Anda di halaman 1dari 26

MODUL II GERBANG LOGIKA

1.

TUJUAN PRAKTIKUM Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum Modul II adalah:

a.

Mahasiswa memahami konsep penyusunan rangkaian logika dasar dan kombinasi.

b.

Mahasiswa mampu menyusun rangkaian logika dasar dan kombinasi.

c.

Mahasiswa mampu menyederhanakan rangkaian logika kombinasi dan membuktikan dalam praktek.

2.

KONSEP DASAR Beberapa konsep dasar yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum

Otomasi Modul II ini adalah sebagai berikut:

2.1 Gerbang Logika Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih sinyal masukan

tetapi hanya menghasilkan satu sinyal keluaran berupa tegangan tinggi (1) atau tegangan rendah (0) yang tergantung dari level-level digital terminal

masukkannya.

2.1.1 Macam-Macam Gerbang Logika

Adapun macam-macam gerbang logika dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu Gerang logika dasar serta gerbang logika kombinasi.

2.1.1.1 Gerbang Logika Dasar Gerbang logika dasar terdiri dari beberapa gerbang logika sebagai berikut:

a. Gerbang AND Gerbang AND merupakan gerbang yang memiliki 2 atau lebih saluran masukan dan satu saluran keluaran. Keadaan keluaran gerbang AND akan 1 tinggi

jika dan hanya jika semua masukannya dalam keadaan 1(tinggi).

AND :

Simbol gerbang AND:

Z = A.B = AB

keadaan 1(tinggi). AND : Simbol gerbang AND: Z = A.B = AB Gambar 1. Simbol Gerbang

Gambar 1. Simbol Gerbang AND

Gerbang AND mempunyai 3 IC yaitu:

IC 7408 IC ini digunakan untuk gerbang logika dengan dua input

7408 IC ini digunakan untuk gerbang logika dengan dua input Gambar 2. IC 7408  IC

Gambar 2. IC 7408

IC 7411 IC ini digunakan untuk gerbang logika dengan 3 input

dengan dua input Gambar 2. IC 7408  IC 7411 IC ini digunakan untuk gerbang logika

Gambar 3. IC 7411

IC 7421 IC ini digunakan untuk gerbang logika dengan 4 input

7421 IC ini digunakan untuk gerbang logika dengan 4 input Gambar 4. IC 7421 b. Gerbang

Gambar 4. IC 7421

b. Gerbang OR

Gerbang OR merupakan gerbang yang memiliki 2 atau lebih saluran masukan dan satu salauran keluaran. Keadaan keluaran gerbang OR akan 1 (tinggi) jika dan hanya jika ada salah satu masukannya dalam keadaan 1 (tinggi). OR : Z = A+B

Simbol gerbang OR

dalam keadaan 1 (tinggi). OR : Z = A+B Simbol gerbang OR Gambar 5. Simbol Gerbang

Gambar 5. Simbol Gerbang OR

IC yang digunakan dalam gerbang logika OR adalah IC tipe 7432

gerbang OR Gambar 5. Simbol Gerbang OR IC yang digunakan dalam gerbang logika OR adalah IC

Gambar 6. IC 7432

c.

Gerbang NOT Gerbang NOT merupakan gerbang yang hanya memiliki 1 masuklan dan 1

keluaran yang menyatakan penyangkalan dengan kata-kata "tidak" (NOT).

