Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Imobilitas atau tirah baring merupakan suatu keadaan dimana


seseorang tidak dapat bergerak secara aktif atau bebas dikarenakan
kondisi yang mengganggu aktivitas (Rismawan, 2014). Dampak negatif
dari tirah baring terhadap fisik yaitu kerusakan integritas kulit yaitu salah
satunya adalah ulkus dekubitus atau luka tekan (Asmadi,2008) Dalam
(Rukmana, Komalasari, & Hasibuan, 2017).

Rismawan (2014), mengungkapkan beberapa kondisi dapat


menyebabkan terjadinya imobilitas diantaranya gangguan sendi dan
tulang, penyakit yang berhubungan dengan saraf, penyakit yang
berhubungan dengan jantung, dan pernapasan serta penyakit kritis yang
memerlukan tirah baring atau imobilitas dalam waktu lama.

Potter & Perry (2013) mengungkapkan bahwa luka tekan, luka


dekubitus atau luka baring adalah gangguan integritas kulit yang
berhubungan dengan tekanan yang lama dan tak henti-henti. Luka
dekubitus atau luka tekan merupakan kondisi yang paling sering dialami
oleh individu yang mengalami imobilitas lama. (Marrelli, 2007) dalam
(Rukmana, Komalasari, & Hasibuan, 2017). Tekanan dan toleransi
jaringan dapat menyebabkan luka tekan atau luka dekubitus.
Patofisiologi terbentuknya luka tekan secara primer disebabkan tekanan
konstan yang cukup lama dari luar. Daerah yang sering terjadi luka tekan
adalah tonjolan tulang yang mendapat atau mengalami tekanan. Ulkus
dekubitus terjadi diatas tonjolan tulang pelvis sebanyak 95% (Setiani,
2016).

Kejadian luka tekan diseluruh dunia di intensive care (ICU)


berkisar 1%-56%. Selanjutnya di laporkan juga prevalensi luka tekan

1|VCO
yang terjadi di ICU dari Negara dan benua lain yaitu 49% di Eropa,
berkisar antar 8,3%-22,9% di Eropa Barat, 22% di Amerika Utara, 50% di
Australia dan 29 % di Yordania.
Di Indonesia, kejadian luka tekan pada pasien yang dirawat di ICU
mencapai 33%. Angka ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan insiden
luka tekan di Asia Tenggara yang berkisar 2,1%-31,3%.

Beberapa usaha dapat dilakukan sebagai tindakan intervensi


pencegahan luka dekubitus seperti perawatan luka, obat topikal, kasur
teraupetik, dan edukasi. Merawat kulit merupakan tindakan perawatan
pada kulit yang beresiko terjadi kerusakan integritas kulit, khususnya
pada daerah yang mengalami tekanan atau tonjolan. (Mutia et al, 2015).

Menurut pengamatan peneliti selama praktek di RS Stella Maris


Makassar di ruang perawatan Sta. Bernadeth III A salah satu intervensi
pencegahan luka dekubitus pada pasien tirah baring adalah perawat
merawat luka dengan menggunakan betadine atau cairan NaCl 0,9 %
yang di tuangkan ke kasa kemudian di oleskan pada daerah yang luka
dan juga merubah posisi miring kanan miring kiri setiap dua jam. Selain
dengan cara tersebut salah satu penanganan non-farmakogis
keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah luka tekan atau luka
dekubitus pada pasien tirah baring yaitu dengan menggunakan Virgin
Coconut Oil (VCO).

