Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHALUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan usaha bisnis berbasis syariah semakin berkembang pesat, mulai dari
perbankan syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, hingga koperasi berbasis syariah.
Namun perkembangan yang paling pesat terjadi pada perbankan syariah. Alasan utama
masyarakat beralih ke perbankan syariah adalah penghapusan adanya bunga dalam
transaksi keuangan dan sebagai gantinya menerapkan konsep bagi hasil yang sesuai
dengan ajaran agama Islam.
Persaingan perbankan syariah tidak hanya terjadi pada bank-bank lokal saja, bank-
bank asing pun telah mulai merambah pada konsep syariah. Oleh karena itu, bank-bank
syariah lokal harus lebih inovatif terhadap produk-produk yang mereka tawarkan kepada
nasabah jika ingin tetap bertahan di tengah munculnya para pesaing baru.
Untuk mengambil suatu kebijakan strategis bank syariah lokal perlu menganalisis
lingkungan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan. Hal tersebut
dilakukan untuk menentukan peluang maupun ancaman terhadap bank syariah lokal itu
sendiri. Dari hasil analisis tersebut perusahaan dapat mendiagnosis lingkungan dan
mengambil suatu kebijaksanaan strategis yang berdasarkan keunggulan dan kelemahan
yang dimiliki oleh perusahaan.
Setelah mengamati masalah-masalah yang ada di atas serta didasari juga berbagai
pertimbangan maka dalam penulisan ilmiah ini penulis mengambil judul “Analisis SWOT
pada Bank BRI Syariah ”.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, teridentifikasi masalah sebagai berikut :

1. Apa saja kekuatan serta kelemahan yang dimiliki oleh Bank BRI Syariah?

2.Apa saja peluang dan ancaman yang ada pada Bank BRI Syariah?

3.Strategi apa yang harus diterapkan oleh Bank BRI Syariahuntuk mengatasi kelemahan dan
ancaman yang dimiliki agar tetap bisa bersaing dengan kompetitor Bank Syariah lainnya?

1.3 Tujuan dan Maanfaat


Tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui dan menjawab tentang pengertian
manajemen pemasaran bank syari’ah, konsep pemasaran, tehnik daur kehidupan produk,
strategi pemasaran bank syariah, bauran pemasaran, evaluasi pemasaran, kiat-kiat khusus
pemasaran, potensi, preferensi dan perilaku masyarakat terhadap bank syariah. Makalah ini
juga diharapkan dapat menambah khasanah kelimuan dan pemikiran tentang manajemen
pemasaran Bank BRI Syariah.

1
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Pengertian

Secara umum pengertian pemasaran bank adalah suatu proses untuk menciptakan dan
mempertukarkan produk atau jasa bank yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan nasabah dengan cara memberikan kepuasan.Bank sebagai lembaga keuangan
yang menghasilkan jasa keuangan juga membutuhkan strategi pemasaran untuk
memasarkan produknya. Dampak dari perubahan teknologi juga berdampak positif
terhadap perkembangan dunia perbankan. Produk yang ditawarkan kepada nasabahnya
menjadi lebih cepat dan efisien.

Dalam melakukan pemasaran, bank memiliki beberapa saran yang hendak dicapai. Artinya
nilai penting pemasaran bank terletak dari tujuan yang ingin dicapai tersebut seperti dalam
hal meningkatkan mutu pelayanan dan menyediakan ragam produk yang sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan nasabah. Untuk mencapai sasaran tersebut maka bank perlu :

1. Menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasasbahnya.

2. Memberikan nilai lebih terhadap produk yang ditawarkan dibandingkan dengan produk
pesaing.

3. Menciptakan produk yang memberikan keuntungan dan keamanan terhadap produknya.

4. Memberikan informasi yang benar-benar dibutuhkan nasabah dalahm hal keuangann


pada saat dibutuhkan.