NOT :1`= 0

Simbol gerbang NOT

dan

0` =

1

(NOT). NOT :1`= 0 Simbol gerbang NOT dan 0` = 1 Gambar 7. Simbol Gerbang NOT

Gambar 7. Simbol Gerbang NOT

IC gerbang NOT menggunakan tipe IC 7404

Simbol Gerbang NOT IC gerbang NOT menggunakan tipe IC 7404 Gambar 8. IC 7404 2.1.1.2 Gerbang

Gambar 8. IC 7404

2.1.1.2 Gerbang Logika Kombinasi Gerbang logika kombinasi merupakan sekumpulan gerbang logika yang disusun dengan tingkat kerumitan tertentu. Gerbang logika kombinasi terdiri dari beberapa gerbang logika yaitu:

a. Gerbang NAND Gerbang NAND merupakan gerbang AND yang diikuti dengan gerbang NOT, dengan kata lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi. NAND : Z = (A B)

Simbol gerbang NAND

rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi. NAND : Z = (A B) Simbol gerbang NAND

Gambar 9. Simbol Gerbang NAND

IC yang digunakan pada gerbang NAND adalah IC 7400

IC yang digunakan pada gerbang NAND adalah IC 7400 Gambar 10. IC 7400 b. Gerbang NOR

Gambar 10. IC 7400

b. Gerbang NOR

Gerbang NOR merupakan gerbang OR yang diikuti dengan gerbang NOT sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukannya bernilai rendah.

tinggi jika semua sinyal masukannya bernilai rendah. Simbol gerbang NOR Gambar 11. Simbol Gerbang NOR IC

Simbol gerbang NOR

semua sinyal masukannya bernilai rendah. Simbol gerbang NOR Gambar 11. Simbol Gerbang NOR IC yang digunakan

Gambar 11. Simbol Gerbang NOR

IC yang digunakan pada gerbang logika NOR adalah IC tipe 7402

yang digunakan pada gerbang logika NOR adalah IC tipe 7402 Gambar 12. IC 7402 c. Gerbang

Gambar 12. IC 7402

c. Gerbang EX OR Gerbang X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua

sinyal

masukan bernilai rendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa EX-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua.

keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua. IC yang digunakan pada gerbang EX OR adalah

IC yang digunakan pada gerbang EX OR adalah IC tipe 7486

IC yang digunakan pada gerbang EX OR adalah IC tipe 7486 Gambar 13. IC 7486 d.

Gambar 13. IC 7486

d. Gerbang EX NOR Gerbang EX-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua

sinyal masukan bernilai sama (kebalikan dari gerbang EX-OR).

2.3 Aljabar Boolean

Aljabar Boolean adalah rumusan matematika untuk menjelaskan hubungan logika antara fungsi pensaklaran digital, aljabar boolean memiliki dasar dua

macam nilai logika, pada aljabar boolean hanya bilangan biner yang terdiri dari angka 0 dan 1 maupun pernyataan rendah dan tinggi. Teorema Aljabar Boolean adalah:

a. Teorema Identitas

A = A

b. Teorema idempoten

A = A. A. A

A = A + A + A

Suatu variabel akan sama hasilnya dengan variable aslinya bila di-AND- kan dan di-OR-kan dengan dirinya sendiri sebanyak sembarang beberapa

kali.

c.

Komplementasi

A’ + A = 1

A’ . A =0 Suatu variabel yang di-AND-kan atau di-OR-kan dengan ingkarannya akan selalu menghasilkan konstanta.

d. Operasi terhadap konstanta

A . 0

= 0

A .

1

= A

A + 0

= A

A + 1

= 1

e. Teorema ingkaran rangkap A’’= A

Suatu variabel akan mempunyai hasil yang sama dengan variable aslinya jika mendapat operasi pengingkaran sebanyak n kali, dimana n bilangan genap.

f. Hukum komutatif

A + B = B + A

. Dalam operasi OR dan AND terhadap variabel maka tidak masalah

A

B = B

. A

urutannya dipertukarkan asalkan operasi aljabarnya sama.

g. Hukum asosiatif (A+B)+C = A+(B+C) (A . B) . C = A . (B.C)

h. Hukum distributif

A . (B+C) = A.B + A.C

A + (B.C) = (A+B) . (A+C)

i. Hukum serapan

A + A.B

= A

A.(A+B) = A

j. Teorema De Morgan

( A+ B )’

= A’ . B’

3.