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni yang


dihasilkan dari proses pengolahan daging buah kelapa tanpa melakukan
pemanasan atau melalui pemanasan dengan suhu rendah sehingga
menghasilkan minyak dengan warna yang jernih serta bebas dari radikal
bebas akibat pemanasan. Kandungan asam lemak ( terutama asam
laurat dan oleat) dalam VCO memiliki sifat yang dapat melembutkan
kulit. VCO efektif digunakan sebagai moisturizer pada kulit sehingga
dapat meningkatkan hidrasi kulit dan mempercepat penyembuhan pada

2|VCO
kulit. (Handayani et al, 2016). Beberapa peneliti telah membuktikan
efektivitas Virgin Coconut Oil (VCO) untuk mencegah luka dekubitus
pada pasien di intensive care unit (ICU) dan pada pasien yang dirawat
dengan imobilitas (Sihombing et al, 2016). Pertimbangan-pertimbangan
ini yang menarik minat peneliti untuk melakukan penelitian mengenai
efektivitas penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap pencegahan
luka dekubitus pada pasien tirah baring.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil pengamatan kami selama melakukan praktek
keperawatan medikal bedah di ruangan Sta. Bernadeth III A RS Stella
Maris Makassar, kami belum pernah menemukan atau mendapatkan
penerapan terapi nonfarmakologis untuk mencegah terjadinya luka tekan
atau luka dekubitus dengan menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO).
Atas dasar tersebut, kami tertarik untuk meneliti “Efektivitas
Penggunaan Virgin Coconut Oil (VOC) Terhadap Pencegahan Luka
Dekubitus Pada Pasien Imobilisasi ”.

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dari inovasi penggunaan Virgin
Oil Coconut (VCO), adalah sebagai berikut:
1. Melakukan intervensi sesuai dengan SOP yang telah dibuat.
2. Manfaat dari penggunaan Virgin Oil Coconut (VCO) untuk mencegah
terjadinya luka decubitus

D. Manfaat penelitian
1. Bagi pasien dan keluarga
Diharapkan melalui inovasi ini, dapat meningkatkan pengetahuan
dan keluarga tentang adanya terapi non farmakologis, yaitu
penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) untuk pencegahan luka
dekubitus.

3|VCO
2. Bagi perawat
Diharapkan melalui inovasi ini dapat menambah pengetahuan
perawat tentang penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) untuk
pencegahan luka dekubitus sehingga dapat mengurangi/mencegah
terjadinya dekubitus terutama pada pasien imobilisasi/tirah baring
lama.

4|VCO
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Defenisi Inovasi
Kata inovasi berasal dari bahasa inggris yaitu innovate yang artinya
memperkenalkan sesuatu yang baru, sedang innovative berarti bersifat
memperbarui. Sedang dari bahasa latin Innovation yang berarti
pembaharuan atau perubahan. Inovasi menurut parah ahli :
1. Everett M Rogers
Inovasi adalah suatu ide, gagasan, objek dan praktik yang dilandasi dan
diterima sebagai sebagai suatu hal yang baru oleh orang ataupun
kelompok tertentu untuk diaplikasikan ataupun di adopsi.
2. Van de Ven & Andrew H
Inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan
baru oleh orang dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan dengan
berbagai aktivitas transaksi dalam tatanan organisasi tertentu.
3. UU No 18 Tahun 2002
Inovasi adalah suatu kegiatan penelitian, pengembangan, dan atau
perekayasaan yang dilakukan untuk pengembangan penerapan praktis
nilai dan konteks ilmu dan konteks ilmu pengetahuan yang baru,
ataupun cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang sudah ada kedalam produk ataupun ke dalam proses produksi.
Jadi inovasi adalah sebuah ide atau gagasan yang telah diteliti dan
hasilnya mampu menjawab permasalahan yang dihadapi dalam sebuah
tatanan masyarakat.

