Anda di halaman 1dari 4

KLINIK MATA MOJOAGUNG

Jl. Raya Veteran Nomor 435, Miagan, Mojoagung.


Kabupaten Jombang Kode Pos : 61482
Telp.(0321) 490383, 081335620142 E-mail : klinik.matamojoagung@gmail.com

Ablasi Retina
Batasan
Lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen

Patofisiologi
Ada 2 macam :
1. Non Regmatogen (tanpa robekan retina)
Terjadi karena adanya eksudasi dibawah lapisan retina, misal pada :
• Inflamasi okuler : Voght Koyanagi Harada Disease
• Penyakit vaskuler okuler : Coat’s Disease
• Penyakit vaskuler sistemik : Hipertensi Maligna
• Tumor intra okuler : Melanoma Koroid, Hemangioma
2. Regmatogen (dengan robekan retina / break : tear, hole)
Adanya tear / hole menyebabkan masuknya cairan dari bdana kaca ke ruang subretina, sehingga
retina terdorong lepas dari epitel dari epitel pigmen.

Anamnesis / Gejala Klinis


Gejala dini
• Floaters
• Fotopsia
• Gangguan lapang pandangan
• Melihat seperti tirai
• Visus menurun tanpa disertai rasa sakit
Analisis / Gejala Fisis
• Visus menurun
• Gangguan lapang pandangan
• Pada pemeriksaan fundus okuli tampak retina yang terlepas berwarna pucat dengan
pembuluh darah retina yang berkelok-kelok disertai / tanpa adanya robekan retina.

MENU 1. Dilatasi pupil dengan jalan pemberian tetes mata :


Cara Pemeriksaan
Pemeriksaan fundus okuli dengan cara :
• TROPICANIME 0,5% ; 1% (MIDRIACYL), ditetesi 3 kali setiap 5 menit, kemudian ditunggu 20 -
30 menit
• PHENYLEPHRINE 10% (EFRISEL)
2. Setelah pupil midriasis, fundus okuli dapat diperiksa dengan :
a. Oftalmoskop direk
• Pembesaran bayangan 14 kali
• Bayangan tegak
• Hanya dapat diperiksa bagian posterior
• Tidak stereoskopis
b. Oftalmoskop indirek binokuler
• Pembesaran bayangan 4 kali
• Bayangan terbaik
• Dapat diperiksa sampai retina bagian perifer, kalau perlu dapat ditambah dengan indentasi
sklera
• Terlihat steroskopis
• Digunakan lensa 55 mm
 16 dioptri : bayangan besar, lapang pandangan sempit
 20 dioptri : bayangan lebih kecil, lapangan pandangan luas
 Selain untuk pemeriksaan, alat ini juga dipakai pada waktu operasi ablasi retina
c. Lensa kontak Goldmann – 3 – mirror dengan biomikroskop :
• Pembesaran 10 – 16 kali
• Dengan anestesi lokal : TETRACAINE 0,5% (PANTOCAIN)
• Diberi METHYL CELLULOSA (CMC 2%, METHOCEL 2%) untuk lubrikasi lensa kontak
• Dapat diperiksa sampai retina bagian perifer
• Selain untuk pemeriksaan, alat ini juga dipakai untuk fotokoagulasi retina (dengan LASER)
d. Lensa Hruby dengan biomikroskop
• Kekuatan lensa : -55 dioptri
• Hanya untuk pemeriksaan bagian sentral dari fundus okuli
a. Lensa +78D, +80D, +90D dengan biomikroskop, dapat untuk evaluasi fundus okuli
sampai perifer
3. Ditentukan lokalisasi ablasi retina (75% temporal atas)
4. Dicari dan ditentukan lokalisasi dari semua robekan retina
Harus diperiksa kedua mata, karena ablasi retina merupakan penyakit mata yang cenderung bilateral

Diagnosis Banding
• Retinoskisis senil : terlihat lebih transparan
• Separasi koroid : terlihat lebih gelap & dapat melewati ora serrata
• Tumor koroid (melanoma maligna) : perlu pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Penatalaksanaan
• Penderita tirah baring sempurna
• Mata yang sakit ditutup dengan bebat mata
• Pada penderita dengan ablasi retina non regmatogen, jika penyakit primernya sudah diobati
tetapi masih terdapat ablasi retina, dapat dilakukan Operasi Cerclage
• Pada ablasi retina regmatogen
a. Fotokoagulasi retina : bila terdapat robekan retina dan belum terjadi separasi retina
b. Plombage lokal : dengan silicone sponge dijahitkan pada episklera pada daerah robekan retina
(dikontrol dengan oftalmoskop indirek binokuler)
c. Membuat radang steril pada koroid dan epitel pigmen pada daerah robekan retina, dengan
jalan:
• Pendinginan (Cryo Therapy)
• Diatermi
d. Operasi Cerclage
Operasi ini dikerjakan untuk mengurangi tarikan badan kaca. Pada keadaan cairan sub retina
yang cukup banyak, dapat dilakukan pungsi lewat sklera
e. Bila terdapat proliferatif vitreo-retinopati (PVR), dilakukan Vitrektomi posterior