PERALATAN DAN BAHAN

Peralatan dan bahan yang digunakan dalam praktikum Modul II adalah sebagai berikut:

a. Project Board Project board digunakan sebagai papan rangkaian dari rangkaian logika yang akan dirangkai. Berikut ini merupakan gambar project board:

dirangkai. Berikut ini merupakan gambar project board : Gambar 14. Project Board b. Power Supply Power

Gambar 14. Project Board

b. Power Supply Power supply digunakan sebagai sumber tegangan.

Supply Power supply digunakan sebagai sumber tegangan. Gambar 15. Adaptor 6 volt c. IC Gerbang Logika

Gambar 15. Adaptor 6 volt

c. IC Gerbang Logika Dasar IC digunakan untuk merangkai rangkaian agar sesuai dengan gerbang logika yang digunakan, IC yang digunakan dalm gerbang logika yaitu IC tipe 7408, 7411, 7421, 7400, 7402, 7404, 7432, dan 7486. Berkut merupakan gambar IC :

tipe 7408, 7411, 7421, 7400, 7402, 7404, 7432, dan 7486. Berkut merupakan gambar IC : Gambar

Gambar 16. IC Gerbang Logika Dasar

d.

Resistor Resistor digunakan untuk menghambat arus yang masuk ke rangkaian.

Berikut merupakan gambar resistor:

yang masuk ke rangkaian. Berikut merupakan gambar resistor: Gambar 17. Resistor e. LED LED digunakan sebagai

Gambar 17. Resistor

e. LED LED digunakan sebagai lampu agar kita dapat mengetahui apakah lampu hidup atau mati. Berikut merupakan gambar LED:

apakah lampu hidup atau mati. Berikut merupakan gambar LED: Gambar 18. LED f. Kabel Jumper Kabel

Gambar 18. LED

f.

Kabel Jumper Kabel penghubung digunakan sebagai penghubung rangkaian gerbang

logika.

Berikut merupakan gambar kabel-kabel penghubung:

rangkaian gerbang logika. Berikut merupakan gambar kabel-kabel penghubung: Gambar 19. Kabel-Kabel Penghubung

Gambar 19. Kabel-Kabel Penghubung

g. DIP Switch DIP switch digunakan sebagai saklar dalam rangakaian gerbang logika.

Berikut merupakan gambar DIP Switch:

gerbang logika. Berikut merupakan gambar DIP Switch : Gambar 20. DIP Switch 4. LANGKAH KERJA Langkah

Gambar 20. DIP Switch

4. LANGKAH KERJA Langkah kerja pada praktikum gerbang logika adalah sebagai berikut:

A. Langkah Kerja Gerbang Logika Dasar

1. Sambungkan adaptor ke stop kontak, kemudian cek keluaran dari adaptor tersebut

2. Buatlah rangakain seperti gambar 12

3. Pastikan DIP Switch pada modul dalam keadaan OFF

4. Sambungkan adaptor ke DC connector modul sesuai dengan keluarnnya, kemudian tekan tombol ON pada saklar/DIP Switch

5. Pastikan kaki 7 IC disambungkan pada ground dan kaki 14 IC disambungkan pada VCC+

6. Perhatikan input dan output gerbang logika, cek dari checksheet

7. Posisikan : Saklar 1 kebawah sehingga input menjadi 0 Saklar 2 kebawah sehingga input gerbang menjadi 0 Catat hasil di checksheet apakah lampu LED menyala atau tidak?

8. Posisikan : Saklar 1 kebawah sehingga input menjadi 0 Saklar 2 keatas sehingga input gerbang menjadi 1 Catat hasil di checksheet apakah lampu LED menyala atau tidak?

9. Posisikan : Saklar 1 keatas sehingga input menjadi 1 Saklar 2 kebawah sehingga input gerbang menjadi 0

10.

Posisikan :

Saklar 1 keatas sehingga input menjadi 1

Saklar 2 keatas sehingga input gerbang menjadi 1 Catat hasil di checksheet apakah lampu LED menyala atau tidak?