5. Memberikan pelayanan yang maksimal mulai dari calon nasabah menjadi nasabah yang
bersangkutan.

6. Berusaha menarik minat konsumen untuk menjadi nasabah bank.

7. Berusaha untuk mempertahankan nasabah yang lama dan berusaha mencari nasabah
ynag baru baik dari segi jumlah maupun kualitas nasabah.

Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang beroritasi profit
maupun usaha-usaha sosial. Pentingnya pemasaran dilakukan dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan keinginan masyarakat akan suatu produk atau jasa. Pemasaran menjadi
semakin penting dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat. Pemasaran juga
dilakukan dalam rangka menghadapi pesaing yang dari waktu-kewaktu semakin
meningkat.

Manajemen pemasaran bank merupakan usaha untuk memenehi kebutuhan dan keinginan
para nasabahnya terhadap produk dan jasa perbankan, baik produk simpanan (giro,
tabungan, dan deposito), pinjaman, (kredit) atau jasa- jasa bank lainnya. Penyediaan

2
keinginan dan kebutuhan produk bank ini harus dilakukan melalui perencanaan yang
matang, baik untuk perencanaan yang baik maupun jangka panjang. Selanjutnya
dilaksanakan oleh bankir yang propesional. Kemudian perlu dialakukan pengawasan dan
pengendalian secara terus-menerus agar tidak menyimpang dari yang sudah direncanakan.
Pada akhirnya kegiatan pemasaran bank diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan nasabah serta juga akan memberikan kepuasan kepada nabahnya.Secara umum
pengertian pemasaran bank adalah suatu proses untuk menciptakan dan mempertukarkan
produk atau jasa bank yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah
dengan cara memberikan kepuasan.Bank sebagai lembaga keuangan yang menghasilkan
jasa keuangan juga membutuhkan strategi pemasaran untuk memasarkan produknya.
Dampak dari perubahan teknologi juga berdampak positif terhadap perkembangan dunia
perbankan. Produk yang ditawarkan kepada nasabahnya menjadi lebih cepat dan efisien.

Dalam melakukan pemasaran, bank memiliki beberapa saran yang hendak dicapai. Artinya
nilai penting pemasaran bank terletak dari tujuan yang ingin dicapai tersebut seperti dalam
hal meningkatkan mutu pelayanan dan menyediakan ragam produk yang sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan nasabah. Untuk mencapai sasaran tersebut maka bank perlu :

1. Menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasasbahnya.

2. Memberikan nilai lebih terhadap produk yang ditawarkan dibandingkan dengan produk
pesaing.

3. Menciptakan produk yang memberikan keuntungan dan keamanan terhadap produknya.

4. Memberikan informasi yang benar-benar dibutuhkan nasabah dalahm hal keuangann


pada saat dibutuhkan.

5. Memberikan pelayanan yang maksimal mulai dari calon nasabah menjadi nasabah yang
bersangkutan.

6. Berusaha menarik minat konsumen untuk menjadi nasabah bank.

7. Berusaha untuk mempertahankan nasabah yang lama dan berusaha mencari nasabah
ynag baru baik dari segi jumlah maupun kualitas nasabah.

Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang beroritasi profit
maupun usaha-usaha sosial. Pentingnya pemasaran dilakukan dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan keinginan masyarakat akan suatu produk atau jasa. Pemasaran menjadi
semakin penting dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat. Pemasaran juga
dilakukan dalam rangka menghadapi pesaing yang dari waktu-kewaktu semakin
meningkat.

Manajemen pemasaran bank merupakan usaha untuk memenehi kebutuhan dan keinginan
para nasabahnya terhadap produk dan jasa perbankan, baik produk simpanan (giro,
tabungan, dan deposito), pinjaman, (kredit) atau jasa- jasa bank lainnya. Penyediaan

3
keinginan dan kebutuhan produk bank ini harus dilakukan melalui perencanaan yang
matang, baik untuk perencanaan yang baik maupun jangka panjang. Selanjutnya
dilaksanakan oleh bankir yang propesional. Kemudian perlu dialakukan pengawasan dan
pengendalian secara terus-menerus agar tidak menyimpang dari yang sudah direncanakan.
Pada akhirnya kegiatan pemasaran bank diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan nasabah serta juga akan memberikan kepuasan kepada nabahnya.

