Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH TAUHID DAN ILMU KALAM

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Tauhid Dan ilmu kalam

Dosen Pengampu : CHOIRUL SALIM, M.H

Disusun Oleh :

Kelas B

Kelompok 8

1. DIAH ARUM ASMA PUTRI 1902011008


2. RINA ANGGRAINI 1902011023

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO LAMPUNG

JURUSAN AL AHWAL AL-SYAKHSIYYAH

TAHUN AKADEMIK 2019/2020


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulilah segala puji syukur selalu kami haturkan atas kehadirat Allah SWT
yang senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kami,
sehingga kami menyelesaikan tugas penyusunan makalah tentang “TAUHID
DAN ILMU KALAM ”.Kami selaku penyusun makalah menyampaikan ucapan
terimakasih kepada Bapak CHOIRUL SALIM,M.H. selaku dosen pengampu
mata kuliah TAUHID DAN ILMU KALAM yang telah memberikan arahan dan
bimbingan dalam pembuatan makalah ini. Terimakasih kami kepada orang tuang
yang selalu mendoakan kelancaran tugas kami, serta pada team anggota kelompok
8 yang selalu kompak dan konsisten dalam penyelesaikan tugas ini dan teman-
teman memberikan saran pada kami.

Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kami tidak menutup diri dari para pembaca akan saran dan kritik
yang sifatnya membangun demi perbaikan dan peningkatan kulitas penyusunan
makalah dimasa yang akan datang.

Dan kami berharap, semoga makalah ini bisa memberikan suatu kemanfaatan bagi
kami penyusun dan para pembaca semuanya.aamiin.

Walaikumsalam wr wb

Metro, September 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................... i

KATA PENGANTAR....................................................................... ii

DAFTAR ISI..................................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN................................................................. 1

A. Latar Belakang....................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................. 1
C. Tujuan ................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN................................................................... 2

A. Pengertian dan sejarah Ahl- as sunnah


Salafiah................................................. 2
B. Pemikiran Kalam Ahl As – Sunnah Salafiyah.................................... 5

BAB III PENUTUP................................................................................ 9


A. Kesimpulan................................................................................ 9

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banyak beragam definisi yang telah dikemukakan para pakar mengenai definisi salaf
dan khalaf. Menurut Thablawi Mahmud Sa’ad, salaf artinya ulama terdahulu. Salaf
terkadang dimaksudkan untuk merujuk generasi sahabat tabii,tabi tabiin, para pemuka
abad ke-3 H, dan para pengikutnya pada abad ke-4 yang terdiri atas para muhadditsin
dan sebagainya. Salaf berarti pua ulama-ulama saleh yang hidup pada tiga pada tiga
abad pertama islam

ilmu yang membahas berbagai masalah ketuhanan dengan menggunakan argumentasi


logika atau filsafat, secara teoritis aliran salaf tidak dapat dimasukkan kedalam aliran
ilmu kalam, karena aliran ini-dalam-masalah-masalah ketuhanan- tidak menggunakan
argumntasi filsafat atau logika. Aliran ini cukup dimasukkan ke dalam aliran ilmu
tauhid atau ilmu ushuluddin atau fiqh al-akbar.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dan Sejarah Ahl-salafiah?
2. Apa Gerakan Salaf ?

C. Tujuan
1. Agar mengetahui Pengertian dan sejarah salafiah
2. Agar Mengetahui Gerakan Salaf
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian dan sejarah Ahl- as sunnah Salafiah

Sebenarnya ada berbagai istilah yang biasa pula di pergunakan untuk menunjuk
pemikiran kelompok islam Ahl-as Sunnah Salafiah ini. Sebagian ahli ada menunjuk mereka
dengan mempergunakan Ahl-al Hadist, Yang hal ini tampak didasarkannya pada kenyataan
historis bahwa pada umumnya Ahl-as Sunnah Salafiah itu Sebagai Ahl-Al Hadist.