11. Gunakan untuk seluruh IC yang berbeda ulangi langkah 7-10

a. Gerbang AND

Dalam

gerbang

AND

rangkaiannya sebagai berikut:

Tabel 1.Gerbang AND

Gerbang AND

Input

A

B

0

Output

 

0 0

0

1 0

1 0 0 1 1 1

1

0

0

1 1

1

dapat

ditentukan

tabel

kebenaran

dan

bentuk

0 0 1 1 1 dapat ditentukan tabel kebenaran dan bentuk Gambar 21. Rangkaian Gerbang AND

Gambar 21. Rangkaian Gerbang AND Jika Input 1 off dan input 2 off

Rangkaian Gerbang AND Jika Input 1 off dan input 2 o ff Gambar 22. Rangkaian Gerbang

Gambar 22. Rangkaian Gerbang AND Jika Input 1 on dan Input 2 off

Gambar 23. Rangkaian Gerbang AND Jika Input 1 off dan Input 2 on Gambar 24.

Gambar 23. Rangkaian Gerbang AND Jika Input 1 off dan Input 2 on

Rangkaian Gerbang AND Jika Input 1 off dan Input 2 on Gambar 24. Rangkaian Gerbang AND

Gambar 24. Rangkaian Gerbang AND Jika Input 1 on dan Input 2 on

Berdasarkan Tabel 1 dan Gambar 21, 22, 23 dan 24 didapatkan bahwa jika saklar 1 nilai inputnya 0 dan saklar 2 nilai inputnya juga 0 maka lampu LED akan mati (tidak menyala), jika saklar 1 nilai masukan 0 dan saklar 2 nilai masukan 1 maka lampu LED akan mati (tidak menyala), jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan 0 maka lampu LED akan mati (tidak menyala), jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan juga 1 maka lampu LED akan menyala. Hal itu disebabkan oleh sifat dari gerbang AND yang akan memiliki nilai tinggi jika nilai kedua inputnya tinggi.

b. Gerbang OR

Dalam

rangkaiannya sebagai berikut:

gerbang

OR

dapat

ditentukan

tabel

kebenaran

dan

bentuk

Tabel 2.Gerbang OR

Gerbang OR

Input

A B

Output

0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1
0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1

0

0

0

0

1

1

1

0

1

1

1

1

1
0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 Gambar 25. Rangkaian Gerbang

Gambar 25. Rangkaian Gerbang OR Jika Input 1 off dan Input 2 off

Rangkaian Gerbang OR Jika Input 1 off dan Input 2 off Gambar 26. Rangkaian Gerbang OR

Gambar 26. Rangkaian Gerbang OR Jika Input 1 off dan Input 2 on

Rangkaian Gerbang OR Jika Input 1 off dan Input 2 on Gambar 27. Rangkaian Gerbang OR

Gambar 27. Rangkaian Gerbang OR Jika Input 1 on dan Input 2 off

Gambar 28. Rangkaian Gerbang OR Jika Input 1 on dan Input 2 on Berdasarkan Tabel

Gambar 28. Rangkaian Gerbang OR Jika Input 1 on dan Input 2 on

Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 25, 26, 27 dan 28 didapatkan bahwa jika saklar 1 nilai inputnya 0 dan saklar 2 nilai inputnya juga 0 maka lampu LED akan mati (tidak menyala), jika saklar 1 nilai masukan 0 dan saklar 2 nilai masukan 1 maka lampu LED akan menyala, jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan 0 maka lampu LED akan menyala, jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan juga 1 maka lampu LED akan menyala. Hal itu disebabkan oleh sifat dari gerbang OR yang akan memiliki nilai tinggi jika salah satu atau kedua nilai masukannya tinggi.

c. Gerbang NOT

Dalam

gerbang

NOT

rangkaiannya sebagai berikut:

Tabel 3. Gerbang NOT

Gerbang NOT

Input A 0 1
Input
A
0
1

Output

1

0

dapat

ditentukan

tabel

kebenaran

dan

bentuk

0 1 Output 1 0 dapat ditentukan tabel kebenaran dan bentuk Gambar 29. Rangkaian Gerbang NOT

Gambar 29. Rangkaian Gerbang NOT Jika Inputnya off

Gambar 30. Rangkaian Gerbang NOT Jika Input nya on Berdasarkan Tabel 3 dan Gambar 29

Gambar 30. Rangkaian Gerbang NOT Jika Inputnya on

Berdasarkan Tabel 3 dan Gambar 29 dan 30 didapatkan bahwa jika saklar nilai inputnya 0 maka lampu LED akan hidup (menyala), jika saklar nilai masukan1 maka lampu LED akan mati (tidak menyala). Hal itu disebabkan oleh sifat dari gerbang NOT yang akan memiliki nilai tinggi jika nilai masukannyarendah.

d. Gerbang NAND Dalam gerbang NAND dapat ditentukan tabel kebenaran dan bentuk

rangkaiannya sebagai berikut:

Tabel 4.Gerbang NAND

Gerbang NAND

Input

A

B

0

0

0

1

1

0

Output

1

1

1

1 1 0
1 1 0

1

1

0

0
1 1 0
1 1 0 Output 1 1 1 1 1 0 Gambar 31. Rangkaian Gerbang NAND Jika

Gambar 31. Rangkaian Gerbang NAND Jika Input 1 off dan Input 2 off

Gambar 32. Rangkaian Gerbang NAND Jika Input 1 off dan Input 2 on Gambar 33.

Gambar 32. Rangkaian Gerbang NAND Jika Input 1 off dan Input 2 on

Gerbang NAND Jika Input 1 off dan Input 2 on Gambar 33. Rangkaian Gerbang NAND Jika

Gambar 33. Rangkaian Gerbang NAND Jika Input 1 on dan Input 2 off

Gerbang NAND Jika Input 1 on dan Input 2 off Gambar 34. Rangkaian Gerbang NAND Jika

Gambar 34. Rangkaian Gerbang NAND Jika Input 1 on dan Input 2 on

Berdasarkan Tabel 4 dan Gambar 31, 32, 33, dan 34 didapatkan bahwa jika saklar 1 nilai inputnya 0 dan saklar 2 nilai inputnya juga 0 maka lampu LED akan menyala, jika saklar 1 nilai masukan 0 dan saklar 2 nilai masukan 1 maka lampu LED akan menyala, jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan 0 maka lampu LED akan menyala, jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan juga 1 maka lampu LED akan mati (tidak menyala). Hal itu disebabkan oleh sifat dari gerbang NAND yang merupakan gabungan dari

gerbang AND yang diikuti oleh gerbang NOT, dengan kata lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi.

e. Gerbang NOR

Dalam

gerbang

NOR

rangkaiannya sebagai berikut:

Tabel 5.Gerbang NOR

Gerbang NOR

Gerbang NOR Input A B 0 0 0 1 1 0 1 1 Output 1 0
Gerbang NOR Input A B 0 0 0 1 1 0 1 1 Output 1 0
Input A B 0 0 0 1 1 0 1 1
Input
A
B
0
0
0
1
1
0
1
1

Output

1

0

0

0

Input A B 0 0 0 1 1 0 1 1 Output 1 0 0 0
Input A B 0 0 0 1 1 0 1 1 Output 1 0 0 0
Input A B 0 0 0 1 1 0 1 1 Output 1 0 0 0
Input A B 0 0 0 1 1 0 1 1 Output 1 0 0 0
Input A B 0 0 0 1 1 0 1 1 Output 1 0 0 0

dapat

ditentukan

tabel

kebenaran

dan

bentuk

1 0 0 0 dapat ditentukan tabel kebenaran dan bentuk Gambar 35. Rangkaian Gerbang NOR Jika

Gambar 35. Rangkaian Gerbang NOR Jika Input 1 Off dan Input 2 Off

Gerbang NOR Jika Input 1 Off dan Input 2 Off Gambar 36. Rangkaian Gerbang NOR Jika

Gambar 36. Rangkaian Gerbang NOR Jika Input 1 Off dan Input 2 On

Gambar 37. Rangkaian Gerbang NOR Jika Input 1 On dan Input 2 Off Gambar 38.

