Anda di halaman 1dari 2

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

dT MOHHAMMAD ZYN SAKABUPATEN SAMPANG

Jl. RAJAWALI No. l0 Telp. (0323)323956, Fax. (0323) 323956

SAMPANG 69214

KEPUTUSAN

DIREKTIIR RUMAH SAKIT t]Ir.lUM DAERAH dr. MOIIAMMAD ZyN

KABUPATEN SAMPANG

NOMOR : 188.4/ 71 I 434.203.100/ 2018

TENTANG

APFUEPL

KEBIJKAN AKSES PASIEN KERUMAH SAKIT DAN KONTINUITAS PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dT MOHAMMAD ZYN KABUPATEN SAMPANG

DIREKTUR RSUD dT. MOHAMMAD ZYN KABUPATEN SAMPANG

Menimbang

bahwa untuk mendukung terwujudnya pelayanan bagi pasien di RSUD dr.

Mohammad Z1,n Sampang yang optimal perlu kebdakan akses pasien kerumah sakit dan kontinuitas pelayanan di RSUD dr. Mohammad Zyn

Kab.Sampang.

Mengingat

l.

Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit

2.

Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 436lI,IenkeVSK/W 1993

 

tentang berlakunya Standar Pelayanan RS dan Standar Pelayanan Medik

 

3.

Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor I .

4.

333,4vIenkeVSK,rDUl999 tentang Sttandart pelayanan rumah sakit Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran

5.

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Praktek Keperawatan

6.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2004 tentangRumah tenaga kesehatan

7.

Permenkes 169/2008 tentang rekam medis

8.

Permenkes 290 /2008 tentang inform konsen

9.

Permenkes 1014 /2008 tentang radiologi

10. Permenkes No. I I Tahun 20 I 7 tentang Keselamatan Pasien

11. Kepmenkes no 1087/2010 tentang standart K3 rumah sakit

12. Permenkes 4lll2001 tentang laboratorium

13. Peraturan Mentri Kesehatan n0 1328/2010 standant pelayanan kedokteran

14. Pedoman penyelenggaraan rumah sakit kemekes 2012

15. Permenkes no 1212013 tentang standart alceitasi RS

LampLan I

SK Direktur RSIID dr. Mohammad Zyn

Nomor:lEE.4/X / 434.203 .1001 2Ol8

Tanggal : 8 September 201 8

KEBIJAKAN UMUM AKSES PASTEN KERUMAE SAKIT DAN KONTINUITAS

PELAYANAN (ARK) RUMAII SAKIT UMUM DAERAH DR. MOHAMMAD ZYN KABUPATEN SAMPANG

Kebijakan ;

l.

Rumah sakit menetapkan Skining dirumah sakit dapat dilakukan dengan 2.cara :

a. Skrining dilaksanakan didalam rumah sakit dilakukan di IGD dan dilakukan diadmisi

untuk pasien yang dari rawat jalan, Pasien darurat, Sangat mendesak atau pasien yang

membuhrhkan pertolongan segera diidentifikasi menggunakan proses triase berbasis

bukti untuk memprioritaskan kebutuhan

mendesak, dengan mendahulukan

ddri pasien yang lain

b. Dilakukan diluar rumah

IRF r-. €P.J'.

dan media on line / WA group

2. Rumah sakit melakukan Skrining pasien rawat inap, untuk mene{apkan kebutuhan

pelayanan pasien (preventil kuratii rehabilitatif dan paliatif) yang tertuang dalam SPPR

dan Ketentuan keluar masuk pasien intensif care sesuai standar yang berlaku.

3. Rumah sakit mempertimbangkan kebutuhan klinis pasien dan memberi- tahu pasien jika

terjadi penrmdaan dan kelambatan dan penundaan pelaksanaan tindakar/pengobatan

dan/atau pemeriksaan penunjang diagrostic

4. Rumah sakit menetapkan Proses Penerimaan Pasien Rawat Inap Dan Pendaftaraa Pasien

Rawat Jalan Saat di admisi pasien dan keluarga, pasien dijelaskan tentang rencana asuhan,

hasil yang diharapkan dari asuhan, dan perkiraan biayanya

5. Rumah sakit menetapkan Proses alur pasien dirumah sakit meliputi :

a. Ketersediaan tempat tidur rawat in4;

b. Perencanaan fasilitas alokasi tempat, peralatan, utilitas, teknologi medis, dan kebutuhan

lain tmhrk mendukung penempatan sementara pasien;

c. Perencanaan tenaga untuk menghadapi penumpukan pasien di

beberapa lokasi

s€mentara dan atau pasien yang tertahan di unit darurat;

d. Alur pasien di daerah pasien menerima asuharU tindakan, dan pelayanan (seperti unit

rawat inap, laboratorium, kamar operasi, radiologi, dan unit pasca-anestesi);

e. Efisiensi pelayanan nonklinis penunjang asuhan dan tindakan kepada pasien (seperti

kerumahtanggaan dan trmsportasi);

f Pemberian pelayanan ke rawat inap sesuai dengan kebutuhan pasien;

g. Akses pelayanan yang bersifat mendukung (seperti peke{a sosial, keagamaan atau

bantuan spiritual, dan sebagainya).

6. Rumah sakit membuat Perencanaan ketenagaan saat terjadi penumpukan pasien/keadaan