusia membutuhkan
norma-norma sosial sebagai patokan dalam bertingkah laku. Norma yang
dibutuhkan yaitu: norma agama, norma kesusilaan atau moral, norma
kesopanan atau adat, dan norma hokum.

11
3. Mengupayakan terlaksananya kewajiban. Kewajiban manusia sebagai dasar
untuk menghargai hak orang lain serta mentaati norma yang berlaku dalam
masyarakat. Manusia tidak bisa menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban.
Sebaliknya manusia juga tidak melulu memikirkan dan melakukan kewajiban
serta mengabaikan haknya. Artinya antara hak dan kewajiban manusia, baik
sebagai makhluk individu maupun sosial sosial harus seimbang.

2.5 Pengertian Individu Dan Masyarakat


1) Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin, "individuum, yang artinya yang tak terbagi.
Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan
yang paling kecil dan terbatas. kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu
keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu
sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan , Demikian
pendapat Dr.A.Lysen. ( Abu ahmadi : 2009)
Individu merupakan seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan yang khas dalam lingkungan sosialnya, tetapi juga mempunyai
kepribadian serta pola tingkah laku spesifik. persepsi terhadap individu atau hasil
pengamatan manusia dengan segala maknannya merupakan suatu keutuhan
ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek melekat pada dirinya, yaitu aspek
organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek sosial kebersamaan. Ketiga
aspek tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri
sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu
dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
a. Raga
Merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara
individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama

12
b. Ras
Merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari
benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan

c. Rasio
Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk
mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap
manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca
indera.

d. Rukun Atau Pergaulan Hidup


Merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu
sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang
dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering
disebut masyarakat.

2) Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah golongan besar atau kecil yang terdiri atas beberapa
manusia, yang dengan sendirinya bertalian secara golongan dan saling
mempengaruhi satu sama lain.

Isilah masyarakat berasal dari bahasa arab , syaraka yang berarti ikut serta,
berpartisipasi, atau masyaraka yang berarti saling bergaul. Kata masyarakat juga
berasal dari kata musyarak ( Arab), yang artinya berkumpul bersama , hidup
bersama dengan saling berhubungan dan saling memengaruhi. Dalam bahasa
inggris di gunakan istilah society, yang berasal dari kata lain socius berarti kawan.

Menurut para ahli :


a) J.L.Gillin dan J.P. Gillin menyatakan bahwa masyarakat adalah kelompok
manusia yang tersebar mempunyai tradisi , kebiasaan, sikap, dan perasaan

13
persatuan yang sama. Dalam hal ini, masyarakat meliputi pengelompokan-
pengelompokan kecil.

b) Selo Sumardjan, menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang


hidup bersama dan menghasilkan suatu kebudayaan.

Jadi , Masyarakat adalah golongan besar atau kecil yang terdiri atas
beberapa manusia, yang dengan sendirinya bertalian secara golongan dan
saling mempengaruhi satu sama lain yang mempunyai tradisi dan persatuan
yang sama.

2.6. Hubungan Antara Individu Dan Masyarakat

Tidak akan pernah ada masyarakat apabila tidak ada individu. Antara
individu dengan masyarakat hubungan satu dengan yang lain, saling pengaruh
mempengaruhi, individu mempengaruhi adanya masyarakat, sebaliknya
masyarakat mempengaruhi individu. Keadaan masyarakat yang semakin maju
dan kompleks mempengaruhi individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang
ada di masyarakat. Demikian juga adanya kebutuhan atau keinginan individu
untuk mempengaruhi keberadaan masyarakat. individu-individu semakin maju
maka masyarakatnya juga semakin maju. Untuk mengembangkan eksistensinya
sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat. Yaitu
media dimana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta
menumbuhkembangkan perilakunya.

Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut
bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Jika keluarga adalah
tempat dimana awal proses bermula, maka dalam masyarakatlah individu akan
di uji coba untuk mengembangkan apa yang telah ia dapatkan dari keluarganya
untuk diterapkan ketika menjadi bagian dari masyarakat. Keluarga sebagai

14
lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam
pembentukan sikapsuatu individu, sedang masyarakat merupakan media
sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya dan apa apa yang
sudah di pelajarinya dalam lingkungan keluaraga secara lebih luas. Sehingga
dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atausalah dalam suatu
masyarakattersebut.
Seorang individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti dirinya telah
berada dalam konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu
itu akan terlihat menjadi jelas dan bermakna . Artinya akan mudah dirumuskan
gejala-gejalanya. Karena disini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya
sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok
atau anggota masyarakat.

15
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Manusia adalah makhluk individu dan sekaligus makhluk sosial. Di sisi
manapun sebagai makhluk sosial dan makhluk individu, akan ada pengaruh
positif maupun negatifnya. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat
melakukan segala aktivitasnya seorang diri. Manusia butuh manusia lain untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya.
Sebagai anggota masyarakat, manusia akan berkaitan dengan orang lain.
Manusia hidup bersama orang lain. Itu berarti manusia tidak dapat melakukan
tindakan sesuka hatinya karena ada orang lain yang menilai perilaku seorang
manusia. Baik buruknya perilaku manusia ditentukan juga dari faktor lingkungan
sosialnya, terutama lingkungan keluarganya. Karena keluarga adalah wadah
pertama yang menanamkan nilai moral seorang anak. Maka sikap dan perilaku
seorang anak adalah cerminan dari bagaimana anak tersebut dibesarkan dalam
suatu wadah keluarga untuk kelangsungan hidupnya di lingkungan masyarakat.

3.2 SARAN

Dengan berakhirnya makalah ini, pasti ada kekurangan karena penyusun


jugalah manusia biasa. Mungkin dari pembahasan belum bisa dibahas secara
terperinci dari makalah ini untuk menjawab rumusan masalah tersebut. Oleh
karenanya, penyususn sangat mengharapkan kritik yang membangun dan saran
untuk penyusun agar lebih baik lagi untuk mengerjakan makalah-makalah
selanjutnya.

16
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi. A. 2009. ILMU SOSIAL DASAR. PT Asdi Mahasatya. Jakarta

Suratman. Dkk. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR. Intimedia. Malang

http:/pagarpengetahuan.blogspot.com/2016/06/peranan-manusia-sebagai
makhluk.html?m=1

-https://www.slideshare.net/mobile/dininurhanifahh/makalah-manusia-sebagai
makhluk- individu-dan-makhluk- sosial

-http:/mettaadnyana.blogspot.com/2014/07/sosiologi-individu-dan
masyarakat.html?m=1

-http://mgmbrotherhood.blogspot.com/2017/02/pengertian-hubungan-
individu.html?m=1

17