Anda di halaman 1dari 22

Begitu juga dengan akibat-akibat buruk terhadap organ tubuh yang lainnya.

Bahaya merokok juga bisa dirasakan oleh orang yang tidak merokok sama sekali.
Asap rokok bisa menyebabkan penyakit jantung dan kanker paru-paru pada
perokok pasif, yaitu orang yang tidak merokok namun tetap menghirup asapnya.

Apa bahaya merokok bagi kesehatan?


Rokok memiliki andil yang cukup besar dalam kematian di seluruh dunia dalam
tiap tahunnya. Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, kanker paru-
paru, hipertensi dan penyakit berbahaya lainnya. Yang lebih mengerikan lainnya
adalah rokok mengandung nikotin yang dapat membuat seseorang kecanduan

Apa dampak dari merokok?


8 Masalah Kesehatan akibat Merokok

 Kanker. Lebih dari 60 bahan kimia yang terkandung dalam rokok bersifat
karsinogen atau menyebabkan kanker. ...
 Penyakit paru obstruktif kronik. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
merupakan gangguan pernapasan kronik. ...
 Jantung. ...
 Stroke. ...
 Kulit keriput. ...
 Hipertensi. ...
 Diabetes. ...
 Gangguan kehamilan dan janin.

Apa yang dimaksud dengan rokok?

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm
(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-
daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan
dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang
lainnya

Apa dampak rokok bagi perokok pasif?


Asap rokok yang dihirup perokok pasif adalah penyebab utama kanker paru-paru
pada orang-orang yang bukan perokok. ... Selain kanker, perokok pasif juga
sama berisikonya untuk terkena penyakit jantung seperti perokok aktif

Kandungan apa yg terdapat di dalam rokok?


Langsung saja disimak, berikut 10 zat berbahaya yang terkandung dalam 1
batang rokok.

 Kromium. Salah satu zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok


adalah zat kromium. ...
 Kadmium. ...
 Formaldehida. ...
 Benzena. ...
 Arsenik. ...
 Hidrogen Sianida. ...
 Karbon Monoksida. ...
 Amonia.

Rokok Terbuat dari bahan apa saja?


7 Bahan mengerikan yang terkandung dalam sebatang rokok

1. Benzene. Benzene merupakan bahan kimia yang ditemukan di dalam


rokok, semen, dan karet. ...
2. Amonia. Ini merupakan salah satu bahan kimia yang ditambahkan dalam
batang rokok. ...
3. Formaldehida. ...
4. Aseton. ...
5. Tar. ...
6. Karbon monoksida. ...
7. Arsenik.

Bagaimana resiko dari perokok pasif?


Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti:

 Asma.
 Pilek.
 Infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia dan bronkitis.
 Alergi.
 Meningitis.
 Batuk.
 Infeksi telinga tengah yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
 Sindrom kematian bayi mendadak

Berita
Dunia
Indonesia
Olahraga
Majalah
#TrenSosial
Video
Audio
Galeri
Karangan khas
Laporan khusus

Ancaman di balik asap rokok

Asyari Usman BBC Indonesia

 1 Juli 2011

Bagikan artikel ini dengan Facebook

Bagikan artikel ini dengan Messenger

Bagikan artikel ini dengan Twitter

Bagikan artikel ini dengan Email


 Kirim

Hak atas foto AP Image caption Di negara-negara maju, kampanye antirokok


seperti di dalam selebaran ini sangat gencar.

Di Indonesia, setiap tahun lebih 400.000 orang meninggal dunia karena berbagai
penyakit yang terkait dengan kebiasaan merokok; atau sekitar 2.000 orang
setiap hari.

Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan kenaikan jumlah
perokok yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mencatat bahwa pada tahun 2008 di


Indonesia terdapat 68 juta perokok aktif dengan konsumsi 225 miliar batang per
tahun. Diperkirakan, sekarang ini ada sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia
yang mengkonsumsi 250 miliar batang rokok per tahun.

Kalangan pegiat antirokok mengatakan pengeluaran negara untuk mengatasi


akibat rokok yang dialami masyarakat mencapai Rp20 triliun, seperti
diungkapkan pakar kesehatan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,
Rofiq Anwar, tahun lalu.

Sedangkan pengeluaran masyarakat mencapai Rp180 triliun untuk biaya


kesehatan akibat penyakit terkait tembakau, atau lebih lima kali lipat dari
pendapatan negara dari cukai rokok, kata Ketua Komisi Nasional Pengendalian
Tembakau, FA Moeloek.