2.2 Fungsi Manajemen Pemasaran


1. Melakukan riset terhadap konsumen
2. Melakukan distribusi produk atau barang
3. Memberikan layanan atau service kepada pelanggan
4. Meningkatkan dan mengembangkan produk
5. Menetapkan harga
6. Membuat kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif dan efisien.
7. Mengevaluasi strategi promosi dan distribusi
8. Menjalin komunikasi dengan konsumen
9. Memenuhi kebutuhan konsumen dan pasar

4
BAB III

3.1 Studi Kasus Bank BRI


1. Menonjolkan Kualitas Kerja
Bila dibandingkan dengan bank yang lain, bank BRI jauh lebih akrab dan lebih
dikenal oleh masyarakat terutama di wilayah pedesaan. Ini bukan hanya karena
umurnya yang terbilang “tua”, tapi juga karena pelayanannya yang mudah diterima.
Inilah yang menjadi salah satu strategi yang dilakukan bank BRI yaitu memberikan
kualitas kerja yang baik. Hal ini mereka dapatkan dari SDM yang berkualitas
ditambah lagi dukungan dari manajemen untuk terus menjaga kualitas tersebut.
2. Mengutamakan Kepuasan Nasabah
Kualitas kerja yang selalu diusahakan tetap terjaga baik, memberikan efek terhadap
nasabah. Para nasabah akan merasa puas ketika kebutuhan mereka dilayani dengan
baik.Berbagai upaya juga dilakukan sebagai bentuk mengutamakan kepuasan nasabah
selain kualitas kerja. Diantaranya adalah pemberian tingkat bunga yang lebih rendah
dibanding bank yang lain.
3. Meningkatkan Penawaran
Dengan meningkatkan penawaran bank BRI dapat membina dan menjaga nasabahnya
untuk tidak berpaling ke bank yang lain. Salah satu contoh adalah ketika bank lain
menawarkan produk yang sama persis, dengan strategi yang selalu memberikan
penawaran kepada nasabah bank BRI dapat menjaga agar nasabahnya tidak berpaling
ke bank lain.
4. Peningkatan Produk
Peningkatan produk dalam strategi ini dilakukan dengan cara mengupgrade produk
yang ditawarkan agar sesuai dengan apa yang diinginkan nasabah. Sehingga
kebutuhan nasabah dapat terpenuhi. Selain itu produknya akan semakin mudah untuk
diterima
5. Memberikan Hadiah
Siapa yang tidak tertarik dengan hadiah? Dari pertanyaan inilah bank BRI tidak segan
untuk meberikan apresiasi kepada nasabah yang setia menggunakan produknya dalam
bentuk hadiah. Dengan melakukan strategi ini akan semakin banyak nasabah yang
tertarik untuk terus dan tetap menggunakan produk yang ditawarkan dari bank, dan
hal ini membantu promosi produk serta memberikan hasil yang bagus dimasa depan.

Setiap bank tentu memiliki strategi pemasarannya masing-masing, termasuk strategi


pemasaran Bank BRI. Bank BRI dalam sejarahnya telah lahir sejak tahun 1985,
terlahir menjadi bank yang pemerintah pertama yang Indonesia miliki dan paling
besar.
Baru kemudian di tahu 1992, statusnya berubah menjadi PT atau Perseroan Terbatas.
BRI menjadi bank yang perkembangannya sangat pesat hingga ke pelosok dengan
banyaknya kantor BRI Unit yang dimiliki. Sejauh ini BRI kurang lebih memiliki
jumlah unit kerja 4447 buah.