Secara Etimologi ( Kebahasaan ), Perkataan Arap “Salaf”, secara harfiah berarti “yang
Terdahulu” atau yang lampau1 Dan pada umumnya termasuk salaf , terutama dalam
terminologi ilmu kalam (Teologi Islam), biasanya di perhadapkan dengan perkataan”
Khalaf”, yang maka harfiahnya ialah “ Yang belakangan”. Dalam konteks tradisi ilmu kalam
atau teologi islam, termasuk Salaf dan Khalaf itu dipergunakan dalam kaitannya dengan
kategorisasi atas Ahl-as Sunnah, atau bisa pula di pendekan menjadi Sunni, Sehingga dalam
tradisi Intelektual Ilmu kalam (Teologi Islam) dikenal dua kategori Ahl-As Sunnah, Yaitu:
Ahl-as sunnah salafiah ( atau sering disebut kaum salafah) dan ahl-As sunnah Khalafiah.

Adapun secara terminologis (Istilah), diantaranya telah di sampaikan oleh ibrahim


Madzkur bahwa kelompok salaf (salafiun), atau yang biasa disebut dengan salaf as-shalib
adalah mereka yang berpegang teguh kepada atsar ( hadist ), secara metodologi lebih
mengutamakan keberadaan riwayat daripada dirayah , dan lebih mengutamakan naql ( wahyu
) daripada aql ( akal ). Mereka mengklaim dirinya sebagai Ahl-al sunnah wa al-jama ah,(
golongan penegak sunah dan mayoritas umat ), karena paham akidah mereka dianggap
setidaknya menurut klaim mereka sendiri berisi dari ajaran islam yang dibawa oleh Nabi
Muhammad SAW. Sebagaimana yang diterima oleh umat islam generasi pertama ( sahabat ).
Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa ahl al sunnah wa al jannah, atau. Ahl –Sunnah
Salafiah adalah orang-orang yang pandangan akibatnya merujuk kepada para ulama generasi
salaf atau pengikut aliran salaf dalam bidang akidah (Islam ).

Para pendukung Ulama dari madzhab ahl-sunnah salafiah adalah tokoh-tokoh ahli
hadist ( muhadistsun ), karena sesuai dengan ketentuan mereka dalam menjaga kelestarian
hadist dari satu generasi berikutnya. Tradisi pra sahabat nabi dalam memahami dan
memformulasikan pendapat-pendapat mereka disekitar akidah-akidah islam,merupakan salah
satu yang mereka lestarikan itu. Oleh karena itulah, sejalan dengan ini metode yang mereka
pergunakan dalam membahas materi akidah islam adalah metode tektual, dimana akal
sepenuhnya tunduk dibawah otoritas naqal, dengan perlakuan yang relatif ketat berpegang
teguh kepada teks-teks wahyu yang diterimanya, serta bersikap ekstra hati-hati terhadap
rasionalisasi-rasionalisasi yang mendalam terhadap persoalanpersoalan akidah islam.

1
Yazid bin Abdul Qadir Jawas.(Pustaka Imam Asy-ssyafi’i,jumadil akhir 1425 H / Agustus 2004 M)
1. Metode Kalam Ahl-as Sunnah Salafiah

Reaksi relatif keras terhadap metode agamis-rasional yang dipergunakan oleh para
pemikir mu’tazillah datang dari para tokoh Ahl-as Sunnah Salafiah, pengikut para salafi
dalam bidang akidah islam.kaum salafi atau Ahl-as Sunnah Salafiah mengkehendaki agar
pengkajian akidah islam kembali kepada prinsip-prinsip yang bangun dan dipegang oleh para
sahabat dan generasi tab’in, yakni mengambil prinsip-prinsip akidah islam dan dalil-dalil.

Dalil mendasari dari ayat – ayat Al Qur-an dan As-Sunnah atau al hadist, serta melarang
ulama mempertanyakan dalil-dalil naql itu.

Ibnu tamiyah, tokoh penting yang merumuskan metode berfikir kelompok ini (
termasuk juga dalam bidang akdahnya ), melakukan empat katagori, yaitu : Pertama, para
filosofi; Kedua, para pakar ilmu kalam yakni mu’tazillah yang menggunakan metode berfikir
rasipinal ( agamis ); ketiga, ulama mengandalkan penalaran terhadap akidah yang terdapat
dalam al qur’an untuk di imani, dan dalil-dalil yang terkandung di dalamnya untuk
digunakan, sebagaimana misalnya, diaplikasikan oleh kaum maturidi dan keempat, kelompok
orang beriman kepada Al Qur’an tetapi mempergunakan dalil-dalil rasional disamping dalil
Al Qur’an itu, sebagaimana yang dilakukan oleh tokoh Asy’ariyah..