Penyakit rokok

Tampaknya, banyak perokok di Indonesia yang "menerjuni" kebiasaan ini tanpa


mengetahui sepenuhnya atau sebagian tentang bahaya merokok.

Dalam penjelasan kepada BBC Indonesia, pakar masalah penyakit paru-paru,


dokter Muherman Harun, di Jakarta, mengatakan ada sejumlah zat beracun yang
menimbulkan berbagai penyakit.

Tar adalah penyebab utama kanker. Dan yang ketiga, karbon monoksida yang
mengambil O2 (oksigen) dari hemoglobin yang membuat orang sesak napas,
serangan jantung atau serangan otak.Dokter Muherman Harun
"Rokok itu mengandung banyak bahan yang membayakan kesehatan, terutama
tiga macam yaitu nikotin yang menyebabkan kecanduan dan serangan pada otak
seperti stroke atau seranga jantung, dan juga bisa mempengaruhi pembuluh
darah perfier di ujung tungkai.

"Yang kedua, tar. Tar adalah penyebab utama kanker. Dan yang ketiga, karbon
monoksida yang mengambil O2 (oksigen) dari hemoglobin yang membuat orang
sesak napas, serangan jantung atau serangan otak."

Menurut Muherman, biang keladi dari bahaya rokok adalah nikotin. Sebab,
katanya, nikotin akan menyebabkan seseorang kecanduan dan membuat dia
akan terus merokok.

Hanya setengah

Meskipun puluhan juta orang yang merokok, mengapa tidak semuanya terkena
penyakit yang seharusnya ditimbulkan oleh kebiasaan menghisap tembakau itu?

Dokter Muherman Harun mengatakan diperkirakan sekitar 50% orang yang


merokok tidak mengalami penyakit.

"Walaupun rokok sangat membahayakan, tetapi tidak semua yang menjadi


korban rokok," katanya.

"Barangkali 50% dari perokok bebas dari bahaya maut. Tetapi 50% lainnya akan
menjadi korban rokok yang dikonsumsinya."

Hak atas foto AFP Getty Images Image caption Peringatan kanker mulut akibat
merokok di bungkus rokok di negara-negara Barat.

Muherman menekankan agar orang tidak keliru mengartikan persentase korban


rokok ini.

"Kita harus mengerti bahwa tidak ada satu pun komoditas di dunia ini, dulu dan
sekarang maupun yang akan datang, yang begitu berbahaya dengan angka
kematiannya mencapai 50%," ujar Muherman.

Pakar penyakit paru-paru ini menyebut nama-nama besar dunia yang, seperti
diistilahkannya, bebas dari bahaya rokok.
Diantara mereka itu, kata Muherman, adalah Winston Churchill, Mao Tse Tung,
Cho En Lai, Deng Xiaoping, yang ternyata bisa hidup lama walaupun mereka
merokok.

Tak ada pilihan

Berbagai penyakit berat lainnya, seperti gula darah (diabetes) dan kelebihan
kolesterol, acapkali bisa diatasi dengan pengaturan diet makanan dan minuman.

Misalnya, penderita diabetes bisa mengurangi konsumsi gula atau makanan-


makanan yang manis-manis.

Begitu juga penyakit kolestorol tinggi yang bisa diatasi dengan disiplin makan.

Namun menurut Dokter Muherman, bahaya rokok (yaitu nikotin, tar dan karbon
dioksida) tidak bisa diimbangi dengan terapi diet makanan sebagaimana bisa
diterapkan untuk kedua jenis penyakit yang disebut tadi.

"Rokok tidak bisa dibandingkan dengan kolesterol dan gula darah. Kalau kena
kolesterol, mereka tahu bahwa memakan makanan yang berkolesterol tinggi
bisa jatuh sakit. Yang kencing manis, dia juga bisa atur."

...saat ini sedang disusun peraturan pemerintah untuk melaksanakan UU 36


tentang tokok itu.Tjandra Yoga Aditama

"Tetapi yang merokok, dia tidak bisa atur. Dia harus terus merokok. Tidak
merokok, dia tidak bisa hidup normal," ujarnya.

Artinya, satu-satunya jalan untuk mengurangi risiko adalah berhenti merokok.