Gambar 37. Rangkaian Gerbang NOR Jika Input 1 On dan Input 2 Off

Rangkaian Gerbang NOR Jika Input 1 On dan Input 2 Off Gambar 38. Rangkaian Gerbang NOR

Gambar 38. Rangkaian Gerbang NOR Jika Input 1 On dan Input 2 On

Berdasarkan Tabel 5 dan Gambar 35, 36, 37, dan 38 didapatkan bahwa jika saklar 1 nilai inputnya 0 dan saklar 2 nilai inputnya juga 0 maka lampu LED akan menyala, jika saklar 1 nilai masukan 0 dan saklar 2 nilai masukan 1 maka lampu LED akan mati (tidak menyala), jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan 0 maka lampu LED akan mati (tidak menyala), jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan juga 1 maka lampu LED akan akan mati (tidak menyala). Hal itu disebabkan oleh sifat dari gerbang NOR yang merupakan gabungan dari gerbang OR yang diikuti oleh gerbang NOT, dengan kata lain bahwa gerbang NORakan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukan bernilai rendah.

f. Gerbang EX-OR Dalam gerbang EX-OR dapat ditentukan tabel kebenaran dan bentuk

rangkaiannya sebagai berikut:

Tabel 6.Gerbang EX-OR

Gerbang EX-OR

Input

Input

Output

A B 0 0 1 1 0 1 1
A B 0 0 1 1 0 1 1
A
B
0
0
1
1
0
1
1
0 0 1 1 0

0

0

1

1

0

A B 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 Gambar 39.

Gambar 39. Rangkaian Gerbang EX-OR Jika Input 1off dan Input 2 off

Gerbang EX-OR Jika Input 1 off dan Input 2 off Gambar 40. Rangkaian Gerbang EX-OR Jika

Gambar 40. Rangkaian Gerbang EX-OR Jika Input 1 on dan Input 2 off

Gerbang EX-OR Jika Input 1 on dan Input 2 off Gambar 41. Rangkaian Gerbang EX-OR Jika

Gambar 41. Rangkaian Gerbang EX-OR Jika Input 1 off dan Input 2 on

Gambar 42. Rangkaian Gerbang EX-OR Jika Input 1 on dan Input 2 on Berdasarkan Tabel

Gambar 42. Rangkaian Gerbang EX-OR Jika Input 1 on dan Input 2 on

Berdasarkan Tabel 6 dan Gambar 39, 40, 41, dan 42 didapatkan bahwa jika saklar 1 nilai inputnya 0 dan saklar 2 nilai inputnya juga 0 maka lampu LED akan mati (tidak menyala), jika saklar 1 nilai masukan 0 dan saklar 2 nilai masukan 1 maka lampu LED akan menyala, bahwa jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan 0 maka lampu LED lampu LED menyala, jika saklar 1 nilai masukan 1 dan saklar 2 nilai masukan juga 1 maka lampu LED lampu LED akan mati (tidak menyala). Hal itu disebabkan oleh sifat dari gerbang EX-ORyang akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa EX-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua.

B.

Langkah Kerja Gerbang Logika Kombinasi Berikut merupakan langkah kerja gerbang logika kombinasi:

1.

2 Variabel Langkah-langkah dalam pembuatan rangkaian gerbang logika 2 variabel

yaitu:

a.

