Anda di halaman 1dari 7

BAB 3

PEMBAHASAN

Pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2018, kelompok melakukan field trip ke RSUD Ulin
Banjarmasin di Ruang Edelweis. Kemudian kelompok melakukan wawancara dan diskusi
dengan pasien yang menderita penyakit kronis yakni pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Pada pertemuan dengan pasien, didapatkan hasil wawancara sebagai berikut:

1. Apa gejala yang anda rasakan sebelum anda divonis kanker?


Jawaban: Sebelum divonis kanker atau mengetahui penyakit kanker pasien merasakan
keluhan sakit dibagian hidung dan merasa pilek. Pasien kemudian membawa ke Rumah
Sakit Tanjung dan diberikan rujukan untuk pelaksanaan rontgen setelah diketahui
masalah yang ada pasien,pasien langsung dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk
pengobatan kemoterapi.
EBNP:
Menurut Waliyanti (2015) Gejala awal yang dirasakan penderita Ca.nasofaring yaitu
pusing, nyeri, mimisan, pilek terus menerus, benjolan di leher, penglihatan kabur, telinga
berdengung.
Referensi :
Waliyanti Ema. 2015. Perilaku Penderita Kanker Nasofaring Dalam Mencari Pengobatan
di Yogjakarta.
2. Adakah perubahan yang dialami setelah anda mengalami penyakit kanker?
Jawaban: Perubahan yang dialami setelah mengalami penyakit kanker pasien merasa
kurang nafsu makan, berat badan menurun, mudah lelah pada saat beraktivitas
EBNP :
Menurut Wardani (2014) dampak fisik psikologis pasien yang terkena kanker yaitu
penurunan nafsu makan, nyeri, penurunan berat badan, kelelahan, emosional, stress,
kesedihan, perubahan rasa, mual muntah.
Referensi :
Wardani EK. 2014. Respon Fisik Dan Psikologis Wanita Dengan Kanker Serviks Dan
Kemoterapi di RSUD Dr Moewardi Surakarta
3. Adakah perubahan atau kemajuan yang anda rasakan setelah menjalani kemoterapi?
Jawaban: Kemajuan pada menjalani kemoterapi pasien merasakan ketika setelah
kemoterapi pasien merasa mual, pusing namun pasien dapat mengatasinya dengan
mencium aromaterapi (kayuputih).
EBNP:
Menurut Kolin (2016) Kondisi fisik pasien kanker yang menjalani kemoterapi adalah
seluruh badan terasa sakit, kelelahan, mual, muntah, air liur terasa pahit, penurunan berat
badan, nyeri, kesemutan, menceguk, rambut rontok, gatal-gatal, kuku kebiruan, kesulitan
tidur, penurunan aktivitas, penurunan kemampuan bekerja. Kondisi psikologis pasien
kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami banyak tekanan emosional seperti
takut, perubahan peran, penolakan, sedih, malu, rasa menyerah, putus asa, pasrah pada
kematian, penurunan konsentrasi, gangguan citra tubuh, bingung, kaget, sakit hati,
frustasi, tidak percaya diri, marah, dendam, malas berobat. Dukungan sosial yang
diperoleh pasien kanker dari keluarga, teman-teman, tetangga dan petugas kesehatan.
Pasien kanker yang menjalani kemoterapi mendapat dukungan emosional seperti
ungkapan semangat, dukungan instrumental seperti keuangan, dukungan informasi
seperti pengobatan herbal dan dukungan kelompok dari organisasi keagamaan.
Referensi:
Kolin Maria YK. 2016. Kualitas Hidup Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin

4. Bagaimana status emosial atau apa yang anda rasakan setelah divonis kanker?
Jawaban: Status emosial setelah di vonis penyakit kanker pasien merasa takut, gelisah.
EBNP:
Menurut Siburian (2011) pasien kanker yang menjalani kemoterapi mengekspresikan
ketidakberdayaan, merasa tidak sempurna, merasa malu, ketidakbahagiaan, merasa tidak
menarik lagi, perasaan kurang diterima oleh orang lain, merasa terisolasi, takut, berduka,
berlama-lama di tempat tidur, ketidakmampuan fungsional, gagal memenuhi kebutuhan
keluarga, kurang tidur, sulit konsentrasi, kecemasan dan depresi.
Referensi :
Siburian CH. 2011. Dukungan Keluarga dan harga Diri Pasien Kanker Payudara di RSUP
H. Adam Malik Medan.
5. Bagaimana perasaan anda saat disarankan untuk menjalani tindakan kemoterapi?
Jawaban: Saat disarankan menjalani kemoterapi pasien merasa takut dan merasa gelisah
karena pasien menanggap kemoterapi adalah tindakan yang cukup berbahaya namun
karena kemauan pasien yang ingin sembuh maka pasien tetap menerima untuk
menjalankan kemoterapi serta mendengarkan penjelasakan dari dokter dan perawat
tentang pelaksanaan kemoterapi.
EBNP :
Menurut Kolin (2016) Pasien kanker yang menjalani kemoterapi biasanya mengalami
berbagai gejala sebagai akibat dari penyakit atau dari kemoterapi itu sendiri. Gejala ini
mempengaruhi pasien, baik secara fisik maupun emosional dan lebih jauh lagi
memberikan pengaruh negatif terhadap pengobatan, prognosis penyakit dan kualitas
hidup pasien seperti pasien mengalami ansietas, takut, depresi, tingkat spiritual rendah.