Kampanye gencar

Seperti di banyak negara di dunia, di Indonesia pun banyak lembaga swadaya


masyarakat (LSM) yang melakukan kampanye gencar antirokok. Salah satu
diantaranya adalah Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau
Indonesia (Sapta-Indonesia).

Menurut LSM ini, pemerintah Indonesia masih belum memberikan perhatian


pada perlindungan generasi muda dari ancaman rokok. Pegiat Sapta-Indonesia,
Azaz Tigor Nainggolan, mengatakan pemerintah belum serius.
"Di Indonesia sendiri, pemerintah pusatnya -dalam hal ini Presiden Indonesia-
sampai saat ini belum meratifikasi Konvensi Internasional Pengendalian Dampak
Penggunaan Tembakau atau sering disebut Konvensi Internasional Kerangka
Kerja WHO untuk Pengendalian Tembakau (SCTC)," ujar Azaz Tigor.

Hak atas foto PA Image caption Memang tidak semua perokok akan menjadi
korban rokok yang dihisapnya, tapi jangan salah paham.

Dia malah kagum dengan langkah yang diambil oleh sejumlah daerah di
Indonesia yang dianggapnya lebih maju dari kebijakan pemerintah pusat.

"Di beberapa daerah, justru pemerintah daerahnya punya kesadaran


memberikan ruang-ruang bersih dari asap rokok, yaitu dengan membuat
kebijakan-kebijakan yang mengendalikan orang-orang perokok."

Kebijakan ini, menurut Azaz Tigor, membuat para perokok tidak memberikan
dampak buruk kepada orang yang bukan perokok yang berada di sekitar para
perokok.

Sedang finalisasi

Pemerintah Indonesia mengatakan perlindungan bagi warga yang tidak merokok


dari asap rokok dan dampak lainnya akan diperketat.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL),


Prof Tjandara Yoga Aditama, mengatakan untuk saat ini ada UU yang secara
tegas mengandung pasal-pasal yang sangat protektif bagi orang-orang yang
tidak merokok.

"Kita ada UU No. 36 Tahun 2009. Nah, di dalam UU ini ada beberapa pasal yang
berhubungan dengan kebiasaan merokok; dan saat ini sedang disusun peraturan
pemerintah untuk melaksanakan UU 36 tentang tokok itu," kata Tjandra Yoga.

Dia menambahkan saat ini peraturan pemerintah untuk pelaksanaan UU No. 36


tersebut sedang dalam tahap finalisasi dan harmonisasi di Kementerian Hukum
dan HAM.
Menurut Dirjen Tjandra, peraturan pemerintah yang baru ini akan sangat
komprehensif dibanding peraturan yang ada, yang masih menjadi acuan dalam
menerapkan UU No. 36/2009 itu.

Hello Sehat > Mengulik Lebih Dalam Soal Bahaya Merokok Pada Daya Tahan
Tubuh Manusia

Mengulik Lebih Dalam Soal Bahaya Merokok Pada Daya Tahan Tubuh Manusia

Oleh Risky Candra Swari Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:
dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

 Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)


 Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di BBM(Membuka di jendela yang baru)

Bahaya merokok sudah terbukti menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti
jantung koroner, kanker paru, penyakit paru obstruktif dan stroke. Pada
kenyataannya, penyakit-penyakit tersebut baru sebagian dari bahaya merokok
bagi kesehatan.

Pasalnya, ada banyak bahaya merokok lainnya yang tidak disadari seorang
perokok. Misalnya penurunan daya tahan tubuh sehingga mereka lebih rentan
terhadap penyakit infeksi. Hal tersebut cenderung terjadi secara singkat dan
mungkin menyebabkan dampak kesehatan pada kehidupan sehari-hari seorang
perokok. Simak ulasan lengkap tentang bahaya merokok bagi kesehatan serta
cara ampuh untuk berhenti merokok di bawah ini.

Apa saja bahan yang ada di dalam rokok?


Sebelum membahas lebih jauh tentang bahaya merokok bagi kesehatan, Anda
harus mengetahui dulu apa saja bahan yang terkandung dalam rokok. Tahukah
Anda bahwa banyak bahan kimia yang terkandung dalam rokok sebenarnya
dipakai dalam beberapa produk yang kita pakai sehari-hari?