Metode berfikir Ahl As Sunnah Salafiyah atau Salafi yang demikian itu biasanya
disebut dengan istilah teknis dengan metode tekstual ( Almanahaj Alnaqh ). Sesuai dengan
sebutan teknisnya itu , metode berfikir tekstual, sebagaimana dijelaskan oleh Zulkhani Jahja,
Adalah metode berfikir yang berpegang teguh kpada teks-teks wahyu secara harfiah, serta
bersikap ekstra hati-hati dan waspada terhadap rasionalisasi-rasionalisasi yang mendalam
terhadap masalah – masalah akidah islam. Sebagai dasar Legtiminasi Atas Pengggunaan
Metode Berfikir tekstual oleh Ahl As Sunnah Salafiyah ini Adalah Anggapan dasar bahwa
teks – teks wahyu, keberadaannya sudah komplit atau lengkap sehingga telah menampung
segala masalah akidah islam yang di perlukan, dalam pengertian sudah tidak ada yang di
lewatkan lagi, dan mengikuti tradisi para sahabat nabi Muhammad SAW dan para
pengikutnya ( generasi Tabi’un ). Karena demikian maka, ketika memahami dan
meguraikan akidah islam, menurut Ahl As Sunnah Salafiyah Umat Islam tidak perlu berfikir
keras dengan akalnya, melainkan cukup mencari dan merujuk kepada teks – teks yang sudah
lengkap dan tersedia semuanya.

Sebagai Implikasinya adalah, ketika mereka berhadapan dengan ayat-ayat al Quran


katagori muktasyabihat, Ulama Ahl As Sunnah enggan dan tidak bersedia memberikan takwil
atau makna metaforis. Mereka hanya memahami makna harfiah dari teks yang telah ada,
dengan tanpa mempertanyakan “ bagaimana”? ada gium yang begitu terkenal dikalangan Ahl
as Sunnah Salafiyah adalah AL Imam Wajib al Sual bitah ( Mengimani atas kebenaran
makna – makna tekstual ayat – ayat Al Quran ( Baca, Mutasyabihat ) adalah wajib dan
mempertanyakan bagaimana ( baca,bentuk sebenarnya) adalah dilarang atau bitah )
B.Pemikiran Kalam Ahl As – Sunnah Salafiyah

Imam Muhammad Abu zahrah dala karyanya tarikh al- madzabib al-islamiyah, telah
memberikan uraian yang relatif kompleks tentang Ahl as Sunnah Salafiyah dengan tajuk”
Salafiyah “ mencakup peringatan dan sejarah, metode berfikir dan doktrin-doktrin
teologisnya. Dan bahkan dalam banyak hal abu zahrah telah menyampaikan analisis
kritiknya. Sepanjang hasil pelacakan penulis, bahasan yang dikatakan begitu memadai, dan
oleh karenanya bahasaa ini lebih banyak merujuk kepada karya abu zahrah tersebut, tentu
dengan tetap. Dilengkapi dengan uraian dari sejumlah referensi lainnya . dalam karyaya itu ,
Abu zahrah menjelaskan ajaran Ahl As – Sunnah Salaf yang meliputi; Keesaan Tuhan ( dzat
dan sifat, dilengkapi perbedaannya dengan paham lainnya ) Takwil dan tafwidi, perbuatan
manusia, Al qur’an ( Kalammullah ) , Perbuatan Tuhan Pemohonan Pertolongan ( istghsab ),
serta ziarah kubur 2. Adapun secara lebih terperinci uraian mengenai dookrin Ahl As-Sunnah
Salafiyah dapat dilihat sebagai berikut.

