Anda di halaman 1dari 12

Kuliah Sistem Utilitas 2- Semester 3

MOTOR BAKAR TORAK

Oleh
Dr. David Bahrin, ST., MT

28 dan 30 Oktober 2019

Jurusan Teknik Kimia


Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 1
MOTOR BAKAR TORAK (Sumber: Susanto, 2016)

Motor bakar torak baik spark maupun compression ignition engine banyak dipakai di industri/pabrik kimia
sebagai penggerak generator listrik karena:
1. Harga murah.
2. Biaya operasi dan perawatan rendah.
3. Handal dan tersedia pada berbagai kapasitas.

Motor bakar torak termasuk internal combustion engine (pembakaran didalam motor itu sendiri). Yang
termasuk kelompok ini adalah:
1. Motor busi (spark ignition engine): pembakaran disulut busi; bahan bakar utama bensin; dasar
termodinamika  siklus Otto
2. Motor diesel (compression ignition engine): pembakaran tersulut dengan temperatur tinggi akibat
kompresi udara; bahan bakar solar; dasar termodinamika  siklus Diesel
3. Turbin gas: pembakaran terus menerus, bahan bakar lebih fleksibel, dasar termodinamika  siklus
Bryton.
Pada industri/pabrik kimia, motor diesel banyak dipakai sebagai penggerak generator sumber listrik utama
maupun sumber listrik cadangan. Sebagai contoh:
1. Kilang minyak, Dumai: PLTD (diesel, sebagai cadangan) 4 x 3,5 MW dan PLTG (turbin gas, sebagai utama)
17,5 MW dan 10 MW.
2. Pabrik semen di Palimanan: PLTD (cadangan) 700 kVA di plant 9 dan 1200 kVA di plant 10
3. Pabrik polipropilen di Cilegon: PLTD (cadangan) 2 x 1 kVA

Tugas mahasiswa: gambarkan siklus-siklus dasar Otto (pembakaran pada volum tetap) dan siklus Diesel
(pembakaran pada tekanan tetap).
2
MOTOR BAKAR TORAK (Sumber: Susanto, 2016)

Motor motor busi maupun motor diesel umumnya menggunakan ruang pembakaran silinder torak
(reciprocating engine) walaupun rotary engine sudah banyak dikembangkan. Dalam kaitannya dengan siklus
pembakaran, motor torak dikelompokan menjadi:
1. Dua langkah (satu putaran dan satu pembakaran untuk setiap siklus)
2. Empat langkah (dua putaran dan satu pembakaran untuk setiap siklus).
Motor diesel industri dan pemakaian stasioner lainnya umumnya menggunakan motor 4 langkah karena
memiliki keunggulan tertentu.
Tahapan yang terjadi pada motor 4 langkah:
1. Langkah hisap: Penghisapan bahan bakar dan udara
kedalam silinder motor,
2. Langkah kompresi: peningkatan tekanan dan
temperatur campuran dalam silinder.
3. Langkah ekspansi/langkah kerja: penyulutan dan
pembakaran bahan bakar.
4. Langkah buang: pembuangan hasil-hasil
pembakaran.
Pada ukuran yang sama dengan motor 4 langkah, motor 2 langkah menghasilkan
daya yang lebih besar
Tahapan kerja motor 2 langkah yaitu langkah kompresi dan langkah ekspansi.
Penghisapan terjadi pada akhir langkah ekspansi dan pada awal langkah
kompresi. Penyulutan dan pembakaran terjadi pada akhir langkah kompresi dan
awal langkah ekspansi.
Beberapa penggunaan motor bakar torak:
1. Pembangkit listrik (utama, beban puncak dan emergency unit) http://belajarelektronika.net
2. Penggerak mula (prime mover) beberapa peralatan proses, seperti kompresor pada gas engine dan
memulai menjalankan/menggerakan unit lain hingga mencapai kecepatan tertentu misal turbin gas. 3
MOTOR BAKAR TORAK (DIESEL ENGINE)

Diesel engine Diesel engine


Sumber: www.cursosapostilaseebook.com.br Sumber:www.megaanswers.com

4
MOTOR BAKAR TORAK (SPARK IGNITION ENGINE)

BMW engine convette engine

Sumber: http://blog.automart.co.za 5
SIKLUS TERMODINAMIKA MOTOR BAKAR TORAK
Tekanan (P) Temperatur (T)
Keterangan Gambar (Siklus Otto/Mesin bensin)
3 3 a. 12: Kompresi adiabatik dan reversibel
P
b b. 23: Pemanasan (udara menerima panas), volume
qin konstan (isokhorik)
4 c. 34: Ekspansi menghasilkan kerja (adiabatik-
2 reversibel)
4 d. 41: Pembuangan sebagian Panas (cooling),
P 2 qout
a 1 volume konstan/ isokhorik
1
Volume (V) Entropi (S)
Diagram P-V Diagram T-S