5|VCO
B. Isi Inovasi
1. Penggunaan Coconut Oil Untuk Pencegahan Dekubitus Pada Pasien
Imobilisasi
a. Pengartian Imobilisasi
Keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara aktif atau
bebas dikarenakan kondisi yang mengganggu aktivitas dapat
disebut imobilitas atau tirah baring (Rismawan, 2014).
b. Akibat Imobilisasi
Dampak negative imobilitas terhadap fisik yaitu kerusakan
integritas kulit salah satunya yaitu ulkus dekubitus atau luka tekan
(Asmadi, 2008). Dekubitus sering ditemukan pada pasien tirah
baring atau imobilitas dalam waktu lama (Rubenstein et al, 2007).
Luka dekubitus atau luka tekan merupakan kondisi yang paling
sering dialami oleh individu yang mengalami imobilitas lama
(Marrelli, 2007). Tekanan dan toleransi jaringan dapat
menyebabkan luka tekan atau luka dekubitus (Setiani, 2014).
Bryant (2007) dekubitus (Setiani, 2014). Potter & Perry (2013)
mengungkapkan bahwa luka tekanan, luka dekubitus atau luka
baring adalah gangguan integritas kulit berhubungan dengan
tekanan yang lama dan tak henti-henti.
Rismawan (2014) mengungkapkan, beberapa kondisi
dapat menyebabkan terjadinya imobilisasi diantaranya gangguan
sendi dan tulang, penyakit yang berhubungan dengan saraf,
penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pernapasan
serta penyakit kritis yang memerlukan tirah baring.
c. Kandungan Virgin Coconut Oil (VCO)
Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa murni
yang dihasilkan dari proses pengolahan daging buah kelapa tanpa
melakukan pemanasan atau melalui pemanasan dengan suhu
rendah sehingga menghasilkan minyak dengan warna yang jernih

6|VCO
serta bebas dari radikal bebas akibat pemanasan (Handayani et
al, 2011).
VCO mengandung asam laurat yang tinggi (sampai 51%),
sebuah lemak jenuh dengan rantai karbon sedang (jumlah
karbonnya 12) yang biasa disebut Medium Chain Fatty Acid
(MCFA). Beberapa kandungan tersebut adalah zat antimikroba
dan antioksidan yang berperan penting dalam proses
penyembuhan luka.
d. Penggunaan Coconut Oil untuk pencegahab Dekubitus
Beberapa usaha dapat dilakukan sebagai tindakan
intervensi pencegahan luka dekubitus seperti perawatan luka,
obat topikal, kasur terapeutik dan edukasi (Mutia et al, 2015).
Merawat kulit merupakan tindakan perawatan pada kulit yang
berisiko terjadi kerusakan integritas kulit, khususnya pada daerah
yang mengalami tekanan atau tonjolan (Uliyah & Hidayat, 2008).
Lucida et al (2008) mengungkapkan kandungan asam
lemak (terutama asam laurat dan oleat) dalam VCO memiliki sifat
yang dapat melembutkan kulit. VCO efektif digunakan sebagai
moisturizer pada kulit sehingga dapat meningkatkan hidrasi kulit
dan mempercepat penyembuhan pada kulit (Agero & Verallo-
Rowell, 2004; Lucida et al, 2008). Virgin Coconut Oil dapat
diberikan sebagai bahan topikal yang berfungsi menjadi pelembab
untuk mencegah kulit kering dan sebagai bahan topikal untuk
meminimalkan paparan keringat berlebihan, urin atau feses
karena sifatnya sebagai minyak yang tidak dapat bercampur
dengan air (Setiani, 2014).
VCO pada pasien imobilitas untuk menghambat infeksi
jamur dan bakteri (Setiani, 2014 & Handayani et al, 2011).
Penelitian oleh Rajan et al (2016), menerangkan bahwa minyak
kelapa murni diekstrak dan dijernihkan dengan metode filtrasi
yang membuktikan bahwa minyak kelapa murni telah dapat

7|VCO
menghambat perkembangan jamur. Menurut Setiani (2014), asam
lemak yang terkandung pada minyak kelapa tidak langsung
berfungsi sebagai anti-mikroba namun akan bereaksi dengan
bakteri-bakteri kulit menjadi bentuk asam lemak bebas seperti
yang terkandung dalam sebum (sebum mengandung uric acid dan
asam laktat). Sehingga dapat disimpulkan bahwa topikal VCO
dapat menghambat infeksi jamur dan bakteri dalam pencegahan
luka dekubitus.
e. Langkah – langkah Penggunaan Coconut Oil untuk pencegahab
Dekubitus
Perawat mempunyai peran penting untuk mencegah
terjadinya dekubitus. Dalam penelitian diungkapkan, terapi pijat
yaitu metode yang digunakan untuk melancarkan sirkulasi darah
dan membantu menjaga vaskularitas kulit. Salah satu terapi pijat
yaitu teknik massage punggung yang mana merupakan teknik
pijat effeleurages sekali atau dua kali sehari efektif dalam
mencegah perkembangan luka tekan.
Dalam hal terapi pemijatan atau massage dibutuhkan lotion
sebagai pelumas dan pelembab kulit seperti virgin coconut oil.
Virgin coconut oil adalah produk olahan kelapa yang aman
dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang
tinggi.