1. Kemaha Esaan Tuhan

Ahl As-Sunnah Salafiyah memandang wahdaniyah ( KemahaEsaan Tuhan atau tauhid


), Sebagai asas pertama ajaran islam , dan kemudian diinterprestasikan dengan suatu
interprestasi yang secara keseluruhan sesuai dengan pandangan umat islam pada umumnya ,
terkecuali beberapa hal, misalnya disampaikan oleh abu zahrah bahwa Ahl as-Sunnah
Salafiyah berkeyakinan bahwa mengangkat perantara untuk mendekatkan diri ( Tawastul )
Kepada Allah SWT dengan seorang hambanya yang telah mati adalah bertentangan dengan
tauhid. Kemudian KeEsaan Tuhan menurut Ahl as-Sunnah Salafiyah sebagaimana bisa juga
ditegaskan oleh para ulama cakupannya meliputi; KeEsaan dzat dan sifat ( ulubiyah )
KeEsaan pencipta ( Rubbiyyah ) dan KeEsaan sebagai yang disembah ( Ubudiyyah ) .

2. Keesaan Tuhan zat dan sifat

Sebagaimana Kesepakatan kaum muslim pada umumnya bahwa Allah SWT adalah
maha esa tidak ada sesuatupun yang semisal dengannya perihal keesaan tuhan dalam zat dan
sifat, penjelasan ahmad bin hanbal berikut menunjukan bahwa” Allah tidak berbilang dan
tidak boleh ada keterbagian tidak pula klasifikasian, sesungguhnya Allah tidak
terdeskripsikan “ dalam masalah zat dan sifat-sifat Allah Ahlul Sunnah Salafiah
mencakupkan pada teks-teks wahyu karna itu mereka menolak pendapat jamamiah dan
mutazillah terkait kanafian sifat-sifat tuhan dan takwil dari sebagian mereka, sebagaimana
mereka pun menolak penyerupaan oleh pihak-pihak yang menetapkan penyerupaan yang
dinyatakan oleh ahmad bin hanbal bahwa mereka membuat penyerupaan tanpa mereka sadari.

2
Moniran,ilmu kalam(Yogyakarta,Stain Jember Press,2015),hlm 123-136
1.Gerakan Salaf

Paham atau gerakan salaf adalah pengikut mazbad hanbali yang muncul pada abad IV
hijriah. Mereka beranggapan bahwa imam ahmad bin hanbali mambal ( 169-240 H ) telah
menghidupkan dan mempertahankan pendirian ulama-ulama salaf. Karena pemikiran
keagamaan ulama-ulama salaf menjadi motivasi gerakannya sebagai paham atau aliran salaf.
Pada abad VII H, Gerakan salaf memperoleh kekuatan baru, dengan munculnya ibnu
taimiyah ( 661-728 H ) disyaria dan gerakan wahabi ( 1115-1201 H ) disaudi Arabia.

A. Ibnu Taimiyah

Nama lenkapnya adalah Taqiyuddin Ahmad bin Abdil Halim Bin Taimiyah, Lahir di
Haman, wilayah irak 10 Rabiul Awal 661 H/22 januari 1263 M dan meninggal pada 20 dzul
qo’dah 728 H/ 26 september 1328 M. Dia dibesarkan oleh keluarga yang taat beragama dan
berguru kepada Syaikh Ali Abd.Al-Qawi, Ulama terkenal pada zamanya.

Pada usia 17 tahun, kegiatan ilmiah nya sudah mulai tampak, ketika berusia 21 tahun ia mulai
mengarang dan mengajar. Pada tahun 691 M dia pergi haji dan sepulangnya dia semakin
terkenal dengan ilmu dan amalnya, sifat-sifat nya yang baik dan keberanian mengeluarkan
pendapat-pendapatnya. Dia tidak pernah mengenal takut untuk menegakkan kebenaran,
sehingga mendapat gelar” Muhyis Sunnah “. Diantara muridnya yang setia dan kenamaan
pula ialah Ibnul Qayyim.

