Anda di halaman 1dari 14

SIFAT MATERIAL BAHAN KONSTRUKSI

Oleh :

1. Zabilla Wulandayani / 1814003


2. Angela Merici Punglipa Lewi / 1814023
3. Evelyn Natasya Azarine / 1814026
4. Riantika Sherlindatama / 1814032
5. Olivia Christin Novitasari / 1814040

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
2019
DAFTAR ISI
Sifat Mekanik Bahan

Dalam pemilihan suatu bahan konstruksi salah satu hal yang harus diperhatikan adalah sifat
mekanik bahan. Sifat mekanik menyatakan sifat suatu bahan dalam menerima beban / gaya / energi
tetapi tidak menimbulkan adanya kerusakan pada bahan atau komponen tersebut. Seringkali bila
suatu bahan mempunyai sifat mekanik yang baik tetapi kurang baik pada sifat yang lain. Sehingga
akan dilakukan berbagai cara untuk mengatasi hal tersebut. Terdapat beberapa sifat mekanik yang
harus diketahui karena sangat penting:
1. Kekuatan (Strength)
Kekuatan merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh bahan konstruksi untuk menerima
tegangan tanpa menyebabkan bahan menjadi patah. Kekuatan dapat dibedakan menjadi
beberapa macam yang tergantung pada jenis beban yang bekerja atau mengenainya. Macam –
macam kekuatan :
- Kekuatan tarik
Kekuatan tarik adalah tegangan maksimum yang bisa ditahan oleh sebuah bahan ketika
diregangkan atau ditarik, sebelum bahan tersebut patah
- Kekuatan geser
- Kekuatan tekan
- Kekuatan torsi
- Kekuatan lengkung
Contoh bahan yang memiliki kekuatan yang baik adalah beton. Beton merupakan suatu bahan
kosntruksi yang diperoleh dari kombinasi antara agregat (batuan mineral murni) dengan
pengikan berupa semen. Pada umumnya, komposisi dari bahan beton mengandung 15 % semen,
8% air, 3 % udara, sisanya berupa pasir dan kerikil.

Gambar 1.1 Beton


Sifat-sifat dari beton adalah:
- Beton sangat baik menahan gaya tekan (high compressive strength), tetapi tidak begitu pada
gaya tarik (low tensile strength). Bahkan kekuatan gaya tarik beton hanya sekitar 10% dari
kekuatan gaya tekannya
- Beton tidak mampu menahan gaya tegangan (tension) yang tinggi, karena elastisitasnya
yang rendah
- Konduktivitas termal beton relatif rendah.
Faktor – faktor keunggulan dari bahan beton, antara lain:
- Kemudahan pengolahannya
- Material yang mudah didapat
- Kekuatan tekan tinggi.
- Daya tahan yang tinggi terhadap api dan cuaca merupakan bukti dari kelebihannya.
Selain memiliki keunggulan, beton juga memiliki kelemahan, yaitu:
- Bentuk yang telah dibuat sulit diubah
- Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi
- Berat (bobotnya besar)
- Daya pantul suara yang besar.
Bahan konstruksi berupa beton dapat dimanfaatkan sebagai pondasi untuk bangunan, kolom
balok, pelat atau pelat cangkang, bendungan, dll.
2. Kekerasan (Hardness)
Kekerasan merupakan salah satu sifat yang dimiliki bahan konstruksi untuk tahan terhadap
penggoresan, pengikisan (abrasi), identasi atau penetrasi. Kekerasan berhubungan dengan
kekuatan.
Contoh bahan yang memiliki sifat kekerasan adalah kayu. Kayu adalah bahan yang kita dapat
dari tumbuh-tumbuhan yang termasuk vegetasi alam, merupakan bagian batang atau cabang
serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Kekerasan
adalah suatu ukuran kekuatan kayu dalam menahan gaya yang membuat takik atau lekukan
yang terjadi padanya. Kekerasan kayu juga dapat diartikan sebagai kemampuan kayu untuk
menahan kikisan (abrasi), sebagai ukuran tentang ketahanannya terhadap pengausan kayu. Sifat
bahan kayu ini meliputi kuat, keras, tidak tahan api, tidak tahan air, mudah untuk dibentuk,
sebagai isolator listrik dan panas.
Gambar 2.1 Kayu
Kegunaan bahan kayu menurut sifatnya yaitu :
- Untuk bahan pembuatan pegangan alat dapur karena memiliki sifat yang tahan panas
- Untuk membuat kerangka rumah karena memiliki sifat kuat dan keras
- Untuk bahan pembuatan perabotan rumah tangga karena memiliki sifat mudah dibentuk,
kuat dan keras.
3. Kekenyalan (Elasticity)
Kekenyalan merupakan salah satu sifat yang dimiliki bahan konstruksi untuk menerima
tegangan tanpa terjadinya perubahan permanen pada bentuk bahan setelah tegangan
dihilangkan. Jika tegangan yang diberikan melewati batas tertentu maka akan terjadi perubahan
permanen terhadap bentuk bahan. Tetapi jika tegangan yang diberikan tidak melewati batas
tersebut maka bahan tidak akan mengalami perubahan bentuk. Dapat disimpulkan, kekenyalan
juga dapat menyatakan sifat bahan untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula setelah
menerima tegangan yang menimbulkan deformasi (perubahan bentuk).
Contoh bahan yang memiliki sifat kekenyalan adalah karet alam. Karet alam dapat
dipergunakan dengan baik pada beberapa kegunaan atau aplikasi seperti berikut:
- Karet gasket dan karet seal
- Selang karet
- Karet anti vibrasi / karet anti getar
- Karet untuk peralatan atau komponen listrik
- Wheel chock
- Karpet lantai karet
Beberapa sifat-sifat dari karet alam adalah sebagai berikut:
- Tahan terhadap suhu rendah
- Dapat menempel pada logam
- Memiliki ketahanan gesek dan robek yang tinggi
- Mudah diproses atau diproduksi
- Kekerasan dapat diatur dari yang sangat lembut sampai yang sangat keras (ebonit)
- Penampilan dan warna yang dapat diatur berkisar dari tembus pandang sampai hitam pekat
- Kemampuan untuk mengisolasi listrik atau bersifat konduktif
- Menyerap atau meredam getaran dan suara

Gambar 3.1 Karet alam


4. Kekakuan (Stiffness)
Kekakuan merupakan sifat bahan untuk menerima beban tanpa mengakibatkan perubahan
bentuk atau deflaksi. Dalam beberapa hal kekakuan lebih penting daripada kekuatan.
Contoh bahan yang memiliki sifat kekakuan adalah batu. Batu adalah benda padat yang
terbentuk dari proses alam atau dari tanah liat yang seiring waktu semakin mengeras ataupun
dari kejadian gunung meletus, bencana alam, dll. Sifat yang dimiliki adalah keras, kuat terhadap
tekanan, benturan, tahan abrasi dan terhadap pelapukan.

Gambar 4.1 Batu


Jenis-jenis batu :
1. Batu sungai
Batu sungai dapat digunakan langsung sebagai bahan konstruksi ataupun dapat dicampur
dengan bahan lainnya. Batu sungai besar umumnya digunakan untuk bahan pondasi, dalam
industri logam biasanya digunaakan untuk bahan konstruksi furnace. Sedangkan batu
sungai yang berukuran kecil umumnya digunakan untuk bahan campuran misalnya
campuran beton dan aspal jalan
2. Batu granit
Batu granit merupakan bahan batuan murni yang merupakan kombinasi dari bahan quartz,
feldspar, bonblende, dan mika. Batu granit umumnya sangat keras dan kuat. Aplikasi pada
kehidupan sehari-hari adalah untuk pelapis lantai, pelapis dinding dan finishing bangunan.
3. Batu marmer
Batu marmer atau batu pala andalan batu kapur yang bercampur dengan silica dan
mengalami proses rekristalisasi akibat pengaruh dari tekanan dan suhu yang sangat tinggi.
Aplikasi pada kehidupan sehari hari adalah digunakan untuk bahan pelapis lantai dan
dinding
4. Batu kapur
Batu kapur biasanya digunakan sebagai bahan pengikat jika dicampur dengan bahan
lainnya. Sifat-sifat kapur yang menjadikannya sebagai bahan pengikat adalah :
- Kapur mempunyai sifat plastis yang baik dalam arti tidak getas
- Sebagai bahan pengikat, kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat.
- Mudah digunakan tanpa harus melalui proses pengolahan
Batu kapur dapat digunakan sebagai bahan campuran dengan semen. Pada umumnya, aplikasi
batu pada kehidupan sehari hari adalah sebagai bahan konstruksi bangunan seperti pondasi,
bahan perekat, pelapis lantai dan dinding, dan campuran beton
5. Plastisitas (Plasticy)
Plastisitas atau sering disebut keuletan merupakan salah satu sifat bahan untuk mengalami suatu
perubahan bentuk pada plastik secara permanen tanpa mengakibatkan adanya kerusakan pada
bahan. Untuk bahan yang diproses secara forging, rolling, extruding, dll, sifat ini sangatlah
penting untuk dimiliki. Bahan yang dapat mengalami deformasi plastik yang cukup besar
dikatakan bahan yang ulet (ductile), sedangkan bahan yang tidak menunjukkan deformasi
plastik dikatakan brittle atau memiliki sifat keuletan yang rendah.
Bahan konstruksi yang memiliki sifat plastisitas adalah tanah liat dan aluminium.
A. Tanah liat
Tanah liat adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4
mikrometer
Sifat dari tanah liat, antara lain:
- Sulit menyerap air, sehingga tak cocok untuk tanah pertanian.
- Dalam keadaan kering, tanah dapat luruh menjadi butiran-butiran yang sangat halus.
- Umumnya, jenis tanah liat berwarna kehitaman atau keabu-abuan.
- Paling cocok digunakan sebagai bahan kerajinan atau material bangunan rumah.
Jenis – jenis dari tanah liat, antara lain:
- Tanah liat Earthenware
Tanah liat Earthenware adalah jenis tanah liat untuk tembikar yang paling pertama
digunakan oleh para pengrajin tembikar. Dalam dunia kerajinan tembikar saat ini, tanah
liat earthenware telah menjadi salah satu jenis tanah liat yang paling umum digunakan
karena tersedia dalam beragam warna. Warna-warna yang dapat ditemukan pada tanah
liat earthenware adalah coklat, merah, oranye, abu-abu, dan putih. Tanah liat khusus ini
mengandung zat besi dalam jumlah tinggi dan sejumlah mineral yang menjadikannya salah
satu jenis lempung terbaik bagi pengrajin tembikar.

Gambar 5.1 Tanah Liat Earthenware


- Tanah liat Fire Clays
Meskipun tanah liat fire clays sebagian besarnya tak mengandung bijih mineral, namun
Anda tetap bisa mendapatkan partikel bijih besi setelah tanah liat ini dibakar. Biasanya,
tanah liat fire clays tidak hanya digunakan untuk tembikar, tetapi juga digunakan untuk
membuat alat lainnya seperti lindungi pintu.

Gambar 5.2 Tanah liat Fire Clays


- Tanah liat Stoneware Clays
Stoneware adalah tanah liat elastis yang mencapai kekerasan maksimum dalam suhu antara
1204-1280 ºC. Warna asli Stoneware adalah abu-abu terang atau buff dan dapat berubah
menjadi warna abu-abu netral ketika tanah liat ini menjadi sedikit lembab. Jenis tanah liat
yang kasar karena mengandung partikel butiran pasir adalah tanah liat stoneware clays ini.

Gambar 5.3 Tanah liat Stoneware Clays


- Tanah liat Ball Clays
Tanah liat Ball Clays adalah tanah liat berwarna abu-abu gelap yang sangat lentur dan
mengandung sangat sedikit kandungan mineral. Jenis tanah liat ini dapat meningkatkan
plastisitas ketika ditambahkan ke jenis tanah liat lainnya, namun tak dapat digunakan
sendiri. Tanah liat Ball Clays umumnya digunakan untuk membuat campuran porselen
dengan kaolin atau dengan tanah liat Stoneware untuk membuat tampilan akhir yang unik.
Gambar 5.4 Tanah liat Ball Clays
- Tanah liat Kaolin (Porcelain) Clays
Kaolin utamanya digunakan untuk membuat porselen karena kandungan mineralnya yang
murni. Tanah liat kaolin hanya hadir dalam warna-warna terang dan tak terlalu lentur,
sehingga tanah liat ini sangat sulit untuk dikerjakan. Karena karakteristik tanah liat kaolin
tersebut, lebih baik pengerjaannya dicampurkan dengan tanah liat Ball Clays untuk
membuat campuran porselen yang sempurna. Dari semua jenis yang ada, tanah liat kaolin
memiliki tingkat kematangan tertinggi yaitu dengan suhu 1800 ºC.

Gambar 5.5 Tanah liat Kaolin (Porcelain) Clay


Tanah liat ini dapat dimanfaatkan pada proses forging atau disebut dengan penempaan, di mana
tanah liat yang kita gunakan tersebut dalam di letakkan di forging yang di mana sudah terdapat
cetakan tertentu yang akan membentuk benda yang masuk ke dalam forging tersebut. Seperti,
tanah liat yang di masukkan maka, keluar akan sesuai dengan cetakan di forging tersebut, tanpa
merusak dari tanah liat tersebut.
B. Aluminium
Aluminium yang dalam bentuk bauksit adalah satu mineral yang berasal dari magma asam
dan terjadi proses pelapukan dan pengendapan secara residual. Alumunium yang berwarna
perak putih adalah logam yang paling banyak di kerak bumi dan unsur ketiga terbanyak setelah
oksigen dan silikon. Karena alumunium termasuk metal yang reaktif maka sangat sulit untuk
menemukannya di alam. Namun, dengan menggunakan batu bauksit yang mengandung 52-80%
Al2O3, alumunium dapat dibuat. Pembuatan logam Al dilakukan dalam dua tahap yaitu
pemurnian dan elektrolisis.

Gambar 5.6 Aluminium


Adapun beberapa sifat-sifat dari Alumunium yang menjadikannya sebagai material teknik:
- Berat jenisnya ringan ( hanya 2,7 gr/cm3 sedangkan besi ± 8,1 gr/cm3)
- Tahan korosi
- Penghantar listrik dan panas yang baik
- Sifat plastisitas yang cukup tinggi sehingga membuat Alumunium mudah dibentuk sesuai
keinginan.
Alumunium tahan terhadap korosi karena adanya fenomena pasivasi. Fenomena pasivasi adalah
fenomena dimana alumunium membentuk lapisan pelindung karena reaksi logam terhadap
komponen udara sehingga lapisan tersebut melindungi lapisan dalam logam dari korosi. Selama
50 tahun terakhir, alumunium telah menjadi logam yang sering digunakan setelah baja. Aplikasi
alumunium dalam kehidupan sehari hari adalah: kemasan bahan atau makanan dan minuman,
untuk peralatan olahraga (sepeda, pemukul bisbol, tongkat hoki,dll), dan juga alumunium
dipakai untuk penerangan (lampu).
6. Ketangguhan (Toughness)
Ketangguhan merupakan salah satu sifat bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa
mengakibatkan terjadinya kerusakan atau dapat dikatakan sebagai ukuran banyaknya energi
yang diperlukan untuk mematahkan suatu benda. Sifat ini sangat sulit diukur karena
dipengaruhi oleh banyak faktor.

- Contoh bahan yang memiliki sifat ketangguhan adalah Batu Bata. Batu bata adalah
material yang cukup baik dalam menahan panas dan lambat menghantarkannya, atau bisa
disebut sebagai isolator yang baik, sehingga pada siang hari yang panas terik, rumah yang
menggunakan batu bata, biasanya ruangan di dalam rumah tersebut akan terasa lebih
dingin. Jika sudah menerima panas dari sinar matahari selama siang hari, maka biasanya
dinding batu bata akan mengalirkan panas tersebut ke dalam ruangan rumah secara
perlahan pada malam harinya, sehingga rumah yang menggunakan batu bata akan terasa
lebih hangat pada malam hari.

Gambar 6.1 Batu Bata


Sifat batu bata, antara lain:
- Isolator yang baik
- Tahan terhadap berbagai serangan cuaca, jika dibandingkan dengan kayu
- Harga dari batu bata ekonomis
- Sanggup untuk menahan bebannya sendiri dan juga menahan beban dari material lain yang
dibebankan kepadanya, jka pengerjaan pemasangannya benar
- Mungkin tingkat keawetan dari bangunan batu bata tidak sekuat bangunan dari batu alam,
tetapi jika hanya bertahan selama beberapa ratus tahun saja, maka bangunan batu bata masih
sanggup untuk menahannya. Sebagai contohnya, mungkin anda dapat melihat bangunan
yang dibuat oleh bangsa Belanda yang ada di Indonesia, yang masih kokoh berdiri sampai
sekarang.
Pengaplikasian batu bata, yaitu pada saat batu diberi energi yang lebih besar / timpaan suatu
benda lain di atas batu bata tersebut. Maka, lama-kelamaan batu bata tersebut akan patah karena
terdapatnya energi yang besar tersebut. Sama halnya ketika kita melempar batu bata tersebut.
7. Kelelahan (Fatigue)
Kelelahan merupakan salah satu sifat dari bahan khususnya logam untuk cenderung patah
ketika menerima tegangan yang berulang – ulang (cyclic stress). Hal ini terjadi karena tegangan
yang diberikan lebih besar daripada kekuatan elastiknya. Sifat ini dapat menyebabkan
kerusakan pada komponen mesin. Sehingga sifat ini sangat penting akan tetapi sulit diukur
karena banyak factor yang mempengaruhinya.
Contoh bahan yang memiliki sifat kelelahan adalah baja. Baja merupakan besi dengan kadar
karbon kurang dari 2 %. Baja dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk sesuai dengan
keperluan. Baja memiliki batas kelelahan (fatigue limit) atau batas ketahanan (endurance limit)
yang jelas. Batas kelelahan adalah batas tegangan yang akan memberikan umur lelah yang tidak
berhingga. Adanya bagian komponen yang tidak kontinyu, misalnya akibat adanya takikan atau
lubang ataupun goresan yang dalam akan menyebabkan pemusatan tegangan. Pengaruh adanya
takikan terhadap karakteristik kelelahan dinyatakan dengan faktor takikan terhadap kelelahan.

Gambar 7.1 Baja


Aplikasi penggunaan baja, antara lain:
- Pembangunan Gedung
Salah satu kegunaan yang dimiliki oleh besi baja merupakan pembangunan gedung. Dalam
pembangunan gedung ada banyak jenis gaya yang digunakan akan tetapi besi baja tidak bisa
ditinggalkan. Hal ini lagi-lagi disebabkan karena durabilitasnya yang tinggi. Bukan hanya
itu jenis besi baja juga banyak sehingga pemanfaatannya juga besar. Salah satu jenis besi
baja yang banyak digunakan dalam bidang pembangunan gedung adalah besi baja ringan.
Baja ringan adalah baja yang memiliki ketahanan yang tinggi tapi memiliki bobot yang
ringan. Hal ini menyebabkannya banyak dimanfaatkan untuk pembangunan atap dari
sebuah bangunan.
- Pembangunan sarana transportasi
Salah satu kegunaan besi baja yang bisa ditemukan dengan mudah adalah dalam
pembangunan sarana transportasi. Salah satu fasilitas umum dalam dunia tansportasi yang
dibangun dengan menggunakan besi baja adalah rel kereta api. Selain untuk pembuatan
fasilitas transportasi sepeti rel kereta api, besi baja juga bisa digunakan untuk membangun
fasilitas transportasi yang lain seperti untuk jalan.
8. Creep
Creep yang Bahasa indonesianya merangkak atau merambat adalah suatu sifat yang cenderung
dimiliki suatu logam untuk mengalami deformasi plastik pada saat menerima beban yang
besarnya relatif. Perubahan ini sesuai dengan fungsi waktu.
Contoh komponen-komponen yang potensial mengalami creep adalah
1.Turbin rotor dalam mesin jet
2.Turbin generator uap yang mengalami gaya sentrifugal
3.Pipa-pipa yang dialiri gas panas dan bertekanan tinggi
Parameter-parameter yang dalam creep, antara lain:
- Pengaruh waktu
- Deformasi permanen dari materials
- Beban tetap atau constan stress
- Fenomena yang tidak diharapkan (undesireable phenomenon)
- Batas usia komponen (the limiting factor in life of part)6.Temperatur kerja untuk metal
0.4Tm (Tm = absolute melting temperature)