Anda di halaman 1dari 2

Akhir akhir ini insiden yang memprihatinkan akibat kabut asap karena pembakaran

hutan dan lahan kondisi udara di Riau sudah dinyatakan berbahaya, mengakibatkan jarak
pandang semakin menurun dan tidak sehat lagi. Titik panas ditemukan di Riau sebanyak 58,
Jambi (62), Kalimantan Selatan (178). Kebakaran di Kalbar (25.900 ha), Kalsel (19.490 ha),
Sumsel (11.826 ha), Jambi (11.022 ha) dan Riau (49.266 ha). Sekolah diliburkan, bandara
ditutup, puluhan ribu warga pun terserang penyakit pernapasan, penglihatan, sehingga warga
di anjurkan memakai masker untuk mengurangi penghirupan kabut asap yang berlebihan,
akibat dari kebakaran hutan ini, masyarakat sekitar yang terdampak terpaksa mengalami iritasi
kulit dan mata.

Partikel-partikel dari bahan-bahan terbakar yang mengandung bahan berbahaya dan


saat dibawa angin tersebut menempel di kulit, menjadikan masyarakat mudah mengalami iritasi
dan gatal-gatal. Di sertai tiupan angin yang cukup kencang dari arah selatan provinsi dan di
kota Riau sendiri tiupan angin nya lambat sehingga kabut asap cepat terkumpul di kota Riau.
Hewan hewan yang menempati hutan tersebut pun beberapa ada yang meninggal khusunya
Orang utan dan beberapa hewan reptile seperti ular piton yang cukup besar. Faktor dari
terjadinya Karthula sendiri di akibatkan oleh manusia untuk membuka lahan baru tetapi si jago
merah melahap habis hutan tersebut sehingga penghuni hutan tersebut banyak yang ikut
terbakar, asap yang merajalela sehingga mengakibatkan kabut asap di Riau. Di taun taun
sebelumnya riau pun pernah mengalami kebakaran hutan atau kita sebut (Karthula) dan
sekarang terulang kembali. Tetapi untuk taun ini kabut asap di kota Riau lebih parah karena
kabut asap yang terlalu tebal kondisi langit menjadi merah gelap. Karthula pun sudah
menyumbang asapnya ke beberapa wilayah seperti : Sumatra, Jambi, Kalteng, Palangkaraya,
Pekanbaru dan sekarang mulai memasuki wilayah Aceh. Beberapa mobil pemadam kebakaran
dikerahkan untuk memadamkan api, untuk memadamkan api tersebut membutuhkan puluhan
mobil pemadam karena si jago merah terus mengobarkan api kemerahan nya. Penduduk pun
ikut serata dalam pemadaman si jago merah, akibat insiden pemadaman kebakaran seorang
kakek kakek tua meninggal dunia akibat ikut terbakar.

Kondisi akibat kabut asap memaksa sejumlah warga Riau mengungsi, Kota Medan,
Sumatra Utara, menjadi salah satu tujuan pengungsian lantaran dianggap masih aman dari
kabut asap. Dalam beberapa hari terakhir, warga yang pindah ke Medan terus meningkat.
Mereka memanfaatkan transportasi bus yang perjalanannya memakan waktu lebih lama hingga
berjam-jam akibat jarak pandang yang terbatas. Akibat Karthula mengakibatkan bayi yang baru
berumur 3 hari meninggal dunia, sebelum meninggal bayi sempat mendapatkan pertolongan
dari bidan, akibat menderita batuk, demam tinggi dan sesak nafas tetapi di tengah perjalanan
bayi tersebut meninngal dunia.