a. Manfaat
1) Untuk menambah dan atau mempertahankan kandungan air
dalam lapisan korneum sehingga kulit akan terasa halus dan
lembut
2) Mencegah terjadinya dekubitus akibat tirah baring yang lama
3) Melancarkan sirkulasi darah dan membantu menjaga
vaskularitas kulit
4) Mencegah perkembangan luka tekan

8|VCO
b. Indikasi
1) Klien dengan tirah baring yang lama
c. Kontraindikasi
1) Luka bakar atau luka steril
d. Persiapan
1) Alat
a) Selimut mandi
b) Handuk mandi
c) Virgin coconut oil
2) Lingkungan
a) Persiapan tempat
b) Persiapan lingkungan
3) Pasien
a) Mengatur posisi klien
b) Mengkaji kondisi kulit
c) Mengkaji kondisi klien
4) Perawat
a) Beri salam dan perkenalkan diri
b) Jelaskan tujuan pemberian intervensi
e. Prosedur
1) Beritahu pasien bahwa tindakan akan segera dimulai
2) Cek alat – alat yang akan digunakan
3) Dekatkan alat dan atur posisi klien
4) Posisikan pasien senyaman mungkin
5) Cuci tangan
6) Periksa keadaan kulit dan tekanan darah sebelum masasse
punggung
7) Bantu klien melepas baju
8) Bantu pasien dengan posisi yang nyaman sesuai kenyamanan
pasien

9|VCO
9) Buka punggung pasien, bahu, lengan atas tutup sisanya
dengan selimut mandi.
10) Aplikasikan Virgin coconut oil pada bagian tubuh yang tertekan
11) Meletakkan kedua tangan pada sisi kanan dan kiri tulang
belakang pasien. Mulai masasse dengan gerakan effurage,
yaitu mesasse dengan gerakan sirkuler dan lembut secara
perlahan keatas menuju ke bahu dan kembali kebawah hingga
kebokong. Menjaga tangan tetap menyentuh kulit selama 3–5
menit.

12) Effruage diberikan pada bagian awal, disela pergantian antara


gerakan dan diakhir masasse punggung

13) Selanjutnya meremas kulit dengan mengangkat jari tangan


diantara ibu jari dan jari tangan. Meremas keatas sepanjang
dikedua sisi tulang belakang dari bokong ke bahu dan sekitar
leher bagian bawah dan usap kebawah kearah bokong

10 | V C O
14) Akhiri gerakan dengan masasse memanjang kebawah

15) Bersihkan sisa baby oil pada punggung dengan handuk


16) Bantu klien memakai baju kembali
17) Bantu klien keposisi semula
18) Beritahu bahwa tindakan sudah selesai
19) Bereskan alat-alat yang telah digunakan, kaji respon pasien
20) Berikan pre inforcement positif pada klien
21) Akhiri kegiatan dengan baik
f. Evaluasi
Evaluasi respon klien
Evaluasi tekanan darah

C. EBN dan Sumbernya


1. Penggunaan Virgin Coconut Oil Dalam Pencegahan Luka Dekubitus
Pada Pasien Imobilitas di ruang Intensive Care Unit Siloam Hospitals
Kebon Jeruk Jakarta (Jesica G.Rukmana, Renata Komalasari, Shinta
Yuliana Hasibuan, 2017)
Penelitian ini merupakan kajian literatur studi kuantitatif dengan
experimental design guna memperoleh keefektifan penggunaan virgin