Tekanan (P) Temperatur (T)

3 Keterangan Gambar
P 2 3 a. 12: Kompresi adiabatik dan reversibel
qin b. 23: Pemanasan isobarik
b
c. 34: Ekspansi menghasilkan kerja (adiabatik-
2 4 reversibel)
4 d. 41: Pembuangan sebagian Panas (cooling),
qout
isometrik
1
P 1
a
Volume (V) Entropi (S)
Diagram P-V Diagram T-S 6
KECEPATAN PISTON, KARAKTERISTIK & KINERJA MOTOR BAKAR (Sumber: Susanto, 2016)

Klasifikasi motor bakar torak baik spark maupun compression ignition engine berdasarkan kecepatan
putarnya:
1. Kecepatan tinggi : > 1500 rpm.
2. Kecepatan menengah : 700-1500 rpm
3. Kecepatan rendah : < 700 rpm
Semakin rendah kecepatan putar motor, maka semakin panjang masa penggunaannya
Istilah-istilah dalam penentuan karakteristik dan kinerja motor bakar:
a. Pressure ratio: - Nisbah antara tekanan akhir terhadap tekanan awal kompresi
- efisiensi termal motor naik dengan kenaikan nisbah tekanan
- kenaikan nisbah tekanan menaikkan temperatur kerja, butuh pelumas kualitas tinggi
b. Piston speed: - daya motor sebanding dengan kecepatan piston
- kecepatan piston sebanding dengan kecepatan putar (rpm)
Vp = 2.L.n dengan (Vp = kecepatan piston, ft/menit; L = panjang langkah piston
(stroke), ft; n = jumlah siklus permenit, 1/menit; n = ½ x rpm motor (untuk motor 4
langkah) dan n = 1 x rpm motor (untuk motor 2 langkah)
c. Volume silinder: - Isi silinder yang disapu oleh gerakan piston (Vc)
Vc = L.A.N dengan A = luas penampang piston = D2/4; D = diameter piston disebut
bore; N = jumlah silinder dalam satu motor.
d. Brake mean effective pressure (bmep) dan indicated mean effective pressure (imep), satuan psi:
- imep = tekanan rata-rata didalam silinder antara posisi piston di TDC dan BDC yang
terukur dengan pressure gauge
- bmep = tekanan rata-rata yang dihitung dari daya netto keluar
bmep = bhp.33000/L.A.n (bhp = break horse power: daya netto keluar tiap silinder, HP
bmep = imep.m (m = efisiensi mekanik)
imep naik dengan kenaikan perbandingan kompresi dan supercarging 7
KARAKTERISTIK & KINERJA MOTOR BAKAR (Sumber: Susanto, 2016)

Istilah-istilah dalam penentuan karakteristik dan kinerja motor bakar (lanjutan):


e. Brake horse power dan indicated horse power:
- bhp = daya netto keluar tiap silinder (HP)
- ihp = daya teoritik keluar tiap silinder (HP)
ihp = imep. L.A.n/m
bhp = ihp.m = L.A.n.N.a . v. (F/A).HHV. ti. m .J/33000
dengan a = densitas udara (lb/ft3); v = efisiensi volumetrik (volum udara
terhisap/volum silinder); ti = efisiensi termal pembakaran; (F/A) = fuel to air ratio
(lb/lb); HHV = panas pembakaran Bahan Bakar Minyak (BBM) (BTU/lb); J = faktor
konversi satuan, 778 ft-lb/BTU.
f. Heat rate (HR) dan konsumsi bbm spesifik (spesified fuel consumption, sfc)
HR = wf . HHV/bhp atau HR = wf . HHV/ihp
dengan Wf = laju konsumsi bahan bakar, kg/jam
sfc = wf/bhp atau sfc = wf/ihp
g. Engine rating: - untuk motor industri = daya netto keluar (bhp) yang didesain untuk operasi kontinu;
- untuk motor automobil: bhp maksimum saat uji standar.
h. Engine size ukuran mobil disebutkan dalam Engine rating, volume silinder dan jumlah silinder, panjang
langkah dan diameter silinder (stroke & bore)

i. Parameter pemilihan motor:


a. Berat motor per daya; harga per daya
b. Daya per berat atau volume
c. Konsumsi/biaya bahan bakar
d. Biaya perawatan
8
CONTOH MOTOR MESIN BAKAR TORAK (Sumber: Susanto, 2016)

9
CONTOH SOAL MOTOR MESIN BAKAR TORAK (Sumber: Susanto, 2016)

10
SOAL-SOAL MOTOR MESIN BAKAR TORAK (Sumber: Susanto, 2016)

11
SOAL-SOAL MOTOR MESIN BAKAR TORAK (Sumber: Susanto, 2016)

12