5
Unit ini terdiri dari kantor pusat: 1, kantor wilayah: 12, kantor inspeksi/ SPI: 12,
kantor cabang di dalam negeri: 170, kantor cabang pembantu: 145, kantor cabang
khusus: 1, New York Agency: 1, Caymond Island Agendy: 1, kantor perwakilan
Hongkong: 1, kantor kas bayar: 40, kantor mobil bank: 6, P. Point: 193, Bank BRI
Unit: 3705, dan pos pelayanan desa: 357. Sebagai bank yang sudah dikenal dengan
kredibilitasnya di masyaratakat, BRI terus meningkatkan kepercayaan nasabahnya
dengan menawarkan produk-produk terbaru dan terbaiknya. Baik itu sebagai produk
yang dikembangkan maupun turunan dari pengembangannya. Produk-produk yang
ditawarkan inilah yang membutuhkan strategi pemasaran yang baik dari bank BRI
agar nasabah tertarik.
Strategi pemasaran yang dimiliki BRI selama ini selalu sukses, karena BRI selalu
mampu menentukan setiap produk yang dikeluarkannya sebagai produk yang tepat
sasaran dengan harga yang tepat. Saluran untuk distribusi dan tempat promosi yang
dipilihpun sangat tepat.
Hal ini bisa terjadi karena BRI selalu menetapkan segala sesuatunya dengan cermat.
Sehingga bauran pemasaran mampu menghasilkan kepuasan dari konsumen dan
keberlanjutan dari usahanya.

Salah satu contoh strategi Pemasaran Bank BRI yang paling menaik yaitu untuk salah
satu turunan produk BRI yang bernama Britama, Britama Junio. BRI yang
menargetkan produk ini untuk mereka yang masih anak-anak dengan usia di bawah
17.

BRI memiliki tujuan yang mulia untuk produknya ini, yaitu agar sejak usia dini, anak-
anak mengenal apa itu menabung, kenapa harus menabung, termasuk kenapa harus di
bank. BRI ingin agar anak-anak memiliki kegemaran menabung.

Untuk menarik perhatian anak-anak yang notabene menyenangi kartun, nasabah pun
mendapatjan BRI Card Private Label dengan edisi terbatas yang lucu. BRI memakai
icon kartun yang lucu dan diidolakan anak-anak seperti Tom and Jerry, Superman,
dan Tweety.

Bahkan saking menariknya pemberian kartu ini, nasabah di atas 17 tahun banyak yang
memilih BRitama Junio tersebut. BRI juga menyediakan asuransi untuk kecelakaan
bagi para nasabah yang memilih produk ini selain juga memiliki kesempatan untuk
memenangkan undian dari Untung Beliung Britama.

Saldo awal yang ditetapkan untuk membuka rekening Britama Junio hanya Rp.
250.000, selanjutnya untuk menabung karena target pasarnya anak-anak, maka
minimumnya pun sangat bersahabat yaitu Rp. 10.000. Bunga yang akan didapatkan
mulai 2% per tahun untuk salo minimal Rp. 500.000 – Rp. 5.000.000, untuk Rp.
5.000.000 sampai Rp. 50.000.000 bunganya akan meningkat 2,25% per tahun.

6
Saldo Rp. 50.000.000 – Rp. 100.000.000 per tahunnya akan mendapatkan Bunga
2,5%, untuk saldo dengan jumal Rp. 50.000.000 – Rp. 1.000.000.000 bunganya
3,25% per tahun, dan terakhir untuk saldo di atas satu milyar, maka Bungan per
tahunnya 4%.

Sebagai strategi Pemasaran Bank BRI untuk tempat promosinya, BRI melakukan
promosi Britama Junio ini selain di cabang atau unit secara umum, promosi juga
dikhusukan di unit yang berdiri di sekolah atau kampus.
Setiap nasabah baru akan dijaring untuk mengenal produk Britama Junio ini sehingga
mereka tertarik. Hal ini selain menjaring anak muda, tentu saja para orang tua akan
semakin tertarik karena ini membantu mereka mengajarkan menabung pada anaknya.

Selain secara personal selling sebagai pendekatan kepada nasabahnya, BRI juga
melakukan promosi dengan membuka stand di sekolah, kampus, kantor, hingga pusat
perbelanjaan agar konsumen semakin tertarik dan menjadi nasabahnya.