Ya, jangan terkejut jika kebanyakan zat kimia yang terkandung dalam rokok
nyatanya merupakan produk-produk tak lazim yang seharusnya tidak Anda
konsumsi sehari-hari. Nah, berbagai kandungan bahan tersebutlah yang yang
membuat rokok berbahaya bagi kesehatan Anda.

Berikut ini beberapa bahan berbahaya yang terkandung pada sebatang rokok:

 Aseton: ditemukan dalam cairan pembersih kuteks (cat kuku)


 Amonia: pembersih rumah yang umum digunakan
 Asam asetat: bahan cat rambut
 Arsenik: digunakan pada racun tikus
 Benzene: ditemukan di semen karet
 Butane: digunakan dalam cairan korek
 Kadmium: komponen aktif dalam asam baterai
 Karbon monoksida: tercipta dari asap knalpot
 Formaldehida: cairan pengawet
 Hexamine: ditemukan di cairan korek barbekyu
 Lead: digunakan dalam baterai
 Naftalena: bahan dalam kapur barus
 Methanol: komponen utama bahan bakar roket
 Nikotin: digunakan sebagai insektisida
 Tar: material untuk mengaspal jalan
 Toluene: digunakan untuk bahan cat

Apa saja efek rokok pada tubuh?

Merokok sudah dikenal masyarakat sebagai salah satu penyebab kematian yang
cukup besar di dunia. Berbagai penelitian telah membuktikan ada banyak bahaya
merokok bagi kesehatan. Di antaranya yaitu asma, infeksi paru-paru, kanker
mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, serangan jantung, stroke,
demensia, disfungsi ereksi (impoten), dan sebagainya.

Bahkan bahaya merokok bagi kesehatan ini tidak hanya berlaku bagi perokok
saja. Pasalnya, orang-orang yang ada di sekitar perokok pun berisiko tinggi
terkena efek rokok tersebut, meskipun mereka sendiri tidak merokok.
David Currow, seorang dosen Cancer Institute dari New South Wales, Australia
mengatakan kepada ABC bahwa ada beberapa hal yang terjadi pada tubuh Anda
ketika Anda merokok, termasuk ketika Anda sekali saja mengisap asap rokok, di
antaranya:

 Tekanan darah serta detak jantung Anda akan meningkat. Namun, aliran
darah ke pembuluh darah kapiler Anda berkurang.
 Kadar oksigen dalam darah berkurang karena karbon monoksida yang ada
pada darah justru mengalami peningkatan dari asap rokok.
 Paparan bahan kimia yang terkandung pada asap rokok menyebabkan
rambut halus di saluran pernapasan rusak. Selain itu, otot-otot kecil di
saluran pernapasan juga akan terus berkontraksi.
 Sistem imun (kekebalan tubuh) melemah sehingga membuat Anda rentan
mengalami berbagai penyakit infeksi.

Mengapa rokok dapat memengaruhi sistem imun tubuh?

Rokok memiliki berbagai racun dari bahan kimia yang dikandungnya. Bahaya
merokok bagi kesehatan yang paling utama datang dari racun karsinogen
(penyebab kanker) dan karbon monoksida pada asap rokok. Kedua zat tersebut
akan terhirup saluran pernapasan, yang pada akhirnya dapat memicu kerusakan
organ dan menurunnya fungsi dari organ sistem jantung, pembuluh darah, dan
pernapasan.

Akibatnya, tubuh akan lebih sulit melawan bibit penyakit yang berada
lingkungan sekitar karena harus mengatasi kerusakan organ dan melawan racun
dari paparan asap rokok.

Dengan merokok, itu artinya seseorang akan lebih mungkin terpapar racun dari
asap dari rokok dengan frekuensi yang lebih sering dan waktu yang lama. Hal
serupa juga dapat dialami oleh perokok pasif. Bahkan bahaya merokok bagi
kesehatan ini akan lebih cenderung meningkat jika para perokok pasif menghirup
napas yang dikeluarkan oleh perokok aktif.

Apa saja bahaya merokok bagi kesehatan?

Penurunan fungsi kekebalan tubuh ditandai dengan kurangnya kemampuan


tubuh dalam melawan bibit penyakit yang bisa menyebabkan infeksi. Hal ini
dapat dikarenakan kerusakan organ dan komponen imunitas yang tidak dapat
bekerja dengan baik saat tubuh kekurangan asupan yang dibutuhkannya,
misalnya oksigen dan antioksidan. Hal tersebut sangat mungkin disebabkan oleh
kebiasaan merokok. Berikut ini beberapa bahaya merokok bagi kesehatan,
terutama sistem imun Anda:

1. Kerusakan saluran pernapasan

Kerusakan saluran pernapasan adalah efek rokok paling awal yang menyebabkan
penurunan daya tahan tubuh. Racun pada rokok dapat menyebabkan iritasi serta
timbulnya lendir pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan terjadinya
infeksi pada tenggorokan hingga paru.