B. Karangannya

Menurut Suatu Sumber, bahwa ibnu taimiyah memiliki karangan lebih dari 300 kitab,
meliputi tafsir,fiqih,retorika (jadal), fatwa-fatwa yang merupakan kumpulan jawaban atas
berbagai pertanyaan masyarakat,

Diantara karangan-karangannya, antara lain:

A) Muwafaqah sharih Al Ma’qul li Shahih Al manqul


B) Al Jawab al Shahih Liman Baddala dina Al Masih
C) Al Rasail Wa al Masail
D) Al Siyasah al Syar’iyah Fi Ishlah al Ra’i Wa al-Ra’iyah
E) Majmu’ Fatawa Syaikh Al islam Ibnu Taimiyah, 30 juz
F) Al Iman
G) Al Istiqomah
H) Al iqtida’ al Shirath Al Mustaqim
I) Al Furqan baina al haqq wal al Bathil
J) Naqd al mantiq
K) Al Radd’Ala al Manthiqiyyin
L) Kitab Al Tauhid
M) Al aqidah al wasithiyah.3)

3
Abdul rozak dan Rosihon Anwar.Ilmu kalam edisi revisi.Bandung.CV PUSTAKA SETIA,hlm 140
3 . Pemikirannya

Dalam pemikiran kalam khususnya, firqoh mu’tazilah menggunakan metode filsafat


dan banyak mengambil Argumentasi Filsafat, Untuk mematahkan serangan lawan – lawan
islam yang menggunakan senjata filsafat .S Langkah ini dilakukan mu’tazilah semata-
mata karena hendak membela islam dengan menggunakan senjata lawan yang menyerangnya,
yaitu senjata filsafat, cara yang dilakukan ini tidaklah salah, semata-mata untuk mengimbangi
serangan pihak lawan.

Sikap Aliran salaf yang disebarkan oleh Ibnu Taimiyah ini, tidak melakukan takwil terhadap
ayat-ayat musyabihat dan mereka melakukan tafwiq.
BAB III

KESIMPULAN

Secara etimologi ( kebahasaan) , perkataan arap “Salaf”, secara harfiah berarti “ yang
terdahulu” atau yang lampau. Dan pada umumnya termasuk salaf , terutama dalam
terminologi ilmu kalam ( teologi islam ), biasanya berhadapan dengan perkataan “ khalaf” ,
yang makna harfiahnya ialah “ yang belakangan” . dalam konteks tradisi ilmu kalam atau
teologi islam, termasuk salaf dan khalaf itu dipergunakan dalam kaitannya dengan
katagorisasi atas Ahl- As Sunnah, atau biasa pula dipendekkan menjadi sunni, sehingga
dalam tradisi intektual ilmu kalam ( teologi islam ) dikenal dua kategori Ahl as Sunnah, yaitu
: Ahl as Sunnah Salafiah ( atau sering disebut kaum salafiah) dan Ahl As Sunnah Khalafiah.

Adapun secara terminologis ( istilah), diantaranya telah disampaikan oleh ibrahim madzkur
bahwa kelompok salaf (salafiun), atau yang biasa disebut dengan salaf as shalib adalah
mereka yang berpegang teguh pada absor ( hadist) , secara metodologis lebih paham atau
gerakan salaf adalh pengikut madzhab hanbali yang muncul pada abad IV hijriah. Mereka
beranggapan bahwa imam ahmad bin mambal ( 169-240 H) telah menghidupkan dan
mempertahankan ulama-ulama salaf. Karena pemikiran keagamaan ulama salaf menjadi
motivasi gerakannya , maka orang-orang hanabilah itu menanamkan gerakannya sebagai
paham atau aliran salaf pada abad VII Hijriah: gerakan salaf memperoleh kekuatan baru,
dengan munculnya ibnu taimiyah (661-728 H) di syaria dan gerakan wahab (115-1201 H)
disaudi arabia.
DAFTAR PUSAKA

Muniron,2015 ilmu kalamsejarah,metode,ajarn dan analisis perbandinga , STAIN JEMBER


PRESS.

Yusuf Yunan,2014 alam pikiran islam pemikiran kalam, PRENADAMEDIA GROUP.

Jawas Qadir Abdul bin Yazid, jumadil akhir 1425 h,Syarah ‘AQIDAH Ahlus Sunnah Wal
Jamma’ah,PT. PUSTAKA IMAM ASY-SYAFI’I.

Rozak, Abdul dan Rosihon Anwar.2013.Ilmu kalam edisi revisi.Bandung:CV PUSTAKA


SETIA

Rozak,Abdul dan Rosihon Anwar.2011.Ilmu kalam.Bandung:CV PUSTAKA SETIA