Buktikan bahwa AB’ + A’B + AB = A+B

AB’ + B (A’ + A) AB’ + B (1) AB’+ (AB + B) (AB + AB’) + B A (B + B’) + B

= A + B = A + B = A + B = A + B = A + B

A (1) + B

= A + B

A + B

= A + B

Tabel 7.Tabel kebenaran gerbang logika 2 variabel

B A' B' AB' A'B AB AB'+A'B 0 1 1 0 0 0 0 1

B

A'

B'

AB'

A'B

AB

AB'+A'B

0

1

1

0

0

0

0

1

1

0

0

1

0

1

0

0

1

1

0

0

1

1

0

0

0

0

1

0

AB'+A'B+AB A+B 0 0 1 1 1 1 1 1
AB'+A'B+AB
A+B
0
0
1
1
1
1
1
1

A

0

0

1

1

b. Buatlah diagram gerbang logika

A 0 0 1 1 b. Buatlah diagram gerbang logika Gambar 43. Diagram Gerbang Logika 2

Gambar 43. Diagram Gerbang Logika 2 Variabel

c. Buatlah rangkaian gerbang logika yang telah diperoleh

c. Buatlah rangkaian gerbang logika yang telah diperoleh Gambar 44. Rangkaian Gerbang Logika 2 variabel jika

Gambar 44. Rangkaian Gerbang Logika 2 variabel jika Input 1 off dan Input 2 off

Gambar 45. Rangkaian Gerbang Logika 2 variabel jika Input 1 on dan Input 2 on

Gambar 45. Rangkaian Gerbang Logika 2 variabel jika Input 1 on dan Input 2 on

Gambar 44, dan 45 menggunakan gerbang logika AND dengan IC 7408 dan OR dengan IC 7432. Pada saat switch 1 dan switch 2 off maka lampu tidak

hidup. Hal ini dipengaruhi oleh logika AND seperti yang terlihat dari tabel

kebenaran. Selanjutnya jika salah satu switch on atau kedua switch on maka lampu akan menyala seperti yang terlihat pada Gambar 45. Dengan demikian tabel kebenaran tersebut terbukti yang terlihat pada rangkaian dan tabel kebenaran input

sama dengan tabel kebenaran penyederhanaan.

2. 3 Variabel

a. Buktikan bahwa ABC + A’BC + AB’C = BC+AC

C

(AB + A’B + AB’)

= BC + AC

C

(AB’ + B (A’ + A)) = BC + AC

C

(AB’ + B (1))

= BC + AC

C

(AB’+ (AB + B))

= BC + AC

C

((AB + AB’) + B)

= BC + AC

C

(A (B + B’) + B)

= BC + AC

C

(A (1) + B)

= BC + AC

C

(A + B)

= BC + AC

BC + AC

= BC + AC

Tabel 8.Tabel kebenaran gerbang logika 3 variabel

A

B

0

0

0

0

0

1

0

1

1

0

1

0

1

1

1

1

1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 C A' B' C' ABC

C

A'

B'

C'

ABC

A'BC

AB'C

ABC+A'BC

ABC+A'BC

AC

BC

BC+AC

+AB'C

0

1

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

1

0

1

1

1

0

1

0

0

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0 0

1

0

0

0

1

0

0

1

1

1

1 1

1 1
1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0

b. Buatlah diagram gerbang logika

0 1 1 1 1 1 b. Buatlah diagram gerbang logika Gambar 46. Diagram Gerbang Logika

Gambar 46. Diagram Gerbang Logika 3 Variabel

c. Buatlah rangkaian gerbang logika yang telah diperoleh

c. Buatlah rangkaian gerbang logika yang telah diperoleh Gambar 47. Rangkaian Gerbang Logika 2 variabel jika

Gambar 47. Rangkaian Gerbang Logika 2 variabel jika Input 1, Input 2 dan 3 off

Gambar 48. Rangkaian Gerbang Logika 2 variabel jika Input 1, Input 2 dan 3 on

Gambar 48. Rangkaian Gerbang Logika 2 variabel jika Input 1, Input 2 dan 3 on

Kombinasi gerbang logika 3 variabel menggunakan gerbang logika NOT, AND, dan OR. Pada Gambar 48 dapat dilihat bahwa lampu akan hidup pada 3 keadaan, yaitu keadaan pertama switch 1 off, switch 2 on, switch 3 on, pada keadaan kedua switch 1, switch 3 on, dan switch 2 off. Pada kondisi lain lampu tidak hidup. Logika ABC + A’BC + AB’C = BC + AC dapat dibuktikan dengan melihat tabel kebenaran dimana output dari ABC + A’BC + AB’C sama dengan formula diatas.