Infeksi juga dapat menjadi lebih rentan karena asap rokok merusak silia, yaitu
rambut kecil pada saluran pernapasan yang berfungsi menangkap debu. Semakin
banyak paparan asap rokok, semakin besar pula risiko infeksi tersebut menjadi
lebih serius dan menyebabkan kerusakan rongga udara pada paru.

2. Memicu kondisi autoimun

Dampak rokok tak hanya pada saluran pernapasa saja, melainkan juga dapat
memicu kondisi autoimun. Kandungan racun karsinogen dan tar pada sebatang
rokok menyebabkan tubuh Anda menjadi kurang efektif melawan peradangan.
Sistem imun yang melemah juga berbahaya karena dapat memicu penyakit
autoimun seperti rematik dan multiple sclerosis.

3. Menghambat aliran darah

Kandungan nikotin pada sebatang rokok dapat membuat darah menjadi lebih
kental. Karena itulah nutrisi, mineral, dan oksigen yang disebarkan melalui darah
tidak bisa diserap banyak dan optimal oleh tubuh. Dampak rokok ini
mengakibatkan peradangan pada bagian luar maupun organ dalam tubuh jadi
lebih lama disembuhkan.

4. Jumlah antibodi yang berkurang

Efek rokok yang telah memasuki aliran darah dapat mengurangi jumlah antibodi
dalam tubuh Anda. Antibodi sendiri merupakan protein darah yang berperan
dalam mengurangi jumlah bibit penyakit tertentu pada tubuh. Akibatnya,
perokok akan mengalami masa penyembuhan yang lebih lama dari biasanya
ketika sedang sakit.

5. Mengurangi kadar antioksidan

Senyawa antioksidan seperti yang berasal dari vitamin C dalam darah berfungsi
untuk menangkal radikal bebas dan memperbaiki kerusakan organ. Sayangnya,
efek rokok membuat kadar antioksidan dalam tubuh para perokok menjadi lebih
sedikit dibandingkan pada orang yang tidak merokok. Hal ini menyebabkan para
perokok rentan sakit dan proses penyembuhan sakitnya pun cenderung lama.

6. Meningkatkan sel darah putih

Sama seperti antibodi, sel darah putih juga berfungsi untuk melawan infeksi.
Namun pada perokok, peradangan dan kerusakan yang terus terjadi
menyebabkan kadar sel darah putih berada dalam jumlah yang tinggi.

Akibatnya, sel darah putih akan menjadi kurang responsif terhadap agen
penyakit dan jika terjadi dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko
serangan jantung, stroke, hingga kanker. Inilah dampak rokok yang harus
diwaspadai.

Bisakah mengurangi bahaya rokok terhadap kesehatan?


Berhenti merokok adalah cara terbaik untuk menghindari penurunan daya tahan
tubuh menjadi lebih parah. Saat seorang berhenti merokok, sebagian besar
sistem kekebalan tubuhnya akan kembali membaik dengan sendirinya. Hal ini
umumnya akan berjalan optimal selama orang tersebut tidak terserang penyakit
infeksi yang serius seperti pneumonia dan mengalami kerusakan organ saluran
pernapasan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahaya rokok
terhadap kesehatan saat Anda sedang mencoba berhenti merokok, di antaranya:

 Perbaiki pola makan. Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral akan


mempercepat pemulihan daya tahan tubuh. Bila memang diperlukan,
lengkapi dengan suplemen tertentu.
 Penuhi asupan vitamin D. Vitamin D adalah komponen penting dalam
mempertahankan daya tahan tubuh. Anda dapat memenuhi asupan
vitamin D dari paparan sinar matahari atau buah dan sayuran.
 Olahraga. Aktif bergerak akan membantu memperlancar sirkulasi oksigen
yang bermanfaat pada fungsi jantung serta pembuluh darah sehingga
dapat memperkuat sistem imun tubuh Anda.
 Hindari sumber penularan penyakit. Paparan penyakit infeksi dapat terjadi
di mana saja. Namun, hindari pola penularan yang sangat berisiko seperti
saat di rumah sakit dan kontak terhadap orang yang mengalami penyakit
infeksi. Pemutusan penularan juga dapat dilakukan dengan menjaga
kebersihan diri serta lingkungan.

Secara medis, berapa batas aman merokok setiap harinya?

Para peneliti dari Universitas California, San Fransisco melakukan evaluasi


terhadap penelitian mengenai kebiasaan merokok dan mencari tahu berapa
batas aman merokok setiap harinya. Dari berbagai kumpulan penelitian yang
sudah ada, para peneliti mendapatkan kesimpulan yang cukup mencengangkan.
Hasil penelitian ini kemudian dipublikasikan dalam situs Harvard University.
Bagi Anda yang merokok 1-4 batang rokok per hari, berikut adalah efek rokok
bagi kesehatan yang mungkin terjadi.

 Risiko kanker paru meningkat 2,8 kali lebih besar.


 Risiko kanker esofagus meningkat 4,3 kali lebih besar.
 Risiko kanker lambung meningkat 2,4 kali lebih besar.

Bahkan, bagi mereka yang hanya sesekali merokok (tidak setiap hari), diketahui
bahwa angka death rate atau tingkat kematiannya lebih tinggi 1,6 kali
dibandingkan mereka yang tidak merokok sama sekali.

Dikutip dari laman WebMD, Russel Luepker, seorang pakar jantung dari
University of Minnesota School of Public Health di Minneapolis, Amerika Serikat
mengatakan bahwa sebenarnya merokok tidak ada batas amannya sama sekali.
Meskipun Anda hanya merokok sesekali saja, Anda tetap meningkatkan risiko
berbagai masalah kesehatan.

Ya, para ahli mengatakan bahwa risiko Anda terkena kanker dan berbagai
penyakit kronis yang mengancam nyawa lainnya akan tetap tinggi meskipun
Anda hanya merokok hanya sesekali saja. Dengan kata lain, para ahli sepakat
bahwa sebenarnya tidak ada batas aman merokok.

Berhenti merokok atau tidak merokok sama sekali adalah pilihan paling bijak
untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan. Ingatlah selalu bahwa
dampak yang ditimbulkan dari merokok seluruhnya adalah dampak buruk, entah
itu dari segi perekonomian ataupun kesehatan Anda. Jadi, supaya dapat
menghindari bahaya merokok bagi kesehatan, mulailah berhenti merokok
sekarang juga.

Mengapa sulit sekali untuk berhenti merokok?


Nikotin merupakan penyebab para perokok aktif sulit sekali untuk berhenti
merokok. Nikotin sendiri adalah zat yang secara alami dapat ditemukan pada
tembakau. Zat ini sama adiktifnya dengan kokain atau heroin.

Ya, nikotin memengaruhi kinerja otak sehingga dapat memicu ketergantungan.


Nikotin dapat diserap oleh mukosa mulut saat merokok, dan mencapai otak
hanya dalam waktu 10 detik setelah diisap. Proses penyerapan ini lebih cepat dari
obat-obatan yang diberikan melalui pembuluh darah, seperti infus.

Zat ini menyebabkan ketergantungan dengan cara memicu peningkatan hormon


dopamin pada otak. Peningkatan hormon ini juga disertai dengan
penurunan enzim monoamineoxidase, yaitu enzim yang berperan dalam
menurunkan kadar dopamin. Tanpa enzim tersebut, kadar dopamin dalam tubuh
akan lebih sulit dikendalikan sehingga menyebabkan ketergantungan, yang pada
akhirnya juga mengubah cara Anda berpikir dan berperilaku.

Jika Anda selesai menghabiskan satu batang rokok, kadar nikotin yang terserap
tubuh akan mulai mengalami penurunan. Perasaan senang, rileks, dan tenang
yang ditumbulkan rookok pun akan memudar. Hal ini menyebabkan Anda ingin
merokok lagi supaya bisa mendapatkan kembali sensasi dan perasaan tersebut.

Jika Anda tidak segera merokok, Anda akan mengalami perubahan perilaku.
Misalnya jadi lebih sensitif dan mudah marah. Saat perokok merokok kembali,
perasaan tersebut hilang dan siklus beracun ini terus berlanjut.

Secara umum, semakin banyak nikotin yang diserap cairan mulut saat merokok,
semakin kuat pula efek ketergantungan yang akan dialami seseorang. Akibatnya,
Anda pun akan semakin sulit untuk berhenti merokok.

Meski begitu, bukan berarti berhenti merokok itu mustahil

Bagi Anda perokok aktif, berhenti merokok memang tak mudah. Meski begitu,
berhenti merokok bukan juga hal yang mustahil Anda lakukan. Godaan paling
besar ketika memutuskan untuk berhenti merokok adalah faktor lingkungan. Ya,
tinggal bersama, bekerja, atau menghabiskan waktu dengan orang-orang yang
merokok dapat memicu keinginan untuk merokok saat Anda sedang berusaha
untuk berhenti.
Oleh karena itu, simak beberapa tips di bawah ini yang mungkin dapat
membantu Anda mengatasi kesulitan dalam berhenti merokok:

1. Bulatkan niat dan tekad

Mengingat bahaya merokok bagi kesehatan tidak boleh disepelekan, Anda harus
berkomitmen untuk segera berhenti merokok mulai dari sekarang. Niat dan
tekad yang kuat merupakan modal penting supaya Anda dapat berhenti
merokok. Jika niat dan keinginan Anda sudah sekuat baja, berbagai godaan yang
ada di depan mata dapat Anda hiraukan dengan mudah. Jangan biarkan siapa
pun menggoyahkan rasa percaya diri Anda dalam proses pemulihan. Anda sudah
berada di jalan yang benar.

Biasanya, proses terberat dari berhenti merokok terasa pada dua minggu
pertama. Oleh sebab itu, jika Anda sudah melewati dua minggu awal berhenti
merokok, jangan sampai Anda kembali tergoda untuk merokok lagi. Pasalnya,
hal tersebut akan membuat segala usaha yang sudah Anda lakukan menjadi sia-
sia.

2. Minta dukungan orang-orang di sekitar Anda

Jangan sungkan untuk meminta bantuan pada orang-orang di sekitar Anda, jika
Anda serumah atau berteman dengan sesama perokok. Mintahlah mereka untuk
tidak merokok di sekitar Anda atau tidak memberi Anda rokok, meskipun Anda
sendiri yang meminta. Jika teman-teman di kantor merupakan perokok,
mintalah mereka untuk tidak mengajak Anda merokok bersama saat istirahat.

3. Cari kesibukan lain

Saat stres datang, hasrat untuk kembali merokok biasanya ikut meningkat. Jika
sudah begini, Anda harus pintar-pintar mengatasinya. Cobalah cari kegiatan lain
yang bisa membuat diri Anda sibuk dan terfokus ke hal lain.

Jika Anda tak tahan dengan kekosongan mulut, Anda bisa makan permen,
mengunyah permen karet bebas gula, atau ngemil buah dan sayuran segar.
Bahkan, beberapa orang juga sering menggigit-gigit sedotan. Anda juga dapat
menyibukkan tangan Anda dengan mengutak-atik mesin mobil atau motor.

4. Ulur waktu
Jika Anda sudah tidak kuat lagi, bahkan sebatang rokok dan korek juga sudah
ada di tangan, Anda dapat mengikuti tips ini. Cobalah untuk mengulur waktu
atau menunda merokok selama 10 menit.

Jadi, jika Anda ingin merokok, cobalah untuk menunggu sekitar 10 menit. Sering
kali, setelah menunggu 10 menit, keinginan merokok itu hilang, atau pikiran
Anda menjadi jernih kembali dan Anda pun menyadari bahwa Anda sebenarnya
tidak butuh rokok. Lakukan cara ini setiap kali hasrat untuk merokok kembali
datang.

5. Selalu ingat apa alasan Anda berhenti merokok

Jika pada akhirnya Anda menyerah, ingatlah selalu apa alasan Anda ingin
berhenti merokok. Cobalah tulis semua daftar alasan tersebut dan tempatkan
daftar alasan tersebut di tempat yang bisa Anda lihat. Ini dilakukan sebagai
bahan untuk refleksi diri. Apalagi jika alasan Anda berhenti merokok adalah
keluarga Anda, khususnya orangtua, anak, atau pasangan.

Say no to cigarettes, keep yourself away from cigarettes, because health is


expensive

Katakan tidak pada rokok, jauhkanlah diri anda dari rokok, karena sehat itu
mahal