Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Landasan Teori
Chamberlain, 1991 sebagian orang mengartikan korosi sebagai karat,
yakni sesuatu yang dianggap musuh umum masyarakat. Karat ( rust ) adalah
sebutan yang belakangan ini dikhususkan bagi korosi pada besi, padahal
korosi merupakan gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam.
Walaupun besi bukan logam pertama yang dimanfaatkan oleh manusia , tidak
perlu diingkari bahwa logam itu paling banyak digunakan, dan karena itu,
paling awal menimbulkan masalah korosi serius. Karena itu tidak
mengherankan bila istilah korosi dan karatan hampir dianggap korosi
Svehla, 1990 reaksi reduksi oksidasi merupakan reaksi yang disertai
pertukaran elektron antara pereaksi, yang menyebabkan keadaan oksidasi
berubah. Dari sejarahnya istilah oksidasi diterapkan untuk proses-proses
dimana oksigen diambil dari dalam suatu zat. Kemudian pengangkapan
hidrogen juga disebut reduksi, sehingga kehilangan hidrogen harus disebut
dengan oksidasi atau reduksi sebelum definisi oksidasi dan reduksi yang
paling umum, yang didasarkan pada pelepasan dan pengambilan elektron,
yang telah disusun.
Oxtoby, dkk, 1999, korosi dapat digambarkan sebagai sel galvanik yang
mempunyai hubungan pendek dimana beberapa daerah permukaan logam
bertindak sebagai katoda dan lainya bertindak sebagai anoda, dan rangkaian
listrik dilengkapi oleh aliran elektron menuju besi itu sendiri, selelektrokimia
terbentuk pada bagian logam dimana terdapat pengotor atau daerah yang
terkena tekanan.

1
1.2.Tujuan
Tujuan dari praktikum mengenai korosi pada logam ( paku ) ini:
1. Untuk mengetahui paku yang di masukan kedalam tabung manakah yang
akan mengalami perubahan ( berkarat )
2. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya korosi
3. Cara pencegahan korosi pada logam

2
BAB II

METODE PRAKTIKUM

1.3.Alat dan Bahan


1. Adapun alat-alat yang akan kita gunakan yaitu :
a. Paku
Digunakan untuk menguji terjadinya korosi ( berkarat )
b. Plastik
Digunakan untuk menutup tabung/gelas aqua, agar udara tidak dapat
masuk kedalam tabung/ gelas aqua
c. Karet Gelang
Digunakan untuk mengikat plastik agar tidak dapat terlepas dari kepala
tabung/ gelas aqua
d. Kertas Label
Digunakan untuk menandakan macam-macam air
2. Adapun bahan-bahan yang akan digunakan untuk menguji terjadinya
korosi yaitu :
a. Air mineral
b. Minyak tanah
c. Minyak kelapa
d. Air garam ( NaCl )
e. Cuka ( CH3COOH )
1.4.Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Beri label setiap tabung/gelas aqua dengan tulisan
a. Tabung 1 ( udara kosong ) d. Tabung 4 ( minyak
tanah )
b. Tabung 2 ( air garam ) e. Tabung 5 ( minyak
kelapa )
c. Tabung 3 ( air mineral ) f. Tabung 6 ( cuka )

3
3. Menuangkan semua larutan kedalam gelas dengan tinggi kira-kira 5 cm
a. Tabung I : Memasukan paku kedalam gelas yang kosong dan ditutup
oleh plastik
b. Tabung II: Memasukan paku kedalam tabung/ gelas aqua yang berisi
larutan NaCl ( air garam ) dengan posisi semua bagian paku terkena air
dan di tutup oleh plastik
c. Tabung III : Memasukan paku kedalam gelas yang berisi H2O ( air
mineral ), dengan posisi semua bagian paku terkena air, dengan
keadaan terbuka
d. Tabung IV : Memasukan paku kedalam gelas yang berisi larutan
CH3COOH ( cuka ) dengan posisi semua bagian paku tertup dengan air
dan di tutup oleh plastic
e. Tabung V : Memasukan paku kedalam gelas yang berisi minyak
goreng, dengan posisi semua bagian paku tertip dengan air dalam
keadaan terbuka
f. Tabung VI : Memasukkan paku kedalam gelas yang berisi minnyak
tanah, dengan posisi semua bagian paku terkena air dan ditutup oleh
plastik.