11 | V C O
coconut oil dalam pencegahan luka dekubitus pada pasien imobilitas.
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa data yang telah
dikritisi pada penelitian ini adalah simplified approach.
Hasil penelitian ini mengidentifikasi empat tema, meliputi metode
pijat yang efektif mencegah luka dekubitus, penggunaan VCO
mencegah kejadian luka dekubitus, penggunaan VCO mengurangi efek
gesekan dan tekanan serta penggunaan VCO menghambat infeksi
jamur dan bakteri. Penelitian kajian literatur ini telah mengkaji lima
artikel yang didapatkan dari tiga database dengan menggunakan
beberapa kata kunci. Dari hasil pencarian, didapatkan 143 artikel yang
kemudian diperiksa kembali menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi
hingga menyisakan lima artikel. Seluruh artikel yang digunakan dalam
kajian literatur ini menjelaskan penelitian yang menggunakan metode
penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal eksperimental dan
quasi eksperimental. Pada kajian literatur ini, didapatkan hasil bahwa
rentang rata-rata kejadian luka dekubitus pada pasien imobilitas yang
menggunakan VCO adalah nol sampai lima responden. Hal itu
menunjukkan bahwa virgin coconut oil efektif dalam pencegahan luka
dekubitus pada pasien imobilitas karena dapat mengurangi efek
gesekan dan tekanan. Selain itu, VCO dapat menjadi penghambat
infeksi jamur dan bakteri untuk mencegah adanya infeksi. Berdasarkan
kesimpulan kajian literatur, maka virgin coconut oil direkomendasikan
untuk digunakan pada pasien imobilitas dengan resiko jatuh rendah,
sedang dan tinggi.

2. Efektifitas Massage Dengan Virgin Coconut Oil Terhadap


Pencegahan Luka Tekan Di Intensive Care Unit (Siti Fatonah, Ade
Kartika, Ratna Dewi, 2015)
Tujuan penelitian mengidentifikasi efektifitas massage dengan VCO
terhadap pencegahan luka tekan pada pasien di ICU. Metode:
Penelitian Quasi Eksperimental dengan time series design. Jumlah

12 | V C O
sampel 34 orang, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu perlakuan dan
kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan massage efflurage
dengan VCO, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan perawatan
pencegahan luka tekan sesuai SOP ruangan/rumah sakit.
Dilaksanakan kurang lebih selama 3 bulan di ICU RSUD Abdul
Wahab Sjahranie Samarinda Kalimantan timur. Kejadian luka tekan
sebagian besar terjadi di post test hari ke 12 pada kelompok kontrol.
Hasil Uji analitik dengan Mann Whitney pada pengukuran hari ke 12
diperoleh nilai p = 0,001 sehingga ada perbedaan kejadian luka tekan
yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.
Ada pengaruh perawatan kulit dengan massage effleurage dan VCO
untuk mencegah kejadian luka tekan.

3. Pemanfaatan Vco (Virgin Coconut Oil) Dengan Teknik Massage


Dalam Penyembuhan Luka Dekubitus Derajat Ii Pada Lansia (Irawan
Derajat dewandono,2017)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage dalam
penyembuhan luka dekubitus derajat II, pengaruh pemberian
massage dengan VCO untuk penyembuhan luka dekubtus derajat II,
mengetahui kendala penurunan derajat luka dekubitus melalui teknik
massage dengan VCO. Desain penelitian Case Study dengan
menggunakan metode analisis jalinan. Teknik pengambilan sampel
yaitu purposive sampling dengan jumlah responden dua orang lansia
yang tinggal di Panti Wredha yang berbeda. Peneliti menganalisis
mengenai : tindakan massage, respon pasien lansia terhadap
tindakan massage, perkembangan luka dekubitus dan kendala yang
ditemui saat penelitian. Terapi massage dengan metode effleurage
berpengaruh positif yaitu memberikan sensasi nyaman terhadap
kedua pasien lansia. Terapi massage dengan VCO memberikan
perkembangan luka yang cukup signifikan, dengan hasil luka tampak
kering, warna kecoklatan, eritema tampak samar dan jaringan luka

13 | V C O
menutup tanpa adanya tanda-tanda infeksi. Hambatan yang ditemui
dalam penelitian yaitu adanya nyeri yang timbul pada terapi minggu
pertama, terjadinya penolakan pasien ketika massage, pergerakan
pasien yang tidak kooperatif membuat massage terasa lebih rumit.
Terapi massage dengan VCO efektif dalam meminimalisir terjadinya
infeksi dan dapat menurunkan derajat luka dekubitus.