3. 4 Variabel

a. Buktikan bahwa A’B’C’D + A’BC’D + A’B’CD = ABC + ACD

A’B’D (C’ + C) + A’BC’D A’B’D (1) + A’BC’D A’B’D + A’BC’D A’D ((B’ +B’C’) A’D ((B’ + B). (B’ + C’)) A’D (1. (B’ + C) A’D (B’ + C) A’B’D + A’C’D

= ABC + ACD = ABC + ACD = ABC + ACD = ABC + ACD = ABC + ACD = ABC + ACD = ABC + ACD ≠ ABC + ACD

Tabel 9.Tabel kebenaran gerbang logika 4 variabel

A

B

C

D

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

1

0

0

0

1

1

0

1

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

0

1

1

1

1

0

0

0

1

0

0

1

1

0

1

0

1

0

1

1

1

1

0

0

1

1

0

1

1

1

1

0

1

1

1

1

1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 A' B' C' A'B'C'D
1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 A' B' C' A'B'C'D
A' B' C' A'B'C'D A'BC'D A'B'CD A'B'C'D+

A'

B'

C'

A'B'C'D

A'BC'D

A'B'CD

A'B'C'D+

A'B'C'D+A'B

ABC

ACD

ABC+ACD

A'DB'+

A'BC'D

C'D+A'B'CD

A'DC'

1

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

1

1

0

0

1

1

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

0

1

1

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

1

0

0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0

b. Buatlah diagram gerbang logika

0 0 1 1 1 0 b. Buatlah diagram gerbang logika Gambar 49. Diagram Gerbang Logika

Gambar 49. Diagram Gerbang Logika 4 Variabel

c. Buatlah rangkaian gerbang logika yang telah diperoleh

c. Buatlah rangkaian gerbang logika yang telah diperoleh Gambar 50. Rangkaian Gerbang Logika 4 variabel jika

Gambar 50. Rangkaian Gerbang Logika 4 variabel jika switch 1, switch 2, switch 3 off

Gambar 51. Rangkaian Gerbang Logika 4 variabel jika switch 1, switch 2 , switch 3

Gambar 51. Rangkaian Gerbang Logika 4 variabel jika switch 1, switch 2, switch 3 off dan switch 4 on

Kombinasi gerbang logika 4 variabel menggunakan logika NOT, AND,

dan OR. Seperti pada Gambar 51 terlihat bahwa lampu hidup pada 3 kondisi.

Kondisi pertama semua switch off kecuali switch 4. Keadaan kedua jika hanya

switch 3 dan 4 yang on, sedangkan kondisi ketiga switch 1 sementara 3 off dan

switch 2 dan 4 on. Sedangkan untuk kondisi lain lampu berada dalam keadaan

mati. Hasil logika A’B’C’D + A’BC’D + A’B’CD tidak sama dengan ABC +

ACD, hal ini dapat dilihat dari Tabel 9.

5. DAFTAR PUSTAKA

1. Groover,M.P, 2005, “Otomasi, Sistem Produksi dan Computer-Integrated

Manufacturing”, Guna Widya, Surabaya.

2. Sumbodo,W., 2008, “Teknik Industri Mesin Industri Jilid III”, Direktorat

Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta.

3. Negoro,S , Raharjo,W.F. 2011, “Makalah Perencanaan Sistem Otomasi

Industri”,Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.