4
BAB III

Hasil dan Pembahasan

a. Hasil Pengamatan
Data pengamatan korosi pada logam selama 6 hari

No Bahan Hasil Pengamatan


Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Hari 6
1 Tabung Tetap ( Berkarat Berkarat Berkarat Berkarat Berkarat
kosong tidak sedikit, sedikit, sedikit, dan dan
berubah ) dan dan dan mucul mucul
mucul mucul mucul gelembun gelembun
gelembun gelembun gelembun g- g-
g- g- g- gelembun gelembun
gelembun gelembun gelembun g pada g pada
g pada g pada g pada gelas aqua gelas aqua
gelas gelas aqua gelas
aqua aqua

2 Air garam Berkarat Berkarat Berkarat Berkarat Berkarat Berkarat


sedikit sedikit total, dan total, dan total, dan total, dan
air air air air
menjadi menjadi menjadi menjadi
keruh keruh keruh keruh
3 Air cuka Tetap ( Tetap ( Tetap ( Paku Paku tidak Paku tidak
tidak tidak tidak tidak berkarat berkarat
berubah ) berubah ) berubah ) berkarat akan akan
akan tetapi tetapi
tetapi paku paku
paku berubah berubah
berubah menjadi menjadi

5
menjadi hitam hitam
hitam
4 Air Berkarat Berkarat Berkarat Berkarat Berkarat Berkarat
mineral sedikit sedikit total, dan total, dan total, dan total, dan
air air air air
menjadi menjadi menjadi menjadi
keruh keruh keruh keruh
5 Minyak Tetap ( Tetap ( Tetap ( Tetap ( Tetap ( Tetap (
goreng tidak tidak tidak tidak tidak tidak
berubah ) berubah ) berubah ) berubah ) berubah ) berubah )
6 Minyak Tetap ( Tetap ( Tetap ( Tetap ( Tetap ( Tetap (
tanah tidak tidak tidak tidak tidak tidak
berubah ) berubah ) berubah ) berubah ) berubah ) berubah )

b. Pembahasan
Pembahasan mengenai hasil pengamatan korosi pada logam sselama 6 hari

Pada tabung kosong, hasil pengamatan yang kami lakukan mulai


dari hari pertama hingga hari keenam kami dapat menyimpulkan bahwa
paku yang ditaruh didalam tabung kosong dan ditutupi oleh plastik mulai
berkarat sedikit pada hari kedua dan dihari kelima hingga keenam paku
sudah berkarat. Di dalam tabung juga terdapat gelembung-gelembung air.
Ini disebabkan karena adanya oksigen(O2) yang terperangkap didalam
tabung hingga menyebabkan kelembaban, karena terpengaruh hasil dari
perkaratan yang menghasilkan uap air.

Pada air garam, hasil pengamatan yang kami lakukan dari hari
pertama sampai hari keenam kami dapat menyimpulkan bahwa paku yang
ditaruh didalam tabung berisi larutan garam (NaCl) dan ditutup plastik
mulai berkarat sedikit pada hari pertama dan dihari ketiga hingga keenam

6
paku berkarat total, air didalam tabung menjadi keruh. Ini disebabkan
karena adanya larutan elektrolit.

Pada air cuka, hasil pengamatan yang kami lakukan dari hari
pertama hingga hari keeneam kami dapat menyimpulkan bahwa paku yang
ditaruh didalam larutan cuka (CH3COOH) dan ditutupi oleh plastik
mengalami perubahan di hari keempat, akan tetapi paku tidak berkarat
melainkan berubah menjadi hitam samapai pada hari keenam. Ini
disebabkan karena larutan cuka (CH3COOH) tidak berinteraksi dengan
O2.

Pada air mineral, hasil pengamatan yang kami lakukan dari hari
pertama hingga hari keeneam kami dapat menyimpulkan bahwa paku yang
ditaruh didalam air mineral dan di biarkan terbuka mengalami
korosi/karatan ini disebabkan karena oksigen yang masuk dalam air
bersatu hingga menyembabkan cepatnya perubahan karatan pada paku.