6. Bagaimana interaksi sosial anda dengan orang-orang di sekitar seperti dengan tetangga
dan teman kerja?
Jawaban: Interaksi sosial yang di alami pasien ketika mengalami penyakit kanker dan
melaksanakan pengobatan kemoterapi interaksi pasien dengan masyarakat terbatas karena
pasien kadang hanya berada dirumah dan dipelataran rumah, kadang pasien keluar
sebentar dan mengobrol dengan tetangga kemudian apabila pasien merasa letih pasien
langsung pulang kerumah.
EBNP:
Menurut Siburian (2011) pasien kanker yang menjalani kemoterapi mengekspresikan
ketidakberdayaan, merasa tidak sempurna, merasa malu, ketidakbahagiaan, merasa tidak
menarik lagi, perasaan kurang diterima oleh orang lain, merasa terisolasi, takut, berduka,
berlama-lama di tempat tidur, ketidakmampuan fungsional, gagal memenuhi kebutuhan
keluarga, kurang tidur, sulit konsentrasi, kecemasan dan depresi.
Menurut Kolin (2016) Kondisi psikologis pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan
mengalami banyak tekanan emosional seperti takut, perubahan peran, penolakan, sedih,
malu, rasa menyerah, putus asa, pasrah pada kematian, penurunan konsentrasi, gangguan
citra tubuh, bingung, kaget, sakit hati, frustasi, tidak percaya diri, marah, dendam, malas
berobat.
Referensi:
 Siburian CH. 2011. Dukungan Keluarga dan harga Diri Pasien Kanker Payudara di
RSUP H. Adam Malik Medan.
 Kolin Maria YK. 2016. Kualitas Hidup Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin

7. Apakah ada pengaruh penyakit anda saat ini dengan interaksi sosial?
Jawaban: Pada pengaruh interaksi pasien dengan masyarakat tidak ada yang berubah,
tetangga dan masyarakat disekitar mengetahui penyakit pasien dan memberikan support
terhadap kesembuhan pasien
EBNP:
Menurut Kolin (2016) Pasien kanker sangat memerlukan dukungan sosial dari orang-
orang disekitarnya untuk meningkatkan semangat pasien kanker untuk terus menjalani
hidupnya. Dukungan emosional dari teman-teman dan petugas kesehatan sangat penting
karena akan meningkatkan semangat pasien yang sudah putus asa. Bahkan dukungan dari
tetangga yang berbeda agama pun sangat membantu pasien kanker. Pasien juga kerap
putus asa untuk menjalani pengobatan namun dengan dukungan sosial yang terus
menerus dari orang-orang terdekat khususnya suami dan teman-teman, pasien mampu
bertahan.
Referensi:
Kolin Maria YK. 2016. Kualitas Hidup Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin

8. Bagaimana pengaruh penyakit anda dalam kehidupan bermasyarakat?


Jawaban: Masyarakat mengetahui penyakit pasien, untuk interkasi ke masyarakat pasien,
pasien membatasi dirinya karena mudah lelah dan memang disarankan untuk beristirhat
dirumah saja,terkaait dengna psikologi pasien, pasien memiliki koping yang baik terkait
penyakt dan keadaan psikologisnya.
EBNP:
Menurut Siburian (2011) pasien kanker yang menjalani kemoterapi mengekspresikan
ketidakberdayaan, merasa tidak sempurna, merasa malu, ketidakbahagiaan, merasa tidak
menarik lagi, perasaan kurang diterima oleh orang lain, merasa terisolasi, takut, berduka,
berlama-lama di tempat tidur, ketidakmampuan fungsional, gagal memenuhi kebutuhan
keluarga, kurang tidur, sulit konsentrasi, kecemasan dan depresi.
Menurut Kolin (2016) Kondisi psikologis pasien kanker yang menjalani kemoterapi akan
mengalami banyak tekanan emosional seperti takut, perubahan peran, penolakan, sedih,
malu, rasa menyerah, putus asa, pasrah pada kematian, penurunan konsentrasi, gangguan
citra tubuh, bingung, kaget, sakit hati, frustasi, tidak percaya diri, marah, dendam, malas
berobat.
Referensi:
 Siburian CH. 2011. Dukungan Keluarga dan harga Diri Pasien Kanker Payudara di
RSUP H. Adam Malik Medan.
 Kolin Maria YK. 2016. Kualitas Hidup Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin

9. Bagaimana pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas kesehatan selama anda
dirawat?
Jawaban: Selama dipelayanan kesehatan kkhususnya rumah sakit ulin banjarmasin,
pasien merasa nyaman dengan pelayanan diberikan, pasien selalu dimotivasi untuk
menjalankan pengobatan dan pasien merasa nyaman ketika perawat bertanya terkait apa
yang di alami pasien
EBNP:
Menurut Kolin (2016) Pasien merasakan bahwa mereka telah menerima pelayanan
kesehatan yang baik oleh petugas-petugas kesehatan. Secara umum para pasien menerima
pelayanan yang baik dari para petugas kesehatan. Petugas kesehatan secara khusus di
ruang kemoterapi telah memberikan pelayanan yang memuaskan para pasien kanker yang
menjalani kemoterapi sehingga pasien merasa lebih baik dan keinginan ingin sembuh
lebih tinggi.
Referensi:
Kolin Maria YK. 2016. Kualitas Hidup Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin

10. Adakah keluhan yang anda alami saat dirawat?


Jawaban: Selama ini tidak ada keluhan pada saat dirumah sakit, pasien hanya merasa
kadang mual ketika melaksanakan pengobatan terapi kemoterapi namun pasein
mengatakan perawat telah menyaampaikan terkait dengan keluhan tersebut dan perawat
telah memberikan pendidikan kesehatan bagaimana mengatasi hal tersebut
EBNP:
Menurut Kolin (2016) Kondisi fisik pasien kanker yang menjalani kemoterapi adalah
seluruh badan terasa sakit, kelelahan, mual, muntah, air liur terasa pahit, penurunan berat
badan, nyeri, kesemutan, menceguk, rambut rontok, gatal-gatal, kuku kebiruan, kesulitan
tidur, penurunan aktivitas, penurunan kemampuan bekerja. Kondisi psikologis pasien
kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami banyak tekanan emosional seperti
takut, perubahan peran, penolakan, sedih, malu, rasa menyerah, putus asa, pasrah pada
kematian, penurunan konsentrasi, gangguan citra tubuh, bingung, kaget, sakit hati,
frustasi, tidak percaya diri, marah, dendam, malas berobat. Dukungan sosial yang
diperoleh pasien kanker dari keluarga, teman-teman, tetangga dan petugas kesehatan.
Pasien kanker yang menjalani kemoterapi mendapat dukungan emosional seperti
ungkapan semangat, dukungan instrumental seperti keuangan, dukungan informasi
seperti pengobatan herbal dan dukungan kelompok dari organisasi keagamaan.
Referensi:
Kolin Maria YK. 2016. Kualitas Hidup Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin

11. Bagaimana dengan kegiatan aktifitas fisik anda selama dirumah?


Jawaban: Klien banyak beristirahat dirumah dan memang ada keluhan pasien seperti
mudah lelah dan banyak istirahat dirumah, pasien juga mengatakan selama pengobatan
pasien mulai mengurangi kegiatannya terkait dengan pekerjaan (pekerjaan pasien swasta)
dan aktivitasnya hanya kebanyakan dirumah.
EBNP :
Menurut Hananingrum (2017) Pasien kanker setelah menjaani kemoterapi pasien
cenderung mengalami efek samping fisik yaitu kelelahan dan efek samping
psikologis yaitu stress sehingga tidak melakukan aktifitas fisik. Berkurangnya
aktifitas fisik pasien dalam jangka panjang menyebabkan menurunnya kualitas hidup.
Menurut Kolin (2016) Pasien kanker sangat memerlukan dukungan dari orang-orang
sekitarnya untuk memberikan semangat kepada partisipan dalam menjalani
kehidupannya.
Referensi :
 Hananingrum RW. 2017. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pada
Pasien Kanker Serviks Yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Dr Moewardi
Surakarta
 Kolin Maria YK. 2016. Kualitas Hidup Pasien Kanker Yang Menjalani
Kemoterapi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin.

12. Bagaimana tingkat kepuasan anda terhadap pelayanan yang diberikan?


Jawaban: Kepuasaan pasien selama dirawat pasien merasa puas terkait dengan pelayanan
diberikan, terkait biaya pengobtan pasien selama ini yaitu ditanggung oleh jamkesprov
hanya yang dikeluhkan pasien adalah biaya sehari-hari selama berada
dibanjarmasin/dirumah sakit dan transportasi ke rumah sakit.
EBNP:
Menurut Kolin (2016) Pasien merasakan bahwa mereka telah menerima pelayanan
kesehatan yang baik oleh petugas-petugas kesehatan. Secara umum para pasien menerima
pelayanan yang baik dari para petugas kesehatan. Petugas kesehatan secara khusus di
ruang kemoterapi telah memberikan pelayanan yang memuaskan para pasien kanker yang
menjalani kemoterapi sehingga pasien merasa lebih baik dan keinginan ingin sembuh
lebih tinggi.

Referensi:
Kolin Maria YK. 2016. Kualitas Hidup Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin