Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Critical Book Report ini. Adapun tujuan
disusunnya makalah ini guna memenuhi tuntutan kurikulum KKNI yang mana akan
menambah minat mahasiswa dalam membaca buku.

Penulis berterima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah


membantu penulis dalam menyelesaikan Critical Book Report ini. Terkhusus kepada
Bapak Drs. Sudirman, M.si selaku dosen mata kuliah filsafat pendidikan. Dalam
menyelesaikan Critical Book Report ini penulis telah berusaha untuk mencapai hasil
yang maksimum, tetapi dengan keterbatasan wawasan dan pengetahuan yang penulis
miliki, penulis menyadari bahwa Critical Book Report ini masih perlu banyak
perbaikan.

Apabila banyak kesalahan dan kekurangan dalam critical book report ini,
penulis mohon maaf sebesar-besarnya dan oleh sebab itu kami mengharapkan para
pembaca dapat memberikan kritik dan saran. Semoga makalah ini bermanfaat dan
berguna bagi pembaca.

Medan, September 2018

Penulis
i

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penulisan ..................................................................... 1

1.2 Manfaat ......................................................................................................... 1

1.3 Tujuan Penulisan...................................................................................... 1

1.4 Identitas Buku ........................................................................................... 2

BAB II RINGKASAN ISI BUKU ............................................................................... 2-7

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pembahasan Isi Buku ............................................................................. 8

3.2 Kelebihan dan Kekurangan Buku...................................................... 9-10

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan ................................................................................................. 11

4.2 Saran .............................................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 12


ii

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Critical Book Report (CBR) adalah satu dari 6 tugas yang ada dalam kurikulum
yang saat ini sedang diterapkan di Universitas Negeri Medan yaitu KKNI. Dalam
kurikulum ini mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran serta
melatih mahasiswa untuk lebih berpikir kritis.
Dengan Critical Book Report ini, mahasiswa akan belajar lebih dalam bagaimana
sebenarnya cara untuk meringkas serta mengkritisi suatu buku dengan bahasa yang
santun. Dalam Critical Book Report ini, buku yang akan direport adalah buku filsafat
pendidikan. Critical Book Report ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan
mahasiswa dalam mengkritisi buku serta menambah minat mahasiswa dalam
membaca buku.

B. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan Critical Book Report ini adalah :
 Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tuntutan dari kurikulum KKNI,
terkhusus untuk mata kuliah filsafat pendidikan
 Melatih kemampuan mahasiswa dalam melaporkan isi buku serta mengkritisi
buku tersebut
 Menambah wawasan mahasiswa mengenai filsafat pendidikan dan filsafat ilmu.
 Menganalisis apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan buku yang di report.

C. MANFAAT

Manfaat critical book report ini secara umum selain untuk memenuhi tuntutan
tugas mata kuliah filsafat pendidikan adalah untuk menambah wawasan penulis
maupun pembaca mengenai filsafat pendidikan. Serta diharapkan bisa membantu
para pembaca mengetahui apa yang menjadi kelebihan serta kekurangan buku yang
direport tersebut.
1

D. IDENTITAS BUKU
Judul : FILSAFAT PENDIDIKAN
Pengarang : Prof. Dr. H.Jalaluddin
Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M.Ed.
Penerbit : PT. Raja Grafindo Persada
Kota terbit : JAKARTA
Tahun terbit : 2013
ISBN : 978-979-769-372-5

BAB II

RINGKASAN ISI BUKU


BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN

a. Pengertian filsafat
Kata filsafat berasal dari kata “philosophia” (Yunani) yang artinya mencintai
kebijaksanaan, dalam bahasa inggris “philosophy” dan dalam bahasa arab
disebut dengan “falsafah” yang artinya cinta kearifan. Berdasarkan uraian
tersebut dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah cinta kebijaksanaan.
b. Filsafat Pendidikan
Filsafat Pendidikan adalah ilmu pengetahuan normatif dalam bidang
pendidikan merumuskan kaidah-kaidah, norma-norma dan/atau ukuran
tingkah laku perbuatan yang sebenarnya dilaksanakn oleh manusia dalam
hidup dan kehidupannya.
c. Hubungan Filsafat Dengan Filsafat Pendidikan
Hubungan antara filsafat dengan filsafat pendidikan menjadi sangat penting
sekali, sebab ia menjadi dasar, arah dan pedoman suatu sistem pendidikan.
Filsafat pendidikan adalah aktivitas pemikiran teratur yang menjadikan
filsafat, sebagai medianya untuk menyusun proses pendidian, menyelaraskan,
mengharmoniskan, dan menerangkan nilai dan tujuan yang ingin dicapai.
2

BAB II. LATAR BELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT PENDIDIKAN

Filsafat diketahui sebagi induk pengetahuan yang mampu menjawab srgala


pertanyaan dan permasalahan. Namun karena banyaknya masalah yang tidak dapat
terjawab oleh filsafat lahirlah cabang-cabang filsafat.. aliran filsafat spiritualisme
adalah aliran filsafat yang mementingkan kerohanian dan mendasari semua yang ada
di alam ini.

a. Perkembangan Pemikiran Filsafat Spiritualisme Kuno.


Filsafat mulai berkembang dan berubah fungsi sebagai induk dari semua
pengetahuan menjadi semacam pendekatan dan perekat kembali berbagi ilmu
pengetahuan yang berkembang pesat dan terpisah satu sama lainnya. Sejarah
filsafat lama membawa manusia untuk mengetahui salah satu cerita dalam
kategorii filsafat spiritualisme kuno.
b. Reaksi terhadap spiritualisme di Yunani
Bagi orang Romawi, kemanusiaan telah membuat kemajuan besar dalam
bidang-bidang etis, sosial, dan kultural. Orang Romawi dapat mmenaklukkan
kebudayaan dan peradaban Yunani. Pendidikan di Romawi lebih
menitikberatkan masyarakat untuk mempersiapkan karier-karier profesional.
Namun, masih banyak filsuf yang tidak puas terhadap spiritualisme, sehingga
melahirkan cabang-cabang filsafat lainnya.
 Idealime
 Materialisme
 Rasionalisme
c. Pemikiran Filsafat Yunani Kuno Hingga Abad Pertengahan
Pada masa ini, keterangan-keterangan mengenai alam semesta dan
penghuninya masih berdasarkan kepercayaan. Dan karena para fillsuf belum
puas atas keterangan ini, akhirnya mereka mencoba mencari keterangan
melalui budinya.
d. Pemikiran Filsafat Pendidikan Menurut Socrates
Prinsip dasar pendidikan menurut socrates adalah metode dialekktis, yang
digunakan sebagi dasar teknis pendidikan yang direncanakan untuk
3
mendorong seorang belajar berpikir secara cermat untuk menguji coba diri
sendiri untuk memperbaiki pengetahuannya.
e. Pemikiran Filsafat Pendidikan Menurut Plato
Menurut Plato tujuan pendidikan adalah untuk menetukan kemampuan ilmiah
setiap individu dan melatihnya menjadi seorang warga negara yang baik,
harmonis yang melaksanakan tugas-tugasnya secara efisien sebagi anggota
masyarakat.
f. Pemikiran Filsafat Pendidikan Menurut Aristoteles
Ariistoteles mengemukakan bahwa pendidikan yangbaik itu mempunyai
tujuan untuk kebahagiaan. Dan kebahagiaan tertinggi dalam hiidup adalah
spekulatif.

BAB III. ALIRAN FILSAFAT MODERN DITINJAU DARI ONTOLOGI, EPISTOMOLOGI


DAN AKSIOLOGI.

a. Pengertian Ontologi, Epistomoologi, dan Aksiologi


 Ontologi berarti ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata dan bagaimana
keadaan sebenarnya, apakah hakikat di balik alam nyata ini.
 Epistomologi adalah pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan-
pertanyaan seperti apakah pengetahuan, cara manusia memperoleh dan
menangkap pengetahuan dan jenis-jenis pengetahuan.
 Aksiologi adalah nilai-nilai yang berupa pertanyaan apakah yang baik atau
bagus itu.
b. Aliran –aliran Filsafat Prendidikan Modern
 Aliran Progresivisme
 Aliran Esensialisme
 Aliran Perenialisme
 Aliran Rekonstruksionisme
4

BAB IV. HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA DAN PENDIDIKAN

a. Pandangan Filsafat Tentang Hakikat Manusia


Filsafat berpandangan bahwa hakikat manusia itu berkaitan antara badan dan
roh. Dalam usaha mempelajari filsafat manusia diperlukan pemikiran yang
filosofis. Hal itu didasarkan pada pemikiran bahwa selain sebagai subjek
pendidikan, manusia juga merupakan objek pendidikan itu sendiri.
b. Sistem Nilai Dalam Kehidupan Manusia
Nilai akan selalu muncul apabila manusia mengadakan hubungan sosial atau
bermasyarakat dengan manusia lain. Manusia di dalam hubungannyadengan
sesama dan dengan alam semesta ini tidak mungkin bersifat netral`
c. Pandangan Filsafat Tentang Pendidikan
Filsafat menjadikan manusia berkembang dan mempunyai pandangan hidup
yang menyeluruh dan sistematis, pandangan itu kemudian ditunagkan dalam
sistem pendidikan, untuk mengarahkan sistem pendidikan dan tujuan
pendidikan. Ada beberapa unsur yang dapat dikadikan tonggak untuk
pengembangan pendidikan yaitu : (1) dasar dan tujuan pendidikan (2)
pendidikan dan peserta didik (3) kurikulum, dan (4) sistem pendidikan.

BAB V. FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA

a. Pancasila sebagai Filsafat Hidup Bangsa


Kita perlu memahami dan menghayati serta mengamalkan pancasila dlam segi
kehidupan karena pada dasarnya, masyarakt indonesia telah melaksanakan
pancasila, walaupun masih berupa kebudayaan. Nilai- nilai yang terkandung
dalam pancasila tersebut sudah mengakar pada kehidupan bangsa Indonesia,
karena itu pancasila dijadkan sebagai falsafah hidup bangsa.
b. Pancasila Sebagai Filsafat Pendidikan Nasional
Pendidikan suatu bangsa secara otomatis mengikutii ideologi bangsa yang
dianut, karena sistem pendidikan nasional Indonesia mencerminkan identitas
pancasila. Dapat dikatakn bahwa filsafat pendidikan pancasila merupakan
saspek rohaniah dan spiritual sistem pendidikan nasional.
5
c. Hubungan Pancasila Dengan Pendidikan Ditinjau Dari Filsafat Pendidikan
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa yang menjiwai sial-silanya dalam
kehidupan sehari-hari. Dan untuk menerapkan pancasila, diperlukan
pemikirann yang sungguh-sungguh mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila
tersebut akan dilaksanakan. Sehingga dala hal ini, pendidikana dalah yang
terutama. Oleh karena itu, sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi,
pelajaran Pancasila masih diajarakan agar nilai-nilai Panacasila selalu
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

BAB VI. FILSAFAT PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA

a. Filsafat Pendidikan Dan Kepribadian


Pendidikan berfungsi sebagai usaha untuk mengembangkan potensi individu
dan mewariskan nilai-nilai budaya, sehingga pendidikan juga menyangkut
pada pembentukan kepribadian. Pendidikan berkaitan dengan usaha untuk
menguba sikap dan tingkah laku sedangkan kepribadian berhubungan dengan
pola tingkah laku. Kepribadian dapat dilihat dari 4 aspek muatannya yaitu,
aspek personalia, aspek individualitas, aspek mentalitas dan aspek identitas.
Sehingga dari keempat aspek tersebut , terlihat bagaimana hubungan filsafat
pendidikan dengan pembentukan kepribadian, dan hubungannya filsafat
pendidikan yang bersumber nilai-nilai budaya sebagai pandangan hidup suatu
bangsa.
b. Filsafat Pendidikan Dan Sumber Daya Manusia
Tujuan pendidikan di Indonesia adalah membentuk manusia yang
berkepribadian, mandiri,maju, tangguh, cerdas, kreatif, disiplin., beretos kerja,
profesional, bertanggung jawab, prooduktif, dan sehat. Yang sudah mencakup
pengembangan potensi individu yang diamanatkan oleh filsafat pendidikan
Pancasila. Karakterisitik tersebut merupakan aspek ynag menjadi muuatan
dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan
filsafat pendidikan yang digali dari filsafat dan pandangan hidup bangsa
Indonesia.

BAB VII. PENDIDIKAN NASIONAL DAN PEMBINAAN KARAKTER

a. Urgensi Pendidikan Karakter


Karakter merupakn kualitas moral dan mental yang pembentukannya
dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Potensi karakter yang
baikdimiliki seorang sebelum dilahirkan harus terus menerus dikembangkan
melalui sosialisasi dan pendidikan.
b. Proses Pembentukan Karakter
Dalam pembentukan karakter seorang anak tentunya pertama kali
dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Keluarga memilliki peranan terdepan
dalam memberikan kebiasaan-kebiasaan,keteladanan, kejujuran, kedisplinan
dan sejenisnya. Sehingga keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan
terutama. Setelah keluarga, instiusi pendidikan juga memiliki peranan penting
dalam fokus pembentukan watak dan karakter. Peranan pemerintah juga tidak
kalah penting, karena sarana pendukung serta penggerak pemberdayaan
sumber daya manusia adalah pemerintah. Tujuan filosofis pendidikan nasional
yaitu berupaya dalam pembinaan karakter anak diidka dan generasi muda
yang memiliki tugas dan amanah untuk menjaga dan melestarikan identitas
bangsa dan penentuan kemajuan peradaban bangsa dikemudian hari.
7

BAB. III
PEMBAHASAN
A. PEMBAHASAN ISI BUKU
 Bab I , membahas mengenai pengertian filsafat dan filsafat pendidikan dalam
buku utama filsafat diartiakan secara terminologi (filsafat menurut para ahli)
dan etimiologi (berdasarkan asal-usul kata) sedangkan dalam buku
pembanding filsafat diartikan secara umum.
Pengertian filsafat dalam buku utama : Kata filsafat berasal dari kata
“philosophia” (Yunani) yang artinya mencintai kebijaksanaan, dalam bahasa
inggris “philosophy” dan dalam bahasa arab disebut dengan “falsafah” yang
artinya cinta kearifan. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa
filsafat adalah cinta kebijaksanaan.
Pengertian filsafat dalam buku pembanding (terminologi):
~ Plato, filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang
Asli.
~ Aristoteles, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kenbenaran yang
Terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, ekonomi
politik, dan estetika (filsafat keindahan)
 Bab II, mengenai latar belakang munculnya filsafat pendidikan tidak ada
dalam buku pembanding.
 Bab III, mengenai aliran filsafat pendidikan modern, dalam buku utama
menyebutkan 4 aliran filsafat pendidikan modern yang ditinjau dari ontologi,
epistomologi, dan aksiologi yaitu, progresivisme, esensialisme, perenialisme
dan rekonstruksivisme. Sedangkan dalam buku pembanding terdapat 9 aliran
filsafat pendidikan yaitu : idealisme, realisme, materialisme, pragmatisme,
eksistensialisme, progresivisme, esensialisme, perenialisme dan
rekonstruksivisme.
 Bab IV, membahas mengenai hubungan filsafat, manusia dan pendidikan tidak
terdapat pembahasannnya dalam buku pembanding.

 Bab V, membahas mengenai filsafat pendidikan pancasila dan topik ini


terdapat dalam bab IV di buku pembanding. Dalam buku utama lebih dibahas
mengenai peranan pancasila sebagai filsafat pendidikan hidup bangsa dan
sebagai filsafat pendidikan nasional. Sedangkan buku pembanding lebih
membahas mengenai pandangan manusia tentang manusia, masyarakat,
pendidikan, dan nilai.
 Bab VI, membahas mengenai filsafat pendidikan peningkatan sumber daya
manusia tidak dibahas dalam buku pembanding
 Bab VII, membahas mengenai pendidikan nasional dan pembinaan karakter
tidak dibahas dalam buku pembanding.

B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU


 Buku Utama
Aspek tampilan buku (face value)
Dari tampilan buku menurut saya cover (halaman depan) dari buku utama
sudah cukup menarik perhatian pembaca untuk membaca buku tersebut.
Selain itu buku ini juga ringan dan kecil sehingga praktis untuk dibawa.
Aspek layout dan tata letak, serta tata tulis, termasuk penggunaan font
Layout : menurut saya layout sudah cukup tertata dengan baik namun kesan
pada saat membaca buku akan terlalu monoton sehingga pembaca akan
mudah bosan.
Tata letak : secara keseluruhan tata letak buku sudah bagus.
Tata tulis : sudah baik, namun masih ada beberapa kata yang salah dalam
pengetikannya
Penggunaan font : font yang digunakan sudah bagus.
Aspek isi buku :
- Isi buku secara keseluruhan sudah cukup lengkap dan materi yang
dijelaskan juga detail
- Selalu menyertakan pendapat para ahli dalam setiap pembahasan
- Tidak adanya evaluasi dalam buku.

9
- Terlalu monoton dengan penjelasan, seharusnya bisa disertakan semacam
skema dalam setiap pembahasan.
Aspek tata bahasa :
Bahasa yang digunakan sudah baik dan baku. Bahasa yang digunakan juga
komunikatif sehingga mudah dipahami.
 Buku Pembanding
Aspek tampilan buku (face value)
Dari tampilan buku menurut saya cover (halaman depan) dari buku utama
sudah cukup menarik perhatian pembaca untuk membaca buku tersebut.
Aspek layout dan tata letak, serta tata tulis, termasuk penggunaan font
Layout : menurut saya layout sudah cukup tertata dengan baik namun kesan
pada saat membaca buku akan terlalu monoton sehingga pembaca akan
mudah bosan.
Tata letak : masih terdapat beberapa kesalahan dalam penyusunan tata letak
buku.
Tata tulis : masih banyak kata yang salah dalam pengetikannya
Penggunaan font : font yang digunakan sudah bagus.
Aspek isi buku :
- Isi buku secara keseluruhan sudah cukup lengkap.
- Selalu menyertakan pendapat para ahli dalam setiap pembahasan
- Menyertakan evaluasi dalam buku.
- Dalam beberapa pembahasan penulis menyertakan tabel yang akan
mempermudah pembaca memahami isi buku.
Aspek tata bahasa :
Bahasa yang digunakan sudah baik dan baku. Namun masih ada beberapa
penjelasan yang bertele-tele.
10

BAB. IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Filsafat pendidikan sangat penting untuk kita pelajari. Karena dengan
belajar filsafat akan semakin mudah bagi kita untuk berpikir kritis, terutama
didunia pendidikan.Dengan mempelajari filsafat kita akan semakin diajak
untuk menjadi bijaksana dalam menghadapi suatu permasalahan. Karena
pengetian yang sesungguhnya dari filafat merupakan cinta kebijaksanaan
Dengan membuat critical book review ini, diharapkan agar kedepannya
bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Serta lebih membuka
wawasan kita mengenai filsafat pendidikan.
B. Rekomendasi.
Critical Book Review ini bisa dibaca oleh siapa saja yang ingin lebih
membuka wawasannya terhadap filsafat pendidikan. Segala saran yang sudah
diberikan semoga bisa membuat buku yang direview semakin baik
kedepannya.
11

DAFTAR PUSTAKA

Jalaluddin.(2012).Filsafat Pendidikan : Manusia, Filsafat Dan Pendidikan. Jakarta : PT.


Raja Grafindo Persada
12