Pada minyak goreng, hasil pengamatan yang kami lakukan dari


pertama hingga hari keenam kami dapat menyimpulkan bahwa paku yang
ditaruh didalam minyak goreng tidak mengalami karatan, karena minyak
goreng memiliki sifat yang sam adengan oli yang tidak membuat paku
karatan.

Pada minyak tanah, dari hasil pengamatan yang kami lakukan ulai
dari hari pertama hingga hari keenam kami dapat menyimpulkan bahwa
paku yang ditaruh dalam gelas yang berisi minyak tanah tidak dapat
mengalami perubahan bahkkan paku menjadi tambah bersih hal
disebabkan karena minyak tanah tidak bereaksi dengan oksigen.

7
c. Jawab pertayaan
1. Apakah fungsi CaCI dalam percobaan korosi?
Jawaban: yaitu untuk mencegah korosi atau pengkaratan pada paku.
CaCl menyerap uap air karena itu didalam tabung hanya terdapat besi
dan oksigen, sehingga besi tidak dapat mengalami reaksi reduksi dan
korosi tidak terjadi, dan CaCl berfungsi untuk membantu
meningkatakan kadar kalsium air, yang pada giliranya meminimalkan
potensi terjadi korosi, karena kalsium klorida padat ddapat
menghilangkan air terlarut
2. Dalam botol manakah paku yang paling cepat berkarat?
Jawaban: dari hasil penelitian kami yang kami lakukan selama 6 hari
kami mengetahui bahwa dalam gelas aqua yang berisi air mineral (
keadaan terbuka ) dan gelas aqua yang berisi air garam ( dalam
keadaan tertutup ), lebih cepat terjadi perkaratan pada paku, hal
disebabkan karena pengaruh dari lingkungan yang berupa oksigen ( O2
) dah ph air.
3. Zat apakah yang menyebabkan timbulnya perkaratan pada paku
Jawaban:
1. Udara – O2: korosi terjadi lebih mudah jika suatu logam
bereaksi dengan udara disekitarnya, jadi korosi akan lebih cepat
terjadi jika oksigen bereaksi dengan mengoksidasi logam
tertentu yang cukup reaktif, seperti besi ( Fe )
2. Air-H2O : korosi juga akan terjadi jika pereduksinya adalah air
( H2O), sehingga jika lebih mudah suatu logam cukup reaktif
jika telah berinteraksi dengan air( H2O).
3. Jenis preduksi : tidak semua preduksi mampu menyebabkan
korosi, contohnya HCl, dan larutan lainya dari asam halida.
4. Jenis logam ; logam yang sangat reaktif dapat mencegah logam
lai untuk bereduksi sehingga kejadian korosi dapat dicegah

8
BAB IV

KEIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum korosi pada logam ( paku ), jadi korosi terjadi
akibat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, temperatur, dan ph air.
Seperti yang kita lihat bahwa korosi paling cepat terjadi apbila terkena
oleh air mineral ( keadaan terbuka ) dan air garam ( dalam keadaan
tertutup ), akan tetapi tidak semua zat cair dapat membuat paku cepat
berkarat bahkan ada juga yang membuat paku semakin bersih, salah satu
contohnya yaitu minyak tanah.

B. Saran
Setiap melakukan praktikum diharapkan untuk dapat memperhatikan
prosedur kerja serta memperhatikan keselamatan kerja. Selain itu,
diusahakan untuk memperbanyak referensi guna memudahkan kita baik
dalam melakukan praktikum maupun dalam penyususnan laporan
praktikum

9
DAFTAR PUSTAKA

http://jeni-rustan.blogspot.com/2011/10/laporan-praktikum-kimia-uji-korosi.html

http://the05groups.blogspot.com/2012/09/laporan-percobaan-korosi-besi.html

http://indalinggawati.blogspot.com/2012/11/laporan-praktikum-kimia-korosi.html

http://prescot.blogspot.com/2013/24/korosi-logam.html

10
LAMPIRAN

Hari Pertama

Hari kedua

Hari ketiga

11
Hari keempat

Hari kelima

Hari keenam

12