14 | V C O
BAB III

METODE PENULISAN

A. Tahap Penulis
Dengan sistem kelompok yang dibimbing langsung oleh dosen
pembimbing dengan sistem diskusi dan mencari solusi KMB berdasarkan
observasi dan sistem mewawancarai langsung dan praktik pada perawat
ruangan ditemukan bahwa sebagian besar tenaga keperawatan diruangan
dan keluarga belum melaksanakan terapi nonfarmakologi sebagai tindakan
pencegahan luka tekan pada pasien imobilisasi.
Dengan demikian inovasi ini bertujuan untuk mengedukasi tenaga
keperawatan diruang BIIIA Rumah Sakit Stella Maris Makassar
B. Sumber Penulisan
1. Rukmana Jesica G, Komalasari Renata, Hasibuan Shinta Yuliana
(2017) Penggunaan Virgin Coconut Oil Dalam Pencegahan Luka
Dekubitus Pada Pasien Imobilitas di ruang Intensive Care Unit Siloam
Hospitals Kebon Jeruk Jakarta
2. Fatonah Siti, Kartika Ade, Dewi Ratna (2015) Efektifitas Massage
Dengan Virgin Coconut Oil Terhadap Pencegahan Luka Tekan Di
Intensive Care Unit
3. Irawan Derajat dewandono (2017) Pemanfaatan Vco (Virgin Coconut
Oil) Dengan Teknik Massage Dalam Penyembuhan Luka Dekubitus
Derajat IIPada Lansia

C. Sasaran Penulisan
1. Bagi Pasien
Pasien dapat melakasanakan terapi massage punggung sebagai terapi
nonfarmakologi untuk mencegah terjadinya dekubitus karena tira baring
yang lama dengan pengunaan Coconout Oil
2. Bagi Rumah Sakit

15 | V C O
Diharapakan massage dengan mengunakan VCO dijadikan salah satu
alternatif terapi non farmakalogi sebagai tindakan mandiri terhadap
pencegahan Luka Dekubitus Pada pasien dengan Imobilisasi yang
dirawat di rumah sakit sehingga dapat mengurangi kejadian luka
decubitus di rumah sakit. Perawat juga dapat mengedukasi pada
pasien dan keluarga tentang penggunaan Virgin Coconut Oil (VOC)
sebagai pencegahan dekubitus.

16 | V C O
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Hasil observasi
Berdasarkan hasil observasi kami selama menjalani praktik
keperawatan medical bedah di Rumah sakit Stella Maris Makassar
didapatkan bahwa tenaga keperawatan belum pernah melakukan atau
mencoba menggunakan virgin coconut oil dalam pencegahan dan
perawatan luka decubitus pada pasien dengan tirah baring lama.
Biasanya yang dipakai di ruangan adalah cairan betadine atau cairan
NAcl 0,9% yang di berikan pada kapas dan di oleskan pada luka tersebut
serta menggunakan cara mobilisasi miring kiri atau kanan. Pada
keluarga pasien mereka sering menggunakan minyak baby oil pada
perawatan luka decubitus pasien di rumah maupun rumah sakit.

B. Manfaat yang akan di dapat


Berdasarka teori dan kesimpulan dari beberapa penelitian yang
tercantum maka dapat disimpulkan manfaat yang akan didapat dari
inovasi penggunaan virgin coconut oil adalah dapat mengurangi resiko
decubitus dan menyembuhkan luka dekubitus secara herbal dan harga
mudah dijangkau. Penggunaan virgin coconut oil dapat juga di gunakan
di rumah dengan cara mengedukasi keluarga pasien sebelum pasien
pulang, agar tidak menambah beban biaya perawatan pasien dengan
tirah baring lama.

17 | V C O