Strategi Pemasaran Bank BRI untuk produk Britama Junio ini secara umum telah
menerapkan formulasi yang selama ini dimiliki bank BRI dan selalu
direkomendasikan.

Melakukan peningkatan kualitas tabungan dimana di dalamnya termasuk juga


marketing mix, selalu melakukan peningkatan pelayanan, melakukan optimalisasi
terhadap sarana promosi yang telah dimiliki sebelumnya. Dilakukan juga penetapan
aturan main atau syarat ketentuan yang jelas dalam memberikan hadiah. Melakukan
peningkatan kualitas dari setiap sumber daya manusia yang dimilkinya, serta
mempertahankan apa yang sudah nasabah dan masyarakat berikan yaitu kepercayaan
mereka.

Strategi Pemasaran Bank BRI yang selalu sukses meraup banyak nasabah dan
meningkatkan kepercayaan mereka dimana tidak terbatas hanya pada produk Britama
Junio saja. Hal ini membuat BRI posisinya selalu kuat.

Salah satunya dalam penguasaan kredit mikro, pangsa pasarnya masih diungguli BRI.
Posisinya semakin kuat karena strategi BRI yang selalu mampu membaca pasar
berupa kebutuhan nasabah dimana nasabah itu berada. Strategi Pemasaran Bank
BRIyang mampu mengungguli bank-bank lain di Indonesia memang patut diacungi
jempol. Selama ini BRI lah yang mampu masuk hampir ke semua pelosok Indonesia.

Bahkan untuk daerah yang masih belum kota sekalipun, ATM BRI telah banyak
ditemukan. Selain mengenalkan masyarakat pada produk-produk yang bisa memenuhi

7
kebutuhan mereka, BRI pun secara tidak langsung telah mengajak masyarakat sadar
akan perkembangan teknologi saat ini.

Teknolgi yang tidak terbatas pada tempat, membuat masyarakat desa tahu apa itu
ATM. Mereka tidak lagi bingung bagaimana kartu mereka gunakan bisa dipakai
mengambil uang yang mereka simpan.

8
BAB IV

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa di ambil dalam Manajemen Penjualan adalah manajemen penjualan
memiliki peran dalam mengadministrasikan fungsi penjualan tatap muka dalam marketing mix
. Perananadministrasi ini mencakup perencanaan, manajemen dan pengendalian program-program
penjualan .Penjualan merupakan kegiatan terdepan perusahaan di dalam menghasilkan sesuatu dari
proses pertukaran yang trjadi di pasar.proses pertukaran inilah yang di katakan dengan
penjualan. Makalahini juga membahas banyak persepsi yang salah dalan menajemen penjualan padahal
manajemen penjualan sangat berperan penting dalam kemajuan suatu perusahaan. Di
dalam makalah menjelaskan perbedaan antara pengolahan penjualan dengan melakukan
penjualan di jelakan bagaimana melakukan dan mengolah dengan teknik-teknik yang bagus. Faktor
– faktor yang mempengaruhi penjualan sampai proses dalam penjualan di bahs dalam
makalah ini dimana proses adalah strategi penjualan ditetapkan maka untuk selanjutnya maka
manajemen tentu harus melaksanakannya danmengelola pelaksanaan penjualan.kegiatan pengelolaan
dimulai dari perencanaan penjualan

4.2 Saran

Saran dalam Pembahasan makalah tentang Manajemen Penjualan adalah dalam


melakukan KegiatanManajemen Penjualan apa yang harus di lakukan seorang tenaga kerja
dan Manajer harus direncanakan secara matang terlebih dahulu jadi bisa memprediksi
kemungkinan apa yang aka terjadi dimasa yang akan datang.untuk memperbaiki suatu
perusahaan menajdi berkembang dan maju.

9
DAFTAR PUSTAKA

https://journal.uwgm.ac.id/index.php/ekonomika/article/download/218/166
http://blogpengertian.com/pengertian-manajemen-pemasaran/
https://prezi.com/kjfxv6sim0vw/manajemen-pemasaran-bank/
http://repository.unair.ac.id/39239/

10